cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 613 Documents
VALIDASI INSTRUMEN KECEMASAN MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN PEMODELAN RASCH: STUDI DESKRIPTIF KUANTITATIF Dinda Fadia Az Zahra; Ika Fitri Apriani; Rifqy Muhammad Hamzah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11485

Abstract

The availability of instruments specifically designed to measure mathematics anxiety in elementary school students is still relatively limited, even though this affective aspect plays an important role in the process and outcomes of learning mathematics. This study aims to develop a mathematics anxiety instrument that aligns with the characteristics of elementary school students while also examining its measurement quality through validity and reliability analyses. The study was conducted using a descriptive quantitative approach involving 32 fourth-grade elementary school students in Tasikmalaya Regency as participants. The development of the instrument refers to four dimensions of mathematics anxiety, namely emotional, cognitive, physiological, and behavioral aspects. The development stages include formulating indicators, drafting statement items, validation by experts, readability testing, and empirical testing of the instrument. The data were analyzed using the Rasch model through the Winsteps application, taking into account item fit indices, reliability, separation, and Cronbach's alpha coefficient. The analysis results indicated that the instrument has met the feasibility criteria in terms of content, construct, and language use. Out of the 30 items tested, 28 items fit the measurement model, while two items required further refinement. In addition, an item reliability of 0.97, person reliability of 0.77, and Cronbach's alpha of 0.80 indicate that the instrument has a good level of consistency. These findings suggest that the developed instrument is suitable for identifying the level of mathematics anxiety in elementary school students. ABSTRAK Ketersediaan instrumen yang secara khusus dirancang untuk mengukur kecemasan matematika pada siswa sekolah dasar masih relatif terbatas, padahal aspek afektif tersebut berperan penting dalam proses dan hasil belajar matematika. Penelitian ini bertujuan menghasilkan instrumen kecemasan matematika yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar sekaligus menguji kualitas pengukurannya melalui analisis validitas dan reliabilitas. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif yang melibatkan 32 siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Tasikmalaya sebagai partisipan. Penyusunan instrumen mengacu pada empat dimensi kecemasan matematika, yaitu aspek emosional, kognitif, fisiologis, dan perilaku. Tahapan pengembangan meliputi perumusan indikator, penyusunan butir pernyataan, validasi oleh pakar, uji keterbacaan, serta pengujian empiris instrumen. Data dianalisis menggunakan model Rasch melalui aplikasi Winsteps dengan mempertimbangkan indeks kecocokan item, reliabilitas, separation, dan koefisien alpha Cronbach. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen telah memenuhi kriteria kelayakan dari segi isi, konstruk, dan penggunaan bahasa. Dari 30 item yang diuji, sebanyak 28 item sesuai dengan model pengukuran, sedangkan dua item memerlukan penyempurnaan lebih lanjut. Selain itu, reliabilitas item sebesar 0,97, reliabilitas person sebesar 0,77, dan alpha Cronbach sebesar 0,80 mengindikasikan bahwa instrumen memiliki tingkat konsistensi yang baik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan layak digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan matematika pada siswa sekolah dasar.
ANALISIS KONSEPTUAL MODEL PEMBELAJARAN TGT DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Amia Kasmila; Imam Syafe’I; A’La Nirotul Fikri; A’vi Amelia; Diah Irdiyana Rizqi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11519

