cover
Contact Name
Sumardi Efendi
Contact Email
fanshurinstitute@gmail.com
Phone
+6285260083890
Journal Mail Official
fanshurinstitute@gmail.com
Editorial Address
Jl. Daud Dariah Komplek Perumahan Cinta Kasih Paya Peunaga Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat – Indonesia, Kode Pos 23615
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Published by FANSHUR INSTITUTE
ISSN : 3063377X     EISSN : 30633656     DOI : https://doi.org/10.71153/arini
Core Subject : Education,
ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru merupakan Jurnal yang diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember oleh FANSHUR INSTITUTE: Research and Knowledge Sharing in Aceh. Sebagai Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru merupakan inisiatif atau proyek yang dilakukan oleh guru atau staf pendidikan dalam konteks sekolah atau lembaga pendidikan lainnya. Ini mungkin termasuk pengembangan kurikulum baru, metode pengajaran yang inovatif, pembelajaran berbasis teknologi, program ekstrakurikuler yang unik, atau solusi kreatif untuk tantangan tertentu dalam proses belajar mengajar. Karya inovasi guru biasanya berfokus pada praktik-praktik terbaik dalam kelas atau lingkungan pendidikan.
Articles 50 Documents
Peran Literasi Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Syntia Aulia Ramadhaniah; Wardah Maftuhah; Raden Muhammad Hilmi Maulana
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru Vol. 3 No. 1 (2026): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v3i1.549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tinjauan pustaka. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan menggunakan buku, jurnal ilmiah, artikel, dan sumber online yang relevan terkait literasi digital dalam pembelajaran PAI. Data dianalisis secara deskriptif dengan menafsirkan penelitian dari berbagai referensi. Peneliti menunjukkan bahwa literasi digital dalam pembelajaran PAI meningkatkan akses informasi, efektivitas pembelajaran, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Implementasinya dapat dilakukan melalui media pembelajaran digital dan platform komunikasi online. Namun, tantangan seperti keterbatasan fasilitas, rendahnya kompetensi digital di kalangan guru, dan dampak negatif penggunaan teknologi masih menjadi kendala. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik diperlukan untuk mengoptimalkan literasi digital dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi digital memainkan peran penting dalam menciptakan pembelajaran Islam yang adaptif, kritis, dan berbasis nilai Islam di era digital.
Islamisasi Ilmu Dalam Prespektif Syed Muhamad Naquib Al Attas Dan Ismail Raji Al Faruqi : Sebuah Analisis Kritis Khikmatul Fatwah; Minatu Dhorifah; Slamet Nurchamid
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru Vol. 3 No. 1 (2026): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v3i1.553

Abstract

Islamisasi ilmu merupakan gagasan penting dalam pemikiran Islam kontemporer yang muncul sebagai respons terhadap dominasi epistemologi Barat sekuler dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep islamisasi ilmu menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Ismail Raji Al-Faruqi, mengkaji secara kritis kelemahan pemikiran keduanya, mengidentifikasi hambatan implementasi islamisasi ilmu di perguruan tinggi modern, serta menelaah relevansinya dalam menghadapi tantangan era disrupsi digital. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-kritis melalui kajian terhadap karya-karya kedua tokoh dan berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Attas memandang islamisasi ilmu sebagai proses dewesternisasi melalui penguatan Islamic worldview dan pembentukan adab, namun memiliki keterbatasan pada aspek implementasi operasional dalam sistem pendidikan modern yang bersifat kompleks dan global. Sementara itu, Al-Faruqi menekankan integrasi ilmu pengetahuan berbasis tauhid melalui rekonstruksi disiplin ilmu dan sistem pendidikan Islam, tetapi menghadapi tantangan dalam aspek implementasi multidisipliner, keterbatasan sumber daya manusia, serta kompleksitas kelembagaan pendidikan. Penelitian ini juga menemukan adanya hambatan implementasi islamisasi ilmu di perguruan tinggi seperti dominasi paradigma positivistik, fragmentasi kelembagaan, keterbatasan SDM, dan pengaruh standar akademik global berbasis Barat. Meskipun demikian, kedua pemikiran tersebut tetap relevan karena dapat menjadi landasan dalam membangun sistem pendidikan Islam yang integratif, bermoral, dan mampu menyeimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai spiritual di era disrupsi digital.
Analisis Literasi Digital dalam Menghadapi Hoaks dan Misinformasi Berdasarkan Nilai-Nilai Islam Chania Meiyanti; Syifa Purnama Agustian; Raden Muhammad Hilmi Purnama
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru Vol. 3 No. 1 (2026): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v3i1.554

