cover
Contact Name
Farah Nur Latifah
Contact Email
farahnl2010@gmail.com
Phone
+6282245455858
Journal Mail Official
admin@journal.attaqwa.ac.id
Editorial Address
https://journal.attaqwa.ac.id/index.php/Robbayana/about/editorialTeam
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
ROBBAYANA: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 30638135     DOI : https://doi.org/10.71029/
Core Subject : Religion, Education,
Robbayana: Jurnal Pendidikan Agama Islam adalah Jurnal Program Studi Pendidikan Agama Islam Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi yang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Januari-Juni dan Juli-Desember. Jurnal ini mempublikasikan penelitian dan diskusi ilmiah tentang Pendidikan Islam dalam disiplin Akademik dan Institusi, dengan fokus pada kemajuan keilmuan baik pendidikan formal maupun non formal. Topiknya terdiri dari studi pendidikan Islam di madrasah (sekolah Islam), pesantren (pesantren), dan pendidikan Islam di universitas.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025): Robbayana" : 6 Documents clear
a Transformasi Ilmu Kalam Menuju Kalam Jadid: Telaah Atas Perubahan Paradigma Teologi Islam Kontemporer Farah Syafirna; Khunaifi, Agus
Robbayana: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Robbayana
Publisher : Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71029/robbayana.v3i2.91

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi Ilmu Kalam dari bentuk klasik menuju Kalam Jadid sebagai respons terhadap dinamika zaman dan tantangan pemikiran modern. Fokus kajian diarahkan pada perbedaan mendasar antara Ilmu Kalam klasik dan Kalam Jadid, faktor-faktor yang mendorong terjadinya perubahan paradigma teologi Islam, serta penerapan konkret Kalam Jadid dalam merespons isu-isu kontemporer. Ilmu Kalam klasik umumnya bersifat apologetik dan berorientasi pada pembelaan doktrin, sementara Kalam Jadid menawarkan pendekatan rasional-kritis yang lebih dialogis dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, filsafat modern, serta realitas sosial-politik umat Islam.Transformasi ini didorong oleh berbagai faktor, antara lain kemajuan ilmu pengetahuan, perkembangan pemikiran filsafat Barat, serta kebutuhan umat Islam akan teologi yang relevan dengan konteks kekinian. Sebagai contoh penerapan, Kalam Jadid digunakan untuk membahas isu-isu seperti pluralisme agama, HAM, lingkungan hidup, dan relasi agama-negara. Studi ini menunjukkan bahwa Kalam Jadid merupakan bentuk revitalisasi pemikiran teologis Islam yang bertujuan untuk menjaga relevansi ajaran Islam dalam menghadapi kompleksitas dunia modern.
Peran Guru PAI Dalam Mendorong Kesadaran Pelaksanaan Salat Fardu Peserta Didik Vahrani Rahman; Andi Anirah; Elya
Robbayana: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Robbayana
Publisher : Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71029/robbayana.v3i2.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mendorong kesadaran pelaksanaan salat fardu peserta didik serta faktor-faktor yang memengaruhinya di SMPN 2 Tojo Barat, Kabupaten Tojo Una-Una. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, motivator, dan teladan yang memperkuat pembiasaan ibadah di lingkungan sekolah. Faktor pendukung efektivitas peran guru mencakup dukungan kebijakan sekolah, sarana ibadah, serta pendekatan personal guru terhadap siswa. Faktor penghambat antara lain rendahnya kesadaran siswa, kurangnya pembiasaan dari rumah, minimnya dukungan orang tua, serta keterbatasan waktu dan fasilitas. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat dalam membina kesadaran spiritual siswa.
Tinjauan Teoretis Tentang Urgensi Peran Guru Ngaji Dalam Pembinaan Moral Generasi Z Di Masa Kini Devika Amanda Dahlia Putri
Robbayana: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Robbayana
Publisher : Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71029/robbayana.v3i2.106

Abstract

Generasi Z tumbuh dalam era teknologi yang sangat pesat, di tengah arus informasi global yang deras serta dinamika sosial yang terus berubah. Fenomena ini memunculkan tantangan serius dalam pembentukan karakter moral, seperti menurunnya religiusitas, meningkatnya sikap individualis, dan melemahnya empati sosial. Dalam konteks ini, kehadiran guru ngaji menjadi sangat penting sebagai pendidik akhlak dan penjaga nilai-nilai keislaman. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan studi literatur dengan merujuk pada berbagai sumber ilmiah di bidang pendidikan dan keagamaan. Hasil studi menunjukkan bahwa guru ngaji berkontribusi besar dalam menanamkan akhlak terpuji melalui pendekatan spiritual, komunikatif, dan berkesinambungan. Dengan demikian, guru ngaji menjadi jembatan antara ajaran Islam dan kebutuhan moral generasi muda saat ini. Oleh sebab itu, penguatan peran guru ngaji dalam sistem pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman sangat diperlukan.
Tinjauan Teoretis Tentang Urgensi Peran Guru Ngaji Dalam Pembinaan Moral Generasi Z Di Masa Kini Alif Dimas Wildany; Ahmad Halid
Robbayana: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Robbayana
Publisher : Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71029/robbayana.v3i2.116

