cover
Contact Name
Noni Putri
Contact Email
fatihjournal1@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
fatihjournal1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan atau Pasar XII Gg. Sayang No. 12 Dusun II Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Fatih: Journal of Contemporary Research
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : -     EISSN : 30643821     DOI : -
The focus and scope of Fatih Journal of Contemporary Research is on various issues in multidisciplinary fields, both as material objects and formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers of interdisciplinary studies to publish their research results in our journal, whose articles focus on Education Dawah and Communication Philosophy and Ushuluddin Law Economics and Banking Management and Administration Social and Culture Science and Technology Nursing, Midwifery, Medicine, Pharmacy and Public Health Agriculture, Plantation, Fisheries and Animal Husbandry Language, Arts and Literature
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2024): July-December" : 21 Documents clear
Peran Pendidikan Al-Qur’an dalam Kurikulum PAI untuk Membentuk Generasi Qur’ani Juliani; Alipna Wulandari; Dina Novianti; Ike Septi Mulyaningsih; Rama Maulana
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/vsdmb290

Abstract

Pendidikan Al-Qur'an memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Al-Qur'an dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk membentuk generasi Qur'ani yang memiliki akhlak mulia, keimanan kokoh, dan kecerdasan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, mengintegrasikan data dari studi literatur, dokumen kurikulum, dan wawancara dengan guru PAI. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pendidikan Al-Qur'an memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Qur'ani oleh siswa. Artikel ini juga menawarkan strategi penguatan pendidikan Al-Qur'an melalui pendekatan holistik yang melibatkan semua pihak terkait. Rekomendasi mencakup penyediaan pelatihan guru, pengembangan modul berbasis teknologi, dan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Pembelajaran PAI Berbasis Kompetensi Sosial untuk Meningkatkan Empati Siswa Alzaiti Bilbina; Juliani; Arwina Nadila; Nadita Febriayu; Ulfa Yus Alfalisa
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/mjjn1a54

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis kompetensi sosial memiliki potensi besar dalam membentuk karakter siswa yang peduli dan berempati. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pembelajaran PAI yang terfokus pada pengembangan kompetensi sosial guna meningkatkan empati siswa. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen di sekolah menengah pertama di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kompetensi sosial menciptakan suasana belajar yang inklusif, meningkatkan kesadaran siswa terhadap nilai-nilai kemanusiaan, serta mendorong keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial. Penerapan metode seperti simulasi, proyek sosial, dan refleksi nilai memberikan dampak positif terhadap pengembangan empati siswa. Namun, beberapa kendala seperti kurangnya pelatihan guru dan waktu pembelajaran yang terbatas perlu diatasi untuk mengoptimalkan pendekatan ini. Kesimpulannya, pembelajaran PAI berbasis kompetensi sosial efektif dalam membentuk siswa yang berempati dan bertanggung jawab sosial.
Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) Sebagai Media Transformasi Sosial di Era Modern Fadilah Khairani; Juliani; Siska Wulandari; Sofi Malinda Saragih
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/wf8jg826

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kurikulum pendidikan agama Islam sebagai media transformasi di era modern. Dalam penelitian ini, kami menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, wawancara, dan observasi terhadap praktik implementasi kurikulum PAI di berbagai institusi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI berpotensi menjadi media yang efektif untuk transformasi sosial melalui internalisasi nilai-nilai Islam yang menekankan pada akhlak mulia, keadilan sosial, dan toleransi. Namun, terdapat beberapa tantangan signifikan dalam pelaksanaannya, seperti kurangnya integrasi teknologi dalam pembelajaran, keterbatasan sumber daya, dan adanya resistensi budaya terhadap perubahan. Maka dari itu, inovasi dalam desain kurikulum PAI yang fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan era modern sangatlah diperlukan. Rekomendasi yang diusulkan meliputi integrasi teknologi dalam proses pembelajaran, penguatan kompetensi pendidik, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk mendukung efektivitas kurikulum PAI dalam menciptakan transformasi sosial yang positif. Diharapkan, penelitian ini dapat menjadi landasan bagi pengembangan kurikulum PAI yang relevan dan berdampak luas di tengah dinamika perubahan sosial.
Efektivitas Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran Biologi pada Pokok Bahasan Sistem Pencernaan Siswa Kelas VII SMP IT Darul Azhar Indah Putri Santri; Rabiyatul Adawiyah
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/79ygkd53

