cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 479 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENDALIKAN DIRI ANAK USIA 5 – 6 TAHUN MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL GOBAK SODOR DI TK SUNAN AMPEL Fatmawati Fatmawati
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.11030

Abstract

This study was designed to develop self-regulation skills in children aged 5–6 years through the application of the traditional game of gobak sodor at TK Sunan Ampel Jatisari. The research design employed was Classroom Action Research (CAR) referring to the Kemmis & McTaggart model, which encompasses four cyclical stages comprising planning, action implementation, observation, and reflection. The research subjects consisted of 15 children, with data collected through structured observation based on three primary indicators, namely the ability to wait one's turn, emotional management, and collaborative skills. The research findings reveal a significant improvement in children's self-regulation abilities, from 60% in Cycle I to 80% in Cycle II. Similar improvements were also recorded across all indicators: the ability to wait one's turn increased from 67% to 87%, emotional self-control from 53% to 80%, and cooperative skills from 60% to 80%. These findings indicate that gobak sodor exerts a positive impact on the development of self-regulation in early childhood. Through the game's structure, which prioritizes rules and cooperation, children gain direct experience in managing emotions, regulating behavior, and adhering to shared agreements. Therefore, gobak sodor merits consideration as an alternative learning strategy for strengthening the social-emotional aspects of early childhood development. ABSTRAK Penelitian ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan regulasi diri (self-regulation) pada anak usia 5–6 tahun melalui pemanfaatan permainan tradisional gobak sodor di TK Sunan Ampel Jatisari. Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengacu pada model Kemmis & McTaggart, yang mencakup empat tahapan siklikal meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak, dengan pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur berdasarkan tiga indikator utama, yaitu kemampuan menunggu giliran, pengelolaan emosi, dan kecakapan berkolaborasi. Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan regulasi diri anak, dari 60% pada Siklus I menjadi 80% pada Siklus II. Peningkatan serupa juga tercatat pada seluruh indikator: kemampuan menunggu giliran meningkat dari 67% menjadi 87%, pengendalian emosi dari 53% menjadi 80%, serta kemampuan bekerja sama dari 60% menjadi 80%. Temuan ini mengindikasikan bahwa gobak sodor memberikan dampak positif terhadap pengembangan self-regulation anak usia dini. Melalui struktur permainan yang mengedepankan aturan dan kerja sama, anak memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola emosi, mengatur perilaku, dan menaati kesepakatan bersama. Oleh karena itu, gobak sodor layak dipertimbangkan sebagai alternatif strategi pembelajaran dalam penguatan aspek sosial-emosional anak usia dini.
ANALISIS PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Umi Kalsum; Riva Riva
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11036

