cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 479 Documents
ADOPSI CHATGPT DALAM KOMUNIKASI AKADEMIK MAHASISWA: ANALISIS TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL Devi Rantika; Rendra Widyatama
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.11161

Abstract

ABSTRACT Recent advances in artificial intelligence technology have significantly increased the use of ChatGPT within digital learning systems in higher education. This study aims to investigate the factors influencing students’ acceptance of ChatGPT by applying the Technology Acceptance Model (TAM) framework, as well as examining whether differences in acceptance exist based on academic background. A quantitative survey approach was employed involving 115 active students from Ahmad Dahlan University representing the Faculty of Industrial Technology and the Faculty of Literature, Culture, and Communication who had prior experience using ChatGPT. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive statistics, validity and reliability testing, linear regression analysis, and independent sample t-tests. The findings revealed that perceived ease of use positively affected perceived usefulness, while perceived usefulness emerged as the strongest predictor shaping students’ attitudes toward the use of ChatGPT. Furthermore, students’ attitudes toward ChatGPT were found to positively influence their intention to continue utilizing the platform in digital learning activities. The study also identified no significant differences in ChatGPT acceptance between students from the two faculties. These findings indicate that ChatGPT has evolved into an integral component of the digital learning ecosystem across academic disciplines rather than being limited to specific fields of study. This research contributes practical insights for educational institutions in understanding the factors that support the integration of generative AI technologies into students’ learning processes. ABSTRAK Inovasi dalam teknologi kecerdasan buatan telah membawa peningkatan penggunaan ChatGPT pada sistem pembelajaran digital di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan menelaah faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan mahasiswa terhadap ChatGPT menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM), serta menguji adanya perbedaan penerimaan ditinjau dari latar belakang akademik. Metode survei dengan pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan 115 mahasiswa aktif Universitas Ahmad Dahlan dari dua fakultas, yaitu Fakultas Teknologi Industri dan Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi, yang telah menggunakan ChatGPT. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif, pengujian validitas, reliabilitas, regresi linear, serta independent sample t-test. Hasil analisis memperlihatkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan memengaruhi persepsi manfaat, dan persepsi manfaat menjadi faktor dominan dalam membentuk sikap penggunaan ChatGPT. Selain itu, sikap penggunaan terbukti berpengaruh positif terhadap niat mahasiswa untuk terus memanfaatkan ChatGPT dalam aktivitas pembelajaran digital. Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan tingkat penerimaan ChatGPT antara mahasiswa dari kedua fakultas. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT telah berkembang sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran digital lintas disiplin di perguruan tinggi dan tidak terbatas pada bidang akademik tertentu. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam memperkuat pemahaman institusi pendidikan mengenai faktor-faktor yang mendukung integrasi teknologi AI generatif dalam proses pembelajaran mahasiswa.
OPTIMALISASI MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBASIS DIGITAL SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH DINIYAH Muzammil; Nur Laili
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11164

