Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal)
JITK Bhamada adalah untuk diterbitkan, menyebarluaskan, dan membahas berbagai tulisan tentang penelitian kesehatan, yang membantu pendidik, pelaksana penelitian kesehatan, peneliti, dan membuat agar lebih efektif. JITK Bhamada dalam menerima artikel akan menyaring untuk keaslian, relevansi penelitian dan perbaikan pelayanan kesehatan. Setelah penyaringan awal artikel akan dikirim ke mitra bestari untuk diminta ulang isi artikel. Editor akan memutuskan menerima artikel dengan mempertimbangkan rekomendasinya dari mitra bestari yang telah ditunjuk. Editor berhak untuk mengubah artikel yang disetujui perlu, misal dengan memperpendek isi artikel atau menghilangkan bagan dan tabel.
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol 14 No 1 (2023)"
:
15 Documents
clear
HUBUNGAN KADAR TIMBAL (Pb) DALAM DARAH DENGAN TEKANAN DARAH PADA OPERATOR STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM (SPBU) GOMBEL SEMARANG
Nururrokhmah Nururrokhmah;
Purwati Purwati
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jik.v14i1.393
Logam Pb sebagai gas buangan kendaraan bermotor dapat membahayakan kesehatan dan merusak lingkungan. Logam Pb yang dihirup oleh manusia setiap hari akan diserap, disimpan dan kemudian ditampung dalam darah. Efek paparan Logam Pb yang berlebihan dapat menimbulkan tekanan darah meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar timbal (Pb) dalam darah dengan tekanan darah pada operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) gombel Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode kuantitatif, dengan desain penelitian cross sectional untuk mengetahui hubungan. Sampel penelitian sebanyak 18 responden yang memenuhi kriteria yang ditetapkan, pemeriksaan kadar timbal (Pb) dalam darah dengan menggunakan alat Agilent 7700 dikerjakan di Pusat Rujukan Nasional Laboratory Prodia Jakarta dan pemeriksaan tekanan darah yang dikerjakan oleh peneliti. Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk didapatkan kadar Pb p = 0.017 dan tekanan darah p = 0.001 sehingga dapat diartikan bahwa distribusi data tidak normal. Uji korelasi Chi-Square tidak memiliki nilai karena kadar timbal bernilai sama yaitu normal semua pada seluruh responden. Uji korelasi antara kadar Pb (data numerik) dengan kategori tekanan darah yang terdiri normal, prehipertensi dan hipertensi (data kategorik) menggunakan korelasi Speraman rho diperoleh hasil tidak ada korelasi kadar Pb dengan tekanan darah dengan signifikansi 0.450 lebih besar 0,05. Kesimpulan penelitian ini tidak ada hubungan kadar timbal (Pb) dalam darah dengan tekanan darah pada operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) gombel Semarang.
HUBUNGAN HBA1C DENGAN MIKROALBUMIN URIN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PROLANIS KLINIK SEHAT SETIA BREBES
Muhammad Maksum Al-Rasyid;
Endang Widhiyastuti
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jik.v14i1.397
Diabetes mellitus is the main cause of all diseases. The prevalence of diabetes mellitus cases inCentral Java Province in 2019 was 652,822 cases. Cases in Brebes Regency are quite high with18,724 patients. Diabetes mellitus increases constantly if it is not treated properly and will lead tocomplications. The most frequent complication is causing a decrease in kidney function which ischaracterized by albuminuria. Prolanis aims to prevent complications due to diabetes mellitus.Monitoring blood sugar and urine microalbumin levels is very important in order to control thepatient's condition. Sugar levels are measured using HbA1c examination, because it is more stableand a specific marker for complications of diabetes mellitus. The purpose of this study was todetermine the relationship between HbA1c levels in the blood and urine microalbumin levels inpatients with type 2 diabetes mellitus at the Prolanis Klinik Sehat Setia Brebes. The type of studywas an observational analytic with cross-sectional approach. The sampling technique used in thisstudy was purposive sampling. The subjects of the study were 52 type 2 diabetes mellitus patientsat Prolanis Klinik Sehat Setia Brebes who had met the criteria. The object of this research is thelevel of HbA1c (D-10) and urine microalbumin levels (Architect c8000).The results showed thatthe majority of HbA1c levels were abnormal (>7.0%), which were 38 patients or 73.1%, while themajority of urine microalbumin levels were normal (<30 ug/mg creatinine), which were 31 patientsor 59.6%. The results were analyzed using the Chi-Square test and met the requirements. Theresults were p value = 0.020 < 0.05, the conclusion was that there was a relationship betweenHbA1c and urine microalbumin in patients with type 2 diabetes mellitus at the Prolanis KlinikSehat Setia Brebes
FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR ANTIBAKTERI ESKTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn)
Oktariani Pramiastuti;
Endang Istriningsih;
Denis Parasdinata
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jik.v14i1.401
Daun sirsak memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada formulasi sediaan sabun cair dari ekstrak daun sirsak (Annona muricata Linn) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak daun sirsak dengan variasi konsentrasi 10%, 15%, 30% dan kontrol negatif dengan tidak menggunakan ekstrak daun sirsak dan menguji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphyloccus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan sabun cair ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi variasi 10%, 15%, 30% dan kontrol negatif memenuhi persyaratan mutu sabun mandi menurut SNI 06-332-1994. Sedangkan pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa konsentrasi 10% memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter rata-rata zona hambat sebesar 16,5 mm, pada konsentrasi 15% diameter rata-rata zona hambat sebesar 25 mm, pada konsentrasi 30% diameter rata-rata zona hambat sebesar 27,5 mm. Sedangkan pada kontrol negatif tidak mempunyai kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
RELATIONSHIP OF PERSONAL HYGIENE AND SANITARY HYGIENE CONDITIONS WITH SOIL TRANSMITTED HELMINTS (STH) WORM INFECTIONS IN ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN
Andiyana Nur Wulan
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jik.v14i1.414
Helminths can attack all age groups and genders. Helminths can cause a decrease in health conditions, intelligence, productivity, and the quality of human resources, resulting in economic losses due to loss of carbohydrates, protein, blood, and can reduce body resistance so that it is easy to get other diseases. This research uses quantitative research type. The population in this study were elementary school children in SDN Dukuh Kupang V Surabaya with the number of 50 children. This study uses a sampling technique in the form of total sampling. The data collected in this study include primary data and secondary data where the primary data is in the form of STH worm infection data obtained from the direct method of examination of respondents' feces. Secondary data in the form of hygiene and sanitation obtained through questionnaires. The data that has been obtained is then analyzed and looked for correlation using the product moment test. Based on the results of the study and after a series of analyzes and discussion of the results of the examination of the 50 samples examined, 32% (16 people) had positive results while the rest were negative, it was concluded that there was a significant relationship between environmental sanitation and personal hygiene (hand washing habits, nail hygiene, and use of footwear) with Soil Transmitted Helminths (STH) infection in primary school children. So it is expected to always wash hands with water and soap so that it is more effective in removing dirt and dust mechanically from the skin surface and significantly reduces the number of disease-causing microorganisms such as viruses, bacteria, and other parasites on both hands on the skin surface, nails, and fingers.
PENGARUH PENDEKATAN EDUKASI SPRITUAL MUSLIM TERHADAP MEKANISME KOPING PASIEN GAGAL GINJAL DIMASA PANDEMI COVID-19 DI RUANG HAEMODIALISA RSUD KOTA TEGAL
Suparjo Suparjo;
Fatchurrozak Himawan;
Dwi Uswatun Khasanah
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jik.v14i1.431
Pasien Gagal Ginjal Kronis memiliki Ketergantungan pada terapi haemodialisis seumur hidupnya dan dapat mengakibatkan terjadinya perubahan pada kemampuan untuk menjalani fungsi kehidupan sehari-hari. Dampak secara psikologis akan menimbulkan rasa khawatir dan bisa menjadi stres Sehingga pasien memerlukan mekanisme penyelesaian masalah atau koping yang adaptif untuk dapat mengurangi atau mengatasi stres. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendekatan edukasi spritual terhadap mekanisme koping pasien gagal ginjal. Desain penelitian quasi eksperimental pre test-post test with control group. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner koping untuk mengetahui mekanisme koping pada saat pre test dan post test intervensi. Jumlah sampel sebanyak 66 orang terdiri atas 33 orang pada kelompok intervensi yang mendapatkan pendekatan edukasi spritual dan 33 orang pada kelompok kontrol. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden adalah laki-laki sebanyak 37 (56,06%), pendidikan SD sebanyak 24 (36,36%), tidak bekerja sebanyak 30 (45,45%), lama haemodialisa terbanyak 13-36 bulan sebanyak 22 (33,33). Rata-rata usia responden 48,9 tahun dengan usia termuda 20 tahun dan usia tertua 72 tahun. Rata-rata mekanisme koping adalah 47,81 dengan skor minimal 28 dan skor tertinggi 70. Terdapat perbedaan yang bermakna mekanisme koping pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah diberikan edukasi spritual muslim (p value 0,048). Demikian pulapada kelompok kontrol terdapat perbedaan bermakna mekanisme koping sebelum dan sesudah (p value 0,035). Hasil uji Independen T-test didapatkan perbedaan yang bermakna peningkatan mekanisme koping pasien gagal ginjal antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p value 0,016). Jadi dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian edukasi spritual muslim terhadap mekanisme koping pasien gagal ginjal
STUDI KORELASI PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM PENCEGAHAN GENERASI THALASEMIA DI POLTEKKES KEMENKES SEMARANG PRODI DIII KEPERAWATAN TEGAL
Cuciati Cuciati;
Agus Mulyadi;
Harry Abriyanto;
Fatchurrozak Himawan
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jik.v14i1.438
Thalasemia bukan salah satu dari penyakit menular tetapi angkanya terus meningkat, hal ini dikarenakan thalasemia merupakan penyakit keturunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi pengetahuan terhadap sikap mahasiswa terhadap pencegahan generasi thalasemia. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan studi korelasi. Penelitian ini dilakukan di kampus 9 DIII Keperawatan Prodi Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang. Teknik pengambilan sampling dengan menggunakan rums slovin dengan jumlah sampel 188 responden, mengumpulan data menggunakan kuesioner yang berisi karateristik respon, pengetahuan tentang thalasemia dan sikap dukungan dalam pencegahan generasi thalasemia. Analisis data menggunakan Chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahsiswa memiliki pengetahan baik sebanyak 92 orang (48,9%) dan memiliki sikap mendukung sebanyak 165 orang (87,76%), Hasil Uji Chi sqare didapatkan, dengan nilai Sym. Sig < 0,05 hal ini dapat disimpulkan bahwa ada korelasi pengetahuan terhadap sikap mahasiswa dalam pencegahan generasi thalasemia.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMATERAPI PEPPERMINT DAN TERAPI MUROTTAL TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE
Tinah Purwaningsih;
Atikah Hadiyatus Sulfa;
Deddy Utomo
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jik.v14i1.439
Rasa nyeri pada menstruasi terjadi karena peningkatan sekresi prostaglandin dalam darah haid, yang meningkatkan intensitas kontraksi uterus yang normal. Prostaglandin menguatkan kontraksi otot polos miometrium dan konstriksi pembuluh darahu terus sehingga keadaan hipoksia uterus yang secara normal menyertai haid akan bertambah berat. Kombinasi kontraksi uterus dan hipoksia ini menimbulkan rasa nyeri yang intensif pada dismenore. Aromaterapi peppermint dan terapi murottal adalah teknik non farmakologis yang dapat digunakan sebagai anestesi ringan, meningkatkan kenyamanan dan keadaan fisik seseorang, menurunkan hormon-hormon stress, mengaktifkan endorfin alami, meningkatkan perasaan rileks dan mengalihkan perhatian dari rasa cemas, takut, tegang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi peppermint dan terapi murottal terhadap penurunan skala nyeri dismenore.Jenis penelitian ini adalah preeksperiment denganrancangan The Static Group Pretest-Posttest Design. Pengambilan sampel mengggunakan teknik purposive sampling nonprobability sampling dengan jumlah sampel 40 responden yang terbagi menjadi 20 responden kelompok intervensi aromaterapi peppermint dan 20 responden kelompok intervensi terapi murottal. Berdasarkan hasil uji statistik, Uji Paired Sample T-Test diperoleh hasil nilai sig (2-tailed) yaitu 0,000 atau p < 0,05 yang menunjukkan terjadi perubahan skala nyeri yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan tindakan dan hasil uji Independent T-Test didapatkan nilai p < 0,05 yang berarti terdapat nilai beda skala nyeri pada kelompok yang diberikan aromaterapi peppermint dan terapi murottal. Berdasarkan hasil nilai rata-rata skala nyeri,responden yang diberi aromaterapi peppermintlebih efektif dalam menurunkan skala nyeri dismenore daripada responden yang diberi terapi murottal.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN POST PARTUM BLUES PADA IBU NIFAS DI DESA DUKUHWARU KABUPATEN TEGAL
