cover
Contact Name
-
Contact Email
lensapendas@umkuningan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lensapendas@umkuningan.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Guru Sekolah Dasar - Universitas Muhammadiyah Kuningan Jl. R.A Moertasiah Soepomo No.28B, 45511 Kuningan - Jawa Barat
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Lensa Pendas
ISSN : 25410199     EISSN : 25416855     DOI : https://doi.org/10.33222/jlp
Core Subject : Education,
Jurnal Lensa Pendas merupakan majalah publikasi artikel ilmiah Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang memuat karya tulis ilmiah berkaitan dengan IPTEK terkait dengan pendidikan dasar, ditulis sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah serta diterbitkan secara berkala. Lensa Pendas menjadi salah satu media penerbitan artikel ilmiah berupa hasil penelitian atau hasil pemikiran (konseptual) sebagai upaya meningkatkan publikasi ilmiah dalam bidang pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 261 Documents
Optimalisasi Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Permainan dalam Pembelajaran Abad 21 di Sekolah Dasar Sindi Ladya Baharizqi Sindi; Sofyan Iskandar; Dede Trie Kurniawan
Jurnal Lensa Pendas Vol 8 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v8i1.2504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana optimalisasi penerapan model pembelajaran berbasis permaian dalam pembelajaran abad 21 di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka (Library Reaseacrh) dengan jenis penelitian kualitatif. Implementasi game based learning pada proses pembelajaran yang digunakan siswa dapat menjadi solusi inovatif untuk menyelesaikan berbagai permasalahan pembelajaran. Pembelajaran inovatif di abad 21 memiliki karakteristik yang mengarah pada pembelajaran yang interaktif, holistik, integratif, ilmiah, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik, serta pelaksanaannya pembelajarannya diarahkan menggunakan model/metode pembelajaran yang terkait dengan sifat-sifat tersebut. Dapat disimpulkan bahwa Game-Based Learning ini cocok sebagai inovasi dalam pembelajaran. karena hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa Game-Based Learning ini efektif serta efisien dan berdasarkan studi pustaka Game-Based Learning ini memiliki banyak manfaat dan kelebihan yang menjadi keunggulannya
Bahan Ajar Berbasis Karakter Cerita Rakyat Untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Dadang Cunandar; Dhia Zulfa Khaerunnisa; Atang Sutisna
Jurnal Lensa Pendas Vol 8 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v8i1.2509

Abstract

Penelitian ini bertujuan; (1) Menjelaskan Unsur Intrinsik Cerita Rakyat Kecamatan Cibingbin; (2) Menjelaskan Nilai Karakter Cerita Rakyat Kecamatan Cibingbin; (3) Menjelaskan Design Bahan Ajar Sastra Berbasis Karakter dalam Cerita Rakyat untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar; (4) Menjelaskan Kesesuaian Bahan Ajar Sastra Berbasis Karakter Cerita Rakyat untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Metode penelitian menggunakan Metode Deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian adalah tokoh masyarakat, dan ahli. Lokasi penelitian di Kecamatan Cibingbin. Teknik pengumpulan data menggunakan Pengamatan, Wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah Reduksi Data, Penyajian Data, dan Kesimpulan/Verifikasi. Hasil penelitian 1) Unsur instrinsik dalam cerita rakyat Kecamatan Cibingbin antara lain, tema, tokoh, penokohan, alur, setting dan amanat. 2) Karakter Religius, jujur, kerja keras, dan tanggung jawab. 3) Bahan ajar yang dibuat oleh peneliti berupa bahan ajar cetak. 4) Bahan ajar berbasis karakter cerita rakyat telah memenuhi kesesuaian dan kelayakan
Penggunaan Media Pembelajaran Papan Tulis Interaktif di Kelas Pada Abad 21 Lebyana Norma Belinda; Sofyan Iskandar; Dede Trie Kurniawan
Jurnal Lensa Pendas Vol 8 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v8i1.2555

Abstract

This study aims to find out how to use interactive whiteboard learning media in the classroom in the 21st century. The research method used in this research is qualitative research which is a literature study (library research). Data collection techniques by conducting a review of books, literature, journals, the internet, the results of thesis and dissertation research. Data analysis techniques in this study emphasize references or libraries as a reference. Learning in the 21st century is creative and innovative learning with the use of interactive whiteboard learning media in the classroom so it can bring positive changes in learning in the 21st century. It can be concluded that this interactive whiteboard learning model is suitable as an innovative learning medium. Based on the results of the preliminary study, it shows that this interactive whiteboard learning media is effective and not monotonous and based on a literature study, this interactive whiteboard has many advantages.
Karakteristik Masyarakat Abad 21 Reni Nurhayati; Sofyan Iskandar; Dede Trie Kurniawan
Jurnal Lensa Pendas Vol 8 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v8i1.2556

