cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Front Cover, Editorial Information, Table of Content, Author Guideline, Back Cover Journal Editor
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i5.2145

Abstract

Profil Peresepan Fall Risk Medicine pada Pasien Lanjut Usia di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih: Prescribing Profile of Fall Risk Medicines for Geriatric Patients at Islam Cempaka Putih Hospital in Jakarta Fadillah, Aditya Nur; Safrina, Ulya; Nida, Khairun; Fajri, Purnama; Kurniawan, Adin Hakim
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i3.2148

Abstract

In general, older adults will experience physical and psychological changes, which can cause physical problems, such as falls. Another cause that increases the risk of falls in the elderly is using fall-risk medication (FRM). Elderly people who take >5 types of medication (polypharmacy) have a greater chance of falls. This study aimed to determine the profile of drug use that can potentially cause falls in the elderly. This study used a retrospective design. Data was collected at the Outpatient Installation of the Cempaka Putih Islamic Hospital. The sampling technique used was convenience sampling. The samples studied were 107 patients. Data comes from patient medical records and medication history at the Pharmacy Installation in October-December 2022. 91 patients (85.05%) of 107 used fall-risk medication (FRM). Respondents were dominated by women (52.34%) in the age category 60-74 years (elderly). The majority of patients did not have comorbidities (53.85%). The drugs frequently prescribed are cardiovascular drugs (71.96%), namely antihypertensives (66.36%). 71 patients (66.36%) used FRM, included in the low-risk category, and as many as 20 patients (18.69%) used FRM in the high-risk category. 27 patients were still using FRM ?6 drugs (25.23%). The use of FRM is still relatively high, and it is necessary to evaluate the risks and benefits of its use to prevent falls. Keywords:          Fall, Fall risk medicine, elderly   Abstrak Lanjut usia secara umum akan mengalami perubahan kondisi fisik dan psikis, sehingga dapat menyebabkan masalah fisik, seperti jatuh. Penyebab lain yang meningkatkan resiko jatuh pada lansia adalah penggunaan fall risk medicines (FRM). Lansia yang mengonsumsi >5 jenis obat (polifarmasi) memiliki resiko jatuh lebih besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan obat yang berpotensi menyebabkan jatuh (fall risk medicines) pada lansia. Penelitian ini menggunakan rancangan design retrospektif. Pengambilan data dilakukan di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Cempaka Putih. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Sampel yang diteliti sebanyak 107 pasien. Data bersumber dari rekam medis pasien dan dari riwayat pengambilan obat di Instalasi Farmasi pada bulan Oktober-Desember Tahun 2022. Terdapat 91 pasien (85,05%) dari 107 pasien yang menggunakan fall risk medicines (FRM). Responden didominasi oleh perempuan (52,34%) dengan kategori usia 60-74 tahun (elderly). Mayoritas pasien tidak memiliki komorbid (53,85%). Golongan obat yang sering diresepkan adalah obat kardiovaskular (71,96%), yaitu antihipertensi (66,36%). Sejumlah 71 pasien (66,36%) menggunakan FRM yang termasuk dalam kategori risiko rendah dan sebanyak 20 pasien (18,69%) menggunakan FRM dalam risiko tinggi. 27 pasien masih menggunakan FRM ?6 obat (25,23%). Penggunaan FRM yang masih cukup tinggi perlu dievaluasi resiko dan manfaat penggunaannya untuk mencegah kejadian jatuh. Kata Kunci:         Jatuh, fall risk medicine, lansia
Hubungan Tingkat Kepatuhan dan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi di RSUD H. A. Sulthan Daeng Radja Bulukumba: The Relationship Between Adherance and Quality of Life Hypertension Patients in RSUD H. A. Sulthan Daeng Radja Bulukumba Musdar, Tamzil Azizi; Junita, Nurfitria; Asjur, Asti Vebriyanti; Saputro, Syaifullah; Hasmar, Wahyu Nuraini; Santi, Elvira; Ikhsan, Mifta Khaerti; Latu, Saparuddin; Supardi, Nurjannah; Firdaus, Firdaus
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i4.2151

