cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 739 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK, TALK, WRITE BERBASIS MEDIA GAMBAR BERSERI TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI SISWA SDN Muhammad Saka Hasanul Ilmi; Mohammad Setyo Wardono; Nur Asitah; Siti Li’anatuz Zuhro
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14670

Abstract

This study was motivated by the relatively low narrative writing skills of elementary school students, as reflected in their difficulties in developing ideas, organizing story plots, and applying appropriate language features. In addition, the implementation of learning models that actively engage students in thinking, discussing, and writing with the support of visual media remains limited. This study set out to examine how applying the Think, Talk, Write learning model combined with serial image media affects narrative text writing skills among fourth-grade students at SDN Janti 1 Sidoarjo. A quantitative approach was employed through a Pre-Experimental Design, specifically the One Group Pretest-Posttest Design. The research subjects comprised 10 fourth-grade students, determined through a saturated (total) sampling technique. Data were gathered via tests, observation, and documentation, then analyzed using validity tests, reliability tests, normality tests, a paired sample t-test, and an N-Gain test. The validity test results confirmed that all research instruments were valid and suitable for use, while the reliability test indicated a high level of reliability, classifying the instruments as reliable. The Shapiro-Wilk normality test produced significance values above 0.05 for both the pretest and posttest, indicating normally distributed data. The N-Gain test results revealed an improvement in students' narrative text writing skills, falling within the moderate category. Meanwhile, the paired sample t-test yielded a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, confirming a significant difference between pretest and posttest results following the implementation of the Think, Talk, Write model based on serial image media. These findings indicate that the Think, Talk, Write learning model combined with serial image media has a meaningful effect on the narrative text writing skills of fourth-grade students at SDN Janti 1 Sidoarjo. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya keterampilan menulis teks narasi siswa sekolah dasar, yang ditunjukkan melalui kesulitan dalam mengembangkan ide, menyusun alur cerita, serta menggunakan unsur kebahasaan secara tepat. Selain itu, penerapan model pembelajaran yang mampu mendorong siswa berpikir, berdiskusi, dan menulis secara aktif dengan dukungan media visual masih belum optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penerapan model pembelajaran Think, Talk, Write yang dipadukan dengan media gambar berseri terhadap keterampilan menulis teks narasi pada siswa kelas IV SDN Janti 1 Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan Pre-Experimental Design, tepatnya One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian melibatkan 10 siswa kelas IV yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh (total sampling). Data dihimpun melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, paired sample t-test, serta uji N-Gain. Hasil uji validitas memperlihatkan bahwa seluruh instrumen penelitian valid dan layak digunakan, sementara uji reliabilitas menunjukkan tingkat reliabilitas yang tinggi sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Uji normalitas Shapiro-Wilk menghasilkan nilai signifikansi pretest maupun posttest di atas 0,05, yang menandakan data berdistribusi normal. Hasil uji N-Gain memperlihatkan adanya peningkatan keterampilan menulis teks narasi siswa pada kategori sedang. Sementara itu, uji paired sample t-test menghasilkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang membuktikan adanya perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest setelah penerapan model Think, Talk, Write berbasis media gambar berseri. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Think, Talk, Write berbasis media gambar berseri terbukti berpengaruh terhadap keterampilan menulis teks narasi siswa kelas IV SDN Janti 1 Sidoarjo.
ANALISIS KEMAMPUAN MENULIS TEKS IKLAN KOMERSIAL BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN AIDA DI MTS MA'ARIF NU SUKODADI Elva Eriyanti; Iib Marzuqi; Laila Tri Lestari
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14772

