Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran (JP-3) merupakan media publikasi karya ilmiah yang diterbitkan oleh Rayhan Intermedia. Jurnal ini diterbitkan dalam rangka untuk mempromosikan dan menyebarluaskan pengetahuan serta teknologi yang berhubungan dengan pembelajaran dan dunia pendidikan umumnya. Jurnal ilmiah ini terbit 3 (tiga) edisi dalam setahun yaitu Januari-April, Mei-Agustus, dan September-Desember.
Articles
1,193 Documents
Meningkatkan Self Esteem Peserta Didik Melalui Layanan Konseling Individual dengan Pendekatan Cognitive Behavior Therapy Teknik Restrukturisasi Kognitif
Nur Resky Amalia;
Abdullah Sinring;
Muhammad Asdar
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.899
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan layanan konseling individu dengan Pendekatan Cognitive Behavior Therapy dengan teknik Restrukturisasi Kognitif terhadap peningkatan self esteem peserta didik di SMKN 2 Parepare. Subjek penelitian adalah salah satu peserta didik kelas XI berinisial DW yang teridentifikasi memiliki self esteem yang rendah. Hal ini berdasarkan gejala beserta faktor penyebab permasalahan yang dialami oleh DW dan juga didukung oleh pendapat salah satu pelopor teori self esteem yaitu Morris Rosenberg yang mengatakan bahwa salah satu karakteristik seseorang mengalami self esteem yang rendah yaitu merasa tidak puas dengan diri, kurang percaya diri, pesimis, sering merasa kesepian, punya perasaan terasing serta iri dengan pencapaian orang lain. Teknik Restrukturisasi Kognitif berfokus pada upaya dalam memodifikasi pandangan atau cara berpikir konseli yang awalnya memiliki pandangan negatif kemudian diarahkan untuk merubah cara berpikirnya ke arah yang positif. Pada layanan konseling individual yang saya lakukan menggunakan teknik Restrukturisasi Kognitif, terdapat 5 tahapan yaitu assesment dan diagnosa, identifkasi pikiran-pikiran negatif konseli, memonitor pikiran konseli melalui Thought Record, Intervensi pikiran-pikiran negatif menjadi pikiran positif dan latihan penguatan positif.
Peran BK dalam Menghilangkan Kesulitan Peserta Didik dalam Menentukan Studi Lanjut dengan Metode Blibliokonseling di UPTD SMPN 1 Mandalle
Sartikul Abadiah;
Abdullah Sinring;
St Khatijah
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.900
BK memainkan peran yang signifikan dalam membantu peserta didik menentukan studi lanjut mereka di masa mendatang. Penerapan BK untuk membantu peserta didik menentukan studi lanjut juga dilaksankan di kelas IX UPTD SMPN 1 Mandalle, dengan menggunakan metode blibliokonseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran BK dengan metode blibliokonseling dalam menghilangkan kesulitan peserta didik dalam memilih studi lanjut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran BK dalam menghilangkan kesulitan peserta didik dalam menentukan studi lanjut dengan metode blibliokonseling memiliki pengaruh yang besar.
Studi Kasus Penyimpangan Moral Peserta Didik dan Penyebabnya
St. Shafwah Rafifah Saleh;
Suciani Latif;
Ramli Ramli
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.901
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penyebab yang membuat terjadinya penyimpangan moral di kalangan peserta didik. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara dan observasi. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya penyimpangan moral di kalangan peserta didik ini dikarenakan faktor lingkungan keluarga (keluarga yang tidak utuh, sikap orangtua yang overprotektif dan pelampirasan rasa kecewa serta karena dorongan kebutuhan ekonomi) dan faktor linfkungan (lingkungan tempat tinggal, teman bergaul, dan media massa. Upaya yang dapat dilakukan sebagai preventif yaitu menjaga komunikasi, memberikan anak kesempatan memilih, mengajarkan sopan santun, memberikan motivasi dan nasehat, membantu peserta didik menyadari kesalahannya dan tidak asal memberikan hukuman
Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik dalam Persiapan Menikah dan Berkeluarga melalui Layanan Bimbingan Klasikal Kelas X
Alfiyyah Nabilah;
Suciani Latif;
Satriani Anwar
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.902
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses dan hasil dari pengimplementasian layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan pemahaman peserta didik dalam persiapan menikah dan berkeluarga. Model penelitiaan yang digunakan adalah penelitian tindakan bimbingan dan konseling, yang dimana model penelitian ini digunakan untuk mengetahui efektifitas dari sebuah layanan didalam kelas. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, dalam satu siklus terdapat tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Bentuk penelitian tindakan bimbingan konseling yang dilaksanakan berupa pemberian layanan klasikal dengan metode project based learning. Hasil dari project yang dibuat oleh pesera didik di presentasikan didepan kelas. Adapun subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X.8 di SMA Negeri 17 Makassar. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh bahwa ada peningkatan pemahaman peserta didik dalam persiapan menikah dan berkeluarga yang dapat dilihat dari hasil presentasi masing-masing peserta didik.