Abstract

Hypertension is the fourth cause of premature death in several developed and developing countries. The success rate of therapy is greatly influenced by the level of compliance in the treatment of hypertension. This study aims to determine the level of compliance and quality of life of hypertension patients at RSUD H.A Sulthan Daeng Radja Bulukumba. The research was carried out in an observational manner with a descriptive analysis design and cross-sectional data collection, namely the Hypertension Patient Questionnaire. The method for collecting data for this research is in the form of secondary data, namely by asking questions to patients and then analyzing them qualitatively, including name, age, gender, education and occupation. The results of the study showed that the age that most experienced hypertension was age ?60 with a percentage of (41.8%), the largest gender was male, totaling 29 people with a percentage of (52.7%), with the highest level of education. is elementary school, numbering 22 people with a percentage of (39.6%), and the highest employment status is farmers, numbering 38 people with a percentage of (69.1%), thus hypertension is mostly experienced by male patients, age category, education level, and occupation are very influential based on knowledge which is in line with the literature Keywords:          Hypertension, Adherance, Quality of Life, Questionnaiare   Abstrak Hipertensi menjadi penyebab keempat kematian dini di beberapa negara maju dan berkembang. Tingkat keberhasilan terapi sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan dalam pengobatan penyakit hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Kepatuhan dan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi di RSUD H.A Sulthan Daeng Radja Bulukumba. Penelitian dilakukan dengan cara observasional dengan rancangan analisis deskriptif dan pengambilan data secara cross sectional yaitu kuesioner Pasien Hipertensi. Cara pengumpulan data penelitian ini berupa data sekunder yaitu dengan menggunakan pertanyaan pada pasien kemudian dianalisa secara kualitatif yang meliputi nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur yang paling banyak mengalami penyakit hipertensi yaitu umur ?60 dengan persentase sebesar (41,8%), jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki yang berjumlahkan 29 orang dengan persentase sebesar (52,7%), pada tingkat pendidikan terbanyak adalah SD yang berjumlah 22 orang dengan persentase sebesar (39,6%), dan pada status pekerjaan terbanyak yaitu petani yang berjumlah 38 orang dengan persentase sebesar (69,1%), dengan demikian penyakit hipertensi yang paling banyak dialami oleh pasien laki-laki, kategori umur, tingkat pendidikan, serta pekerjaan sangat berpengaruh dengan dilandasi pengetahuan dimana sejalan dengan literatur Kata Kunci:         Hipertensi, Kepatuhan dan Kualitas Hidup, Kuesioner
Karakterisasi Nanoselulosa dari Tandan Kosong Aren (Arenga pinnata) sebagai Filler dalam Pembuatan Tisu: Characterization of Nanocellulose from Empty Bunches of Aren (Arenga pinnata) as Filler in Tissue Manufacturing Nurdin, Widhi Mulya; Irmawati, Irmawati; Alwan, La Ode Muhamad; Haeruddin, Haeruddin
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i1.2156

Abstract

The high demand for tissue made from wood as the main raw material has led to the shrinkage of Indonesian forests. Nanocellulose from empty palm bunches was prepared in this study by delignification, hydrolysis and ultrasonication in order to obtain the optimum ultrasonification time. Time variations were 15 min, 30 min and 45 min at 50°C. FTIR analysis showed wavelengths for ?-cellulose functional groups of empty palm bunches, namely O-H groups at 3042.43 cm-1, C-H at 2900.94 cm-1 and C-O at 1049.28cm-1. FE-SEM analysis showed that nanocellulose with 45 min ultrasonification time has a particle size that meets the criteria of nanoparticles. The addition of nanocellulose in napkins increased the thickness and water absorption, with the addition of 6 g of nanocellulose giving the most significant results. With further research, the utilization of TKA in the tissue industry can help to reduce pressure on forests and provide a sustainable alternative for tissue production. Keywords:          Nanocellulose, Aren Empty Bunch, Filler   Abstrak Tingginya permintaan tisu yang terbuat dari kayu  sebagai bahan baku utamanya telah menyebabkan penyusutan hutan Indonesia. Nanoselulosa tandan kosong aren dibuat dalam penelitian ini melalui proses delignifikasi, hidrolisis dan ultrasonifiasi dengan tujuan untu mendapatkan waktu ultrasonifikasi yang optimum. Metode penelitian yang digunakan meliputi proses delignifikasi, hidrolisis asam serta ultrasonifikasi. Variasi waktu yang dilakukan 15 menit, 30 menit dan 45 menit pada suhu 50oC. Hasil analisis FTIR menunjukkan  panjang gelombang untuk gugus fungsi ?-selulosa tandan kosong aren yaitu gugus O-H pada daerah 3042,43 cm-1, C-H pada 2900,94 cm-1 dan C-O 1049,28cm-1 . Hasil analisis FE-SEM menunjukkan bahwa nanoselulosa dengan lama waktu ultrasonifikasi 45 menit memiliki ukuran partikel yang memenuhi kriteria nanopartikel. Penambahan nanoselulosa dalam tisu napkins meningkatkan ketebalan dan daya serap air, dengan penambahan 6 gr nanoselulosa memberikan hasil yang paling signifikan. Dengan penelitian lebih lanjut, pemanfaatan TKA dalam industri tisu dapat membantu mengurangi tekanan terhadap hutan dan menyediakan alternatif yang berkelanjutan untuk produksi tisu. Kata Kunci:         Nanoselulosa, Tandan Kosong Aren, Filler
Desain Primer Gen dapD dari Bakteri Escherichia coli untuk Seleksi Bebas Antibiotik: Primer Design of dapD Gene from the Escherichia coli for Selection of Antibiotic-Free Bahar, Zulhaerana
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i1.2164

