cover
Contact Name
Victor Novianto
Contact Email
pps@upy.ac.id
Phone
+6285713497618
Journal Mail Official
noviantoari29@gmail.com
Editorial Address
Jl. PGRI I Sonosewu No. 117 Daerah Istimewa Yogyakarta 55182 Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sosialita: Jurnal Kajian Sosial dan Pendidikan
ISSN : 2086560     EISSN : -     DOI : -
Jurnal ini menerbitkan artikel asli tentang isu-isu terbaru dan tren yang terjadi secara nasional maupun internasional dalam pembelajaran pendidikan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Fokus dan ruang lingkup jurnal ini adalah: 1. Hasil penelitian praksis Pendidikan IPS (integrasi): Inovasi pembelajaran IPS, Penelitian Tindakan Kelas, Riset Penilaian dan Evaluasi dalam Pendidikan IPS, Pendidikan Nilai dan Karakter dalam IPS, Pembelajaran Mitigasi dan Lingkungan Hidup dalam IPS. 2. Hasil penelitian Ilmu-ilmu Sosial yang berkontribusi terhadap Pendidikan IPS: Seluruh hasil riset ilmu-ilmu sosial yang memiliki keterkaitan dengan konten pada Pendidikan IPS, dan diharuskan terdapat penjelasan di dalam naskah, apa manfaat temuan penelitian tersebut bagi pendidikan IPS.
Articles 309 Documents
KEARIFAN LOKAL PELA DARAH ANTARA DESA SOHUWE DAN DESA LUMAPELU SEBAGAI TANDA PERDAMAIAN MASYARAKAT DI SERAM BAGIAN BARAT Paisina, Elvi Yoan; Sukadari; Sunarti
Jurnal Sosialita Vol. 20 No. 2 (2025): Pendidikan untuk Masa Depan Berkelanjutan (Education for a Sustainable Future)
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/js.v20i2.8631

Abstract

This study aims to examine the local wisdom of Pela Darah (blood oath) between Sohuwe and Lumapelu Villages in West Seram Regency, a symbol of peace and brotherhood between the two communities. Pela Darah is a traditional bond formed through a blood oath between two villages to protect each other, maintain harmony, and prevent conflict. This tradition embodies noble values ​​such as unity,solidarity,and shared responsibility,which are passed down through generations.In a socio-cultural context, Pela Darah serves as an important tool for strengthening community identity and building sustainable peace in areas that have experienced social tension. The research methodology used was a qualitative approach with descriptive methods. Data were obtained through in-depth interviews with traditional leaders, community leaders, and village officials, as well as direct observation of the Pela Darah traditional procession. Furthermore, a literature review was conducted to strengthen understanding of the history and philosophical meaning of this tradition. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that Pela Darah plays a strategic role in maintaining peace between the communities of Sohuwe and Lumapelu Villages. This customary bond serves as a mechanism for conflict resolution, strengthening social relations, and preserving local cultural values. This tradition also encourages cooperation in the social, economic, and security sectors. Revitalizing Pela Darah through the support of traditional leaders and the local government is considered crucial to ensuring the preservation of these noble values ​​and the foundation for building a harmonious and peaceful society. Keywords: Pela Darah, Peace, West Seram
STUDI KASUS PARTISIPASI MASYARAKAT PADA DINAMIKA SOSIAL BUDAYA SASI LAUT DESA TAAR KOTA TUAL Leleury, Novalin Chrisnatalia; Setiawati, Esti Setiawati; Sukadari
Jurnal Sosialita Vol. 20 No. 2 (2025): Pendidikan untuk Masa Depan Berkelanjutan (Education for a Sustainable Future)
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/js.v20i2.8633

