cover
Contact Name
Putu Oky Ari Tania
Contact Email
putuoky@uwks.ac.id
Phone
+628155000835
Journal Mail Official
uppp-fk@uwks.ac.id
Editorial Address
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Jl. Dukuh Kupang XXV No.54, Dukuh Kupang, Kec. Dukuhpakis, Kota SBY, Jawa Timur 60225
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran
ISSN : 30260256     EISSN : 30260256     DOI : -
Artikel yang dipublikasi di Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran meliputi bidang Kedokteran dan Kesehatan
Arjuna Subject : Kedokteran - Embriologi
Articles 104 Documents
KARAKTERISTIK DAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO KETERLAMBATAN BICARA PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN DI RS ISLAM SURABAYA A YANI Mery Susantri; Irwanto
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan berbicara dan berbahasa adalah masalah perkembangan yang sering ditemui pada anak-anak usia 2-5 tahun. Gangguan bicara primer adalah gangguan bicara pada anak tanpa ditemukan masalah penyerta sedangkan gangguan bicara sekunder ditemukan masalah seperti keterlambatan perkembangan global, disabilitas intelektual, gangguan spektrum autis, kelainan genetik trisomi 21 dan lain-lain. Banyak faktor risiko yang menyebabkan keterlambatan bicara pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan faktor risiko gangguan berbicara dan berbahasa pada anak. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional di RSI A Yani Surabaya dengan proses pengambilan data menggunakan observasi dan wawancara. Selama bulan April – Agustus 2022 didapatkan 53 subyek berusia 2-5 tahun.. Pada Kelompok primer didapatkan lebih banyak jenis kelamin laki-laki (80%), umur anak 24-25 bulan (80%), usia ibu 18-35 thn (79.3%), pendidikan ibu tinggi (55,2%), anak pertama (53.3%) dan ibu tidak bekerja (62.1%). Sedangkan pada kelompok sekunder didapatkan karakteristik yang hampir sama tetapi pada umur anak > 35 bulan (60,6%) dengan nilai p 0.004. Karakteristik gizi terbanyak adalah baik (67.9 %) perawakan sedang (90.6 %). Diagnosis sekunder terbanyak adalah keterlambatan perkembangan global (26.4%).Karakteristik anak dengan usia > 35 bulan merupakan faktor risiko didapatkan gangguan bicara dan berbahasa pada anak.
HUBUNGAN ANTARA TATALAKSANA NONMEDIKA MENTOSA DENGAN GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Nadilah Amanda Putri; Dorta Simamora; Indah Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan kesehatan yang disebabkan dengan peningkatan kadar glukosa darah (glukosa). Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit dengan gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan pada kadar glukosa darah karena penurunan sekresi insulin akibat gangguan atau kerusakan pada sel beta pankreas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara kadar glukosa darah dengan tatalaksana terapi nonmedika mentosa pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan teknik penarikan sampel Non Probability Sampling dengan teknik Purposive Sampling pada sebagian pasien DM tipe 2 pengobatan nonmedika mentosa sebanyak 43 orang di Puskesmas Sidosermo Surabaya periode Februari 2023. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kadar glukosa darah dengan tatalaksana terapi nonmedika mentosa pada pasien diabetes melitus tipe 2. Hal ini terbukti dengan hasil uji Chi square diperoleh nilai Sig. = <0,001 (< 0,05). Hal ini diketahui dari 100% responden yang melakukan pengobatan, sebanyak 86,05% responden memiliki keberhasilan pasien terkontrol. Diketahui 13,95% responden memiliki keberhasilan pasien tidak terkontrol.
