cover
Contact Name
Damar Jati
Contact Email
damar.74t1@gmail.com
Phone
+6285647176931
Journal Mail Official
journal.wikuacitya@gmail.com
Editorial Address
https://wikuacitya.unwiku.ac.id/index.php/wikuacitya/EditorialTeam
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29644631     DOI : https://doi.org/10.56681/wikuacitya.v3i2.185
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya ekonomi dan bisnis, teknik, peternakan, administrasi publik, dan hukum. WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat terbit enam bulan sekali, yaitu Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
Optimalisasi Profil UMKM di Desa Sidamulya Siti Muntahanah; Tri Esti Masita; Sri Sundari
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.580

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen-dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Wijayakusuma Purwokerto berfokus pada optimalisasi profil Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sidamulya, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk melalui penguatan identitas usaha (rebranding) dan pendampingan sertifikasi halal sebagai upaya meningkatkan daya saing UMKM. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, serta pendampingan, sehingga pelaku UMKM mampu membangun identitas merek yang lebih profesional, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan memperluas akses pasar. Selain itu, program ini berkontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat dengan memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Melalui peningkatan kualitas produk, legalitas usaha, dan strategi pemasaran yang lebih efektif, kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu mendukung pengembangan ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sidamulya.
DYNAMIC-ADAPTIVE RURAL TOURISM MODULE: STUDI KASUS PENGEMBANGAN POTENSI DESA WISATA SIKAPAT, BANYUMAS Basuki; Dwidjati Lestariningsih; Iwan Rustendi
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.581

Abstract

Aktivitas desa wisata di Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan lingkungan yang semakin dinamis, meliputi perubahan preferensi wisatawan, meningkatnya persaingan antar destinasi, menurunnya daya beli masyarakat, serta tuntutan terhadap keberlanjutan lingkungan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan pengembangan desa wisata yang lebih adaptif, tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan ekonomi desa melalui integrasi dengan sektor pertanian, kuliner, wisata alam, dan wisata edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan Model Desa Wisata Adaptif Berbasis Modular (Adaptive Modular Rural Tourism Model) sebagai kerangka pengembangan desa wisata yang fleksibel dan berkelanjutan. Pengembangan model diawali dengan survei pendahuluan untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan desa, kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi praktik-praktik terbaik (best practices). Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi, diskusi dengan pemangku kepentingan, serta kajian literatur untuk merumuskan komponen-komponen model. Model yang dihasilkan terdiri atas dua komponen utama, yaitu modul basis (core module) yang merepresentasikan kompetensi inti desa dan relatif bersifat permanen, serta modul adaptif (adaptive module) yang dapat dikembangkan atau disesuaikan secara dinamis mengikuti perubahan pasar, teknologi, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Model ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun desa wisata yang lebih inovatif, tangguh, serta mampu menciptakan nilai tambah bagi sektor pertanian dan ekonomi lokal secara berkelanjutan
LEGASISASI PERKAWINAN BEDA AGAMA DI DESA KEPUDANG KECAMATAN BINANGUN KABUPATEN CILACAP Eti Mul Erowati; Elly Kristiani Purwendah; Elisabeth Pudyastiwi; Satriya Indra Permana; Dwindra Foiz Mulia
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.582

Abstract

Tujuan dilakukannya Pengabdian Pada Masyarakat ini adalah Untuk membantu pemerintah dalam mensosialisasikan hukum dan meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap hukum terutama tentang Perkawinan Beda Agama di Desa Kepudang Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap. Di dalam melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat yang mengangkat topik “ Perkawinan Beda Agama ini, tim Pengabdian Pada Masyarakat Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Wijayakusuma Purwokerto, menawarkan solusi yang berupa konsultasi dan pendampingan bagi masyarakat yang akan melakukan kegiatan-kegiatan terkait pengertian perkawinan, tujuan perkawinan, asas-asas perkawinan syarat-syarat perkawinan, pengertian perkawinan beda agama, legalitas perkawinan beda agama. Konsultasi dan pendampingan ini diusahakan dilakukan secara terencana dan berkelanjutan dengan melibatkan akademisi yang membidangi topik tersebut, perangkat desa , tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Desa Kepudang Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap. Pengabdian kepada Masyarakat ini, memperoleh tanggapan yang positif dari warga masyarakat. Sebelum Penyuluhan Hukum dilakukan dilakukan, lebih dahulu peserta penyuluhan diberikan pretest dan diakhir penyuluhan dilakukan posttest. Kesimpulan : Sebelum dilakukan penyuluhan hukum banyak dari Masyarakat yang belum tahu bagaimanakag legalitas perkawinan beda agama. Masyarakat Desa Kepudang Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap menghendaki adanya Penyuluhan Hukum lebih lanjut untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum bagi Masyarakat di Desa Kepudang Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap .
TANTANGAN DAN POTENSI UMKM DESA DI ERA MODERN SEBAGAI STRATEGI PERTUMBUHAN EKONOMI MASYARAKAT DESA BANGSA KABUPATEN BANYUMAS Nidya Ayu Wulandari Ramdan; Emiraldo Win Pazkara; Taufik Purboyo; Hera Fahdillah Violeta
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.583

