cover
Contact Name
Mokh. Yahya
Contact Email
myahyaiainska@gmail.com
Phone
+6285726965279
Journal Mail Official
tabasajurnal@gmail.com
Editorial Address
Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta Jl. Pandawa, Pucangan, Kartasura Sukoharjo 57168, Jawa Tengah Indonesia
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya
ISSN : 27460789     EISSN : 27460770     DOI : https://doi.org/10.22515/tabasa
Core Subject : Education,
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya facilitates and disseminates scientific articles from academics, teachers, and observers of Indonesian language and literature which includes the following focus and scope. 1. Indonesian language and its development 2. Indonesian literature and its development 3. Teaching Indonesian 4. Teaching Indonesian literature 5. Teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA) 6. Malay Language and Literature
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 01 (2025):" : 11 Documents clear
The Functions and Values of the Oral Legend 'Mbah Boyo Pati and the Catfish': A Sociological Literary Analysis Fahana Mahamuri, Rhesma; Pasiyah Tahe; Siti Haja
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 01 (2025):
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i01.7721

Abstract

Oral literature in Indonesia is a form of literary expression characterized by its unique traits, functions, and values, which reflect the behaviors and cultural life of Indonesian society. One such example is the oral legend of Mbah Boyo Pati and the Catfish, found in Medang Village, Lamongan, East Java. This study examines the legend through the theoretical framework of functions and values of oral literature as proposed by William R. Bascom. A descriptive qualitative method was employed, with data presented in narrative form. The legend of Mbah Boyo Pati and the Catfish, as it circulates within the Lamongan community, serves as the primary object of analysis. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data analysis process included: (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) drawing conclusions based on William R. Bascom's theory. The results indicate that the legend serves four main functions: (1) entertainment, (2) means of legitimizing social institutions and cultural practices, (3) educational means for children, and (4) enforcement and monitoring of societal norms. Furthermore, the legend conveys three core life values: (1) the value of human life as individuals, (2) the value of human life as social beings, and (3) the value of human life in relation to God Almighty. In conclusion, the study highlights the significant role and positive impact of the legend within the local community, as evidenced by the oral preservation of the story and the continued maintenance of Mbah Boyo Pati’s burial site in Medang Village, Lamongan, East Java.   Sastra lisan di Indonesia merupakan salah satu bentuk kesusastraan yang memiliki karakter, fungsi, dan nilai yang didapat berdasarkan representasi perilaku kehidupan masyarakat Indonesia, salah satu sastra lisan tersebut adalah legenda “Mbah Boyo Pati dan Ikan Lele” yang ditemukan di Desa Medang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan untuk legenda "Mbah Boyo Pati dan Ikan Lele" berdasarkan kajian teori fungsi dan nilai sastra lisan menurut William R. Bascom. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan menyajikan data dalam bentuk deskripsi. Legenda “Mbah Boyo Pati dan Ikan Lele” yang berkembang di masyarakat Lamongan digunakan sebagai objek penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan sebagai berikut: 1) reduksi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan berdasarkan analisis teori William R. Bascom. Hasil penelitian menunjukkan legenda "Mbah Boyo Pati dan Ikan Lele" memiliki empat fungsi yaitu 1) sebagai hiburan, 2) alat pengesahan pranata dan lembaga kebudayaan masyarakat setempat, 3) pendidikan bagi anak-anak, 4) serta pemaksa dan pengawas norma masyarakat. Selain itu juga menghasilkan nilai-nilai kehidupan sebagai makhluk hidup yang terdiri dari tiga nilai, seperti 1) nilai kehidupan manusia sebagai individu, 2) Nilai kehidupan manusia sebagai makhluk sosial, dan 3) nilai kehidupan manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa. Disimpulkan bahwa penelitian ini menunjukkan bahwa legenda “Mbah Boyo Pati dan Ikan Lele” berperan sangat penting dan bernilai positif bagi masyarakat yang ditunjukkan dengan pelestarian cerita secara lisan serta pemeliharaan situs makam Mbah Boyo Pati di Desa Medang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Identity Conflict and Resistance in Novel Lingkar Tanah Lingkar Air by Ahmad Tohari Asia; Ridwan*; Galenta, Novita
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 01 (2025):
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i01.8940