Abstract

This study aims to examine the Teams Games Tournament (TGT) learning model from the perspective of Islamic education and its relevance to Islamic Religious Education (IRE) learning. The research employed a qualitative method using a library research approach. Data were collected through an extensive review of scholarly sources, including books, journal articles, and other relevant literature concerning cooperative learning and Islamic educational values. The findings indicate that the TGT model is highly suitable for implementation in IRE learning because it encourages active student participation, strengthens collaborative skills, enhances learning motivation, and contributes to improved academic achievement. Furthermore, the core principles embedded in the TGT model are consistent with Islamic teachings, particularly the values of ta’awun (mutual assistance), ukhuwah (brotherhood), and fastabiqul khairat (competing in doing good deeds). Through group-based activities, educational games, academic tournaments, and reward systems, the learning process becomes more engaging, interactive, and enjoyable for students. Therefore, the TGT model can serve as an effective instructional strategy for improving the quality of Islamic Religious Education while simultaneously fostering positive character development and healthy competitiveness among learners. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dalam perspektif pendidikan Islam serta relevansinya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah, seperti buku, artikel jurnal, dan literatur yang berkaitan dengan pembelajaran kooperatif serta nilai-nilai pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa model TGT memiliki potensi yang besar untuk diterapkan dalam pembelajaran PAI karena mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, memperkuat kerja sama antarpeserta didik, menumbuhkan motivasi belajar, serta mendukung peningkatan hasil belajar. Selain itu, prinsip-prinsip yang terkandung dalam model TGT selaras dengan ajaran Islam, khususnya nilai ta’awun (tolong-menolong), ukhuwah (persaudaraan), dan fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Implementasi kegiatan kelompok, permainan edukatif, turnamen akademik, dan pemberian penghargaan menjadikan proses pembelajaran lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan. Dengan demikian, model TGT dapat menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI sekaligus membentuk karakter peserta didik yang berakhlak dan kompetitif secara positif.
ANALISIS PENGGUNAAN STEM TERINTEGRASI SDGs DALAM PEMBELAJARAN DI INDONESIA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Fabrizia Hidayatul Fadilla; Nurul Mahmudah; Joaquin Iqlima Ramadhani; Litahayu Athresia Lutfi; Amelia Amelini
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11551

Abstract

This study investigates the implementation of STEM education integrated with the Sustainable Development Goals (SDGs) across various educational levels in Indonesia. It examines the approach’s impact on students as well as the practical challenges faced in classroom settings. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following the PRISMA 2020 protocol. Literature was retrieved from the Crossref database via Publish or Perish for the period 2021–2025. From 100 identified articles, only eight met the inclusion criteria and were thoroughly analyzed. The results show that STEM-SDG integration in Indonesia is predominantly implemented through interactive e-modules and project-based worksheets (LKPD). The most frequently incorporated goals are SDG 4, 7, 12, and 13, although several studies also applied STEM as complete learning models. Overall, the integrated approach effectively improved students’ environmental literacy, ecological awareness, and science learning outcomes. However, gains were inconsistent, particularly in scientific communication skills and appropriate use of scientific language. Most studies remain at the developmental stage, with limited robust experimental evidence on effectiveness. While STEM-SDG integration shows strong potential in fostering a sustainability-minded generation, significant research gaps persist in terms of educational levels, breadth of SDGs covered, and variety of outcome variables. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji bagaimana pendekatan STEM yang diintegrasikan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) diterapkan dalam pembelajaran di Indonesia, baik dari segi dampaknya bagi peserta didik maupun hambatan apa saja yang ditemui di lapangan. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) beracuan pada protokol PRISMA 2020. Literatur didapatkan melalui database Crossref berbantuan Publish or Perish dalam rentang tahun 2021–2025. Dari 100 artikel yang ditemukan, 8 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi STEM-SDGs di Indonesia paling banyak diwujudkan melalui pengembangan e-modul interaktif dan LKPD berbasis proyek, dengan SDG 4, 7, 12, dan 13 sebagai tujuan yang paling sering diangkat dalam konteks pembelajaran. Namun, penerapan pendekatan STEM dalam bentuk model pembelajaran juga ditemukan. Secara umum, pendekatan ini berhasil meningkatkan literasi lingkungan, kesadaran ekologis, dan hasil belajar IPA peserta didik, meskipun peningkatan tidak merata pada semua aspek, terutama pada keterampilan komunikasi ilmiah dan penggunaan bahasa sains yang tepat. Sebagian besar penelitian masih bertumpu pada model pengembangan, sehingga bukti efektivitas dari desain eksperimen yang kuat masih terbatas. Integrasi STEM-SDGs menyimpan potensi besar dalam membentuk generasi yang berwawasan keberlanjutan, namun masih banyak celah penelitian yang perlu diisi, baik dari sisi jenjang pendidikan, cakupan SDGs, maupun keragaman variabel yang dikaji.
PENGARUH PRAKTIK KERJA INDUSTRI TERHADAP KESIAPAN KERJA MELALUI MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA SISWA KELAS XII PROGRAM KEAHLIAN TKJ SMK CANDA BHIRAWA PARE Mohammad Wildan Habibi; Muhammad Faizal Zain; Claria Privana Ratna Wati; Ayu Aisyah Fatimatusyahra; Ardya Resita Pramesti Cahya Cipta Anggraini; Alvin Nurwahyudi; Afifah Nur Hidayanti
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11554