Adrestia Rifki Naharani;
Ike Putri Setyatama;
Masturoh Masturoh;
Siswati Siswati
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jik.v14i1.451
Adaptasi psikologis pada ibu postpartum dimulai ketika seorang ibu mulai merawat dan mengurus bayinya. Hal ini merupakan peran dan tanggung jawab baru bagi setiap wanita setelah melahirkan. Peran dan tanggung jawab baru ini sering membuat ibu merasa tidak percaya diri dan mengalami stress. Ibu merasa sedih dan putus asa karena belum mampu untuk merawat bayi dengan baik. Kondisi ini membuat ibu menjadi lebih sensitif. Kondisi seperti ini dikenal dengan baby blues atau postpartum blues. Banyak faktor yang dapat menyebabkan postpartum blues, salah satunya yaitu dukungan sosial. Dukungan sosial bisa berasal dari suami, keluarga dan tetangga/lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian post partum blues. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey analitik,dengan pendekatan cross sectional dengan uji statistic Chi-Square dengan responden 20 ibu nifas. Dari hasil penelitian didapatkan dari 20 responden ada 5 orang yang mengalami post partum blues ( 25 %) dan 15 orang tidak mengalam post partum blues ( 75%). Hasil analisis menunjukan hasil yang signifikan dari hubungan kedua variabel tersebut adalah p = 0,000, p = 0,018<α 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolah sehingga ada Hubungan antara dukungan keluarga dengan post partum blues pada ibu nifas di Desa Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru. Kata Kunci : post partum blues,nifas,dukungan keluarga
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN DENGAN MINYAK TELON TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM SC DI RUMAH SAKIT MITRA SIAGA TEGAL
Carini Aryanti;
Agus Budianto;
Ikawati Setyaningrum
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jik.v14i1.454
Menurut Dinkes Provinsi Jawa Tengah, pencapaian pemberian ASI pada bayi usia 0-6 bulan di Kab Tegal 51,2%. Hasil wawancara dengan petugas kesehatan di RS Mitra Siaga Tegal bahwa proses menyusui pada ibu post SC tertunda karena kurangnya produksi ASI. Pijat oksitosin mampu mempengaruhi hormon prolaktin yang berfungsi sebagai stimulus produksi ASI pada ibu selama menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh terapi pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post SC. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan rancangan Pre Eksperimen dengan pendekatan static group comparation. Pengambilan sample menggunakan tehnik non probality sampling yaitu purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi, besar sample 44 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan standar oprasional prosedur (SOP). Hasil analisa data menggunakan Independent sample t test didapatkan p value 0,000 yang artinya p value <0,05 hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan pada produksi ASI antara kelompok yang diberikan pijat oksitosin dengan kelompok yang tidak diberikan pijat oksitosin pada ibu Post SC di RS Mitra Siaga Tegal.
ANALISIS FAKTOR MOTIVASI INTRINSIK TERHADAP KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI INSTALASI RAWAT INAP UNIT UMUM RSUI HARAPAN ANDA TEGAL
Arifin Dwi Atmaja;
Agus Irfan
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jik.v14i1.459
Rumah sakit sebagai suatu organisasi pelayanan kesehatan agar dapat tetap “survive” harus memiliki system manajemen pelayanan yang terbaik sesuai dengan tuntutan/kebutuhan dari masyarakat. Semua aktivitas rumah sakit berlangsung dengan baik apabila mendapat dukungan dari seluruh anggota organisasi. Motivasi kerja dari anggota organisasi merupakan aspek penting bagi setiap orang yang berkepentingan dengan keberhasilan organisasi (Zainun, 1994). RSUI Harapan Anda Tegal baru melaksanakan akreditasi KARS 2012 dan baru dioperasionalkannya gedung baru dimana masih banyak perawat yang direkrut rumah sakit. Rumah sakit juga baru merintis jenjang karir bagi perawat sehingga memungkinkan timbul ketidak pastian dalam mencapai motivasi kerja yang optimal. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor motivasi intrinsik (prestasi, pengakuan orang lain, tanggungjawab, peluang untuk kemajuan, kepuasan kerja) terhadap kinerja perawat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah perawat sejumlah 36 perawat di Ruang Rawat Inap RSUI HA Tegal. Analisis data menggunakan uji pearson product moment menunjukkan nilai p-value sebesar 0.004 < α (0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan motivasi intrinsik perawat terhadap kinerja hasilnya cukup signifikan.