GAMBARAN INDEKS MASA TUBUH (IMT), KEBIASAAN MAKAN DAN KADAR GULA DARAH ACAK PASIEN PUSKESMAS DUKUH KUPANG SURABAYA Maria Widijanti Sugeng; Titiek Sunaryati; Inawati; Harman Agusaputra
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indeks Masa Tubuh (IMT) adalah antropometri yand digunakan pada orang dewasa dan banyak digunakan sebagai acuan penentuan obesitas.. IMT normal adalah antara 18,5 – 25, Sedangkan IMT > 25 termasuk dalam kategori obesitas ((Pergizi Pangan Indonesia, 2014). Obesitas sering dikaitkan dengan kebiasaan makan yang kurang sehat dan merupakan salah satu faktor risiko diabetes. Penelitian ini untuk mengumpulkan data awal gambaran IMT, kebiasaan makan dan kadar gula darah acak di Puskesmas Dukuh Kupang Surabaya. Pengukuran IMT dilakukan dengan menggunakan timbangan digital dan stature meter pada 40 pasien dengan usia 23 – 75 tahun dengan hasil antara 16,7 – 36,1, dan rata-rata 24,67,masih dalam kategori normal. Hasil kuesioner tentang kebiasaan makan menunjukkan 19 orang (47,5%) makan sayur setiap hari, 15 orang (37,5%) makan sayur tiga kali seminggu dan hanya 4 orang (10%) makan sayur sekitar sekali per minggu. Cara memasak sayuran tersering 20 orang (50%) dengan menumis, 17 orang (42,5%) merebus dengan air (sop) dan 3 orang (7,5%) merebus dengan santan. Tiga puluh tiga orang (82,5%) mempunyai kebiasaan sering minum air putih dan 7 orang (17,5%) mempunyai kebiasaan sering minum teh manis. Dari tiga puluh dua orang yang bersedia diperiksa kadar gula darah acaknya, 28 orang (87,5%) kadar gula darah acaknya antara 100 – 200 mg/dL dan 4 orang (12,5%) kadar gula darah acaknya di atas 200 mg/dL.
SUPLEMENTASI GANDUM SEBAGAI UPAYA ATENUASI INFLAMASI SISTEMIK PADA SERUM MENCIT PASCA PENGHENTIAN PAJANAN ASAP ROKOK Farida Anggraini Soetedjo; Johanes Aprilius Falerio; Sunarjo
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pajanan asap rokok atau Environmental Tobacco Smoke (ETS) masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Global Adult Tobacco Survey (GATS) tahun 2021 melaporkan jumlah perokok pasif dewasa di Indonesia mencapai 198 juta individu. Pajanan ETS memiliki efek buruk pada remodeling dan respon inflamasi paru-paru. Gandum memiliki banyak nutrisi dan senyawa bioaktif yang dikaitkan dengan aktivitas anti-oksidan dan anti-inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek suplementasi gandum terhadap inflamasi yang terjadi secara sistemik akibat pajanan asap rokok. Tiga puluh tiga mencit BALB/c jantan dipisahkan menjadi dua kelompok: kontrol dan perlakuan. IL-1β bahan serum merupakan variabel penelitian ini. Konsentrasi IL-1β serum diukur dengan ELISA. Pajanan asap rokok menyebabkan inflamasi secara sistemik. Proses inflamasi tetap berlangsung walupun pajanan asap rokok telah dihentikan, ditandai dengan peningkatan konsentrasi IL-1β pasca penghentian pajanan asap rokok. Suplementasi gandum mampu menekan inflamasi setelah penghentian pajanan asap rokok dengan menurunkan konsentrasi IL-1β. Hasil variabel penelitian ini bermakna secara statistik (p < 0.05) dari kelompok mencit yang tidak mendapatkan terapi gandum. Dengan demikian, mengonsumsi gandum dapat meringankan inflamasi yang terjadi secara sistemik pasca penghentian pajanan asap rokok.
ANALISA FAKTOR GENETIK TERKAIT ESTROGEN RECEPTOR TERHADAP KEJADIAN KANKER PAYUDARA PADA WANITA I Gede Wisnu Nugraha; Anna Lewi Santoso; Pratika Yuhyi Hernanda
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari sel-sel payudara. Beberapa faktor resiko yang dapat memunculkan kejadian kanker payudara pada wanita diantaranya ada faktor genetik dan non genetik. Faktor genetik diantaranya seperti riwayat penyakit dari keluarga dan riwayat kelainan bawaan. Untuk yang non genetik dipengaruhi oleh faktor demografi, faktor lingkungan, reproduksi, dan kelainan lain. Faktor genetik sangat dipengaruhi oleh faktor hormonal yaitu hormon estrogen dan hormon progesteron yang sangat berperan terhadap terjadinya kanker payudara pada wanita. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa faktor genetik terkait estrogen receptor terhadap kejadian kanker payudara pada wanita. Penelitian ini menggunakan metode narrative review (NR), dimana data penelitian diperoleh dari hasil studi yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu lainnya. Sumber data berupa jurnal artikel yang diperoleh dari pencarian Google Scholar, Pubmed, dan Proquest. Dalam penelitian ini akan dianalisa secara detail fungsi dan cara kerja gen terkait Estrogen Receptor α dan Estrogen Receptor β. Dari data hasil pencarian didapatkan bahwa gen-gen estrogen receptor α dan β dipisahkan melalui 5 mekanisme fungsi yaitu proliferasi sel, apoptosis, gen suppressor tumor, migrasi/metastasis dan angiogenesis yang berhubungan dengan kanker payudara. Kesimpulan dari data tersebut dilihat dari mekanisme yang terjadi pada upregulasi dan downregulasi pada gen estrogen receptor α dan β terlihat lebih dominan pada mekanisme peningkatan/penghambatan proliferasi sel. Dimana ER β berperan sebagai modulator negatif pada aksi ER α yang memberi efek supresi pertumbuhan dimana efek berlawanan tersebut dapat menghasilkan proses proliferasi jaringan yang seimbang.