Abstract

This study aims to analyze the optimization of the digital-based Contextual Teaching and Learning (CTL) model in strengthening character education at Madrasah Diniyah Nurul Jadid. The background of this study is based on the demands of education in the digital era, which emphasize the importance of integrating cognitive aspects and character values within real-life contexts. This research employed a qualitative approach using a case study design, with data collected through observation, semi-structured interviews, and documentation techniques. The results showed that the implementation of digital-based CTL was carried out through the integration of contextual learning content supported by digital media, collaborative learning accompanied by inquiry activities, as well as reflection and authentic assessment. This implementation successfully shifted the learning pattern from teacher-centered to student-centered learning, thereby increasing students’ active engagement. Supporting factors included the availability of technological facilities, teachers’ competencies, and internet access, although limitations in facilities and network connectivity were addressed adaptively. The impact of this implementation indicated a significant improvement in students’ character development, marked by a reduction in inattentiveness and an increase in responsibility, discipline, independence, patience, and gratitude. Therefore, these findings confirm that digital-based CTL is proven to be an effective learning model that is integrative, reflective, and relevant for strengthening character education in the digital era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis digital dalam penguatan pendidikan karakter di Madrasah Diniyah Nurul Jadid. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tuntutan pendidikan di era digital yang menekankan pentingnya integrasi antara aspek kognitif dan nilai-nilai karakter dalam konteks kehidupan nyata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CTL berbasis digital dilakukan melalui integrasi konten pembelajaran yang kontekstual dengan dukungan media digital, pembelajaran kolaboratif yang disertai inkuiri, serta refleksi dan penilaian autentik. Penerapan ini mampu menggeser pola pembelajaran dari yang berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa sehingga meningkatkan keterlibatan aktif siswa. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sarana teknologi, kompetensi guru, dan akses internet, meskipun dihadapkan pada keterbatasan fasilitas dan jaringan yang diatasi secara adaptif. Dampak implementasi ini menunjukkan peningkatan signifikan terhadap karakter siswa, ditandai dengan penurunan ketidakfokusan serta peningkatan nilai tanggung jawab, disiplin, kemandirian, kesabaran, dan rasa syukur. Dengan demikian, temuan ini menegaskan bahwa CTL berbasis digital terbukti efektif sebagai model pembelajaran yang integratif, reflektif, dan relevan dalam penguatan pendidikan karakter di era digital.
INOVASI PEMBELAJARAN FIQIH BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENCEGAH PERILAKU PINJAMAN ONLINE SISWA KELAS XI MA Mukhamd Nabil Humaidi Syaputra; Saifullah Saifullah; Anang sholikhudin; Ahmad Marzuki
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11172

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Contextual Teaching and Learning (CTL)-based learning in Fiqh subjects as an effort to prevent online loan behavior among eleventh-grade students at MA Miftakhul Huda Cendono. This research was motivated by the increasing use of online loans among adolescents, influenced by low financial literacy, the rapid development of digital technology, and students’ limited understanding of Islamic economic principles. Fiqh learning, which has generally been theoretical in nature, has not fully connected learning materials with students’ real-life experiences, particularly regarding digital economic practices and the dangers of usury-based online loans. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that the implementation of the CTL approach in Fiqh learning improved students’ understanding of the dangers of online loans, usury practices, and the importance of financial management based on Islamic principles. Contextual learning also encouraged students to become more active, critical, and reflective in understanding economic issues developing in society. In addition, the CTL approach helped students connect Fiqh materials with real-life experiences, making learning more meaningful and easier to understand. Therefore, CTL-based Fiqh learning can serve as a relevant and effective learning strategy in strengthening sharia financial literacy, building Islamic economic awareness, and shaping students’ character in responding wisely to the development of the digital economy in the modern era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada mata pelajaran Fiqih sebagai upaya mencegah perilaku pinjaman online pada siswa kelas XI MA Miftakhul Huda Cendono. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan pinjaman online di kalangan remaja yang dipengaruhi oleh rendahnya literasi keuangan, perkembangan teknologi digital, serta kurangnya pemahaman peserta didik mengenai prinsip muamalah dalam Islam. Pembelajaran Fiqih yang selama ini cenderung bersifat teoritis dinilai belum sepenuhnya mampu menghubungkan materi pembelajaran dengan realitas kehidupan sehari-hari siswa, khususnya terkait praktik ekonomi digital dan bahaya pinjaman online berbasis riba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan CTL dalam pembelajaran Fiqih mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya pinjaman online, unsur riba, serta pentingnya pengelolaan keuangan yang sesuai dengan syariat Islam. Pembelajaran kontekstual juga mendorong siswa menjadi lebih aktif, kritis, dan reflektif dalam memahami permasalahan ekonomi yang berkembang di lingkungan masyarakat. Selain itu, penerapan CTL membantu peserta didik menghubungkan materi Fiqih dengan pengalaman nyata sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami. Dengan demikian, pembelajaran Fiqih berbasis CTL dapat menjadi strategi pembelajaran yang relevan dan efektif dalam memperkuat literasi keuangan syariah, membangun kesadaran ekonomi Islami, serta membentuk karakter peserta didik yang bijak dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital di era modern.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL BALI PADA KEGIATAN KOKURIKULER DI KELAS II SD NEGERI 2 KESIMAN Rosesinta Thailandni Mahaputri; Gek Diah Desi Sentana; I Komang Wisnu Budi Wijaya
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11181

