cover
Contact Name
Resti Nurmala Dewi
Contact Email
restinurmaladewi@gmail.com
Phone
+6281336684567
Journal Mail Official
jurnalperikanan@unram.ac.id
Editorial Address
Redaksi Jurnal Perikanan Universitas Mataram Program Studi Budidaya Perairan Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Perikanan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23026049     EISSN : 26570629     DOI : 10.29303/jp.v14i3.925
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini memuat artikel yang berhubungan dengan hasil penelitian di bidang perikanan dan ilmu kelautan yang meliputi 1. teknologi penyediaan pakan buatan 2. rekayasa akuakultur 3. teknologi pembenihan dan pembesaran ikan 4. rekayasa genetik 5. teknologi pengendalian hama dan penyakit ikan 6. teknologi budidaya pakan alami 7. manajemen sumberdaya perairan 8. teknologi hasil perikanan 9. teknologi perikanan tangkap 10. ilmu dan teknologi kelautan 11. agribisnis perikanan
Articles 1,091 Documents
Pengaruh Perbedaan Lama Perendaman Terhadap Maskulinisasi Larva Ikan Guppy ( Poecilia retriculata ) Menggunakan Madu Moch Bachrul Asal; Achmad Kusyairi; Sumaryam Sumaryam
Vol 16 No 3 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i3.2254

Abstract

Guppy fish (Poecilia reticulata) hold high commercial value, particularly the males, due to their aesthetic colors and morphology. This study aims to determine the effect of different soaking durations in honey on the masculinization of guppy larvae and to identify the optimal immersion time. This experimental study utilized a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 5 replications, using a honey dosage of 5 ml/L with soaking durations of: 8 hours, 10 hours, 12 hours, 14 hours, and 16 hours. The results showed that the variation in soaking duration had a significant impact on the percentage of masculinization. The 12-hour soaking treatment yielded the best results, achieving a male percentage of 90.1%. Water quality parameters during the 45-day rearing period remained stable within the optimal range, with temperatures of 23.1–26.9°C, pH of 7.0–7.2, and dissolved oxygen (DO) of 6.1–6.7 ppm. In conclusion, the use of honey as a natural ingredient is effective in significantly inducing male sex differentiation in guppy fish larvae.
Peran dan Dampak Koperasi Dwi Tirto Mulyo terhadap Pemberdayaan Partisipasi dan Kondisi Sosial Ekonomi Anggota Desa Kaligrenjeng Blitar Nazuwa Ayuni; Uswatun Nisa Andini; Razita Marsya Ristanti; Mariyana Sari
Vol 16 No 4 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i4.2278

Abstract

This study aims to analyze the role and impact of the Dwi Tirto Mulyo Cooperative on empowering participation and the socio-economic conditions of members in Kaligrenjeng Village, Blitar Regency. This research uses a qualitative descriptive method with data collection techniques including observation, interviews, questionnaires, and documentation. The results show that the cooperative has a significant positive impact on members’ socio-economic conditions, indicated by improvements in employment (89%), income (98%), and access to capital (86%), all categorized as agree. Member participation is categorized as high in decision-making (94.74%), implementation (93.66%), benefit utilization (96.36%), and supervision (83.64%). Furthermore, the cooperative’s role in member empowerment is categorized as very high with an average of 94.13%. Overall, the cooperative has effectively improved members’ welfare, although improvements are still needed in supervision and financial service development.
NUTRIENT DARI Avicennia alba DAN Rhizophora mucronata DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING (KKMK) KOTA TARAKAN Yulma Yulma; Gloria Ika Satriani; Zainuddin Zainuddin; Asbar Laga; Dhimas Wiharyanto
Vol 16 No 4 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i4.2293

Abstract

Mangrove ecosystems exhibit high productivity resulting from the decomposition of litter, which contains various nutrients such as carbon, nitrogen, and phosphorus that benefit both the mangrove plants themselves and the surrounding aquatic ecosystems. This study aims to determine the nutrient content (carbon, nitrogen, and phosphorus) of decomposed litter from Avicennia alba and Rhizophora mucronata. The study was conducted in the Tarakan City Mangrove and Crab Conservation Area, North Kalimantan, from April to June 2026, using a quantitative method with a descriptive-exploratory approach, taking into account the characteristics of the dominant mangroves at three study sites. The results showed that the decomposition rate of A. alba mangrove litter ranged from 0.22 to 0.64 grams/day and that of R. mucronata ranged from 0.25 to 0.67 grams/day; furthermore, no leaf litter from either A. alba or R. mucronata decomposed 100%. The carbon content of A. alba ranged from 9.45% to 13.45%, nitrogen from 0.64% to 0.72%, and phosphorus 0.25% to 0.29%, while the carbon content of R. mucronata ranged from 21.50% to 22.45%, nitrogen from 0.58% to 0.83%, and phosphorus from 0.06% to 0.009%. The values of the physical and chemical parameters of the water still support the decomposition process of litter.
PENGARUH PERBEDAAN JENIS UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) PADA ALAT TANGKAP BUBU LIPAT DI PERAIRAN TANJUNG PECINAN KECAMATAN MANGARAN KABUPATEN SITUBONDO Diana Kamila Putri; Yusrudin Yusrudin; Sumaryam Sumaryam
Vol 16 No 4 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i4.2358