Abstract

ABSTRACT Writing commercial advertisements requires students to transform ideas into concise messages that can simultaneously attract attention and encourage readers to take action. This challenge provided the basis for examining the use of the Attention, Interest, Desire, and Action (AIDA) framework in writing instruction for eighth-grade students at MTs. Ma'arif NU Sukodadi. The study involved 20 students selected through simple random sampling and employed a mixed methods approach with a descriptive design. Over two instructional sessions, the learning process was examined through observation, pretest, posttest, and questionnaire data, all of which were analyzed descriptively. The implementation of AIDA resulted in teacher and student activities being categorized as very good, while students' writing performance showed an increase in the mean score from 42.81 before instruction to 63.13 after instruction. From the perspective of students' learning experiences, their responses to the implementation of AIDA reached the good category, with a percentage of 76.56%. These findings indicate that AIDA can provide students with a clearer framework for developing advertising messages, particularly by connecting initial appeal, information development, desire formation, and calls to action. Thus, AIDA may serve as an alternative approach in Indonesian language instruction to support the development of more structured and persuasive commercial advertising texts. ABSTRAK Menulis iklan komersial mengharuskan siswa mengolah gagasan menjadi pesan yang ringkas sekaligus mampu membangun ketertarikan dan mendorong pembaca melakukan tindakan. Tantangan tersebut menjadi dasar untuk menguji penggunaan kerangka Attention, Interest, Desire, dan Action (AIDA) dalam pengalaman belajar menulis di kelas VIII MTs. Ma'arif NU Sukodadi. Penelitian melibatkan 20 siswa yang dipilih melalui simple random sampling dengan pendekatan mixed methods dan desain deskriptif. Selama dua pertemuan, perkembangan pembelajaran ditelusuri melalui observasi, pretest, posttest, dan angket, sedangkan keseluruhan data diolah secara deskriptif. Penerapan AIDA menghasilkan aktivitas guru dan siswa pada kategori sangat baik, sementara kemampuan menulis memperlihatkan perubahan nilai rata-rata dari 42,81 sebelum pembelajaran menjadi 63,13 setelah pembelajaran. Dari sisi pengalaman belajar, siswa memberikan respons pada kategori baik dengan persentase 76,56%. Rangkaian temuan tersebut memperlihatkan bahwa AIDA dapat memberi kerangka yang lebih jelas bagi siswa ketika mengembangkan pesan iklan, terutama dalam menghubungkan daya tarik awal, pengembangan informasi, pembentukan keinginan, dan ajakan bertindak. Dengan demikian, AIDA dapat dipertimbangkan sebagai alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia untuk mendukung pengembangan tulisan iklan yang lebih terarah dan persuasif.
PERAN DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN SELF-EFFICACY SISWA SDN SARILAMPING Shelpi Rosmiati; Pratidina Ekanesia; Rifqi Farisan Akbar
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14972

Abstract

ABSTRACT Student engagement in learning is shaped not only by experiences at school but also by the interactions and support available within the family environment. At SDN Sarilamping, some sixth-grade students still demonstrate suboptimal levels of learning motivation and self-efficacy. This study examines the extent to which parental support is associated with these two aspects within a rural elementary school context. The study involved 36 students selected through total sampling as respondents in a quantitative study employing an explanatory correlational design. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had met validity and reliability requirements and were analyzed using descriptive statistics, assumption testing, and simple linear regression. The findings indicate that parental support, learning motivation, and self-efficacy were generally at moderate levels. Parental support had a positive and significant effect on learning motivation, accounting for 42.8% of its variance. It also had a positive and significant effect on self-efficacy, accounting for 38.6% of its variance. These findings position family support as one of the factors associated with students’ learning drive and academic self-beliefs. Accordingly, attention, positive communication, appreciation of effort, and learning assistance adapted to family circumstances can contribute to a supportive environment for students’ learning experiences. ABSTRAK Keterlibatan siswa dalam pembelajaran tidak hanya terbentuk dari proses yang berlangsung di sekolah, tetapi juga dari pengalaman yang mereka peroleh dalam lingkungan keluarga. Kondisi di SDN Sarilamping memperlihatkan masih adanya siswa kelas VI yang belum menunjukkan motivasi belajar dan self-efficacy secara optimal. Penelitian ini menelaah sejauh mana dukungan orang tua berkaitan dengan kedua aspek tersebut pada konteks sekolah dasar di wilayah perdesaan. Sebanyak 36 siswa dilibatkan sebagai responden melalui teknik sampling jenuh dalam penelitian kuantitatif dengan desain eksplanatif korelasional. Informasi penelitian diperoleh melalui kuesioner skala Likert yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas, kemudian diolah melalui statistik deskriptif, pengujian asumsi, dan regresi linier sederhana. Hasil analisis memperlihatkan bahwa dukungan orang tua, motivasi belajar, dan self-efficacy berada pada kategori sedang. Dukungan orang tua memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar dengan kontribusi sebesar 42,8%. Pada self-efficacy, pengaruh yang diperoleh juga positif dan signifikan dengan kontribusi sebesar 38,6%. Temuan ini menempatkan dukungan keluarga sebagai salah satu faktor yang berkaitan dengan perkembangan dorongan belajar dan keyakinan akademik siswa. Karena itu, perhatian, komunikasi positif, penghargaan terhadap usaha, dan pendampingan yang disesuaikan dengan kondisi keluarga dapat menjadi bagian dari lingkungan yang mendukung pengalaman belajar siswa.
KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK DALAM AL-QUR'AN DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA MODERN A’la Nirotul Fikri; Achi Rinaldi; Amia Kasmia; Diah Irdiyana Rizqi; A’vi Amelia
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11983