Abstract

This study aims to analyze community participation in the socio-cultural dynamics of the sasi laut practice in Taar Village, Tual City, Maluku Province as a form of local wisdom that plays a crucial role in coastal resource management. The research employs a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The collected data were analyzed using an interactive technique consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, in order to obtain a comprehensive understanding of community involvement in sustaining the sasi laut practice. The findings of this research are expected to demonstrate that community participation is reflected in active involvement in customary deliberations, collective monitoring of designated marine areas, and compliance with prevailing customary norms and regulations. Furthermore, sasi laut functions not only ecologically in maintaining marine ecosystem sustainability but also embeds socio-cultural values that strengthen solidarity, collective identity, and communal cohesion of the indigenous community. These findings are expected to reaffirm that sasi laut constitutes a form of local wisdom–based resource management that is relevant to supporting natural resource sustainability while simultaneously reinforcing the socio-cultural order of the local community. Keywords: community participation, sasi laut, socio-cultural dynamics, local wisdom
JOYFUL, EXPERIENTIAL, DAN SOCIAL EMOTIONAL LEARNING: INTEGRASI STRATEGI DEEP LEARNING DALAM PRAKTIK MERDEKA BELAJAR DI MALUKU TENGGARA Renoat, Inri Yani; Novianto, Victor; Salamah
Jurnal Sosialita Vol. 20 No. 2 (2025): Pendidikan untuk Masa Depan Berkelanjutan (Education for a Sustainable Future)
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/js.v20i2.8634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi kebijakan Merdeka Belajar dalam meningkatkan kompetensi siswa melalui strategi pembelajaran bermakna (Deep Learning) di SMA Negeri 2 Maluku Tenggara. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tantangan pendidikan di daerah 3T yang masih menghadapi keterbatasan sarana, variasi kompetensi guru, serta orientasi pembelajaran yang cenderung berfokus pada capaian akademik permukaan (surface learning). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, observasi partisipatif di kelas, serta studi dokumentasi terhadap perangkat ajar dan hasil belajar. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Merdeka Belajar mulai diterapkan melalui integrasi tiga komponen utama strategi Deep Learning, yaitu Joyful Learning, Experiential Learning, dan Social Emotional Learning (SEL). Penerapan strategi ini meningkatkan keterlibatan siswa, motivasi belajar, serta pengembangan kompetensi kognitif, afektif, dan sosial-emosional. Namun, pelaksanaan belum optimal akibat keterbatasan pemahaman guru, kurangnya pelatihan, dan minimnya fasilitas pendukung. Temuan penelitian menegaskan pentingnya penguatan kapasitas guru, penyediaan sarana pembelajaran, dan dukungan kelembagaan untuk mengoptimalkan implementasi Merdeka Belajar dan memperkuat relevansi pembelajaran dalam konteks lokal maupun global. Keywords: Merdeka Belajar, Deep Learning, Kompetensi Siswa, Joyful Learning.
REVITALISASI BUDAYA KEI SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MENGHADAPI FENOMENA SOSIAL DI MALUKU TENGGARA: REVITALISASI BUDAYA KEI SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MENGHADAPI FENOMENA SOSIAL DI MALUKU TENGGARA Ohoiwutun, Nike Novita; Sunarti; Salamah
Jurnal Sosialita Vol. 20 No. 2 (2025): Pendidikan untuk Masa Depan Berkelanjutan (Education for a Sustainable Future)
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/js.v20i2.8635

Abstract

Abstract Fenomena sosial di Maluku Tenggara menunjukkan adanya tantangan serius berupa degradasi moral, menurunnya solidaritas sosial, serta melemahnya identitas kultural di kalangan generasi muda. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis revitalisasi budaya Kei sebagai strategi penguatan karakter dalam menghadapi perubahan sosial yang dinamis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan wawancara mendalam pada tokoh adat, pemuka agama, pendidik, serta pemuda Kei. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya Kei, seperti ain ni ain (kebersamaan dan solidaritas), hawear balwirin (ikrar persaudaraan), dan hira ni ngaran (penghormatan martabat), masih relevan sebagai fondasi pendidikan karakter. Implementasi revitalisasi dilakukan melalui pendidikan formal, kegiatan adat, serta praktik sosial berbasis kearifan lokal. Revitalisasi budaya Kei terbukti mampu memperkuat karakter generasi muda dalam menghadapi arus globalisasi, konflik sosial, serta pergeseran nilai modernitas. Artikel ini merekomendasikan integrasi nilai budaya Kei dalam kurikulum lokal dan program pembangunan sosial di Maluku Tenggara. Kata kunci: Revitalisasi, Budaya Kei, Pendidikan Karakter, Fenomena Sosial, Maluku Tenggara Abstract The social phenomena in Southeast Maluku present serious challenges such as moral degradation, declining social solidarity, and weakening cultural identity among the younger generation. This article aims to analyze the revitalization of Kei culture as a strategy for strengthening character in facing dynamic social changes. The study employs a qualitative approach through literature review and in-depth interviews with traditional leaders, religious figures, educators, and Kei youth. Findings reveal that Kei cultural values such as ain ni ain (togetherness and solidarity), hawear balwirin (oath of brotherhood), and hira ni ngaran (respect for dignity) remain relevant as a foundation for character education. The revitalization is implemented through formal education, customary practices, and community-based activities rooted in local wisdom. Kei cultural revitalization proves to be effective in reinforcing youth character in facing globalization, social conflicts, and shifts in modern values. The article recommends integrating Kei cultural values into local curricula and social development programs in Southeast Maluku. Keywords: Revitalization, Kei Culture, Character Education, Social Phenomena, Southeast Maluku
SISTEM STRATAFIKASI SOSIAL PADA MASYARAKAT KEI KABUPATEN MALUKU TENGGARA Feninlambir, Carolina; Sunarti; Novianto, Victor
Jurnal Sosialita Vol. 20 No. 2 (2025): Pendidikan untuk Masa Depan Berkelanjutan (Education for a Sustainable Future)
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/js.v20i2.8636