Abstract

This investigation was conducted to examine the impact of implementing the Project-Based Learning (PjBL) framework on the educational outcomes of elementary school pupils. Adopting a Systematic Literature Review (SLR) approach, this study scrutinized various scholarly publications centered on the execution of PjBL within primary education settings. The core data were aggregated from 25 national journal articles published spanning the 2020–2025 period. Reference selection adhered to strict inclusion benchmarks: empirical research utilizing PjBL, featuring primary students as the main subjects, and evaluating student performance metrics. Data synthesis was performed through identification, reduction, critical evaluation, and integration of findings from the selected literature. The final insights demonstrate that this project-centric instructional strategy exerts a substantial and favorable influence on enhancing student achievement. The deployment of PjBL successfully fosters cognitive growth, academic drive, ingenuity, analytical thinking, interpersonal communication, teamwork, and troubleshooting capabilities. Furthermore, PjBL surpasses traditional instructional methods in efficiency by promoting an active, situational, and student-centered learning environment. Regarding academic performance, the most pronounced advancement was observed within the cognitive sphere, followed by progressive gains in the affective and psychomotor dimensions. Consequently, the PjBL paradigm serves as a highly viable progressive pedagogical alternative to reinforce the objectives of the Merdeka Curriculum and 21st-century competencies in primary schools. ABSTRAK Investigasi ini dilakukan guna menguji dampak dari implementasi model Project Based Learning (PjBL) terhadap capaian belajar murid di jenjang sekolah dasar. Menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), studi ini menelaah beragam literatur ilmiah yang berkaitan erat dengan eksekusi metode PjBL pada level pendidikan dasar. Sumber data dihimpun dari 25 artikel jurnal berskala nasional yang terbit dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2020–2025). Proses seleksi materi acuan menerapkan standar inklusi yang ketat, meliputi studi empiris berbasis PjBL, melibatkan siswa SD sebagai partisipan utama, serta mengukur indikator performa belajar. Aktivitas bedah data diaplikasikan lewat tahapan identifikasi, reduksi, penilaian kritis, hingga penyimpulan akhir terhadap seluruh referensi terpilih. Konklusi dari telaah ini membuktikan bahwa skema pembelajaran berbasis proyek tersebut membawa andil positif sekaligus bermakna bagi eskalasi hasil belajar anak didik. Intervensi PjBL terbukti menstimulasi kecakapan kognitif, gairah belajar, daya cipta, ketajaman berpikir kritis, kecakapan berinteraksi, sinergi kelompok, hingga ketangkasan dalam mengurai masalah. Di samping itu, efektivitas PjBL melampaui performa pola instruksi konvensional karena sifatnya yang dinamis, kontekstual, serta menempatkan siswa sebagai poros utama pembelajaran. Ditinjau dari parameter hasil belajar, lompatan paling signifikan dijumpai pada dimensi kognisi, yang kemudian disusul oleh penguatan bidang afektif serta psikomotorik. Berdasarkan temuan tersebut, model PjBL sangat direkomendasikan sebagai opsi strategi pedagogi progresif guna menyokong target Kurikulum Merdeka serta penguatan kompetensi abad ke-21 di ekosistem sekolah dasar.
MAKNA DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER ALBUM TUMBUH DAN MENJADI SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR PUISI Nadinda Renasywa Desapamevia; Raheni Suhita
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.11043

Abstract

ABSTRACT Poetry learning in junior high school requires teaching materials that not only emphasize linguistic elements but are also able to instill character values in students. This study aims to describe the meaning, character education values, and relevance of the album Tumbuh dan Menjadi by Banda Neira as an alternative poetry teaching material in junior high school. The study employed a qualitative descriptive method with a content analysis approach. The research data consisted of the lyrics of nine songs from the album, supported by interviews with Indonesian language teachers and eighth-grade students at SMP Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar. Data were collected through observation and note-taking techniques, documentation, and interviews, while data analysis included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that figurative meaning was more dominant than idiomatic meaning, thereby strengthening the poetic and emotional nuances of the song lyrics. The character education values identified include religiosity, independence, mutual cooperation, and integrity, with mutual cooperation emerging as the most dominant value through the depiction of togetherness and human concern. In addition, the use of communicative language and themes closely related to adolescents’ experiences makes the album relevant as contextual poetry teaching material that supports character building among junior high school students. ABSTRAK Pembelajaran puisi di SMP memerlukan materi yang tidak hanya menekankan unsur kebahasaan, tetapi juga mampu menanamkan nilai karakter kepada peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna, nilai pendidikan karakter, dan relevansi album Tumbuh dan Menjadi karya Banda Neira sebagai alternatif bahan ajar puisi di SMP. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Data penelitian berupa lirik sembilan lagu dalam album tersebut yang didukung hasil wawancara guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak-catat, dokumentasi, dan wawancara, sedangkan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna figuratif lebih dominan dibandingkan makna idiom sehingga memperkuat nuansa puitis dan emosional dalam lirik lagu. Nilai pendidikan karakter yang ditemukan meliputi religius, mandiri, gotong royong, dan integritas, dengan nilai gotong royong muncul paling dominan melalui penggambaran kebersamaan dan kepedulian antarmanusia. Selain itu, penggunaan bahasa yang komunikatif dan dekat dengan pengalaman remaja menjadikan album ini relevan sebagai bahan ajar puisi yang kontekstual serta mendukung penguatan karakter peserta didik di SMP.
ANALISIS MODEL PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA SD PADA MATA PELAJARAN IPAS Siti Mufarriha J. Konan; A. Ardiansyah; Arda Arda; Ardiansyah Ardiansyah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11048