Literature Review: Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal dengan Menggunakan Metode Discovery Learning Media Komik Digital dalam Meminimalisir Perilaku Bullying
Nazlia Suleman;
Akhmad Harum;
Kusnadi Kusnadi
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.904
Model pembelajaran Discovery learning ini merupakan metode layanan yang mendorong peserta didik dalam proses pemecahan masalah melalui pencarian dan eksplorasi agar mendapatkan informasi dari berbagai sumber untuk pemecahan masalah. Penggunaan metode discovery learning ini dapat membantu peserta didik untuk mengalami dan menemukan pengetahuannya sendiri. Penggunaan media komik digital dapat menjadi media pembelajaran yang menarik dan mampu meningkatkan minat belajar dan menimbulkan apresiasi peserta didik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan implementasi pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dengan menggunakan metode discovery learning media komik digital dalam meminimalisir perilaku bullying. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dari berbagai sumber literatur sesuai dengan topik penelitian dengan sampel kelas IX dengan jumlah peserta didik 34 orang dalam satu kelas di sekolah SMP Negeri 4 Kota Gorontalo. Penggunaan discovery learning ini Menekankan pengembangkan aspek kognitif, afektif dan psikomotor melalui kegiatan belajar aktif (student centered learning), sedangkan guru BK berperan sebagai fasilitator dan pembimbing dalam proses layanan dengan peserta didik.
Konseling Individu Teknik Behavior Contract Untuk Mengurangi Perilaku Agresif
Wilda Mawahda Djawad;
Sahril Buchori;
Hasan
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.906
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan layanan konseling individu dengan teknik behavior contract terhadap perilaku agresif pada siswa SMP Negeri 1 Campalagian. Penelitian ini menggunkan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data diambil dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian ini salah satu siswa kelas IX E SMP Negeri 1 Campalagian yang berinisial AA dan teridentifikasi memiliki perilaku agresif, kemudian analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian konseling individu yang dilakukan pada kasus ini menggunakan teknik behavior contract dapat memberikan kebebasan kepada siswa untuk menentukan sendiri perilaku yang akan dicapai dan konsekuensi positif serta negatif yang akan diberikan kepada diri sendiri jika melaksanakan atau melanggar isi perjanjian tersebut dan juga peneliti menayangkan video dari korban bully akibat dari perilaku agresif sehingga siswa bisa memahami posisi dari korban bully walaupun itu hanya bercanda dan dalam memberikan lembar kontrak perilaku ini bertujuan untuk melatih tanggung jawab dan komitmen siswa dengan diri sendiri untuk mencapai perubahan perilaku baru untuk mereduksi atau mengurangi perilaku agresif. Hasil penelitian menunjukan layanan konseling individu dengan menggunakan teknik behavior contract dapat digunakan untuk mengatasi atau mengurangi perilaku agresif pada siswa.