Abstract

This study aims to analyse Ahmad Tohari's novel Lingkar Tanah Lingkar Air through a postcolonial approach to reveal the representation of identity conflicts and resistance as a result of colonialism and neocolonialism. Using text analysis methods and the postcolonial theoretical framework of Edward Said, Homi K. Bhabha, and Gayatri Spivak, this study identifies how the characters in the novel deal with ideological, cultural, and political colonial pressures and develop complex forms of resistance, both physical, cultural, and spiritual. The results of the study show that the identity conflict in the novel is not merely a personal conflict but a reflection of the struggle between local heritage and colonial hegemony. Resistance is depicted as a collective process to reclaim power and cultural autonomy. The conclusion of this study affirms that the postcolonial approach not only enriches the interpretation of this novel but also opens up space for a deeper understanding of identity struggles and resistance strategies in the context of contemporary Indonesian literature.   Penelitian ini bertujuan menganalisis novel Lingkar Tanah Lingkar Air karya Ahmad Tohari melalui pendekatan pascakolonial untuk mengungkap representasi konflik identitas dan perlawanan sebagai akibat kolonialisme dan neokolonialisme. Dengan menggunakan metode analisis teks dan kerangka teori pascakolonial Edward Said, Homi K. Bhabha, dan Gayatri Spivak, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana tokoh-tokoh dalam novel tersebut menghadapi tekanan-tekanan kolonial yang bersifat ideologis, kultural, dan politis serta mengembangkan bentuk-bentuk perlawanan yang kompleks, baik secara fisik, kultural, maupun spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik identitas dalam novel tersebut bukan sekadar konflik personal, melainkan refleksi dari pergulatan antara warisan lokal dan hegemoni kolonial. Perlawanan digambarkan sebagai proses kolektif untuk merebut kembali kekuasaan dan otonomi budaya. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan pascakolonial tidak hanya memperkaya penafsiran novel ini, tetapi juga membuka ruang bagi pemahaman yang lebih mendalam tentang pergulatan identitas dan strategi perlawanan dalam konteks sastra Indonesia kontemporer.
Imagery and Typography in The Collection of Poems Hurufkecil.Substack.Com by Aan Mansyur Nisa Aulia; Tyas Dwi Cahyani; Ika Maylafaiza; Inno Cahyaning Tyas; Furoidatul Husniah
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 01 (2025):
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i01.9108