Abstract

Transformasi era digital saat ini membawa dampak yang besar terhadap tingkat kebenaran dan keabsahan informasi yang tersebar di tengah masyarakat. Fenomena penyebaran berita bohong dan informasi menyesatkan melalui aplikasi media sosial menjadi pekerjaan rumah yang serius bagi semua kalangan. Oleh karena itu, kemampuan literasi media menjadi kompetensi esensial yang penting untuk diasah secara maksimal, terlebih lagi dalam sistem pendidikan Islam yang memprioritaskan pembentukan kepribadian dan akhlak yang baik. Penelitian ini dilaksanakan dengan maksud untuk menelaah pola penguatan literasi media dalam ranah pendidikan Islam sebagai satu cara membangun daya kritis remaja Muslim sekaligus mencegah menyeludupnya berita tidak benar di lingkungan sekolah. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan studi pustaka, yang menelaah berbagai sumber referensi yang bersangkutan tentang literasi media, keilmuan pendidikan Islam, dan perubahan informasi digital. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa sistem pendidikan Islam sumbernya memiliki fondasi nilai moral dan spiritual yang kuat untuk menciptakan perilaku cermat, berhati-hati, dan beretika dalam menggunakan berbagai media. Literasi media berbasis nilai-nilai Islam, diantaranya tabayyun (ketelitian dalam menyaring informasi), shidq (kejujuran), serta amanah (akuntabilitas), dapat dijalankan melalui pendekatan pembelajaran yang praktis, melibatkan, dan sesuai dengan realitas teknologi masa kini. Berdasarkan pengamatan ini, pendidikan Islam dapat difungsikan tidak hanya sebagai tempat penyampaian materi agama, melainkan juga sebagai benteng moral yang kuat dalam menghadapi segala tantangan informasi digital. Penelitian ini memberikan saran pentingnya memasukkan materi literasi media kedalam  struktur kurikulum pendidikan Islam serta mengadakan pengembangan kemampuan tenaga pengajar dalam topik ini sebagai tindakan nyata untuk meningkatkan kekuatan daya tangkal informasi dan kebijaksanaan belajar dalam menghadapi dinamika informasi yang pelik dan penuh kontroversi.
Implementasi Pendidikan Berkemajuan Muhammadiyah dalam Membentuk Karakter Generasi Z di Era Digital Nurul Izzati Mardiah
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru Vol. 3 No. 1 (2026): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v3i1.568

Abstract

Transformasi teknologi digital yang berlangsung secara akseleratif telah mengubah secara fundamental lanskap sosio-kultural tempat Generasi Z bertumbuh, menghadirkan tantangan yang belum pernah ada sebelumnya bagi institusi pendidikan Islam di Indonesia, khususnya yang berafiliasi dengan Muhammadiyah. Penelitian ini mengkaji implementasi kerangka Pendidikan Berkemajuan Muhammadiyah sebagai respons strategis terhadap tantangan pembentukan karakter Generasi Z di era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 24 pendidik, pengelola, dan peserta didik dari enam institusi pendidikan Muhammadiyah di Jawa dan Sulawesi, dilengkapi dengan analisis dokumen dan observasi partisipatif selama dua belas bulan. Temuan mengungkap empat dimensi utama implementasi Pendidikan Berkemajuan, integrasi nilai-nilai Islam dengan kompetensi literasi digital kritis, pengembangan wasathiyyah (moderasi) sebagai filter etika dalam konsumsi konten digital, penerapan model pedagogis transformatif yang berakar pada epistemologi Quranik, dan pelembagaan tata kelola kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan komunitas (tri pusat pendidikan). Novelty penelitian ini menunjukkan bahwa filosofi pendidikan Muhammadiyah, ketika dioperasionalkan secara sistematis, menghasilkan bentuk ketahanan karakter yang khas pada Generasi Z yang memadukan autentisitas keagamaan dengan kosmopolitanisme adaptif. Penelitian ini berkontribusi pada perumusan model yang berdasar secara teoritis, yaitu Progressive Islamic Digital Character (PIDC) Framework, yang melampaui paradigma-paradigma yang ada dengan mensintesis filsafat pendidikan Islam dengan teori pendidikan karakter kontemporer. Rekomendasi disajikan untuk implementasi kebijakan, desain kurikulum, dan arah penelitian masa depan.
Optimalisasi Pembelajaran Sains Berbasis Eksplorasi dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini di Lembaga PAUD Berbasis Islam Arizul Suwar; Said Nazaruddin; Rahmat Saputra; Karuni Humairah Arta; Fariyoni Fariyoni
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru Vol. 3 No. 1 (2026): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v3i1.572

