cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 479 Documents
PERAN BAHASA IBU DALAM MEMPERMUDAH PEMAHAMAN MATERI BAHASA INDONESIA DI SD NEGERI 1 PALANGKA: TINJAUAN TEORI SOSIOLINGUISTIK Nadzilah Hesa Putri; Diplan Diplan; Abd Rahman Azahari
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.11500

Abstract

  Elementary school students often have difficulty understanding Indonesian language material because in their daily lives they are more accustomed to using their mother tongue, Banjar. This habit causes some students to have a limited understanding of vocabulary, sentence meaning, and the content of reading texts in Indonesian. This situation indicates the influence of linguistic background on the learning process in the classroom. Therefore, this study aims to describe the role and use of the mother tongue in facilitating the understanding of Indonesian language material among fifth-grade students at SD Negeri 1 Palangka, viewed from a sociolinguistic perspective. The study employs a qualitative approach with a descriptive research design. The study was conducted at SD Negeri 1 Palangka during the second semester of the 2025/2026 academic year, with the research subjects being fifth-grade teachers and fifth-grade students. Data were collected through observation and interviews, then analyzed using the Miles and Huberman model, with data validity tested through triangulation of techniques and sources to ensure the validity and consistency of the research findings. The research findings show that the use of the mother tongue, namely the Banjar language, in Indonesian language learning plays an important role in supporting students’ comprehension. Banjar is used by the teacher to explain difficult material, thereby accelerating understanding as it is closely related to students’ daily lives. Through code-switching and code-mixing, a bilingual classroom environment is created, making the mother tongue an effective bridge for understanding Indonesian learning materials. ABSTRAK Peserta didik di sekolah dasar sering mengalami kesulitan dalam memahami materi bahasa Indonesia karena dalam kehidupan sehari-hari mereka lebih terbiasa menggunakan bahasa ibu, yaitu bahasa Banjar. Kebiasaan tersebut menyebabkan sebagian peserta didik kurang memahami kosakata, makna kalimat, dan isi teks bacaan dalam bahasa Indonesia. Kondisi ini menunjukkan adanya pengaruh latar belakang bahasa terhadap proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan penggunaan bahasa ibu dalam mempermudah pemahaman materi Bahasa Indonesia pada peserta didik kelas V SD Negeri 1 Palangka ditinjau dari teori sosiolinguistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 1 Palangka pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 dengan subjek penelitian 1 guru kelas V dan 27 peserta didik kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan uji keabsahan data melalui triangulasi teknik dan sumber untuk memastikan validitas dan konsistensi temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa ibu, yaitu bahasa Banjar, dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berperan penting dalam membantu pemahaman peserta didik. Bahasa Banjar digunakan guru untuk menjelaskan materi yang sulit dipahami, sehingga mempercepat pemahaman karena dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui alih kode dan campur kode, tercipta lingkungan bilingual yang menjadikan bahasa ibu sebagai jembatan efektif dalam memahami materi Bahasa Indonesia.
PENERAPAN 7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT DALAM MEMBENTUK SIKAP DISIPLIN SISWA KELAS 2 Aninda Ayu Salsabilah; Nurul Febrianti; Abdul Halim; Lisna Hikmawaty
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11510

Abstract

ABSTRACT The formation of disciplinary character in elementary school students is an important aspect in supporting the success of the learning process and children’s behavioral development. This study aims to describe the implementation of the 7 Habits of Great Indonesian Children program in shaping the disciplinary attitudes of second-grade students at SDN Pejuang VII. This research employed a descriptive qualitative approach focusing on students’ understanding and activities in applying these habits both at school and at home. The research subjects consisted of four second-grade students and one homeroom teacher. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the implementation of the 7 Habits of Great Indonesian Children had a positive impact on students’ discipline formation, including increased compliance with school rules, punctuality, cleanliness habits, and responsibility in completing assignments. The role of teachers and parental support were also important factors in the successful implementation of these habits. Therefore, the 7 Habits of Great Indonesian Children program can serve as an effective strategy for developing disciplinary character among elementary school students sustainably in daily life. ABSTRAK Pembentukan karakter disiplin pada siswa sekolah dasar merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran dan perkembangan perilaku anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam membentuk sikap disiplin siswa kelas II di SDN Pejuang VII. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada pemahaman serta aktivitas siswa dalam menerapkan kebiasaan tersebut di lingkungan sekolah maupun di rumah. Subjek penelitian terdiri atas 4 siswa kelas II dan 1 wali kelas. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat memberikan dampak positif terhadap pembentukan disiplin siswa, seperti meningkatnya kepatuhan terhadap aturan sekolah, kebiasaan datang tepat waktu, menjaga kebersihan, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Peran guru dan dukungan orang tua juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerapan kebiasaan tersebut. Dengan demikian, program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dapat menjadi salah satu strategi pembentukan karakter disiplin siswa sekolah dasar secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
ANALISIS UPAYA GURU DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA SMK PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI Rena Wijayanti; Erni Harlina Isdiati
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11568

