cover
Contact Name
Alfian Qomaruddin
Contact Email
eic.journal@nuris.ac.id
Phone
+6285335339697
Journal Mail Official
alfian@nuris.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Islam Mojokerto Tunggal Pager - Pungging - Mojokerto Postal Code 61384 Website : https://nuris.ac.id e-mail : admin@nuris.ac.id
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Linguistics and Social Studies
ISSN : -     EISSN : 30319439     DOI : https://doi.org/10.52620/jls
Core Subject : Education, Social,
Journal of Linguistics and Social Studies JLS, published by STAI Nurul Islam Mojokerto. Its a biannual refereed journal concerned with the practice and processes of linguistics, social studies and humanities. It provides a forum for academics, practitioners and community representatives to explore issues and reflect on practices relating to the full range of engaged activity. This journal is a peer-reviewed online journal dedicated to the publication of high-quality research focused on research and best pratices.
Articles 46 Documents
Variasi Bahasa Pada Iklan Lama Dalam Buku “Soerabaia Tempo Doeloe” Kajian Lanskap Linguistik Citra Dewi Kirana; Dewi Puspa Arum
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 3, No 1: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v3i1.415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi bahasa yang digunakan dalam iklan-iklan lama yang termuat dalam buku “Soerabaia Tempo Dulu: Buku 2” dengan menggunakan kajian lanskap linguistik. Penelitian ini membahas terkait bagaimana peran multibahasa yang terkandung dalam iklan-iklan masa kolonial kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan dan menganalisis bentuk variasi bahasa yang ditemukan dalam iklan-iklan tersebut. Penelitian yang dilakukan menggunakan pola monolingual, bilingual, dan multilingual dengan metode penelitian deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi visual terhadap 10 iklan dalam buku “Soerabaia Tempo Doeloe: Buku 2” yang tersimpan di Dinas  Perpustakaam dan Kearsipan Kota Surabaya. Penelitian ini dikaji menurut Ben-Rafael, terkhusus pada tanda top-down dan bottom-up. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga bahasa yang dominan digunakan pada iklan tempo dulu yaitu bahasa Belanda, bahasa Melayu lama dan bahasa Jawa sebagai bahasa lokal Kota Surabaya, Adapun sedikit campuran Tionghoa yang menandakan komunitas Tionghoa yang ada di Kota Surabaya. Variasi bahasa atau kontestasi bahasa yang didapat dari hasil analisis yaitu 4 iklan monolingual bahasa Belanda 3 diantaranya merupakan bottom-up dan 1 top-down, 3 iklan bilingual Belanda-Melayu dengan pola bottom-up, dan 1 iklan multilingual Melayu-Jawa-Tionghoa dengan pola top-down serta 1 iklan multilingual Melayu-Belanda-Tionghoa dengan pola top-down.  Pada iklan-iklan yang dianalisis bahasa Belanda lebih dominan pada iklan promosi minuman (bir), sementara bahasa Melayu muncul pada iklan milik Perusahaan-perusahaan Tionghoa dan lembaga dari pemerintahan. Ejaan lama Van Ophuijsen (1901-1947) juga banyak ditemukan dalam teks iklan tempo dulu. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa pada masa kolonial Surabaya bukan sekadar alat komunikasi saja, melainkan bentuk dari cerminan dari struktur kekuasaan, identitas, dan dinamika sosial-politik zaman itu. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada kajian lanskap linguistik, khususnya mengenai praktik multibahasa pada ruang publik.
Transparansi dan Partisipasi Masyarakat dalam Implementasi E-Voting Pilkades Serentak di Kabupaten Pemalang Tahun 2024 Chayara Alima Rameyza Elya; Valerina Raharjo; Muhammad Nazhif Ramadhan; Fatkhuri Fatkhuri
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 3, No 1: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v3i1.377

Abstract

Transformasi demokrasi digital melalui penerapan electronic voting (e-voting) menjadi salah satu inovasi dalam meningkatkan efektivitas penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Kabupaten Pemalang merupakan daerah pionir yang menerapkan sistem e-voting pada Pilkades sebagai upaya meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas demokrasi desa. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi digitalisasi demokrasi desa melalui e-voting dengan menitikberatkan pada aspek transparansi dan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pilkades di Kabupaten Pemalang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research) yang bersumber dari data sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, dokumen kebijakan, dan peraturan perundang-undangan terkait e-voting dan demokrasi desa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan disertai triangulasi sumber literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-voting mampu meningkatkan efisiensi teknis melalui percepatan penghitungan suara dan pengurangan kesalahan administratif. Namun, implementasinya masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia, rendahnya literasi digital masyarakat, serta belum optimalnya transparansi sistem yang berdampak pada tingkat kepercayaan publik. Selain itu, kelompok rentan digital seperti lansia masih mengalami kesulitan dalam mengakses sistem, sehingga partisipasi masyarakat belum sepenuhnya inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan e-voting tidak hanya ditentukan oleh aspek teknologi, tetapi juga oleh transparansi penyelenggaraan, kepercayaan publik, dan kesiapan sosial masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan mekanisme verifikasi yang aman, peningkatan literasi digital, serta kebijakan demokrasi digital yang lebih inklusif untuk mendukung legitimasi demokrasi desa.
Sikap Bahasa Terhadap Bahasa Indonesia Pada Peserta Program Pembelajaran di Rumah Bahasa Surabaya: Kajian Sosiolinguistik Tasya Febrianty; Dewi Puspa Arum
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 3, No 1: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v3i1.413

