cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 471 Documents
PENGARUH JENIS KEMASAN TERHADAP TOTAL KOLONI BAKTERI DAN TOTAL KOLONI BAKTERI ASAM LAKTAT DARI PROBIOTIK Lactobacillus salivarius TERENKAPSULASI ARABINOXYLAN Maghfiratur Rosyida; Badat Muwakhid; Umi Kalsum; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis kemasan terhadap Total Koloni Bakteri dan Total Koloni Bakteri Asam Laktat dari probiotik Lactobacillus salivarius yang terenkapsulasi arabinoxylan selama masa penyimpanan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan kemasan (P0: tanpa kemasan, P1: aluminium foil, P2: kardus, P3: kombinasi aluminium foil dan kardus) dengan lima ulangan. Analisis data dilakukan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan menggunakan aplikasi SPSS 16 Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) jika terdapat pengaruh yang nyata. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa jenis kemasan tidak memberikan pengaruh nyata (P≥0,05) terhadap Total Koloni Bakteri, di mana jumlah populasi mikroba heterotrof pada seluruh perlakuan cenderung stabil dan seragam. Sebaliknya, jenis kemasan memberikan pengaruh yang nyata (P≤0,05) terhadap Total Koloni Bakteri Asam Laktat selama periode penyimpanan 30 hari. Jumlah Total Koloni Bakteri Asam Laktat tertinggi ditemukan pada kemasan kardus (P2) sebesar 1,5 x 105 CFU, sedangkan jumlah terendah terdapat pada kemasan aluminium foil (P1) sebesar 7,7 × 107 CFU. Karakteristik kemasan kardus yang porus diduga mampu menjaga keseimbangan difusi gas hasil metabolisme dan melindungi sel dari fluktuasi suhu secara optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis kemasan terbukti memengaruhi Total Koloni Bakteri Asam Laktat tetapi tidak memengaruhi Total Koloni Bakteri, dengan kemasan kardus sebagai media penyimpanan yang paling efektif. Kata Kunci : Lactobacillus salivarius, kemasan, total koloni bakteri, bakteri asam laktat, enkapsulasi, kemasan, arabinoxylan THE EFFECT OF PACKAGING TYPE ON TOTAL BACTERIAL COLONIES AND TOTAL LACTIC ACID BACTERIA COLONIES OF ENCAPSULATED PROBIOTIC Lactobacillus salivarius WITH ARABINOXYLAN  AbstractThis study aimed to determine the effect of various packaging types on the Total Bacterial Colonies and Total Lactic Acid Bacteria colonies of Lactobacillus salivarius probiotics encapsulated with arabinoxylan during storage. The research method utilized an experimental approach with a Completely Randomized Design (CRD), consisting of four packaging treatments (P0: no packaging, P1: aluminum foil, P2: cardboard, P3: combination of aluminum foil and cardboard) with five replications. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and, if a significant effect was detected, further tested using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) with the SPSS 16 application. Statistical analysis showed that the packaging type had no significant effect (P≥0,05) on Total Bacterial Colonies, where the heterotrophic microbial population across all treatments tended to be stable and uniform. Conversely, the packaging type significantly affected (P≤0,05) the Total Lactic Acid Bacteria Colonies during the 30-day storage period. The highest Total Lactic Acid Bacteria Colonies  count was found in cardboard packaging (P2) at 1.5 x 105 CFU, while the lowest count was observed in aluminum foil packaging (P1) at 7,7 × 107 CFU. The porous characteristic of cardboard packaging is suggested to effectively maintain the balance of metabolic gas diffusion and optimally protect the cells from temperature fluctuations. In conclusion, the packaging type significantly influences the of Total Lactic Acid Bacteria Colonies but does not affect total bacterial colonies, with cardboard packaging being the most effective storage medium. Keywords: Lactobacillus salivarius, packaging, total bacterial colonies, lactic acid bacteria, encapsulation, packaging, arabinoxylan 
IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI ENDOPARASIT PADA AYAM KUB DI UPT PEMBIBITAN TERNAK DAN HIJAUAN MAKANAN TERNAK DI MAGETAN Ikfa Sulkhan Hadi; Nurul Humaidah; Dyah Lestari Yulianti