Abstract

This study aims to determine the forms of learning difficulties experienced by students as well as teachers` efforts in overcoming learning difficulties in accounting subjects in class X-AKL at SMK PGRI 1 Semarang. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of interviews, observations, documentation, and recordings. The research subjects consisted of 20 students and accounting teachers selected using purposive sampling. The results of the study show that students experience obstacles in understanding basic accounting concepts, especially in the material of general journals and adjusting journals. The factors causing learning difficulties are influenced by internal factors such as low students' interest and learning motivation, as well as external factors such as less conducive classroom conditions and the teaching methods applied by teachers. Teachers' efforts in overcoming learning difficulties are carried out through gradual explanation of material, providing practice questions, implementing remedial programs, and group learning activities. Based on the research results, it can be seen that teachers` efforts in overcoming students` learning difficulties have been running quite well, although there are still several obstacles in the implementation process. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kesulitan belajar yang dialami siswa serta upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar pada mata pelajaran akuntansi di kelas X-AKL SMK PGRI 1 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, dan rekaman. Subjek penelitian terdiri dari 20 siswa dan guru akuntansi yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami hambatan dalam memahami konsep dasar akuntansi, terutama pada materi jurnal umum dan jurnal penyesuaian. Faktor penyebab kesulitan belajar dipengaruhi oleh faktor internal seperti rendahnya minat dan motivasi belajar siswa, serta faktor eksternal seperti kondisi kelas yang kurang kondusif dan metode pembelajaran yang diterapkan guru. Upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar dilakukan melalui penjelasan materi secara bertahap, pemberian latihan soal, pelaksanaan program remidial, dan kegiatan belajar kelompok. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa sudah berjalan cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa hambatan dalam proses pelaksanaannya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VI SD NEGERI 1 TIMBANG KEJOBONG PURBALINGGA Hilmi Ibnu Amzar; Cicih Wiarsih
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11570

Abstract

ABSTRACT Limited student engagement in Indonesian language learning has contributed to low academic achievement, particularly in figurative language (majas) lessons that require contextual interpretation of meaning. This condition prompted an effort to improve the learning process through the implementation of the Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model among sixth-grade students at SD Negeri 1 Timbang. The study was conducted as a Classroom Action Research by adopting the Kemmis and McTaggart cycle, which consists of planning, action, observation, and reflection carried out repeatedly. A total of 17 students, comprising 8 boys and 9 girls, participated in the research, which was implemented in two cycles. Research data were collected through learning achievement tests, classroom activity observations, and documentation, and were analyzed using descriptive quantitative and qualitative approaches to capture changes occurring throughout the intervention. The learning process demonstrated consistent improvement across cycles. Learning mastery increased from 70.58% in Cycle I to 88.23% in Cycle II, while student activity rose from 73.52% to 90.58%. These findings indicate that the STAD model expands student participation in the learning process while strengthening their understanding of figurative language through structured group interaction. Therefore, STAD has the potential to serve as an effective instructional alternative for improving Indonesian language learning achievement and fostering a more active, collaborative, and student-centered learning environment. ABSTRAK Keterlibatan siswa yang belum optimal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berimplikasi pada rendahnya capaian belajar, termasuk pada materi majas yang menuntut kemampuan memahami makna bahasa secara kontekstual. Situasi tersebut mendorong dilakukannya upaya perbaikan pembelajaran melalui penerapan model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada siswa kelas VI SD Negeri 1 Timbang. Kajian ini dilaksanakan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas dengan mengadaptasi siklus Kemmis dan McTaggart yang mencakup perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi secara berulang. Sebanyak 17 siswa yang terdiri atas 8 laki-laki dan 9 perempuan terlibat dalam penelitian yang berlangsung selama dua siklus. Informasi penelitian diperoleh melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas pembelajaran, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menggambarkan perubahan yang terjadi selama tindakan berlangsung. Dinamika pembelajaran memperlihatkan perkembangan yang konsisten pada setiap siklus. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 70,58% pada siklus I menjadi 88,23% pada siklus II, sementara aktivitas siswa bertambah dari 73,52% menjadi 90,58%. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis STAD mampu memperluas partisipasi siswa dalam proses belajar sekaligus memperkuat pemahaman terhadap materi majas melalui interaksi kelompok yang terstruktur. Dengan demikian, model STAD berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk mendukung peningkatan prestasi belajar Bahasa Indonesia dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, kolaboratif, serta berpusat pada siswa.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERCERITA MENGGUNAKAN MEDIA BONEKA TANGAN SISWA KELAS III Putri Shafira Azzahra; Meilan Tri Wuryani; Dian Kusumawati
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11578