Abstract

Masifnya penggunaan bahasa asing dalam lingkup pembelajaran multiibahasa berpotensi memengaruhi sikap masyarakat terhadap bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap bahasa peserta program pembelajaran di Rumah Bahasa Surabaya terhadap bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner skala likert kepada peserta program pembelajaran di Rumah Bahasa Surabaya. Analisis data dilakukan menggunakan persentase indeks berdasarkan tiga indikator sikap bahasa menurut Garvin dan Mathiot, yaitu kebanggaan bahasa (language pride), kesetiaan bahasa (language loyalty), dan kesadaran norma bahasa (awareness of the norm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta memiliki sikap sangat positif terhadap bahasa Indonesia dengan persentase kebanggaan bahasa (88,02%), kesetiaan bahasa (84,63%), dan kesadaran norma bahasa (85,76%).
Tanda, Identitas dan Strategi Visual: Produksi Citra Pengusaha Skincare Lokal Di Instagram Jingga Ayu Azzahra; Mila Sari; Nuryani Nuryani; Rahmawati Rahmawati; Nuthy Hasya Afifah
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 3, No 2: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v3i2.502

Abstract

Building a personal brand on Instagram has become a strategy for local skincare entrepreneurs in Palopo to foster consumer trust, strengthen their business image, and enhance their competitiveness in the digital era. This study aims to examine the forms of self-branding cultivated by these entrepreneurs on Instagram and to analyze the representation of meaning levels within their self-branding efforts. A qualitative approach utilizing a case study method was employed. The study focused on two local skincare entrepreneurs in Palopo, In Glow and Mechaeland selected purposively based on criteria regarding their direct involvement in business management and Instagram self-branding activities. Data collection, conducted over the course of May, involved observation, interviews, and documentation. The results indicate that the forms of self-branding employed include certified products as an element of reality, consumer education, product presentation and testimonials, and engaging content ideas as forms of representation. Regarding levels of meaning, the study identified the meaning of the self as a form of ideology, the meaning of the product as a form of representation, and visual meaning as a form of reality.
Supporting Cultural Heritage Learning in the Digital Era: User Experience of a QR Code-Based Video Tutorial for Modern Modified Solo Putri Bridal Makeup Septiari Nawanksari; Eni Juniastuti; Asi Tritanti; Pangestika Nur Afnia; Mohammad Naufal Fahmi
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 3, No 2: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v3i2.516

Abstract

This study aimed to analyze the user experience quality of a QR Code-based video tutorial for modern modified Solo Putri bridal makeup instruction across three core dimensions: usefulness, ease of use, and interface quality. This research employed a descriptive quantitative approach involving 175 active Cosmetology Study Program students at Universitas Negeri Yogyakarta selected via simple random sampling from a population of 284 students. Data were collected using a 5 points Likert scale questionnaire comprising 12 statement items. Item-level validity testing confirmed that all items were statistically valid (r = 0.785 – 0.924, p 0.001, exceeding = 0.148, and reliability testing yielded a Cronbach's Alpha of 0.941. Data were evaluated using normalized mean scores on a 1–5 scale and percentage of the ideal score. The media achieved an overall aggregate mean score of 4.32 out of 5.00 (86.40% of the ideal score), demonstrating a very high level of user acceptance. Among the dimensions, usefulness recorded the highest mean score of 4.48 (89.60%), followed by ease of use at 4.35 (87.00%), and interface quality at 4.18 (83.60%). These findings indicate that the video tutorial was perceived as highly beneficial for supporting independent practical learning, user friendly on digital devices, and visually appealing. This study demonstrates that simple digital technology, such as QR Code-based video tutorials, is positively perceived and highly feasible as a supporting medium in vocational makeup education. It further illustrates how low-barrier digital tools can facilitate flexible access to traditional cultural makeup knowledge for contemporary learners.
Students’ Perception on Singing Practice in Advocating Speaking Skills Arjulayana Arjulayana; Tri Pujiati
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 3, No 2: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v3i2.534

Abstract

This study investigates the effectiveness of singing as a strategy for practicing English speaking skills among university students. Recognizing the important role of music in students’ daily lives, the study explores how singing can provide an enjoyable and meaningful approach to language learning. Singing incorporates rhythm, melody, pronunciation, and vocabulary, which may contribute to the development of speaking competence. This research employed a descriptive qualitative design involving 15 students from Class 4A1 of the English Education Study Program. Data were collected through online interviews and observations conducted during the research period, with interviews held on June 11–12, 2026. The findings indicate that students positively perceived singing as an enjoyable and engaging learning activity. Moreover, Students perceived singing as helpful for practicing pronunciation, vocabulary, and fluency. The study concludes that singing can serve as an effective alternative strategy for practicing English speaking skills while creating a more enjoyable and less stressful learning environment.