cover
Contact Name
Muhammad Buchori Ibrahim
Contact Email
mesadajournal@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
mesadajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidikan/Pasar XII Gg. Sayang No. 12 Dusun II Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Mesada: Journal of Innovative Research
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : -     EISSN : 30643864     DOI : -
The focus and scope of Mesada: Journal of Innovative Research is on various issues in multidisciplinary fields, both as material objects and formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers of interdisciplinary studies to publish their research results in our journal, whose articles focus on: Education Dawah and Communication Philosophy and Ushuluddin Law Economics and Banking Management and Administration Social and Culture Science and Technology Nursing, Midwifery, Medicine, Pharmacy and Public Health Agriculture, Plantation, Fisheries and Animal Husbandry Language, Arts and Literature
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 269 Documents
Generasi Muda dan Tantangan Pelestarian Pesta Gotilon di Desa Haunatas Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan Bintang Laila Siregar; Suheri Harahap; Ismail Ismail
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/8g7yn732

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan yang dihadapi generasi muda dalam melestarikan Pesta Gotilon serta mengkaji peran mereka dalam mempertahankan keberlangsungan tradisi tersebut di Desa Haunatas, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Pesta Gotilon merupakan warisan budaya masyarakat Batak yang memiliki nilai sosial, budaya, dan religius sebagai ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus sarana mempererat hubungan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, generasi muda, dan pihak terkait. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teori adaptasi budaya Robert Dubin sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda menghadapi berbagai tantangan, seperti menurunnya minat terhadap tradisi lokal, kuatnya pengaruh budaya modern, rendahnya pemahaman terhadap nilai budaya, serta terbatasnya keterlibatan dalam kegiatan adat. Namun demikian, generasi muda berperan penting dalam pelestarian Pesta Gotilon melalui partisipasi dalam pelaksanaan tradisi, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi budaya, serta pengembangan inovasi yang memadukan unsur tradisional dan modern. Keberlangsungan Pesta Gotilon memerlukan dukungan keluarga, tokoh adat, pemerintah desa, dan masyarakat untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pelestarian budaya.
Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Sistem Paylater pada Platform e-Commerce di Indonesia Ashri Syam
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/y5sfpr28

Abstract

Perkembangan teknologi finansial telah mendorong lahirnya berbagai inovasi pembayaran digital, salah satunya adalah sistem PayLater yang terintegrasi dalam platform e-commerce di Indonesia. Fasilitas ini memungkinkan konsumen membeli barang atau jasa terlebih dahulu dan melakukan pembayaran pada waktu yang telah ditentukan. Di satu sisi, PayLater memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam bertransaksi. Namun, di sisi lain, keberadaannya menimbulkan berbagai persoalan hukum dan etika dalam perspektif hukum ekonomi syariah, terutama terkait unsur riba, gharar, dan perilaku konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sistem PayLater pada platform e-commerce di Indonesia ditinjau dari perspektif hukum ekonomi syariah. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, fatwa, peraturan perundang-undangan, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan membandingkan praktik PayLater dengan prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar layanan PayLater menerapkan biaya tambahan, bunga, denda keterlambatan, dan biaya administrasi yang berpotensi mengandung unsur riba yang dilarang dalam Islam. Selain itu, kemudahan akses pembiayaan melalui PayLater juga berpotensi meningkatkan perilaku konsumtif masyarakat, khususnya generasi muda. Namun demikian, PayLater dapat dinilai sesuai syariah apabila menggunakan akad pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah seperti murabahah, ijarah, atau qardh tanpa unsur riba. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik PayLater yang berlaku saat ini pada umumnya belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip hukum ekonomi syariah sehingga diperlukan regulasi yang lebih ketat dan pengembangan produk pembiayaan digital berbasis syariah. abstrak dalam Bahasa Indonesia.
Analisis Literasi Digital Siswa Kelas X TKJ 1 di SMKN 2 Bandar Lampung Hany Nabila Sari; Valizha Aulia Putri; Rizkia Utami Wulandari; Priyo Asdy Tia; Handoko Handoko
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/szr11m86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat literasi digital siswa kelas X Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMKN 2 Bandar Lampung. Literasi digital merupakan salah satu kompetensi esensial pada era perkembangan teknologi informasi yang semakin maju, terutama bagi siswa sekolah menengah kejuruan yang berkaitan langsung dengan bidang komputer dan jaringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 33 siswa kelas X TKJ 1 SMKN 2 Bandar Lampung. Instrumen penelitian disusun dalam 20 butir pernyataan yang mencakup empat indikator, yaitu kemampuan penggunaan teknologi digital, kemampuan mengevaluasi informasi digital, etika dan keamanan digital, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital siswa termasuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 3,88 pada skala 5. Indikator etika dan keamanan digital memperoleh skor tertinggi sebesar 4,10, sedangkan indikator pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran memperoleh skor terendah sebesar 3,70. Temuan tersebut menunjukkan bahwa siswa telah memiliki kemampuan dasar literasi digital yang cukup memadai, namun optimalisasi penggunaan teknologi digital untuk menunjang kegiatan pembelajaran masih perlu ditingkatkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak sekolah dalam mengembangkan program literasi digital yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Menumbuhkan Pemahaman Melalui Literasi: Pengaruh Kemampuan Baca Tulis Terhadap Aktivitas Belajar Peserta Didik Kelas VII-2 SMPN 7 Bandar Lampung Ananda Sri Rejeki; Naila Putri Azzahra; Rinda Sundari; M. Fadli Nahtiar; Erlin Nurul Azizah; Lyta Indre; Handoko Handoko
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/rkd5f292