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan, untuk mengetahui (1) bagaimana efektivitas penggunaan alat peraga dalam pembelajaran biologi dengan pokok bahasan sirkulasi darah manusia siswa kelas VII SMP Darul Azhar (2) bagaimana penggunaan alat peraga dapat mengefektifkan pembelajaran biologi dengan pokok pembahasan sistem pencernaan manusia siswa kelas VII SMP Darul Azhar. Penelitian ini melibatkan semua siswa di kelas VII SMP Darul Azhar; sampelnya terdiri dari 30 siswa dan 1 guru. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis deskriptif, yang mencakup tabel yang menunjukkan persentase untuk setiap item. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga dalam pembelajaran biologi sangat efektif, seperti yang ditunjukkan oleh jawaban siswa pada angket dan hasil wawancara dengan guru biologi. Data ini umumnya menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga sangat efektif karena memiliki banyak manfaat untuk pembelajaran biologi. Salah satu manfaatnya adalah bahwa itu meningkatkan keinginan siswa untuk belajar, meningkatkan pemahaman mereka tentang materi biologi, serta berdampak positif dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Kurikulum Pendidikan Agama Islam Responsif Gender: Mengajarkan Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin Abdul Halim; Juliani; Bintang Nabila; Chintia Nurul Noviyanti
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/x1tbb372

Abstract

Idealnya, pembelajaran Ajaran Islam memiliki keterkaitan erat dengan internalisasi moderasi beragama. Pengarusutamaan moderasi beragama dalam Ajaran Islam dapat dilakukan melalui beberapa strategi, yaitu penguatan paradigma moderasi, kurikulum, dan pembelajaran. Ketiga strategi ini saling berhubungan dalam pengembangan kebijakan penerapan penguatan moderasi dalam konteks Ajaran Islam. Kebijakan Direktorat Pendidikan Islam di Kementerian Agama Republik Indonesia dalam merealisasikan moderasi ini dianggap penting untuk mengarahkan pengarusutamaan pembentukan sikap dan perilaku moderat yang didukung oleh pemahaman agama yang moderat. Selain itu, moderasi beragama juga dapat diimplementasikan melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Pendidikan Islam memainkan peran strategis dalam membentuk sikap dan perilaku moderat dalam praktik beragama. Moderasi beragama mengacu pada pemahaman dan praktik beragama dengan menekankan keseimbangan, toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, serta penolakan terhadap ekstremisme. Dalam konteks Pendidikan Islam, internalisasi moderasi beragama sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman. Oleh karena itu, pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada pengajaran agama, tetapi juga berperan sebagai alat untuk menanamkan nilai-nilai seperti toleransi, multikulturalisme, dan pengelolaan perbedaan dalam masyarakat. Untuk mewujudkan moderasi beragama dalam Pendidikan Islam, diperlukan strategi terpadu yang mencakup penguatan paradigma moderasi, pengembangan kurikulum, dan metode pengajaran yang relevan.
Institusi Agama Sebagai Penggerak Perdamaian: Studi Kasus Konflik Sosial di Indonesia Sahdin Hasibuan; Muhammad Ali Akbar Lubis; Reno Al Dino; Irham Rosyadi Pasaribu; Bhaihaky Alaprizky
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/2f9rz543

Abstract

Konflik sosial berbasis agama di Indonesia, terutama di daerah-daerah seperti Ambon dan Poso, menunjukkan tantangan besar dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman budaya dan keyakinan. Artikel ini membahas peran institusi agama dalam meredam konflik sosial dan mempromosikan perdamaian. Dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus, penelitian ini menggali bagaimana institusi agama melalui mediasi, dialog antar umat beragama, dan penyebaran nilai-nilai perdamaian dapat berfungsi sebagai penggerak rekonsiliasi dalam masyarakat yang dilanda ketegangan. Studi ini menemukan bahwa forum-forum seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memainkan peran kunci dalam membangun komunikasi antar kelompok yang bertikai. Meskipun demikian, tantangan seperti politisasi agama dan perbedaan interpretasi ajaran agama masih menjadi hambatan dalam mencapai perdamaian yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pentingnya kolaborasi antara institusi agama, pemerintah, dan masyarakat sipil untuk menciptakan perdamaian yang inklusif dan berkelanjutan sangat ditekankan.
Membangun Kompetensi Spiritual dan Moral Siswa Melalui Kurikulum Pendidikan Agama Islam Nurmala Syahfitri; Juliani; Nabila Azura Nasution; Nurhayati; Dinda Syahada
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/w5a0qs82

