cover
Contact Name
Putu Oky Ari Tania
Contact Email
putuoky@uwks.ac.id
Phone
+628155000835
Journal Mail Official
uppp-fk@uwks.ac.id
Editorial Address
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Jl. Dukuh Kupang XXV No.54, Dukuh Kupang, Kec. Dukuhpakis, Kota SBY, Jawa Timur 60225
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran
ISSN : 30260256     EISSN : 30260256     DOI : -
Artikel yang dipublikasi di Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran meliputi bidang Kedokteran dan Kesehatan
Arjuna Subject : Kedokteran - Embriologi
Articles 69 Documents
FAKTOR SOSIO DEMOGRAFI DAN INFEKSI SOIL TRANSMITED HELMINTH (STH) PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Irma; Asnia Zainuddin; Yasnani; Marni Syahrani Ado
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi cacing merupakan salah satu penyakit tropis yang menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama pada negara berkembang, seperti Indonesia. Hasil survei dari beberapa provinsi di Indonesia didapatkan prevalensi kecacingan secara umum sebesar 40-60%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan kontribusi faktor sosio demografi terhadap kejadian infeksi Soil Transmited Helminths (STH) pada daerah peisir. Penelitian observaional analaitik dengan desain Cross Sectinal study ini dilakukan pada bulan Juli - Agustus 2023 di SDN 1 Konde dan pemeriksaan sampel feces dilakukan di Laboratorium Puskesmas Kambowa Kabupaten Buton Utara. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid kelas 4 s/d kelas 6 SDN 1 Konde sebanyak 34 orang dan semua menjadi sampel. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang sudah diuji. Pemeriksaan sampel feces dilakukan dengan metode Kato-Katz. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariate dengan menggunakan uji Chi Square ( α =0,0 5). Hasil analisis diperoleh faktor pendidikan orang tua (nilai p=0,044); faktor pekerjaan orang tua (nilai p=0,128); status ekonomi (nilai p=0,049). Dapat disimpulkan bahwa faktor pendidikan orang tua dan status sosial ekonomi berkontribusi terhadap kejadian infeksi STH pada anak usia sekolah dasar sedangkan pekerjaan orang tua tidak berkontribusi terhadap kejadian infeksi STH.
KEKUATAN GENGGAMAN TANGAN TERHADAP KESEIMBANGAN PADA IBU-IBU PEMBINA KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DI DESA NELAYAN SUKOREJO, KECAMATAN KEBOMAS KABUPATEN GRESIK Fuad Ama; Indah Widyaningsih; Harman Agusaputra
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelemahan otot bagian anggota gerak tubuh salah satu penyebab dari kematian jaringan otak akibat strok. Kualitas hidup dan aktivitas berpengaruh terjadi kelemahan kekuatan genggaman tangan. Metode menggunakan penelitian observasi analitik pendekatan cross sectional. Subjek 57 ibu-ibu nelayan, dan variable bebas penelitian adalah kekuatan genggaman tangan, variable terikat ibu-ibu PKK. Pengambilan kekuatan genggaman tangan dengan menggunakan alat Electronic Hand Dynamometer Hasil: Hasil rata-rata responden berusia 56,74 ± 10,11 tahun, dengan usia minimum 35 tahun dan usia maksimum 80 tahun. Rata-rata responden mempunyai kekuatan genggam sebesar 20,49 ± 7,69, dengan kekuatan genggam minimum 7,2 dan maksimum 55,2. Hasil uji korelasi pearson menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia dengan kekuatan genggam, terbukti dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Nilai korelasi sebesar 0,498 masuk kategori sedang (0,400-0,599). Kesimpulan: ada korelasi atau hubungan yang cukup kuat antara usia dengan kekuatan genggam. Koefisien korelasi bernilai negatif menunjukkan bahwa semakin tua seseorang maka semakin menurun kekuatan genggamnya, dan kekuatan fisik sesorang akan menurun berdasarkan usia yang bertambah.
