cover
Contact Name
Damar Jati
Contact Email
damar.74t1@gmail.com
Phone
+6285647176931
Journal Mail Official
journal.wikuacitya@gmail.com
Editorial Address
https://wikuacitya.unwiku.ac.id/index.php/wikuacitya/EditorialTeam
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29644631     DOI : https://doi.org/10.56681/wikuacitya.v3i2.185
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya ekonomi dan bisnis, teknik, peternakan, administrasi publik, dan hukum. WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat terbit enam bulan sekali, yaitu Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI PENDEKATAN PAR DI DUSUN BRAMBANG, KABUPATEN BONDOWOSO TAHUN 2026 KELOMPOK KKN UINSA 209 TAHUN 2026
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.557

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di Dusun Brambang, Kabupaten Bondowoso, masih ditandai dengan kebiasaan masyarakat membuang dan membakar sampah secara sederhana akibat belum tersedianya sistem pengelolaan sampah yang terorganisasi serta rendahnya pemanfaatan sampah yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Kondisi tersebut menunjukkan diperlukannya upaya pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan yang melibatkan partisipasi aktif warga dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi pengelolaan sampah serta perubahan yang terjadi selama pelaksanaan program. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi permasalahan, perencanaan program, pelaksanaan tindakan, pemantauan, dan refleksi bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan sarana penampungan sampah, serta belum terbentuknya sistem pengelolaan menjadi faktor utama permasalahan. Melalui kegiatan sosialisasi, edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik, kerja bakti, penyediaan tempat sampah, dan penyusunan kesepakatan bersama, partisipasi serta kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah mengalami peningkatan. Pendekatan PAR terbukti mampu mendorong keterlibatan masyarakat dalam merumuskan solusi yang sesuai dengan kondisi lokal. Untuk menjaga keberlanjutan program, diperlukan penguatan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah desa, pembentukan kelompok pengelola sampah, serta pengembangan program yang memberikan nilai ekonomi melalui pemanfaatan sampah. Kata Kunci: Pengelolaan sampah, Participatory Action Research, Partisipasi Masyarakat, Dusun Brambang, Bondowoso
PENINGKATAN KESADARAN HUKUM TENTANG PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH Muhammad Yusril Irza; Ikama Dewi Setia Triana; Aniek Periani; Elisabeth Febriana
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.558

Abstract

Kekerasan seksual di lingkungan sekolah merupakan permasalahan yang memerlukan upaya preventif melalui peningkatan kesadaran hukum seluruh warga sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua mengenai pencegahan kekerasan seksual serta perlindungan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan hukum, diskusi interaktif, studi kasus, dan evaluasi melalui pendekatan partisipatif di Desa Karangmocol, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, hak korban, mekanisme pelaporan, serta pentingnya budaya sadar hukum dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak. Selain itu, kegiatan menghasilkan modul penyuluhan hukum dan rekomendasi bagi sekolah sebagai upaya penguatan kebijakan pencegahan kekerasan seksual. Program ini menunjukkan bahwa penyuluhan hukum merupakan strategi preventif yang efektif dalam membangun budaya sadar hukum dan memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
FERMENTASI HIJAUAN PAKAN (SILASE) UNTUK RUMINANSIA KECIL (DOMBA DAN KAMBING) Wida Nurnaningsih
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.559

Abstract

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan di aula Desa Karangrau, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas merupakan wilayah dengan kondisi geografis berupa perbukitan yang menyebabkan keterbatasan ketersediaan air dan hijauan pakan, terutama pada musim kemarau. Sebagian besar peternak memelihara ternak ruminansia kecil, seperti domba dan kambing, dengan sistem pemeliharaan tradisional sehingga produktivitas ternak dan efisiensi pemanfaatan pakan masih relatif rendah. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan wawasan dan informasi kepada masyarakat Desa Karangrau, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas mengenai penerapan teknologi fermentasi pakan (silase) untuk pakan ternak agar peternak dapat memanfaatkan limbah pertanian yang ada sebagai stok pakan ternak. Metode kegiatan pengabdian dilakukan dengan pemberian materi secara langsung, interaktif dan dilanjutkan dengan praktik pembuatan silase.
HUKUM WARIS MENURUT KUHPERDATA, ISLAM DAN ADAT DI DESA KUTASARIKECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS Ferryani Krisnawati; Wiwin Muchtar Wiyono; Doni Adi Supriyo; Nabila Khairunnisa Azizia
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.561

