cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
EVALUASI PENAMPILAN PRODUKSI AYAM PEDAGINGDENGAN KEPADATAN KANDANG YANG BERBEDA DI DAERAH MALANG RAYA Joko Dwi Bahtiar; Sunaryo .; Muhammad Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Peternakan
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di daerah Malang raya dengan metode studi kasus yang dilakukan pada Kemitraan 101 unit Malang pada periode pemeliharaan April 2014 – Desember 2014.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasipenampilan ayam pedaging yang dipengaruhi oleh kepadatan kandang di wilayah Malang raya.Adapun kegunaannya adalahsebagai bahan informasi dan referensi bagi para praktisi perunggasan untuk mengetahui kepadatan kandang yang ideal yang dapatditerapkan di daerah Malang Raya.Materi yang digunakan adalah data performans ayam broiler dari peternak plasma yangmeliputi konsumsi pakan, bobot badan akhir, mortalitas, feed conversion ratio serta menghitung angka gross margin per unit floorspace. Kandang yang digunakan untuk pengambilan data berkapasitas 5000 ekor, dengan system kandang litter panggung atasbawah, yang masing – masing kandang menghadap ke timur dan barat. Masing – masing kepadatan kandang akan diambil sampeldata dari 5 periode terakhir pemeliharaan yang terjadi dalam kurun waktu yang hampir bersamaan pada bulan April 2014 –Desember 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah study kasus dengan teknik pengambilan data penampilanakhir yang ada di kemitraan 101 unit Malang.Analisis ragamyang dilakukan ialah dengan menggunakan Analisis Ragam satu arahdan akan dilanjutkan dengan Uji lanjut Beda Nyata Terkecil. Berdasarkan hasil penelitian ternyata kepadatan kandang memilikipengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan dan memiliki pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadapbobot badan akhir dan feed conversion ratio serta memiliki pengaruh yang sangat berbeda nyata (P<0,01) terhadap mortalitas.Kepadatan kandang 7 ekor per m2 memiliki nilai gross margin per unit floor space yang terbaik apabila dibandingkan dengankepadatan 8 ekor per m2, kepadatan 9 ekor per m2 dan kepadatan 10 ekor per m2.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwakepadatan kandang 7 ekor per m2 memiliki penampilan produksi dan perhitungan gross margin per unit floor space yang palingbaik bila dibandingkan dengan kepadatan kandang 8 ekor per m2, 9 ekor per m2 dan 10 ekor per m2, sehingga kepadatan 7 ekorper m2 sangat direkomendasikan untuk diaplikasikan pada pemeliharaan ayam broiler di daerah  Malang Raya.  
PENGARUH CAMPURAN TEPUNG TAPIOKA DAN TEPUNG MAIZENA PADA PEMBUATAN BAKSO AYAM PETELUR AFKIR TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK (WARNA, RASA, AROMA) Muhammad Zaki Adi Shofi; Sri Susilowati; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh campuran tepung tapioka dan tepung maizena pada pembuatan bakso ayam petelur afkir terhadap uji organoleptik (warna, rasa, aroma). Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh campuran tepung tapioka dan tepung maizena dengan presentase terbaik pada uji organoleptik bakso yang terbuat dari ayam petelur afkir. Materi yang digunakan adalah daging ayam petelur afkir (pada bagian paha),  tepung maizena, tepung tapioka, es batu, bawang putih, garam, merica, penyedap, putih telur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 ulangan dan 4 perlakuan.Variabel yang diamati yaitu uji organoleptik. Uji organoleptik (warna, rasa, aroma) penilaian warna pada bakso adalah sangat tidak gelap= 5, tidak gelap= 4, agak gelap= 3, gelap= 2, sangat gelap= 1,  penilaian rasa pada bakso dengan nilai sangat tidak gurih= 1, tidak gurih= 2, agak gurih= 3, gurih= 4, sangat gurih= 5, penilaian aroma pada bakso dengan nilai sangat tidak harum= 1, tidak harum= 2, agak harum= 3, harum= 4, sangat harum= 5. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh campuran tepung tapioka dan tepung maizena tidak berpengaruh (P>0,05) uji organoleptik warna dan berpengaruh nyata (P<0,05) pada uji organoleptik rasa dan aroma. Uji organoleptik warna menunjukan hasil tertinggi pada (P3) dengan nilai 2,64 dan kesukaan terbanyak yaitu (tidak gelap), rasa menunjukan hasil tertinggi pada (P2) dengan nilai 3,9 dan kesukaan terbanyak yaitu (gurih), aroma menunjukan hasil tertinggi pada (P2) dengan nilai 3,5 dan kesukaan terbanyak yaitu (agak harum).kata kunci: Tepung maizena, bakso ayam petelur afkir, organoleptik.