Abstract

The integration of Balinese local wisdom into elementary school learning activities is an important effort to instill cultural values and build students’ character from an early age. This study aims to describe the forms of Balinese local wisdom integration, the strategies used by teachers in implementing it, and its impact on students in co-curricular activities in grade II of SD Negeri 2 Kesiman. This research employed a qualitative approach with a case study design. The research subjects consisted of 1 grade II homeroom teacher, 2 students, and 1 principal. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed descriptively through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings showed that: (1) the integration of Balinese local wisdom was implemented through mejangeran activities containing the values of menyama braya, togetherness, cooperation, and mutual respect; (2) the teacher’s strategies included demonstration methods, direct practice, playing and singing activities, as well as continuous guidance during the learning process; (3) culture-based co-curricular activities had a positive impact on students’ character development, social attitudes, self-confidence, and cultural understanding. In addition, these activities also supported the creation of a school environment with stronger Balinese cultural nuances. Therefore, the integration of Balinese local wisdom in co-curricular activities can serve as a contextual and meaningful learning approach in supporting cultural preservation as well as students’ character building. ABSTRAK Integrasi kearifan lokal Bali dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dasar menjadi salah satu upaya untuk menanamkan nilai budaya dan membentuk karakter peserta didik sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk integrasi kearifan lokal Bali, strategi guru dalam mengintegrasikannya, serta dampaknya terhadap peserta didik pada kegiatan kokurikuler di kelas II SD Negeri 2 Kesiman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 1 guru wali kelas II, 2 peserta didik, dan 1 kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) integrasi kearifan lokal Bali dilakukan melalui kegiatan mejangeran yang mengandung nilai menyama braya, kebersamaan, kerja sama, dan saling menghargai; (2) strategi guru dilakukan melalui metode demonstrasi, praktik langsung, bermain dan bernyanyi, serta pendampingan selama kegiatan berlangsung; (3) kegiatan kokurikuler berbasis budaya Bali memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter, sikap sosial, rasa percaya diri, serta pemahaman budaya peserta didik. Selain itu, kegiatan tersebut juga mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih bernuansa budaya Bali. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal Bali pada kegiatan kokurikuler dapat menjadi pembelajaran yang kontekstual dan bermakna dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus pembentukan karakter peserta didik.
HUBUNGAN ANTARA GAYA KOMUNIKASI ASERTIF GURU SEJARAH DAN PARTISIPASI RASIONALITAS KOMUNIKATIF PESERTA DIDIK SMK Tsafinatun Najah; Agus Suprijono
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11183

Abstract

ABSTRACT Effective communication plays an important role in creating interactive and participatory history learning. However, students’ ability to engage in rational, critical, and equitable discussions has not yet developed optimally, while studies examining the relationship between teachers’ communication styles and students’ communicative rationality in vocational high school history learning remain limited. This study aimed to analyze the relationship between history teachers’ assertive communication styles and the participation of communicative rationality among eleventh-grade students in public vocational high schools in Sidoarjo Regency. The study employed a quantitative approach with an ex post facto design involving 180 students selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using the Pearson Product-Moment correlation test and simple linear regression with IBM SPSS Statistics. The results revealed a positive and significant relationship between history teachers’ assertive communication styles and students’ participation in communicative rationality, with a moderate level of correlation and a coefficient of determination of 32.1%, while the remaining 67.9% was influenced by factors beyond the scope of this study. The study concludes that history teachers’ assertive communication styles serve as an important foundation for fostering interactive learning; however, their effectiveness requires support from dialogic teaching methods and a psychologically safe classroom environment. ABSTRAK Komunikasi yang efektif berperan penting dalam menciptakan pembelajaran sejarah yang interaktif dan partisipatif. Namun, kemampuan peserta didik untuk terlibat dalam diskusi yang rasional, kritis, dan setara masih belum berkembang secara optimal, sementara penelitian yang mengkaji hubungan gaya komunikasi guru dengan rasionalitas komunikatif peserta didik dalam pembelajaran sejarah di SMK masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara gaya komunikasi asertif guru sejarah dan partisipasi rasionalitas komunikatif peserta didik kelas XI SMK Negeri di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto yang melibatkan 180 peserta didik melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dan dianalisis dengan uji korelasi Product Moment Pearson serta regresi linier sederhana menggunakan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara gaya komunikasi asertif guru sejarah dan partisipasi rasionalitas komunikatif peserta didik dengan tingkat hubungan kategori sedang serta kontribusi determinasi sebesar 32,1% sementara 67,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya komunikasi asertif guru sejarah menjadi fondasi penting dalam membangun pembelajaran yang interaktif, namun pengembangannya tetap membutuhkan dukungan metode pembelajaran yang dialogis serta iklim kelas yang aman secara psikologis.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: EFEKTIVITAS MODEL VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) TERHADAP SIKAP SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR Saskia Rahma Gita; Yosep Aspat Alamsyah; Muhammad Muchsin Afriyadi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11269

