cover
Contact Name
Mia Nurislamiah
Contact Email
communicative.bbc@gmail.com
Phone
+6282316610202
Journal Mail Official
communicative.bbc@gmail.com
Editorial Address
Jalan Widasari III Tuparev Cirebon, Jawa Barat
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Communicative : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : -     EISSN : 27466949     DOI : 10.47453
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Communicative adalah jurnal Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon. Jurnal Communicative merupakan jurnal publikasi ilmiah yang berupaya memfasilitasi dan menyediakan artikel ilmiah hasil penelitian empiris dan analisis-reflektif bagi para praktisi dan akademisi. Jurnal Communicative yang diharapkan dapat berkontribusi dalam mengembangkan teori dan mengenalkan konsep-konsep baru di bidang komunikasi penyiaran Islam dalam perspektif yang luas. Jurnal Communicative terbit dua kali dalam se tahun: Juni dan Desember Jurnal Communicative mengundang penulis, para ahli dan segenap sivitas akademika untuk menulis artikel ilmiah sesuai dengan fokus dan scope jurnal Communicative. Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis masing-masing.
Articles 154 Documents
SOCIAL REPRESENTATION AND ETHICAL COMMUNICATION IN CONTEMPORARY ISLAMIC PREACHING (A Content Analysis of Gus Miftah’s Viral Video on the Sweet Iced Tea Seller Incident) Fauzi, Winda Kustiawan; Afdal Hafiz Takar; Salman Kanz; Fauzi, Rizky Adi Candra Nasution
Communicative : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Communicative : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is motivated by significant changes in da’wah (Islamic preaching) practices in the digital era, where social media has become a new space for preachers to deliver religious messages, while also presenting complex ethical and social meaning challenges. The viral video of Gus Miftah involving a sweet iced tea vendor serves as a concrete example of how a da’wah message can generate controversy due to its social representation and communicative style. Using Stuart Hall’s theory of representation, this research aims to analyze how meaning is constructed, conveyed, and interpreted within the context of contemporary da’wah, and how communication ethics and local cultural values are reflected in the process. This study employs a qualitative approach with a descriptive qualitative research type and a qualitative content analysis design. Data were collected through documentation and archival analysis of the video content and digital sources. The findings reveal that the social meaning in Gus Miftah’s da’wah shifts through an encoding–decoding mechanism, where the term “goblog” undergoes reinterpretation when transferred to the digital realm. His egalitarian and humorous discursive practice becomes problematic when faced with a culturally diverse virtual audience. The da’wah reflects tensions between local wisdom and the universal values of Islam. This study recommends the development of digital da’wah strategies that are more sensitive to audience diversity and emphasizes the need for reinterpretation of preaching methods that align with Islamic communication ethics in modern public spheres.
FRAMING ANALYSIS OF AGUS BUNTUNG CASE COVERAGE IN INDONESIAN ONLINE MEDIA Muhammad Syukron; Muh. Akbar; Alem Febri Sonni
Communicative : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Communicative : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing coverage of sexual violence cases in Indonesian online media reflects the power of the media in shaping public opinion. One of the cases in the spotlight was the reporting of Agus Buntung, a man with a disability who became a suspect in an alleged sexual assault. This study aims to analyse how the three largest online media in Indonesia, Tribunnews.com, Kompas.com, and Jawapos.com, framed the news of the Agus Buntung case, focusing on the application of the Pan & Kosicki framing model and its relevance to journalistic ethics. This research uses a descriptive qualitative approach with Pan & Kosicki's framing analysis method, which includes four structures: syntax, script, thematic, and rhetorical. Data sources were three headlines from each media, selected based on popularity and dominant narrative content. Each news story was analysed based on the framing tools and evaluated against journalistic ethical principles, such as balance (cover both sides), accuracy, non-discrimination, and protection of vulnerable groups, in this case people with disabilities. The results showed that the three media framed the case with a point of view that tended to corner the perpetrator, with variations in framing intensity. Tribunnews.com uses a sensational and dramatic writing style that is disproportionate to the perpetrator's condition as a person with a disability, and often uses terms that suggest negative labelling. Kompas.com emphasised the statement of the legal apparatus, but still mentioned the disability label without the context of protection. Meanwhile, Jawapos.com tried to present two sides of the narrative, but still lacked space to provide clarification from the perpetrator or his legal counsel. These findings show a tendency to violate journalistic ethics in the three media, especially in the aspects of presumption of innocence, balance, and treatment of vulnerable groups. Media framing shapes social reality that influences public perception in an emotional and non-neutral manner, as explained in Berger and Luckmann's social construction theory.
LITERASI POLITIK GENERASI Z DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI POLITIK DIGITAL Sulaiman, Anton; Fauzi, Rifqi
Communicative : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 5 No. 1 (2024): Communicative : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/communicative.v5i1.3668