Abstract

Storytelling is one of the essential language skills that should be developed in elementary school students. However, the storytelling skills of third-grade students were still not optimal, particularly in terms of speaking fluency, intonation, facial expressions, and self-confidence when performing in front of the class. Therefore, hand puppet media were used as a learning tool to help improve students’ storytelling skills. This study aimed to describe the implementation of hand puppet media in storytelling learning activities and to identify the improvement in students’ storytelling skills after the implementation of the media. The study employed a Classroom Action Research (CAR) method conducted in two cycles. Each cycle consisted of four stages: planning, action, observation, and reflection. The subjects of this study were 39 third-grade students at SD Negeri 1 Weleri. Data were collected through observation, storytelling performance tests, interviews, and documentation. The findings showed that the implementation of hand puppet media created a more active, engaging, and enjoyable learning atmosphere, encouraging students to become more confident in telling stories. Improvements were observed in students’ fluency, intonation, facial expressions, and confidence during storytelling activities in front of the class. The students’ average score increased from 64.5 in Cycle I to 77.0 in Cycle II, while the percentage of learning mastery improved from 54% to 85%. Therefore, the implementation of hand puppet media proved effective in improving the storytelling skills of third-grade students at SD Negeri 1 Weleri. ABSTRAK Kemampuan bercerita merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang penting dikembangkan pada siswa sekolah dasar. Namun, kemampuan bercerita siswa kelas III masih belum optimal, terutama pada aspek kelancaran berbicara, penggunaan intonasi, ekspresi, dan rasa percaya diri ketika tampil di depan kelas. Oleh karena itu, media boneka tangan digunakan sebagai sarana pembelajaran untuk membantu meningkatkan keterampilan bercerita siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media boneka tangan dalam pembelajaran bercerita serta mengetahui peningkatan keterampilan bercerita siswa setelah penerapan media tersebut. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 39 siswa kelas III SD Negeri 1 Weleri. Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes keterampilan bercerita, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media boneka tangan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif, menarik, dan menyenangkan sehingga siswa menjadi lebih percaya diri dalam menyampaikan cerita. Peningkatan keterampilan bercerita terlihat pada aspek kelancaran, intonasi, ekspresi, dan keberanian siswa saat tampil di depan kelas. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 64,5 pada siklus I menjadi 77,0 pada siklus II, sedangkan persentase ketuntasan belajar meningkat dari 54% pada siklus I menjadi 85% pada siklus II. Dengan demikian, penerapan media boneka tangan terbukti dapat meningkatkan keterampilan bercerita siswa kelas III SD Negeri 1 Weleri.
VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN PEMAHAMAN KONSEP PERKALIAN BILANGAN CACAH SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Anggi Novita Fitriani; Ika Fitri Apriani
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11626

Abstract

Keterbatasan instrumen yang memiliki validitas dan reliabilitas tinggi dalam mengukur pemahaman konsep perkalian pada siswa sekolah dasar masih menjadi permasalahan dalam menghasilkan evaluasi pembelajaran yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen pemahaman konsep perkalian pada siswa sekolah dasar. Instrumen yang dikembangkan diharapkan mampu mengukur secara akurat tingkat pemahaman konsep perkalian sehingga dapat digunakan sebagai alat evaluasi pembelajaran yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 54 siswa dan dianalisis menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics. Instrumen yang dianalisis terdiri atas 10 soal esai yang disusun berdasarkan indikator pemahaman konsep perkalian. Analisis validitas dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment, sedangkan reliabilitas dianalisis menggunakan Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 dari 10 soal dinyatakan valid dengan nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 dan r hitung > r tabel 0,268, sedangkan 2 soal lainnya tidak valid. Hasil uji reliabilitas memperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,894 yang menunjukkan kategori reliabel tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa instrumen secara umum telah memiliki konsistensi internal yang baik dan layak digunakan untuk mengukur pemahaman konsep perkalian siswa kelas IV setelah dilakukan perbaikan pada soal yang tidak valid.
ANALISIS IMPLEMENTASI BLENDED LEARNING PADA PELATIHAN KEPEMIMPINAN ADMINISTRATOR (PKA) Eva Novaria
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11760