PENGARUH EKSTRAK ASHITABA TERHADAP KADAR SERUM GLUTAMIC OXALOACETIC TRANSMINASE (SGOT) PADA TIKUS WISTAR DENGAN DIET TINGGI LEMAK Katrina Fadilah Aisyah; Indah Widyaningsih; Dorta Simamora
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas adalah suatu penyakit akibat ketidak seimbangan energi, dimana asupan energy yang masuk kedalam tubuh tidak seimbang dengan energy yang dikeluarkan oleh tubuh dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan adanya penumpukan lemak pada tubuh sehingga menyebabkan adanya peningkatan dari enzim hati pada penyakit obesitas. Tujuan mengetahui pengaruh ekstrak ashitaba terhadap kadar Serum Glutamic Oxaloacetic Transminase(SGOT) tikus wistart yang diberikan diet tinggi lemak. Populasi dalam penelitian ini adalah tikus wistar jantan berusia 2-3 bulan dengan berat badan 100-200 gram sebanyak 30ekor. menunjukkan sig = 0,263 yaitu > 0,05 sehingga tidak ada perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian ekstrak ashitaba 150mg/kg BB, 300mg/kg BB, dan 600mg/kg BB tidak berpengaruh terhadap kadar SGOT tikus wistar yang diberikan diet tinggi lemak.
EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus dan Mycobacterium tuberculosis MELALUI REVIEW JURNAL PERIODE 2015-2020 Noer Kumala Indahsari; Dina Meiliawati
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patogenitas bakteri menjadi penanganan prioritas dalam program peningkatan derajat kesehatan di Indonsia melalui pengendalian penyakit menular yang ditimbulkan oleh bakteri patogen tersebut. Diantara bakteri yang memiliki intensitas frekuensi tinggi sebagai penyebab infeksi adalah Staphylococcus aureus dan Mycobacterium tuberculosis. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui efektivitas pemberian ekstrak kulit buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dengan berbagai dosis untuk menghambat pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis dan Staphylococcus aeurs. Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak kulit buah manggis lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dibanding bakteri Mycobacterium tuberculosis, hal tersebut karena Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada pemberian ekstrak kulit buah manggis dengan konsentrasi 2% dengan hasil <7 mm sedangkan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) Mycobacterium tuberculosis pada konsentrasi 3,125 µg/ml dengan hasil 224,90 intensitas cahaya.
KORELASI INDEKS MASSA TUBUH DENGAN REAKTIVITAS ANTIBODI PADA SUBJEK PASCA VAKSINASI SARS-COV2 PADA SISWA SMA KALAM KUDUS II JAKARTA Stefanus Gardino Setyo D
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi global COVID-19 memerlukan upaya vaksinasi yang luas untuk mengurangi penyebaran virus. Kemanjuran vaksin dalam hal produksi antibodi merupakan faktor penentu perlindungan yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi korelasi antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan reaktivitas antibodi pada siswa sekolah menengah setelah vaksinasi COVID-19. Sebuah studi cross-sectional dilakukan pada kelompok siswa sekolah menengah di SMA Kalam Kudus II Jakarta yang telah menerima vaksin COVID-19. Variabel penelitian ini melingkupi 2 yaitu indeks massa tubuh dan hasil rapid antibody SARS-Cov2. Sampel kapiler seluruh peserta diperoleh, dan reaktivitas hasil rapid antibody SARS-Cov2 diukur berdasarkan protokol standar. Temuan ini mengungkapkan tidak adanya korelasi antara IMT dan reaktivitas antibodi SARS-Cov2 (p-value : 0,169). Secara klinis ditemuka bahwa Indeks Massa Tubuh pada kelompok Negatif lebih rendah dibandingkan pada kelompok hasil positif [(23,35 (15,86 – 45,86) vs 24,27 (15,39 – 36,91)]. Kesimpulan pada penelitian ini reaktivitas antibody SARS-Cov 2 disebabkan oleh banyak faktor lain yang belum diteliti seperti jumlah vaksin, durasi vaksin, dan faktor lainnya.
