cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+62857-3233-1291
Journal Mail Official
pengabdianmasyarakatmentari@gmail.com
Editorial Address
Jalan Terusan Mergan Raya No. 11 Tanjungrejo Sukun Kota Malang Telp : 0857-3233-1291 email : pengabdianmasyarakatmentari@gmail.com
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari
ISSN : -     EISSN : 30637066     DOI : https://doi.org/10.59837/jpmm
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari publishes articles every month (12 times a year). It disseminates thoughts and ideas based on the results of research and the use of technology implemented in the public sector. The fields of study include but are not limited to Mathematics and Natural Sciences, Social Sciences, Law, Cultural Studies, Economics, Health, Food and Agriculture, Education, Information Technology, etc.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 214 Documents
Sosialisasi dan Edukasi Keamanan tubuh pada anak di SDN Jimbaran Wetan Kabupaten Sidoarjo Gisella Merischa Rosari; Selvia Risayanti; Salsabila Dewi Azellaika; Anjar Apriliananta Surya Pratama; Nasywa Nabilah Afri; Maulana Ahmad Hidayat; Zalfa Najwa Infirda Maharani; Odajian Esa Maulana Iswayudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i2.362

Abstract

Pemahaman siswa sekolah dasar mengenai keamanan tubuh masih tergolong rendah sehingga berpotensi meningkatkan risiko mereka menjadi korban berbagai bentuk kekerasan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemberian edukasi sejak usia dini sebagai langkah preventif untuk membekali anak dengan pengetahuan dalam menjaga dan melindungi dirinya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran siswa tentang keamanan tubuh melalui program sosialisasi dan edukasi yang dilaksanakan di SD Negeri Jimbaran Wetan, Kabupaten Sidoarjo. Pelaksanaan kegiatan menerapkan pendekatan edukatif partisipatif yang mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi disampaikan menggunakan metode yang interaktif melalui presentasi, pemutaran video edukatif, diskusi, serta sesi tanya jawab. Pokok bahasan yang diberikan meliputi pengenalan anggota tubuh, identifikasi area tubuh yang bersifat pribadi, pemahaman mengenai situasi yang aman maupun berisiko, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi diri. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, sebagian besar peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep keamanan tubuh. Siswa mampu mengenali bagian tubuh yang bersifat pribadi, membedakan kondisi yang aman dan yang perlu diwaspadai, serta memahami tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi yang berpotensi mengancam keselamatan diri. Program ini menghasilkan bentuk edukasi yang sistematis dan disesuaikan dengan karakteristik anak sekolah dasar sehingga dapat memperkuat kesadaran, menumbuhkan keberanian dalam menjaga diri, serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.
Penguatan Penerapan Protokol Stop, Call, Wait (SCW) dalam Pengendalian Product Defect pada Lini Produksi Industri Komponen Otomotif Ivan Wirahadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i2.373

Abstract

Barang Not Good (NG) dan reject adalah bentuk pemborosan (waste) yang berdampak pada peningkatan biaya produksi, baik dari sisi pemakain bahan baku maupun jam kerja, serta potensi terjadinya klaim pelanggan pada industri komponen otomotif. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman operator produksi terkait penerapan protokol Stop, Call, Wait (SCW) sebagai salah satu mekanisme pengendalian potensi kegagalan produksi dalam tahap awal (proses produksi). Kegiatan dilakukan pada salah satu perusahaan industri komponen otomotif yang dilakukan dalam tiga tahapan yaitu observasi, penyuluhan dan simulasi lapangan serta evaluasi kegiatan. Materi disampaikan melalui Kampanye Program Perusahaan (KPP) dengan penekanan pada peran operator, leader dan quality control. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra terhadap pentingnya SCW Ketika ditemukan kondisi abnormal, hal ini juga ditandai dengan meningkatnya koordinasi antar bagian serta mendorong terbentuknya budaya kerja yang responsif terhadap problem kualitas. Pendampingan ini diharapkan mampu mendukung perusahaan dalam menekan pemborosan material, pemborosan jam kerja akibat rework, serta peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya.
Edukasi Bahaya Penyalahgunaan Narkotika Melalui Vape Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Desa Bumijaya Cahyo Tri Wicaksono; Lutfiana Edista; Dina Khairuna Siregar; Muhamad Daffa Syadat; Aldo Rifaldo; Lauda Amalia; Neza Aini Rahmawati; Andika Rifaldi; Muhamad Bintang Maulana; Nadya Putri Ramadina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i2.377

