cover
Contact Name
Karini Lana
Contact Email
thinilana1993@gmail.com
Phone
+6282192348774
Journal Mail Official
juranlkuantu@gmail.com
Editorial Address
Jalan. Kampus STKIP Kie Raha. Jambula Sasa. Kota Ternate. Provinsi Maluku Utara Gedung D lantai 2. Institut Sains dan Kependidikan Kie Raha Maluku Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
KUANTUM
ISSN : -     EISSN : 27741966     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal KUANTUM adalah terbitan berkala ilmiah (e-ISSN: 2774-1966) yang menyajikan informasi-informasi terkini di bidang Pendidikan Fisika dan Sains Fisika, melalui artikel-artikel baik yang berbasis penelitian lapangan maupun kajian literatur. Melalui terbitan-terbitan ini, KUANTUM menempuh misi untuk mendistribusikan informasi serta mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya di bidang Pendidikan Fisika dan Sains Fisika. Dengan menggunakan Open Journal System (OJS), KUANTUM dapat diakses secara luas dan para peneliti dapat men-submit hasil-hasil penelitian yang dikemas dalam bentuk artikel dengan mengikuti panduan-panduan yang telah disediakan oleh KUANTUM.
Articles 97 Documents
Pembelajaran Mitigasi Bencana Berbasis Etnosains Melalui Media Augmented Reality (AR) Terhadap Kemampuan Kesiapsiagaan Siswa Sekolah Menengah di Kota Ternate Faradina, Faradina; Lestari, Fitri Ayu; Apling, Mujais; Usman, Striyanti K.; Ikbal, Rofiani
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 6 No 2 (2025): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisi Desember 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v6i2.1041

Abstract

Kebutuhan akan media pembelajaran mitigasi bencana berbasis etnosains melalui desain media Augmented Reality dengan sasaran dapat meningkatakan kemampuan kesiapsiagaan siswa sekolah menengah di Kota Ternate. Pembelajaran mitigasi bencana yang didesain melalui media AR bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang efektif, interaktif, visual dan kontekstual sehingga meningkatkan pemahaman konsep menegnai kesiapsiagaan mitigasi bencana serta keterlibatan siswa secara aktif. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji efektivitas pembelajaran mitigasi bencana melalui media Augmented Reality (AR) berbasis etnosains dalam meningkatkan kemampuan kesiapsiagaan bencana siswa SMP Negeri 3 Kota Ternate. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan EDDIE. Hasil tes kemampuan kesiapsiagaan siswa kelas VIIIA untuk pretest didapatkan sebesar 22.53 % dan posttest 79.69% dengan iterpretasi N-Gain sebesar 0.73 kategori tinggi. Selanjutnya hasil perolehan N Gain pada tes kemampuan kesiapsiagaan siswa di kelas VIIIB untuk pretest sebesar 39.56 % dan posttest 85.44% dengan iterpretasi N-Gain sebesar 0.80 kategori tinggi. diperoleh rata-rata persentase pada kelas VIIIA sebesar 88.89 % dan rata-rata persentase pada kelas VIIIB sebesar 94.44 %. Dengan demikian persentase ketuntasan tes kemampuan kesiapsiagaan siswa berada pada interpretasi sangat baik
I Interactive Contextual-Based Physics E-Module on Temperature and Heat Material to Enhance Middle School Students' Understanding Azhari, Gloria; Aminoto, Tugiyo; Aj, Suharli
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 6 No 2 (2025): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisi Desember 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v6i2.1058