Abstract

This study aims to analyze the effect of Industrial Work Practice (Prakerin) on students' work readiness, both directly and indirectly through work motivation as a mediating variable, given that vocational high school (SMK) graduates in the Computer and Network Engineering (TKJ) program are required to master both technical and non-technical competencies, including discipline, adaptability, and work motivation. This study employed a quantitative approach with an explanatory survey design. The population consisted of all Grade XII TKJ students at SMK Canda Bhirawa Pare in the 2025/2026 academic year who had completed Prakerin, selected through total sampling, with usable data obtained from 89 respondents. Data were collected using a closed four-point Likert-scale questionnaire comprising 15 items across three variables: Prakerin (X), work motivation (Z), and work readiness (Y). The validity test results showed that all items were valid, with calculated r values ranging from 0.375 to 0.680, exceeding the table r value of 0.208. The reliability test yielded a Cronbach's Alpha of 0.886, classified as highly reliable. These findings indicate that the research instrument has adequate measurement accuracy and internal consistency for use in subsequent inter-variable analyses, namely path analysis and the Sobel test, to address the hypotheses regarding the direct effect and the mediating role of work motivation on students' work readiness. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Praktik Kerja Industri (Prakerin) terhadap kesiapan kerja siswa, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi kerja sebagai variabel mediasi, mengingat lulusan SMK Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dituntut menguasai kompetensi teknis sekaligus nonteknis seperti kedisiplinan, adaptabilitas, dan motivasi kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Populasi penelitian adalah seluruh siswa Kelas XII Program Keahlian TKJ SMK Canda Bhirawa Pare Tahun Ajaran 2025/2026 yang telah menyelesaikan Prakerin, dengan teknik total sampling, dan data yang dapat dianalisis berasal dari 89 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berskala Likert empat poin yang terdiri atas 15 item pada tiga variabel, yaitu Prakerin (X), motivasi kerja (Z), dan kesiapan kerja (Y). Hasil uji validitas menunjukkan seluruh item dinyatakan valid dengan nilai r hitung berkisar 0,375–0,680, lebih besar daripada r tabel 0,208. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,886, yang termasuk kategori sangat reliabel. Temuan ini menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki ketepatan ukur dan konsistensi internal yang memadai untuk digunakan dalam analisis hubungan antarvariabel pada tahap selanjutnya, yaitu analisis jalur dan uji Sobel guna menjawab hipotesis pengaruh langsung dan mediasi motivasi kerja terhadap kesiapan kerja siswa.
MODEL REAKTUALISASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI ERA MODERN DI PESANTREN Li Izza Diana Manzil; Ali Ahmad Yenuri
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11737