Abstract

The dapD gene codes for the DapD enzyme, which plays a role in the lysine biosynthesis pathway, where deletion and mutation of this gene is lethal for bacteria, so it can be used for an antibiotic-free selection system. This research aims to design primers for the dapD gene that can amplify this gene in Escherichia coli for detection and confirmation in developing an antibiotic-free transformant selection system. Primer design was carried out in silico using the NCBI Primer Blast program. The dapD gene sequence was obtained from NCBI GenBank (NC_002695.2). This research has succeeded in obtaining the sequence of a pair of primers (forward and reverse) with a length of 20 oligonucleotides each; Tm of forward primer 59.97°C and reverse primer 59.83°C; %GC 50; dimer at the 3' end of forward primer 0 and reverse primer 2; and self-complementary 4. The dapD gene with a size of ± 800 bp was successfully amplified using the PCR technique and confirmed using 1% agarose electrophoresis. Keywords:          primer, PCR, dapD, Escherichia coli, antibiotic-free selection system   Abstrak Gen dapD mengkode enzim DapD yang berperan pada jalur biosintesis lisin, dimana delesi dan mutasi dari gen ini bersifat letal bagi bakteri sehingga dapat digunakan untuk sistem seleksi bebas antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain primer gen dapD yang dapat digunakan untuk mengamplifikasi gen tersebut pada Escherichia coli sehingga dapat digunakan untuk deteksi dan konfirmasi pada pengembangan sistem seleksi transforman bebas antibiotik. Desain primer dilakukan secara in silico menggunakan program NCBI Primer Blast. Sekuens gen dapD diperoleh dari GenBank NCBI (NC_002695.2). Penelitian ini telah berhasil memperoleh sekuen sepasang primer (forward dan reverse) dengan panjang masing-masing adalah 20 oligonukleotida; Tm primer forward 59,97°C dan primer reverse 59,83°C; %GC 50; dimer pada ujung 3’ primer forward 0 dan primer reverse 2; dan self-complementary 4. Gen dapD dengan ukuran ± 800 pb berhasil diamplifikasi pada teknik PCR dan dikonfirmasi menggunakan elektroforesis agarosa 1%. Kata Kunci:         primer, PCR, dapD, Escherichia coli, sistem seleksi bebas antibiotik
Determination of Catechin Content in Green and Black Tea (Camellia sinensis L.) by UV-Vis Spectrophotometric Method Nafisah, Umi; Dewi, Aptika Oktaviana Trisna; Lulu, Anes Aisna Hana
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i1.2166