Abstract

This study aims to analyze the application of the Picture and picture learning model in enhancing student engagement in the IPAS subject in the fourth grade at SDN 04 Paleleh Barat. This study was motivated by the low level of student engagement in the IPAS learning process, where instruction still tends to be teacher-centered, resulting in students being less actively involved and easily becoming bored. The focus of this study includes the implementation of the Picture and picture learning model and the enhancement of student learning engagement through this model. The study employs a qualitative approach with a descriptive qualitative research design. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, while data validity was tested through triangulation of sources, methods, and time. The results of the study indicate that the implementation of the Picture and picture model was carried out systematically through activities such as presenting learning objectives, presenting images, logically sequencing images, discussion, and drawing conclusions. The application of this model was able to increase students’ learning activity, as evidenced by increased attention, the courage to ask and answer questions, participation in discussions, and the ability to express opinions. Thus, the Picture and picture learning model proved effective in creating a more.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Picture and Picture dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS di kelas IV SDN 04 Paleleh Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran IPAS, di mana pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru sehingga peserta didik kurang terlibat secara aktif dan mudah merasa bosan. Fokus penelitian ini meliputi penerapan model pembelajaran Picture and Picture serta peningkatan keaktifan belajar peserta didik melalui model tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Picture and picture dilakukan secara sistematis melalui kegiatan penyampaian tujuan pembelajaran, penyajian gambar, pengurutan gambar secara logis, diskusi, serta penarikan kesimpulan. Penerapan model ini mampu meningkatkan keaktifan belajar peserta didik yang terlihat dari meningkatnya perhatian, keberanian bertanya dan menjawab, partisipasi dalam diskusi, serta kemampuan menyampaikan pendapat. Dengan demikian, model pembelajaran Picture and picture terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran IPAS yang lebih aktif, menarik, dan bermakna bagi peserta didik di SDN 04 Paleleh Barat.
PENDEKATAN KEPEMIMPINAN TERHADAP PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN: TINJAUAN TEORITIS DAN MODEL KONSEPTUAL Sam Sukur Rahman; Muhammad Muhammad; Edi Muhamad Jayadi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11058

Abstract

ABSTRACT Leadership in educational organizations plays an important role in determining the quality of decision-making that affects policy effectiveness and the achievement of institutional goals. Differences in leadership approach characteristics lead to variations in the decision-making processes and outcomes produced by leaders. This article aims to comprehensively examine various leadership approaches and their implications for decision-making processes within the context of educational organizations. This study employed a literature review method by analyzing relevant scientific sources discussing behavioral, power, situational, transactional, and transformational leadership approaches. The research stages included literature collection, selection of relevant sources, content analysis, and synthesis of findings to obtain a comprehensive understanding of the relationship between leadership approaches and decision-making effectiveness. The results indicate that each leadership approach contributes differently to decision quality in terms of rationality, participation, implementation effectiveness, and the moral values underlying the decisions. Behavioral and situational approaches emphasize flexibility and interpersonal relationships in producing adaptive decisions, while the power approach highlights the role of legitimacy and influence in accelerating decision acceptance. Transactional leadership focuses on efficiency and procedural compliance, whereas transformational leadership encourages visionary, innovative, and ethically grounded decisions. This study concludes that the effectiveness of decision-making in educational leadership is strongly influenced by leaders’ ability to integrate various leadership approaches contextually according to organizational needs. ABSTRAK Kepemimpinan dalam organisasi pendidikan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pengambilan keputusan yang berdampak pada efektivitas kebijakan dan pencapaian tujuan lembaga. Perbedaan karakteristik pendekatan kepemimpinan menyebabkan variasi dalam proses dan hasil keputusan yang diambil oleh pemimpin. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif berbagai pendekatan kepemimpinan dan implikasinya terhadap proses pengambilan keputusan dalam konteks organisasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan mengenai pendekatan kepemimpinan perilaku, kekuasaan, situasional, transaksional, dan transformasional. Tahapan penelitian dilakukan melalui pengumpulan literatur, seleksi sumber yang relevan, analisis isi, serta sintesis hasil kajian untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai hubungan antara pendekatan kepemimpinan dan efektivitas pengambilan keputusan. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap pendekatan kepemimpinan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kualitas keputusan, baik dalam aspek rasionalitas, partisipasi, efektivitas implementasi, maupun nilai moral yang melandasi keputusan tersebut. Pendekatan perilaku dan situasional menekankan pentingnya fleksibilitas dan hubungan interpersonal dalam menghasilkan keputusan yang adaptif, sedangkan pendekatan kekuasaan berperan dalam mempercepat penerimaan keputusan melalui legitimasi dan pengaruh. Pendekatan transaksional berorientasi pada efisiensi dan kepatuhan prosedural, sementara pendekatan transformasional mendorong lahirnya keputusan yang visioner, inovatif, dan bermuatan nilai etis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas pengambilan keputusan dalam kepemimpinan pendidikan dipengaruhi oleh kemampuan pemimpin dalam mengintegrasikan berbagai pendekatan secara kontekstual sesuai kebutuhan organisasi.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GUIDED READING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA KRITIS SISWA KELAS IV SD Maani Maani; A. Gafar Hidayat; Nurul Uyun; Ita Fitriati
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11087