Abstract

Penyalahgunaan narkotika melalui rokok elektronik (vape) menjadi salah satu modus baru yang berkembang seiring kemajuan teknologi dan meningkatnya penggunaan vape di masyarakat. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai bahaya, dampak kesehatan, dan konsekuensi hukum penyalahgunaan vape yang mengandung narkotika mendorong dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Bumijaya mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika melalui vape. Sosialisasi edukasi hukum dan kesehatan dilaksanakan kepada 50 peserta menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan dengan pemberian 10 pertanyaan secara lisan kepada peserta yang dipilih secara acak. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perkembangan modus penyalahgunaan narkotika melalui vape, dampak kesehatan, aspek hukum, serta langkah pencegahannya. Integrasi materi kesehatan dan hukum dapat menjadi salah satu pendekatan edukasi preventif dalam mendukung Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika.
Model Edukasi Digital Marketing untuk Penguatan Personal Branding Siswa SMA Muhammadiyah 25 Pamulang Melvin Zakri; Juhaeri Juhaeri; Ali Mubarok
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i2.378

Abstract

Di era transformasi digital yang masif, pemanfaatan media sosial oleh generasi muda tidak lagi sekadar sarana hiburan, melainkan instrumen strategis dalam membangun personal branding (pencitraan diri personal) yang positif dan bernilai ekonomi. Namun, mayoritas siswa sekolah menengah atas belum memiliki pemahaman komprehensif mengenai digital marketing (pemasaran digital) yang beretika dan terstruktur. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis riset kualitatif ini bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi Model Edukasi Digital Marketing guna menguatkan personal branding siswa di SMA Muhammadiyah 25 Pamulang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang terintegrasi dengan kerangka kerja ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling (penarikan sampel bertujuan) yang melibatkan 30 siswa kelas XI dan XII, guru pembina, serta praktisi media sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interviews), diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion/FGD), observasi partisipatif, dan studi dokumentasi portofolio digital. Data dianalisis secara kualitatif-interaktif menggunakan teknik analisis tematik (thematic analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model edukasi yang diterapkan berhasil mentransformasi pemaknaan siswa dari pengguna media sosial pasif-rekreatif menjadi pembuat konten yang berorientasi nilai (value-driven content creators). Pembentukan personal branding siswa menguat melalui penguasaan narasi autentik, optimasi profil profesional (LinkedIn), serta pengintegrasian nilai-nilai etika Islam berupa siddiq (kejujuran) dan amanah (keterpercayaan) dalam mengelola rekam jejak digital mereka.
Pelatihan Ecoprint sebagai Upaya Meningkatkan Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan Siswa SD Negeri 006 Sungai Segajah Nur Suhada; Mohammad Ferry Irwansyah; Aldino Fajar Ramadhan; Eunike Elisabet Siregar; Siti Aisyah; Fitri Angraini; Muhammad Irsyad Fahmi; Raja Firdaus Al Rahman; Riska Amalia; Salma Safitri; Fenny Tamariska Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i2.379

Abstract

Desa Sungai Segajah, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau memiliki potensi tumbuhan lokal yang melimpah, namun pemanfaatannya oleh siswa sekolah dasar setempat masih minim, khususnya sebagai bahan pewarna alami untuk produk bernilai jual. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan teknik ecoprint kepada peserta didik kelas VI SD Negeri 006 Sungai Segajah sebagai cara memanfaatkan daun dan bunga di sekitar sekolah sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pre-test, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung pembuatan taplak meja ecoprint, dan post-test sebagai evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta didik mengenai konsep, manfaat, bahan, serta tahapan pembuatan ecoprint dibandingkan sebelum pelatihan. Peserta didik juga berhasil menghasilkan taplak meja dengan motif yang beragam sesuai kreativitas masing-masing, serta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian kearifan lokal dan pemanfaatan bahan alam di sekitar rumah, sekaligus membuka peluang ecoprint sebagai kegiatan ekonomi kreatif berbasis potensi desa. Ke depan, keterampilan ini berpotensi dikembangkan menjadi produk turunan seperti tas atau kerajinan bernilai jual yang dapat mendukung perekonomian keluarga peserta didik.
Penguatan Peran Guru dalam Pencegahan Bullying dan Kekerasan Seksual melalui Program KKN Arina Musfiroh; Fauzan Nurrahman Kurniawan; Nafha Kusuma Putri; Nur Aisyah Khoiril Aqilah; Fadhil Fath Alimi; Husna Maulida; Luluk Dwi Anggraini; Alfida Nuril Aini Effendi; Dimas Syahrul Kurniawan; Anggita Septi Syaharani; Isnaini Nur Azizah; Muhdi Muhdi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i2.380