Abstract

This study aims to analyze the reactualization of Islamic education in Islamic boarding schools (pesantren) in facing the challenges of the modern era and to formulate an educational model that integrates Islamic values with global demands. The study employed a qualitative approach with library research, through a review of various literature sources such as books, journal articles, and relevant scientific works. Data collection was conducted through documentation through academic databases, while data analysis employed thematic and descriptive analysis through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that Islamic education plays a crucial role in establishing a balance between intellectual intelligence and spiritual depth. While traditional Islamic educational institutions excel in character formation, pesantren are still required to adapt to current developments through the integration of technology and modern learning systems. The reactualization of Islamic education is a strategic step taken through reforming learning methods, integrating religious and general knowledge, and strengthening character education. Thus, Islamic education in pesantren is expected to produce a generation that is not only academically competent but also possesses good morals and is prepared to face changing times. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaktualisasi pendidikan Islam di pesantren dalam menghadapi tantangan era modern serta merumuskan model pendidikan yang integratif antara nilai-nilai keislaman dan tuntutan global. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), melalui penelaahan berbagai sumber literatur seperti buku, artikel jurnal, dan karya ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dengan menelusuri basis data akademik, sedangkan analisis data menggunakan analisis tematik dan deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki keunggulan dalam pembentukan karakter, namun tetap dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui integrasi teknologi dan sistem pembelajaran modern. Reaktualisasi pendidikan Islam menjadi langkah strategis yang dilakukan melalui pembaruan metode pembelajaran, integrasi ilmu agama dan ilmu umum, serta penguatan pendidikan karakter. Dengan demikian, pendidikan Islam di pesantren diharapkan mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan kesiapan dalam menghadapi perubahan zaman.    
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN SIKAP HOSPITALITY PESERTA DIDIK SMK PROGRAM KEAHLIAN PERHOTELAN Gracedelia Jeannywelasny Ngasa; Dewi Sartika Umul; Diesy Kencana Suwarno
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11738

Abstract

This research is motivated by the importance of developing hospitality attitudes in students in the Hospitality Expertise Program through English language learning that is not only oriented towards language skills, but also on strengthening character. This study aims to describe the implementation of character education in English language learning as an effort to develop hospitality attitudes in students at the Vocational High School (SMK) Hospitality Expertise Program. The study used a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Research informants consisted of the vice principal, vice principal for curriculum, English teachers, and students. Data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the implementation of character education is carried out through the habit of using polite language, mastery of English vocabulary, public speaking activities, and service communication practices. The character values ​​developed include discipline, courtesy, responsibility, self-confidence, empathy, friendliness, and professionalism. English learning also helps students understand service communication in the hospitality world such as greeting, offering help, and handling complaints. However, learning is still dominated by lecture and question and answer methods so that role play and service simulation practices are not optimal. Furthermore, there are obstacles such as a lack of student self-confidence, limited vocabulary, limited learning resources, and inconsistent discipline. Therefore, English language learning is needed that is more communicative, contextual, and based on hospitality practices so that character development in students can proceed more optimally. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan sikap hospitality peserta didik pada Program Keahlian Perhotelan melalui pembelajaran bahasa Inggris yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan kebahasaan, tetapi juga pada penguatan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai upaya pembentukan sikap hospitality peserta didik di SMK Program Keahlian Perhotelan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas wakil kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru bahasa Inggris, dan peserta didik. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter dilakukan melalui pembiasaan penggunaan bahasa santun, penguasaan kosakata bahasa Inggris, kegiatan public speaking, serta praktik komunikasi pelayanan. Nilai karakter yang dikembangkan meliputi disiplin, sopan santun, tanggung jawab, percaya diri, empati, keramahan, dan sikap profesional. Pembelajaran bahasa Inggris juga membantu peserta didik memahami komunikasi pelayanan dalam dunia hospitality seperti greeting, offering help, dan handling complaint. Namun, pembelajaran masih didominasi metode ceramah dan tanya jawab sehingga praktik role play dan simulasi pelayanan belum optimal. Selain itu, terdapat kendala berupa kurangnya rasa percaya diri peserta didik, keterbatasan kosakata, keterbatasan sarana pembelajaran, serta penerapan disiplin yang belum konsisten. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran bahasa Inggris yang lebih komunikatif, kontekstual, dan berbasis praktik hospitality agar pembentukan karakter peserta didik dapat berjalan lebih optimal.    
REKONSTRUKSI NILAI ADAB DALAM KITAB ĀDĀB SULŪK AL-MURĪD DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN MODERN Eggy Juan Firdaus; Muhammad Shohib
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11739

