cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tgk. Di Kuala No. 06 Mns Matang Pasi, Kec. Peudada, Kab. Bireuen, Aceh,
Location
Kab. bireuen,
Aceh
INDONESIA
Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora
ISSN : -     EISSN : 30468507     DOI : -
Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora (ASH) menerbitkan karya hasil penelitian dan kajian ilmiah pada ruang lingkup ilmu sosial dan ilmu humaniora diantaranya: antropologi, kajian bisnis, kajian komunikasi, tata kelola perusahaan, kriminologi, kajian lintas budaya, demografi, kajian ekonomi pembangunan, studi pendidikan dan etika, geografi sosial, studi manajemen teknologi informasi, hubungan industrial, hubungan internasional, studi hukum, studi media, ilmu politik, studi dinamika kependudukan, studi psikologi, studi administrasi publik, sosial kesejahteraan, studi agama dan linguistik. Kami menerbitkan artikel dalam setahun sebanyak 3 nomor (edisi) pada setiap bulan Maret, Juli, dan November.
Articles 135 Documents
Perbandingan Penyelesaian Hukum Perkara Penyebaran Data Pribadi di Media Massa Antar Indonesia dan Singapura Heilynn; Markoni; Kantikha, I Made; Asri, Dyah Permata Budi
Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 2 No 3: November (2025)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ash.v2i3.574

Abstract

Dalam era digital, data pribadi menjadi objek hukum yang sangat penting karena berkaitan erat dengan perlindungan hak privasi sebagai bagian dari hak asasi manusia. Indonesia mengatur perlindungan data pribadi melalui dua rezim hukum, yaitu rezim kejahatan siber dalam Undang- Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta rezim administrasi dan perdata dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Sementara itu, Singapura menerapkan sistem perlindungan data yang terintegrasi melalui Personal Data Protection Act (PDPA) Tahun 2012 yang didukung oleh lembaga pengawas independen, yaitu Personal Data Protection Commission (PDPC). Artikel ini mengkaji pengaturan hukum mengenai penyebaran dan perlindungan data pribadi di Indonesia dan Singapura melalui pendekatan hukum komparatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun lahirnya UU PDP merupakan kemajuan signifikan dalam rezim perlindungan data pribadi di Indonesia, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan kelembagaan, termasuk belum beroperasinya otoritas pengawas independen serta tumpang tindih norma hukum. Sebaliknya, sistem perlindungan data di Singapura menunjukkan tingkat kepastian hukum dan efektivitas penegakan yang lebih tinggi dengan pendekatan regulasi yang bersifat preventif. Oleh karena itu, Indonesia perlu memperkuat kelembagaan, melakukan harmonisasi regulasi, serta meningkatkan literasi digital masyarakat guna menjamin perlindungan data pribadi yang efektif dan sesuai dengan standar internasional.
Pertanggungjawaban Pidana Anak Pelaku Perkelahian yang Dipicu Bullying di Sekolah(Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor: 6/Pid.Sus-Anak/2025/Pn. Jkt. Sel) Syaefullah; Saragih, Horadin; Susetio, Wasis; Helvis
Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 2 No 3: November (2025)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ash.v2i3.575

Abstract

Kekerasan di lingkungan sekolah telah berkembang menjadi persoalan hukum serius, khususnya ketika menimbulkan luka berat terhadap korban yang masih berstatus anak. Kekerasan antar-anak yang dipicu bullying menunjukkan bahwa sekolah belum sepenuhnya mampu menyediakan ruang aman bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan bela paksa dalam perkara kekerasan anak yang dipicu bullying di lingkungan sekolah serta pertanggungjawaban pihak sekolah terhadap peristiwa kekerasan tersebut. Penelitian menggunakan teori bela paksa, restorative justice, dan vicarious liability dengan metode yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukan kedudukan bela paksa dalam perkara ini bergantung pada terpenuhinya unsur serangan seketika, melawan hukum, dan proporsionalitas tindakan pembelaan. Meskipun anak pelaku mengalami tekanan psikologis akibat bullying, tidak seluruh tindakan perlawanan dapat dikualifikasikan sebagai noodweer apabila melampaui batas kewajaran. Namun, kondisi tersebut dapat dipertimbangkan sebagai alasan pemaaf. Di sisi lain, sekolah memiliki tanggung jawab moral, administratif, dan potensi tanggung jawab hukum apabila lalai mencegah, mengawasi, dan menangani bullying. Kelalaian tersebut dapat dikualifikasikan sebagai omission yang berimplikasi hukum. Kesimpulannya, kekerasan anak akibat bullying umumnya tidak memenuhi unsur bela paksa sempurna, tetapi dapat menjadi alasan pemaaf karena tekanan psikis dan kelalain pihak sekolah. Penyelesaian perkara sebaiknya diarahkan pada restorative justice serta perbaikan sistem pengawasan di sekolah.
Perlindungan Hukum terhadap Korban Intimidasi oleh Aparat Kepolisian Menurut Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 Lalenoh, Ester Aprilia; Susetio, Wasis; Juanda; Subiyakto, Achmad Edi
Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 2 No 3: November (2025)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ash.v2i3.578