Abstract

This research aims to develop contextual-based interactive physics e-modules on temperature and heat materials for junior high school students. Learning media that is still dominated by conventional teaching materials makes it difficult for students to understand concepts concretely and less motivated to learn independently as a solution to increase student learning motivation. Therefore, the development of digital-based learning media is expected to be an effective solution to improve student motivation and quality of understanding. The research uses the Research and Development (R&D) method with a 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) model. The subjects of the study were 39 grade VIII students of SMP Negeri 44 Tanjung Jabung Barat. Data collection techniques are carried out through student needs questionnaires and interviews with science teachers, as well as instrument validation by material experts and media experts. Data analysis used quantitative descriptive techniques. The results of the study show that the majority of students use interactive digital learning media to improve their understanding. The development of e-modules is equipped with texts, images, learning videos, practice questions. This study recommends the use of contextual-based interactive e-modules as an innovative learning media solution to support the understanding and learning motivation of physics students in junior high school. This study recommends the use of contextual-based interactive physics e-modules as innovative learning media that can support the teaching and learning process and empower students to learn independently and meaningfully.
Telaah Model Inti Sebagai Dasar Pemahaman Energi Ikat dan Stabilitas Atom Taqillah, Audya; Umamah, Chairatul; Musyarrofah, Wilda
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 6 No 2 (2025): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisi Desember 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v6i2.1095

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif berbagai model inti atom, mulai dari pendekatan klasik seperti model tetes cair (LDM) dan model cangkang (Shell Model), hingga pendekatan modern berbasis teori fungsional kerapatan (DFT) dan konsep geometri fraktal, dalam kaitannya dengan pemahaman energi ikat (NBE) dan stabilitas atom. LDM menganalogikan inti sebagai tetesan cairan, menghitung energi ikat melalui kontribusi makroskopik, dan berhasil menangkap trend NBE untuk inti sedang hingga berat. Shell model sukses memprediksi sifat inti stabil dan anga ajaib yang menandakan penutupan subshell nuklir. Penelitian ini berfokus pada analisis kekuatan dan keterbatasan tiap model dalam menjelaskan fenomena inti, terutama pada inti berat dan inti jauh dari garis stabilitas yang masih menimbulkan ketidakpastian teoritis maupun empiris. Penelitian ini menyimpukan bahwa tidak ada model inti tunggal yang universal yang memberikan akurasi konsisten diseluruh rentang massa atom. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan kerangka kerja model inti yang tersintesis dan terfundamental melalui evaluasi komparatif multidomain yang sistematis. Tujuannya adalah untuk menjembatani kesenjangan antara prediksi teoritis dengan data eksperimen (seperti dari FRIB atau CERN), memberikan panduan teoritis yang signifikan bagi penelitian fisika inti dimasa depan, serta menunjukkan relevansi praktis pemahaman stabilitas atom dalam mendukung aplikasi nuklir kontemporer
Peran Lingkungan Pembelajaran Fisika dalam Pembentukan Disiplin Ilmiah Siswa SMP Muhtar, Ernawati
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 6 No 2 (2025): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisi Desember 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v6i2.1116

Abstract

Pembelajaran fisika tidak hanya bertujuan mengembangkan pemahaman konsep, tetapi juga membentuk karakter ilmiah siswa, khususnya disiplin ilmiah yang tercermin dalam ketelitian, kepatuhan terhadap prosedur, dan tanggung jawab dalam aktivitas pembelajaran. Lingkungan pembelajaran fisika yang terstruktur dan kondusif dipandang memiliki peran penting dalam mendukung pembentukan disiplin ilmiah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran lingkungan pembelajaran fisika dalam membentuk disiplin ilmiah siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 28 siswa SMP Negeri 3 Halmahera Selatan dan guru yang mengampu pembelajaran fisika. Instrumen penelitian meliputi pedoman observasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan pembelajaran fisika yang menerapkan pembiasaan aktivitas ilmiah, prosedur pembelajaran yang konsisten, serta keteladanan guru berkontribusi dalam membentuk disiplin ilmiah siswa, meskipun tingkat internalisasi disiplin tersebut masih bervariasi antarindividu. Kelemahan penelitian ini terletak pada keterbatasan konteks penelitian yang hanya dilakukan pada satu sekolah serta belum melibatkan data kuantitatif untuk mengukur tingkat disiplin ilmiah secara lebih luas. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mengkaji pembentukan disiplin ilmiah siswa melalui pendekatan mixed methods dan melibatkan konteks sekolah yang lebih beragam guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.
Karakterisasi Termal Dan Fisik Komposit Geopolimer Semen Berpenguat Serat Ijuk Untuk Konstruksi Ramah Lingkungan Idris, Rani; Jahja, Mohamada; Meidji, Icha Untari; Ramadani, A Indra Wulan Sari; Rahman, Irsan
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 6 No 2 (2025): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisi Desember 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v6i2.1156