Abstract

Moral education is one of the essential aspects of Islamic education that plays a significant role in shaping student’s character and personality in accordance with Islamic values. However, the development of the modern era, characterized by advances in information technology, globalization, and social change, has brought various moral challenges that influence the behavior of younger generations. This study aims to examine the concept of moral education in the Qur’an and analyze its relevance to Islamic Religious Education (PAI) learning in the modern era. This research employed a qualitative approach using a library research method. The data were collected through documentation studies of the Qur’an, Qur’anic commentaries (tafsir), books, and relevant scholarly journals. Data analysis was conducted using content analysis through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the concept of moral education in the Qur’an encompasses moral conduct toward Allah, oneself, parents, and fellow human beings. The moral values contained therein include honesty, responsibility, trustworthiness, patience, humility, and respect for others. The concept of moral education in the Qur’an is highly relevant to Islamic Religious Education learning in the modern era, as it can serve as a foundation for strengthening students’ character education and fostering a generation that is faithful, morally upright, and capable of facing the challenges of contemporary society. ABSTRAK Pendidikan akhlak merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan Islam yang berperan dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Namun, perkembangan era modern yang ditandai oleh kemajuan teknologi informasi, globalisasi, dan perubahan sosial telah menghadirkan berbagai tantangan moral yang memengaruhi perilaku generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan akhlak dalam Al-Qur'an serta menganalisis relevansinya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap Al-Qur'an, kitab-kitab tafsir, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan akhlak dalam Al-Qur'an mencakup akhlak kepada Allah Swt., akhlak kepada diri sendiri, akhlak kepada orang tua, dan akhlak kepada sesama manusia. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya meliputi kejujuran, tanggung jawab, amanah, kesabaran, rendah hati, dan sikap menghormati orang lain. Konsep pendidikan akhlak dalam Al-Qur'an memiliki relevansi yang kuat terhadap pembelajaran PAI di era modern karena dapat menjadi landasan dalam penguatan pendidikan karakter peserta didik sehingga mampu membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.
FENOMENA RESEARCH GAP DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW TERHADAP PUBLIKASI TAHUN 2021–2025 Nirva Diana; Arif Atma Mahendra Arif; Ahmad Redho Qurrota A'yun; Burhanudin Khairi; Defriyadi Defriyadi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.12079

