cover
Contact Name
Damar Jati
Contact Email
damar.74t1@gmail.com
Phone
+6285647176931
Journal Mail Official
journal.wikuacitya@gmail.com
Editorial Address
https://wikuacitya.unwiku.ac.id/index.php/wikuacitya/EditorialTeam
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29644631     DOI : https://doi.org/10.56681/wikuacitya.v3i2.185
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya ekonomi dan bisnis, teknik, peternakan, administrasi publik, dan hukum. WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat terbit enam bulan sekali, yaitu Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
Rumah RUMAH TUMBUH SEBAGAI SOLUSI BAGI MBR : DESA KEDUNGPRING KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS Dwi Jati Lestariningsih Ning; Wahyu Dwi Yudono; Ary Sismiani
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.569

Abstract

Residential homes are dynamic in nature, capable of changing or expanding over time. Some of the factors influencing the expansion of homes in Kedungpring Village, Kemranjen Sub-district, Banyumas Regency, include: an increase in family size and an increase in activities (such as running a small shop, sewing, or other businesses) that require additional space. The problem faced by low-income communities (MBR) is the expansion of homes without proper planning. This can pose risks to the building’s structure, spatial layout or lead to inefficient costs. Designing a ‘growing home’ from the outset can be a solution to these problems. The methods used in this activity include outreach sessions and interactive discussions. The awareness-raising sessions aim to enhance the community’s understanding of the ‘growing home’ concept as a solution for phased house construction in line with a family’s economic capacity. The outcomes of this initiative include: the community understanding the stages of ‘growing home’ construction; and, by understanding the basic structure of the home, being able to develop safer homes. With regard to the utilisation of natural resources and health, it is hoped that community awareness will grow regarding the importance of natural lighting and ventilation in residential homes.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK DARI KECANDUAN GAME ONLINE DI KABUPATEN BANYUMAS Ikama Setia Triana; Aniek Periani; Arif Awaludin
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.570

Abstract

Perkembangan teknologi informasi membawa dampak terhadap kehidupan masyarakat termasuk anak, Dimana game online menjadi yang paling populer dikalangan anak-anak. Gameonline yang berlebihan dapat menimbulkan kecanduan pada anak-anak sehingga mengganggu perkembangan sosial, emosional, dan akademisnya. Dalam perspektif hukum, perlindungan terhadap anak dari kecanduan game online merupakan bagian dari upaya pemenuhan hak anak seperti yang diatur dalam Konvensi Hak-Hak Anak. Hal ini menjadi penting karena meningkatnya kasus kecanduan game online yang dilaporkan. Perlindungan menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan anak, sehingga diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat agar memahami dampak hukum dan sosial dari kecanduan game online pada anak. Orang tua, sekolah, perangkat desa, dan pengelola rental game berperan dalam perlindungan anak melalui kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dan keterampilan untuk mencegah serta menangani kecanduan game online pada anak, sehingga hak anak untuk tumbuh kembang secara optimal dapat terlindungi yang dilakukan melalui sinergi regulasi, pengawasan komunitas berbasis desa, dan optimalisasi lembaga perlindungan anak. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat Cilongok Kabupaten Banyumas mampu menjadi garda terdepan dalam melindungi anak dari dampak negatif game online, sehingga tercipta generasi yang sehat secara fisik, mental, dan hukum. Kedepan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.
PERLINDUNGAN KONSUMEN PELAKSANAAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS TERHADAP HAK ATAS KEAMANAN PANGAN DAN MEKANISME DI DESA JOMPO KULON Wiwin Muchtar Wiyono; Doni Adi Supriyp; Teguh Anindito
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.572

