cover
Contact Name
Sularno
Contact Email
soelarno@unidha.ac.id
Phone
+6288270875130
Journal Mail Official
jurnal.ittc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran dalam no.24d, Kota Padang, Sumatera Barat 25112
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Published by CV ITTC Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30631467     DOI : https://doi.org/10.62379/jipk
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | ISSN (E): 3063-1467 merupakan jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel bidang psikologi dan kesehatan. Jurnal ini terbit setiap tiga bulanan, yakni bulan Januari, April, Juli, dan Oktober. Adapun cakupan dari jurnal ini antara lain: Bidang Psikologi: Psikologi Pendidikan, Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, dan Psikologi Sosial. Bidang Kesehatan: Ilmu kedokteran, ilmu keperawatan, ilmu kebidanan, farmasi, dan ilmu gizi.
Articles 288 Documents
Review: Hubungan Gaya Hidup Modern dengan Risiko Polycystic Ovary Syndrom (PCOS) pada Remaja Yeti Mareta Undaryati; Natasyah Anggu; Nurul Syafikah; Risma Tarakanita; Fitri Ramadhani; Asti Asti
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i1.2158

Abstract

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan gangguan endokrin yang banyak ditemukan pada remaja perempuan dan berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi serta metabolik. Artikel review ini bertujuan untuk menelaah keterkaitan antara gaya hidup modern dan risiko terjadinya PCOS pada remaja berdasarkan berbagai temuan ilmiah terkini. Gaya hidup modern yang ditandai dengan tingginya penggunaan perangkat digital, pola makan yang kurang seimbang, serta rendahnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko obesitas dan resistensi insulin. Kedua kondisi tersebut berperan dalam peningkatan produksi androgen yang dapat mengganggu proses ovulasi dan fungsi reproduksi. Hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup melalui penerapan pola makan sehat, peningkatan aktivitas fisik, dan pengendalian berat badan mampu memperbaiki kondisi hormonal dan metabolik pada remaja dengan PCOS. Oleh karena itu, penerapan gaya hidup sehat sejak usia remaja penting untuk mengurangi risiko terjadinya PCOS serta mencegah komplikasi di masa mendatang.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Gel Moisturizer Dari Ekstrak Buah Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) dengan Variasi Konsentrasi Rada Angelina Putri; Rustam T; Wahyuni L. Ode
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i1.2159

Abstract

Guava Pineapple (Ananas comosus (L.) Merr.) contains vitamin C, flavonoids, phenolic compounds, and bromelain, which have the potential to be used in cosmetic preparations. This study aimed to formulate pineapple extract into a moisturizing gel and evaluate the physical characteristics of the resulting preparation. The pineapple extract was formulated in three formulas with concentrations of 5%, 10%, and 15%. The resulting formulations were evaluated for organoleptic properties, homogeneity, pH, spreadability, adhesion, irritation, and stability. The results showed that all formulas met the physical evaluation requirements. The formulation was a semi-solid, homogeneous gel with a pH of 5, a spreadability of 5.2–5.8 cm, an adhesion of 4.2–5.1 seconds, non-irritating, and stable during storage. The conclusion of this study is that pineapple (Ananas comosus (L.) Merr.) extract can be formulated into a moisturizing gel that meets the physical quality requirements of the preparation.
Strategi Advokasi Kesehatan untuk Percepatan Penurunan Stunting: Studi Literatur Review Miftahurrahmah El Hayatli; Annisa Annisa; Nabila Fitri; Nur Atikah Sari Br Rambe; Naufal Allamsyah
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i1.2165