Abstract

This research is motivated by the existential moral crisis and ethical deconstruction in the world of modern education due to the penetration of materialism and utilitarianism that shift the orientation of learning to merely fulfilling the needs of the job market. The focus of this research problem is directed at analyzing the conception of morality in the book Ādāb Sulūk al-Murīd by Imam Abdullah bin Alawi al-Haddad, and reconstructing these classical values ​​to be relevant to the demands of contemporary pedagogy. Using a qualitative approach with the type of library research, the important steps or stages of the research are carried out rigidly through the mechanism of identifying the main text, coding values ​​based on relationship typology, textual hermeneutic interpretation, and conceptual synthesis. The research findings show that this turats manuscript offers three essential main dimensions, namely adab towards knowledge through the purification of intentions, adab towards teachers through the formation of ethical-dialogical relationships, and adab towards oneself to strengthen internal regulation (self-regulation). The main conclusion of the research confirms that the reconstruction of classical adab values ​​has been successfully formulated into an operational model of Adab-Based Learning (ABL). This model has proven effective in synergizing with modern educational theories such as intellectual humility, intrinsic motivation, and mindfulness to build a solid, balanced, and sustainable foundation for character education for today's generation. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis moral eksistensial dan dekonstruksi etika dalam dunia pendidikan modern akibat penetrasi paham materialisme serta utilitarianisme yang menggeser orientasi belajar menjadi sekadar pemenuhan kebutuhan pasar kerja. Fokus masalah riset ini diarahkan pada analisis konsepsi moralitas dalam kitab Ādāb Sulūk al-Murīd karya Imam Abdullah bin Alawi al-Haddad, serta merekonstruksi nilai-nilai klasik tersebut agar relevan dengan tuntutan pedagogi kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), langkah atau tahapan penting penelitian dijalankan secara rigid melalui mekanisme identifikasi teks utama, koding nilai berdasarkan tipologi hubungan, interpretasi hermeneutika tekstual, serta sintesis konseptual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa naskah turats ini menawarkan tiga dimensi utama yang esensial, yaitu adab terhadap ilmu melalui penyucian niat, adab terhadap guru lewat formasi relasi etis-dialogis, dan adab terhadap diri sendiri guna menguatkan regulasi internal (self-regulation). Simpulan utama riset menegaskan bahwa rekonstruksi nilai adab klasik tersebut berhasil diformulasikan menjadi model operasional Adab-Based Learning (ABL). Model ini terbukti efektif disinergikan dengan teori pendidikan modern seperti intellectual humility, motivasi intrinsik, dan mindfulness demi membangun fondasi pendidikan karakter yang kokoh, seimbang, serta berkelanjutan bagi generasi masa kini.    
INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA BERBASIS MASYARAKAT DI KOTA TANGERANG SELATAN Ma’muroh Ma’muroh; Toto Edidarmo; Nadia Farahnaz
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11740