Abstract

Upaya pengurangan emisi pada sektor konstruksi mendorong pengembangan komposit geopolimer berpenguat serat alam. Berbagai penelitian telah mengkaji pengaruh serat alam terhadap sifat mekanik dan durabilitas komposit semen, namun data mengenai keterkaitan densitas, porositas, dan konduktivitas termal pada komposit geopolimer semen berpenguat serat ijuk (Arenga pinnata) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat fisik dan termal komposit geopolimer semen berbasis serat ijuk dengan variasi rasio serat terhadap matriks. Serat ijuk diberi perlakuan alkali menggunakan larutan NaOH 5% dan dipotong sepanjang ±1 cm, kemudian dicampurkan ke dalam matriks semen–pasir dengan rasio volume serat:matriks 1:1, 1:2, dan 1:3. Sampel dicetak dan dikeringkan, lalu diuji densitasnya melalui pengukuran massa dan volume, porositasnya menggunakan metode perendaman air, serta konduktivitas termalnya dengan pengukuran laju aliran panas dan beda suhu antarpermukaan. Hasil menunjukkan bahwa rasio 1:1 menghasilkan densitas tertinggi sebesar 1,832 g/ml dan porositas terendah sebesar 26,28%, yang mencerminkan struktur komposit paling padat dan homogen. Porositas tertinggi diperoleh pada rasio 1:2 dengan nilai 33,16%, sedangkan rasio 1:3 menunjukkan nilai menengah. Nilai konduktivitas termal tertinggi terdapat pada rasio 1:2 sebesar ±220 W/m·K, sementara rasio 1:3 memberikan konduktivitas termal terendah sekitar 85 W/m·K sehingga lebih berpotensi sebagai material isolatif. Temuan ini memberikan gambaran awal mengenai pengaruh rasio serat ijuk terhadap hubungan densitas, porositas, konduktivitas termal pada komposit geopolimer semen dan menunjukkan potensi material ini sebagai bahan konstruksi yang lebih ramah lingkungan dengan sifat fisik dan termal yang dapat direkayasa.
Sifat Termal Komposit Resin Berpenguat Serat Ijuk Sebagai Isolation Thermal Board Untuk Bahan Konstruksi Bangunan Sari, Widya Priskila; Jahja, Mohamad; Rahman, Irsan; Ramadani, A Indra Wulan Sari; Latief, Muh. Fachrul
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 6 No 2 (2025): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisi Desember 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v6i2.1157

Abstract

Isu efisiensi energi pada bangunan semakin mendesak untuk diatası mengingat sektor konstruksi merupakan salah satu penyumbang terbesar konsumsi energi dan emisi global Di Indonesia, penggunaan material insulası termal sintetis seperti polistirena masih dominan, meskipun matenal tersebut memiliki permasalahan lingkungan yang signifikan karena tidak terurai, menghasilkan polusi berbahaya, serta memiliki jejak karbon tinggi Kondisi ini mendorong perlunya alternatif material insulası yang lebih berkelanjutan berbasis sumber daya lokal. Serat ijuk (Arenga pinnata), dengan sifat morfologi berongga, ketahanan terhadap kelembapan, dan struktur mikrofibril yang mendukung hambatan panas, menjadi kandidat potensial untuk dikembangkan sebagai penguat pada komposit resin untuk aplikası panel insulası termal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi secara komprehensif pengaruh variasi fraksi serat juk terhadap sıfat termal komposit resin dan menjelaskan mekanisme hambatan perpindahan panas melalui analisis morfologi mikro. Metode yang digunakan berupa eksperimen dengan tiga variasi komposisi serat (1:1, 1:2, 1:3), menggunakan resin epoxy sebagai matriks. Serat diberi perlakuan alkali NaOH 5% sebelum difabrikası menjadi komposit. Pengumpulan data dilakukan melalui uji konduktivitas termal serta pengamatan struktur mikro menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio 1:2 memiliki nilai konduktivitas termal tertinggi (0.646 W/m.K), sedangkan komposisi serat terlalu rendah atau terlalu tinggi memperlihatkan penurunan performa termal akibat ketidakmerataan dispersi serat atau terbentuknya rongga udara. Analisis SEM mengonfirmasi bahwa perlakuan alkali mampu meningkatkan kebersihan dan kekasaran permukaan serat sehingga memperbaiki ikatan antarmuka dan jalur rambatan panas komposit. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa serat ijuk berpotensi digunakan sebagai material insulasi ramah lingkungan untuk bangunan. Rekomendasi penelitian selanjutnya adalah mengembangkan variasi orientasi serat, pengujian sifat mekanik tambahan, serta optimasi proses fabrikasi untuk meningkatkan performa komposit secara menyeluruh.
Exploring Translation Challenges in English-to-Indonesian Physics Terminology Ramadani, Fitri Novi; Sabina, Sysy Nur; Wahyunengsih, Wahyunengsih
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 6 No 2 (2025): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisi Desember 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v6i2.1182

