cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 479 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA BUKU CERITA BERGAMBAR POP UP BOOK SEBAGAI BAHAN AJAR UNTUK MENINGKATKAN ASPEK KOGNITIF MENGENAL JENIS BUNGA PADA ANAK DI TK AL-MUBAROK KELOMPANGAN AJUNG Sixel Ade Aliffia
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11365

Abstract

The development of a narrative picture-based Pop-Up Book was the primary focus of this study, aiming to support the cognitive stimulation of early childhood learners in recognizing various types of flowers at Al-Mubarok Kindergarten, Kelompangan Ajung. The urgency of this research stemmed from actual classroom conditions, where children still demonstrated limited ability to independently identify, distinguish, and classify different flower species, highlighting the need for more innovative learning media. This study employed a Research and Development (R&D) framework based on the ADDIE model, which consists of five interconnected stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The participants involved in the main field trial were all 20 students of Group B at Al-Mubarok Kindergarten. Data were collected through several instruments, including cognitive development observation sheets, validation questionnaires administered to material and media experts, and practicality evaluation forms completed by teachers. Media feasibility data were analyzed using descriptive percentage analysis, while effectiveness was examined through the Wilcoxon test. The validators' assessments indicated that the media achieved an average feasibility score of 87%, which was categorized as highly feasible. Furthermore, the results of the main field trial revealed an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000 (< 0.05), statistically demonstrating that the use of the Pop-Up Book had a significant effect on improving children's cognitive abilities. This improvement was reflected in the increase of the mean score from 40 before the implementation of the media to 80 after its integration into the learning process. These findings confirm that the Pop-Up Book serves as an innovative, contextual, and relevant instructional medium for supporting cognitive learning in early childhood education. ABSTRAK Pengembangan media Pop Up Book berbasis narasi bergambar menjadi fokus utama penelitian ini, dengan sasaran mendukung stimulasi kognitif anak usia dini dalam mengenal beragam jenis bunga di TK Al-Mubarok Kelompangan Ajung. Urgensi penelitian ini berakar pada kondisi nyata di lapangan, yakni masih terbatasnya kemampuan anak dalam mengenali, membedakan, dan mengelompokkan jenis-jenis bunga secara mandiri, yang menuntut hadirnya solusi media pembelajaran yang lebih inovatif. Penelitian ini menggunakan kerangka Research and Development (R&D) yang berpijak pada model ADDIE dengan lima tahap prosedural yang saling berkesinambungan, meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Partisipan yang terlibat dalam uji lapangan utama adalah seluruh peserta didik Kelompok B TK Al-Mubarok yang berjumlah 20 anak. Proses pengumpulan data ditempuh melalui berbagai instrumen, di antaranya lembar observasi perkembangan kognitif, angket validasi untuk ahli materi dan ahli media, serta lembar evaluasi kepraktisan yang diisi oleh guru. Analisis data kelayakan media dilakukan secara deskriptif-persentase, sedangkan pengujian efektivitas media menggunakan uji Wilcoxon. Penilaian para validator menunjukkan bahwa media memperoleh rata-rata skor kelayakan sebesar 87%, yang tergolong dalam kategori sangat layak. Adapun pada tahap uji lapangan utama, hasil uji Wilcoxon menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 (< 0,05), yang secara statistik membuktikan bahwa penggunaan media Pop Up Book memberikan pengaruh bermakna terhadap peningkatan kemampuan kognitif anak. Peningkatan tersebut tercermin dari lonjakan rerata skor anak, yakni dari 40 sebelum penggunaan media menjadi 80 setelah media diintegrasikan dalam pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa media Pop Up Book merupakan alternatif bahan ajar yang tidak hanya inovatif, tetapi juga kontekstual dan relevan dalam mendukung pembelajaran kognitif anak usia dini.
METODE TALAQQI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SISWA SMA 45 PURWODADI Farah Rania Hadi; Ali Mohtarom; Askhabul Kirom; Ahmad Ma’ruf
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11383