Abstract

ABSTRACT This research is motivated by the rapid transition of the state apparatus training system to a blended learning model post-pandemic, which has triggered digital adaptation barriers and doubled the workload for participants. The problem focuses on evaluating blended learning governance policies on the managerial competency achievements of participants in the Administrator Leadership Training (PKA) Batch IV at the BPSDMD of South Sumatra Province in 2025. This qualitative study, using a case study method, collected data from 11 expert informants through in-depth interviews, open-ended questionnaires, naturalistic observation, and analysis of institutional operational documentation. The data analysis stages were carried out using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, which includes condensation, presentation of narrative descriptions, and drawing conclusions. The research results revealed that the failure to absorb independent material was triggered by weak two-way communication, technical internet network disruptions, and the lack of official duty dispensation at the home office. As a tactical solution, the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model in the classical phase proved superior in boosting leadership behavior quantitatively, with the experimental class achieving an average general attitude score of 3.75 (Very Good), surpassing the conventional class, which only achieved a score of 3.20 (Good). The main conclusion confirms that optimizing blended training requires a formal memorandum of temporary release from official duties to create a conducive learning focus for civil servants. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh transisi kilat sistem kediklatan aparatur negara menuju model campuran (blended learning) pascapandemi yang memicu hambatan adaptasi digital dan beban kerja ganda bagi peserta. Masalah difokuskan pada evaluasi kebijakan tata kelola blended learning terhadap capaian kompetensi manajerial peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan IV di BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan tahun 2025. Studi kualitatif dengan metode studi kasus ini menjaring data dari 11 informan ahli melalui teknik wawancara mendalam, kuesioner terbuka, observasi natural, serta analisis studi dokumentasi operasional lembaga. Tahapan analisis data dijalankan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi, penyajian deskripsi naratif, serta penarikan kesimpulan. Hasil riset mengungkap bahwa kegagalan penyerapan materi mandiri dipicu oleh lemahnya komunikasi dua arah, gangguan teknis jaringan internet, serta ketiadaan dispensasi tugas kedinasan di kantor asal. Sebagai solusi taktis, penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada fase klasikal terbukti unggul mendongkrak perilaku kepemimpinan secara kuantitatif, di mana kelas eksperimen meraih nilai rata-rata sikap umum sebesar 3,75 (Sangat Baik), melampaui kelas konvensional yang hanya mencapai skor 3,20 (Baik). Simpulan utama menegaskan bahwa optimalisasi diklat campuran memerlukan memorandum formal pembebasan tugas jabatan sementara guna menciptakan fokus belajar aparatur yang kondusif.
DIGITAL PEDAGOGY IN VOCATIONAL EDUCATION: A SCOPUS-BASED BIBLIOMETRIC ANALYSIS (2016–2025) Indah Khoerunnisa
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11800

