cover
Contact Name
Alfian Qomaruddin
Contact Email
eic.journal@nuris.ac.id
Phone
+6285335339697
Journal Mail Official
alfian@nuris.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Islam Mojokerto Tunggal Pager - Pungging - Mojokerto Postal Code 61384 Website : https://nuris.ac.id e-mail : admin@nuris.ac.id
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Linguistics and Social Studies
ISSN : -     EISSN : 30319439     DOI : https://doi.org/10.52620/jls
Core Subject : Education, Social,
Journal of Linguistics and Social Studies JLS, published by STAI Nurul Islam Mojokerto. Its a biannual refereed journal concerned with the practice and processes of linguistics, social studies and humanities. It provides a forum for academics, practitioners and community representatives to explore issues and reflect on practices relating to the full range of engaged activity. This journal is a peer-reviewed online journal dedicated to the publication of high-quality research focused on research and best pratices.
Articles 43 Documents
Gerakan Sosial Literasi dan Partisipasi Politik Non-Formal Komunitas Jendela Jakarta Khanzza Azzahwa Rhamadani; Chayara Alima Rameyza Elya; Valerina Raharjo; Aniqotul Ummah
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 3, No 1: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v3i1.379

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pola partisipasi politik non-formal yang terbentuk melalui aktivitas literasi Komunitas Jendela Jakarta, menelaah fungsi ruang publik dalam pemberdayaan masyarakat urban, serta mengidentifikasi peluang kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan masyarakat sipil. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan kunci (pendiri komunitas, koordinator program, dan relawan senior Komunitas Jendela Jakarta), observasi partisipan terhadap aktivitas literasi seperti diskusi mingguan dan pendampingan membaca, serta studi dokumentasi terhadap laporan kegiatan, modul pelatihan, dan notulen pertemuan di RPTRA Sungai Bambu, Jakarta Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Jendela Jakarta berperan sebagai ruang publik alternatif yang mendorong kesadaran kritis, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta membentuk partisipasi politik non-formal melalui kegiatan literasi dan diskusi kolektif. Aktivitas tersebut memperluas keterlibatan warga terhadap isu sosial dan pendidikan di luar jalur politik formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunitas literasi memiliki fungsi strategis dalam memperkuat demokrasi partisipatif, meningkatkan keterlibatan sosial-politik masyarakat urban, dan mendukung terciptanya ruang publik yang lebih inklusif serta berkelanjutan.
Lanskap Linguistik sebagai Media Penyampaian Informasi Publik pada Ruang Layanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Syafitri Ramadhani; Dewi Puspa Arum
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 3, No 2: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v3i2.416

Abstract

Penelitian ini mengkaji lanskap linguistik sebagai media penyampaian informasi publik di area layanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk penanda, menganalisis fungsi informasionalnya, serta menilai efektivitasnya dalam mendukung layanan publik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam kajian lanskap linguistik. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi visual, dan teknik catat terhadap berbagai penanda di area layanan perpustakaan dan kearsipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanda didominasi oleh signage top-down yang diproduksi institusi. Sebagian besar menggunakan bahasa Indonesia secara monolingual, sedangkan beberapa lainnya menggunakan bentuk bilingual Indonesia–Inggris atau istilah asing terbatas. Penanda berfungsi sebagai sarana informasi dan regulasi layanan, seperti petunjuk arah, prosedur layanan, label fasilitas, klasifikasi koleksi, larangan, dan alur pelayanan. Secara umum, penanda efektif mendukung komunikasi masyarakat melalui penggunaan bahasa yang ringkas, formal, dan direktif, meskipun masih terdapat batasan pada kepadatan teks, ukuran huruf, penggunaan istilah teknis, dan konsistensi bahasa.
Paradigma Dasar Komunikasi Profetik dalam Kajian Ilmu Sosial Agung Drajat Sucipto
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 3, No 1: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v3i1.435

Abstract

Komunikasi merupakan aktivitas fundamental dalam kehidupan manusia. Melalui komunikasi, manusia membangun hubungan sosial, menyampaikan gagasan, membentuk identitas, serta menciptakan perubahan sosial. Pada perkembangan ilmu sosial lahir konsep komunikasi profetik yang tidak sekedar berorientasi pada efektivitas penyampaian pesan, tetapi juga menekankan dimensi moral, etika, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial. Melalui pendekatan studi literasi, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana paradigma ilmu sosial profetik mampu menjadi instrumen transformasi sosial melalui studi komunikasi. Hasil penelitian ini mengemukakan paradigma dasar komunikasi profetik sebagai kritik pada komunikasi konvensional era modern yang beraliran positivistik. Melalui orientasi humanisme, liberasi, dan transendensi yang ditulis Kuntowijoyo melalui Ilmu Sosial Profetik (ISP), menjadikan komunkasi profetik memilki cakupan yang lebih luas bahkan mampu melahirkan adanya transformasi sosial yang positif, progresif, dan konsisten. Ada beragam karakteristik melekat mulai dari berorientasi kebenaran, berlandaskan kemanusiaan, hingga mampu meneladani kenabian.
Interseksionalitas Tokoh Bu Prani Pada Film Budi Pekerti Karya Wregas Bhanuteja: Kajian Feminisme Kimberlé Crenshaw Aghniya Hanifatil Hakim; Velayati Khairiah Akbar
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 3, No 2: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v3i2.445