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Namun, perkembangan UMKM di era modern masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan pemanfaatan teknologi digital, pemasaran, inovasi produk, branding, administrasi, dan legalitas usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan tantangan UMKM serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai strategi pengembangan usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Bangsa, Kabupaten Banyumas. Kegiatan dilaksanakan oleh tim Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wijayakusuma (UNWIKU), melalui pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi, seminar, diskusi, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku UMKM memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan media digital, inovasi produk, penguatan branding, pencatatan administrasi, serta peningkatan pemahaman mengenai legalitas usaha. Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi UMKM secara berkelanjutan. Dengan demikian, penguatan kapasitas dan pendampingan yang berkelanjutan menjadi strategi penting dalam menjadikan UMKM sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Bangsa.
PERLINDUNGAN HUKUM ANAK ZINA MENURUT HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF INDONESIA DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS Agoes Djatmiko; Elly Kristiani Purwendah; Eti Mul Erowati; Ati Setyowati; Suprapto Suprapto
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.584

Abstract

Tujuan dilakukannya Pengabdian Pada Masyarakat ini adalah Untuk membantu pemerintah dalam mensosialisasikan hukum dan meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap hukum terutama tentang Perlindungan Hukum Anak Zina Menurut Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Di dalam melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat yang mengangkat topik “ Perlindungan Hukum Anak Zina Menurut Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia ini, tim Pengabdian Pada Masyarakat Program Studi Magister Hukum Fakultas Hukum Universitas Wijayakusuma Purwokerto, menawarkan solusi yang berupa konsultasi dan pendampingan bagi masyarakat yang akan melakukan kegiatan-kegiatan terkait pengertian perkawinan, tujuan perkawinan, asas-asas perkawinan syarat-syarat perkawinan, pengertian anak luar kawin, perlindungan hukum menurut hukum Islam dan hukum positif Indonesia. Konsultasi dan pendampingan ini diusahakan dilakukan secara terencana dan berkelanjutan dengan melibatkan akademisi yang membidangi topik tersebut, perangkat desa , tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Pengabdian kepada Masyarakat ini, memperoleh tanggapan yang positif dari warga masyarakat. Sebelum Penyuluhan Hukum dilakukan dilakukan, lebih dahulu peserta penyuluhan diberikan pretest dan diakhir penyuluhan dilakukan posttest. Kesimpulan : Sebelum dilakukan penyuluhan hukum banyak dari Masyarakat yang belum tahu bagaimana perlindungan hukum menurut hukum Islam dan perkembangannya setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi No.46/PUU-VII/2010. Masyarakat Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas menghendaki adanya Penyuluhan Hukum lebih lanjut untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum bagi Masyarakat di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas .
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAI UPAYA REAKTIVASI BANK SAMPAH DI DESA KEBAGORAN Rele Oktofani Zein; Nabila Seciora Ciptaning Gusti; Fidyah Loka; Dewi Fatihah; Azq Dea Azzahra
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.585

Abstract

Rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah menyebabkan Bank Sampah di Desa Kebagoran belum berfungsi secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sebagai upaya reaktivasi Bank Sampah. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, penyuluhan, diskusi interaktif, dan pemasangan plang edukasi mengenai usia penguraian sampah. Kegiatan melibatkan pemerintah desa, pengurus Bank Sampah, kader, ketua RT, dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta manfaat ekonomi Bank Sampah. Selain itu, plang edukasi menjadi media informasi yang mendukung perubahan perilaku masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendukung reaktivasi Bank Sampah sehingga diperlukan edukasi berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak agar pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan secara optimal.
PEMANFAATAN METODE PEMBAYARAN BERBASIS NON TUNAI PADA UMKM DI DESA PASINGGANGAN KECAMATAN BANYUMAS Sodik Dwi Purnomo; Heris Kenacana Trisna Jaya; Alfit Budi Prasetyo; Fatimah Fatimah
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.586