STUDI LITERATUR: PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN PAP SMEAR DENGAN METODE DIRECT SMEAR DAN THINPREP DALAM PENCEGAHAN KANKER SERVIKS I Made Kusuma Nurjaya; Titiek Sunaryati; Maria Juliati Kusumaningtyas
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks adalah penyakit kanker yang menyerang lapisan permukaan mulut Rahim yang disebabkan oleh HPV (Human Papilloma Virus). Untuk mendeteksi dini dari kanker serviks dilakukan pemeriksaan Pap smear. Pap smear yang digunakan untuk skrining dapat menurunkan sejumlah kasus kanker serviks selain dengan sejumlah kasus negatif yang palsu. Oleh karena itu, terdapat metode terbaru yaitu ThinPrep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan pap smear dengan metode direct smear dan ThinPrep dalam pencegahan kanker serviks. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi literatur yang dilakukan dengan pengumpulan data melalui penelusuran literatur berbasis elektronik dengan menggunakan media internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas dan sensitivitas metode ThinPrep lebih unggul dibandingkan dengan metode Direct smear. Meskipun sensitivitas Direct smear lebih rendah dibandingkan ThinPrep, tetapi biaya pemeriksaan dengan metode Direct smear lebih terjangkau untuk masyarakat menengah kebawah.
STUDI LITERATUR ANALISA KETERKAITAN FAKTOR RESIKO ALERGEN MAKANAN TERHADAP KEJADIAN ASMA PADA ANAK Anna Lewi Santoso; Aqila Luthfan Ghiralda; Pratika Yuhyi Hernanda
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma dapat diartikan dalam suatu kondisi gangguan pada sistem pernapasan yang mengakibatkan mengalami wheezing, batuk, dan napas terasa berat pada dada terutama saat malam hari atau pagi hari. Alergi pada makanan tertentu sangat umum pada penderita asma seperti seafood, dairyfood, multigrain dan coklat. Tujuan penilitian ini untuk menganalisa keterkaitan faktor alergen makanan terhadap kejadian asma pada anak. Penelitian ini menggunakan data penelitian sebelumnya sebagai acuan dalam menarik kesimpulan hasil penelitian. Hasil telaah jurnal kemudian akan dianalisis. Kemudian ditarik kesimpulan dari berbagai data yang telah dianalisis agar memudahkan dalam memahami hasil dari telaah literatur. Telah dibuktikan terdapat keterkaitan antara faktor resiko alergen makanan terhadap kejadian asma pada anak dengan nilai OR dan 95%CI tertinggi masing-masing variable sebagai berikut: Seafood sebesar 3.11 [95%CI 1.63-5.93] , dairyfood sebesar 5.48 [95%CI 1.44-20.79], multigrain sebesar 5.25 [95%CI 1.72-15.99], dan coklat sebesar 8.4 [95%CI 2.45-28.8]. Maka dari hasil analisa dari penilitian literature review dapat disimpulkan bahwa yang mempunyai hasil paling berpengaruh terhadap kejadian asma pada anak adalah coklat.
ANALISIS HUBUNGAN INSOMNIA DAN PENYINTAS COVID-19 PADA PELAJAR SEKOLAH TINGKAT TINGGI Lutfia Oktaviana Patau; Anna Lewi Santoso; Pratika Yuhyi Hernanda
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara insomnia dengan penyintas Covid-19 pada pelajar sekolah tingkat tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengumpulkan informasi tentang tingkat insomnia pada penyintas Covid-19. Data yang terkumpul akan diolah secara kuantitatif menggunakan program pengolahan data seperti Microsoft Excel atau SPSS. Analisis statistik seperti uji korelasi atau regresi akan digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel insomnia dan penyintas Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total responden, sebanyak 36,4% merupakan penyintas Covid-19 dan 63,6% bukan penyintas Covid-19. Hasil analisis juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara insomnia dan faktor risiko komorbid serta aktivitas pada siang hari pada penyintas Covid-19. Berdasarkan dari penelitian ini didapatkan bahwa penyintas Covid-19 sebanyak 55 (36,4%) dan bukan penyintas Covid-19 dengan total 96 (63,6%). Insomnia dengan karakteristik penyintas Covid-19 dengan total 43 (78,2%) dan tidak mengalami insomnia dengan total 12 (21,8%). Faktor risiko insomnia yang memiliki hubungan signifikan dengan penyintas Covid-19 (p-value ≤ 0,05 atau mendekati) adalah komorbid dan aktivitas pada siang hari. Karakteristik penyintas Covid-19 yang memiliki hubungan dengan kejadian insomnia (p-value ≤ 0,05 atau mendekati) adalah jenis kelamin dan asal kampus.