Abstract

Tea is one of the most commonly consumed beverages around the world. The chemical compounds contained in tea have a good effect on health because they contain polyphenolic compounds, catechins. This study examined the catechin compound content of black tea and green tea from Karanganyar (A) and Malang (B). This research aims to determine the differences in catechin levels in black and green tea types in Malang, East Java, and Karanganyar, Central Java plantations. The research method used was experimental. Identification of catechin content was done using UV-Vis Spectrophotometry method. Tea is extracted by brewing, 4 grams of green tea is brewed using distilled water for 6 minutes, while 5.6 grams of black tea is brewed using distilled water for 10 minutes with the comparison used is pure catechin solution. The results obtained for green tea Karanganyar (A) had a catechin content of 3.61±0.083%, green tea Malang (B) had a level of 2.97±0.037%, black tea Karanganyar (A) had a level of 3.14±0.065%, and black tea Malang (B) had a level of 1.60±0.009%. It is concluded that the catechin content of green tea is higher than black tea, and of the two samples, the high catechin content comes from Karanganyar (A). Keywords:          catechins, green tea, black tea, malang, karanganyar
Pengaruh Pemberian Terapi Komplementer Jinten Hitam (Nigella sativa) terhadap Kadar SGPT Pada Pasien Hipertensi di Desa Sodo Kecamatan Pakel: Effect of Black Cumin Compementary (Nigella sativa) on SGPT Levels Hypertensive Patiens at Sodo Village, Pakel District Khakim, Lukmanul; Santoso, Arif; Martha, Rahma Diyan; Huda, Choirul; Muadhifah, Afidatul
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i3.2174

Abstract

Hypertension is a disease that requires long-term medical therapy. Among the complications caused by hypertension is fatty liver. The aim of this research was to determine the effect of complementary administration of black cumin (nigella sativa) on SGPT levels. The experimental research method uses Randomized Controlled Trial (RCT). Randomization of samples used a random sampling method and patients with a diagnosis of hypertension were divided into two groups. The control group was given placebo therapy 2x2 capsules a day, while the treatment group was given black cumin capsule therapy 2x2 capsules a day. This research was carried out for 30 days by measuring SGPT levels on days 0 and 31. The results of sociodemographic data analysis show that hypertension sufferers are more likely to be in the age range 55-65 years, female gender, primary school education, work as a housewife, suffering < 2 years, the most common comorbidity is hypercholesterolemia, more often have no history of hypertension, more people consume medication but not routinely. Changes in SGPT levels in hypertensive patients in the control group showed an average decrease of 0.60 U/L P-value 0.280 and the treatment group showed an average decrease of 0.65 U/L P-value 0.719. The independent T-test between the control group and the treatment group showed that there was no significant difference in the effect of using black cumin with a P-value of 0.600. This shows that giving black cumin capsules is safe for use in the liver of hypertensive patients. Keywords:          Hypertension, SGPT levels, Black Cumin, Hepatoprotector   Abstrak Hipertensi penyakit yang membutuhkan terapi pengobatan dalam jangka panjang. Diantara komplikasi yang disebabkan oleh penyakit hipertensi adalah perlemakan hati. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian  komplementer  jinten hitam (nigella sativa ) terhadap  kadar SGPT. Metode penelitian eksperimetal menggunakan Randomized Controlled Trial (RCT). Pengacakan sampel menggunakan metode sample random sampling dan pasien dengan diagnosis hipertensi dibagi mejadi dua kelompok. Kelompok kontrol diberi terapi plasebo 2x2 kapsul sehari, sedangkan kelompok perlakuan diberi terapi kapsul  jinten hitam 2x2 kapsul sehari. Penelitian ini dilakukan selama 30-hari  dengan mengukur kadar SGPT pada hari ke-0 dan dan ke-31. Hasil analisis data sosiodemografi penderita hipertensi lebih banyak pada rentang usia 55-65 tahun, jenis kelamin perempuan, pendidikan terakhir SD, pekerjaan sebagai IRT, lama menderita < 2 tahun, penyakit penyerta terbanyak hiperkolesterolemia, lebih banyak tidak terdapat riwayat hipertensi, lebih banyak mengkonsumsi obat namun tidak rutin. Perubahan kadar SGPT pasien hipertensi kelompok kontrol menunjukan nilai rata-rata penurunan 0,60 U/L P-value 0,280 dan kelompok perlakuan menunjukan nilai rata-rata penurunan 0,65 U/L  P-value 0,719. Independent T-test antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan menunjukan tidak ada perbedaan pengaruh penggunaan jinten hitam signifikan dengan nilai P-value 0,600. Hal ini menunjukan bahwa pemberian kapsul jinten hitam aman digunakan terhadap hati pasien hipertensi. Kata Kunci:         Hipertensi, kadar SGPT, Jinten Hitam, Hepatoprotetektor
Analisis Biaya dengan Efektifitas dan Rasionalitas Pengobatan Serangan Asma di Rumah Sakit X Gresik: Analysis of Costs with Effectiveness and Rationality of Asthma Treatment In X Hospital Gresik Lorensia, Amelia; Jalmav, Marthy Meliana; Haryoko, Sugeng
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i1.2179