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting, namun sebagian pelaku UMKM masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital, baik untuk pemasaran maupun transaksi. Kondisi tersebut juga ditemukan pada UMKM di Desa Pasinggangan, Kecamatan Banyumas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengembangan usaha. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif. Subjek kegiatan melibatkan 30 pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pemahaman peserta yang sangat signifikan sebesar 50,4%. Kenaikan tertinggi dicapai pada indikator kemampuan operasional mandiri (58,5%) dan penguasaan mekanisme kerja QRIS (54,5%). Kegiatan ini ini berhasil mendorong transformasi digital UMKM pedesaan menuju ekosistem keuangan yang inklusif dan efisien.
PENGUATAN TATA KELOLA DAN AKUNTABILITAS KEUANGAN BAGI PENGELOLA PARIWISATA MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN AKUNTANSI PRAKTIS Krisnhoe Sukma Danuta; Ginanjar Adi Nugraha
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.588

Abstract

Banyaknya masyarakat yang belum memahami dasar-dasar akuntansi untuk menyusun laporan keuangan sebagai bagian tata kelola yang baik menginisiasi Tim Pengabdian Fakultas Ekonomika dan Bisnis Program Studi Akuntansi Universitas Wijayakusuma Purwokerto untuk melakukan pelatihan akuntansi praktis terhadap pengelola wisatadi Kabupaten Banjarnegara. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui pelatihan dan diskusi terkait dasar-dasar akuntansi untuk menyusun laporan keuangan. Hasil pengabdian menunjukan bahwa bahwa banyak pengelola yang belum memahami dasar-dasar akuntansi untuk menyusun laporan keuangan. Pengelola wisata juga belum memahami manfaat-manfaat yang dapat diperoleh apabila mereka dapat menyusun laporan keuangan yang baik. Pelatihan yang dilakukan oleh tim pengabdian berhasil meningkatkan pemahaman pengelola wisata di Kabupaten Banjarnegara untuk mengaplikasikan dasar-dasar akuntansi guna menyusun laporan keuangan sebagai bagian tata kelola yang baik untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN LITERASI DIGITAL BAGI PELAKU UMKM DESA PASINGGANGAN: STRATEGI BRANDING DAN PERLUASAN PASAR DI ERA EKONOMI DIGITAL Damar Jati; Zumaeroh Zumaeroh
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.589

Abstract

Era ekonomi digital menuntut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi melalui literasi digital guna meningkatkan daya saing dan memperluas pangsa pasar. Namun, banyak pelaku usaha lokal di Desa Pasinggangan, Kecamatan Banyumas, masih menghadapi kendala dalam teknik branding digital dan adopsi pemasaran berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan pelatihan literasi digital guna mengatasi hambatan tersebut. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang terstruktur dalam tiga tahapan utama, yaitu edukasi konsep pemasaran digital dan inbound marketing, pendampingan teknis pembuatan identitas usaha digital serta optimasi media sosial, marketplace, dan platform keuangan digital, serta evaluasi berkelanjutan. Kegiatan yang bertempat di Balai Desa Pasinggangan ini diikuti oleh 30 pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan pencapaian yang terukur secara kuantitatif dan kualitatif; seluruh peserta (100%) berhasil membangun identitas usaha digital, terjadi pergeseran dari pemasaran konvensional ke digital, 86,7% peserta mampu membuat konten video pendek secara mandiri, serta 83,3% peserta telah mengadopsi sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS dan dompet digital.
DAUN KELENGKENG BERDAYA, UMKM BERJAYA: PENGEMBANGAN TEH DAUN KELENGKENG MELALUI BRANDING, DIGITAL MARKETING, PACKAGING, DAN PERLINDUNGAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Fatika
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.590

Abstract

Potensi tanaman kelengkeng di Desa Kebagoran belum sepenuhnya dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan daya saing dan pendapatan masyarakat. Daun kelengkeng yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal memiliki peluang untuk diolah menjadi produk teh sebagai inovasi UMKM berbasis potensi lokal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengembangkan produk teh daun kelengkeng sekaligus membangun identitas dan daya saing produk melalui branding, packaging, digital marketing, serta perlindungan Kekayaan Intelektual (HKI). Metode pengabdian dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Materi kegiatan meliputi praktik pembuatan teh daun kelengkeng, pembuatan nama dan logo produk, pengembangan desain kemasan, strategi pemasaran melalui media sosial, serta edukasi dan pendampingan mengenai pentingnya pendaftaran HKI merek dan logo. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah daun kelengkeng menjadi produk teh, mengembangkan identitas merek, membuat kemasan yang lebih menarik, memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran, serta memahami pentingnya perlindungan merek dan logo. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pendampingan produksi, pemasaran, pengembangan varian produk, dan proses pendaftaran HKI secara berkelanjutan agar teh daun kelengkeng dapat berkembang sebagai produk unggulan UMKM Desa Kebagoran.