Abstract

Literasi baca tulis merupakan kemampuan penting dalam mendukung proses belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi literasi baca tulis peserta didik kelas VII-2 SMP Negeri 7 Bandar Lampung, pengaruhnya terhadap aktivitas belajar, hambatan yang dihadapi, serta upaya sekolah dalam meningkatkan budaya literasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat dan kemampuan literasi sebagian peserta didik masih rendah. Sebagian besar peserta didik membaca dalam kategori jarang dan lebih menyukai bacaan hiburan seperti novel, komik, dan webtoon. Hambatan dalam meningkatkan literasi meliputi rendahnya minat baca, rasa bosan saat membaca, penggunaan gawai, dan kurangnya kebiasaan membaca di rumah. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah menerapkan program membaca lima menit sebelum pembelajaran dimulai serta memanfaatkan perpustakaan sekolah. Kemampuan literasi berpengaruh terhadap aktivitas belajar karena membantu peserta didik memahami materi pembelajaran, menambah kosakata, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini sejalan dengan pendapat Heryadi dan Anriani (2023) yang menyatakan bahwa budaya literasi di sekolah dapat meningkatkan minat baca dan kemampuan memahami informasi peserta didik. Selain itu, Lestari et al. (2023) juga menjelaskan bahwa program Gerakan Literasi Sekolah memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan membaca peserta didik.
Flexing dan Pamer di Media Sosial: Kajian Tafsir Tematik tentang Riya’ dalam Al-Qur’an Indah Salwa; Berlianna Rahmawati; Dedi Munawwar Yasin; Reva Alvionita; Muhammad Takrip
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/r78gdc67