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XII MIPA 4 di SMA Negeri 10 Gowa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation (G1)
Muh. Arifuddin;
Andi Faridah Arsal Andi Faridah Arsal;
Resova Resova
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.907
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar biologi siswa kelas XII MIPA 4 di SMA Negeri 10 Gowa melalui penerapan model pembelajaran group investigation (GI). Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII MIPA 4 di SMA Negeri 10 Gowa dengan jumlah siswa 36 orang yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 24 siswa perempuan. Penelitian ini mengacu pada model penelitian tindakan kelas menurut Arikunto (2007). Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini berupa lembar observasi untuk menilai hasil belajar afektif dan hasil belajar psikomotorik dan hasil belajar kognitif berupa soal evaluasi dalam bentuk pilihan ganda sebanyak 20 soal. Hasil analisis data menunjukkan pada siklus I sebanyak 29 siswa atau dengan persentase ketuntasan sebesar (81%) meningkat menjadi 32 siswa atau dengan persentase ketuntasan sebesar (89%) pada siklus II. Siswa yang tidak tuntas menurun dari 7 siswa atau (19%) pada siklus I, menjadi 4 siswa atau (11%) pada siklus II. Berdasarkan persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I yang mencapai (81%) dari jumlah siswa, maka keberhasilan penelitian ini sudah tercapai pada siklus ini. Hal ini sesuai dengan tingkat keberhasilan penilitian yang telah ditentukan dalam penelitian ini yaitu 80% dari jumlah siswa mencapai batas nilai ketuntasan belajar yaitu 75. Namun untuk lebih mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dan keterlaksaan kegiatan pembembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) maka dilanjutkan pada siklus II, dan ternyata pada siklus II tingkat ketuntasan hasil belajar siswa mencapai (89%). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas XII MIPA 4 di SMA Negeri 10 Gowa
Penerapan Teknik Kursi Kosong Untuk Meningkatkan Self Esteem Peserta Didik SMA Negeri 14 Sinjai
Suci Sari Dewi;
Abdullah Pandang;
Alimin Alimin
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.908
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Self esteem pada peserta didik dengan menggunakan teknik kursi kosong pada salah satu peserta didik di SMA Negeri 14 Sinjai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Subjek penelitian yaitu seorang siswa berinisial IK yang mempunyai masalah self esteem yang rendah. Penyebab konseli mempunyai masalah self esteem adalah berasal dari faktor dari orang-orang sekitar seperti keluarga dirumah serta penerimaan diri. Setelah melakukan pengumpulan data, peneliti merencanakan kegiatan pemberian layanan konseling individual menggunakan pendekatan Gestalt menggunakan teknik kursi kosong .Penerapan teknik kursi kosong merupakan suatu cara untuk mengajak konseli agar dapat mengintergrasikan pikiran, perasaan dan tingkah lakunya dalam sebuah permainan dialog yang terdiri dari top dog dan under dog. Fokus pendekatan dalam konseling Gestalt adalah bagaimana konseli dapat melihat kenyataan yang ada pada diri dan mencoba untuk menghadapinya. Untuk meningkatkan self esteem pada konseli diberikan layanan konseling Gestalt dengan menggunakan teknik kursi kosong agar menhasilkan perubahan yang baik pada diri konseli baik dalam lingkungan seperti memiliki percaya diri untuk berteman, yakin pada kemampuan yang dimiliki serta dapat beradaptasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Melalui Model Discovery Learning Pada Peserta Didik Kelas XI SMAN 8 Luwu Timur
Ersa Rana;
Faisal;
Ema Selfiana
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.909
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini peserta didik kelas XI MIPA 1 SMAN 8 Luwu Timur yang berjumlah 33 orang dan objek penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, persentase hasil belajar yang diperoleh peserta didik yaitu 23% tuntas dan 77% belum tuntas. Sementara itu pada siklus II, persentase hasil belajar peserta didik mengalami perubahan menjadi 85% tuntas dan 15% belum tuntas. Peningkatan hasil belajar peserta didik dari siklus I ke siklus II sebesar 62%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XI MIPA 1 SMAN 8 Luwu Timur.
Upaya Meningkatkan Keaktifan Peserta Didik Mengikuti Proses Pembelajaran melalui Game Based Learning (GBL) di UPT SMA Negeri 1 Bone
Karyati Nur;
Abd. Muis;
Mulianti Mulianti
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.910
Terciptanya suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan merupakan upaya seluruh ekosistem kelas agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dan memperoleh pengalaman belajar yang berharga. Pembelajaran berbasis permainan atau dikenal Games Based Learning (GBL) memanfaatkan permainan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan, memotivasi, dan interaktif yang menjadikan peserta didik memperoleh pengalaman yang nyaman dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan peserta didik dalam belajar melaui media permainan ular tangga. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap peserta didik kelas X dan masukan dari pamong, metode belajar sambil bermain dengan menggunakan media permainan ular tangga terbukti dapat meningkatkan interaksi dan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa Games Based Learning (GBL) dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik kelas X di UPT SMA Negeri 1 Bone.