Abstract

Pembelajaran sains di lembaga PAUD berbasis Islam memiliki potensi besar dalam membentuk kreativitas anak sejak dini, namun potensi tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana guru di lembaga PAUD berbasis Islam mengoptimalkan pembelajaran sains berbasis eksplorasi sebagai media pengembangan kreativitas anak usia dini. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap dua orang guru PAUD dari KB Al-Bunayya yang berlokasi di Desa Gunong Kong, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, dan dari TK Bungong Barona yang berlokasi di Desa Keutambang, Kecamatan Pante Cermen, Kabupaten Aceh Barat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua guru telah menjalankan tiga peran utama secara konsisten, yakni sebagai fasilitator, motivator, dan mediator. Sebagai fasilitator, guru menyediakan bahan-bahan sederhana yang aman dan mudah dijangkau dari lingkungan sekitar. Sebagai motivator, guru mendorong keberanian eksplorasi anak melalui pujian, pendampingan bertahap, dan pemberian kebebasan berkreasi. Sebagai mediator, guru menghubungkan konsep sains dengan pengalaman keseharian anak serta mengintegrasikannya dengan nilai-nilai Islam seperti tafakkur, itqan, dan rasa syukur. Hambatan utama yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, minimnya pengetahuan sains guru, serta kurangnya sarana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran sains eksploratif dapat menjadi wahana pembentukan karakter Islami sekaligus pengembangan kreativitas anak usia dini apabila guru memiliki komitmen, kreativitas, dan dukungan kelembagaan yang memadai
Peran Inhibitory Control dalam Gangguan Atensi pada Anak dengan ADHD: Tinjauan Kognitif Lana Puji Lestari; Dita Cintiya Oktaviani
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru Vol. 3 No. 1 (2026): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v3i1.579

Abstract

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang ditandai oleh kesulitan memusatkan perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas yang berkaitan dengan gangguan fungsi eksekutif. Salah satu komponen penting dalam fungsi eksekutif adalah Inhibitory Control, yaitu kemampuan menghambat respons yang tidak relevan dan mempertahankan fokus perhatian. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran Inhibitory Control dalam gangguan atensi pada anak dengan ADHD melalui integrasi perspektif psikologi kognitif dan neurokognitif. Pendekatan kualitatif dengan desain literature review mengacu pada pedoman PRISMA digunakan, dengan 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dari 43 artikel yang teridentifikasi. Data dianalisis menggunakan thematic synthesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa anak dengan ADHD mengalami defisit Inhibitory Control yang berdampak pada rendahnya kemampuan menyaring distraksi, mempertahankan perhatian, dan mengelola informasi. Secara neurokognitif, kondisi ini berkaitan dengan disfungsi jaringan otak yang berperan dalam kontrol perhatian dan regulasi perilaku, terutama pada sistem fronto-striatal dan prefrontal cortex.
Metode Tafshil Dalam Pendidikan Islam: Kajian Konseptual Dan Relevansinya Terhadap Pembelajaran Modern Rahimi Rahimi; Iin Meriza
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru Vol. 3 No. 1 (2026): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v3i1.593

Abstract

Metode pendidikan dalam Islam disebut “Thariqatut Tarbiyah”. Sebagaimana kita ketahui bahwa di dalam Al-Qur'an dan hadits kita menemukan beberapa metode pendidikan yang dapat kita gunakan untuk menggugah kehati-hatian dalam menerima pembelajaran siswa. Dalam tulisan ini penulis akan membahas tentang metode tafhsil dalam pendidikan Islam, metode tafshil merupakan suatu konsep yang dapat diterapkan atau cara memuat penjelasan guru terhadap bahan ajar secara mendetail dan menyertakan bukti-bukti ilmiah pendukung agar dapat memberikan pemahaman bagi siswa. Penelitian ini menganalisis literatur klasik dan kontemporer yang berkaitan dengan pendidikan Islam, teknik pembelajaran, dan teori belajar modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tafshil memiliki basis yang kuat dalam tradisi pendidikan Islam, terutama dalam hal proses penjelasan materi yang berfokus pada pemahaman, penguatan konsep, dan internalisasi nilai. Metode ini sangat penting untuk pembelajaran modern karena sejalan dengan prinsip pembelajaran konstruktivistik, pembelajaran berpusat pada peserta didik, dan strategi pembelajaran bertahap (scaffolding). Selain itu, melalui penyajian materi yang terstruktur dan komprehensif, metode tafshil dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan reflektif. Dengan demikian, metode tafshil dapat menjadi salah satu pendekatan pedagogis yang berguna untuk mengatasi tantangan pendidikan modern sambil tetap mempertahankan nilai-nilai dasar pendidikan Islam.
Moderasi Beragama dalam Perspektif Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Pendidikan Multikultural di Indonesia T Mairizal; Muhammad Iqbal
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru Vol. 3 No. 1 (2026): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v3i1.594