Abstract

Asthma is a major global problem. The annual economic burden of asthma is very large. These cost increases are caused by poor asthma management and management and an imbalance between the large number of health workers. This study aims to analyze the cost and effectiveness of treating asthma attacks at X Hospital Gresik by involving 23 respondents. This research is a non-experimental study which is retrospective in nature. As research material is medical record data of patients with asthma at the Petrokimia Hospital, during the 2020-2022 period. The location of the research was Pertokimia Hospital. The independent variable in this study is the therapy used. The dependent variable in this study is the total cost of treatment for treatment outcomes (hospitalization and improvement in asthma symptoms). Data collection was carried out through observation of patient medical records. Data analysis with Shapiro Wilk. The results of the difference test showed that there was no significant difference between classroom costs and total costs (P=0.513) and there was no significant difference between severity costs and total costs (P=0.275) in asthma patients. The number of cases of irrationality of treatment in all subjects (100%) with a total of 178 cases. There is no significant difference between real costs and INA-CBGs rates, total costs based on room class and severity level. Keywords:          Asthma, direct costs, length of treatment, rationality   Abstrak Asma merupakan masalah besar global, Beban ekonomi penyakit asma pertahunya sangat besar. Pembengkakan biaya tersebut disebabkan oleh penanganan dan pengendalian asma yang buruk dan tidak seimbang antara tenaga kesehatan yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan efektivitas pengobatan serangan asma di Rumah Sakit X Gresik dengan melibatkan 23 responden. Penelitian ini termasuk dalam penelitian non eksperimental yang bersifat retrospektif. Sebagai bahan penelitian adalah data rekam medik pasien dengan penyakit asma di Rumah Sakit Petrokimia, selama periode 2020-2022. Lokasi penelitian dilakukan di Rumah Sakit Pertokimia. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah terapi yang digunakan. Variabel tergantung dalam penelitian ini yaitu total biaya penggobatan outcome pengobatan (rawat inap dan perbaikan gejala asma). pengumpulan data dilakukan dengan melalui pengamatan terhadap rekam medis pasien. Analisa data dengan Shapiro Wilk. Hasil uji beda menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara biaya ruang kelas dengan biaya total (P=0,513) dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara biaya keparahan dengan biaya total (P=0,275) pada pasien asma. Jumlah kasus ketidakrasionalitas pengbatan pada semua subjek (100%) dengan total kasus 178. Tidak ada perbedaan signifikan antara biaya riil dengan tarif INA-CBGs, total biaya berdasarkan kelas kamar dan tingkat keparahan. Kata Kunci:         Asma, biaya langsung, lama perawatan, rasionalitas
Validasi Metode Penetapan Kadar Alkaloid pada Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Secara Spektrofotometri UV-Vis: Validation of the Method of Determining Alkaloid Levels in Tamarind Leaf Ethanol Extract (Tamarindus indica L.) UV-Vis Spectrophotometry Yolanda, Sherly Sumarnita; Hardani, Prisma Trida; Sinulingga, Amanda Safithri
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i4.2181