Abstract

This investigation is designed to analyze the implementation of the talaqqi framework in optimizing students' Quranic literacy skills within the Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) curriculum at SMA 45 Purwodadi Pasuruan. The empirical baseline of this research is triggered by persistent instructional challenges where several students exhibit cognitive and psychomotor difficulties in Quranic recitation, particularly regarding inaccurate makharijul huruf articulation, inadequate comprehension of tajwid parameters, and a lack of oral fluency. Methodologically, this study adopted a qualitative paradigm framed within a case study design. Primary data points were synthesized via participatory observation, in-depth interviews, and documentation compiled from BTQ instructors and student participants. The data analysis trajectory followed structured steps of data reduction, data display, and inductive conclusion drawing, whereas data trustworthiness benchmarks were secured utilizing source and technical triangulation frameworks. The empirical outcomes demonstrate that the operationalization of the talaqqi method is executed systematically through integrated phases of active listening, imitation, repetitive practice, and real-time error correction during direct teacher-student interactions. The talaqqi intervention proved effective in elevating students' Quranic reading competence, specifically advancing their accuracy in phonetic articulation (makharijul huruf), grasp of recitation rules (tajwid), reading velocity, and amplifying their self-assurance when reciting publicly in class. Furthermore, this method successfully transforms the BTQ instructional environment into a more active, collaborative, and engaging learning ecosystem through personalized mentoring. Consequently, the integration of the talaqqi technique stands as a highly viable pedagogical alternative to maximize evaluation outcomes and accelerate Quranic reading mastery within secondary school settings. ABSTRAK Riset ini diproyeksikan untuk menguraikan dinamika aplikasi metode talaqqi dalam mematangkan kecakapan membaca Al-Qur’an siswa pada kegiatan pembelajaran Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) di SMA 45 Purwodadi Pasuruan. Investigasi ini dilatarbelakangi oleh potret empiris di lapangan yang menunjukkan masih adanya sejumlah peserta didik yang mengalami hambatan krusial dalam pelafalan kitab suci, seperti rendahnya akurasi artikulasi makharijul huruf, lemahnya penguasaan kaidah hukum tajwid, serta minimnya kefasihan dalam mendaras ayat-ayat Al-Qur’an. Pendekatan yang diintegrasikan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan spesifikasi jenis studi kasus. Data penelitian dihimpun secara komprehensif melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta penelaahan dokumentasi bersama pengampu mapel BTQ dan para siswa. Alur analisis data dioperasikan melalui tahapan reduksi data, kategorisasi/penyajian data, hingga penarikan kesimpulan secara induktif, sedangkan pemenuhan standar keabsahan data ditempuh lewat skema triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Output penelitian membuktikan bahwa mekanisme implementasi metode talaqqi diaktualisasikan secara berjenjang melalui fase menyimak (mendengar), mengimitasi (menirukan), melakukan repetisi (mengulang), serta pembenahan kualitas bacaan (revisi) secara langsung tatap muka antara guru dan peserta didik. Intervensi metode talaqqi terkonfirmasi efektif mendongkrak performa membaca Al-Qur’an siswa, terutama pada parameter ketepatan makhraj, pemahaman hukum bacaan, kelancaran pelafalan, serta eskalasi rasa percaya diri siswa saat melantunkan ayat di hadapan publik kelas. Di samping itu, pendekatan tradisional ini sukses menghidupkan iklim pembelajaran BTQ menjadi lebih dinamis, interaktif, dan rekreatif berkat adanya skema bimbingan personal (direct feedback) dari pendidik. Dengan demikian, formulasi metode talaqqi sangat direkomendasikan sebagai salah satu opsi strategi instruksional BTQ yang andal untuk mengentaskan problem buta aksara Al-Qur’an di lingkungan sekolah.
EFL STUDENTS’ PERCEPTIONS OF ANONYMOUS PARTICIPATION TOOLS IN REDUCING ANXIETY Rumaisha Aziza Yasmin; Putu Dian Danayanti Degeng
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11394