Abstract

Bullying dan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan menuntut kesiapan guru untuk mengenali risiko, melakukan pencegahan, serta memberikan respons awal yang tepat. Program pengabdian ini dilaksanakan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata UIN Raden Mas Said Surakarta di MTs Tahfidzul Qur’an Al Husna, Desa Tambongwetan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten. Kegiatan bertujuan memperkuat pengetahuan dan kesiapan guru dalam menghadapi bullying dan kekerasan seksual terhadap peserta didik. Sasaran kegiatan terdiri atas 14 guru dan 1 tenaga kependidikan. Pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan pihak madrasah, seminar edukatif, diskusi, tanya jawab, studi kasus, dan evaluasi. Seluruh peserta hadir sehingga capaian kehadiran mencapai 100%, sedangkan diskusi berlangsung aktif dengan pertanyaan yang berkaitan dengan tanda awal, langkah penanganan, serta komunikasi dengan orang tua. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai bentuk dan dampak kekerasan, deteksi dini, komunikasi yang aman, serta pentingnya koordinasi dalam perlindungan peserta didik. Luaran kegiatan berupa penguatan kapasitas guru dan kesepakatan untuk membangun lingkungan madrasah yang aman, nyaman, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan anak. Keunggulan kegiatan terletak pada penggunaan pendekatan partisipatif yang menghubungkan materi dengan pengalaman dan situasi yang mungkin dihadapi guru.
Pemanfaatan Limbah Kotoran Hewan dan Ampas Kopi melalui Inovasi KOHEPI sebagai Kompos Organik di Desa Banjarsari, Kandangan, Temanggung Muhammad Iqbal Maulana; Anisa Rahma Fitriyani; Areta Widya Puri; Anas Sholihin; Aulia Zahira Shofa; Nindya Atisa Amarose; Nathalia Stevanny Lutfyandhita Putri; Erda Erilianti Putri; Aldi Naufal Adhan; Laksmi Widya Awalia; Aulya Ilmiawaty Marhisa Amin; M Aris Pujiyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i2.384

Abstract

Limbah kulit kopi dan kotoran hewan di Desa Banjarsari, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan kedua jenis limbah tersebut menjadi kompos organik melalui inovasi KOHEPI. Kegiatan dilaksanakan pada 2 Agustus 2026 dengan sasaran perwakilan kelompok tani di Desa Banjarsari menggunakan metode penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung. Peserta terlibat dalam proses pencampuran kulit kopi, kotoran kambing, serasah, dolomit, bioaktivator, molase, dan air hingga tahap penutupan bahan untuk proses pengomposan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berpartisipasi dalam praktik pembuatan KOHEPI dan mengikuti tahapan pembuatan kompos menggunakan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Kegiatan juga menghasilkan rencana penerapan minimal satu pembuatan KOHEPI pada setiap dusun sebagai bentuk tindak lanjut. Inovasi KOHEPI memberikan alternatif sederhana dalam mengurangi limbah organik sekaligus meningkatkan nilai gunanya untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan, monitoring, dan pengujian kualitas kompos agar penerapannya dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.
Pemberdayaan Pengrajin Gerabah melalui Edukasi Perhitungan Harga Pokok Produksi dan Penetapan Harga Jual di Desa Bumijaya Kecamatan Ciruas Dina Khairuna Siregar; Ratu Ihda Inayatil Hayanah; Nadya Putri Ramadhina; Ida Aristiani; Lauda Amalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i2.387