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya praktik intimidasi yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap warga negara dalam pelaksanaan kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum, yang berpotensi melanggar hak konstitusional dan prinsip negara hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecukupan pengaturan perlindungan hukum secara normatif dan menilai pelaksanaannya dalam praktik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, serta bersifat preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan perlindungan hukum terhadap korban intimidasi dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 secara normatif telah ada, namun belum memberikan kepastian hukum yang optimal karena masih bersifat umum, termasuk ketentuan sanksi dalam Pasal 18, serta belum mengatur secara tegas bentuk intimidasi, hak korban, dan mekanisme perlindungan serta pemulihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penguatan norma hukum dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 guna menjamin perlindungan hukum yang lebih pasti dan berkeadilan bagi korban intimidasi, serta disarankan adanya penyempurnaan pengaturan dan optimalisasi peran aparat kepolisian dan lembaga pengawas dalam pelaksanaannya.
Analisis Yuridis Perlindungan Hukum Kreditor Akibat Pembatalan Homologasi Berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga Lestari, Budi; Markoni; Judge, Zulfikar; Fitria, Annisa; Elawati, Tuti
Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 2 No 3: November (2025)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ash.v2i3.579

Abstract

Pemenuhan perlindungan hukum bagi kreditur dalam mekanisme Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang menjadi masalah penting dalam praktik penyelesaian sengketa utang-piutang di Indonesia, terutama ketika rencana perdamaian yang telah dihomologasi tidak dijalankan oleh debitor sehingga memicu pengajuan pembatalan homologasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pencegahan kerugian kreditur akibat pembatalan homologasi berdasarkan putusan Pengadilan Niaga. Analisis dilakukan menggunakan teori Perlindungan Hukum dan teori Kepastian Hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual. Hasilnya adalah pengaturan mengenai perlindungan kreditur dalam pembatalan homologasi telah tersedia dalam UU Kepailitan dan PKPU, namun belum sepenuhnya memberikan perlindungan substantif karena masih adanya celah normatif terkait standar penilaian hakim, kriteria pelanggaran material, dan mekanisme keberatan kreditur. Selain itu, mekanisme pencegahan kerugian kreditur melalui peran hakim, pengurus, kurator, serta klausul perjanjian perdamaian belum berjalan optimal akibat kurangnya pedoman teknis yang komprehensif. Kesimpulannya, perlindungan hukum kreditur dalam pembatalan homologasi secara normatif telah tersedia tetapi belum ideal dalam implementasinya, sehingga diperlukan penguatan norma serta optimalisasi peran lembaga peradilan. Saran yang diberikan adalah perlunya peningkatan pengawasan hakim terhadap substansi perdamaian dan reformulasi norma untuk mempertegas jaminan perlindungan kreditur.
Optimalisasi Perlindungan Hukum Bagi Aktor dan Aktris Yunior dalam Kontrak Kerja di Industri Perfilman Indonesia Holidah, Indah Nur; Markoni; Asri, Dyah Permata Budi; Fitria, Annisa
Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 2 No 3: November (2025)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ash.v2i3.580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang hak dan perlindungan melalui kontrak kerja bagi aktor dan aktris Yunior. Penelitian ini menggunakan teori perjanjian, tori keadilan, teori perlindungan hukum. Yang berfokus pada analisis hak–hak individu yang dijamin oleh hukum dan bagaimana hak-hak tersebut dilindungi dan ditegakkan dalam konteks perdata. Metode penelitian yang digunakan adalah nomatif–empiris dengan teknik pengolahan data kualitatif dengan analisis fenomenologi deskriptif. Hasil penelitian ini adalah untuk melihat hak dan perlindungan hukum untuk aktor dan aktris yunior dalam kontrak kerja dan upaya penyelesaiannya apabila tidak mendapatkan hak nya. Kesimpulan nya adalah perlindungan hukum untuk Aktor dan Aktris Yunior (dewasa dan dibawah umur) selain didapat melalui kontrak kerja dengan rumah produksi film berdasarkan undang–undang, juga didapat dari Lembaga Pemerintah terkait perfilman dan asosiasi–asosiasi dalam industri perfilman. Saran dari penelitian ini adalah untuk aktor dan aktris yunior diharapkan agar lebih memahami hak dan kewajiban dalam kontrak kerja sebelum menyetujui kontrak kerja tersebut. Serta menguasai cara bernegosiasi dalam kontrak kerja agar mendapatkan win-win solution dalam sebuah project film. Dan penulis juga berharap kepada Lembaga pemerintah dan semua asosiasi untuk lebih mengawasi, memperluas alternatif pengaduan atau penyelesaian sengketa dalam Industri Perfilman, menetapkan standarisasi kontrak kerja, dan menambah literatur hukum untuk aktor dan aktris
Analisis Yuridis Pemenuhan Keadilan Bagi Pekerja Terdampak Pemutusan Hubungan Kerja Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/Puu-Xxi/2023 Lahea, Fernando; Markoni; Judge, Zulfikar; Kantikha, I Made; Elawati, Tuti
Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 2 No 3: November (2025)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ash.v2i3.581