Abstract

This study aims to describe the types of intersectionality experienced by the character Bu Prani in the film Budi Pekerti. A qualitative method was employed to describe these intersectional aspects based on Kimberlé Crenshaw’s framework. The data consisted of dialogue, visuals, and scenes from Wregas Bhanuteja’s film Budi Pekerti that illustrate the intersectionality affecting Bu Prani. Data collection involved observation and documentation of the film. The results reveal three types of intersectionality experienced by Bu Prani: (1) structural intersectionality (two instances), (2) representational intersectionality (two instances), and (3) political intersectionality (two instances). These findings indicate that the injustice Bu Prani experiences is shaped not only by gender but also by intersecting factors—such as social constructs, power dynamics in media representation, and school policies—which collectively intensify the forms of adversity she faces.
Cultural Adaptation in Translation: A Comparative Analysis of “A Space for the Unbound” from Indonesian to English Don Evan Hernando; Sulamit Syeba; Emeral Emeral; Dominggus Florensius; Arya Febridinata
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 3, No 1: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v3i1.433

Abstract

This study examines the translation of culture-specific items (CSIs) in A Space for the Unbound, an Indonesian adventure game localized into English. Using Vinay and Darbelnet's (1995) translation procedures as the analytical framework, supplemented by Baker's (1992) concept of cultural substitution, the study analyzes thirty-two CSIs drawn from Chapter 1 of the game, categorized into honorific titles, idioms, question tags, humor, sarcasm, slang, figurative language, and proverbs. Data were collected through comparative analysis of the Indonesian source text and its English localization. Findings show that cultural substitution was the dominant strategy, applied across most categories, while functional equivalence appeared in slang exclamations, literal translation in proverbs, and omission and addition in question tags. These results confirm a broadly domesticating orientation in the translation and contribute to the limited body of research on CSI translation in Indonesian-language video games.
Transitivity Dynamics: The Representation of Resistance in the Discourse of Iranian Spokesperson Ebrahim Zolfaghari Rai Bagus Triadi; Adam Muhammad Nur; Tri Pujiati
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 3, No 1: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v3i1.370

Abstract

The conflict dynamics in the Middle East involving the United States, Israel, and Iran have generated extensive global controversy. Beyond triggering political and economic instability in various countries, this conflict has also evolved into a discursive arena characterized by competing narratives that attract international public attention. In this context, the President of the United States, Donald Trump, has frequently delivered statements via social media regarding the ongoing situation and his country’s stance in relation to Iran, often aimed at garnering global sympathy. Conversely, the Iranian spokesperson, Ebrahim Zolfaghari, has consistently responded to such statements, which are perceived as marginalizing Iran. Although conveyed in a predominantly informative tone, these responses implicitly construct Iran as a resilient and capable nation prepared to confront conflict. This study employs the framework of M. A. K. Halliday’s Systemic Functional Linguistics (SFL), with a particular focus on transitivity analysis to uncover the meanings realized within each clause of Zolfaghari’s discourse. The data consist of speech transcripts delivered by Zolfaghari, which are subsequently analyzed through clause-level segmentation. This analysis aims to identify the types of processes, participants, and circumstances employed in representing discourses of resistance, as well as to reveal how such linguistic constructions function as strategic tools of political communication within the context of international conflict.
Kearifan Lokal Gotong Royong Pemuda Argelor pada Tradisi Grebek Suro sebagai Sumber Belajar IPS Cindya Alfi; Nur Cholifah; Chintya Putri Prasetyaningayu
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 3, No 2: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v3i2.459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali kearifan lokal gotong royong di Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, pada penyelenggaraan tradisi Grebeg Suro. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengekplorasi kehidupan budaya dan hubungan sosial antarwarga. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan informan yang meliputi pemuda desa Argelor, tokoh masyarakat, dan ketua Pemuda Argelor. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grebeg Suro menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus penguat hubungan sosial antarwarga desa yang didalamya terdapat nilai gotong royong. Peran Pemuda Argelor sangat signifikan dalam menyusun acara dengan konsep baru yang lebih menarik, melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti perangkat desa, karang taruna, dan kelompok seni tradisional dan pelaku UMKM. Dengan adanya kirab budaya, pentas seni, dan pasar rakyat, kegiatan ini tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga menarik perhatian pengunjung dari luar daerah. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi budaya lokal dapat bersinergi dengan inovasi modern untuk menciptakan keberlanjutan budaya dan harmoni sosial dengan berdasar nilai gotong royong. Dengan demikian, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Grebeg Suro menjadi sumber informasi otentik yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa sebagi sumber belajar IPS 
Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Deep Learning pada Materi Analisis Buku Fiksi dan Nonfiksi di Kelas VII B SMP Negeri 30 Muaro Jambi Siti Haliza Jupri; Helgia Helgia; Elfrida Sinaga; Helty Helty; Liza Septa Wilyanti
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 3, No 1: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v3i1.443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Bahasa Indonesia dalam menerapkan pembelajaran deep learning pada materi analisis buku fiksi dan nonfiksi di kelas VII B SMP Negeri 30 Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan prinsip pembelajaran deep learning pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Aktivitas pembelajaran dirancang untuk mendorong siswa melakukan analisis, diskusi, presentasi, dan refleksi terhadap isi buku fiksi maupun nonfiksi. Penerapan pembelajaran mencerminkan prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning yang terlihat dari keterlibatan aktif siswa, kemampuan berpikir kritis, kerja sama, serta kemampuan menghubungkan materi dengan pengalaman kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, yaitu perbedaan kemampuan literasi siswa, keterbatasan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi, dan pengelolaan kelas selama kegiatan diskusi. Secara keseluruhan, strategi yang diterapkan guru mampu mendukung implementasi pembelajaran deep learning dan menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, bermakna, serta berpusat pada peserta didik.
Trauma Perempuan pada Film A Normal Woman melalui Perspektif Teori Trauma Cathy Caruth Dinda Aulia; Anas Ahmadi
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 3, No 1: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v3i1.291