Abstract

Desa Bumijaya, Kecamatan Ciruas, merupakan salah satu sentra industri kerajinan gerabah yang memiliki potensi ekonomi yang dimanfaatkan masyarakat setempat sebagai sumber penghasilan. Namun, dalam menjalankan usahanya, pengrajin gerabah mengalami kesulitan dalam menentukan harga pokok produksi (HPP) secara tepat.  Penentuan harga jual cenderung berdasarkan perkiraan, harga pasar atau harga yang diminta oleh penampung, sehingga pengrajin belum memiliki dasar dalam menentukan harga jual yang mencerminkan biaya produksi dan keuntungan yang diharapkan. Adapun tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan pengrajin dalam menghitung harga pokok produksi dan menentukan harga jual. Metode yang digunakan adalah edukasi dan pendampingan langsung kepada pengrajin dengan menggunakan data produksi gerabah. Hasil kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan pengrajin, seperti mampu mengidentifikasi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead, serta pengrajin memperoleh dasar perhitungan untuk menentukan harga jual. Melalui kegiatan ini, pengrajin diharapkan mampu menentukan harga jual secara lebih tepat berdasarkan biaya produksi yang dikeluarkan, sehingga dapat meningkatkan keberlanjutan dan daya saing industri kerajinan gerabah di Desa Bumijaya.
Implementasi Gerakan Peduli Lingkungan melalui Edukasi dan Penanaman Pohon Albasia di Desa Bumijaya Andika Rifaldi; Vini Hesti Alfianita; Dina Khairuna Siregar; Aditya Saputra; Ade Yuri Antika; Muhammad Daffa Shadat; Lutfiana Edista; Syahwa Al Fath Sabita; Elza Rachmawati; Ratu Ihda Inayatil Hayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i2.388

Abstract

Kerusakan lingkungan akibat deforestasi, alih fungsi lahan, permasalahan sampah, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan masih menjadi permasalahan yang dihadapi di berbagai wilayah pedesaan, termasuk Desa Bumijaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Bumijaya mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui edukasi dan penanaman pohon albasia (Falcataria moluccana). Kegiatan dilaksanakan pada 1 Agustus 2026 di Desa Bumijaya, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, dengan melibatkan 50 peserta yang terdiri atas masyarakat umum, ibu rumah tangga, anggota karang taruna, dan aparatur desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, evaluasi pengetahuan, serta aksi penanaman pohon. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test secara lisan yang masing-masing terdiri atas 10 pertanyaan. Skor dihitung berdasarkan jumlah jawaban benar dari 10 pertanyaan dan disajikan dalam bentuk skor rata-rata peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 4 jawaban benar pada pre-test menjadi 10 jawaban benar pada post-test. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan edukasi. Selain itu, sebanyak 100 bibit pohon albasia dibagikan kepada masyarakat untuk ditanam dan dirawat secara mandiri serta ditanam Bersama pada beberapa titik di Desa Bumijaya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan aksi penanaman dapat menjadi bentuk gerakan peduli lingkungan yang mendorong pengetahuan, kepedulian, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Inovasi Produk Gerabah Berbasis Tren Pasar Kontemporer dan Digitalisasi Pemasaran sebagai Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Bumijaya Ida Aristiani; Ratu Ihda Inayatil Hayah; Nadya Putri Ramadhina; Lauda Amalia; Dina Khairuna Siregar; Vini Hesti Alfianita; Neza Aini Rahmawati; Elza Rachmawati; Siti Adharia; Aldo Rivaldo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i2.392

Abstract

Desa Bumijaya dikenal sebagai desa wisata gerabah dengan mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai pengrajin gerabah yang usahanya diwariskan secara turun-temurun. Selama ini, pengrajin hanya berperan sebagai produsen, sementara aktivitas pemasaran sepenuhnya bergantung pada penampung yang membeli produk dengan harga rendah untuk kemudian dijual kembali kepada konsumen tetap. Ketergantungan pada rantai distribusi tersebut menyebabkan posisi tawar pengrajin lemah sehingga sulit menaikkan harga jual, meskipun volume pesanan tergolong tinggi, yang pada akhirnya membuat keuntungan yang diterima pengrajin tetap rendah. Selain itu, produk yang dihasilkan masih didominasi barang fungsional rumah tangga dan belum banyak berinovasi mengikuti gaya hidup modern. Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) pada bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat ini bertujuan untuk mendorong inovasi produk gerabah yang lebih variatif, seperti produk dekoratif dan sovenir fungsional (misalnya magnet kulkas), serta membangun kanal pemasaran digital berbasis media sosial agar pengrajin dapat menjual produk secara mandiri tanpa sepenuhnya bergantung pada penampung. Metode pelaksanaan meliputi observasi dan wawancara terhadap pengrajin, pendampingan pengembangan desain produk baru, serta pelatihan pembuatan dan pengelolaan akun media sosial sebagai sarana promosi. Hasil kegiatan menunjukkan bertambahnya variasi produk gerabah yang lebih adaptif terhadap tren pasar, meningkatnya pemahaman pengrajin mengenai pemasaran digital, serta terbukanya peluang jalur pemasaran alternatif di luar sistem penampung. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal yang memperkuat posisi tawar pengrajin gerabah dan mendorong keberlanjutan usaha secara lebih adil dan menguntungkan.