Abstract

ABSTRACT The development of social attitudes among elementary school students has gained increasing attention due to the growing need for learners to interact effectively, collaborate with others, and adapt to diverse social environments. Although the Value Clarification Technique (VCT) has been widely implemented in values-based learning, empirical findings regarding its effectiveness remain dispersed across different educational contexts, subject areas, and research designs, resulting in a fragmented body of evidence. This study was conducted to map and synthesize research findings concerning the contribution of VCT to the development of social attitudes among elementary school students. A literature search was carried out through Google Scholar, Garuda, and other scientific databases with the assistance of Publish or Perish. Of the 1,248 articles initially identified, 22 met the inclusion criteria after undergoing a multi-stage screening process based on the PRISMA 2020 framework. The collected data were analyzed using narrative synthesis to identify recurring findings, implementation characteristics, and factors influencing the effectiveness of the model. The synthesis revealed a consistent pattern of improvement in cooperation, tolerance, responsibility, social awareness, and students’ ability to respect others’ opinions following the implementation of VCT. Beyond its contribution to social attitude development, several studies also reported positive effects on character formation, learning motivation, and critical thinking skills. These outcomes tended to be more pronounced when the value clarification process was supported by instructional media that encouraged active student participation. The findings suggest that VCT serves as a values-based instructional approach that not only fosters social attitude development but also enhances the overall quality of elementary students’ learning experiences. ABSTRAK Penguatan sikap sosial pada siswa sekolah dasar menjadi perhatian yang semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan akan kemampuan berinteraksi, bekerja sama, dan hidup dalam lingkungan yang beragam. Meskipun Value Clarification Technique (VCT) telah banyak diterapkan dalam pembelajaran berbasis nilai, temuan empiris mengenai efektivitasnya masih tersebar pada berbagai konteks, mata pelajaran, dan desain penelitian sehingga belum memberikan gambaran yang terintegrasi. Kajian ini dilakukan untuk memetakan dan mensintesis bukti-bukti penelitian terkait kontribusi VCT terhadap perkembangan sikap sosial siswa sekolah dasar. Proses penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar, Garuda, dan berbagai basis data ilmiah lainnya dengan bantuan Publish or Perish. Dari 1.248 artikel yang teridentifikasi pada tahap awal, sebanyak 22 artikel memenuhi kriteria inklusi setelah melalui proses seleksi bertahap mengacu pada alur PRISMA 2020. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan narrative synthesis untuk mengidentifikasi kecenderungan temuan, karakteristik implementasi, serta faktor yang memengaruhi efektivitas model. Sintesis menunjukkan adanya pola yang konsisten berupa berkembangnya kerja sama, toleransi, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kemampuan menghargai pendapat orang lain setelah penerapan VCT. Selain berkaitan dengan penguatan perilaku sosial, beberapa penelitian juga memperlihatkan kontribusi terhadap karakter, motivasi belajar, dan kemampuan berpikir kritis. Efektivitas tersebut cenderung lebih optimal ketika proses klarifikasi nilai didukung oleh media pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif peserta didik. Temuan ini menegaskan bahwa VCT berfungsi sebagai pendekatan pembelajaran berbasis nilai yang tidak hanya mendukung perkembangan sikap sosial, tetapi juga memperkuat kualitas pengalaman belajar siswa sekolah dasar secara lebih menyeluruh.
PENGARUH KONSELING KELOMPOK TERHADAP KONTROL DIRI (SELF CONTROL) PADA SISWA KELAS X SMK Nuraeni Nuraeni; Rizal Pramudiansah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11270