Abstract

Stunting is a public health issue in Indonesia that requires comprehensive intervention through the involvement of various stakeholders. Health advocacy plays a crucial role in building policy commitment, strengthening cross-sectoral coordination, and increasing community participation in accelerating the reduction of stunting. This study aims to identify and analyze various health advocacy strategies implemented to accelerate the reduction of stunting. The study employed a literature review method with a descriptive approach. Data sources were obtained from relevant national journals through a search on the Google Scholar database using the keywords “health advocacy” and “stunting reduction strategies.” Literature selection was based on inclusion criteria, namely scientific articles discussing advocacy strategies or efforts to reduce stunting, published between 2020 and 2025, and available in full text. The exclusion criteria included articles that were irrelevant to the topic, incomplete, or lacked clear sources and data. The results of the review of the ten articles indicate that the most commonly implemented advocacy strategies include advocating with the government to secure policy and budgetary support, strengthening cross-sectoral coordination, empowering communities through community health workers and integrated health posts (posyandu), nutrition education, utilizing communication media, and interventions during the first 1,000 Days of Life (HPK). These strategies have been shown to support increased stakeholder commitment and the effectiveness of stunting prevention programs. Thus, integrated, sustainable, and evidence-based health advocacy is a critical factor in accelerating the reduction of stunting in Indonesia.
Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Pada Pasien Dengan Diagnosa Community-Aquired Pneumonia (Cap) Diruangan Rawat Inap Paru Rsud Padang Panjang Bella Sakina; Hilma Yessi; Linda Marni; Debby Silvia Dewi
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i1.2175

Abstract

Community-Acquired Pneumonia (CAP) merupakan infeksi akut pada parenkim paru yang diperoleh di luar fasilitas pelayanan kesehatan dan masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia. Menurut World Health Organization (WHO), pneumonia menyebabkan sekitar 740.180 kematian pada tahun 2021. Di Indonesia, prevalensi pneumonia pada tahun 2020 mencapai 39,38%, sedangkan di Provinsi Sumatera Barat prevalensi pneumonia pada balita meningkat dari 17,6% pada tahun 2023 menjadi 19,5% pada tahun 2024. Berdasarkan data Rekam Medis RSUD Padang Panjang tahun 2025, pneumonia menempati urutan pertama penyakit rawat inap terbanyak dengan 295 kasus (18,58%). Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dengan CAP di Ruang Rawat Inap Paru RSUD Padang Panjang Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami sesak napas, batuk berdahak sulit dikeluarkan, gangguan tidur, dan kelemahan fisik. Diagnosis keperawatan yang ditemukan yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, intoleransi aktivitas, gangguan pola tidur, dan risiko infeksi. Intervensi yang diberikan meliputi latihan batuk efektif, manajemen jalan napas, manajemen energi, dukungan tidur, dan pencegahan infeksi. Hasil evaluasi menunjukkan kondisi pasien membaik ditandai dengan berkurangnya sesak napas, sputum lebih mudah dikeluarkan, pola tidur membaik, dan aktivitas meningkat. Asuhan keperawatan yang komprehensif berperan penting dalam mempercepat proses pemulihan pasien CAP. Disarankan kepada perawat untuk terus memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berbasis bukti, serta kepada pasien dan keluarga untuk berpartisipasi aktif dalam pengobatan dan upaya pencegahan guna mengurangi risiko komplikasi dan kekambuhan penyakit.  
Dinamika Pengasuhan Bersama Pasca-Perceraian terhadap Kesejahteraan Psikologis Anak: Systematic Literature Review Faras Salsabila;  Afiqah Khairunnisa; Adinda Putri Salisanasti;  Joana Deswita; Deliza Syiva Salsabila Nursyam; Rahmadianti Aulia
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i1.2176

Abstract

This study aims to synthesize previous research findings on the impact of co-parenting quality on children's psychological well-being in divorced families through a systematic literature review approach. The literature search was conducted across five databases (PubMed, SAGE Journals, ScienceDirect, Springer, and Google Scholar), yielding 405 articles (2017–2026), which were then screened based on inclusion and exclusion criteria. The synthesis results show that co-parenting quality, which includes cooperation, effective communication, and low conflict, is positively related to children's psychological well-being, covering mental health, self-esteem, quality of life, autonomy, sense of belonging, and attachment. Co-parenting effectiveness is influenced by parents' emotional conditions, post-divorce conflict levels, and custody arrangements. These findings confirm that children's psychological well-being is the result of the interaction between co-parenting quality and parental psychological conditions. Divorced parents need to maintain healthy cooperation and communication to minimize the negative impact of divorce on their child's growth and development.
Update Terkini Endometriosis: Patofisiologi, Dampak Fertilitas, Kualitas Hidup, dan Penatalaksanaan Zahra Rantika; Ajeng Ramadani; Lara Lara; Harmy Hapsari; Rachel Zahwa Alyscha Alfaerhie; Yeti Mareta Undaryati
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i1.2200