Abstract

Kompetensi spiritual dan moral adalah dua dimensi penting dalam pembentukan karakter siswa yang seimbang antara aspek intelektual, emosional, dan spiritual. Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peranan penting dalam membangun kompetensi ini melalui integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kurikulum PAI dapat membangun kompetensi spiritual dan moral siswa, dengan mengidentifikasi strategi pembelajaran yang efektif, peran guru, serta tantangan yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, melibatkan analisis dokumen kurikulum, wawancara dengan guru PAI, dan observasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI efektif dalam membangun kompetensi spiritual melalui pembiasaan ibadah dan penghayatan nilai-nilai keislaman. Kompetensi moral siswa juga meningkat melalui pengajaran akhlak mulia dan penerapan metode pembelajaran berbasis praktik. Namun, tantangan seperti keterbatasan waktu pembelajaran dan kurangnya pelatihan guru masih menjadi hambatan. Rekomendasi yang diajukan mencakup penguatan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta inovasi metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa di era digital.
Strategi Meningkatkan Optimalisasi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Jariyah; Juliani; Ayu Safrida Yanti; Sindy Cahyani; Erik Aldi Yansyah
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/p8k50787

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran penting dalam membentuk karakter siswa. Namun, implementasi PAI di sekolah seringkali menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam optimalisasi PAI serta merumuskan strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Melalui kajian literatur, penelitian ini menyimpulkan bahwa beberapa faktor seperti kompetensi guru, relevansi kurikulum, dan keterlibatan orang tua menjadi kunci keberhasilan PAI. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menawarkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk pengembangan profesional guru, revisi kurikulum, dan kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua.
Mewujudkan Pendidikan Agama Islam yang Berkelanjutan Melalui Program Integratif Akbar Al Fadillah; Juliani; Egianisa Br Sitepu; Nur Syifa Arida; Rana Sinta
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/qehmdn37

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi dalam mewujudkan pendidikan Agama Islam (PAI) yang berkelanjutan melalui penerapan program integratif yang menggabungkan aspek spiritual, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan observasi kasus pada beberapa institusi pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program integratif yang melibatkan kurikulum berbasis nilai-nilai Islam, kegiatan praktik sosial, serta pemeliharaan lingkungan secara kolaboratif mampu meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari siswa. Selain itu, keberhasilan program ini dipengaruhi oleh peran aktif pendidik, keterlibatan masyarakat, dan dukungan kebijakan yang memadai. Simpulan dari artikel ini adalah bahwa pendidikan agama Islam yang berkelanjutan dapat dicapai dengan memadukan pembelajaran teori dan praktik melalui pendekatan integratif yang relevan dengan tantangan zaman.
Penguatan Pendidikan Akhlak Melalui Kurikulum PAI di Sekolah Dasar Sakila Rosa; Juliani; Khomsatunnisa; Inzri Willa; Normansyah
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/pbmp3g25

Abstract

Pendidikan akhlak merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Di sekolah dasar, penanaman nilai-nilai akhlak yang luhur menjadi krusial sebagai bekal mereka menghadapi tantangan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat dioptimalkan dalam penguatan pendidikan akhlak di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, buku, dan dokumen terkait kurikulum PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI memiliki potensi besar dalam membentuk akhlak peserta didik melalui materi pembelajaran yang mengandung nilai-nilai moral, kisah-kisah teladan, dan penekanan pada praktik ibadah. Namun, implementasi kurikulum PAI perlu dioptimalkan melalui beberapa hal dalam pelaksanaannya, antara lain: (1) pembiasaan (2) pemberian nasehat (3) komitmen bersama, (4) keteladanan dan (5) hukuman. pelibatan aktif orang tua dan masyarakat dalam mendukung pendidikan akhlak di sekolah. Evaluasi yang dilakukan lebih bersifat formatif. Kendala yang dihadapi meliputi kurangnya sumber daya, kurangnya partisipasi orang tua, dan kurangnya integrasi nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Dengan penguatan implementasi kurikulum PAI yang efektif, diharapkan peserta didik di sekolah dasar dapat memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, dan mampu mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Page 2 of 3 | Total Record : 21