Abstract

ABSTRACT Digital interactive platforms with various interactive features are now gaining attention as a way to support student engagement in EFL classes. However, studies specifically exploring their anonymous participation features are still limited, especially in Indonesian higher education. This study examines EFL students' perceptions of anonymous participation features in reducing anxiety and improving classroom interaction. Using a quantitative descriptive approach, the study involved 94 English Language Education students at a university in Malang. Data were collected through an 11-item Likert-scale questionnaire distributed via Google Forms, which was then analyzed using IBM SPSS Statistics 32. The results showed positive responses across all indicators, with average scores ranging from 4.01 to 4.41. Participating anonymously has been shown to provide a sense of security from the anxiety of negative evaluation. Anonymity has also been shown to be effective in increasing engagement and the quality of classroom interactions, making it a viable learning strategy for EFL lecturers at Indonesian universities to create more comfortable and inclusive classrooms. ABSTRAK Platform interaktif digital dengan berbagai fitur interaktif kini banyak menarik perhatian sebagai cara untuk mendukung keterlibatan siswa di kelas EFL. Namun, studi yang meneliti secara khusus fitur partisipasi anonimnya masih terbatas, terutama di pendidikan tinggi Indonesia. Studi ini meneliti persepsi mahasiswa EFL tentang fitur partisipasi anonim terhadap dalam menguragi kecemasan dan meningkatkan interaksi kelas. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian ini melibatkan 94 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di sebuah universitas di Malang. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert berjumlah 11 item dan didistribusikan melalui Google Forms yang kemudian dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 32. Hasil penelitian menunjukkan respons positif di seluruh indikator, dengan skor rata-rata berkisar antara 4,01 hingga 4,41. Berpartisipasi secara anonim terbukti dapat memberikan rasa aman dari kecemasan evaluasi negatif. Anonimitas juga terbukti efektif meningkatkan keterlibatan dan kualitas interaksi kelas, sehingga dapat menjadi pilihan strategi pembelajaran bagi dosen EFL di perguruan tinggi indonesia untuk menciptakan kelas yang lebih nyaman dan inklusif.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN KAHOOT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI SMKS PAB 2 HELVETIA Maria Finsensia Sihaloho; Rini Herliani; Ramdhansyah Ramdhansyah; Pasca Dwi Putra; Choms Gary Ganda Tua Sibarani
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11408

Abstract

This study was motivated by the low motivation and accounting learning outcomes of eleventh-grade students at SMKS PAB 2 Helvetia, as indicated by limited participation in classroom activities, low learning enthusiasm, and the inability of many students to achieve the Minimum Learning Achievement Criteria (KKTP). The study aimed to improve students’ motivation and accounting learning outcomes through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by the Kahoot application. This research employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles involving 17 eleventh-grade accounting students as research subjects. Data were collected through observation, learning outcome tests, and documentation. The findings revealed that the implementation of the PBL model assisted by Kahoot significantly improved students’ learning motivation. In the first cycle, 10 students (58.8%) demonstrated good learning motivation, which increased to 14 students (82.4%) in the second cycle. This improvement was reflected in greater participation in discussions, increased confidence in asking questions, and higher enthusiasm during learning activities. Learning outcomes also improved substantially, with the percentage of students achieving mastery increasing from 29.4% (5 students) in the pre-test to 64.7% (11 students) in the first cycle and 88.2% (15 students) in the second cycle. Therefore, the Problem Based Learning model assisted by Kahoot proved effective in enhancing both learning motivation and accounting learning outcomes among eleventh-grade students at SMKS PAB 2 Helvetia. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar akuntansi peserta didik kelas XI SMKS PAB 2 Helvetia yang ditunjukkan oleh rendahnya keterlibatan dalam pembelajaran, kurangnya semangat belajar, serta belum tercapainya Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) oleh sebagian besar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar akuntansi melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Kahoot. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan 17 peserta didik kelas XI Akuntansi sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan Kahoot mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada siklus I, sebanyak 10 siswa (58,8%) menunjukkan motivasi belajar yang baik, kemudian meningkat menjadi 14 siswa (82,4%) pada siklus II. Peningkatan motivasi ditandai dengan bertambahnya keaktifan dalam diskusi, keberanian bertanya, dan antusiasme selama pembelajaran. Hasil belajar juga mengalami peningkatan, dari 5 siswa (29,4%) yang tuntas pada pre-test menjadi 11 siswa (64,7%) pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 15 siswa (88,2%) pada siklus II. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbantuan Kahoot terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar akuntansi siswa kelas XI SMKS PAB 2 Helvetia.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SM2CL TERHADAP MINAT BELAJAR PAI DAN BUDI PEKERTI Fan Kurniawati Sukma Bulan; Uswatun Khasanah; Agus Susanti
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11443