Abstract

This study aims to identify and analyse the difficulties encountered by physics education students in translating physics terminology from English to Indonesian. Using a mixed-methods approach, data were collected through questionnaires and interviews involving 147 students from various universities in Indonesia. The obtained results show that the difficulty of scientific translation is expressed mainly in terminology with the least difficulty in the general understandability of sentences written in a scientific text – with the results below terminology (mean 4.17), grammatical structure (mean 4.15), understanding scientific concepts (mean 4.15), and the lack of experience and exposure to English-language physics sources (mean 4.15), with the overall level of difficulty categorized as very high (mean 4.22). One of the most significant indicators influencing scientific translation’s difficulty level is insufficient mastery of conceptual issues and poor study of the practice of transience. From the above, it can be recommended that when preparing a future translation, it is necessary to provide training in situational translation in the scientific field and provide him with greater access to foreign-language scientific literature in the field to streamline scientific translation’s end in the student’s physics education. Future studies can test the effectiveness of context-based scientific translation training and examine other factors (e.g., English proficiency and translation strategies) in a broader population.
Pengembangan dan Uji Validitas Serta Reliabilitas Instrumen Angket Kemampuan Sosiosaintifik Pada Evaluasi Pembelajaran Fisika Agustinaningsih, Wiwik; Nurjanah, Aida
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 6 No 2 (2025): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisi Desember 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v6i2.1186

Abstract

Kemampuan sosiosaintifik penting dianalisis karena mencerminkan keterampilan abad 21 yang perlu dikembangkan pada diri siswa. Agar suatu penelitian maupun pembelajaran objektif diperlukan alat ukur valid dan reliabel untuk memastikan bahwa pengukuran kemampuan sosiosaintifik dilakukan secara akurat, konsisten, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan alat ukur kemampuan sosiosaintifik siswa dan diujikan secara ilmiah. Adapun indikator kemampuan tersebut meliputi literasi sains, problem solving, argumentasi, berpikir tingkat tinggi, dan pemahaman isu. Indikator ini diperoleh dari analisis hasil penelitian terdahulu terhadap pembelajaran berbasis sosiosaintifik yang diteliti pengaruhnya terhadap kemampuan akademik peserta didik. Ditetapkanlah 5 kemampuan tersebut sebagai indikator kemampuan sosiosaintifik karena teridentifikasi memiliki pengaruh yang besar dari hasil penelitian. Subjek penelitian ini berjumlah 30 peserta didik kelas XI A SMAN 10 Banjarmasin. Instrumen yang digunakan adalah angket berisi 10 soal yang masing-masing mewakili 2 soal tiap indikator. Adapun prosedur pengumpulan data yang dilakukan melalui tahapan pengembangan angket Borg and Gall dengan tahapan yang disederhanakan mulai dari studi Pendahuluan dan analisis kebutuhan, perencanaan dan pengembangan, validasi ahli, revisi, ujicoba lapangan untuk menilai validitas dan reliabilitas angket sampai pada produk final berupa angket kemampuan sosiosaintifik yang siap digunakan secara luas. Data angket dianalisis dengan Pearsons Correlation (validitas) dan Cronbach’s Alpha (Reliabilitas). Hasil penelitian diperoleh r hitung setiap butir soal lebih besar dari r tabel sehingga 10 item pernyataan dinyatakan valid. Adapun perhitungan reliabilitas adalah 0,818 yakni lebih besar dari 0,6 artinya instrumen memenuhi kriteria reliabel. Hasil ini mengindikasikan bahwa angket kemampuan sosiosaintifik ini dapat digunakan dalam penelitian serupa untuk evaluasi pembelajaran oleh guru.
Pengaruh Pendekatan Visualisasi Grafik Terhadap Pemahaman Mahasiswa Tentang Transformasi Laplace dalam Fisika Hasan, Siti Nahria; Mahyudin, Haryati
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 6 No 2 (2025): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisi Desember 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v6i2.1187