Abstract

The issue of household waste management in urban areas, particularly in Tangerang Selatan, reveals a gap between the ideal concept of community-based waste management and the reality of practices still dominated by conventional disposal patterns. This study aims to analyze the integration of Islamic values in community-based household waste management and to formulate an integrative model that can enhance sustainable ecological awareness. The research employs a qualitative approach with a descriptive-exploratory design, using data collection techniques including in-depth interviews, participatory observation, documentation, and literature review. Data were analyzed thematically through an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the low effectiveness of waste management is not only caused by technical factors but also by the weak internalization of values in community behavior. The integration of Islamic values such as tauhid (divine unity), khalifah (stewardship), amanah (trust), and ihsan (spiritual excellence) has been shown to strengthen intrinsic motivation and foster more consistent ecological awareness. This study proposes an integrative model combining technical, social, and spiritual dimensions as a unified framework for community-based waste management. In conclusion, sustainable waste management requires a value-based approach that emphasizes not only systems and infrastructure but also the transformation of spiritual consciousness, thereby fostering harmony between humans, the environment, and religious values. ABSTRAK Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di wilayah perkotaan, khususnya Tangerang Selatan, menunjukkan adanya kesenjangan antara konsep ideal pengelolaan berbasis masyarakat dan realitas praktik yang masih didominasi pola konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai Islam dalam pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat serta merumuskan model integratif yang mampu meningkatkan kesadaran ekologis secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data dilakukan secara tematik dengan model interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya efektivitas pengelolaan sampah tidak hanya disebabkan oleh faktor teknis, tetapi juga oleh lemahnya internalisasi nilai dalam perilaku masyarakat. Integrasi nilai-nilai Islam seperti tauhid, khalifah, amanah, dan ihsan terbukti mampu memperkuat motivasi intrinsik dan membentuk kesadaran ekologis yang lebih konsisten. Penelitian ini menghasilkan model integratif yang menggabungkan dimensi teknis, sosial, dan spiritual sebagai satu kesatuan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kesimpulannya, pengelolaan sampah yang berkelanjutan memerlukan pendekatan berbasis nilai yang tidak hanya berorientasi pada sistem dan infrastruktur, tetapi juga pada transformasi kesadaran spiritual masyarakat, sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara manusia, lingkungan, dan nilai-nilai keagamaan.    
PERFORMATIF BAHASA RITUAL CUCURANGI TOGO LASALIMU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS BUDAYA LOKAL Harun Harun; Hari Windu Asrini
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11741

Abstract

This research is motivated by the increasingly eroded existence of local ritual languages ​​due to the currents of globalization and modernization of community communication patterns. The focus of the problem in this research is directed at a descriptive analysis of the form and performative function of speech acts in the Cucurangi Togo rite of the Lasalimu community, Buton Regency, and its formulation as a contextual teaching resource. Using a qualitative approach with a linguistic ethnography design, the important stages in this research are carried out systematically through participatory observation of the sacred stone object of Wacukamboy, in-depth interviews with nine key informants, textual transcription, pragmatic classification, and anthropolinguistic interpretation. The research findings reveal that this five-year oral tradition is dominated by declarative and imperative utterances that have multidimensional performative functions. The locutionary, illocutionary, and perlocutionary structures contained therein do not merely convey verbal information, but embody spiritual-social actions in the form of collective salvation prayers, rituals asking for forgiveness (somba waopu), and strengthening integrative cohesion (may topoose-ose). The main conclusion confirms that the ritual language of Cucurangi Togo is highly valid and effective when integrated as a local wisdom-based Indonesian language instructional medium in schools. This traditional instrument is highly relevant for supporting pragmatics materials, cultural description texts, and strengthening the pillars of religious character education in students on an ongoing basis. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin terkikisnya eksistensi bahasa ritual lokal akibat arus globalisasi dan modernisasi pola komunikasi masyarakat. Fokus masalah dalam riset ini diarahkan pada analisis deskriptif mengenai bentuk dan fungsi performatif tindak tutur dalam ritus Cucurangi Togo masyarakat Lasalimu, Kabupaten Buton, serta formulasinya sebagai sumber ajar kontekstual. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi linguistik, tahapan penting dalam penelitian ini dijalankan secara sistematis melalui observasi partisipatif pada objek batu keramat Wacukamboy, wawancara mendalam bersama sembilan informan kunci, transkripsi tekstual, klasifikasi pragmatik, hingga interpretasi antropolinguistik. Temuan riset menyingkapkan bahwa tradisi lisan lima tahunan ini didominasi oleh tuturan deklaratif dan imperatif yang memiliki fungsi performatif multidimensional. Struktur lokusi, ilokusi, dan perlokusi yang terkandung di dalamnya tidak sekadar menyampaikan informasi verbal, melainkan mengejawantahkan tindakan spiritual-sosial berupa doa keselamatan kolektif, ritual permohonan ampun (somba waopu), serta penguatan kohesi integratif (may topoose-ose). Simpulan utama menegaskan bahwa bahasa ritual Cucurangi Togo sangat valid dan efektif diintegrasikan sebagai media instruksional Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal di sekolah. Perangkat tradisi ini sangat relevan untuk menyokong materi pragmatik, teks deskripsi budaya, serta penguatan pilar pendidikan karakter religiusitas peserta didik secara berkelanjutan.    
DEVELOPMENT OF THE SIELIN APPLICATION (INTEGRATED E-LEARNING SYSTEM) AS MEANS OF EDUCATIONAL MEDIA FOR DRUGS PREVENTION FOR TEENAGERS M Ibni Rafif; Rifqi Zaidar Sahputra; Andi Aziz Farezky Lubis
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11742