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endoparasit merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan produktivitas ayam melalui gangguan kesehatan saluran pencernaan, penurunan penyerapan nutrisi, serta peningkatan kerentanan terhadap penyakit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis endoparasit dan menentukan tingkat prevalensi infeksi pada ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). Metode penelitian adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif  dan hasil yang disajikan dalam bentuk persentase. Sampel berupa 100 feses ayam KUB dipilih secara simple random sampling dari populasi 201 ekor. Variabel yang diamati adalah jenis endoparasit yang ditemukan pada sampel feses ayam KUB serta prevalensi infeksinya. Identifikasi endoparasit dilakukan menggunakan metode natif dan metode apung (flotation), sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung nilai prevalensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat jenis endoparasit berhasil diidentifikasi, yaitu Ascaridia galli, Heterakis gallinarum, Capillaria sp., dan Eimeria spp. Dari 100 sampel yang diperiksa ditemukan 31 kejadian infeksi dengan prevalensi total sebesar 15,42%. Sebanyak empat sampel mengalami ko-infeksi sehingga jumlah individu yang benar-benar terinfeksi adalah 27 ekor dengan prevalensi individu sebesar 13,43%. Eimeria spp. memiliki prevalensi tertinggi (7,96%), diikuti Ascaridia galli (3,48%), Heterakis gallinarum (2,99%), dan Capillaria sp. (1,00%). Hasil penelitian ini mengidentifikasi empat jenis endoparasit pada ayam KUB, yaitu Ascaridia galli, Heterakis gallinarum, Capillaria sp., dan Eimeria sp. Prevalensi individu sebesar 13,43%, dengan Eimeria sp. sebagai endoparasit dominan. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem pemeliharaan semi intensif di UPT Pembibitan ternak dan Hijauan Makanan Ternak di Magetan cukup efektif, namun tetap memerlukan biosekuriti, sanitasi, dan pengendalian endoparasit secara berkelanjutan.Kata kunci : Ascaridia galli, Ayam KUB, Endoparasit, Eimeria sp, Prevalensi. IDENTIFICATION AND PREVALENCE OF GASTROINTESTINAL ENDOPARASITES IN KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN (KUB) CHICKENS AT THE LIVESTOCK BREEDING AND FORAGE CENTER OF MAGETAN, EAST JAVA, INDONESIA AbstractEndoparasites are one of the factors that can reduce chicken productivity through digestive tract health disorders, decreased nutrient absorption, and increased susceptibility to disease. This study aims to identify the types of endoparasites and determine the prevalence of infection in chickens in Kampung Unggul IAARD (KUB). The research method is a case study with a descriptive approach and the results are presented in the form of percentages. Samples in the form of 100 feces of KUB chickens were selected by simple random sampling from a population of 201 heads. The observed variables were the type of endoparasite found in KUB chicken feces samples and the prevalence of infection. Endoparasite identification was carried out using native methods and flotation methods, while data analysis was carried out descriptively by calculating prevalence values. The results showed that four types of endoparasites were successfully identified, namely Ascaridia galli, Heterakis gallinarum, Capillaria sp., and Eimeria spp. Of the 100 samples examined, 31 incidents of infection were found with a total prevalence of 15.42%. A total of four samples experienced co-infection so that the number of individuals who were actually infected was 27 with an individual prevalence of 13.43%. Eimeria spp. has the highest prevalence (7.96%), followed by Ascaridia galli (3.48%), Heterakis gallinarum (2.99%), and Capillaria sp. (1,00%). The results of this study identified four types of endoparasites in KUB chickens, namely Ascaridia galli, Heterakis gallinarum, Capillaria sp., and Eimeria sp. The prevalence of individuals was 13.43%, with Eimeria sp. as the dominant endoparasite. These results show that the semi-intensive maintenance system at the UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak in Magetan is quite effective, but still requires biosecurity, sanitation, and endoparasite control in a sustainable manner..Keywords: Ascaridia galli; Endoparasites; Eimeria spp.; KUB chickens; Prevalence.