Abstract

Penelitian ini membahas tentang representasi trauma perempuan dalam film A Normal Woman (2025) karya sutradara Lucky Kuswandi menggunakan teori trauma Cathy Caruth. Film yang mengisahkan tentang  tokoh utama Milla, sosialita keluarga Gunawan terpandang yang mengalami ruam misterius dan halusinasi yang memicu ingatan traumatis masa kecilnya sebagai Grace seorang anak yang mengalami kecelakaan cermin dan kemudian wajahnya berubah melalui operasi plastik untuk memenuhi standar kecantikan sesuai yang diinginkan ibunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk representasi trauma melalui tiga konsep utama Caruth The Unspeakable Event, Belatedness, dan The Voice of the Wound, serta menginterpretasikan makna "normal" bagi tokoh utama. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis scene, pencatatan sistematis, dan interpretasi berdasarkan teori trauma Caruth. Hasil penelitian menunjukkan bahwa the unspeakable event termanifestasi melalui ketidakmampuan Milla mengungkapkan trauma secara verbal yang kemudian muncul sebagai ruam di leher simbol suara tidak terungkapkan dan halusinasi darah. Konsep belatedness terbukti melalui gap temporal 20 tahun antara kecelakaan masa kecil dan kemunculan gejala trauma di masa kini yang dipicu oleh tekanan standar kecantikan patriarkal. Adapun the voice of the wound terepresentasi melalui tindakan self-harm kompulsif Milla yang mencakar wajah dan lehernya sendiri sebagai cara tubuh berbicara ketika kata-kata gagal terucapkan. Trauma yang dialami akan muncul melalui rasa gatal ruam karena terdapat trigger tentang standar kecantikan, pengubahan identitas, dan penekanan lainnya. Penelitian ini mengungkap bahwa makna "normal" bagi Milla adalah paradoks yang menyakitkan: kehidupan sebagai identitas palsu yang sempurna sambil menekan trauma dan menyangkal diri sejati (Grace). Film ini mengkritik bagaimana konstruksi "normalitas" perempuan dalam struktur patriarki Indonesia menuntut pengorbanan identitas autentik demi memenuhi ekspektasi kecantikan dan kesempurnaan. Penelitian ini memberikan kontribusi sebagai studi pertama yang secara sistematis mengaplikasikan teori Caruth dalam menganalisis film Indonesia kontemporer, membuktikan bahwa medium sinematik memiliki kekuatan unik dalam merepresentasikan trauma yang "tidak dapat dikatakan" melalui bahasa visual dan naratif yang terfragmentasi.
Analisis Gaya Bahasa Perbandingan dalam Puisi pada Novel Srimenanti karya Joko Pinurbo: Kajian Stilistika Alimul Fadzli; Velayati Khairiah Akbar
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 3, No 2: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v3i2.471

Abstract

Novel Srimenanti karya Joko Pinurbo memiliki yang hadir di dalamnya dengan memanfaatkan penggunaan gaya bahasa untuk memperkuat makna dan menghadirkan estetika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk gaya bahasa perbandingan yang hadir pada puisi dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan sumber data berupa puisi-puisi yang hadir di novel Srimenanti. Adapun untuk analisis data, penelitian ini memakai model dari Miles dan Huberman dengan cara merdeuksi data, menyajikan data, dan menarik verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan empat gaya bahasa perbandingan pada puisi yang berupa metafora sebanyak tujuh data, personifikasi enam data, simile dua data, dan antitesis satu data. Gaya bahasa metafora merupakan yang paling dominan ditemukan, sehingga menunjukkan bahwa puisi dalam novel Srimenantikaya akan makna kiasan, sehingga perlu pembacaan yang lebih cermat untuk memahami isi novel keseluruhan.