Abstract

ABSTRACT Critical reading ability is an essential skill that needs to be developed among elementary school students to support their capacity to comprehend, analyze, and evaluate information in depth. However, the learning process in schools still requires instructional media that can effectively facilitate the development of this skill. Therefore, this study aimed to develop guided reading-based learning media to improve the critical reading ability of fourth-grade elementary school students. This study employed the ADDIE development model, which consists of the analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The participants were 24 fourth-grade students. The research instruments included validation sheets, practicality questionnaires, and a critical reading ability test. The results indicated that the developed learning media met the criteria of validity, practicality, and effectiveness. The practicality of the media obtained a percentage score of 80.4%, while its effectiveness was demonstrated by an increase in students’ critical reading ability, with an N-Gain score of 0.61 (moderate category) and hypothesis testing results showing a significant effect (p < 0.05). Therefore, the guided reading-based learning media is considered feasible for improving elementary school students’ critical reading ability. ABSTRAK Kemampuan membaca kritis merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan pada siswa sekolah dasar untuk mendukung kemampuan memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi secara mendalam. Namun, proses pembelajaran di sekolah masih memerlukan media yang mampu memfasilitasi pengembangan kemampuan tersebut secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis guided reading dalam meningkatkan kemampuan membaca kritis siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, angket kepraktisan, dan tes kemampuan membaca kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Kepraktisan media memperoleh persentase sebesar 80,4%, sedangkan efektivitas media ditunjukkan oleh peningkatan kemampuan membaca kritis siswa dengan nilai N-Gain sebesar 0,61 (kategori sedang) serta hasil uji hipotesis yang menunjukkan pengaruh signifikan (p < 0,05). Dengan demikian, media pembelajaran berbasis guided reading layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca kritis siswa sekolah dasar.
PENGARUH PENDIDIKAN EKONOMI DALAM KELUARGA TERHADAP MOTIVASI SISWA MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI Juliya Paramata; Meyko Panigoro; Yulianti Toralawe; Frahmawati Bumulo; Ardiansyah Ardiansyah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11088

Abstract

This study aims to determine the effect of Family Economic Education on the motivation of students to continue their studies to college at SMK Negeri 2 Paguyaman Boalemo Regency, Gorontalo. This study is motivated by the low number of graduates who continue their education to college in the last five years. This condition is influenced by various factors, especially family economic education related to financial management, saving habits, parental support, and understanding of the importance of education as a future investment. This study uses a quantitative approach with associative methods. The study population was 77 graduate students in 2025, while the research sample was 10 respondents determined using purposive sampling technique. Data collection techniques are done through observation, questionnaires, and documentation. Data analysis using descriptive statistics, normality Test, simple linear regression, t-test, and coefficient of determination. The results showed that family Economic Education is in the high category with an average value of 4.39, while the motivation of students to continue their studies to college is in the high category with an average value of 4.26. Thus, Family Economic Education has a positive influence on the motivation of students to go to college. The better the Economic Education applied in the family, the higher the motivation of students to continue their education to college. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan ekonomi keluarga terhadap motivasi siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi pada siswa SMK Negeri 2 Paguyaman Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya jumlah lulusan yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dalam lima tahun terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama pendidikan ekonomi keluarga yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan, kebiasaan menabung, dukungan orang tua, serta pemahaman mengenai pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 77 siswa lulusan tahun 2025, sedangkan sampel penelitian sebanyak 10 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan ekonomi keluarga berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,39, sedangkan motivasi siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,26. Dengan demikian, pendidikan ekonomi keluarga memiliki pengaruh positif terhadap motivasi siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Semakin baik pendidikan ekonomi yang diterapkan dalam keluarga, maka semakin tinggi motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
EVALUASI KETERCAPAIAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS: ANALISIS DAMPAK PADA PENDIDIKAN Jabal Ahsan; Andi Taufiq Umar; Choms Gary Ganda Tua Sibarani
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.11113