PENAMBAHAN MINYAK IKAN LEMURU DALAM PAKAN DAN JUSAFRIKA DALAM AIR MINUM MEMENGARUHI KUALITAS YOLK DAN BOBOT YOLK TELUR PUYUH Raga Firmansyah Akbar; Inggit Kentjonowaty; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak penambahan minyak ikan lemuru dalam ransum dan jus daun Afrika (Vernonia amygdalina) ke dalam air minum terhadap kualitas yolk dan bobot yolk telur puyuh dengan menggunakan metode kuantitatif. Penelitian dilakukan selama 30 hari menggunakan metode rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan 2 faktor perlakuan, yaitu tingkat minyak ikan lemuru dalam pakan (0%, 1,5%, dan 3%) serta dosis jus daun Afrika dalam air minum (0 mL, 4 mL, dan 6 mL/ekor/hari). Pengujian data dilakukan menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) dan ditindaklanjuti dengan analisis pengujian dengan uji Duncan apabila ditemukan perbedaan secara  nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi minyak ikan lemuru dan jus daun Afrika berpengaruh signifikan terhadap bobot yolk, warna yolk, dan tinggi yolk telur puyuh. Perlakuan minyak ikan lemuru 3% dan jus daun Afrika 6 mL/ekor/hari menghasilkan bobot dan kualitas yolk terbaik. Namun, perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap diameter dan indeks yolk. Minyak ikan lemuru memegang peranan sumber asam lemak esensial yang mendukung deposisi lipid yolk, sedangkan jus daun Afrika berfungsi sebagai antioksidan alami yang menjaga stabilitas dan struktur yolk telur puyuh.Kata kunci: Minyak lemuru, Daun Afrika, Kualitas yolk, Bobot yolk, Telur puyuh.
PENGARUH LAMA SIMPAN TERHADAP KUALITAS PROBIOTIK LACTOBACILLUS SALIVARIUS TERENKAPSULASI ARABINOXILAN BERDASARKAN ORGANOLEPTIK, pH, DAN WATER ACTIVITY Fahmi Yazid Rifai; Umi Kalsum; Muhammad Farid Wadjdi; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didorong oleh urgensi untuk menekan laju degradasi viabilitas pada probiotik cair, sekaligus meminimalisasi penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) pada formulasi pakan unggas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama simpan terhadap kualitas probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi arabinoxilan berdasarkan evaluasi organoleptik, nilai pH (potential hydrogen), dan water activity (AW). Metode eksperimen digunakan dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan waktu simpan (0, 2, 4, 6, dan 8 minggu) dengan 5 ulangan. Berdasarkan data yang diperoleh, durasi penyimpanan berdampak sangat signifikan (P
PENGARUH MARINASI DAGING AYAM LAYER AFKIR DENGAN SARI BONGGOL NANAS TERHADAP DAYA IKAT AIR DAN ORGANOLEPTIK ABON Yolanda Yesa Arfina; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh marinasi daging ayam layer afkir dengan sari bonggol nanas terhadap daya ikat air dan organoleptik abon. Metode yang digunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap, 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan berupa perbedaan konsentrasi sari bonggol nanas sebagai bahan marinasi terdiri atas P0 (0%), P1 (25%), P2 (30%), P3 (35%) selama 30 menit. Variabel yang diamati meliputi daya ikat air dan uji organoleptik. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marinasi daging ayam layer afkir menggunakan sari bonggol nanas berpengaruh nyata (P
