cover
Contact Name
Karini Lana
Contact Email
thinilana1993@gmail.com
Phone
+6282192348774
Journal Mail Official
juranlkuantu@gmail.com
Editorial Address
Jalan. Kampus STKIP Kie Raha. Jambula Sasa. Kota Ternate. Provinsi Maluku Utara Gedung D lantai 2. Institut Sains dan Kependidikan Kie Raha Maluku Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
KUANTUM
ISSN : -     EISSN : 27741966     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal KUANTUM adalah terbitan berkala ilmiah (e-ISSN: 2774-1966) yang menyajikan informasi-informasi terkini di bidang Pendidikan Fisika dan Sains Fisika, melalui artikel-artikel baik yang berbasis penelitian lapangan maupun kajian literatur. Melalui terbitan-terbitan ini, KUANTUM menempuh misi untuk mendistribusikan informasi serta mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya di bidang Pendidikan Fisika dan Sains Fisika. Dengan menggunakan Open Journal System (OJS), KUANTUM dapat diakses secara luas dan para peneliti dapat men-submit hasil-hasil penelitian yang dikemas dalam bentuk artikel dengan mengikuti panduan-panduan yang telah disediakan oleh KUANTUM.
Articles 113 Documents
Penerapan Model Discovery Learning untuk Menguatkan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar Ode Zulaeha; Siti Nur Saleh; Yuli Asbir
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 7 No 1 (2026): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisis Juni 2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v7i1.1254