EFEKTIVITAS PROBIOTIK SEBAGAI PENGGANTI ANTIBIOTIC GROWTH PROMOTOR (AGP) PADA UNGGAS (Artikel Review) Dwi Cahyono Putra; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset penggunaan probiotik sebagai pengganti antibiotic growth promotor (AGP) sudah banyak dilakukan terutama sejak pelarangan penggunaan AGP oleh pemerintah Indonesia. AGP memiliki potensiresistensi antibiotik. Tujuan penulisan ini adalah mereview artikel pemanfaatan probiotik pada unggas. Pemanfaatan probiotik pada unggas menunjukkan peningkatan performa produksi. Penggunaan probiotik pada unggas dapat meningkatkan penyerapan nutrisi pakan, konsumsi ransum, protein daging, pertambahan bobot badan serta  menurunkan konversi pakan. Mikroba yang sering digunakan dalam probiotik adalah bakteri dan jamur. Bakteri Asam Laktat (BAL) seperti Lactobacillus sp dan bifidokbateria sp dan jamur seperti Saccharomyces sp, Rhizopus spdanMucor sp. Mikroba dalam probotik bekerja pada saluran pencernaan. Mekanisme kerja probiotik berbeda dengan antibiotik. Antibiotik bekerja dengan membunuh bakteri patogen dan non patogen di dalam saluran pencernaan serta meninggalkan residu antibiotik pada jaringan. Probiotik bekerja dengan memperbaiki sistim dan saluran pencernaan. Mikroba probiotik bekerja dengan menempel dan berkolonisasi di epitel usus. Zona epitel usus yang sudah ditempeli mikroba baik tersebut mengurangi kesempatan bakteri patogen untuk menempel dan berkembang biak. Mikroba probiotik menghasilkan enzim lipase, amilase dan protease yang membantu pencernaan sehingga proses metabolisme dan penyerapan nutrisi lebih baik. Mikroba probiotik juga menghasilkan bacteriocin yang dapat membunuh bakteri patogen sehingga ekosistim mikroflora saluran usus seimbang. Hal inilah yang menyebabkan kekebalan unggas optimal sehingga proses penyerapan nutrisi berjalan dengan baik dan performa produksi meningkat.kata kunci : probiotik, agp, baktericin, produksi, unggas
PENGARUH JENIS KEMASAN DAN LAMA SMPAN SUSU KAMBING PASTEURISASI PADA SUHU REFRIGERATOR TERHADAP TOTAL MIKROBA DAN KADAR PROTEIN Firda Uswatun Khotimah; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis adanya pengaruh jenis kemasan dan lama simpan susu kambing pasteurisasi dalam suhu refrigerator terhadap total mikroba dan kadar protein. Materi yang digunakan yaitu susu kambing segar, aquades, nutrient agar (NA), botol polyethylene terephthalate (PET) dan kantong plastik polypropylene (PP). Metode penelitian percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nested dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor A = jenis kemasan (K1 = botol plastik PET, K2 = kantong plastik PP). Faktor B = lama simpan (L6 = 6 hari dan L12 = 12 hari). Variabelnya adalah total mikroba dan kadar protein. Data yang diperoleh dianalisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kemasan dan lama simpan susu kambing pasteurisasi dalam suhu refrigerator berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total mikroba tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar protein. Rataan total mikroba (CFU/ml) pada K1 = 4,1x102a dan K2 = 3,1 x103b, K1L6 = 3,3x102 a, K1L12 = 5x102 a, K2L6 = 6,2 x103 ab, K2L12 = 7,7x103 b. Rataan kadar protein (%) pada K1 = 3,74, K2 = 3,6, K1L6 = 3,61, K1L12 = 3,59, K2L6 = 3,6, K2L12 = 3,86. Kesimpulannya adalah kemasan botol plastik PET lebih baik dibandingkan kantong plastik PP sebagai bahan pengemas susu kambing pasteurisasi dalam suhu refrigerator 9 °C dilihat dari total mikroba dan kadar protein. Kata Kunci : Susu kambing, pasteurisasi, total mikroba, kadar protein, kemasan
PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN PROBIOTIK LACTOBACILLUS SALIVARIUS TERENKAPSULASI DALAM PAKAN TERHADAP KONVERSI PAKAN DAN BIAYA PAKAN PERKILOGRAM TELUR PADA PUYUH PERIODE LAYER Daniel Omar Badrid Duja; Muhammad Farid Wadjidi; Sumartono Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik enkapsulasi Lactobacillus salivarius kedalam pakan komersial terhadap nilai konversi pakan dan biaya pakan perkilogram telur burung puyuh. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Probiotik terenkapsulasi dari spesies Lactobacillus salivarius dan burung puyuh betina umur 4 bulan sebanyak 320 ekor. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisa dengan analisis ragam (ANOVA) dan apabila berpengaruh dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Perlakuan P0= pakan komersial tanpa probiotik, P1=pakan komersial + 0,2 % probiotik, P2= pakan komersial + 0,4 %, probiotik dan P3= pakan komersial + 0,6 % probiotik. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan probiotik enkapsulasi Lactobacillus salivarius  terenkapsulasi berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap konversi pakan dan biaya pakan perkilogram telur. Rata-rata nilai konversi pakan yaitu perlakuan P0 :3.10b, perlakuan P1 : 3.03b, perlakuan P2 : 2.78ab, dan perlakuan P3 : 2.55a. Rata-rata biaya perkilogram telur yaitu: perlakuan P0 :18313.39b, perlakuan P1 : 18107.66b, perlakuan P2 : 16809.06ab, dan perlakuan P3 : 15619.81a. Kesimpulan penelitian ini yaitu semakin tinggi tingkat penambahan probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi dalam pakan burung puyuh periode layer menurunkan nilai konversi pakan dan menurunkan biaya pakan (Rp) perkilogram telur puyuh.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SEMEN DENGAN PENGENCER SITRAT DAN KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN AYAM PETARUNG MAGON Lutfi Hakim; Sunaryo sunaryo; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan semen pada suhu ruang dalam pengencer sitrat dan kuning telur terhadap kualitas spermatozoa ayam Magon. Materi yang digunakan adalah pengencer sitrat dan kuning telur, semen ayam Magon umur 12 bulan. Metode penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuanadalah lama penyimpanan (menit) yaitu P0= 0, P1= 30, P2= 60 dan P3= 90. Masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Variabel yang diamati adalah kualitas spermatozoa meliputi : konsentrasi, motilitas, viabilitas dan abnormalitas sprematozoa. Data yang diperoleh dianalisis varian dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan semen padasuhu ruang dalam pengencer Sitrat dan kuning telur berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kualitas