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the low learning interest of students in Islamic Education and Character Education caused by the dominance of conventional teaching methods at SMK PGRI 4 Bandar Lampung. This condition leads to a lack of active student involvement in the learning process. This research aims to determine the effect of the SM2CL learning model (Synectics, Mind Mapping, Cooperative Learning) on students’ learning interest. The study employed a quasi-experimental design with a posttest-only control group design. The sample consisted of an experimental class and a control class selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation. The data were analyzed using an Independent Sample t-test after conducting prerequisite tests. The results showed a significance value of 0.000 < 0.05, indicating that Ha was accepted and Ho was rejected. It can be concluded that the SM2CL learning model has a significant effect on improving students’ learning interest in Islamic Education and Character Education at SMK PGRI 4 Bandar Lampung. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang disebabkan oleh masih dominannya penggunaan model pembelajaran konvensional di SMK PGRI 4 Bandar Lampung. Kondisi tersebut berdampak pada kurangnya keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran SM2CL (Synectics, Mind Mapping, Cooperative Learning) terhadap minat belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan desain Posttest-Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-Test setelah terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran SM2CL terhadap minat belajar peserta didik. Dengan demikian, model pembelajaran SM2CL terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMK PGRI 4 Bandar Lampung.
MEMBANGUN KESADARAN TOLERANSI DI SEKOLAH DASAR: ANALISIS PERAN GURU DAN SISWA Elsa Mahdalena Gultom; Muhammad Rijal Fadli; Soleh Hapudin; Abdul Halim
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11449

Abstract

ABSTRACT Learning in elementary schools serves not only as a means of acquiring knowledge but also as an important space for character development. Amid the persistence of behaviors reflecting limited respect for differences, low levels of cooperation, and insufficient acceptance of diversity, educational practices that foster tolerance from an early age are needed. In this context, Pancasila Education plays a strategic role because it encompasses values that support harmonious social life.This study explores the implementation of Pancasila Education and examines the roles of teachers and students in fostering tolerance awareness among second-grade students at SDN Penggilingan 05 East Jakarta. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through observations, interviews, and documentation. The data were analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing.The findings reveal that tolerance develops through various learning activities that encourage students to respect one another, collaborate, and accept differences within the school environment. Teachers act as facilitators and role models in creating positive interactions, while students actively participate in activities that support the development of tolerant behavior. This study highlights that Pancasila Education contributes not only to students’ cognitive development but also serves as an effective medium for cultivating tolerance. Through learning experiences embedded in everyday interactions, a more inclusive, harmonious, and socially supportive school environment can be fostered from an early age. ABSTRAK Pembelajaran di sekolah dasar tidak hanya berfungsi sebagai sarana penguasaan pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang penting bagi pembentukan karakter peserta didik. Di tengah masih ditemukannya perilaku yang kurang menghargai perbedaan, rendahnya kerja sama, serta belum optimalnya penerimaan terhadap keberagaman, diperlukan proses pembelajaran yang mampu menumbuhkan kesadaran toleransi sejak dini. Dalam konteks ini, Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis karena memuat nilai-nilai yang mendukung kehidupan sosial yang harmonis.Penelitian ini mengkaji pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila serta peran guru dan siswa dalam membangun kesadaran toleransi pada siswa kelas II SDN Penggilingan 05 Jakarta Timur. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai toleransi berkembang melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang mendorong siswa untuk saling menghargai, bekerja sama, dan menerima perbedaan di lingkungan sekolah. Guru berperan sebagai fasilitator sekaligus teladan dalam membangun interaksi yang positif, sedangkan siswa terlibat aktif dalam kegiatan yang mendukung perkembangan perilaku toleran. Kajian ini menegaskan bahwa pembelajaran Pendidikan Pancasila tidak hanya berkontribusi pada aspek kognitif, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter toleransi. Melalui pengalaman belajar yang berlangsung dalam interaksi sehari-hari, tercipta lingkungan sekolah yang lebih inklusif, harmonis, dan mendukung perkembangan sosial peserta didik sejak usia dini.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN CASE BASED LEARNING DAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DALAM MENYUSUN SURAT PENGADUAN Alya Dwi Surya Ningrum; Meylia Elizabeth Ranu
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11462