Abstract

Literary works have aesthetic value that is reflected through the use of distinctive and imaginative language. One of its forms can be seen in a poem by Aan Mansyur published in hurufkecil.substack.com. These poems show the power of language that not only conveys meaning, but also builds an atmosphere and aesthetic experience for the reader. This study aims to describe the types of imagery and typography forms used in the collection of poems. This study uses a stylistic approach with a qualitative descriptive method. Data was collected through documentation, reading, and recording techniques, then analyzed using qualitative descriptive techniques with stages of data identification, classification, analysis, and interpretation. The results showed that there were 22 imaging data consisting of vision (9 data), hearing (4 data), touch (2 data), motion (5 data), and smell (2 data). Visual imagery is the most dominant image used by Aan Mansyur to build a visual image of the world and life. In addition, 3 forms of typography were found, namely the use of a lot of spacing between lines, random sentence arrangement, and numbering between stanzas. The typography serves to strengthen the aesthetic value of poetry and is a characteristic of Aan Mansyur's poetry. Based on the findings, it can be concluded that the use of imagery and typography in Aan Mansyur's poetry collection not only enriches the aesthetic value of poetry, but also shows a distinctive poetic style. The results of this research are expected to be a reference in the study of modern literature and learning of literary appreciation at various levels of education.   Karya sastra memiliki nilai estetika yang tercermin melalui penggunaan bahasa yang khas dan imajinatif. Salah satu bentuknya tampak dalam puisi karya Aan Mansyur yang dipublikasikan di hurufkecil.substack.com. Puisi-puisi tersebut memperlihatkan kekuatan bahasa yang tidak hanya menyampaikan makna, tetapi juga membangun suasana dan pengalaman estetik bagi pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis citraan dan bentuk tipografi yang digunakan dalam kumpulan puisi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan stilistika dengan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, baca, dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan tahapan identifikasi data, klasifikasi, analisis, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 22 data citraan yang terdiri atas citraan penglihatan (9 data), pendengaran (4 data), perabaan (2 data), gerak (5 data), dan penciuman (2 data). Citraan penglihatan menjadi citraan yang paling dominan digunakan oleh Aan Mansyur untuk membangun gambaran visual tentang dunia dan kehidupan. Selain itu, ditemukan 3 bentuk tipografi, yaitu penggunaan banyak jarak antar baris, penataan kalimat secara acak, dan penomoran antar bait. Tipografi tersebut berfungsi untuk memperkuat nilai estetika puisi serta menjadi ciri khas kepenyairan Aan Mansyur. Berdasarkan hasil temuan dapat disimpulkan bahwa penggunaan citraan dan tipografi dalam kumpulan puisi Aan Mansyur tidak hanya memperkaya nilai estetik puisi, tetapi juga memperlihatkan gaya kepenyairan yang khas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam kajian sastra modern dan pembelajaran apresiasi sastra di berbagai jenjang pendidikan.
Dimensions In The Short Story “Jangan Masuk Hutan Itu!” By Ayu Prawitasari: A Critical Discourse Analysis Of Van Dijk’s Model Diya Ayu Solehah; Tri Wulandari; Ike Sephia As’at Jody; Hanifullah Syukri
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 01 (2025):
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i01.10570

Abstract

This research aims to uncover the implied meaning in the short story “Jangan Masuk Hutan Itu!” by Ayu Prawitasari, utilizing Van Dijk's critical discourse analysis model, which encompasses three dimensions: text, social cognition, and social context. This research employed a qualitative descriptive method, collecting data through documentation techniques and analyzing it using a critical discourse approach. The results of the analysis show that this short story displays themes of fear, loss, and mystery through the symbolization of the forest as an uncontrollable force of nature. In the text dimension, the short story reveals the helplessness of the main character in facing the mysterious forest threat. In terms of social cognition, this short story is influenced by the author's personal experience, which implicitly raises feminist discourse, in which female characters struggle to face life's dilemmas without relying on others. The social context in the story reflects the modern social reality of women's freedom in making their life choices. This research contributes to enriching the study of critical discourse analysis, particularly in understanding how literary texts engage with social reality and the author's ideology.   Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna tersirat dalam cerpen "Jangan Masuk Hutan Itu!" karya Ayu Prawitasari menggunakan model analisis wacana kritis Van Dijk, yang mencakup tiga dimensi: teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan pendekatan wacana kritis. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerpen ini menampilkan tema ketakutan, kehilangan, dan misteri melalui simbolisasi hutan sebagai kekuatan alam yang tidak terkendali. Pada dimensi teks, cerpen mengungkap ketidakberdayaan tokoh utama dalam menghadapi ancaman hutan yang misterius. Dari sisi kognisi sosial, cerpen ini dipengaruhi oleh pengalaman pribadi penulis, yang secara implisit mengangkat wacana feminis, di mana tokoh perempuan berjuang untuk menghadapi dilema hidup tanpa bergantung pada orang lain. Konteks sosial dalam cerita mencerminkan realitas sosial modern tentang kebebasan perempuan dalam menentukan pilihan hidupnya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian analisis wacana kritis, khususnya dalam memahami bagaimana teks sastra dapat berinteraksi dengan realitas sosial dan ideologi penulis.
Utilizing the YouTube Channel “Jago Bahasa Indonesia” to Improve Indonesian Language Skills Rukmanah, Tety Rukmanah; Didah Nurhamidah
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 01 (2025):
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i01.10854