HUBUNGAN INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) DENGAN PERSALINAN PREMATUR PADA IBU HAMIL DI RS INTAN MEDIKA Achmad Murtafiul Azhmi; Febtarini Rahmawati; Novina Aryanti; Erny
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan prematur cukup sering terjadi pada ibu hamil, yakni persalinan antara minggu ke-20 sampai minggu ke-37 sebelum kehamilan. Persalinan prematur meningkatkan adanya risiko komplikasi dan kematian pada bayi yang salah satunya bisa disebabkan oleh infeksi saluran kemih (ISK). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara infeksi saluran kemih pada ibu hamil dengan persalinan prematur. Data rekam medik 92 pasien yang pernah melahirkan di RS Intan Medika Lamongan periode Januari 2022-Februari 2023 sebagai sampel studi korelasi dengan rancangan penelitian cross-sectional, kemudian dilakukan analisis bivariat terhadap usia kehamilan dan ISK. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Chi square didapatkan 56 dari 75 pasien dengan persalinan prematur yang pernah mengalami infeksi saluran kemih saat kehamilan (74,7%), sedangkan 19 pasien dengan tidak pernah mengalami infeksi saluran kemih pada saat kehamilan (25,3%). Dari analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara ISK pada ibu hamil dengan persalinan prematur (p-value = 0,026) dan juga memiliki risiko 3,316 kali lebih tinggi untuk melahirkan dengan persalinan prematur dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak pernah mengalami ISK selama kehamilan (OR=3,316; CI 95%: 1,12 – 9,82). Terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan antara infeksi saluran kemih (ISK) dengan persalinan prematur pada ibu hamil di RS Intan Medika Lamongan. Dengan kata lain, adanya infeksi saluran kemih (ISK) yang dialami oleh ibu hamil, berkaitan erat dengan
PROFIL INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA REMAJA USIA 18-24 TAHUN DI PUSKESMAS PAKIS SURABAYA Lailatul Jannah; Dorta Simamora; Indah Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab utama terjadinya kematian dini di seluruh dunia, sehingga sering disebut dengan “Silent Killer” karena penderita tidak menampakkan gejala awal ataupun tanda terjadinya hipertensi. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara profil indeks massa tubuh dengan kejadian hipertensi pada remaja usia 18-24 tahun di Puskesmas Pakis Surabaya. Metode penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Hasil dari uji Korelasi Spearman didapatkan nilai signifikan 0.01 level (2-tailed) yaitu p value = 0,000 < α (0,05) maka hipotesis penelitian diterima dengan nilai koefisien korelasi (rs) = 0,337. Kesimpulan ada hubungan profil indeks massa tubuh dengan kejadian hipertensi pada remaja usia 18-24 tahun di Puskesmas Pakis Surabaya dengan kekuatan hubungan antar variabel moderat atau cukup kuat.
RELATIONSHIP BALANCED NUTRITION KNOWLEDGE AND PHYSICAL ACTIVITY WITH NUTRITIONAL STATUS THROUGH BODY MASS INDEX (BMI) METHOD IN ADOLESCENTS AT MTSN 1 TRENGGALEK Nabila Permatasari Widodo; Atik Sri Wulandari; Harsono Wiradinata
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutrition is a contribution to the health and development of a person. Good nutrition can build a strong immune system, prevent disease and improve health. However, there are still quite a lot of nutritional problems in Indonesia, especially among adolescents in Indonesia. UNICEF data for 2021 states that around a quarter of adolescents aged 13-18 years in Indonesia are stunted, 9% of adolescents are thin or have a low body mass index, while another 16% of adolescents are overweight and obese. This problem of nutrition can be solved one way by knowing what factors can affect a person's nutritional status. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge about balanced nutrition and physical activity with nutritional status through the body mass index method. The research is observational with a cross sectional research design. The research population consisted of 200 students at MTsN 1 Trenggalek, Trenggalek Regency, with a sample of 117 respondents, which was determined using a systematic random sampling method. The variables consist of the level of knowledge of balanced nutrition and physical activity as independent variables while the dependent variable is nutritional status with the body mass index as the measurement medium. The results showed that there was a relationship between knowledge of balanced nutrition and nutritional status through the body mass index method (p=0.009), and there was a relationship between physical activity and nutritional status through the body mass index method (p=0.021). From the results of data analysis it can be concluded that knowledge of balanced nutrition and physical activity has an effect on nutritional status through the method of measuring Body Mass Index (BMI) in teenage students at MTsN 1 Trenggalek.