Abstract

ABSTRACT The ability to regulate oneself is one of the factors that influences the quality of students’ behavior in responding to academic and social demands within the school environment. When this capacity is not adequately developed, various maladaptive behaviors may emerge, ranging from difficulties in managing emotions to a lack of responsibility toward school tasks and regulations. In this context, group counseling is considered to have the potential to facilitate the development of self-control through interaction, reflection, and peer support. This study was conducted to examine the effect of group counseling services on the self-control of tenth-grade students in the Motorcycle Engineering Program at SMKN 2 Lingsar, West Lombok. The study involved 21 students selected through purposive sampling and employed a quantitative pre-experimental approach using a one-group pretest-posttest design. Data were collected using a self-control questionnaire and analyzed through a paired sample t-test. The findings revealed an increase in the mean score from 61.86 in the pretest to 65.24 in the posttest. Statistical analysis yielded a t-value of 2.209, exceeding the critical t-value of 2.086 at the 5% significance level. These findings indicate that the learning experiences fostered through group dynamics contributed to the improvement of students’ ability to regulate behavior, manage emotions, and make more responsible decisions. The study further expands empirical evidence that self-control is not merely a factor influencing student behavior but can also be enhanced through structured group counseling interventions. ABSTRAK Kemampuan mengendalikan diri menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kualitas perilaku siswa dalam menghadapi tuntutan akademik maupun sosial di sekolah. Ketika kemampuan tersebut belum berkembang secara optimal, berbagai bentuk perilaku kurang adaptif dapat muncul, mulai dari kesulitan mengelola emosi hingga rendahnya tanggung jawab terhadap tugas dan aturan sekolah. Dalam konteks tersebut, layanan konseling kelompok dipandang memiliki potensi untuk memfasilitasi proses pengembangan self-control melalui interaksi, refleksi, dan dukungan antarpeserta. Kajian ini diarahkan untuk menelaah pengaruh layanan konseling kelompok terhadap kontrol diri siswa kelas X Teknik Sepeda Motor (TSM) SMKN 2 Lingsar Lombok Barat. Penelitian melibatkan 21 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dilaksanakan melalui rancangan one group pretest-posttest dalam pendekatan kuantitatif pre-experimental. Data diperoleh menggunakan angket kontrol diri dan dianalisis dengan uji paired sample t-test. Perubahan skor terlihat dari peningkatan rata-rata hasil pengukuran, yaitu dari 61,86 pada tahap pretest menjadi 65,24 pada tahap posttest. Analisis statistik menghasilkan nilai t hitung sebesar 2,209 yang melampaui t tabel 2,086 pada taraf signifikansi 5%. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman belajar yang terbentuk melalui dinamika kelompok berkontribusi terhadap berkembangnya kemampuan siswa dalam mengarahkan perilaku, mengelola emosi, dan mempertimbangkan tindakan secara lebih bertanggung jawab. Hasil ini memperluas bukti empiris bahwa self-control tidak hanya berperan sebagai faktor yang memengaruhi perilaku siswa, tetapi juga dapat dikembangkan melalui intervensi konseling kelompok yang terstruktur.
PENGUATAN AKHLAK SANTRI BERBASIS KITAB TA'LIM AL-MUTA'ALLIM ERA SOCIETY 5.0 DI PONDOK PESANTREN BAITUL HIKMAH TEMPUREJO JEMBER Fatimatus Zahro; Fathor Rahman
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11299