Abstract

The rapid advancement of technology and information has brought various innovations to the field of education, one of which is the utilization of digital media such as YouTube as a learning platform. This study aims to describe the effectiveness of the YouTube channel "Jago Bahasa Indonesia" as an instructional medium to enhance university students’ Indonesian language skills. This research employs a descriptive qualitative approach. Data were collected through written questionnaires distributed to 21 students, who were randomly selected and had engaged with the learning content from the channel. The primary data source in this study consists of student responses concerning their comprehension, interest, and the perceived impact of the channel on their language proficiency. Data validity was ensured through source triangulation by comparing responses and supporting them with relevant theoretical references. The data were analyzed using content analysis techniques, identifying patterns, themes, and tendencies within the qualitative data. The findings show that 95.2% of respondents found the content easy to understand, with the most favored type being daily language tips (33.3%). Appropriate video duration, high-quality visuals and audio, and relevant material presentation contributed to the effectiveness of the learning. These results indicate that the "Jago Bahasa Indonesia" channel is an effective, flexible, and engaging learning medium that encourages students' creativity and interest in learning the Indonesian language.   Perkembangan teknologi dan informasi yang pesat telah menghadirkan berbagai inovasi dalam dunia pendidikan, salah satunya melalui pemanfaatan media digital seperti YouTube sebagai sarana pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan kanal YouTube "Jago Bahasa Indonesia" sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui kuesioner tertulis yang dibagikan kepada 21 mahasiswa sebagai responden, yang dipilih secara acak dan telah mengikuti materi pembelajaran dari kanal tersebut. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah tanggapan mahasiswa mengenai pemahaman, minat, serta dampak pembelajaran terhadap kemampuan berbahasa mereka. Teknik keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dengan membandingkan berbagai jawaban responden dan mendukungnya dengan teori relevan. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis konten, yaitu mengidentifikasi pola, tema, dan kecenderungan yang muncul dari data kualitatif yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95,2% responden menilai konten kanal mudah dipahami, dengan jenis konten paling diminati berupa tips bahasa sehari-hari (33,3%). Faktor-faktor seperti durasi video yang sesuai, kualitas visual dan audio yang baik, serta penyajian materi yang relevan turut mendukung efektivitas pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa kanal "Jago Bahasa Indonesia" mampu menjadi media pembelajaran yang efektif, fleksibel, dan menarik, sekaligus mendorong kreativitas serta minat mahasiswa dalam mempelajari Bahasa Indonesia.
The Representation of Emotional Disturbances and Their Implications on the Language Abilities of the Character Hendra in the Film My Idiot Brother Modi Eli Sabel; Ananda Putri Amelia; Muhammad Bintang Afrizal; Mintowati; Sahrul Romadhon
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 01 (2025):
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i01.10913