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak usia sekolah. Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemenuhan aspek gizi, tetapi juga pada jaminan perlindungan konsumen terhadap keamanan pangan serta tersedianya mekanisme pengaduan yang efektif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Jompo Kulon mengenai hak konsumen atas keamanan pangan dan mekanisme pengaduan dalam pelaksanaan Program MBG. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan hukum, ceramah interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab yang melibatkan masyarakat, perangkat desa, serta pemangku kepentingan terkait. Materi yang disampaikan mencakup hak dan kewajiban konsumen, standar keamanan pangan, tanggung jawab penyelenggara Program MBG, serta prosedur penyampaian pengaduan apabila terjadi dugaan pelanggaran hak konsumen. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran hukum peserta mengenai pentingnya pangan yang aman, bermutu, bergizi, dan layak dikonsumsi, serta pemahaman mengenai langkah-langkah yang dapat ditempuh apabila ditemukan pelanggaran terhadap hak atas keamanan pangan. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, sekolah, dan penyelenggara program dalam mewujudkan pelaksanaan MBG yang akuntabel dan berorientasi pada perlindungan konsumen. Dengan demikian, penyuluhan hukum ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan literasi hukum masyarakat serta mendukung pelaksanaan Program MBG yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
SOSIALISASI UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2017 DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN HAK, KEWAJIBAN DAN PELINDUNGAN HUKUM BAGI CALON PEKERJA MIGRAN INDONESIA Ati Setyowati; Bangkit Wahyu Indra Gunawan; Wiwin Muchtar Wiyono
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.573

Abstract

Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan salah satu kelompok pekerja yang memiliki kontribusi penting terhadap pembangunan nasional melalui peningkatan kesejahteraan keluarga dan devisa negara. Namun, dalam proses penempatan masih ditemukan berbagai permasalahan, seperti rendahnya pemahaman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) mengenai hak, kewajiban, serta bentuk pelindungan hukum yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya pelanggaran hak, penempatan nonprosedural, maupun permasalahan hukum selama bekerja di luar negeri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum CPMI mengenai hak, kewajiban, dan bentuk pelindungan berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Kegiatan dilaksanakan di PT Graha Mitra Balindo Banyumas dengan metode sosialisasi hukum melalui ceramah, presentasi, diskusi, dan tanya jawab interaktif. Materi yang disampaikan meliputi hak dan kewajiban CPMI, bentuk pelindungan sebelum bekerja, selama bekerja, dan setelah bekerja, serta peran Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dalam proses pelindungan pekerja migran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memberikan respons yang positif dan berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai hak-hak pekerja migran, mekanisme pelindungan hukum, serta prosedur penempatan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kegiatan sosialisasi ini mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya mengikuti prosedur penempatan secara legal serta memahami hak dan kewajiban sebagai Calon Pekerja Migran Indonesia. Oleh karena itu, sosialisasi hukum perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran hukum dan mewujudkan pelindungan yang optimal bagi Pekerja Migran Indonesia.
PERAN PERUSAHAAN PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (P3MI) DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONTRAK KERJA SEBAGAI BENTUK PELINDUNGAN HUKUM BAGI CALON PEKERJA MIGRAN INDONESIA Carmo; Nana Semba Dwi Purwana; Suprapto; Elly Kristiani Purwendah
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.574

Abstract

Pelindungan hukum terhadap Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) merupakan tanggung jawab negara yang harus diwujudkan sejak sebelum bekerja, selama bekerja, hingga setelah bekerja sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Salah satu bentuk pelindungan preventif adalah memastikan CPMI memahami isi kontrak kerja sebelum menandatanganinya. Namun, dalam praktiknya masih banyak CPMI yang belum memahami hak, kewajiban, serta konsekuensi hukum dari kontrak kerja sehingga berpotensi mengalami pelanggaran hak di negara penempatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum CPMI mengenai pentingnya kontrak kerja sebagai instrumen pelindungan hukum. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan hukum di PT Graha Mitra Balindo Banyumas dengan metode ceramah, presentasi, diskusi, dan tanya jawab interaktif. Materi yang disampaikan meliputi fungsi kontrak kerja sebagai dasar hubungan hukum, hal-hal yang harus dipahami sebelum penandatanganan kontrak, langkah yang dapat ditempuh apabila terjadi pelanggaran kontrak, serta peran Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dalam meningkatkan kesadaran hukum CPMI melalui sosialisasi dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memberikan respons yang positif, ditunjukkan dengan tingginya antusiasme dalam diskusi dan meningkatnya pemahaman mengenai hak dan kewajiban dalam kontrak kerja. Penyuluhan hukum ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran hukum CPMI sehingga mereka lebih siap menghadapi hubungan kerja di negara penempatan, memahami mekanisme perlindungan hukum yang tersedia, serta mampu meminimalkan risiko terjadinya pelanggaran hak selama bekerja di luar negeri.
PENYULUHAN HUKUM TENTANG PERJANJIAN PENEMPATAN SEBAGAI INSTRUMEN PELINDUNGAN HUKUM BAGI CALON PEKERJA MIGRAN INDONESIA Suyatno; Edi Sanjaya; Eti Mul Erowati
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.575