Abstract

The development of Islamic Religious Education (IRE) research has increased significantly in recent years in terms of both publication quantity and thematic diversity. However, this growth has not been accompanied by sufficient methodological diversity, creating potential research gaps that may hinder the comprehensive advancement of the field. This study aims to analyze the phenomenon of research gaps in Islamic Religious Education research through a methodological review of publications published between 2021 and 2025. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) approach by analyzing 30 articles retrieved from Google Scholar, SINTA, and Scopus databases based on predetermined inclusion criteria. Data were analyzed using content analysis to identify trends in research approaches, research designs, data collection techniques, and dominant research themes. The findings indicate that Islamic Religious Education research is still predominantly characterized by qualitative approaches, particularly library research and case studies, whereas quantitative methods, mixed methods, experimental research, and digital data-based approaches remain relatively underutilized. Furthermore, recurring themes were identified in learning, character education, and digital literacy, while methodological studies, program evaluation, and innovative research designs have received comparatively limited attention. These findings reveal the existence of methodological gaps that require greater attention to enhance the quality, diversity, and scholarly contribution of Islamic Religious Education research. Therefore, strengthening methodological competencies among researchers and promoting methodological diversification are essential for fostering more innovative and impactful research in the field. ABSTRAK Perkembangan penelitian Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang signifikan baik dari segi kuantitas maupun keragaman tema kajian. Namun, peningkatan jumlah publikasi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh keberagaman metodologi penelitian sehingga berpotensi menimbulkan research gap yang memengaruhi perkembangan keilmuan PAI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena research gap dalam penelitian Pendidikan Agama Islam melalui kajian metodologis terhadap publikasi ilmiah tahun 2021–2025. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review dengan menganalisis 30 artikel yang diperoleh dari basis data Google Scholar, SINTA, dan Scopus berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi kecenderungan pendekatan, desain, teknik pengumpulan data, serta tema penelitian yang dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian PAI masih didominasi oleh pendekatan kualitatif, khususnya studi kepustakaan dan studi kasus, sementara penggunaan metode kuantitatif, mixed methods, penelitian eksperimen, dan pendekatan berbasis data digital masih relatif terbatas. Selain itu, ditemukan pengulangan tema pada aspek pembelajaran, pendidikan karakter, dan literasi digital, sedangkan kajian metodologis, evaluasi program, dan inovasi desain penelitian masih kurang mendapat perhatian. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjjangan metodologis yang perlu diatasi melalui penguatan kompetensi penelitian dan diversifikasi pendekatan metodologis guna meningkatkan kualitas penelitian Pendidikan Agama Islam.
MODERASI WASATHIYAH DALAM HADIS TARBAWI: RELEVANSINYA TERHADAP PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Burhanudin Khairi; Arif Atma Mahendra Arif; Ahmad Redho Qurrota A'yun; Defriyadi Defriyadi; Guntur Cahaya Kusuma
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.12083

Abstract

Wasathiyah moderation is one of the fundamental principles of Islam that emphasizes balance, justice, and the avoidance of extremism in practicing religious teachings. This concept is firmly grounded in the traditions of the Prophet Muhammad (peace be upon him), which promote harmony between worship, social responsibilities, and the fulfillment of physical and spiritual needs. Amid contemporary educational challenges, the values of wasathiyah moderation have become increasingly important to be integrated into the Islamic Religious Education (IRE) curriculum in order to foster moderate, tolerant, and well-balanced learners. This study aims to analyze the hadith concerning balanced worship from the perspective of wasathiyah moderation and examine its relevance to the development of the Islamic Religious Education curriculum. The study employed a qualitative approach using library research. Data were collected from hadith literature, academic books, reputable national and international journal articles, and other relevant scholarly sources. Data analysis was conducted using content analysis techniques. The findings reveal that the hadith on balanced worship contains educational values such as moderation, proportionality, responsibility, and balance among spiritual, intellectual, social, and physical dimensions. These values are highly relevant to the development of the Islamic Religious Education curriculum, particularly in formulating learning objectives, selecting instructional materials, designing learning strategies, and strengthening character education. Therefore, integrating the values of wasathiyah moderation into the Islamic Religious Education curriculum can serve as an essential foundation for developing religious, moderate, and wise generations capable of responding to contemporary challenges. ABSTRAK Moderasi wasathiyah merupakan salah satu prinsip fundamental dalam Islam yang menekankan keseimbangan, keadilan, dan sikap tidak berlebihan dalam menjalankan ajaran agama. Konsep ini memiliki landasan yang kuat dalam hadis-hadis Nabi Muhammad saw. yang mengajarkan keseimbangan antara ibadah, aktivitas sosial, serta pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani. Di tengah berbagai tantangan pendidikan kontemporer, nilai-nilai moderasi wasathiyah menjadi semakin penting untuk diintegrasikan dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) guna membentuk peserta didik yang berkarakter moderat, toleran, dan berkepribadian seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hadis tentang keseimbangan ibadah dalam perspektif moderasi wasathiyah serta mengkaji relevansinya terhadap pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari kitab hadis, buku akademik, artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi, serta berbagai sumber ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tentang keseimbangan ibadah mengandung nilai-nilai pendidikan berupa moderasi, proporsionalitas, tanggung jawab, dan keseimbangan antara aspek spiritual, intelektual, sosial, serta fisik. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat terhadap pengembangan kurikulum PAI, terutama dalam perumusan tujuan pembelajaran, pemilihan materi, strategi pembelajaran, dan penguatan pendidikan karakter. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai moderasi wasathiyah dalam kurikulum PAI dapat menjadi landasan penting dalam membentuk generasi yang religius, moderat, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan secara bijaksana.
PEMANFAATAN AUGMENTED REALITY, VIRTUAL REALITY, DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: KAJIAN LITERATUR Ahmad Redho Qurrota A'yun; Arif Atma Mahendra Arif; Burhanudin Khairi; Defriyadi Defriyadi; Meriyati Meriyati
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.12084