Abstract

Literasi sains merupakan kemampuan penting yang perlu dikembangkan sejak sekolah dasar karena berkaitan dengan cara siswa memahami fenomena, menggunakan bukti, dan mengambil keputusan sederhana berdasarkan pengetahuan ilmiah. Hasil prariset pembelajaran IPA di kelas V SDN 65 Kota Ternate menunjukkan bahwa pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru dan belum sepenuhnya memberi ruang kepada siswa untuk mengamati, menanya, mengolah informasi, dan menyimpulkan konsep secara mandiri. Kondisi tersebut menuntut penerapan model pembelajaran yang lebih eksploratif dan terarah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Discovery Learning berbasis bimbingan guru serta menganalisis perkembangan literasi sains siswa selama proses pembelajaran IPA. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain one-group time-series. Subjek penelitian adalah 21 siswa kelas V SDN 65 Kota Ternate yang mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran dan memiliki data evaluasi lengkap. Instrumen penelitian meliputi tes formatif literasi sains, lembar observasi aktivitas belajar, dan dokumentasi hasil kerja siswa. Data dianalisis melalui statistik deskriptif berupa rata-rata, simpangan baku, kecenderungan perubahan skor, dan persentase ketuntasan berdasarkan KKM 65. Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan perkembangan positif. Rata-rata skor siswa meningkat dari UH1 sebesar 79,57 dengan simpangan baku 5,00 menjadi 80,05 dengan simpangan baku 4,72 pada UH2, dan meningkat lagi menjadi 81,90 dengan simpangan baku 3,47 pada UH3. Nilai akhir rata-rata dari tiga tahap pengukuran adalah 80,51 dengan simpangan baku 2,30. Seluruh siswa mencapai ketuntasan minimum pada nilai akhir. Penurunan simpangan baku menunjukkan bahwa variasi capaian antarsiswa semakin kecil setelah pembelajaran berlangsung. Temuan ini mengindikasikan bahwa Discovery Learning yang dilaksanakan secara terbimbing dapat menjadi alternatif pembelajaran IPA untuk memperkuat literasi sains siswa sekolah dasar. Namun, karena penelitian ini menggunakan satu kelompok tanpa kelompok kontrol, hasil penelitian perlu dibaca sebagai bukti perkembangan kelas, bukan sebagai bukti kausal yang kuat. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain eksperimen dengan kelompok kontrol, pretest-posttest, N-Gain, dan ukuran efek agar efektivitas model dapat diuji secara lebih kuat.
Pengembangan E-Modul Fisika Interaktif Berbasis Kontekstual Pada Materi Suhu Dan Kalor Siswa SMP Gloria Azhari; Tugiyo Aminoto; Suharli AJ
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 7 No 1 (2026): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisis Juni 2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v7i1.1315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah e-modul interaktif berbasis kontekstual yang memfokuskan pada materi suhu dan kalor di tingkat SMP. Mata pelajaran fisika, terutama pada topik suhu dan kalor, sering kali dianggap sulit oleh siswa karena banyaknya konsep abstrak yang perlu dipahami. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pembelajaran yang dapat menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman nyata sehari-hari siswa. Pengembangan e-modul ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran yang lebih menarik dan mudah dipahami melalui penggunaan elemen multimedia, seperti teks, gambar, dan video yang dapat diakses secara digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Pada tahap Define, dilakukan analisis terhadap kebutuhan pembelajaran dan karakteristik siswa. Tahap Design berfokus pada perancangan awal e-modul, sementara tahap Develop mencakup pengembangan dan validasi produk oleh ahli materi dan media. Tahap Disseminate melibatkan penyebaran terbatas di SMP Negeri 44 Tanjung Jabung Barat untuk menguji respon siswa terhadap e-modul yang dikembangkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan memperoleh persentase 77% dari kelompok kecil dan 84% dari kelompok besar, yang dikategorikan sebagai layak dan sangat layak, masing-masing pada aspek bahasa dan tampilan, kelayakan penyajian, kualitas isi dan tujuan, instruksional, dan teknis. Siswa dan para ahli memberikan tanggapan positif, dan e-modul ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep suhu dan kalor serta menghubungkan konsep-konsep fisika dengan situasi kehidupan sehari-hari. Siswa memberikan tanggapan positif dengan 79% menyatakan bahwa e-modul membantu mereka memahami materi, sementara 82% guru memberikan penilaian positif terhadap kelayakan penggunaan e-modul dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan e-modul interaktif berbasis kontekstual dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dan relevan, yang membantu siswa dalam memahami materi pelajaran fisika dengan cara yang lebih menyenangkan dan aplikatif.
Identifikasi Miskonsepsi dan Penyebabnya Menggunakan Five-Tier Diagnostic Test Materi Momentum Impuls pada Siswa SMA Najmi Hiyan Fathinah; Safina Amanda Putri; Nandita Sasya Kamila Mupid; Heni Rusnayati
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 7 No 1 (2026): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisis Juni 2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v7i1.1333

Abstract

Pemahaman konsep yang keliru, atau disebut miskonsepsi, dapat menghambat proses belajar peserta didik. Dalam fisika, umumnya miskonsepsi terjadi pada materi mekanika, termasuk materi momentum dan impuls. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi dan penyebabnya pada materi tersebut. Instrumen yang digunakan adalah five-tier diagnostic test yang terdiri dari 14 butir soal pilihan ganda lima tingkat. Instrumen yang digunakan telah divalidasi oleh ahli dan menunjukkan reliabilitas yang baik, daya pembeda dan tingkat kesukaran yang cukup. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif. Partisipan penelitian terdiri dari 90 siswa kelas XII (16-18 tahun) di salah satu SMA Negeri di Kota Cimahi. Penentuan sampel dilakukan secara convenience sampling dari tiga kelas penjurusan yang berbeda berdasarkan Kurikulum Merdeka. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 8% siswa mengalami miskonsepsi, 29% siswa mengalami pemahaman parsial, 60% siswa mengalami pemahaman utuh, dan 4% siswa mengalami tidak memahami. Miskonsepsi paling banyak ditemukan pada kelas C (penjurusan teknik geofisika) yaitu sebesar 15% dari keseluruhan terjadinya miskonsepsi, dengan penyebab utama berasal dari konsep pemikiran pribadi (49%). Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa telah memahami konsep dasar momentum dan impuls, namun sebagian masih ditemukan miskonsepsi yang signifikan, terutama pada kelas tertentu. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar siswa telah memiliki pemahaman sebagian besar siswa telah memiliki pemahaman konsep yang baik, miskonsepsi masih muncul pada subkonsep tertentu, terutama penerapan impuls dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar awal bagi guru fisika untuk merancang pembelajaran remedial berbasis diagnosis konseptual pada kelas peminatan yang berbeda.
Pengaruh Model Flipped Classroom Berbantuan Google Sites Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Materi Dinamika Hukum Newton Wulan Sri Mulyani; Aripin Aripin; Rahmat Rizal
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 7 No 1 (2026): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisis Juni 2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v7i1.1376