Abstract

Hukum waris merupakan salah satu bidang hukum yang memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat karena setiap individu pada akhirnya akan mengalami peristiwa kematian yang menimbulkan akibat hukum berupa peralihan hak dan kewajiban kepada ahli waris. Di Indonesia, keberadaan sistem hukum yang pluralistik menyebabkan penyelesaian kewarisan didasarkan pada tiga sistem hukum, yaitu hukum waris berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), hukum waris Islam, dan hukum waris adat. Perbedaan dasar hukum, subjek hukum, serta mekanisme pembagian warisan pada masing-masing sistem sering menimbulkan kebingungan di masyarakat, termasuk di Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, yang sebagian besar belum memahami pentingnya penentuan sistem hukum waris yang tepat. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi secara interaktif, diskusi, serta tanya jawab untuk menggali permasalahan kewarisan yang dihadapi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai perbedaan karakteristik, dasar hukum, dan penerapan ketiga sistem hukum waris. Selain itu, perlu ditingkatkannya literasi hukum masyarakat sehingga diharapkan mampu meminimalkan sengketa waris dan mewujudkan penyelesaian kewarisan yang adil sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Edukasi Kriminologi Digital melalui Program Sekolah Anti Flexing dan Judi Online bagi Generasi Z Arka Atyanta; Arif Awaludin; M. Syamsudin
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.563

Abstract

The rapid development of information technology and social media has significantly transformed the social interaction patterns of Generation Z. While digital platforms provide easier access to information and communication, they have also created new criminogenic factors, particularly the growing culture of flexing and online gambling. These phenomena not only produce social and economic consequences but also increase the risk of deviant behavior and technology-based criminal activities among young people. This Community Service Program (PkM) aimed to enhance the legal awareness, digital literacy, and understanding of Generation Z through the Anti-Flexing and Online Gambling School Program, employing Criminology and Cyber Criminology approaches. The program was implemented through legal counseling, digital criminology education, case-based learning, interactive discussions, and consultation sessions addressing current digital issues. The results demonstrated a significant improvement in participants' understanding of digital criminology, criminogenic factors in cyberspace, the dangers of flexing, and the legal, social, psychological, and economic impacts of online gambling. Furthermore, the program successfully strengthened participants' critical thinking skills in evaluating digital content, identifying deviant behavior on social media, and fostering legal awareness in the responsible use of digital technology. The activity also encouraged a collective commitment to promoting a healthy digital culture by rejecting excessive flexing and online gambling practices. Therefore, the Anti-Flexing and Online Gambling School Program can be considered an effective preventive educational model for strengthening legal awareness and digital literacy as part of broader efforts to prevent cybercrime among Generation Z
Peningkatan Pemahaman Hukum Pajak Bumi Dan Bangunan (Pbb) Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan Di Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas: Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak Daerah, Regulasi Pajak gholibuddin zuhairmanto; wahyu hariadi; agoes djatmiko
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.564

Abstract

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang signifikan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, PBB merupakan pajak yang dikenakan atas bumi dan/atau bangunan dengan karakteristik tertentu yang memberikan manfaat ekonomi bagi pemiliknya. Pemahaman yang kurang tentang regulasi PBB, terutama dengan adanya perubahan peraturan terbaru, seringkali menyebabkan kesalahan dalam perhitungan dan pembayaran pajak oleh masyarakat.pemahaman masyarakat mengenai PBB sering kali masih rendah, yang dapat menyebabkan ketidakpatuhan dan kesalahan dalam pembayaran pajak. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman hukum mengenai PBB menjadi krusial untuk mencapai optimalisasi penerimaan pajak dan meningkatkan kepatuhan masyarakat.Hukum pajak, memiliki kompleksitas tersendiri yang kerap membingungkan masyarakat awam. Faktor seperti peraturan perundang-undangan yang terus berubah, prosedur administrasi yang rumit, dan kurangnya sosialisasi mengenai hak dan kewajiban pajak, berkontribusi pada rendahnya tingkat pemahaman hukum pajak di kalangan masyarakat.
PELATIHAN BATIK ECOPRINT UNTUK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BERKELANJUTAN DI DESA SAMBIRATA Oti Kusumaningsih; Johar Mamuri; Farida Nur Aini; Sri Rotul Marfuah
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.565

Abstract

Kesenjangan pendidikan dan keterampilan menjadi hambatan bagi kaum perempuan Desa Sambirata Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, dalam mengembangkan ekonomi rumah tangga. Melimpahnya sumber daya alam berupa dedaunan dan bunga hutan tropis belum dimanfaatkan secara optimal, sementara harga komoditas unggulan desa seperti kapulaga cenderung fluktuatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi anggota Kelompok Tani Wanita Kridoyuwono 15 melalui pelatihan pembuatan batik eco-print. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan praktik langsung teknik pounding dan steaming, dengan menggandeng pelaku usaha Bruwun Alas Eco-print sebagai narasumber. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai teknik eco-print sebagai alternatif kegiatan ekonomi kreatif berbasis rumah tangga (home industry) yang dapat dikerjakan tanpa meninggalkan peran domestik. Kegiatan ini juga membuka peluang kemitraan usaha dan penguatan posisi tawar kelompok perempuan dalam mengakses jaringan pasar produk eco-print. Sebagai tindak lanjut pelatihan, mitra merekomendasikan adanya pendampingan berkelanjutan dalam pengembangan usaha dan pemasaran digital agar hasil pelatihan dapat memberi dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat desa.
PEMBERDAYAAN PENGELOLA DESA WISATA MELALUI EDUKASI AKUNTABILITAS DAN TATA KELOLA KEUANGAN UNTUK MEWUJUDKAN DESA WISATA YANG MANDIRI Rizka Fauziyatun Nisa; Sully Kemala Octisari; Minadi Wijaya
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.566