spermatozoa. Nilai rata-rata (%) konsentrasi (106) P0 = 322,4 ; P1= 285,0 ; P2 = 254,0 dan P3= 229,4. motilitas P0= 77,4 ; P1= 54,00 ; P2= 46,20 dan P3= 34,00. viabilitas (%) adalah P0= 45,40 ; P1= 41,6 ; P2= 41,0 dan P3= 35,4. abnormalitas (%) adalah P0= 10,00 ; P1= 13,40 ; P2=14,00 dan P3= 19,00. Kesimpulan adalah lama penyimpanan semen pada suhu ruang dalam pengencer sitrat dan kuning telur berpengaruh terhadap kualitas spermatozoa dan penyimpanan semen sampai 60 menit masih layak digunakan untuk Inseminasi Buatan.Kata Kunci : Ayam Magon, lama penyimpanan, kualitas semen, pengencer
PENGARUH LAMA SIMPAN YOGHURT SUSU KAMBING DENGAN PENAMBAHAN SARI JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) TERHADAP TOTAL MIKROBA DAN UJI ORGANOLEPTIK Radika Putri Lailia; Inggit Kentjonowaty; Irawati Dinasari R
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan riset ini adalah menganalisis dan mengetahui pengaruh lama simpan yoghurt susu kambing dengan ekstra saripati jambu biji merah terhadap total mikroba dan uji organoleptik. Materi yang dipakai susu kambing PE sejumlah 2 liter, jambu biji merah, stater yoghurt 3%, aquades, 12 g Nutrient Agar (NA). Metode riset memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan diulang 3 kali, L1 = dianalisa sebagai kontrol, L2 = lama simpan 8 hari, L3 = lama simpan 12 hari, L4 = lama simpan 16 hari dengan penambahan saripati jambu biji merah sejumlah 15%. Variabel yang diobservasi total mikroba dan uji organoleptik. Data yang didapat dianalisis ragam ANOVA. Hasil analisis ragam memperlihatkan durasi simpan yoghurt susu kambing dengan ekstra sari jambu biji merah berdampak amat nyata (P<0,01) terhadap total mikroba. Durasi simpan yoghurt berdampak amat nyata (P<0,01) terhadap uji organoleptik (uji aroma, rasa, tekstur dan uji tingkat kesukaan). Tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap uji organoleptik (uji warna). Rata-rata total mikroba pada L1 = 1,6 x 105a  CFU/ml,  L2 = 6,3 x 105a CFU/ml, L3 = 7,5 x 106b CFU/ml, dan rata-rata total mikroba pada L4 = 1,6 x 108c  CFU/ml. Rerata uji organoleptik terhadap aroma pada L1 = 3a (agak beraroma asam), L2 = 4ab (beraroma asam), L3 = 4b (beraroma asam) dan L4 = 5c  (sangat beraroma asam). Rerata uji organoleptik terhadap rasa pada L1 = 4a (asam), L2 = 4ab (asam), L3 = 4b (asam) dan L4 = 5c (sangat asam). Rerata uji organoleptik terhadap tekstur pada L1 = 4a (kental), L2 = 4ab (kental), L3 = 5b (sangat kental) dan L4c = 5 (sangat kental). Rerata uji organoleptik terhadap warna pada L1 = 4 (berwarna merah jambu), L2 = 4 (berwarna merah jambu), L3 = 4 (berwarna merah jambu) dan L4 = 4 (berwarna merah jambu). Rerata uji organoleptik terhadap tingkat kesukaan pada L1= 4a (suka), L2 = 4ab (suka), L3 = 3b (agak suka) dan L3 = 5c (agak suka). Kesimpulan penelitian bahwa yoghurt susu kambing dengan ekstra sari jambu biji merah 15% bisa tahan disimpan selama 8 hari dalam refrigerator pada suhu 9°C memiliki kualitas dan mutu organoleptik yang terbaik. Perlakuan terbaik tersebut meningkatkan jumlah mikroba dan nilai organoleptik.Kata kunci : susu kambing, jambu biji merah, total mikroba, uji organoleptik.