Abstract

Critical thinking skills in Indonesia remain relatively low, as the country ranks 69th out of 80 countries. This affects students’ learning outcomes and analytical abilities in thinking. This study aims to determine the effectiveness of the Case Based Learning and Problem Based Learning models on critical thinking skills in drafting complaint letters. The research subjects were all 10th-grade students majoring in Office Management and Business Services at SMK Krian 2 Sidoarjo. The research design used was a Quasi-Experimental Nonequivalent Control Group Design. Data were collected using pre-tests, case studies, and post-tests. The data analysis technique used was descriptive analysis, encompassing data reduction, data presentation, and drawing conclusions, followed by a comparison test using the t-test. The results of the Paired Samples t-Test showed a Sig. (2-tailed) of 0.000 < 0.05, with a calculated t-value for the experimental class of -17.380 and for the control class of -25.782. The results of the Independent Samples t-Test showed a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, with the calculated t-value for the experimental class at -7.789 and for the control class at -7.818, indicating a significant difference. Furthermore, the N-Gain Score for the control class was 0.35 (moderate category), while the experimental class was 0.23 (low category). These results indicate that both the Case Based Learning and Problem Learning models both improved critical thinking skills in drafting complaint letters, as evidenced by a comparison of pre-test and post-test scores. However, in terms of effectiveness, Problem Based Learning was more effective than the Case Based Learning model. ABSTRAK Keterampilan berpikir kritis di negara Indonesia masih tergolong rendah karena berada di peringkat 69 dari 80 negara. Hal tersebut mempengaruhi pada hasil belajar dan kemampuan analitis siswa dalam berpikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Case Based Learning dan Problem Based Learning terhadap keterampilan berpikir kritis dalam menyusun surat pengaduan. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas X dengan Kompetensi Keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis di SMK Krian 2 Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan yakni ­Quasi-Eksperimental desain Nonequivalent Control Group Design. Data dikumpulkan menggunakan soal pre-test, studi kasus, dan post-test. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif mencakup reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dilanjutkan uji perbandingan menggunakan uji-t. Hasil uji Paired Samples t-Test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.000 < 0.05 dengan hasil nilai t hitung kelas eksperimen sebesar -17.380 sedangkan kelas kontrol sebesar -25.782. Hasil uji Independent Samples t-Test menunjukkan hasil pada nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.000 < 0.05 dengan hasil nilai t hitung kelas eksperimen sebesar -7.789 dan kelas kontrol sebesar -7.818 menunjukkan terdapat perbedaan signifikan, selanjutnya hasil uji N-Gain Score kelas kontrol sebesar 0.35 dengan kategori sedang, sedangkan kelas eksperimen sebesar 0.23 dengan kategori rendah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran Case Based Learning dan Problem Based Learning keduanya mengalami peningkatan terhadap keterampilan berpikir kritis dalam menyusun surat pengaduan yang dibuktikan melalui uji perbandingan pada soal pre-test dan post-test. Namun pada aspek efektivitasnya, Problem Based Learning lebih efektif dibandingkan model pembelajaran Case Based Learning.
BRIDGING PEDAGOGY AND TECHNOLOGY: DEVELOPMENT AND EVALUATION OF A PBL-BASED LKPD ELEKTRONIK TO ENHANCE PROBLEM-SOLVING ABILITY AND SCIENCE PROCESS SKILLS Indah Kristiani Siringo Ringo; Ayu Annisa Akbar; Olfiane Tamarengki; Andi Nurhidayah; Agrielsa Alphasati Sinaga
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.11470

