cover
Contact Name
Muh. Nurtanzis Sutoyo
Contact Email
mns.usn21@gmail.com
Phone
+6285241784560
Journal Mail Official
mns.usn21@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sangia Nibandera BMP Kel. Lalombaa
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang
ISSN : -     EISSN : 30642833     DOI : -
TENANG: Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang adalah jurnal multidisiplin yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat dengan pendekatan kolaboratif dan inovatif. Kami berkomitmen untuk menjadi media yang mendukung penyebarluasan ide-ide, metode, dan hasil dari berbagai bidang ilmu yang berdampak positif bagi pengembangan masyarakat dan lingkungan. Jurnal ini mengundang para akademisi, praktisi, dan peneliti untuk berkontribusi melalui artikel-artikel berkualitas yang berfokus pada pengabdian masyarakat. Fokus utama kami adalah menyatukan berbagai disiplin ilmu dalam memberikan solusi yang inovatif dan berdampak nyata pada masyarakat luas. Jurnal ini tidak hanya bertujuan untuk mempublikasikan artikel pengabdian, tetapi juga untuk memperkuat kolaborasi antara peneliti dari berbagai disiplin ilmu dan praktisi di lapangan. Kami mendukung inovasi yang berkelanjutan untuk kemajuan masyarakat Indonesia dan global. Jika Anda memiliki hasil pengabdian yang inovatif dan bermanfaat, kami mengundang Anda untuk mengirimkan artikel Anda kepada kami. Setiap artikel yang masuk akan melalui proses peer-review untuk memastikan kualitas dan relevansi terhadap pengembangan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 47 Documents
Membangun Ekosistem Governance Digital Melalui Pengembangan Katalog Digital UMKM Berbasis Potensi Lokal Desa Palewai Kecamatan Tanggetada Yudi Agusman; Novita Sarima Pasaribu; Nur Tisya Khaerunnisa; Rika Febrianti Saputri; Febry Fertiwy Tomi Sandra
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v3i1.124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membangun ekosistem digital governance melalui pengembangan katalog digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis potensi lokal di Desa Palewai, Kecamatan Tanggetada. Transformasi tata kelola pemerintahan desa berbasis digital menjadi strategi penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan informasi, promosi potensi ekonomi lokal, serta perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM. Katalog digital dipandang sebagai inovasi layanan berbasis teknologi informasi yang mendukung keterhubungan antara pemerintah desa, pelaku UMKM, dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan katalog digital UMKM berbasis potensi lokal mampu meningkatkan visibilitas produk unggulan desa, memperkuat strategi promosi digital, serta meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam pemanfaatan teknologi informasi. Selain itu, katalog digital juga memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam pengembangan ekonomi lokal. Namun demikian, implementasi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan literasi digital, infrastruktur teknologi, serta belum optimalnya pendampingan dan keberlanjutan program. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan katalog digital UMKM merupakan instrumen strategis dalam mendukung terwujudnya digital governance di tingkat desa sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Implementasi Teknologi Tepat Guna Sumur Bor untuk Penyediaan Air Bersih Pascabencana di Desa Alue Leuhop Murhaban; Joli Supardi; Bambang Tripoli; Teuku Farizal; Muzakir; Mukhlizar; Herdi Susanto; Veranita; Rivansyah Suhendra; Muh. Nurtanzis Sutoyo
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v3i1.125

Abstract

Desa Alue Leuhop, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, merupakan wilayah rawan banjir dan longsor yang sering mengalami gangguan akses terhadap air bersih pascabencana. Sumber air tradisional seperti sumur gali dan mata air mudah tercemar oleh lumpur, limbah, serta bakteri patogen, sehingga meningkatkan risiko penyakit akibat lingkungan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan air bersih yang tahan bencana melalui pembangunan sumur bor, pemasangan pompa air, penyediaan tangki penampungan, dukungan genset, serta edukasi sanitasi dan pemeliharaan fasilitas. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, implementasi, monitoring, dan evaluasi dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan pemerintah desa, masyarakat, dosen, dan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa fasilitas yang dibangun mampu memberikan akses air yang lebih stabil bagi warga, termasuk 64 kepala keluarga penerima manfaat. Selain itu, program ini meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan air secara bijak, perawatan sumur bor, kebersihan lingkungan, serta deteksi sederhana terhadap perubahan kualitas air. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi teknologi tepat guna, partisipasi masyarakat, dan dukungan perguruan tinggi dapat memperkuat kesehatan, kemandirian, serta ketahanan desa yang rawan bencana. Program ini berpotensi direplikasi di wilayah lain yang mengalami masalah serupa. Keberhasilan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lokal dalam menciptakan layanan air bersih yang berkelanjutan, responsif terhadap kebutuhan warga, dan adaptif terhadap kondisi darurat secara mandiri di tingkat desa.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Perawatan Luka melalui Edukasi Balutan Luka Modern pada Pasien dan Keluarga di Puskesmas Kolakaasi Abd. Gani Baeda; Grace Tedy Tulak; Iis Afrianty; Heriviyatno Julika Siagian; Muh. Rijal Tansilal; Eka Kartina
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v3i1.129