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menilai pengaruh jenis umpan yang berbeda terhadap hasil tangkapan kepiting bakau (Scylla serrata) pada alat tangkap bubu lipat di Perairan Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis umpan dalam menentukan hasil tangkapan kepiting bakau. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang mencakup 3 perlakuan dan 9 trip penangkapan. Jenis umpan yang digunakan yaitu umpan ikan rucah, umpan keong sawah, dan umpan udang. Pengujian menggunakan 9 bubu lipat setiap perlakuan dengan meletakkan bubu lipat secara acak dengan jarak 5 meter. Selain itu, parameter pendukung termasuk kualitas air yaitu, gelombang, kecepatan arus, suhu dan pasang surut. Data analisis menggunakan SPSS dengan uji normalitas, uji homogenitas, uji ANOVA dan uji BNT. Dari hasil analisis data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa umpan ikan rucah dan umpan udang menunjukkan hasil tangkapan yang lebih baik dibandingkan umpan keong mas.
Efektivitas Pemanfaatan Sistem Akuaponik Menggunakan Filter Kitosan Terhadap Kualitas Air Pada Parameter Uji Amonia, Nitrit, dan Nitrat I Gede Satriya Wibawa; Ni Nyoman Dian Martini; Kadek Lila Antara
Vol 16 No 4 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i4.2373

Abstract

Kitosan merupakan senyawa polisakarida turunan dari kitin yang diperoleh dari limbah cangkang hewan laut dan dapat berperan sebagai biokoagulan dan bioflokulan dalam menjaga mutu kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kitosan dengan konsentrasi yang berbeda dalam memperbaiki kualitas air dilihat dari kandungan amonia, nitrit, dan nitrat pada sistem akuaponik. Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari di Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan meliputi A (Sistem akuaponik tanpa filter kitosan), B (Sistem akuaponik dengan penambahan filter kitosan berdosis 30 mg/L), C (Sistem akuaponik dengan penambahan filter kitosan berdosis 50 mg/L). Data dikumpulkan dengan metode simple random sampling dan dianalisis menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa kualitas air (parameter uji amonia, nitrit, dan nitrat) sistem akuaponik pada perlakuan penambahan filter kitosan dengan konsentrasi 50 mg/L (Perlakuan C) lebih baik bila dibandingkan dengan kontrol maupun dengan perlakuan penambahan filter kitosan dengan konsentrasi 30 mg/L.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI Sargassum sp. DALAM MENGHAMBAT Vibrio sp. TERISOLASI DARI KERAPU CANTANG (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatus) Shavika Miranti; Sri Novalina Amrizal; Dwi Septiani Putri; Nancy Willian; Said Afzaldy; Alyssa Dwi Ananda
Vol 16 No 4 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i4.2380

Abstract

Penanganan vibriosis menggunakan bahan alami seperti ekstrak Sargassum sp. pada kegiatan budidaya ikan kerapu cantang perlu diteliti. Pengujian efektifitas pelarut dalam menghasilkan senyawa fitokimia sebagai antibakeri dan modifikasi proses ekstraksi menjadi lebih sederhana bertujuan agar dapat ditiru oleh pembudidaya dilapangan. Isolat bakteri uji diisolasi langsung dari ikan yang memiliki gejala vibriosis dari ikan kerapu cantang pembudidaya di Senggarang Besar, Kota Tanjungpinang. Pengujian aktivitas antibakteri dari ekstrak Sargassum sp. dalam menghambat pertumbuhan Vibrio sp. dilakukan melalui uji zona hambat metode difusi kertas cakram (metode Kirby-Bauer). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pelarut alkohol 70% pada proses ektraksi memberikan hasil diameter zona hambat yang jernih dan lebih baik yaitu 13 mm pada konsentrasi tertinggi dari perlakuan (10%) dibandingkan dengan ekstrak yang menggunakan pelarut alkohol 96% pada konsentrasi yang sama yaitu 11.67 mm dengan catatan zona hambat yang terbentuk tergolong parsial karena tidak jernih atau bening sempurna akibat masih terdapat pertumbuhan bakteri yang tipis di dalam zona meskipun bentuk lingkaran zona hambat terlihat cukup jelas. Penggunaan pelarut alkohol 70% dapat digunakan untuk proses ekstraksi Sargassum sp. dengan pertimbang harga yang lebih murah dan hasil yang lebih baik dibandingkan alkohol 96% berdasarkan hasil yang ditunjukkan melalui penelitian ini.
Karakterisasi Komunitas Bakteri Indikator di Tambak Udang untuk Mengevaluasi Kesehatan Media Budidaya Hani Fattus Sabrina Anam; Ida Bagus Jelantik Swasta; Anak Agung Ayu Agung Widhyani; Meutia Samira Ismet; Ketut Mahardika; Gede Iwan Setiabudi
Vol 16 No 4 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i4.2414