PERBANDINGAN KARAKTER FENOTIPE KUANTITATIF SERTA HUBUNGAN UKURAN TUBUH DENGAN BOBOT BADAN PADA INDUK CROSS DORPER DAN CROSS TEXEL Khoirunnisa Saka; Mudawamah Mudawamah; Nisa'us Sholikah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset yang telah dilakukan memiliki tujuan untuk menganalisis dan membandingkan karakter fenotipe kuantitatif yang meliputi bobot badan, panjang badan, tinggi badan, lingkar dada, dan lebar pinggul, serta mengetahui hubungan ukuran-ukuran tubuh tersebut dengan bobot badan pada induk domba Cross Dorper dan Cross Texel. Penelitian ini menggunakan 40 ekor induk domba berumur poel satu (memiliki sepasang gigi seri permanen), yang terdiri atas 20 ekor induk Cross Dorper dan 20 ekor induk Cross Texel. Uji-t sampel independen, analisis korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana Adalah analisis yang digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil riset menunjukkan bahwa induk Cross Dorper memiliki rataan bobot badan, lingkar dada, panjang badan, tinggi badan, dan lebar pinggul masing-masing sebesar 34,02 kg; 82,82 cm; 56,08 cm; 62,29 cm; dan 20,83 cm, sedangkan pada induk Cross Texel masing-masing sebesar 31,08 kg; 79,53 cm; 45,68 cm; 61,02 cm; dan 19,03 cm. Seluruh parameter fenotipe kuantitatif berbeda nyata antara kedua kelompok domba (P < 0,05), dengan peningkatan ukuran tubuh pada Cross Dorper dibandingkan Cross Texel berkisar antara 2,08–22,77%. Pada induk Cross Dorper, seluruh ukuran tubuh memiliki hubungan positif, sangat kuat, dan signifikan dengan bobot badan, dengan nilai koefisien korelasi berkisar antara 0,802–0,906 dan koefisien determinasi sebesar 64,25–82,06%. Lingkar dada merupakan parameter terbaik dalam menduga bobot badan Cross Dorper dengan persamaan regresi Y = 1,1115X − 58,054 dan R² = 0,8206. Pada induk Cross Texel, hubungan ukuran tubuh dengan bobot badan berada pada kategori sedang dengan nilai koefisien korelasi berkisar antara 0,429–0,580 dan koefisien determinasi sebesar 18,39–33,57%. Tinggi badan merupakan parameter terbaik dalam menduga bobot badan Cross Texel dengan persamaan regresi Y = 0,8594X − 21,055 dan R² = 0,3357, sedangkan hubungan lebar pinggul dengan bobot badan tidak signifikan (P > 0,05). Disimpulkan bahwa induk Cross Dorper memiliki rataan karakter fenotipe kuantitatif yang lebih tinggi daripada induk Cross Texel. Lingkar dada merupakan penduga tunggal terbaik terhadap bobot badan Cross Dorper. Pada Cross Texel, tinggi badan merupakan penduga tunggal terbaik. Kata kunci: bobot badan, Cross Dorper, Cross Texel, fenotipe kuantitatif, ukuran tubuh.