Abstract

The rapid development of digital technology has transformed learning media, including in Islamic Religious Education (IRE). Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), and Artificial Intelligence (AI) offer more interactive, immersive, and adaptive learning experiences that can enhance students’ engagement and understanding. This study aims to analyze the utilization of AR, VR, and AI as learning media in IRE and to examine their potential and challenges in the digital era. The study employed a qualitative approach using library research. Data were collected from 30 national and international journal articles published between 2020 and 2025, supported by books, conference proceedings, and other relevant scholarly documents. Data were analyzed using content analysis. The findings indicate that AR facilitates the visualization of abstract Islamic concepts, VR provides contextual learning experiences through virtual simulations, and AI supports personalized learning by delivering tailored materials and feedback. These technologies have the potential to improve learning motivation, student participation, conceptual understanding, and instructional effectiveness. However, their implementation requires adequate digital competencies among teachers, sufficient technological infrastructure, high-quality educational content, and sustainable educational policies. Therefore, the integration of AR, VR, and AI can serve as a strategic approach to developing innovative and relevant learning media for Islamic Religious Education in the 21st century. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi media pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Teknologi Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan Artificial Intelligence (AI) menawarkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, imersif, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan AR, VR, dan AI sebagai media pembelajaran PAI serta mengkaji potensi dan tantangannya di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari 30 artikel jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2020–2025, serta didukung oleh buku, prosiding, dan dokumen ilmiah lainnya yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan metode content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AR membantu memvisualisasikan konsep-konsep abstrak dalam materi PAI, VR menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual melalui simulasi virtual, sedangkan AI mendukung personalisasi pembelajaran melalui penyediaan materi dan umpan balik yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Ketiga teknologi tersebut berpotensi meningkatkan motivasi, keterlibatan, pemahaman konsep, dan efektivitas pembelajaran. Namun, implementasinya memerlukan kompetensi digital guru, ketersediaan infrastruktur teknologi, pengembangan konten yang berkualitas, serta dukungan kebijakan pendidikan yang berkelanjutan.
PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE SEBAGAI INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH DI ERA SOCIETY 5.0: KAJIAN LITERATUR Arif Atma Mahendra; Agus Pahrudin; Nanang Supriadi; Ali Murtadho
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.12085