Abstract

Perjanjian penempatan kerja merupakan instrumen pelindungan hukum yang berperan penting dalam memberikan kepastian hukum bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) selama proses penempatan. Namun, masih banyak CPMI yang belum memahami isi perjanjian penempatan, sehingga berpotensi menimbulkan pelanggaran hak dan sengketa hukum pada tahap sebelum maupun selama bekerja di luar negeri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum CPMI mengenai pentingnya memahami perjanjian penempatan kerja sebagai instrumen pelindungan hukum. Kegiatan dilaksanakan di PT Graha Mitra Balindo Banyumas dengan menggunakan metode penyuluhan hukum melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab interaktif. Materi penyuluhan meliputi hak dan kewajiban Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), fungsi perjanjian penempatan sebagai dasar hubungan hukum para pihak, serta pentingnya memahami isi perjanjian sebelum penandatanganan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memberikan respons yang positif dan berpartisipasi aktif selama penyuluhan. Selain itu, kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai hak dan kewajiban dalam perjanjian penempatan, pentingnya membaca serta memahami setiap klausul perjanjian, dan konsekuensi hukum yang timbul dari perjanjian tersebut. Dengan meningkatnya pemahaman hukum, diharapkan CPMI mampu melindungi hak-haknya, memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta meminimalkan risiko terjadinya permasalahan hukum dalam proses penempatan maupun selama bekerja di luar negeri.
Peningkatan Pemahaman Masyarakat Terhadap Peraturan Hukum Pidana Terkait Tindak Pidana Siber di Kabupaten Cilacap Ikama Setia Triana; Arif Awaludin; Aniek Periani
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.576

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat membawa dampak positif bagi konektivitas masyarakat, namun sekaligus meningkatkan kerentanan terhadap tindak pidana siber, seperti penipuan daring, phishing, peretasan akun, hingga pencemaran nama baik melalui media sosial. Di Kabupaten Cilacap, rendahnya literasi digital dan pemahaman hukum masyarakat terhadap regulasi pidana siber menyebabkan warga rentan menjadi korban sekaligus tidak memahami langkah hukum yang dapat ditempuh. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Kabupaten Cilacap terhadap peraturan hukum pidana terkait tindak pidana siber, khususnya ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024, serta ketentuan relevan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan penyuluhan hukum partisipatif melalui ceramah, diskusi, dan studi kasus kontekstual kepada masyarakat sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap bentuk-bentuk tindak pidana siber, dasar hukum yang mengaturnya, langkah preventif, serta prosedur pelaporan kepada pihak berwajib. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan kesadaran hukum masyarakat dan pencegahan tindak pidana siber di wilayah Kabupaten Cilacap.
Pendampingan Kegiatan Green Environment Leadership Generasi - 3 Tahun 2026 di Kabupaten Purbalingga Dwi Sri Wiyanti; Taufik Dwi Laksono
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.577