Abstract

Rendahnya hasil belajar kognitif siswa pada materi dinamika Hukum Newton menunjukkan bahwa pembelajaran fisika belum sepenuhnya mampu memfasilitasi pemahaman konsep secara optimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan model Flipped Classroom berbantuan Google Sites sebagai alternatif pembelajaran dalam mengoptimalkan proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Flipped Classroom berbantuan Google Sites terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi dinamika Hukum Newton. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain posttest only control group. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Garut yang berjumlah 576 siswa. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas X-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-2 sebagai kelas kontrol dengan masing-masing berjumlah 48 siswa. Instrumen penelitian berupa tes uraian hasil belajar kognitif yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data penelitian dianalisis menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai = 9,151 > = 1,985 sehingga ditolak dan Hₐ diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Flipped Classroom berbantuan Google Sites berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi dinamika Hukum Newton. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi model Flipped Classroom dengan Google Sites dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran fisika yang efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan mengoptimalkan aktivitas pembelajaran di kelas.
Performa Skema Orde Dua dan Orde Empat Finite Difference Method dalam Simulasi Vortex Shedding Chindy Eka Putri; Romie Oktovianus Bura; Pranowo Pranowo; Lalu Aan Sasaka Akbar
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 7 No 1 (2026): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisis Juni 2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v7i1.1401

Abstract

Pemodelan fenomena vortex shedding memerlukan skema diskritisasi yang mampu menangkap dinamika aliran secara akurat sekaligus efisien secara komputasi. Finite Difference Method (FDM) dengan skema orde dua dan orde empat merupakan dua pendekatan yang umum digunakan. Namun, perbandingan performa komprehensif keduanya masih terbatas dalam literatur. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa skema FDM orde dua dan orde empat dalam simulasi vortex shedding berdasarkan akurasi terhadap parameter fisis (bilangan Strouhal , koefisien drag , koefisien lift ) serta computational cost yang meliputi kebutuhan resolusi grid dan waktu komputasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur komparatif dengan menganalisis data dari penelitian terdahulu yang relevan yang mencakup perbandingan galat relatif vortisitas, nilai , , , serta informasi computational cost. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ukuran grid yang sama, skema orde empat menghasilkan galat relatif yang lebih kecil dibandingkan skema orde dua. Pada , skema orde empat menghasilkan dan , sangat dekat dengan data eksperimen. Selain aspek akurasi, ditinjau pula computational cost pada masing-masing skema dan ditemukan bahwa skema orde empat membutuhkan waktu komputasi 5–20% lebih lama per iterasi. Implikasi penelitian ini adalah pemilihan skema numerik perlu mempertimbangkan kompromi antara akurasi dan computational cost, dengan skema orde empat direkomendasikan untuk simulasi yang memerlukan presisi tinggi pada . Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas rentang bilangan Reynolds hingga regime turbulen dan mengembangkan skema adaptif berbasis gradien lokal.
Penerapan Model Pembelajaran Contekstual Teaching and Learning (CTL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Materi Gelombang Di Kelas VII SMP Negeri 17 Halmahera Selatan Ernawati Muhtar; Haryati Mahyudin
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 7 No 1 (2026): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisis Juni 2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v7i1.1410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi gelombang di kelas VII SMP Negeri 17 Halmahera Selatan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 29 peserta didik kelas VII SMP Negeri 17 Halmahera Selatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas belajar, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) mampu meningkatkan hasil belajar IPA peserta didik pada materi gelombang. Nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 67,24 pada siklus I menjadi 80,17 pada siklus II. Ketuntasan belajar klasikal juga mengalami peningkatan dari 65,52% pada siklus I menjadi 82,76% pada siklus II. Selain itu, aktivitas belajar peserta didik meningkat dari 59,6% pada siklus I menjadi 83,6% pada siklus II yang berada pada kategori baik. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran yang mengaitkan konsep dengan konteks kehidupan nyata dapat membantu peserta didik memahami materi secara lebih bermakna dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar IPA peserta didik pada materi gelombang di kelas VII SMP Negeri 17 Halmahera Selatan.
Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Listrik Statis Dan Dinamis Endang Fitria; Erawati Muhtar
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 7 No 1 (2026): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisis Juni 2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v7i1.1413