Abstract

The rapid advancement of digital technology in the Society 5.0 era has encouraged educational transformation through the integration of intelligent technologies, particularly Artificial Intelligence (AI). In the context of Islamic Religious Education (IRE), AI has the potential to serve as an innovative learning medium that supports more interactive, adaptive, and student-centered learning processes. This study aims to analyze the utilization of Artificial Intelligence as an innovative learning medium in Islamic Religious Education in the Society 5.0 era by examining its opportunities, benefits, and implementation challenges. The study employed a qualitative approach using a library research method. Data were collected from national and international journal articles, books, conference proceedings, research reports, and other relevant scholarly sources published between 2020 and 2025. Data were analyzed using content analysis to identify themes, concepts, and research findings related to the application of AI in education. The findings reveal that AI offers various opportunities for IRE learning, including the development of educational chatbots, adaptive learning platforms, automated assessment systems, and broader access to digital learning resources. The utilization of AI also provides several benefits, such as enhancing learning motivation, supporting personalized learning, strengthening digital literacy, and improving the effectiveness and efficiency of the learning process. However, its implementation still faces several challenges, including limited teachers’ digital competencies, unequal technological infrastructure, limited AI-based IRE content, and the need to ensure ethical use aligned with Islamic values. Therefore, AI can serve as a strategic alternative for developing innovative, effective, and relevant Islamic Religious Education learning media that meet the demands of twenty-first-century education. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital pada era Society 5.0 mendorong transformasi pendidikan melalui integrasi teknologi cerdas, salah satunya Artificial Intelligence (AI). Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), AI berpotensi menjadi inovasi media pembelajaran yang mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai inovasi media pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era Society 5.0 dengan menelaah berbagai peluang, manfaat, dan tantangan implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur (library research). Data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional, buku, prosiding, laporan penelitian, serta berbagai sumber ilmiah relevan yang diterbitkan dalam rentang tahun 2020–2025. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi tema, konsep, dan temuan penelitian terkait pemanfaatan AI dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki berbagai peluang dalam pembelajaran PAI, antara lain melalui pengembangan chatbot edukatif, platform pembelajaran adaptif, sistem evaluasi otomatis, dan penyediaan sumber belajar digital yang lebih luas. Pemanfaatan AI juga memberikan manfaat berupa peningkatan motivasi belajar, personalisasi pembelajaran, penguatan literasi digital, serta peningkatan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan kompetensi digital guru, belum meratanya infrastruktur teknologi, keterbatasan konten PAI berbasis AI, serta perlunya pengawasan terhadap aspek etika dan kesesuaian dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, AI dapat menjadi alternatif strategis dalam pengembangan media pembelajaran PAI yang inovatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
ANALISIS PENGGUNAAN EVALUASI PJBL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS DI KELAS VII-4 SMPN TARAKAN Asih Riyanti; Muhammad Cholis Abduh; Panji Cakranegara Az-Zikro; Jupri Jupri; Yosafat Resliadi; Manuwel Manuwel
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.12161

Abstract

ABSTRACT The ability to write procedural texts is an essential competency that students must master; however, its implementation often encounters challenges related to low student engagement and assessment practices that do not optimally support active learning. This study aimed to analyze the use of Project Based Learning (PjBL)-based assessment in procedural text writing instruction for students of class VII-4 at SMP Negeri 10 Tarakan. A descriptive qualitative method was employed involving 28 students and one Indonesian language teacher as research participants. Data were collected through observation, interviews, and documentation and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings revealed that the implementation of PjBL-based assessment enhanced students’ participation in learning activities, strengthened collaborative skills, and improved their ability to produce procedural texts in a more organized, systematic, and structurally appropriate manner. The average student assessment score reached 78.46, which falls into the good category. Nevertheless, several challenges were identified, including differences in students’ abilities and variations in learning environments. Based on these findings, it can be concluded that PjBL-based assessment is effective in supporting the development of procedural text writing skills while fostering a more active, collaborative, and meaningful learning experience for students. ABSTRAK Kemampuan menulis teks prosedur merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dikuasai siswa, namun pelaksanaannya sering menghadapi kendala berupa rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan penggunaan evaluasi yang kurang mendorong aktivitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan evaluasi berbasis Project Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran menulis teks prosedur pada siswa kelas VII-4 SMP Negeri 10 Tarakan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melibatkan 28 siswa dan satu guru Bahasa Indonesia sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi evaluasi berbasis PjBL mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, mengembangkan kemampuan kerja sama kelompok, serta membantu siswa menyusun teks prosedur secara lebih runtut, sistematis, dan sesuai dengan struktur yang ditetapkan. Rata-rata hasil penilaian siswa mencapai 78,46 yang termasuk dalam kategori baik. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya, seperti perbedaan kemampuan antar siswa dan pengaruh lingkungan belajar yang beragam. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa evaluasi berbasis PjBL efektif dalam mendukung pengembangan keterampilan menulis teks prosedur sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, kolaboratif, dan bermakna bagi siswa.
OPTIMASI SARPRAS DIGITAL DALAM MEMENUHI STANDAR PELAYANAN MINIMUM DI SEKOLAH DASAR BALIKPAPAN Nida Mayrini; Bambang Sudarsono; Muhammad Zuhaery
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.12248