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya pemutusan hubungan kerja pasca berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023, yang berdampak signifikan terhadap hak-hak pekerja dan stabilitas hubungan industrial. Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu pemenuhan keadilan bagi pekerja yang terdampak PHK pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori keadilan dan teori perlindungan hukum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Adapun hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pemenuhan hak pekerja pasca pemutusan hubungan kerja belum sepenuhnya memenuhi prinsip keadilan substantif maupun prosedural. Jaminan Kehilangan Pekerjaan dan Putusan Mahkamah Konstitusi memberikan perlindungan tambahan, namun masih terdapat ketimpangan, terutama bagi pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dan pencari nafkah tunggal. Kesimpulannya adalah pemenuhan hak pekerja pasca PHK dan Putusan MK Nomor 168/PUU-XXI/2023 menunjukkan perlindungan hukum masih belum optimal, terutama bagi pekerja rentan dan PKWT. Sarannya Pemerintah perlu memperkuat implementasi JKP dan mekanisme PHK yang adil, memastikan perlindungan pekerja rentan serta transparansi prosedural. Sementara pengusaha disarankan menerapkan praktik PHK yang manusiawi dan berkeadilan, termasuk pembayaran pesangon sesuai ketentuan, serta mendorong dialog bipartit untuk menjaga stabilitas hubungan industrial dan memperkuat kepercayaan pekerja.
Dinamika Pendidikan Ruhani: Studi Kualitatif Perbandingan Model Pembelajaran Tasawuf di Lingkungan Akademik dan Tradisional Fathkhullathif, Abdillah I’mal Khoiron; Amrin, Iin; Bakti, Dini
Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 3 No 1: Maret (2026)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ash.v3i1.572