Abstract

Perawatan luka yang kurang tepat masih menjadi permasalahan di masyarakat, terutama akibat keterbatasan pengetahuan mengenai prinsip perawatan luka dan penggunaan balutan modern. Sebagian masyarakat masih menggunakan metode konvensional maupun bahan tradisional dan memiliki persepsi bahwa luka harus selalu dikondisikan kering. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien serta keluarga dalam melakukan perawatan luka melalui edukasi balutan luka modern. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Kolakaasi, Kabupaten Kolaka, dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri atas pasien dan keluarga pasien. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif melalui pre-test, penyampaian materi, diskusi, demonstrasi jenis balutan modern, simulasi praktik ganti balut steril, dan post-test. Pengetahuan peserta diukur menggunakan kuesioner 10 pertanyaan, sedangkan keterampilan dievaluasi melalui observasi praktik. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi, 68% peserta berada pada kategori pengetahuan kurang, 24% cukup, dan hanya 8% berada pada kategori baik. Setelah edukasi, proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 76%, kategori cukup sebesar 20%, dan kategori kurang menurun menjadi 4%. Secara keseluruhan dilaporkan terjadi peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 28%. Pemahaman mengenai konsep lingkungan lembab meningkat dari 12% menjadi 88%, sedangkan pengetahuan mengenai jenis dan fungsi balutan modern meningkat dari 16% menjadi 84%. Selain itu, 60% peserta mampu melakukan praktik ganti balut steril secara mandiri sesuai prosedur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang mengombinasikan penyampaian materi, media visual, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung berpotensi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien serta keluarga dalam melakukan perawatan luka.
Edukasi Pemeliharaan Bangunan Sederhana untuk Meningkatkan Keamanan dan Umur Layanan Bangunan Arya Dirgantara; Arman Hidayat
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v3i1.130

Abstract

Pemeliharaan bangunan merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga keamanan, kenyamanan, fungsi, dan umur layanan bangunan rumah tinggal. Namun, sebagian masyarakat masih menerapkan pola pemeliharaan yang bersifat reaktif, yaitu melakukan perbaikan setelah kerusakan terjadi dan berkembang menjadi lebih serius. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemeliharaan bangunan sederhana, identifikasi kerusakan sejak dini, pemeliharaan preventif, serta penentuan tindakan penanganan awal yang tepat. Kegiatan dilaksanakan di wilayah perdesaan dengan melibatkan 32 orang masyarakat umum. Metode pelaksanaan terdiri atas identifikasi kondisi awal, pre-test, penyampaian materi, demonstrasi dan diskusi kasus, post-test, serta evaluasi respons peserta. Materi edukasi mencakup pemeriksaan komponen bangunan, kerusakan atap, dinding, plafon, lantai, pintu dan jendela, saluran air, drainase, serta prioritas penanganan kerusakan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata peserta dari 61,88 pada pre-test menjadi 86,25 pada post-test, atau meningkat sebesar 39,38%. Persentase peserta yang memperoleh nilai minimal 75 meningkat dari 25,00% menjadi 90,63%. Peningkatan pemahaman tertinggi terjadi pada kemampuan peserta dalam mengidentifikasi kerusakan yang memerlukan tindak lanjut. Selain itu, 93,75% peserta menyatakan materi mudah dipahami dan 87,50% menyatakan mampu melakukan pemeriksaan sederhana terhadap kondisi bangunan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis contoh visual dan kasus sehari-hari efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat serta mendorong perubahan pola pemeliharaan dari reaktif menuju preventif. Pemeliharaan berkala diharapkan dapat membantu mendeteksi kerusakan sejak dini, mengurangi risiko kerusakan berat, dan memperpanjang umur layanan bangunan.
CIVIL CLEAN: Program Pengabdian Masyarakat HMTS FST USN Kolaka dalam Mewujudkan Lingkungan Sehat di Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka Radit Pratama; Ahmad Fadhilah Mubarak; Muhammad Buttomi Masgode; Al Tafakur La Ode; Vovianty Masgode
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v3i1.131