Abstract

ABSTRACT Education in the global era depends on digital infrastructure, which plays a crucial role as a transformative tool to help educators improve the quality of learning in elementary schools. This infrastructure supports the achievement of indicators in the Education Report Card and the Minimum Service Standards (SPM) for Education. This study employs a qualitative approach using the case study method. The study aims to analyze the optimization of digital infrastructure in meeting minimum service standards in elementary schools. Data collection was conducted using techniques such as interviews, observations, and documentation, gathering information from key informants including the school principal, infrastructure managers, classroom teachers, and administrators/technicians. Data analysis utilized the Miles and Huberman model through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings were derived through the four theoretical stages of Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC): planning—which involved reviewing educational reports and the ratio of devices to the predetermined minimum service standards; organizing human resources and assigning tasks for the management of digital infrastructure; implementing technology integration in learning and providing training for teachers; and, finally, supervision through periodic monitoring and evaluation. Data validity was assessed through source triangulation and methodological triangulation. The main factors supporting the optimization of digital infrastructure by the Department of Education and Culture are the provision of devices and digital training for teachers. Existing obstacles include network infrastructure, limited availability of Digital Interactive Whiteboards (DIWs), user behavior, and external factors. The results of this study provide recommendations for elementary schools to collaborate with the government and relevant parties and to engage in continuous development to enhance human resource competencies. ABSTRAK Pendidikan di era global tergantung pada sarana prasarana berbasis digital yang berperan penting sebagai alat bantu transformatif untuk memudahkan tenaga pendidik untuk memajukan tingkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar. Sarana prasarana berperan untuk mendukung pencapaian indikator dalam Rapor Pendidikan dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian bertujuan menganalisis optimasi sarana prasarna digital dalam memenuhi standar pelayanan minimum di sekolah dasar. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan mengambil informasi dari narasumber dari kepala sekolah, pengelola sarana prasarana, guru kelas dan admin/teknisi. Untuk analisa data menggunakan model Miles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk hasil penelitian dilakukan melalui empat tahapan teori Planning, Organizing, Actuating dan Controlling (POAC), yaitu perencanaan dengan melihat rapor pendidikan dan rasio perangkat dengan standar pelayanan minimal yang telah ditentukan, pengorganisasian sumber daya manusia dan pembagian tugas dalam melakukan pengelolaan sarana prasarana digital, pelaksanaan integrasi teknologi dalam pembelajaran serta pelatihan terhadap guru, dan yang terakhir adalah pengawasan melalui monitoring serta evaluasi secara berkala. Penggunaan keabsahan data sebagai pengecekan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Faktor pendukung utama dalam optimasi sarana prasarana digital dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yaitu bantuan perangkat serta pelatihan digital bagi guru. Hambatan yang ada yaitu inrastruktur jaringan, keterbatasan perangkat Papan Interaktif Digital (PID), perilaku pengguna, serta faktor eksternal. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi pada sekolah dasar untuk melakukan kolaborasi dengan Pemerintah, pihak terkait, dan pengembangan secara berkelanjutan untuk pengembangan kompetensi sumber daya manusia.