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang diperlukan dalam pembelajaran fisika karena membantu peserta didik memahami konsep, menganalisis hubungan antar variabel, serta menyelesaikan masalah berdasarkan prinsip ilmiah. Namun, pembelajaran fisika pada materi listrik statis dan listrik dinamis masih sering berorientasi pada penyampaian konsep dan penyelesaian matematis sehingga peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami hubungan konseptual secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh model Discovery Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi listrik statis dan listrik dinamis di MAN 2 Kota Tidore Kepulauan. Penelitian menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan desain One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas XII IPA. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan berpikir kritis sebelum dan sesudah perlakuan, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan dari nilai pretest sebesar 47,83 menjadi 81,27 pada posttest. Hasil analisis N-Gain menunjukkan nilai sebesar 0,64 dengan kategori sedang. Peningkatan juga terlihat pada indikator kemampuan berpikir kritis, meliputi interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model Discovery Learning memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi listrik statis dan listrik dinamis. Oleh karena itu, model Discovery Learning dapat dijadikan alternatif pembelajaran fisika untuk meningkatkan kualitas pemahaman konseptual peserta didik.
Karakterisasi Microbubble pada Plasma Activated Water melalui Metode Segmentasi Citra Berbasis Matlab Mei Wulandari; Sri Wahyu Suciyati; Ahmad Faruq Abdurrahman; Humairoh Ratu Ayu
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 7 No 1 (2026): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisis Juni 2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v7i1.1423

Abstract

Microbubble merupakan gelembung gas berukuran mikrometer yang memiliki luas permukaan spesifik tinggi dan berperan penting dalam meningkatkan efisiensi transfer massa gas ke dalam cairan. Karakterisasi microbubble menjadi aspek penting untuk mengetahui jumlah, ukuran, dan distribusi gelembung yang dihasilkan suatu sistem. Namun, pengukuran secara manual membutuhkan waktu yang relatif lama dan rentan terhadap subjektivitas pengamat. Oleh karena itu, diperlukan metode analisis yang mampu melakukan karakterisasi microbubble secara otomatis, cepat, dan objektif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem analisis diameter microbubble berbasis segmentasi citra digital menggunakan MATLAB untuk memperoleh karakteristik microbubble secara kuantitatif. Penelitian dilakukan menggunakan citra microbubble yang dihasilkan oleh dua jenis diffuser, yaitu diffuser C50 dan diffuser C80. Proses analisis meliputi tahap pra-pemrosesan citra, segmentasi menggunakan metode thresholding, identifikasi local maxima sebagai marker, penerapan marker-controlled watershed untuk memisahkan objek yang saling berhimpitan, serta ekstraksi parameter karakteristik microbubble. Data yang diperoleh dianalisis dalam bentuk jumlah gelembung, diameter rata-rata, dan distribusi ukuran microbubble. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang dikembangkan mampu mengidentifikasi objek microbubble secara efektif dan melakukan pengukuran karakteristik secara otomatis. Diffuser C50 menghasilkan 2114 microbubble dengan diameter rata-rata 3,029 µm, sedangkan diffuser C80 menghasilkan 1256 microbubble dengan diameter rata-rata 2,724 µm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jenis diffuser memengaruhi jumlah dan ukuran gelembung yang terbentuk. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa sistem analisis microbubble terintegrasi berbasis MATLAB yang mampu meningkatkan efisiensi dan objektivitas proses karakterisasi dibandingkan metode manual. Pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan melalui optimasi metode segmentasi dan penggunaan citra dengan kualitas yang lebih tinggi untuk meningkatkan akurasi pengukuran.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Pada Materi Suhu dan Kalor Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 5 Halmahera Selatan Haryati Mahyudin; Endang Fitria
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 7 No 1 (2026): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisis Juni 2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v7i1.1435