Abstract

Menghadapi permasalahan yang terjadi pada lingkungan hidup diperlukan kerjasama dan sinergi dari semua pihak sehingga dapat mengurangi terjadinya permasalahan lingkungan hidup. Komunitas lingkungan hidup di Purbalingga bekerjasama dengan berbagai pihak berinisiatif untuk mengadakan kegiatan dengan tema green environment leadership Generasi-3 tahun 2026. Kegiatan dilaksanankan untuk memperoleh talenta – talenta muda yang kreatif dan inovatif melalui pikiran dan ide yang dikembangkan dengan harapan muncul solusi-solusi dalam menghadapi permasalahan lingkungan hidup yang terjadi di Purbalingga. Kegiatan yang dikemas dalam kompetisi yang inovatif dan kreatif dilaksanakan di Sanggaluri Park Purbalingga ini melibatkan perguruan tinggi dalam hal ini Politeknik Madyathika dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupatan Purbalingga untuk turut serta berkiprah dan berkontribusi dalam kegiatan yang dilakukan ini. Dari kegiatan yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan kegiatan kompetisi meliputi persiapan, presentasi dan evaluasi dari tujuh peserta ditentukan pemenangnya. Hasil dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan inspirasi bagi semua pihak bahwa permasalahan lingkungan hidup dapat dikurangi atau diatasi dengan adanya ide-ide yang muncul di suatu daerah untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup yang terjadi dan perlu adanya.
PENDAMPINGAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN RUMAH LAYAK HUNI DI KRANJI PURWOKERTO TIMUR BANYUMAS Ferdinandes Eddy Poerwodihardjo
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.578

Abstract

Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai tempat tinggal, beristirahat, dan beraktivitas. Namun, masih banyak masyarakat prasejahtera yang menempati rumah dengan kondisi tidak layak huni akibat keterbatasan ekonomi. Kondisi tersebut dialami keluarga Bapak Warto Kristin di Lingkungan 10 Santo Yosep, Kranji Muntang, yang menempati rumah dengan atap bocor, dinding kayu lapuk, dan struktur bangunan yang sudah tidak memberikan perlindungan yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merencanakan dan melaksanakan pembangunan rumah layak huni dengan memanfaatkan dana secara efisien melalui kerja sama berbagai pihak. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tahap akhir. Tahap persiapan dilakukan melalui survei, pengukuran, serta penyusunan gambar perencanaan dan dokumen teknis. Tahap pelaksanaan meliputi pembongkaran bagian bangunan yang rusak, pembangunan dinding, pemasangan kolom dan ring balok, konstruksi atap, pekerjaan finishing, serta instalasi utilitas. Tahap akhir mencakup pemeriksaan hasil pekerjaan, penyusunan laporan, dan serah terima rumah kepada penerima manfaat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembangunan rumah sederhana berhasil diselesaikan sesuai rencana dan target waktu dengan dukungan gotong royong masyarakat, Gereja, donatur, tenaga profesional, dan Tim Pengabdian. Kolaborasi tersebut mampu menekan biaya pembangunan tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan. Selain menghasilkan rumah yang layak, aman, dan nyaman untuk dihuni, kegiatan ini juga meningkatkan kepedulian sosial, semangat kebersamaan, dan kerja sama antarwarga dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
MEMBANGUN KARAKTER ENTREPRENEURSHIP ANAK MELALUI PERAN IBU DALAM KELUARGA Herwiek Diyah Lestari; P Edi Sumantri; Ratna Pujiastuti
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.579

Abstract

Karakter entrepreneurship merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu ditanamkan sejak dini untuk membentuk generasi yang mandiri, kreatif, inovatif, dan mampu menghadapi tantangan masa depan. Keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama memiliki peran strategis dalam proses pembentukan karakter tersebut, khususnya melalui peran ibu sebagai pendidik utama dalam keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan ibu dalam menanamkan nilai-nilai entrepreneurship kepada anak di lingkungan keluarga. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Bantarsoka, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas dengan melibatkan 33 peserta yang terdiri atas Ketua, pengurus, dan ibu-ibu kader PKK Kelurahan Bantarsoka, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, sosialisasi dan penyampaian materi, pendampingan, serta evaluasi dan keberlangsungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya peran keluarga dalam pendidikan kewirausahaan, serta strategi praktis untuk membangun karakter kewirausahaan anak. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran mengenai pentingnya keteladanan, pembiasaan kemandirian, pengembangan kreativitas, dalam membentuk karakter entrepreneurship anak. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kapasitas ibu sebagai agen utama pendidikan karakter dan kewirausahaan dalam keluarga. Oleh karena itu, penguatan peran keluarga, khususnya ibu, perlu terus didorong sebagai upaya menciptakan generasi yang memiliki jiwa kewirausahaan sejak usia dini.