Abstract

Pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan memerlukan penerapan prinsip akuntabilitas dan tata kelola keuangan yang baik agar mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat serta mendukung kemandirian desa wisata. Namun, masih banyak pengelola desa wisata yang menghadapi kendala dalam pengelolaan administrasi dan keuangan, seperti pencatatan transaksi dan penyusunan laporan pertanggungjawaban. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengelola desa wisata mengenai akuntabilitas dan tata kelola keuangan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2026 dalam rangka Sarasehan Desa Wisata Kabupaten Banjarnegara dengan peserta yang terdiri atas pengelola desa wisata. Metode yang digunakan meliputi tiga tahapan, yaitu koordinasi dan identifikasi kebutuhan peserta, edukasi, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar akuntabilitas, pengelolaan administrasi dan keuangan, penyusunan laporan pertanggungjawaban sederhana, serta praktik tata kelola keuangan yang mendukung keberlanjutan desa wisata. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang tinggi dan memperoleh peningkatan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip good governance. Oleh karena itu, diperlukan program pendampingan dan pelatihan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pengelola desa wisata agar implementasi tata kelola keuangan dapat berjalan secara optimal.
SEMINAR ANAK TIDAK SEKOLAH: Pentingnya Melanjutkan Pendidikan ke Jenjang SMA/K di Desa Karangsalam Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas Haris Kusumawardana; Wahyu Hariadi; Agoes Djatmiko
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.567

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk membantu menanggulangi permasalahan anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Banyumas melalui seminar anak tidak sekolah yang diselenggarakan di SMP N 2 Kemranjen. Menghadirkan siswa kelas 9 (sembilan) dan perangkat Desa Kemranjen dalam seminar memiliki tujuan untuk membangkitkan motivasi siswa untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta unsur pemerintah Desa Kemranjen untuk dapat memfasilitasi siswa yang tidak mampu secara keuangan untuk dapat tetap melanjutkan pendidikan. Materi pengabdian disampaikan kepada siswa tentang pentingnya melanjutkan Pendidikan ke jenjang SMA/K untuk dapat memperbesar peluang dalam dunia kerja kelak. Materi disampaikan kepada perangkat Desa untuk menjelaskan peran dari Pemerintah Desa Kemranjen untuk dapat mengakomodir para siswa yang tidak mampu untuk melanjutkan sekolah. Dari seminar ini diharapkan seluruh siswa kelas 9 (Sembilan) SMP N 2 Kemranjen dapat melanjutkan Pendidikan ke jenjang SMA/K. Pemerintah Desa Kemranjen diharapkan lebih peka dan memberikan perhatian dalam bentuk bantuan kepada para siswa yang tidak dapat melanjutkan pendidikan dikarenakan masalah finansial.
Penguatan PENGUATAN USAHA RUMAH TANGGA YANG EFISIEN DAN BERKELANJUTAN DI DESA KECILA KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS: PENGUATAN USAHA RUMAH TANGGA YANG EFISIEN DAN BERKELANJUTAN DI DESA KECILA KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS Tjahjani Cahyani
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.568

Abstract

Household businesses in Kecila Village, Kemranjen District, Banyumas Regency, play a vital role in boosting family income and driving local economic growth. However, many business owners still face various challenges, resulting in low productivity and limited competitiveness. Consequently, this community service initiative aims to enhance the capacity of business owners by strengthening operational and financial management, fostering sustainable business practices, and reinforcing sustainable marketing strategies to improve competitiveness. The implementation utilized a Participatory Community Empowerment approach, comprising stages such as needs assessment, outreach, training, mentoring, and monitoring and evaluation. Activities were conducted collaboratively through interactive lectures, discussions, practical bookkeeping exercises, operational management mentoring, and training on digital marketing via social media and online marketplaces. Evaluation was carried out through observation, interviews, and assessments of changes in participants' knowledge and skills following the program. The results indicate an improvement in participants' knowledge and skills regarding simple financial record-keeping, operational cost control, the application of production efficiency principles, and the use of digital media for marketing. Furthermore, participants demonstrated a better understanding of sustainable economic concepts—specifically regarding resource efficiency, waste reduction, and increasing product value-added. This program has positively contributed to enhancing managerial capacity, operational efficiency, and the competitiveness of household businesses, thereby supporting improved community welfare and fostering sustainable village economic development