Abstract

Fenomena flexing dan pamer di media sosial semakin berkembang seiring kemajuan teknologi digital. Perilaku ini memiliki keterkaitan dengan konsep riya', yaitu melakukan suatu tindakan dengan tujuan memperoleh pujian dan pengakuan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep riya' dalam Al-Qur'an serta relevansinya terhadap fenomena flexing di media sosial melalui metode library research dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu'i). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an mengecam perilaku riya' sebagaimana dijelaskan dalam QS. An-Nisa' [4]: 38, QS. Al-Ma'un [107]: 4–6, dan QS. Al-Baqarah [2]: 264. Bentuk riya' meliputi pamer ibadah, pamer harta (tafakhur), pencitraan sosial, dan perilaku yang mengarah pada kesombongan. Dalam konteks media sosial, flexing dapat menjadi bentuk riya' modern apabila didorong oleh keinginan memperoleh validasi dan popularitas. Perilaku tersebut tidak hanya merusak nilai spiritual suatu amal, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial melalui munculnya budaya pencitraan, perbandingan sosial, dan persaingan yang tidak sehat. Oleh karena itu, Al-Qur'an menekankan pentingnya keikhlasan, kerendahan hati, dan orientasi mencari ridha Allah Swt. dalam setiap aktivitas, termasuk dalam penggunaan media sosial.
Nasikh dan Mansukh dalam Al-Qur’an: Telaah Kaidah Tafsir Zilvi Syalsabillah; Indah Salwa; Siti Dhea Luthfiyyah; Khoirul Aziz; Rifqi Annas; Ibnu Rozali
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/2d762v76

Abstract

Penelitian ini membahas konsep nasikh dan mansukh dalam Al-Qur’an sebagai salah satu kajian penting dalam ilmu tafsir dan Ulumul Qur’an. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang mengalami perubahan hukum agar tidak terjadi kesalahan dalam penafsiran. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian nasikh dan mansukh, menganalisis contoh penerapannya dalam proses pengharaman khamr, serta menjelaskan relevansinya dalam kajian Ulumul Qur’an. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) melalui kajian terhadap Al-Qur’an, kitab tafsir, buku Ulumul Qur’an, jurnal, serta video kajian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep nasikh dan mansukh merupakan bentuk hikmah Allah dalam menetapkan hukum secara bertahap sesuai kondisi sosial dan psikologis masyarakat. Salah satu contoh yang paling jelas adalah proses pengharaman khamr yang dilakukan melalui tiga tahapan hingga akhirnya diharamkan secara total. Selain itu, kajian nasikh dan mansukh memiliki peran penting dalam memahami perkembangan hukum Islam, menghindari kesalahan dalam penetapan hukum, serta menunjukkan bahwa syariat Islam bersifat bijaksana, bertahap, dan relevan dengan kehidupan manusia. Dengan demikian, konsep nasikh dan mansukh menjadi bagian penting dalam memahami kesempurnaan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam.
Peran Pendidikan Karakter dalam Membentuk Sikap Tanggung Jawab Peserta Didik Kelas X.2 di SMA Negeri 3 Bandar Lampung Handoko Handoko; Nabila Nahesi Putri; Duwi Sri Lestari; Safira Chendikia Kasih; Rima Diantisa; Jingga Nur Alita; Rohma Dwi Sopiya Al Mu’in
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/rncbrr40

Abstract

Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek penting dalam dunia pendidikan karena berperan dalam membentuk perilaku peserta didik sesuai dengan nilai-nilai moral dan sosial yang berlaku. Salah satu karakter yang perlu dikembangkan adalah sikap tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pendidikan karakter dalam membentuk sikap tanggung jawab peserta didik kelas X di SMA Negeri 3 Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 34 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang telah divalidasi oleh guru dan dosen pembimbing. Data dianalisis menggunakan teknik persentase untuk mengetahui tingkat peran pendidikan karakter terhadap sikap tanggung jawab peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter memiliki peran yang sangat baik dalam membentuk sikap tanggung jawab peserta didik dengan persentase sebesar 86,8%. Temuan ini menunjukkan bahwa pembiasaan disiplin, keteladanan guru, kegiatan keagamaan, dan budaya sekolah berkontribusi positif terhadap perkembangan sikap tanggung jawab peserta didik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dalam meningkatkan pelaksanaan pendidikan karakter serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
Penerapan Prinsip Keadilan Substantif dan Kepentingan Anak dalam Harta Bersama (Analisis Putusan No. 82/Pdt.G/2024/PA.Probolinggo) Agung Taufik Wahyuda; Sri Nurmalinda; Ibnu Radwan Siddik Turnip
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/1rc3wr81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip keadilan substantif dan kepentingan terbaik bagi anak dalam sengketa harta bersama pasca perceraian pada Putusan Nomor 82/Pdt.G/2024/PA.Prob. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus, melalui studi kepustakaan dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim menetapkan objek sengketa sebagai harta bersama yang dibagi sama rata, namun pelaksanaannya ditangguhkan hingga anak dewasa atau menikah. Hal ini menunjukkan bahwa kepentingan terbaik anak diprioritaskan tanpa mengabaikan hak para pihak. Disimpulkan bahwa penerapan hukum bersifat kontekstual dengan menyeimbangkan kepastian hukum dan perlindungan anak, meskipun berpotensi menimbulkan ketidakpastian dalam pelaksanaan hak.
Poligami dalam Perspektif Tafsir Klasik Mazhab Fiqh dan Regulasi Hukum Modern Indonesia Mustafa Parinduri; Muhammad Ammar Adly
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/95hzs154