Abstract

Rendahnya hasil belajar fisika peserta didik pada materi suhu dan kalor menjadi salah satu permasalahan pembelajaran di SMA Negeri 5 Halmahera Selatan. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, dominasi metode ceramah, serta belum optimalnya ketuntasan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada materi suhu dan kalor di kelas XI SMA Negeri 5 Halmahera Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 25 peserta didik kelas XI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas pembelajaran dan tes hasil belajar, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD mampu meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata nilai dan ketuntasan belajar peserta didik dari tahap pra-siklus hingga siklus II. Pada tahap pra-siklus, rata-rata nilai peserta didik sebesar 61,24 dengan ketuntasan belajar 48%, kemudian meningkat pada siklus I menjadi rata-rata 72,48 dengan ketuntasan 72%, dan kembali meningkat pada siklus II menjadi rata-rata 84,16 dengan ketuntasan belajar mencapai 88%. Selain itu, aktivitas belajar peserta didik selama pembelajaran juga mengalami peningkatan yang ditandai dengan meningkatnya partisipasi dalam diskusi kelompok, kerja sama, dan keberanian mengemukakan pendapat. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik pada materi suhu dan kalor di SMA Negeri 5 Halmahera Selatan.
Pengaruh Metode Eksperimen Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Pada Konsep Perubahan Wujud Benda IPA SD Negeri Waiman Kabupaten Kepulauan Sula Apridayani Marasabessy; Irawati Hi Malan
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 7 No 1 (2026): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisis Juni 2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v7i1.1442

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan dengan Kepala Sekolah bapak Jamaludin Umaternate, S.Pdi dan bapak Safi Umasugi, S.Pdi selaku wali kalas V, guru banyak menggunakan metode ceramah (konvensional) setelah itu langsung memberikan tugas kepada siswa bahkan bahkan membiarkan siswa dikelas sendiri. Pembelajaran tersebut menyebabkan siswa merasa bosan dikelas. Hal ini tentunya akan berakibat pada kurangnya pemahaman terhadap materi pelajaran yang disampaikan. Hal ini diperkuat dengan data hasil belajar siswa pada kelas V mata pelajaran IPA siswa yang mencapai KKM hanya 6 siswa dari 15 siswa dengan ketercapaian ketuntasan yang diperoleh 47,06%. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunkan metode eksperimen. Metode eksperimen adalah metode pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa baik secara perorangan maupun secara kelompok, untuk melakuka suatu proses atau atau eksperimen dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajarinya. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah Pre-eksperimental. Instrumen Penelitian adalah lembar tes (validasi, releabilitas, daya pembeda dan Tingkat kesukaran). Analisis data dengan uji normalitas dan uji hipotesis. Pengaruh metode eksperimen terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Waiman Kabupaten Kepulauan Sula dapat dilihat dari nilai pretest dan posttest yang mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil perhitungan “uji t” yaitu Lhitung=26,67> Ltabel=2,145 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh metode eksperimen terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA kelas V SD Negeri Waiman Kabupaten Kepulauan Sula.

Page 11 of 12 | Total Record : 113