Abstract

This study explores the emotional disturbances experienced by Hendra, a fictional character in the Indonesian film “My Idiot Brother” (2014) and their impact on his receptive and productive language abilities. The research aims to investigate how emotional states such as anxiety, frustration, and confusion influence Hendra’s ability to understand (receptive) and express (productive) language. Using a descriptive qualitative method, this study analyzes selected scenes from the film through content analysis to identify verbal and non-verbal patterns affected by emotional disruptions. Data were collected through observational documentation and categorized based on emotional themes and language functions. Findings reveal that Hendra’s receptive language is notably impaired in emotionally intense situations, reflected in delayed or incorrect responses to verbal instructions. Meanwhile, his productive language is characterized by avoidance of speech, disorganized sentence structures, and limited verbal expression, particularly under emotional stress. The analysis shows an evident interdependence between emotional regulation and linguistic performance, with emotional instability disrupting comprehension and verbal output. These results emphasize the importance of integrating emotional intelligence and language therapy in communication-based interventions. This study contributes to the interdisciplinary understanding of how emotional conditions influence language skills in media narratives. It supports the development of inclusive approaches for individuals with similar challenges in real-life contexts.   Penelitian ini mengeksplorasi gangguan emosional yang dialami oleh Hendra, tokoh fiksi dalam film Indonesia “My Idiot Brother” (2014), dan dampaknya terhadap kemampuan bahasa reseptif dan produktifnya. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana keadaan emosional seperti kecemasan, frustrasi, dan kebingungan memengaruhi kemampuan Hendra untuk memahami (reseptif) dan mengekspresikan (produktif) bahasa. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis adegan-adegan terpilih dari film tersebut melalui analisis konten untuk mengidentifikasi pola verbal dan non-verbal yang dipengaruhi oleh gangguan emosional. Data dikumpulkan melalui dokumentasi observasional dan dikategorikan berdasarkan tema emosional dan fungsi bahasa. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa bahasa reseptif Hendra sangat terganggu dalam situasi yang sangat emosional, tercermin dalam respons yang tertunda atau salah terhadap instruksi verbal. Sementara itu, bahasa produktifnya ditandai dengan penghindaran bicara, struktur kalimat yang tidak teratur, dan ekspresi verbal yang terbatas, terutama di bawah tekanan emosional. Analisis menunjukkan saling ketergantungan yang jelas antara regulasi emosional dan kinerja linguistik, dengan ketidakstabilan emosional yang mengganggu pemahaman dan keluaran verbal. Hasil ini menekankan pentingnya mengintegrasikan kecerdasan emosional dan terapi bahasa dalam intervensi berbasis komunikasi. Studi ini berkontribusi pada pemahaman interdisipliner tentang bagaimana kondisi emosional memengaruhi keterampilan bahasa dalam narasi media dan mendukung pengembangan pendekatan inklusif bagi individu dengan tantangan serupa dalam konteks kehidupan nyata.
Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis of the Film Budi Pekerti Hilma Erfiani Baroroh; Zalfa, Umni Syahda; Ayu Qurratul A'yuni; Ferdi Arifin
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 01 (2025):
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i01.11020

Abstract

This study aims to analyze the film Budi Pekerti (2023) directed by Wregas Bhanuteja using Teun A. van Dijk’s critical discourse analysis approach. The background of this research is based on the importance of understanding morality and the influence of social media in contemporary society, particularly within the contexts of education and family. This research employs a qualitative descriptive method, focusing on three levels of discourse structure: macrostructure, superstructure, and microstructure. The findings indicate that Budi Pekerti not only conveys messages of personal ethics but also critiques the social system that reinforces prejudice and stereotypes through media discourse. The study reveals that public perception of individuals is heavily shaped by the dynamics of public opinion constructed through digital media. Thus, the film contributes to a broader understanding of the importance of media literacy and social empathy.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis film Budi Pekerti (2023) karya Wregas Bhanuteja dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh pentingnya pemaknaan moralitas dan pengaruh media sosial dalam kehidupan masyarakat modern, khususnya dalam konteks pendidikan dan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan fokus pada tiga struktur wacana, yaitu struktur makro, suprastruktur, dan struktur mikro. Hasil analisis menunjukkan bahwa film Budi Pekerti tidak hanya menyampaikan pesan etika personal, tetapi juga mengkritik sistem sosial yang memperkuat prasangka dan stereotip melalui konstruksi wacana media. Temuan ini mengindikasikan bahwa persepsi masyarakat terhadap individu sangat dipengaruhi oleh dinamika opini publik yang terbentuk melalui media digital. Dengan demikian, film ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman masyarakat mengenai pentingnya literasi media dan empati sosial.
The Narrative of Hope in “Suara Muhammadiyah, 02/2025 Edition”: A Critical Discourse Analysis Using Van Dijk’s Approach ulfaafifa; Hanik Mahliatussikah; Khaled Ahmed Mahmoud Ahmed; Aan Khosihan
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 01 (2025):
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i01.11331