Abstract

Penelitian ini menganalisis literasi politik Generasi Z Indonesia dalam perspektif komunikasi politik digital dengan menggunakan Teori Masyarakat Jaringan Manuel Castells sebagai kerangka analisis utama. Generasi Z yang menyumbang 27,94 persen dari populasi Indonesia dan mencakup 22,85 persen Daftar Pemilih Tetap pada Pemilu 2024 merepresentasikan kekuatan elektoral signifikan dengan potensi mengubah lanskap politik nasional. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan, menggunakan sumber data primer dari buku teks ilmiah, artikel jurnal peer-reviewed, dan dokumen resmi yang dipublikasikan dalam kurun 2020-2024, dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi politik Generasi Z terbentuk melalui tiga dimensi kunci masyarakat jaringan: space of flows yang memungkinkan informasi politik bersirkulasi bebas melintasi batas geografis melalui platform digital, timeless time yang memfasilitasi partisipasi politik real-time tanpa hambatan temporal, dan mass self-communication yang mendemokratisasikan kapasitas komunikasi sehingga setiap individu dapat menjadi produsen sekaligus konsumen informasi politik tanpa mediasi institusi tradisional. Namun, di balik potensi transformatif ini terdapat tantangan struktural berupa information overload yang mempersulit kurasi informasi kredibel, algoritma media sosial yang menciptakan echo chamber dan polarisasi politik, serta proliferasi disinformasi yang menyebar lebih cepat dari klarifikasi faktual. Penelitian menyimpulkan bahwa pengembangan literasi politik Generasi Z memerlukan pendekatan multi-dimensi yang mengintegrasikan literasi kognitif untuk analisis kritis, literasi teknis untuk verifikasi fakta, dan literasi etis untuk komunikasi politik bertanggung jawab, serta strategi menjembatani kesenjangan antara aktivisme digital dengan partisipasi politik konvensional agar potensi demografis dan digital Generasi Z dapat dioptimalkan untuk penguatan kualitas demokrasi partisipatif Indonesia di era digital.
DRAMATURGI KOMUNIKASI POLITIK WALI KOTA CIREBON DALAM MENGELOLA CITRA DAN KEPEMIMPINAN DI RUANG PUBLIK Sulaiman, Anton; Fauzi, Rifqi
Communicative : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 2 (2022): Communicative : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/communicative.v3i2.3669

Abstract

Era otonomi daerah pasca reformasi menuntut para pemimpin daerah mengembangkan strategi komunikasi politik yang adaptif dan responsif untuk membangun legitimasi kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Wali Kota Cirebon mengelola citra dan kepemimpinan di ruang publik melalui pendekatan dramaturgi komunikasi politik dengan tujuan mendeskripsikan penampilan citra kepemimpinan di front stage, mengungkap strategi komunikasi di backstage, serta menganalisis penerapan impression management dan role performance dalam membentuk persepsi publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus yang melibatkan wawancara mendalam dengan pejabat pemerintah daerah, staf komunikasi, jurnalis lokal, dan akademisi melalui purposive sampling, dimana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara induktif dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan Wali Kota Cirebon menerapkan dramaturgi komunikasi politik secara komprehensif, dimana dalam front stage identitas kepemimpinan dibangun konsisten melalui kegiatan seremonial, interaksi media, dan platform digital dengan adaptasi sesuai audiens, sedangkan backstage menunjukkan profesionalisme tinggi melalui tim komunikasi terorganisir, perencanaan konten sistematis, dan manajemen krisis. Impression management dan role performance diterapkan melalui lima peran utama yaitu pemimpin visioner, bapak rakyat, administrator profesional, diplomat lokal, dan agen perubahan dengan transisi mulus antar peran sesuai konteks. Rekomendasi penelitian mencakup pengembangan model komunikasi politik berbasis dramaturgi untuk pemimpin daerah lain, peningkatan kapasitas tim komunikasi pemerintahan, dan adaptasi strategi komunikasi terhadap perkembangan teknologi digital, dimana temuan mengkonfirmasi relevansi teori dramaturgi Goffman dalam komunikasi politik modern dengan adaptasi terhadap kompleksitas era digital.