KINERJA USAHA DOMBA LOKAL STUDI KASUS DI DESA KARANGSARI KECAMATAN SEMPU KABUPATEN BANYUWANGI Cholisha Ayu Adiningsih; Dewi Masyithoh; Nisa&#039;us Sholikah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik peternak, manajemen pemeliharaan, serta kinerja usaha ternak domba lokal di Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2026 dengan metode studi kasus dan teknik sensus terhadap 23 peternak dengan jumlah kepemilikan ternak rata-rata 10 sampai dengan 15 ternak domba lokal sebagai responden. Data diperoleh melalui observasi, wawancara menggunakan kuisioner kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui analisis penerimaan, biaya produksi, pendapatan, efisiensi usaha menggunakan R/C Ratio dan B/C Ratio, dan faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak didominasi oleh usia produktif, pendidikan terkahir SMA, pengalaman beternak 2-5 tahun, dan kepemilikan ternak rata-rata 14-15 ekor. Manajemen pemeliharaan yang diterpakan tergolong baik, dengan sistem pemeliharaan intensif, pemberian pakan dua kali sehari, serta kinerja reproduksi yang cukup baik. Rata-rata total penerimaan usaha mencapai Rp13.560.870 per tahun, total biaya produksi sebesar Rp8.599.935 per tahun, sehingga diperoleh pendapatan rata-rata Rp4.960.935 per tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha ternak domba lokal masih memberkan keuntungan dan memiliki propek untuk terus dikembangkan melalui peningkatan produktivitas ternak serta efisiensi penggunaan faktor produksi. Hasil nilai B/C Ratio lebih dari 0 menunjukkan usaha layak untuk dikembangkan, hasil R/C Ratio lebih dari 1 menunjukkan bahwa usaha menguntungkan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa usaha ternak domba lokal di Desa Karangsari memiliki kinerja usaha cukup baik dan masih layak dijalankan. Kata Kunci : domba lokal, kinerja usaha, pendapatan, efisiensi usaha, peternak. BUSINESS PERFOMANCE OF LOCAL SHEEP FARMING A CASE STUDY IN KARANGSARI VILLAGE SEMPU DISTRICT, BANYUWANGI REGENCY Abstract This study aims to analyze the characteristics of farmers, husbandry management, and the performance of local sheep farming businesses in Karangsari Village, Sempu District, Banyuwangi Regency. Conducted in June 2026 using a case study method and a census approach, the study surveyed 23 farmers—each owning an average of 10 to 15 local sheep—as respondents. Data were collected through observation and questionnaire-based interviews, then analyzed using quantitative descriptive methods covering revenue, production costs, income, business efficiency (via R/C and B/C ratios), and factors influencing business performance. The results indicate that the farmers were predominantly of productive age, held a high school education, had 2–5 years of farming experience, and owned an average of 14–15 sheep. Husbandry management practices were rated as good, featuring an intensive rearing system, twice-daily feeding, and satisfactory reproductive performance. The average annual business revenue reached Rp13,560,870, with total production costs of Rp8,599,935, resulting in an average annual income of Rp4,960,935. Analysis shows that the local sheep farming business remains profitable and holds prospects for further development through increased livestock productivity and more efficient use of production factors. A B/C ratio greater than 0 indicates the business is viable for development, while an R/C ratio greater than 1 indicates profitability. In conclusion, local sheep farming in Karangsari Village demonstrates satisfactory business performance and remains a viable enterprise. Keywords: business performance, income, local sheep, business efficiency, farmers.