Abstract

  ABSTRACT This study aims to evaluate the achievement of the performance indicators of the Free Nutritious Meal Program (MBG) and analyze its impact on education in Percut Sei Tuan District. The study employed a mixed-method approach by combining quantitative and qualitative methods to obtain a comprehensive understanding of the program implementation. Quantitative data were collected through structured questionnaires, student attendance records, and academic achievement scores before and after the implementation of the program. Statistical analysis was conducted to identify significant changes in attendance stability, learning motivation, and student academic performance. Meanwhile, qualitative data were obtained through in-depth interviews and field observations to explore stakeholders’ perceptions regarding service quality, distribution consistency, and the relevance of the program to local needs. The findings indicate that the MBG Program contributes positively to improving student attendance, learning motivation, and academic achievement. The study also reveals that the success of the program is influenced by distribution consistency, food quality, and school support during implementation. Therefore, the MBG Program not only improves students’ health conditions but also strengthens the achievement of educational goals at elementary and secondary school levels in Percut Sei Tuan. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketercapaian indikator kinerja Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menganalisis dampaknya terhadap pendidikan di Kecamatan Percut Sei Tuan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai implementasi program. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, data kehadiran siswa, dan nilai akademik sebelum serta sesudah pelaksanaan program. Analisis statistik digunakan untuk mengidentifikasi perubahan yang signifikan terhadap kehadiran, motivasi belajar, dan hasil belajar siswa. Sementara itu, data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan guna menggali persepsi para pemangku kepentingan terkait kualitas layanan, keteraturan distribusi makanan, serta kesesuaian program dengan kebutuhan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program MBG memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan stabilitas kehadiran siswa, motivasi belajar, dan capaian akademik. Temuan penelitian juga memperlihatkan bahwa keberhasilan program dipengaruhi oleh konsistensi distribusi, kualitas makanan, dan dukungan sekolah dalam pelaksanaan program. Dengan demikian, Program MBG tidak hanya berperan dalam meningkatkan kesehatan siswa, tetapi juga mendukung penguatan tujuan pendidikan pada jenjang sekolah dasar dan menengah di Percut Sei Tuan.
INOVASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Citra Laillatul Mukharromah; Ahmad Marzuki; Achmat Mubarok; Achmad Yusuf
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11151