Abstract

Validation criteria (detection limit (LOD), quantification limit (LOQ, linearity, accuracy, precision) using UV-visible spectrophotometry for determination of alkaloid content in tamarind leaf ethanol extract (Tamarindus indica L). The results of the validation of the analytical method used to determine the total alkaloid content of tamarind leaf extract (Tamarindus indica L.) are in accordance with the validation criteria of the analysis method using UV-Vis spectrophotometry. If the linear regression result for the linearity test is y = 0.0742x 0.1239 then the correlation coefficient (r) is 0.9972; excellent specificity, detection limit (LOD) 0.0375 ppm, quantification limit (LOQ) 0.1251 ppm, medium precision test results with medium concentration, average performance value Test precision of 107.64% and mean -mean RSD-% of mean precision test results is 1.0543% ± The total alkaloid content in tamarind leaf extract (Tamarindus indica L.) averages 1.6467 percent by mass ±0.0869. Studies show that tamarind leaves contain an average of 2,189 ± 0.047 ppm positive alkaloids. Keywords:          Alkaloids, UV-Vis Spectrophotometry, Method Validation   Abstrak Kriteria validasi (batas deteksi (LOD), batas kuantifikasi (LOQ, linearitas, akurasi, presisi) menggunakan spektrofotometri UV-visibel untuk penentuan kandungan alkaloid pada ekstrak etanol daun asam jawa (Tamarindus indica L). Hasil validasi metode analisis yang digunakan untuk mengetahui kandungan alkaloid total ekstrak daun asam jawa (Tamarindus indica L.) sesuai dengan kriteria validasi metode analisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Jika hasil regresi linier untuk uji linieritas adalah y = 0,0742x 0,1239 maka koefisien korelasi (r) sebesar 0,9972; spesifisitas sangat baik, batas deteksi (LOD) 0,0375 ppm, batas kuantifikasi (LOQ) 0,1251 ppm, hasil pengujian presisi sedang dengan konsentrasi sedang, nilai kinerja rata-rata Presisi pengujian sebesar 107,64% dan mean -mean RSD-% dari mean hasil pengujian presisi adalah 1 ,0543 % ± Kandungan total alkaloid pada ekstrak daun asam jawa (Tamarindus indica L.) rata-rata 1,6467 persen massa ±0,0869. Studi menunjukkan bahwa daun asam jawa rata-rata mengandung 2,189 ± 0,047 ppm alkaloid positif. Kata Kunci:         Alkaloid, Spektrofotometri UV-Vis, Validasi Metode
Audiovisual Motivasi Berbasis Android pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan: Motivational Audiovisual-Based Android for Tuberculosis Patients in Banjar Public Health Centre, South Kalimantan Santoso, Trias Budi; Kartinah, Nani; Sari, Okta Muthia
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i2.2184

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. Many problems arise, including dropping out of therapy due to the long duration of treatment. The study's goal was to determine the percentage of motivation before-after using the Android application and the satisfaction of tuberculosis patients. The study used a pre-experimental design with one group pre-test and post-test. In May 2021, the study population consisted of tuberculosis patients at the Banjar Public Health Centre who satisfied the research criteria. Respondents used the programme for 7 days and completed a questionnaire on the last day. Twelve respondents met the research criteria. The results showed an average percentage of pretest motivation of 78.20% and a posttest percentage of 80.29%. The findings of the level of satisfaction of the respondents after using audiovisuals were 66.5%. In summary, the Android-based audiovisual for tuberculosis patients that has been developed increases patient motivation and satisfaction.   Keywords:          satisfaction, motivation, taking medications, smartphone   Abstrak Tuberkulosis termasuk penyakit infeksi menular disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Permasalahan yang banyak terjadi yaitu putus berobat dikarenakan durasi pengobatan yang panjang sehingga memerlukan motivasi tinggi agar dapat menjalani pengobatan hingga selesai. Tujuan penelitian mengukur persentase motivasi sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi android dan kepuasan pasien tuberkulosis terhadap aplikasi android. Penelitian merupakan pre-experimental designs dengan one group pre-test post-test design dan pengambilan data prospektif menggunakan kuesioner. Populasi penelitian yaitu pasien tuberkulosis di Puskesmas Kabupaten Banjar bulan Mei tahun 2021 dan memenuhi kriteria penelitian. Responden menggunakan aplikasi selama 7 hari dan pada hari terakhir diukur motivasi dan tingkat kepuasan menggunakan kuesioner. Sebanyak 12 responden memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian memperoleh rerata persentase motivasi pre-test sebesar 78,20% dan post-test sebesar 80,29%. Hasil tingkat kepuasan responden setelah penggunaan audiovisual sebesar 66,5% yang termasuk kategori puas. Kesimpulan audiovisual berbasis android untuk pasien tuberkulosis yang telah dirancang membantu meningkatkan motivasi pasien dan memberikan kepuasan.   Kata Kunci:         kepuasan, motivasi, minum obat, smartphone

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue