cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
urnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)
ISSN : -     EISSN : 29632188     DOI : 10.70570
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC) adalah Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk scope Multidisiplin Ilmu, dengan scope keilmuan seperti Kesehatan (Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, Analis, Rekam Medis dll), Ilmu Komputer, Kemasyarakatan, Manajemen, Ekonomi, Manajemen, Agama, Ilmu Hukum, Pendidikan, Pertanian, Sastra, Teknik, Dan Bidang Ilmu Lainnya. Journal title Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 8 (2025)" : 13 Documents clear
Membangun Karakter Mulia Dibulan Suci Ramadhan Melalui Sosialisasi Buku “Remaja Yang Dirindukan Syurga” Siti Saodah Susanti; Azizuddin Mustopa; Hery Saparudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i8.1818

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun karakter mulia pada remaja selama bulan suci Ramadhan melalui sosialisasi buku "Remaja yang Dirindukan Surga". Bulan Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Buku ini dirancang sebagai panduan praktis yang menginspirasi remaja untuk mengembangkan akhlak yang baik dan menjalani hidup sesuai dengan nilai-nilai Islam. Melalui kegiatan sosialisasi dan diskusi yang interaktif, remaja didorong untuk memahami pentingnya karakter mulia, seperti kejujuran, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa program sosialisasi ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja tentang pentingnya membangun karakter mulia, serta memotivasi mereka untuk mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, upaya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pembentukan generasi muda yang berakhlak mulia dan dirindukan oleh Surga
Pelaksanaan Konseling Terhadap Wanita Usia Subur (WUS) Tentang Pengambilan Keputusan Dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi Di TPMB Bdn. Rahma Putri Idaman, M. Keb Silfina Indriani; Titin Ifayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i8.1826

Abstract

Tingginya laju pertumbuhan penduduk di Indonesia menjadi tantangan serius dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan. Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu strategi utama pemerintah untuk menekan angka pertumbuhan penduduk dan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Namun, rendahnya tingkat pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang metode kontrasepsi menjadi kendala dalam keberhasilan program KB. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan WUS terkait pemilihan alat kontrasepsi melalui konseling di TPMB Bdn. Rahma Putri Idaman, M.Keb. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan edukasi interaktif kepada 20 WUS dengan materi meliputi jenis-jenis kontrasepsi, manfaat, risiko, dan cara pemilihan yang sesuai. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test serta observasi partisipasi peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 30% serta meningkatnya kepercayaan diri peserta dalam mengambil keputusan terkait penggunaan kontrasepsi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa konseling berbasis komunikasi efektif mampu meningkatkan pemahaman WUS dan mendukung keberhasilan program KB
Penyuluhan ASI Ekslusif Pada Ibu Yang Memiliki Anak Bayi (0-6 Bulan) Di Desa Sipungguk Kecamatan Salo Kabupaten Kampar Batubara, Hamidah sari; Andriani; Wahyuni, Rika Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i8.1811

Abstract

Breast milk is undeniably the best food for babies, but unfortunately, many breastfeeding mothers have forgotten the benefits of breastfeeding. They have allowed their babies to become accustomed to breastfeeding from a substitute, even though only a small number of babies actually use bottles or formula. If this continues, it will undoubtedly pose a serious threat to efforts to preserve and increase the use of breast milk. Nutritional insecurity in infants is caused not only by inadequate food intake but also by the widespread substitution of breast milk for bottle-fed milk in ways and amounts that do not meet their needs. This is a sign of negative social and cultural changes from a nutritional perspective. Infant growth and development are largely determined by the amount of breast milk they receive, including the energy and other nutrients contained therein. Breast milk alone, without other foods, can meet growth needs until approximately four months of age. After that, breast milk serves solely as a primary source of protein, vitamins, and minerals for infants receiving supplementary foods, which primarily consist of rice. Research conducted at the Pediatric Consultation Bureau at Gadjah Mada University Hospital in Yogyakarta showed that 50.6% of children were breastfed up to one year of age. The 1994 Indonesian Children's Health Survey (SKDI) report indicated that 47% of mothers exclusively breastfed their babies, while the target for the sixth five-year plan was 80%. The purpose of this community service program was to provide exclusive breastfeeding education to mothers of infants. The results of this community service program resulted in a greater understanding of the importance of exclusive breastfeeding for their babies.
Sosialisasi Pengenalan Aplikasi Electronic Medical Record (ERM) di RS Untuk Menuju Digitalisasi Layanan Kesehatan Tiyan Ganang Wicaksono; Mochamat Bayu Aji; Moh.Muhtarom; Tino Feri Efendi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i8.1833

Abstract

Transformasi digital di bidang kesehatan mendorong adopsi Rekam Medis Elektronik (RME), namun banyak tenaga medis belum memahami penggunaannya. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan para tenaga kesehatan dengan cara melakukan sosialisasi dan pelatihan mengenai RME. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Partisipatif (PAR) yang dirancang melalui pendekatan edukatif yang meliputi sesi ceramah, simulasi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, dengan skor rata-rata pre-test sebesar 59 yang meningkat menjadi 86 pada post-test, menunjukkan peningkatan sebesar 43%. Selain itu, 92% peserta menyatakan lebih percaya diri dalam mengoperasikan ERM setelah mengikuti sosialisasi ini.
Implementasi Delapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Sejak Dini Di Sekolah Dasar Utari Christya Wardhani; Annisa Olivia; Naiza Amelia Putri; Indi Wiratna; Selviliana Anugrah; Ferdi Junaidi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i8.1846

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan kebiasaan dasar yang perlu ditanamkan sejak dini, terutama pada anak usia sekolah. Kegiatan edukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terhadap pentingnya PHBS di lingkungan sekolah dan rumah. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, praktik langsung, serta pre-test dan post-test untuk evaluasi. Hasil menunjukkan sebagian besar siswa mengalami peningkatan kesadaran dan telah menerapkan sebagian besar indikator PHBS dengan baik. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif partisipatif mampu membentuk perilaku hidup sehat yang berkelanjutan
Bahaya Seks Bebas Pada Remaja Di SMA Negeri 4 Kota Bengkulu Juli Andri; Larra Fredrika; Mukhlizar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i8.1851

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang mendorong terjadinya seks bebas di kalangan siswa, serta dampak yang ditimbulkannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pemahaman tentang pendidikan seksual, pengaruh pergaulan bebas, akses informasi tanpa filter melalui media sosial, serta kurangnya pengawasan dari orang tua menjadi pemicu utama terjadinya seks bebas. Dampak yang ditimbulkan antara lain kehamilan di luar nikah, penyakit seksual, putus sekolah, hingga gangguan mental emosional. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam memberikan edukasi dan pengawasan terhadap remaja agar terhindar dari perilaku berisiko tersebut
Pemberdayaan Kesehatan Dalam Pengobatan Gratis Pada Lansia Di Desa Karang Kemiri Kecamatan Maos Anita Ratna Fauziyah; Dhiah Dwi Kusumawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i8.1852

Abstract

Kesehatan merupakan keadaan yang harus dimiliki oleh manusia secara fisik ataupun mental agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara baik. Pada Lansia merupakan penduduk beresiko tinggi untuk terjadinya berbagai macam penyakit degeneratif, yang berkaitan dengan proses penuaan, seperti stroke, hipertensi dan diabetes melitus. Banyak dari masyarakat yang tidak menyadari akan perlunya memeriksakam kesehatan lebih rutin dan mengatur gaya hidup yang baik. Pengabdian masyarakatini bertujuan agar masyarakat semakin sadar akan perlunya memeriksakan diri sendiri dan keluarga terutama pada lansia. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pengobatan gratis serta adanya edukasi kesehatan dengan penyuluhan dan dilakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan seperti mengukur tekanan darah, cek gula darah, cek kolesterol dan asam urat. Jumlah peserta kegiatan ini adalah 40 orang. Kegiatan ini dilakukan dengan berkoordinasi dengan aparat desa dengan jajarannya yang dilanjutkan dengan pemeriksaan dan pengobatan gratis dimana adanya edukasi kesehatan dengan penyuluhan dan dilakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan seperti mengukur tekanan darah, cek gula darah, cek kolesterol dan asam urat yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dan diberikan terapi obat oleh tenaga Kesehatan .Kesimpulan dengan adanya pengobatan gratis ini dapat membantu masyarakat khususnya lansia dalam mendeteksi dini terhadap status kesehatannya.
Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Kecamatan Jarai Tria Nopi Herdiani; Ade Herman Surya Direja
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i8.1853