Abstract

Transformasi Laplace merupakan konsep penting dalam matematika fisika yang digunakan untuk menyelesaikan berbagai persamaan diferensial dalam analisis sistem fisis. Namun, sifatnya yang abstrak sering menjadi kendala bagi mahasiswa dalam memahami hubungan antara representasi fungsi di domain waktu dan domain s. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan visualisasi grafik terhadap pemahaman mahasiswa mengenai Transformasi Laplace. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain pretest–posttest control group. Kelompok eksperimen menerima pembelajaran menggunakan visualisasi grafik melalui perangkat lunak matematika, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes pemahaman konsep dan dianalisis melalui uji normalitas, uji N-Gain, serta uji t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan pemahaman mahasiswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan nilai N-Gain 0,69 (kategori tinggi) dan effect size 0,92 yang menunjukkan pengaruh besar. Uji t juga mengonfirmasi adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p < 0,01). Temuan ini menunjukkan bahwa visualisasi grafik efektif dalam memperkuat pemahaman konseptual mahasiswa tentang Transformasi Laplace, khususnya dalam membantu mereka menghubungkan representasi matematis dengan makna fisisnya. Penelitian ini merekomendasikan integrasi visualisasi dalam pembelajaran matematika fisika untuk konsep-konsep abstrak.
Integrasi Kearifan Lokal Maluku Utara dalam Pembelajaran Termodinamika untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Kalor dan Energi Mahasiswa Mahyudin, Haryati; Hasan, Siti Nahria
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 6 No 2 (2025): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisi Desember 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v6i2.1188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi kearifan lokal Maluku Utara dalam pembelajaran termodinamika terhadap pemahaman konsep kalor dan energi mahasiswa. Latar belakang penelitian ini berangkat dari masih rendahnya pemahaman mahasiswa mengenai konsep-konsep dasar termodinamika yang bersifat abstrak, serta perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan metode quasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group, melibatkan mahasiswa Pendidikan Fisika yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen mengikuti pembelajaran menggunakan contoh dan fenomena kearifan lokal, seperti teknik pengasapan ikan fufu, pembuatan sagu, dan tungku tradisional, sedangkan kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian meliputi tes pemahaman konsep, angket respons mahasiswa, lembar observasi, dan wawancara terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan pemahaman konsep yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol dengan nilai N-gain berada pada kategori tinggi. Uji t mengonfirmasi adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p < 0,05). Selain itu, mahasiswa memberikan respons positif terhadap pembelajaran berbasis kearifan lokal, karena dinilai lebih bermakna, mudah dipahami, serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan belajar. Secara keseluruhan, integrasi kearifan lokal Maluku Utara terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep kalor dan energi, serta memberikan implikasi penting bagi pengembangan pembelajaran fisika yang kontekstual, relevan secara budaya, dan selaras dengan paradigma Merdeka Belajar.

Page 9 of 10 | Total Record : 97