STUDI KASUS HIPOKALSEMIA (Milk Fever) PADA SAPI PERAH PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN (PFH) di WILAYAH KERJA KOPERASI AGRO NIAGA (KAN) JABUNG Syahdan syahdan; Nurul Humaidah; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa faktor-faktor yang terkait dengan kejadian hipokalsemia yang terjadi diwilayah Kerja Koperasi Agro Niaga Jabung. Materi yang digunakan adalah data 100 ekor sapi hipokalsemia di wilayah KAN Jabung Kabupaten Malang. Metode yang digunakan Metode Survey. Analisa yang digunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan Kasus Hipokalsemi di Wilayah KAN Jabung sering terjadi pada ternak 1-3 hari pasca partus, periode laktasi ke 4-6, produksi susu 16-20 liter. Faktor pakan memegang peran utama berdasarkan data : ternak yang terkena BCS 1-2 sebesar 70%, jumlah pakan yaitu hijauan 30-35 kg dan konsentrat 6-10 kg dan merupakan kasus ternak yang pertama kali terkena hipokalsemi 79%, Faktor sosial ekonomi yang mencakup tingkat pendidikan, pengalaman, jeniskelamin serta jumlah kepemilikan sapi bukan menjadi faktor utama hipokalsemi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Faktor Manajemen Pakan berpengaruh terhadap kasus hipokalsemia di KAN Jabung. Saran perlu dilakukan perbaikan manajemen pakan dan Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang ada tidaknya hubungan dan tingkat keeratan antar variabel yang diamati.Kata Kunci : studi kasus, hipokalsemia, sapi PFH, KAN Jabung
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA SARANG BURUNG WALET DI DESA JOTANG KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA Pegi Mei Saputri; Sri Susilowati; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha budidaya sarang burung walet di Desa Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa materi yang digunakan adalah peternakan walet bapak mahmud di Desa Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Variabel yang diamati dalam penelitan ini yaitu biaya total rata-rata, penerimaan, keuntungan, dan efisiensi usaha (BEP, B/C ratio, R/C ratio) budidaya sarang burung walet. Data yang diperoleh dicantumkan dalam bentuk tabel. Data dianalisis kelayakannya menggunakan BEP, B/C ratio, dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas bangunan usaha budisaya sarang burung walet yaitu 8 x 13 m2 tiga lantai. Total biaya yang dikeluarkan oleh oleh pengusaha adalah Rp.16.855.500 yang didapatkan dari hasil  penjumlahan total biaya tetap dengan total biaya variabel. Jumlah penerimaan dihasilkan sebesar Rp.399.500.000/tahun, keuntungan sebesar  Rp.382.644.500 pertahun. Sedangkan untuk jumlah produksi yang dihasilkan 37 kg/tahun dengan harga jual berbeda berdasarkan kualitasnya. Nilai BEP produksi untuk kualitas A : 1,4 kg, kualitas B : 1,6 kg, kualitas C : 1,7 kg. sedangkan nilai BEP harga untuk kualitas A : Rp.1.532.318,18, kualitas B : Rp. 1.123.700, kualitas C: Rp.1.532.318,18 , nilai R/C 23,7 , dan nilai B/C sebesar 22,7. Dari kesimpulan penelitian ini usaha budidaya sarang burung walet di Desa Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa dikatakan menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan.Kata kunci : kelayakan usaha, usaha sarang walet
PENGARUH PEMBERIAN Aspergillus niger PADA JERAMI WORTEL TERHADAP KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DAN BAHAN EKSTRAK TANPA NITROGEN SEBAGAI PAKAN DASAR RUMINANSIA Faizi, Mohammad Nur; Kalsum, Umi; Ali, Usman
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kandungan bahan organik dan bahan ekstrak tanpa nitrogen jerami wortel yang telah difermentasi menggunakan Aspergillus niger sebagai solusi alternatif pakan dasar ruminansia. Dalam penelitian ini bahan yang digunakan yaitu jerami wortel, Aspergillus dengan ketersedian CFU pada Aspergillus niger yaitu 2.5 × 108 CFU/g. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan perlakuan sebanyak 4 dan 3 pengulangan. Pada setiap perlakuan diberikan Aspergillus niger dengan dosis yang berbeda yaitu kontrol tanpa difermentasi (P0), Aspergillus niger 7,27 gram dalam  bahan kering (BK) bahan (P1), Aspergillus niger 21,82 gram dalam BK bahan (P2) dan Aspergillus niger 43,65 gram dalam BK bahan (P3). Setiap perlakuan menggunakan jerami wortel sebanyak 200 gram BK 89,92% dan menambahkan molase sebanyak 2% (4ml) dari bahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai level inokulum Aspergillus niger padai jerami wortel memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kandungan bahan organik dan bahan ekstrak tanpa nitrogen. Kesimpulan penelitian yaitu bahwa penggunaan level Aspergillus niger 43,65 gram dalam BK jerami wortel merupakan level terbaik dengan kadar bahan organik 76,99% dan kadar bahan ekstrak tanpa Nitrogen 25,45%.Kata kunci: Aspergillus niger; Jerami Wortel; Bahan Organik; Bahan Ekstrak Tanpa NitrogenÂ