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri, terutama akibat kekurangan zat besi. Dampaknya sangat luas, mulai dari penurunan konsentrasi belajar hingga gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri tentang pentingnya pencegahan anemia melalui edukasi gizi seimbang dan konsumsi tablet tambah darah (TTD). Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kecamatan Jarai dengan metode penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, dan pembagian leaflet edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang penyebab, gejala, dan upaya pencegahan anemia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, 68 responden memiliki pengetahuan kurang, 10 responden pengetahuan cukup, dan 2 responden pengetahuan baik. Setelah diberikan edukasi video, terjadi peningkatan signifikan, di mana 75 responden memiliki pengetahuan baik, 5 responden pengetahuan cukup, dan tidak ada responden dengan pengetahuan kurang. Ada pengaruh signifikan edukasi video terhadap peningkatan pengetahuan pencegahan anemia pada remaja dengan nilai nilai p = 0,001 (< 0,05). Melalui kegiatan ini diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam upaya promotif dan preventif pencegahan anemia di kalangan remaja
Deteksi Dini Penyakit Degeneratif Pada Masyarakat Di Desa Welahan Wetan Kabupaten Cilacap Rochany Septiyaningsih; Dhiah Dwi Kusumawati; Septiana Indratmoko; Aprillia Khoerunnisa; Nafisatunnisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i8.1855

Abstract

Penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes melitus merupakan masalah kesehatan utama yang sering terdiagnosis pada tahap lanjut. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan rutin menjadi salah satu penyebab keterlambatan penanganan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga Desa Welahan Wetan melalui skrining kesehatan dan edukasi. Metode yang digunakan meliputi koordinasi dengan pihak desa, penyuluhan tentang faktor risiko dan pencegahan, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, serta konseling individu. Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan ini. Hasil pre-test menunjukkan skor rata-rata pengetahuan 75, meningkat menjadi 95 pada post-test. Skrining menemukan 8 peserta (40%) dengan hipertensi dan 4 peserta (20%) dengan kadar gula darah ≥200 mg/dL, di mana sebagian besar belum mengetahui kondisinya. Edukasi dan konseling mendorong peserta berisiko tinggi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran kesehatan dan menemukan kasus risiko tinggi sejak dini. Disarankan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah dilakukan minimal setiap enam bulan, serta dukungan pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas skrining gratis.
Implementasi Manajemen Asuhan Terhadap Anak Dengan Masalah Defisit Nutrisi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu Emi Pebriani; Danur Azissah RS; Erlina Panca Puti; Nuche Marlianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i8.1862

Abstract

Balita dengan gizi buruk mempunyai dampak jangka pendek dan panjang, berupa gangguan fungsi kognitif, kesakitan, risiko penyakit degenerative di kemudian hari dan berakibat kematian (Hurley, Yousafzai, and Lopez-Boo 2016). Tujuan; Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga mengenai pentingnya memantau pertumbuhan pada bayi dan balita. Metode; pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi terhadap ibu dan keluarga terkait status gizi dan tumbuh kembang bayi dan balita. Hasil; menunjukkan bahwa masih terdapat balita yang mengalami masalah defisit nutrisi, dan adanya peningkatan pengetahuan pada ibu dan keluarga tentang pentingnya gizi seimbang pada bayi dan balita

Page 1 of 2 | Total Record : 13