Abstract

This research is motivated by the national drug emergency, where the prevalence of addictive substance use continues to rise rapidly and has begun to target students en masse due to weak supervision and monotonous conventional counseling techniques. The focus of this research problem is the development and testing of the effectiveness of the SIELIN (Integrated E-Learning Information System) application, focusing on empowering peers as the primary agents of drug prevention. Using a mixed-approach pre-post-test design, the research phase involved purposive sampling among high school students in South Sumatra Province, administering a pre-test, implementing an application intervention, and conducting focus group discussions and a post-test. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics and factor analysis, while verbal data were processed through thematic analysis. The research findings indicate a significant increase in the average score for knowledge of the dangers of drugs, from 29.6 to 84.7, and in the indicator of self-rejection from 34.1 to 88.2. Quantitative factor analysis confirmed that the positive peer group variable was the most dominant element, with a factor loading of 0.86. The main research conclusion confirms that reforming the development strategy through a unified digital integration platform has proven highly effective in internalizing legal awareness to sustainably mitigate the risk of bias in adolescent promiscuity. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh status darurat narkoba nasional di mana angka prevalensi penggunaan zat adiktif terus meningkat pesat dan mulai menyasar lingkungan pelajar secara masif akibat lemahnya pengawasan serta teknik penyuluhan konvensional yang monoton. Fokus masalah riset ini diarahkan pada pengembangan dan pengujian efektivitas aplikasi SIELIN (Sistem Informasi E-Learning Terintegrasi) dengan memfokuskan sasaran pada pemberdayaan teman sebaya sebagai agen utama pencegahan narkotika. Menggunakan pendekatan campuran dengan desain pre-post test, tahapan penting penelitian dijalankan melalui seleksi sampel secara purposive sampling pada kalangan siswa menengah atas di Provinsi Sumatera Selatan, pemberian tes awal, intervensi penggunaan aplikasi, serta pelaksanaan diskusi kelompok terfokus dan tes akhir. Data kuantitatif dianalisis memanfaatkan statistik deskriptif dan analisis faktor, sedangkan data verbal diolah melalui analisis tematik. Temuan penelitian menunjukkan lonjakan skor rata-rata pengetahuan bahaya narkoba secara signifikan dari 29,6 menjadi 84,7 serta indikator sikap penolakan mandiri dari 34,1 menjadi 88,2. Analisis faktor kuantitatif mengonfirmasi bahwa variabel teman sebaya positif merupakan elemen paling dominan dengan nilai muatan faktor sebesar 0,86. Simpulan utama riset menegaskan bahwa reformasi strategi pembinaan melalui integrasi platform digital terpadu terbukti sangat efektif menginternalisasi kesadaran hukum demi memitigasi risiko bias pergaulan bebas remaja secara berkelanjutan.