Abstract

Program CIVIL CLEAN merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sembilanbelas November Kolaka (HMTS FST USN Kolaka) sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat di Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan gotong royong. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan Mahasiswa, Pemerintah Kelurahan, dan Masyarakat setempat. Tahapan kegiatan meliputi observasi lokasi, koordinasi dan persiapan, pelaksanaan aksi bersih lingkungan, serta evaluasi hasil kegiatan. Pelaksanaan CIVIL CLEAN difokuskan pada pembersihan ruas jalan, bahu jalan, saluran drainase, pemotongan rumput liar, pengumpulan, dan pengangkutan sampah pada titik-titik yang menjadi prioritas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil menciptakan lingkungan yang lebih bersih, rapi, dan nyaman serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan gotong royong. Selain memberikan dampak positif terhadap kondisi fisik lingkungan, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara HMTS FST USN Kolaka, pemerintah kelurahan, dan masyarakat sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan demikian, Program CIVIL CLEAN dapat menjadi salah satu model pengabdian masyarakat yang mendukung terwujudnya budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan.
Optimalisasi Tata Kelola Administrasi melalui Pelatihan Penyusunan Standar Operasional Prosedur secara Daring Mardianto; Anjar Pradipta; Muh. Nurtanzis Sutoyo; Alders Paliling
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v3i1.132

Abstract

Tata kelola administrasi yang efektif merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan organisasi atau lembaga yang menjalankan proses administrasi berdasarkan kebiasaan kerja tanpa didukung Standar Operasional Prosedur (SOP) yang terdokumentasi secara sistematis. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidakseragaman prosedur, ketidakjelasan pembagian tugas, keterlambatan pelayanan, serta kesulitan dalam melakukan evaluasi kinerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengelola organisasi/lembaga dalam menyusun SOP serta menghasilkan rancangan SOP yang dapat diterapkan dalam proses administrasi organisasi. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi penyusunan SOP, praktik penyusunan SOP, diskusi, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan terdiri atas 23 pengelola SPMI Program Studi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengukuran pemahaman peserta dan penilaian terhadap dokumen SOP yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep, fungsi, unsur, dan tahapan penyusunan SOP. Peserta juga mampu mengidentifikasi proses kerja prioritas dan menghasilkan rancangan SOP yang lebih terstruktur. Penerapan pendekatan praktik dan pendampingan secara daring membantu peserta menerjemahkan proses kerja yang sebelumnya bersifat informal menjadi prosedur kerja yang terdokumentasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan penyusunan SOP secara daring dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan efektivitas proses kerja dan memperkuat tata kelola administrasi organisasi.
Penerapan Edukasi DAGUSIBU untuk Meningkatkan Literasi Kefarmasian Masyarakat di Rumah Sehat Tojabi Bugar Kolaka Utara Muh Syahruddin; Eka Nurwahyuni
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v3i1.135

Abstract

Penggunaan obat secara mandiri merupakan praktik yang umum dilakukan di masyarakat, tetapi belum selalu disertai pemahaman yang memadai mengenai cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara benar. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penggunaan obat yang tidak rasional, kesalahan dosis, penyimpanan obat yang tidak sesuai, hingga pembuangan obat yang berpotensi mencemari lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kefarmasian melalui edukasi DAGUSIBU pada peserta Rumah Sehat Tojabi Bugar, Kabupaten Kolaka Utara. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif-partisipatif yang meliputi pre-test, penyampaian materi, demonstrasi penggunaan dan pengelolaan obat, diskusi interaktif, studi kasus sederhana, serta post-test. Peserta kegiatan berjumlah 42 orang yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga. Literasi kefarmasian diukur menggunakan 20 pertanyaan yang mencakup empat domain, yaitu Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 58,8±12,4 sebelum edukasi menjadi 84,6±9,1 setelah edukasi. Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 21,4% menjadi 83,3%. Peningkatan terbesar terdapat pada domain pembuangan obat, diikuti penyimpanan dan penggunaan obat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa metode edukasi yang memadukan penjelasan sederhana, demonstrasi, dan diskusi kasus mampu meningkatkan pemahaman peserta secara bermakna. Edukasi DAGUSIBU berpotensi menjadi strategi promotif yang mudah diterapkan untuk memperkuat literasi kefarmasian masyarakat serta mendukung perilaku penggunaan obat yang aman dan rasional di tingkat rumah tangga.