Abstract

ABSTRACT The rapid advancement of digital technology has transformed learning practices in vocational education; however, systematic mapping of digital pedagogy research in this field remains limited. This study aims to analyze research trends, intellectual structures, and future directions of digital pedagogy in vocational education through a bibliometric approach. The data were collected from the Scopus database covering the period 2016–2025, resulting in 115 eligible documents. The analysis was conducted using VOSviewer and Biblioshiny through publication productivity analysis, co-citation analysis, keyword co-occurrence analysis, and co-authorship network analysis. The findings reveal a substantial growth in publications on digital pedagogy in vocational education, with an annual growth rate of 53.02%, accelerating during the COVID-19 pandemic and continuing to increase through 2025. Indonesia and Finland emerged as the leading contributors, while Universitas Pendidikan Indonesia was identified as the most productive institutional affiliation. Visualization analysis identified four major thematic clusters: artificial intelligence integration and personalized learning, blended learning and instructional innovation, vocational teachers’ digital competence, and digital divide and educational equity. Furthermore, thematic evolution analysis indicates a shift from conventional e-learning toward immersive technologies and artificial intelligence applications. The study provides a comprehensive overview of the intellectual landscape of digital pedagogy in vocational education and offers valuable insights for researchers, practitioners, and policymakers in developing adaptive, inclusive, and sustainable digital learning strategies. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi pembelajaran pada pendidikan vokasi, namun kajian yang memetakan perkembangan penelitian digital pedagogy secara sistematis masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren, struktur intelektual, serta arah perkembangan riset digital pedagogy dalam konteks pendidikan vokasi melalui pendekatan bibliometrik. Data penelitian diperoleh dari database Scopus periode 2016–2025 dengan total 115 dokumen yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan Biblioshiny melalui tahapan analisis produktivitas publikasi, ko-sitasi, kemunculan bersama kata kunci (co-occurrence), dan jaringan kolaborasi penulis (co-authorship). Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi terkait digital pedagogy dalam pendidikan vokasi mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 53,02%, yang meningkat pesat sejak pandemi COVID-19 dan terus berkembang hingga tahun 2025. Indonesia dan Finlandia tercatat sebagai negara dengan kontribusi publikasi terbesar, sedangkan Universitas Pendidikan Indonesia menjadi afiliasi yang paling produktif. Analisis visualisasi mengidentifikasi empat kluster tematik utama, yaitu integrasi kecerdasan buatan dan personalisasi pembelajaran, pembelajaran campuran dan inovasi instruksional, kompetensi digital guru vokasi, serta kesenjangan digital dan pemerataan akses pendidikan. Selain itu, evolusi tema penelitian menunjukkan pergeseran fokus dari e-learning konvensional menuju pemanfaatan teknologi imersif dan kecerdasan buatan. Temuan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan digital pedagogy dalam pendidikan vokasi serta menjadi dasar bagi peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi pembelajaran digital yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS AL-QUR’AN TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA Nurul Wulan Rahmawati; Nurratri Kurnia Sari
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11868

Abstract

Environmental degradation occurring today indicates the need for educational approaches that integrate scientific understanding with religious values. In tahfidz-based Islamic schools, students are accustomed to memorizing Qur’anic verses but are not always able to relate them to learning materials. This study aimed to analyze the effectiveness of an Al-Qur’an-based Problem Based Learning (PBL) model on students’ cognitive learning outcomes regarding the impact of human behavior on the environment among third-grade students of the Tahfidz Program at MIN 3 Sukoharjo. This research employed a quantitative approach using a one group pretest-posttest experimental design. The population consisted of 90 students, while the sample included 15 third-grade students selected through purposive sampling. Data were collected using a 10-item multiple-choice cognitive test at C3–C4 levels integrated with Qur’anic verses. Data analysis involved the Shapiro-Wilk normality test and the N-Gain test. The results revealed an increase in the mean score from 88.80 in the pre-test to 98.67 in the post-test. The average N-Gain score was 0.90, categorized as high. These findings indicate that the Al-Qur’an-based Problem Based Learning model effectively improves students’ cognitive learning outcomes. The integration of QS. Al-Baqarah verse 30 and QS. Ar-Rum verse 41 provided meaningful learning experiences by linking environmental concepts with humans’ responsibility as khalifah on earth. Therefore, the Al-Qur’an-based PBL model can serve as an alternative learning approach that integrates science and Islamic values in tahfidz-based Islamic schools. ABSTRAK Krisis lingkungan yang terjadi saat ini menunjukkan perlunya pendidikan yang mampu mengintegrasikan pemahaman sains dengan nilai-nilai keagamaan. Pada madrasah berbasis tahfidz, peserta didik telah terbiasa menghafal ayat-ayat Al-Qur’an, namun belum sepenuhnya mampu menghubungkannya dengan materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Problem Based Learning (PBL) berbasis Al-Qur’an terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi dampak perilaku manusia terhadap lingkungan di kelas III Program Khusus Tahfidzul Qur’an (PKTQ) MIN 3 Sukoharjo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 90 siswa PKTQ MIN 3 Sukoharjo, sedangkan sampel terdiri atas 15 siswa kelas III yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda sebanyak 10 soal pada level kognitif C3–C4 yang terintegrasi dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa meningkat dari 88,80 pada pre-test menjadi 98,67 pada post-test. Skor rata-rata N-Gain sebesar 0,90 termasuk dalam kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa model Problem Based Learning berbasis Al-Qur’an efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Integrasi QS. Al-Baqarah ayat 30 dan QS. Ar-Rum ayat 41 memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna karena menghubungkan konsep lingkungan dengan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Dengan demikian, model PBL berbasis Al-Qur’an dapat menjadi alternatif pembelajaran yang mampu mengintegrasikan sains dan nilai-nilai Islam pada madrasah berbasis tahfidz.