PENGEMBANGAN KOMIK EDUKASI DEMAM BERDARAH DENGUE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG DBD di UPT SDN 33 GRESIK Shifa Fauziyah; Budi Utomo; Nur Fadhilah; Anik Eko Novitasari
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Gresik menjadi salah satu penyumbang peningkatan kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) di Jawa Timur. Saat ini Dinas Kesehatan Gresik melaporkan jumlah kasus DBD yang ditemukan pada tahun 2022 sebanyak 266 kasus dan jumlah kasus tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Upaya pengendalian kasus DBD perlu dilakukan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Indonesia. Program pendidikan dan sosialisasi kesehatan masyarakat yang efektif dapat dimulai sejak anak-anak sekolah dasar ketika mereka mulai mengetahui bahaya dari DBD sehingga dapat mencegah kesalahpahaman dan kesenjangan pengetahuan tentang DBD. UPT SDN 33 Gresik menjadi lokasi dilakukannya sosialisasi komik DBD yang kami kembangkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keefektifan sosialisasi dengan mengembangkan media edukasi komik untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan DBD di UPT SDN 33 Gresik. Desain penelitian adalah deskriptif. Pengambilan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner serta hasil pre-test post-test. Hasil penelitian menunjukkan media komik yang dikembangkan sudah layak dan dapat diimplementasikan berdasarkan hasil kriteria kelayakan dari ahli praktisi lapangan sebesar 100%, ahli materi sebanyak 100%, dan ahli media sebanyak 92,8%. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan sebesar 2% setelah dilakukan sosialisasi. Kegiatan sosialisasi dengan media komik dinyatakan efektif untuk membantu meningkatkan pengetahuan siswa terkait pencegahan penyakit DBD.
PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI, PEMBERIAN ASI, DAN BERAT BADAN LAHIR TERHADAP KEJADIAN STUNTING ANAK USIA BALITA (MELALUI REVIEW JURNAL PERIODE 2018-2022) Kevin Fernanda Hafidz; Atik Sri Wulandari; Harsono Wiradinata
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi umur lima tahun (balita) merupakan fase terpenting pada pertumbuhan seorang anak. Pertumbuhan dan perkembangan balita dapat dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang diperoleh. Asupan nutrisi dipengaruhi faktor sosial ekonomi latar belakang keluarga, pemberian air susu ibu (ASI), dan berat badan lahir bayi. Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan pada balita disebut stunting. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh berbagai macam gambaran faktor risiko dengan kejadian stunting anak usia balita. Metode penelitian dengan menggunakan literature review artikel ilmiah internasional dan nasional yang terbit pada 10 tahun terakhir. Data dianalisis dan disajikan secara deskriptif. Data yang sudah diperoleh dari berbagai referensi menghasilkan bahwa ada pengaruh faktor risiko yang disebabkan faktor sosial ekonomi, pemberian asi, dan berat badan lahir terhadap kejadian stunting pada usia balita. Faktor yang mempengaruhi sosial ekonomi adalah tingkat pendapatan, pendidikan, dan partisipasi ibu bekerja, sedangkan pemberian ASI eksklusif sangat dipengaruhi produksi ASI ibu, penggantian ASI eksklusif dengan susu formula, dan kemampuan menghisap pada bayi, dan berat badan lahir dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi makanan, pemberian makanan, dan pemberian ASI. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara sosial ekonomi, pemberian ASI, dan berat badan lahir rendah terhadap angka kejadian stunting.