Abstract

EFLUEN TAMBAK UDANG TERHADAP MIKROBIOMA PESISIR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KUALITAS AIR SERTA PROLIFERASI PATOGEN Ni Kadek Martha Ayu Saraswati; Jasmine Masyitha Amelia; Anak Agung Ayu Agung Widhyani; Meutia Samira Ismet; Ketut Mahardika; Gede Iwan Setiabudi
Vol 16 No 4 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i4.2421

Abstract

Shrimp aquaculture faces significant challenges from disease outbreaks and environmental degradation caused by cultivation waste. This study aims to characterize the indicator bacteria communities in the coastal areas surrounding shrimp farms and to evaluate their correlation with water quality parameters as a tool for monitoring ecosystem health. This research employed a descriptive-observational approach and conventional cultivation on selective media, including Thiosulfate-Citrate-Bile Salts-Sucrose (TCBS) Agar and Pseudomonas Isolation Agar, to quantify the abundance of Vibrio spp. and Pseudomonas spp., respectively, alongside Marine Agar. Measurements of water quality parameters such as temperature, salinity, pH, dissolved oxygen (DO), nitrate, nitrite, and ammonia were also integrated for correlation analysis. The analysis revealed that aquaculture effluent significantly increased the abundance of total heterotrophic bacteria and Vibrio spp. in the coastal waters receiving farm waste. The abundance of Vibrio was positively correlated with temperature and pH, and negatively correlated with dissolved oxygen. Bacterial communities, including Vibrionaceae and Pseudomonadaceae, were identified as core components of the microbiome in waters exposed to anthropogenic waste. Fluctuations in environmental parameters trigger shifts in these bacterial communities, elevating the risk of pathogen and toxin presence. These findings underscore the importance of monitoring indicator bacteria for sustainable farm management, mitigating disease risks, and ensuring the suitability of coastal waters as a viable medium for aquaculture.
Produktivitas Pembenihan Ikan Koki Baster (Carassius auratus) Menggunakan Model Smart-K Hamdan Agustiawan; Ujang Dindin; Neneng Nurbaeti; Syifa Dilla Nafisa
Vol 16 No 4 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i4.2423

Abstract

The productivity of hybrid goldfish (Carassius auratus) hatcheries remains relatively low due to non-standardized hatchery management, particularly in broodstock management, larval rearing, and water quality control. This study aimed to analyze the effect of implementing the SMART-K model (Technology and Partnership-Based Aquaculture Management System) on the productivity of hybrid goldfish hatcheries. The study was conducted from November to December 2025 at hatchery ponds located in Cicantayan, Nagrak Cisaat, and Cimenteng, Sukabumi Regency. A quantitative approach was applied by comparing fry productivity before and after the implementation of the SMART-K model in the same hatchery units. Observed parameters included fry productivity at the end of the rearing cycle and water quality parameters, namely temperature, pH, and dissolved oxygen (DO). Data were analyzed descriptively and further examined using a paired t-test. The results showed that the average fry productivity increased from 3.61 liters before SMART-K implementation to 15.72 liters after implementation, with a statistically significant difference (p < 0.05). The application of the SMART-K model had a significant effect on improving the productivity of hybrid goldfish hatcheries.
GROWTH OF SILKWORM (Tubifex sp.) IN VERTIQUA MEDIA WITH THE ADDITION OF A BIOFICAL FILTER Abdul Maliki Subhan; Ujang Dindin; Neneng Nurbaeti
Vol 16 No 4 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i4.2424

Abstract

Cacing sutra (Tubifex sp.) merupakan pakan alami yang banyak digunakan dalam kegiatan pembenihan ikan karena memiliki kandungan protein tinggi dan ukuran tubuh yang sesuai dengan bukaan mulut larva ikan. Namun, ketersediaan cacing sutra dari alam masih bergantung pada kondisi lingkungan serta berpotensi membawa penyakit, parasit, dan kontaminan akibat berasal dari perairan yang tercemar limbah organik. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas sistem Vertiqua (Vertical Aquaculture) dengan penambahan biofical filter terhadap pertumbuhan cacing sutra. Penelitian dilaksanakan selama 58 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu perlakuan dan tiga ulangan. Budidaya dilakukan menggunakan sistem Vertiqua yang dilengkapi biofical filter, sedangkan media pembanding menggunakan kotoran ayam, kambing, dan sapi tanpa sistem filtrasi. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik (Specific Growth Rate/SGR), rasio konversi pakan (Feed Conversion Ratio/FCR), dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem Vertiqua menghasilkan bobot mutlak tertinggi sebesar 266,01 g/m² dengan nilai SGR 4,59% per hari, lebih tinggi dibandingkan media konvensional. Nilai FCR sebesar 2,43 menunjukkan bahwa efisiensi pemanfaatan pakan masih dipengaruhi oleh proses biologis dan mikrobiologis dalam sistem budidaya. Penerapan biofical filter mampu menjaga kualitas air dan menciptakan lingkungan budidaya yang stabil sehingga mendukung pertumbuhan cacing sutra secara optimal. Dengan demikian, sistem Vertiqua berpotensi menjadi alternatif budidaya cacing sutra yang higienis, produktif, dan berkelanjutan.