Abstract

Following the 2024 General Election, Indonesia has faced a challenging situation marked by social polarization and intense political tensions that threaten national unity. In such conditions, Islamic da’wah cannot rely solely on conveying religious teachings in a normative manner. It is required to serve as a calming force capable of embracing various groups and re-strengthening social bonds within a divided society. This study aims to examine how da’wah communication strategies are employed by Muhammadiyah in constructing a hopeful narrative in the Main Feature Section of Suara Muhammadiyah magazine, 02/2025 edition. Published shortly after the 2024 election, this edition reflects Muhammadiyah’s stance on various sociopolitical issues at the national level. The study is relevant as the da'wah presented not only conveys religious messages but also acts as a form of symbolic intervention in the national public sphere. The study employs a descriptive qualitative approach using documentation and literature review techniques. The primary data source is the Main Feature Section of Suara Muhammadiyah 02/2025 edition, supported by secondary data from scholarly references. The analysis applies Teun A. Van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) framework, which includes three dimensions: textual structure, social cognition, and social context. The findings reveal that the da'wah messages are crafted using optimistic diction, supported by factual data, and reinforced with quotations from national figures. This strategy constructs a credible image while also fostering a sense of unity within society. From an academic perspective, this study contributes to the development of religious discourse studies. Meanwhile, on a practical level, the findings can be utilized in text-based Indonesian language learning, particularly to enhance students’ critical reading and argumentative writing skills.   Setelah Pemilu 2024, bangsa Indonesia menghadapi situasi yang tidak mudah—terjadi polarisasi sosial dan ketegangan politik yang cukup tajam, yang berpotensi meretakkan persatuan. Dalam kondisi seperti ini, dakwah Islam tidak cukup hanya menyampaikan ajaran-ajaran keagamaan secara normatif. Ia dituntut untuk tampil sebagai kekuatan yang menenangkan, yang mampu merangkul berbagai kelompok, serta menguatkan kembali ikatan sosial di tengah masyarakat yang sedang terbelah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana strategi komunikasi dakwah yang diterapkan oleh Muhammadiyah dalam menyusun narasi penuh harapan pada rubrik Sajian Utama majalah Suara Muhammadiyah edisi 02/2025. Edisi ini terbit setelah Pemilu 2024 dan menjadi cerminan bagaimana Muhammadiyah mengambil sikap terhadap berbagai isu sosial-politik yang berkembang di tingkat nasional. Kajian ini menjadi relevan karena dakwah yang disampaikan tidak hanya sebatas menyuarakan ajaran agama, tetapi juga memainkan peran penting sebagai bentuk intervensi simbolik dalam ruang publik kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik studi dokumentasi dan telaah pustaka. Sumber data utama adalah rubrik 'Sajian Utama' edisi 02/2025 majalah Suara Muhammadiyah, sementara data sekunder diperoleh dari berbagai referensi ilmiah. Analisis dilakukan dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Teun A. van Dijk yang mencakup tiga dimensi: struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial.. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pesan dakwah dirangkai menggunakan pilihan kata yang optimis, dilengkapi data faktual, dan diperkuat dengan kutipan dari tokoh-tokoh nasional.  Strategi  ini  membangun  citra  yang  kredibel  sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Secara akademik, kajian ini memberi kontribusi bagi pengembangan studi wacana keagamaan. Sementara secara praktis, temuan ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks, khususnya untuk melatih kemampuan membaca kritis dan menulis argumentatif.
Action Speech Teacher Directives in Interaction Indonesian Language Learning for Class VII Yesi Oktaviani; Irma Suryani; Deri Rachmad Pratama
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 01 (2025):
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i01.11722