Abstract

Endometriosis is a chronic, estrogen-dependent inflammatory disease defined by the presence of endometrium-like tissue growing outside the uterine cavity. Affecting an estimated 6–15% of women of reproductive age worldwide, the condition is frequently diagnosed with a delay exceeding a decade from symptom onset. This review synthesizes current scientific evidence on the pathophysiology, inflammatory mechanisms, causative factors, and the impact of endometriosis on female fertility and psychosocial wellbeing, while also examining emerging management strategies. A systematic literature search was conducted across PubMed, Medline, Embase, the Cochrane Library, and Web of Science, selecting full-text English-language articles published between 2021 and 2025. Findings indicate that endometriosis is not merely a localized pelvic disorder but a systemic neuro-inflammatory syndrome whose pathogenesis encompasses retrograde menstruation, estrogen dominance, progesterone resistance, and epigenetic dysregulation involving DNA methylation, histone modification, and microRNA dysregulation. Fertility impairment occurs through layered mechanisms including pelvic adhesion formation, reduced oocyte quality, and implantation failure, while persistent chronic pain drives clinically significant depression, anxiety, and productivity loss. Promising current management approaches include combined hormonal therapy, molecular-targeted agents, and structured physical activity programs demonstrated to improve patient quality of life. This review concludes that endometriosis management requires a multidisciplinary strategy oriented toward fertility preservation and long-term quality of life improvement.
Mekanisme, Polimer, dan Aplikasi Klinis Gastroretentive Drug Delivery System: Sebuah Tinjauan Pustaka Putri Tri Hartini; Zia Azzahra; Annisa Aulia Larasati; Fidela Atha Yusli; Inggrid Rista Listanti
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 2 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i2.2206

Abstract

Sediaan oral konvensional sering kali menghadapi tantangan fisiologis seperti waktu pengosongan lambung yang cepat (gastric emptying time), variasi pH, dan degradasi enzimatik, yang menyebabkan rendahnya bioavailabilitas dan tingginya frekuensi pemberian dosis. Sebagai solusi inovatif, Gastroretentive Drug Delivery System (GRRDS) dikembangkan untuk memperpanjang waktu tinggal sediaan di lambung, sehingga meningkatkan efektivitas terapi dan kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme dasar retensi lambung, variasi polimer dan eksipien, serta aplikasi klinis terkini dari GRRDS. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif non-eksperimental mengikuti protokol PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect terhadap artikel terbitan tahun 2022–2026, di mana 30 artikel terpilih dianalisis berdasarkan mekanisme retensi, eksipien polimer, metode evaluasi, dan aplikasi klinis. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa mekanisme floating system mendominasi penelitian karena efisiensinya dalam mempertahankan posisi sediaan di lambung. Penggunaan polimer seperti Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC), natrium alginat, dan kitosan merupakan komponen kunci dalam mengatur pelepasan obat secara terkendali (sustained release). Evaluasi sediaan umumnya mencakup pengujian disolusi in vitro, uji floating, serta karakterisasi fisikokimia menggunakan SEM dan FTIR. Secara klinis, GRRDS terbukti efektif untuk terapi lokal seperti eradikasi Helicobacter pylori dan pengobatan ulkus lambung, serta optimal untuk obat dengan jendela absorpsi sempit (narrow absorption window), yang berkontribusi nyata pada peningkatan bioavailabilitas dan pengurangan efek samping.
Homoseksualitas Remaja Laki Laki di Kalangan Generasi Muda Al’Zahra Auliyaa; Josephine Meidjia Da Cunha; Putri Agilo; Silviana Nazwa Safitri; Vesa Elvina; Yeti Mareta Undaryati
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 2 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i2.2207