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji sistem stratafikasi sosial pada masyarakat Kei di Kabupaten Maluku Tenggara yang dihapuskan pada hukum adat Larvul Ngabal . Stratafikasi sosial masyarakat tradisional Kei terbagi dalam tiga lapisan utama, yaitu Mel (bangsawan/tuan tanah), Ren (orang merdeka), dan Iri/Ata (budak/hamba). Setiap lapisan memiliki peran sosial yang berbeda-beda, khususnya dalam penyelenggaraan upacara adat seperti perkawinan, penyelesaian konflik (perdamaian), dan ritual adat keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan tiga puluh responden dari berbagai lapisan sosial masyarakat Kei. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Skala Likert dan observasi lapangan, kemudian dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stratafikasi sosial Kei masih dipahami sebagai instrumen penting pengorganisasian masyarakat sekaligus pelestarian identitas budaya. Lapisan Mel tetap diakui sebagai pemimpin adat, sementara Ren berperan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan adat. Namun, status Iri tidak lagi diakui secara formal dalam struktur sosial modern. Posisi sosial masyarakat Kei dewasa ini lebih banyak ditentukan oleh faktor pendidikan, ekonomi, dan jabatan formal dibandingkan garis keturunan semata. Dengan demikian, sistem stratafikasi sosial Kei menampilkan dinamika antara pelestarian nilai adat dan penyesuaian terhadap perubahan sosial modern. Penelitian ini menegaskan bahwa hukum adat Larvul Ngabal masih relevan sebagai dasar kohesi sosial, meskipun mengalami transformasi dalam praktik kehidupan masyarakat kontemporer. Kata Kunci : stratafikasi sosial, masyarakat Kei, hukum adat, Larvul Ngabal, perubahan sosial
DAMPAK PARIWISATA LOKAL PADA KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI OHOI NGILNGOF, KABUPATEN MALUKU TENGGARA Murni; Setiawati, Esti; Novianto, Victor
Jurnal Sosialita Vol. 20 No. 2 (2025): Pendidikan untuk Masa Depan Berkelanjutan (Education for a Sustainable Future)
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/js.v20i2.8638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pariwisata lokal terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Ohoi Ngilngof, Kabupaten Maluku Tenggara. Ohoi Ngilngof dikenal sebagai destinasi unggulan dengan Pantai Ngurbloat yang memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pariwisata memberikan kontribusi positif berupa peningkatan pendapatan, terciptanya lapangan kerja baru, dan berkembangnya usaha lokal seperti homestay, warung makan, serta kerajinan tangan. Secara sosial, interaksi dengan wisatawan memperluas jaringan sosial dan memunculkan pertukaran budaya. Namun demikian, pariwisata juga menimbulkan tantangan, di antaranya perubahan gaya hidup, potensi konflik lahan, dan meningkatnya ketergantungan ekonomi pada sektor wisata. Oleh karena itu, pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat dengan prinsip keberlanjutan sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian nilai sosial budaya.
PERAN PENGAWAS SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ( SMP ) DI KECAMATAN PULAU DULLAH SELATAN KOTA TUAL: JURNAL Matdoan, Muhammad Jahja Zein; Tarto; Sukadari
Jurnal Sosialita Vol. 20 No. 2 (2025): Pendidikan untuk Masa Depan Berkelanjutan (Education for a Sustainable Future)
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/js.v20i2.8639