Abstract

Poligami merupakan salah satu isu yang terus menjadi perdebatan dalam hukum Islam dan hukum nasional Indonesia. Praktik poligami dalam Islam didasarkan pada Q.S. An-Nisa ayat 3 yang memberikan kebolehan menikahi lebih dari satu istri dengan syarat utama keadilan. Akan tetapi, konsep keadilan dalam poligami menimbulkan berbagai penafsiran dalam mazhab fiqh klasik maupun hukum modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran Q.S. An-Nisa ayat 3 dalam mazhab fiqh klasik, syarat keadilan dan batasan poligami, izin poligami dalam hukum nasional Indonesia, serta realitas sosial poligami di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan pendekatan tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh mazhab fiqh klasik membolehkan poligami dengan syarat keadilan, meskipun terdapat perbedaan dalam penafsiran dan implementasinya. Regulasi hukum Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam membatasi praktik poligami melalui izin pengadilan dan syarat administratif tertentu. Dalam realitas sosial, praktik poligami di Indonesia masih menimbulkan berbagai persoalan terkait keadilan gender, ekonomi keluarga, dan perlindungan perempuan.
Rukun dan Syarat Nikah: Perbandingan Mazhab dan Praktik Kantor Urusan Agama (KUA) Muhammad Ichwan Zulfadly; Amar Adly
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/q1vjcv49

Abstract

Pernikahan merupakan institusi penting dalam hukum Islam yang bertujuan menjaga kehormatan, keturunan, serta membangun keluarga yang harmonis. Keabsahan suatu perkawinan dalam Islam ditentukan oleh terpenuhinya rukun dan syarat nikah sebagaimana dirumuskan oleh para ulama fikih. Namun, dalam perkembangannya terdapat perbedaan pandangan di antara mazhab-mazhab fikih mengenai unsur-unsur yang termasuk rukun maupun syarat nikah, khususnya terkait kedudukan wali, saksi, dan mekanisme pelaksanaan akad. Di sisi lain, dalam konteks negara modern seperti Indonesia, praktik perkawinan juga diatur melalui regulasi negara yang mewajibkan pencatatan nikah sebagai bentuk legalitas formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep rukun dan syarat nikah dalam berbagai mazhab fikih serta membandingkannya dengan praktik yang diterapkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan, serta pendekatan normatif-komparatif terhadap sumber-sumber hukum Islam klasik, peraturan perundang-undangan, dan literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pandangan di antara mazhab fikih dalam menentukan kedudukan wali, saksi, serta bentuk akad nikah, yang dipengaruhi oleh metode istinbat hukum masing-masing mazhab. Dalam praktik hukum di Indonesia, sistem pencatatan perkawinan melalui KUA berfungsi untuk memastikan terpenuhinya rukun dan syarat nikah sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pasangan suami istri dan anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut. Meskipun demikian, berbagai problematika kontemporer seperti praktik nikah siri, persoalan wali ‘adhal, serta dinamika akad nikah di era digital menunjukkan perlunya integrasi antara prinsip fikih klasik dan regulasi negara agar hukum keluarga Islam tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.