Abstract

ABSTRACT Social transformation in the Society 5.0 era requires Islamic educational institutions to strengthen moral character development amid the increasing exposure to digital content that is not always aligned with Islamic values. Although numerous studies have examined character education in Islamic boarding schools, research specifically investigating moral character reinforcement strategies as a response to the challenges of Society 5.0 remains limited. This study aims to examine the moral values instilled, the reinforcement methods employed, and their impact on students at Baitul Hikmah Islamic Boarding School, Tempurejo, Jember, during the 2025/2026 academic year. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that moral character reinforcement focuses on the values of honesty, trustworthiness, responsibility, dedication, and ta’dzim (respect), which are internalized through role modeling, structured habituation, disciplinary evaluation, and controlled use of digital technology. The observed impacts include improved consistency in worship practices, greater respect for educators, enhanced social awareness, and stronger student discipline. The novelty of this study lies in its analysis of moral character reinforcement that integrates character development based on the Ta’limul Muta’allim text with strategies for managing digital challenges in the Society 5.0 era. This study highlights that a holistic and sustainable Islamic boarding school education system can serve as an effective model for strengthening character education grounded in Islamic values while remaining relevant to technological advancements and contemporary social changes. ABSTRAK Transformasi sosial pada era Society 5.0 menuntut lembaga pendidikan Islam untuk memperkuat pembinaan akhlak di tengah meningkatnya paparan konten digital yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai keislaman. Meskipun berbagai penelitian telah membahas pendidikan karakter di pesantren, kajian yang secara khusus mengkaji strategi penguatan akhlak sebagai respons terhadap tantangan Society 5.0 masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji nilai-nilai akhlak yang ditanamkan, metode penguatan yang diterapkan, serta dampaknya terhadap peserta didik di Pondok Pesantren Baitul Hikmah Tempurejo Jember tahun 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan akhlak berfokus pada nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, dedikasi, dan ta’dzim yang diinternalisasikan melalui keteladanan, pembiasaan terstruktur, evaluasi kedisiplinan, dan pengendalian penggunaan teknologi digital. Dampak yang terlihat meliputi meningkatnya konsistensi ibadah, sikap hormat kepada pendidik, kepedulian sosial, dan kedisiplinan santri. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis penguatan akhlak pesantren yang mengintegrasikan pembinaan karakter berbasis kitab Ta’limul Muta’allim dengan pengelolaan tantangan digital era Society 5.0. Penelitian ini menegaskan bahwa sistem pendidikan pesantren yang holistik dan berkelanjutan dapat menjadi model penguatan karakter berbasis nilai Islam yang tetap relevan dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan sosial kontemporer.
PENGEMBANAGAN MEDIA AJAR KOMIK DIGITAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL JEMBRANA PADA KONSEP PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS III SD Ni Putu Cintya Ratna Dewi; I Made Aditya Dharma; Febryan Irwan
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11301

Abstract

ABSTRACT Media development for Pancasila Education in third grade at SDN 2 Tegal Badeng Barat is still limited to media that lack innovation and context, resulting in low student interest in learning. This research aimed to produce digital comics based on Jembrana’s local wisdom for Pancasila Education material for third-grade students. The novelty of this research lies in the integration of Jembrana’s local wisdom values into digital comic media to provide more contextual learning. The study utilized the Research and Development (R&D) method based on the ADDIE model, encompassing the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The study subjects included 33 students and 1 teacher. Data were gathered by conducting observations, interviews, documentation, and questionnaires. The findings demonstrated that the designed media achieved a “highly valid” validity level, with a media expert validation score of 90% and a content expert validation score of 90%. During the implementation phase, the media received positive feedback because it fostered learning interest, facilitated understanding of the material, and encouraged student participation during learning. Thus, the digital comic based on Jembrana’s local wisdom was deemed “highly suitable” for use as an alternate teaching medium for Pancasila Education in elementary schools. ABSTRAK Perkembangan media pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas III SDN 2 Tegal Badeng Barat masih terbatas pada media yang kurang inovatif serta kontekstual, yang berakibat pada minimnya minat belajar siswa. Penelitian ini dimaksudkan guna mengembangkan komik digital berbasis kearifan lokal Jembrana pada materi Pendidikan Pancasila siswa kelas III. Kebaruan penelitian terletak pada pengintegrasian nilai-nilai kearifan lokal Jembrana pada media komik digital untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, mencakup tahapan analysis, design, development, implementation, serta evaluation. Subjek yang ditetapkan mencakup 33 siswa dan 1 guru. Data dihimpun dengan menjalankan observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Temuan penelitian memperlihatkan, media yang dirancang menghasilkan tingkatan validitas “sangat valid” dengan skor validasi ahli media senilai 90% serta ahli materi senilai 90%. Pada tahap implementasi, media memperoleh respons positif sebab dapat mengembangkan minat belajar, memudahkan pemahaman materi, serta mendorong partisipasi siswa saat belajar. Dengan demikian, komik digital berbasis kearifan lokal Jembrana dinilai “sangat layak” dimanfaatkan sebagai alternatif media ajar Pendidikan Pancasila di sekolah dasar.
ANALISIS MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF DALAM KUMPULAN JUDUL-JUDUL CERPEN PILIHAN KOMPAS 2022 “IHWAL NAMA MAJID PUCUK” Nailul Muna; Ana Yuliati
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11320