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga kerukunan sosial di tengah keberagaman agama, suku, budaya, dan bahasa. Fenomena intoleransi, radikalisme, dan konflik sosial menunjukkan pentingnya penguatan moderasi beragama melalui pendidikan. Al-Qur'an sebagai sumber utama ajaran Islam mengandung nilai-nilai moderasi yang relevan untuk mendukung pengembangan pendidikan multikultural. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari Al-Qur'an, kitab tafsir, buku, artikel jurnal, dan berbagai literatur yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis dan pendekatan tafsir tematik (maudhu'i) terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan moderasi beragama dan pendidikan multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep moderasi beragama dalam Al-Qur'an berlandaskan pada prinsip wasathiyah (jalan tengah), keadilan (al-'adl), keseimbangan (tawazun), toleransi (tasamuh), dan penghormatan terhadap keberagaman. Nilai-nilai tersebut memiliki keselarasan dengan prinsip pendidikan multikultural yang menekankan penghargaan terhadap perbedaan, persamaan derajat manusia, dialog, kerja sama sosial, dan perdamaian. Integrasi nilai-nilai moderasi beragama ke dalam kurikulum, proses pembelajaran, budaya sekolah, dan pembentukan karakter peserta didik dapat memperkuat pendidikan multikultural di Indonesia. Pendidikan berbasis nilai-nilai Qur'ani berpotensi menjadi sarana strategis dalam membangun generasi yang moderat, toleran, inklusif, serta mampu menjaga persatuan dan kerukunan dalam masyarakat yang majemuk.
Self disclosure di Instagram pada Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry: Kajian Psikologi Komunikasi Hayatul Lisa; Kusmawati Hatta; Ismiati Ismiati
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru Vol. 3 No. 1 (2026): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v3i1.595

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi interpersonal masyarakat, khususnya pada Generasi Z yang sangat akrab dengan teknologi digital. Instagram menjadi salah satu platform yang paling banyak digunakan mahasiswa sebagai ruang ekspresi diri, berbagi pengalaman, serta mengungkapkan perasaan pribadi melalui fitur story, caption, reels, dan close friends. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk self disclosure mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry di Instagram serta faktor-faktor psikologis yang mendorong keterbukaan diri tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 12 informan yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa lebih nyaman melakukan self disclosure melalui Instagram dibanding komunikasi langsung karena platform ini memberikan rasa aman, fleksibilitas, dan kemampuan mengontrol audiens. Faktor psikologis seperti kebutuhan dukungan sosial, keinginan mengekspresikan emosi, dan kebutuhan pengakuan sosial menjadi pendorong utama keterbukaan diri. Topik yang paling sering diungkapkan meliputi tekanan akademik, motivasi diri, kehidupan personal, dan relasi sosial. Temuan ini memperkuat perspektif Social Penetration Theory bahwa keterbukaan diri bersifat progresif dan dipengaruhi oleh persepsi risiko serta kebutuhan relasional individu dalam lingkungan digital.
Media Pembelajaran SKI MI Kelas 1 Tema Kisah Nabi Adam AS Suroto Suroto
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru Vol. 3 No. 1 (2026): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v3i1.597

Abstract

Pemilihan media pembelajaran yang tepat sangat penting dalam pembelajaran SKI kelas 1 MI, khususnya pada tema Kisah Nabi Adam AS. Siswa kelas 1 MI memiliki karakteristik yang menyukai pembelajaran konkret, visual, interaktif, dan menyenangkan. Oleh karena itu, guru perlu menggunakan media yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Beberapa media yang cocok digunakan dalam pembelajaran Kisah Nabi Adam AS antara lain media gambar, cerita bergambar, audio visual, boneka tangan, papan flanel, lagu Islami, dan media digital interaktif. Penggunaan media tersebut dapat membantu meningkatkan perhatian, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Dengan penggunaan media pembelajaran yang tepat, proses pembelajaran SKI akan menjadi lebih efektif, menarik, dan bermakna. Selain membantu siswa memahami isi cerita, media pembelajaran juga berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan membentuk karakter Islami sejak usia dini.