Abstract

Berangkat dari realitas masyarakat modern yang cenderung materialistik dan terfragmentasi, krisis kesehatan mental dan spiritual yang semakin mengemuka menuntut pendekatan penyelesaian yang bersifat holistik dan mendalam. Kondisi inilah yang melatarbelakangi penelitian ini, dengan tujuan untuk mengeksplorasi model-model pendidikan tasawuf, baik yang tradisional maupun yang terkini, sebagai sebuah kerangka solutif yang mengintegrasikan teori dan praktik guna meraih keseimbangan psikis dan spiritual. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, penelitian ini didesain sebagai sebuah library research dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Melalui pendekatan metodologis ini, kajian dilakukan secara kritis terhadap literatur primer dan sekunder yang membahas epistemologi, metodologi, serta aspek kelembagaan dari tasawuf. Analisis mendalam terhadap khazanah tekstual ini kemudian menghasilkan sebuah temuan inti. Temuan utama penelitian mengungkapkan bahwa efektivitas pendidikan tasawuf bertumpu pada sintesis harmonis antara ikhtiar (usaha spiritual) dan tawakal. Sintesis fundamental ini diaktualisasikan melalui serangkaian praktik inti seperti tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), mujahadah (kesungguhan spiritual), dan muraqabah (penghayatan dan pengawasan diri). Lebih jauh, sintesis ini terbukti membangun keseimbangan psikologis yang kokoh, karena berhasil mengintegrasikan pendekatan kognitif-akademis dengan pengalaman spiritual langsung (dhawq), serta menyelaraskan struktur kelembagaan formal dengan bimbingan spiritual yang bersifat personal. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan dua implikasi utama. Pertama, kajian ini berkontribusi dalam pengisian celah teori pada studi psikologi-spiritual melalui perspektif tasawuf yang integratif. Kedua, model sintesis yang dihasilkan dapat dikembangkan menjadi sebuah kerangka intervensi yang aplikatif. Kerangka ini berpotensi untuk diadaptasi dalam pengembangan program kesehatan mental dan pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai spiritual, baik dalam lingkungan pesantren, komunitas urban modern, maupun institusi perguruan tinggi.
Pengaruh Perhatian Orang Tua dalam Memberikan Fasilitas Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas Ix di Mts Al-Masthuriyah Kota Bekasi Muchlis, Muhammad; Dahlan
Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 3 No 1: Maret (2026)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ash.v3i1.584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Perhatian Orang Tua Dalam Memberikan Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas  IX di MTS Al-Masthuriyah Kota Bekasi. Metode penelitian yang digunakan metode kuantitatif asosiatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh dengan jumlah sampel 88 siswa kelas IX  Mata Pelajaran Ips Siswa Kelas IX di MTS Al-Masthuriyah Kota Bekasi. Data yang digunakan adalah Analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan data hasil penelitian yang telah diperoleh, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara perhatian orang tua dalam memberikan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini dibuktikan melalui pengujian hipotesis menggunakan uji t, t diperoleh thitung  sebesar 7,094 ttabel  sebesar 1.987 dengan signifikasi sebesar 0,000, karena nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05 jadi signifikan, maka hipotesis diterima yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar. Berdasarkan hasil perhitungan korelasi diperoleh nilai R sebesar 0,369, yang menunjukkan adanya hubungan antara fasilitas belajar dan prestasi belajar siswa. Selanjutnya, hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa kontribusi variabel fasilitas belajar (X) terhadap prestasi belajar (Y) sebesar 36,9%, sedangkan sisanya sebesar 63,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Selain itu, hasil pengujian signifikansi model regresi menunjukkan Coefficients table yang telah di uji melalui program SPSS diketahui bahwa nilai F hitung = 50,318 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi variabel fasilitas belajar atau dengan kata lain ada pengaruh variabel fasilitas belajar (X) terhadap variabel prestasi belajar (Y). Dengan demikian, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa perhatian orang tua dalam menyediakan fasilitas belajar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas IX di MTs Al-Masthuriyah Kota Bekasi, sehingga semakin baik fasilitas belajar yang diberikan, maka prestasi belajar siswa cenderung semakin meningka.
Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X MA Attaqwa 08 Bekasi Sholeh, Rahmat; Eriza, Irvia
Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 3 No 1: Maret (2026)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ash.v3i1.585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X MA Attaqwa 08 Bekasi. Metode penelitian yang digunakan metode kuantitatif asosiatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh dengan jumlah sampel 28 siswa kelas X Mata Pelajaran Ekonomi Di MA Attaqwa 08 Bekasi. Data yang digunakan adalah Analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan data hasil penelitian yang telah diperoleh, Analisis data menunjukkan adanya hubungan positif yang cukup kuat dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,483, serta nilai koefisien determinasi sebesar 0,233 yang berarti bahwa lingkungan sekolah berkontribusi sebesar 23,3% terhadap hasil belajar siswa, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Uji signifikansi model regresi melalui ANOVA menunjukkan bahwa model regresi signifikan dan dapat digunakan untuk memprediksi hasil belajar berdasarkan lingkungan sekolah. Selain itu, hasil uji t juga memperkuat bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa, meskipun nilai t hitung negatif, namun secara statistik menunjukkan signifikansi yang valid. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kondisi-kondisi lingkungan sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat prestasi belajar siswa kelas X MA Attaqwa 08 Bekasi, khususnya dalam mata pelajaran Ekonomi.
Pengaruh Gaming-Contingent of Self-Worth dan Parental Attachment terhadap Kecenderungan Internet Gaming Disorder pada Remaja di Komunitas Game Online Haryonugroho, Ekoputranto; Agustina, Vella Fitrisia; Setiabudi, Ahmad
Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 3 No 1: Maret (2026)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ash.v3i1.586

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena Internet Gaming Disorder (IGD), sebuah kondisi adiktif yang semakin diakui dan menjadi perhatian global. IGD ditandai oleh pola penggunaan internet gaming yang kompulsif dan berlebihan, mengakibatkan gangguan signifikan pada fungsi kehidupan sehari-hari individu, baik di ranah personal, sosial, akademik, maupun pekerjaan. Penelitian dilakukan untuk melihat apakah terdapat pengaruh antara gaming-contingent of self-worth dan parental attachment terhadap kecenderungan internet gaming disorder pada remaja di komunitas game online. Variabel gaming-contingent of self-worth diukur dengan skala gaming-contingent of self-worth  oleh Beard & Wickham (2016), variabel parental attachment diukur dengan skala Inventory of Parents and Peer Attachment (IPPA) oleh Armsden & Greenberg (1987), dan internet gaming disorder diukur dengan skala Internet Gaming Disorder Scale-Short Form (IGDS9-SF) yang dikembangkan oleh Pontes & Griffiths (2015). Penelitian ini melibatkan 155 populasi remaja dengan menggunakan teknik quota sampling. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan antara gaming-contingent of self-worth dan parental attachment terhadap kecenderungan internet gaming disorder dengan arah positif pada variabel gaming-contingent of self-worth dan arah negatif terhadap parental attachment.