Abstract

ABSTRACT The persistent challenges in developing students’ higher-order thinking skills in science learning indicate that the integration of technology and pedagogy has not been optimally implemented. This study aimed to develop and evaluate a Problem-Based Learning (PBL)-based electronic student worksheet (e-LKPD) in terms of its validity, practicality, and effectiveness in improving students’ problem-solving abilities and science process skills. The study employed a Research and Development (R&D) approach combined with a quasi-experimental design involving experimental and control groups. The research stages included product development, expert validation, limited trials, and implementation in the learning process. The results showed that the developed PBL-based e-LKPD was categorized as highly valid and highly practical based on expert validation and positive user responses. In terms of effectiveness, the experimental group demonstrated greater improvement than the control group, with N-Gain scores of 0.60 for problem-solving ability and 0.50 for science process skills, both categorized as moderate, while the control group obtained scores of 0.29 and 0.27, respectively. Multivariate statistical analysis also confirmed significant differences between the two groups. Although the resulting effect sizes were relatively low, the findings indicate that the integration of Problem-Based Learning into digital learning media provides a positive contribution to improving students’ problem-solving abilities and science process skills in science education. ABSTRAK Rendahnya keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik dalam pembelajaran sains menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan pedagogi belum dilaksanakan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi lembar kerja peserta didik elektronik (e-LKPD) berbasis Problem-Based Learning (PBL) ditinjau dari aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan keterampilan proses sains peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang dipadukan dengan desain quasi experiment melalui kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tahapan penelitian meliputi pengembangan produk, validasi ahli, uji coba terbatas, serta implementasi pada proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-LKPD berbasis PBL yang dikembangkan berada pada kategori sangat valid dan sangat praktis berdasarkan hasil validasi ahli serta respons positif pengguna. Dari aspek efektivitas, kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol dengan nilai N-Gain kemampuan pemecahan masalah sebesar 0,60 dan keterampilan proses sains sebesar 0,50 yang termasuk kategori sedang, sedangkan kelompok kontrol memperoleh nilai masing-masing sebesar 0,29 dan 0,27. Analisis statistik multivariat juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Meskipun ukuran efek yang dihasilkan masih relatif rendah, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi Problem-Based Learning dalam media pembelajaran digital mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan keterampilan proses sains peserta didik dalam pembelajaran sains.
PENGARUH PROJECT-BASED STEAM TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN KOLABORATIF PESERTA DIDIK DI MADRASAH IBTIDAIYAH Hikmah Semi Lestari; Muhammad Akmansyah; Yudesta Erfayliana
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11471