PENGARUH TINGGI KONSENTRASI PROPOLIS TERHADAP EFEKTIVITAS DAYA HAMBAT PADA BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Nurul Khasanah; Emillia Devi Dwi Rianti
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Staphylococcus aureus adalah bakteri gram positif yang merupakan bakteri flora normal pada kulit dan selaput mukosa manusia. Staphylococcus aureus dapat menyebabkan penyakit pada manusia, salah satunya adalah penyakit infeksi. Penyakit infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus banyak terjadi di negara tropis seperti Indonesia. Penyakit infeksi karena Staphylococcus aureus biasanya diobati dengan antibiotik. Terapi yang tidak adekuat dapat mengakibatkan resistensi. Propolis merupakan suatu zat yang membentuk resin (seperti getah tumbuhan) diperoleh dari pucuk tanaman dan kulit kayu yang lebah kumpulkan, kemudian dicampur dengan lilin dan air liur lebah. Propolis mengandung flavonoid yang memiliki sifat antibakteri. Penelitian menggunakan konsentrasi propolis 15%, 35%, 55%, 60%, dan 80% dengan metode difusi cakram. Penelitian untuk mengetahui pengaruh tingginya konsentrasi propolis terhadap efektivitas daya hambat pada bakteri Staphylococcus aureus. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen kuantitatif dengan pendekatan post test only control group design. Hasil pengujian propolis dengan konsentrasi 15%, 35%, 55%, 60%, dan 80% memiliki daya hambat yang berbeda-beda, hasil pengujian menunjukan semakin tinggi konsentrasi semakin besar daya hambat, tetapi memiliki perbedaan yang tidak signifikan. Kesimpulan hasil penelitian membuktikan tingginya konsentrasi propolis berpengaruh terhadap efektivitas daya hambat bakteri Staphylococcus aureus.
TINJAUAN SISTEMATIK: PREVALENSI HIPERTENSI TERKAIT INDEKS MASSA TUBUH, AKTIVITAS FISIK DAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA Sri Lestari Utami; M. Raffli Naresca Pradhana
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang penderitanya paling banyak di Indonesia. Hipertensi di Indonesia ternyata juga menyerang remaja selain Lansia. Studi ini bertujuan menganalisis hubungan faktor indeks massa tubuh, aktivitas fisik, dan kualitas tidur terhadap kejadian hipertensi pada remaja dengan studi literatur. Metode penulisan menggunakan tinjauan sistematik. Mesin pencari google scholar dan science direct digunakan pada publikasi tahun 2017-2023 dengan kata kunci hipertensi, remaja, indeks massa tubuh, aktifitas fisik, dan kualitas tidur. Jumlah jurnal yang dianalisis sebanyak 37 jurnal. Hubungan yang signifikan antara IMT tinggi (IMT ≥23), obesitas, dan kelebihan berat badan dengan kejadian hipertensi pada remaja terdapat 22 jurnal (nilai p < 0,05) dengan nilai risiko 1,69-26,062. Hubungan ini jika dikaitkan dengan aktivitas fisik yang kurang pada remaja (p<0,05) dengan tingkat risiko sebesar 3,060-6,14, yang berturut-turut ada pada 7 dan 5 jurnal. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara buruknya kualitas tidur dengan kejadian hipertensi remaja (nilai p < 0,05) dan tidak ada hubungan (nilai p > 0,05) pada 7 dan 2 jurnal berturut-turut. Tingkat risikonya adalah sebesar 1,67-5,443, yang ditemukan pada 5 jurnal. Pola makan perlu diwaspadai remaja sebagai faktor risiko yang paling berbahaya bagi munculnya penyakit hipertensi.

Page 4 of 11 | Total Record : 104