PENGARUH MARINASI DAGING AYAM LAYER AFKIR DENGAN SARI BONGGOL NANAS TERHADAP KADAR AIR DAN SUSUT MASAK ABON Fita Marisa; Sri Susilowati; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan guna menganalisis pengaruh marinasi daging ayam layer afkir dengan sari bonggol nanas terhadap kadar air dan susut masak abon. Materi yang digunakan yaitu daging ayam layer afkir pada bagian paha dan dada serta sari bonggol nanas cayenne. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap, ada 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan menggunakan sari bonggol nanas dengan konsentrasi yang berbeda terdiri dari P0 (0%), P1 (25%), P2 (30%), dan P3 (35%). Variabel yang diamati kadar air dan susut masak abon. Data diuji dengan One-Way ANOVA dan uji BNT - SPSS. Hasil pengujian menunjukan perlakuan marinasi daging ayam layer afkir dengan sari bonggol nanas memberikan hasil yang sangat signifikan (P
PENGARUH SISTEM VENTILASI KANDANG TERHADAP PENAMPILAN PRODUKSI PULLET STRAIN LOHMANN DI KANDANG KOPERASI COMFEED MAKMUR Moch. Syaifuri Ramanda; Badat Muwakhid; Dyah Lestari Yulianti
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak berbagai sistem sirkulasi udara di dalam kandang terhadap kualitas lingkungan mikro dan produktivitas ayam dara (pullet) galur Lohmann, sekaligus menentukan sistem mana yang paling unggul. Kegiatan riset dilaksanakan di Koperasi Comfeed Makmur, Jawa Timur, dengan subjek ayam pullet berusia 5 hingga 12 minggu. Pendekatan yang digunakan adalah observasional kuantitatif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang mencakup tiga perlakuan, yakni Sistem Ventilasi Terbuka (P1), Terowongan (P2), dan Kombinasi (P3), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diukur mencakup suhu, kelembaban relatif, laju aliran udara, kadar amonia (NH₃), bobot badan, keseragaman populasi, konsumsi pakan, rasio konversi pakan (FCR), serta angka kematian. Analisis data menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf kepercayaan 95%. Temuan penelitian menunjukkan bahwa jenis ventilasi memberikan pengaruh yang sangat signifikan (P 0.05). Among the treatments, the Combination Ventilation system delivered the most favorable microclimate, recording an average temperature of 23.52°C, relative humidity of 72.00%, air velocity of 1.80 m/s, and ammonia level of 4.11 ppm. Furthermore, this system yielded the highest body weight (1,142.33 g/bird) and the most efficient FCR (3.03). Consequently, Combination Ventilation proved to be more effective than both Open and Tunnel systems in fostering an optimal barn environment and enhancing the overall production performance of Lohmann pullets. Keywords: Lohmann pullets, housing ventilation system, microclimate, production performance..
EFEKTIFITAS TEAT DIPPING DARI LARUTAN ANTISEPTIK DAUN KELOR (Moringa oleifera) PRODUKSI AMMO- TECH TERHADAP PH DAN PRODUKSI SUSU SAPI PFH TERINDIKASI MASTITIS SUBKLINIS Imron Wahyudi; Nisa&#039;us Sholikah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan melakukan riset ini untuk menganalisis evaluasi pemberian cairan antiseptik alami berbahan dasar ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kejadian mastitis subklinis sapi Peranakan FH (Friesian Holstein). Penelitian ini menggunakan materi adalah sapi PFH laktasi 3-5 bulan sebanyak 12 ekor,dalam masa periode laktasi 1, yang terindikasi terjangkit penyakit mastitis subklinis. Metode yang dikenakan pada riset ini adalah eksperimental dengan RAL Rancangan Acak Lengkap, yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan penelitian ini adalah teat dipping P0 : Povidene iodin 1%, P1 ; larutan antiseptik daun kelor subtitusi 15%, P2 : larutan antiseptik daun kelorsubtitusi 30%, P3 : larutan antiseptik daun kelor subtitusi 45%. Analisa data menggunakan uji Analysis of Variance ANOVA, kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) jika terdapat pengaruh pada variabel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian teat dipping daun kelor tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai pH, rataan nilai pH P0 = 6,73 ; P1 = 6,74 ; P2 = 6,77 ; P3 = 6,78. Nilai tersebut masih berada pada kisaran pH susu sapi segar normal, sehingga menginterpretasikan bahwa penggunaan antiseptik larutan antiseptik daun kelor tidak merubah kualitas kimia susu. Sedangkan hasil pemberian teat dipping larutan antiseptik daun kelor berpengaruh nyata (P0,05) on pH values; the mean pH values were P0 = 6.73, P1 = 6.74, P2 = 6.77, and P3 = 6.78. These pH values remained within the normal range for fresh ,ilk, indicating that use the natural antiseptec moringa oleifera did not alter the chemical quality of the milk. However, the teat dipping treatments had a significant effect (P