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan peran pengawas sekolah, dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, serta mengidentifikasi faktor – faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan tuags pengawas Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Pulau Dullah Selatan Kota Tual. Metode Penilitaian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu, sedangkan analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawas sekolah telah menjalankan fungsi inspecting, advising, monitoring, coordinating, reporting, dan performing leadership dalam pembinaan kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan. Peran tersebut berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan yang mencakup standar isi, proses, penilaian, tenaga kependidikan, sarana prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan kompetensi lulusan. Faktor pendukung peran pengawas meliputi adanya dukungan kebijakan, sarana, serta motivasi kerja pengawas, sedangkan faktor penghambat antara lain keterbatasan jumlah pengawas, kondisi geografis, serta rendahnya penguasaan teknologi informasi. Penelitian ini diharapkan memberi manfaat teoretis sebagai referensi akademik dalam bidang supervisi pendidikan, serta manfaat praktis bagi kepala sekolah, pengawas, dan Dinas Pendidikan dalam merumuskan strategi peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Kata Kunci: pengawas sekolah, peran pengawas, mutu pendidikan, supervisi pendidikan ABSTRACT This study aims to describe the implementation of supervisory duties, the role of school supervisors in improving education quality, as well as the supporting and inhibiting factors faced by supervisors in Junior High Schools (SMP) of Pulau Dullah Selatan District, Tual City. The research employed a qualitative approach with data collection techniques consisting of observation, in-depth interviews, and documentation. Data validity was tested using source, technique, and time triangulation, while data analysis followed the Miles and Huberman model, which includes data collection, reduction, display, and conclusion drawing. The findings reveal that school supervisors have carried out their functions of inspecting, advising, monitoring, coordinating, reporting, and performing leadership in guiding principals, teachers, and education staff. These roles contribute to enhancing education quality covering content standards, learning process, assessment, educators, facilities and infrastructure, management, financing, and graduate competencies. Supporting factors include policy support, facilities, and supervisors’ work motivation, while inhibiting factors consist of limited number of supervisors, geographical conditions, and low mastery of information technology. This study is expected to provide theoretical benefits as an academic reference in the field of educational supervision, as well as practical benefits for principals, supervisors, and the Education Office in formulating sustainable strategies for improving education quality. Keywords: school supervisor, supervisory role, education quality, educational supervision
MODEL MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR STUDI KASUS DI SD NEGERI 16 TUAL KOTA TUAL Wingiu, Emi; Setiawati, Esti
Jurnal Sosialita Vol. 20 No. 2 (2025): Pendidikan untuk Masa Depan Berkelanjutan (Education for a Sustainable Future)
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/js.v20i2.8642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pariwisata lokal terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Ohoi Ngilngof, Kabupaten Maluku Tenggara. Ohoi Ngilngof dikenal sebagai destinasi unggulan dengan Pantai Ngurbloat yang memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pariwisata memberikan kontribusi positif berupa peningkatan pendapatan, terciptanya lapangan kerja baru, dan berkembangnya usaha lokal seperti homestay, warung makan, serta kerajinan tangan. Secara sosial, interaksi dengan wisatawan memperluas jaringan sosial dan memunculkan pertukaran budaya. Namun demikian, pariwisata juga menimbulkan tantangan, di antaranya perubahan gaya hidup, potensi konflik lahan, dan meningkatnya ketergantungan ekonomi pada sektor wisata. Oleh karena itu, pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat dengan prinsip keberlanjutan sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian nilai sosial budaya.
TRADISI MAREN SEBAGAI INSTRUMEN SOLIDARITAS SOSIAL MASYARAKAT KEI DI DESA WAIN Wokanubun, Marlina; Tarto; Sunarti
Jurnal Sosialita Vol. 20 No. 2 (2025): Pendidikan untuk Masa Depan Berkelanjutan (Education for a Sustainable Future)
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/js.v20i2.8645

Abstract

Penelitian ini menganalisis tradisi Maren sebagai instrumen solidaritas sosial dalam masyarakat Kei di Desa Wain, Kepulauan Kei, Maluku. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi bentuk-bentuk praktik tradisi Maren, menganalisis fungsi dan makna dalam kehidupan sosial, serta mengevaluasi perannya dalam memperkuat solidaritas sosial masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap 40 responden yang dipilih secara purposive sampling, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles–Huberman dengan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan validitas. Hasil penelitian menunjukkan enam jenis praktik Maren yaitu kebun, pembangunan rumah, penangkapan ikan, perkawinan, kedukaan, dan pendidikan. Tradisi ini berlandaskan filosofi Ain Ni Ain dan berfungsi sebagai mekanisme solidaritas yang melintasi batas sosial, agama, dan etnis. Maren berperan signifikan dalam membangun modal sosial melalui jaringan kepercayaan, norma timbal balik, dan kohesi komunitas. Temuan menegaskan bahwa Maren merupakan modal sosial yang efektif dalam mempertahankan identitas budaya dan memperkuat resiliensi sosial masyarakat Kei di era modernisasi. Kata kunci: tradisi Maren, solidaritas sosial, modal sosial, etnografi, masyarakat Kei
PENGARUH FENOMENA METI KEI TERHADAP PERILAKU SOSIAL DAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH DI MALUKU TENGGARA Namsa, Mustova; Sukadari
Jurnal Sosialita Vol. 20 No. 2 (2025): Pendidikan untuk Masa Depan Berkelanjutan (Education for a Sustainable Future)
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/js.v20i2.8661

Abstract

This study aims to provide an understanding of the importance and meaning of a tradition that continues year after year, particularly in transmitting its values to younger generations—especially adolescents or secondary school students in Southeast Maluku Regency—who are perceived to have been significantly influenced by external cultures affecting their social life. It explores the impact of the studied tradition, namely the Meti Kei phenomenon, and its effects on the surrounding environment as well as on the social behavior of secondary school students in the region. This research adopts a qualitative research design, with the objective of offering an in-depth description of the phenomena experienced by the research subjects—such as their behaviors, perceptions, experiences, or motivations—in their natural context. The findings of this study are expected to be utilized optimally for the benefit of future generations, serving as a reference for further research and contributing to shared knowledge and benefits.