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan epistemologis yang muncul dari penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan Islam, khususnya potensi reduksi terhadap konsep hikmah. Permasalahan utamanya adalah pergeseran model pengetahuan dari pemahaman spiritual yang mendalam menjadi sekadar pemrosesan informasi berbasis data. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara kritis perbedaan fundamental antara arsitektur pengetahuan AI dengan epistemologi hikmah dalam tradisi Islam. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) dan analisis konseptual-filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mendasar pada level ontologi, epistemologi, dan aksiologi antara 'hikmah' yang bersifat teologis dan transformatif dengan pengetahuan AI yang berbasis pada probabilitas statistik dan efisiensi. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun AI menawarkan kemudahan akses informasi, ia berisiko mendangkalkan proses belajar agama. Oleh karena itu, diperlukan sebuah kerangka pedagogis di mana AI diposisikan sebagai asisten informasional, sementara peran guru diperkuat sebagai fasilitator 'hikmah' untuk menjaga kedalaman spiritual dalam pendidikan.
Penerapan Model Perubahan Kurt Lewin Dalam Menginternalisasi Budaya Mutu Pasca Sertifikasi ISO 9001:2015 Di MA Attaqwa Pusat Putra Bekasi Aldyanata, Muhammad Rizqon; Mulyawan Safwandy Nugraha
Robbayana: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Robbayana
Publisher : Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71029/robbayana.v3i2.117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan Model Perubahan Tiga Langkah Kurt Lewin (Unfreeze-Change-Refreeze) dalam menginternalisasikan budaya mutu pasca perolehan sertifikasi ISO 9001:2015 di MA Attaqwa Pusat Putra Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus intrinsik dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi berjalan sistematis, dimulai dari fase Unfreeze yang diimplementasikan melalui mekanisme Musyawarah (Syura) untuk membangun kesadaran kolektif akan urgensi perubahan. Fase Change diwujudkan melalui peningkatan kapasitas SDM dengan pelatihan terintegrasi nilai, adopsi teknologi, dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP). Fase Refreeze distabilkan melalui pelembagaan praktik baru dalam Audit Mutu Internal (AMI), sistem reward-punishment, dan prinsip Akuntabilitas (Tabligh). Kesimpulan penelitian mengungkap bahwa keberhasilan transformasi budaya mutu tidak hanya disebabkan oleh penerapan model Lewin yang terstruktur, tetapi lebih ditentukan oleh sinergi yang dalam antara kerangka teknis model tersebut dengan nilai-nilai inti Islam (Syura, Amanah, Fathanah, Tabligh). Sinergi ini memungkinkan Lembaga Pendidikan Islam (LPI) melakukan adaptasi terhadap standar global tanpa kehilangan identitas keislamannya, menciptakan budaya mutu holistik yang berkelanjutan. Studi ini menyumbang perspektif penting tentang kontekstualisasi teori manajemen perubahan Barat dalam ekosistem pendidikan bernafaskan Islam.
Filsafat Pendidikan Islam sebagai Landasan Penguatan Peran Gender dalam Pendidikan Agama Muhammad Khairi Azhar; A. Julizar; Said Najibul Hariri; Herlini Puspika Sari
Robbayana: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Robbayana
Publisher : Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71029/robbayana.v3i2.118

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah masih terjadinya ketimpangan peran gender dalam pendidikan agama Islam yang berakar pada pemahaman yang sempit terhadap teks-teks keagamaan dan kurangnya pendekatan filosofis dalam perumusan nilai-nilai pendidikan. Ruang lingkup penelitian ini mencakup analisis konseptual terhadap filsafat pendidikan Islam sebagai kerangka dasar untuk memperkuat kesetaraan dan keadilan gender dalam konteks pendidikan agama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hakikat filsafat pendidikan Islam sebagai landasan normatif dan epistemologis yang mampu melahirkan paradigma pendidikan yang adil, inklusif, serta berorientasi pada kemanusiaan universal. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui analisis terhadap literatur klasik dan kontemporer yang relevan, baik dari sumber keislaman maupun teori pendidikan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam menempatkan nilai-nilai tauhid, keadilan, dan kesetaraan sebagai dasar dalam membangun kesadaran gender dalam pendidikan. Dengan menginternalisasi prinsip-prinsip tersebut, pendidikan agama Islam dapat menjadi sarana pembebasan dari bias patriarki dan sekaligus meneguhkan peran laki-laki dan perempuan secara proporsional dalam proses pendidikan dan pembangunan moral masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 6