Abstract

Homoseksualitas pada remaja pria merupakan fenomena sosial yang terus menarik perhatian di Indonesia karena berkaitan dengan berbagai aspek seperti budaya, agama, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk membahas fenomena homoseksualitas di kalangan generasi muda melalui kajian berbagai sumber literatur mengenai faktor penyebab, dampak, pandangan masyarakat, serta upaya penanganannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai jurnal dan sumber ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa homoseksualitas dipengaruhi oleh faktor biologis, psikologis, dan lingkungan sosial yang saling berkaitan. Dampak yang ditimbulkan mencakup aspek kesehatan berupa peningkatan risiko penyakit menular seksual, aspek psikologis berupa stres dan rendahnya kepercayaan diri, aspek sosial berupa stigma dan diskriminasi, serta aspek pendidikan berupa bullying dan penurunan prestasi akademik. Pandangan masyarakat terhadap homoseksualitas beragam, mulai dari penolakan berdasarkan nilai agama dan budaya hingga penerimaan berdasarkan hak asasi manusia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, layanan bimbingan dan konseling dengan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dapat digunakan untuk membantu individu mengembangkan pola pikir yang lebih rasional dan adaptif. Dengan demikian, pemahaman yang komprehensif diperlukan agar masyarakat dapat menyikapi fenomena ini secara objektif berdasarkan kajian ilmiah.
Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Pada Pasien Dengan Ulkus Diabetikum Di Ruang Interne Pria RSUP Dr. M. Djamil Padang Sigit Irman; Kheniva Diah Anggita; Aulia Asman; Mike Asmaria
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 2 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i2.2211

Abstract

Diabetic ulcers are one of the chronic complications of diabetes mellitus, characterized by the presence of wounds on the skin surface of individuals with diabetes mellitus. Diabetic ulcers occur due to disorders of the peripheral arterial blood vessels triggered by elevated blood glucose levels above normal values. The number of people with diabetes mellitus in Indonesia is estimated to reach 19.5 million adults, with the prevalence of diabetic ulcers ranging from 7% to 15%. Data from the Padang City Health Office in 2022 show that the number of diabetes mellitus patients ranges from 6,000 to 8,000, with the prevalence of diabetic ulcers around 10–20%. This study aims to provide medical-surgical nursing care for patients with diabetic ulcers at RSUP Dr. M. Djamil Padang. The subject of this case study is Mr. A, who was treated in the male internal medicine ward. The method used was direct observation to identify the patient’s problems. The nursing problems identified included acute pain, impaired skin or tissue integrity, unstable blood glucose levels, and ineffective peripheral perfusion. After five days of implementation, most of the nursing problems were resolved. Patients and their families are advised to maintain a healthy lifestyle, especially dietary patterns, to prevent worsening of the condition.
Tinjauan Metode Granulasi Basah dalam Formulasi Tablet Effervescent Linda Khafidho Nur Khasanah; Cholifatus Shahroh; Aprillia Cahyaningtyas; Selviana Eka Rahma Nilasari; Rimba Setia Buana Khanza Arifin; Dewi Rahmawati
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 2 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i2.2213

Abstract

Effervescent tablets are one of the pharmaceutical dosage forms widely developed due to their ability to enhance dissolution rate, bioavailability, and patient compliance, especially for individuals who have difficulty swallowing conventional tablets. In the formulation of effervescent tablets, an appropriate powder processing method is required to produce granules with optimal physical properties, one of which is the wet granulation method. This study aims to comprehensively review the role of wet granulation in the formulation of effervescent tablets based on literature from various scientific journals. The method used in this study is a Systematic Literature Review (SLR), with data sources obtained from electronic databases such as Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect within the last 5–10 years. The results of the review indicate that wet granulation improves powder flowability, compressibility, and content uniformity. In addition, this method enhances the mechanical strength of tablets and improves dissolution characteristics, resulting in better quality effervescent tablets. However, wet granulation also has limitations, particularly its sensitivity to moisture, which may trigger premature effervescent reactions, as well as its relatively complex manufacturing process. In conclusion, wet granulation is an effective method for the formulation of effervescent tablets when process parameters and material selection are properly optimized.