Abstract

Study This aiming For to reveal and describe various type act speak directives used by teachers in the interaction process learning eye Indonesian language lessons in class VII SMPN 10 Bayung Lencir , Musi Banyuasin Regency . In the research This give Contribution new in field study pragmatic learning Indonesian , especially related use act speak teacher directives in interaction within​ class . Research This use method descriptive qualitative with approach pragmatics . The data studied in the form of speech directives delivered by the teacher during activity learning ongoing . The data sources in study This is sentences that contain element act speak directives spoken by the Indonesian language teacher in class The data collection was carried out through Free Listening and Speaking (SBLC) technique . While that , data analysis was carried out through a number of stages , namely data collection , data reduction , data presentation , and data extraction conclusion . Based on results research , found six form act speak directives , namely : requests , questions , orders , prohibitions , giving permission , and advice. Speech request covers begging , inviting , and requesting . Speech question covers interrogate and ask . Speech order covers command , direct , demand , wish , instruct and regulate . Speech prohibition covers restrict and prohibit . Speech giving permission covers agree , forgive , allow , and grant . Speech advice covers suggest and advise. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan berbagai jenis tindak tutur direktif yang digunakan oleh guru dalam proses interaksi pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII SMPN 10 Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data yang dikaji berupa tuturan direktif yang disampaikan oleh guru selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah kalimat-kalimat yang mengandung unsur tindak tutur direktif yang diucapkan oleh guru Bahasa Indonesia di kelas tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC). Sementara itu, analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan enam bentuk tindak tutur direktif, yaitu: permintaan, pertanyaan, perintah, larangan, pemberian izin, dan nasihat.Tuturan permintaan mencakup memohon, mengajak, dan meminta. Tuturan pertanyaan mencakup mengintrogasi dan bertanya. Tuturan perintah mencakup mengomando, mengarahkan, menuntut, menghendaki, mengintruksikan dan mengatur. Tuturan larangan mencakup membatasi dan melarang. Tuturan pemberian izin mencakup menyetujui, memaafkan, memperbolehkan, dan menganugrahi. Tuturan nasihat mencakup menyarankan dan menasehati.
Language Errors on The News Page of The “President Prabowo Responds” Rubric Muthiah Ahmad; Andi Wicaksono; Susanto, Rahmad Nanda Viky Susanto
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 01 (2025):
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i01.11757

Abstract

News is an important component in today's social media era. However, not all news can use good and correct language with the aim of providing appropriate knowledge. Based on that, this research aims to find and analyze Indonesian language errors contained in the news with the scope of “Presiden Prabowo Menjawab”. This research study uses a qualitative descriptive approach. The data used in this research is a form of Indonesian language error contained in the news content. The data source used is the news link that discusses “Presiden Prabowo Menjawab”. Data collection uses descriptive observation techniques by listening, reading, and recording. Data analysis uses interactive analysis which is adjusted to the working procedures of language analysis. The results of this study found language errors in the field of spelling as many as seven and syntax as many as four. Keywords: Language error analysis; news; prabowo   Berita termasuk pada komponen yang penting di era media sosial saat ini. Namun, belum semua berita dapat menggunakan bahasa yang baik dan benar dengan tujuan memberikan pengetahuan yang tepat. Berdasarkan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis kesalahan berbahasa Indonesia yang terdapat pada berita dengan ruang lingkup “Presiden Prabowo Menjawab”. Studi penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan bentuk kesalahan dari bahasa Indonesia yang terdapat pada isi berita. Sumber data yang digunakan terdapat pada pranala berita yang membahas mengenai “Presiden Prabowo Menjawab”. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi deskriptif dengan cara menyimak, membaca, dan mencatat. Analisis data menggunakan analisis interaktif yang disesuaikan dengan prosedur kerja analisis bahasa. Hasil dari penelitian ini ditemukan adanya kesalahan berbahasa pada bidang ejaan sebanyak tujuh dan sintaksis sejumlah empat. Kata Kunci: Analisis kesalahan berbahasa; berita; prabowo

Page 1 of 2 | Total Record : 11