Abstract

ABSTRACT Readers’ engagement with a literary work often begins with its title, a brief textual element capable of offering clues, expectations, and potential interpretations before the main text is read in its entirety. Despite this role, semantic studies have tended to focus more on the content of literary works than on titles as the first point of interaction between a text and its readers. In response to this gap, the present study examines the meanings embedded in three short story titles from the anthology Cerpen Pilihan Kompas 2022: Ihwal Nama Majid Pucuk, namely Mbah Diman Terbang Bersayap Malam, Manusia Kelelawar, and Hawa Panas. This research adopts a descriptive qualitative design grounded in Geoffrey Leech’s semantic framework. The data were obtained through close reading and systematic note-taking of the linguistic units constituting the titles, followed by identification, classification, and interpretation of their meanings. The findings reveal that all three titles operate on multiple layers of meaning. On the one hand, they contain denotative meanings that directly refer to particular objects, actions, or conditions, providing readers with an initial understanding of the texts. On the other hand, they also generate connotative meanings associated with symbolism, social experience, and cultural associations, thereby opening broader interpretive possibilities. These findings position the title as an active paratextual element that shapes readers’ interpretive orientation while demonstrating the interplay between conceptual and associative meanings in the construction of literary meaning. ABSTRAK Interaksi pembaca dengan karya sastra sering kali dimulai dari judul, sebuah unsur yang meskipun singkat mampu menghadirkan petunjuk, dugaan, bahkan kemungkinan penafsiran sebelum isi teks dibaca secara utuh. Kendati demikian, perhatian penelitian semantik lebih sering diarahkan pada isi karya dibandingkan pada judul sebagai bagian yang pertama kali membangun hubungan antara teks dan pembaca. Berangkat dari kondisi tersebut, kajian ini menelaah bentuk pemaknaan yang hadir pada tiga judul cerpen dalam antologi Cerpen Pilihan Kompas 2022: Ihwal Nama Majid Pucuk, yakni Mbah Diman Terbang Bersayap Malam, Manusia Kelelawar, dan Hawa Panas. Penelaahan dilakukan dalam kerangka penelitian kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan perspektif semantik Geoffrey Leech. Data diperoleh melalui pembacaan intensif dan pencatatan terhadap satuan bahasa yang membentuk judul, kemudian ditafsirkan melalui proses pengenalan data, pengelompokan, dan interpretasi makna. Hasil kajian memperlihatkan bahwa ketiga judul tidak bekerja hanya pada satu lapis pemaknaan. Di satu sisi, terdapat makna yang mengacu langsung pada objek, tindakan, atau keadaan tertentu sehingga memungkinkan pembaca memperoleh gambaran awal mengenai teks. Di sisi lain, muncul pula perluasan makna yang berhubungan dengan simbol, pengalaman sosial, serta asosiasi kultural yang membuka ruang interpretasi lebih luas. Temuan ini menempatkan judul sebagai unsur paratekstual yang aktif membentuk orientasi pembacaan sekaligus menunjukkan keterhubungan antara makna konseptual dan makna asosiatif dalam konstruksi makna karya sastra.