Abstract

ABSTRACT Strengthening 21st-century competencies at the Madrasah Ibtidaiyah level remains a challenge, particularly in creating learning environments that encourage students to generate creative ideas while collaborating effectively. In science and social studies (IPAS) learning, these competencies are often underdeveloped because instructional activities tend to be dominated by teacher-centered content delivery and limited student engagement. Addressing this issue, the present study examined the contribution of the Project-Based STEAM approach to the development of fourth-grade students’ creative thinking and collaborative skills. The study employed a quasi-experimental method using a Non-equivalent Control Group Design and involved 76 students. The experimental group participated in learning activities based on Project-Based STEAM, whereas the control group received Inquiry-Based Learning. Data were collected through a creative thinking test and a collaborative skills questionnaire that met established validity and reliability criteria. The data were subsequently analyzed using Multivariate Analysis of Covariance (MANCOVA). The observed learning outcomes indicated that students in the experimental group outperformed those in the control group on both measured competencies. Statistical analysis further confirmed that the Project-Based STEAM approach had a significant effect on creative thinking and collaborative skills, both simultaneously and partially. These findings suggest that the integration of project-based learning and STEAM offers a contextual and effective alternative for IPAS instruction while supporting the development of essential student competencies in Madrasah Ibtidaiyah. ABSTRAK Penguatan kompetensi abad ke-21 di jenjang Madrasah Ibtidaiyah masih menghadapi tantangan, terutama dalam menciptakan pembelajaran yang mampu mendorong peserta didik menghasilkan gagasan secara kreatif sekaligus bekerja sama secara efektif. Pada pembelajaran IPAS, kondisi tersebut sering kali belum berkembang secara optimal karena aktivitas belajar masih didominasi penyampaian materi dan keterlibatan peserta didik yang terbatas. Berangkat dari kebutuhan tersebut, penelitian ini menelaah kontribusi pendekatan Project-Based STEAM terhadap pengembangan kemampuan berpikir kreatif dan kolaboratif peserta didik kelas IV. Kajian dilaksanakan melalui metode quasi experiment dengan desain Non-equivalent Control Group Design yang melibatkan 76 peserta didik. Kelompok eksperimen mengikuti pembelajaran berbasis Project-Based STEAM, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran Inquiry-Based Learning. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes berpikir kreatif dan angket keterampilan kolaboratif yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis melalui Multivariate Analysis of Covariance (MANCOVA). Pola capaian yang muncul menunjukkan keunggulan kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol pada kedua aspek yang diukur. Pengujian statistik juga mengonfirmasi adanya pengaruh signifikan pendekatan Project-Based STEAM terhadap keterampilan berpikir kreatif dan kolaboratif, baik secara simultan maupun parsial. Temuan ini memperlihatkan bahwa integrasi proyek dan STEAM dapat menjadi alternatif pembelajaran IPAS yang lebih kontekstual dalam mendukung pengembangan kompetensi peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah.
PERAN PEMBIASAAN KAMIS BERBUDAYA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI PEMBELAJARAN IPS Martha Eka Pratiwi; Ervando Tommy Al Hanif
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11482

Abstract

This research is motivated by the importance of strengthening local wisdom-based character amidst the challenges of globalization that have resulted in the decline of politeness values ​​and cultural identity of students. This study aims to analyze the role of the cultural Thursday habits integrated into social studies learning on the formation of local wisdom character of eighth-grade students at SMP Negeri 9 Semarang. The study used a mixed methods approach with a sequential explanatory design and a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The research sample consisted of 40 students selected using proportional stratified random sampling. Data were collected through questionnaires, observations, interviews, and documentation. Quantitative analysis was conducted using the Wilcoxon Signed Rank Test, while qualitative data were analyzed thematically. The results showed a significant increase in students' local wisdom character, indicated by a significance value of 0.000 (<0.05). Qualitatively, character formation occurs through consistent habituation through the use of cultural attributes, Javanese language habits, and performing arts activities. The integration of the program into social studies learning creates contextual and holistic learning, encompassing cognitive, affective, and psychomotor aspects. Thus, the cultural Thursday habits has proven effective in forming students' character based on local wisdom. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter berbasis kearifan lokal di tengah tantangan globalisasi yang berdampak pada menurunnya nilai-nilai kesantunan dan identitas budaya peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembiasaan Kamis Berbudaya yang dintegrasikan dalam pembelajaran IPS terhadap pembentukan karakter kearifan lokal siswa kelas VIII di SMP Negeri 9 Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory dan rancangan pre-experimental one-group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa yang dipilih secara proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada karakter kearifan lokal siswa, ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Secara kualitatif, pembentukan karakter terjadi melalui habituasi yang konsisten melalui penggunaan atribut budaya, pembiasaan berbahasa Jawa, dan kegiatan pentas seni. Integrasi program dalam pembelajaran IPS menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan holistik, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dengan demikian, pembiasaan Kamis Berbudaya terbukti efektif dalam membentuk karakter siswa berbasis kearifan lokal.