Abstract

ABSTRACT In the digital era, school principals are expected not only to manage educational institutions but also to drive change by fostering a professional learning environment for teachers. This condition can be observed at SMAN 1 Purwosari, where various leadership strategies have been implemented to strengthen the competencies of Islamic Religious Education (PAI) teachers. This study explores how leadership innovation is translated into school management practices and examines its contribution to teacher competency development. A qualitative approach was employed, utilizing interviews, observations, and documentation as the primary sources of data. The investigation focused on identifying teachers’ needs, implementing competency development programs, conducting instructional supervision, integrating educational technology, and evaluating ongoing initiatives. The findings reveal that teacher competency development was carried out through a planned and participatory leadership approach involving multiple stakeholders. Key innovations included needs-based planning, collaborative decision-making, continuous academic supervision, professional training programs, and the integration of digital media into classroom instruction. These initiatives contributed to improvements in the pedagogical, professional, social, and personal competencies of PAI teachers. In addition, the application of active learning methods and digital technologies created more interactive, contextual, and engaging learning experiences for students. Nevertheless, greater variation in instructional strategies remains necessary to further enhance student participation. Overall, the study highlights leadership innovation as a strategic factor in strengthening teacher competencies and improving the quality of learning within the school environment. ABSTRAK Dinamika pendidikan pada era digital menempatkan kepala sekolah tidak hanya sebagai pengelola lembaga, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang mampu menciptakan lingkungan belajar profesional bagi guru. Kondisi tersebut terlihat di SMAN 1 Purwosari, di mana berbagai strategi kepemimpinan dikembangkan untuk memperkuat kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Kajian ini menelusuri bagaimana inovasi kepemimpinan kepala sekolah diwujudkan dalam praktik pengelolaan sekolah serta dampaknya terhadap pengembangan kompetensi guru. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai sumber utama pengumpulan data. Fokus pengamatan diarahkan pada pemetaan kebutuhan guru, pelaksanaan program pengembangan kompetensi, supervisi pembelajaran, penggunaan teknologi pendidikan, dan evaluasi program yang telah berjalan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi guru dilaksanakan melalui pola kepemimpinan yang terencana dan melibatkan berbagai pihak. Bentuk inovasi yang menonjol mencakup perencanaan berbasis kebutuhan, pengambilan keputusan secara kolaboratif, supervisi akademik yang berkelanjutan, penyelenggaraan pelatihan profesional, serta pemanfaatan media digital dalam proses pembelajaran. Implementasi berbagai langkah tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru PAI. Dampak lain yang terlihat adalah terciptanya pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan menarik melalui penerapan metode aktif serta integrasi teknologi digital. Meskipun demikian, pengembangan variasi strategi pembelajaran masih diperlukan untuk mendorong partisipasi siswa yang lebih optimal. Dengan demikian, inovasi kepemimpinan kepala sekolah menjadi unsur strategis dalam penguatan kompetensi guru sekaligus peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
INTERNALISASI SPIRITUALITAS LEVEN DALAM PEMBELAJARAN MULOK DI LEMBAGA PERSEKOLAHAN BINAWIRAWAN SEBAGAI WUJUD PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER Sirilus Karolus Keroponama Keban; Imelda Oliva Wissang; Nelci Halla
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11152

Abstract

ABSTRACT Character education has become one of the primary focuses of national education in addressing the challenges of moral degradation, cultural identity crises, and the impact of globalization on students. Local content learning holds a strategic role in internalizing spiritual and cultural values that exist within society. This article aims to describe the internalization of Leven spirituality in local content learning as a form of strengthening character education. Leven spirituality is understood as a deep awareness of the meaning of life and harmonious relationships with oneself, others, the environment, and God as the source of values in life. This study employed a library research approach using descriptive-qualitative analysis of relevant literature on spirituality, character education, value internalization, and local content learning. The findings indicate that the internalization of Leven spirituality through local content learning contributes to strengthening character education by integrating the values of religiosity, social concern, responsibility, solidarity, compassion, and respect for human dignity into the learning process. The implementation of these values can be carried out through habituation, role modeling, school culture, reflection, and contextual learning, thereby supporting the development of students who possess integrity, faith, and social awareness. Therefore, local content learning based on Leven spirituality has the potential to become an effective strategy for strengthening character education in schools. ABSTRAK Pendidikan karakter menjadi salah satu fokus utama pendidikan nasional dalam menghadapi tantangan degradasi moral, krisis identitas budaya, serta pengaruh globalisasi terhadap peserta didik. Pembelajaran muatan lokal memiliki posisi strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai spiritual dan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan internalisasi spiritualitas Leven dalam pembelajaran muatan lokal sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter. Spiritualitas Leven dipahami sebagai kesadaran mendalam akan makna hidup serta hubungan harmonis dengan diri sendiri, sesama, lingkungan, dan Tuhan yang menjadi sumber nilai dalam kehidupan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research) dengan analisis deskriptif-kualitatif terhadap literatur yang relevan mengenai spiritualitas, pendidikan karakter, internalisasi nilai, dan pembelajaran muatan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi spiritualitas Leven melalui pembelajaran muatan lokal berkontribusi dalam penguatan pendidikan karakter dengan mengintegrasikan nilai-nilai religiusitas, kepedulian sosial, tanggung jawab, solidaritas, cinta kasih, dan penghargaan terhadap martabat manusia ke dalam proses pembelajaran. Implementasi nilai-nilai tersebut dapat dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, budaya sekolah, refleksi, dan pembelajaran kontekstual sehingga mendukung terbentuknya peserta didik yang berintegritas, beriman, dan memiliki kepedulian sosial. Dengan demikian, pembelajaran muatan lokal berbasis spiritualitas Leven berpotensi menjadi strategi efektif dalam mendukung penguatan pendidikan karakter di sekolah.