Abstract

Abad ke-21 dianggap sebagai abad pengetahuan, abad ekonomi berbasis pengetahuan, abad teknologi berita, globalisasi, revolusi industri 4.0, serta sebagainya. di abad ini, terjadi perubahan yang sangat cepat serta sulit diprediksi dalam segala aspek kehidupan baik bidang ekonomi, transportasi, teknologi, komunikasi, info, serta lain – lain. Industri 4.0 pertama kali diperkenalkan pada Hannover Fair 2011 yang ditandai revolusi digital. Industry 4.0 adalah tren terbaru dari teknologi yang sedemikian rupa canggihnya, yang berpengaruh besar terhadap proses produksi pada sektor manufaktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dimana pendekatan ini merupakan penelitian yang lebih menekankan pada pengamatan fenomena dan memerlukan insting yang tajam dari peneliti. Salah satu hasil dari teknologi adalah gadget. Gadget merupakan salah satu sarana komunikasi yang setiap masyarakat tidak bisa lepas dari alat komunikasi ini. Gadget merupakan telepon genggam atau telepon seluler (ponsel) atau handphone (HP). Gadget berupa HP, merupakan alat komunikasi yang paling sederhana, yang bisa digunakan oleh setiap orang. Dalam kehidupan sosial, gadget sangat berpengaruh baik terhadap perilaku maupun terhadap interaksi sosial. Gadget memiliki dampak positif dan negatif.
Penerapan Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar Melalui Budaya Sekolah Agi Hamdani; Dede Margo Irianto; Yeni Yuniarti
Jurnal Lensa Pendas Vol 8 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v8i1.2562

Abstract

This study aims to describe what character values ​​are applied through the implementation of school culture in SD Negeri Cinangerang I Sumedang. This study uses a qualitative method with a phenomenological study approach. The main data sources are school principals, teachers, and students. Meanwhile, supporting data is in the form of documentation of activities related to research studies. Data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The validity of the data researchers used the method of source triangulation and media triangulation. Data analysis techniques consist of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study concluded that character education is carried out by applying school culture and good habituation through routine school activities and in the learning process in the classroom. Character values ​​developed are religious, responsible, independent, nationalism, caring for the environment. In the implementation there were several obstacles such as the lack of facilities and infrastructure, the presence of students who were less enthusiastic, and the presence of parents who did not care about school activities.
Membangun Karakter Peserta Didik Abad 21 Melalui Selidig (Sekolah Literasi Digital) Titis Madyaning Ratri; Sofyan Iskandar; Dede Trie Kurniawan
Jurnal Lensa Pendas Vol 8 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v8i1.2567

Abstract

Indonesia saat ini memasuki masa revolusi industry 4.0, sekolah sebagai institusi pendidikan diharapkan dapat meningkatkan mutu dan sumber daya manusianya. Salah satu strategi peningkatan mutu pendidikan di sekolah dengan pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) melalui program SELIDIG. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi gerakan literasi sekolah untuk mengembangkan karakter peserta didik dalam menghadapi kecanggihan Abad 21 yang dilaksanakan di SDN 029 Cilengkrang Kota Bandung dengan menggunakan metode deskriptif – kualitatif, melalui pendekatan studi kasus. Metode yang digunakan dalam pengambilan data melaui kegiatan observasi, wawancara, dan analisis dokumen yang dibutuhkan guna menunjang penelitian. Data yang diperoleh dari hasil studi kasus ini kemudian di analisis secara kualitatif. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa pembelajaran literasi digital dapat membangun karakter peserta didik yang memiliki pemahaman terhadap dimensi literal digital dan mencetak lulusan sekolah yang mampu berkembang dan berdaya saing di tingkat internasional.
Respon Siswa Terhadap Bahan Ajar Membaca Berbasis Kearifan Lokal Irfan Fajrul Falah; Rita Kusumah; Muhafidin
Jurnal Lensa Pendas Vol 8 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v8i1.2607

Abstract

Diantara beberapa jenis membaca, membaca pemahaman dianggap yang paling kompleks karena melibatkan pengetahuan dan juga pengalaman yang telah dimiliki oleh pembaca serta dihubungkan dengan isi bacaan. Di tingkat sekolah dasar, kemampuan ini belum mendapat perhatian yang maksimal terutama dari guru. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah dengan mengembangkan bahan bacaan yang relevan dengan kehidupan mereka yang dalam hal ini di basiskan pada kearifan lokal. Dengan mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa, proses pembelajaran disinyalir akan lebih efektif sehingga berdampak terhadap kualitas pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran respon siswa terhadap bahan ajar membaca yang dikembangkan yakni bahan ajar membaca berbasis kearifan lokal. Penelitian ini sendiri menggunakan metode kualitatif dengan teknik penyebaran angket. Angket sendiri terdiri dari beberapa pernyataan yang sederhana dan didistribusikan kepada siswa kelas 5B di SDN Cigugur Kabupaten Kuningan. Adapun angket tersebut meliputi pertanyaan terkait display atau tampilan, konten dan juga kebermanfaatan yang dirasakan. Berdasarkan hasil dari angket yang telah didistribusikan, respon yang ditunjukan oleh siswa terhadap bahan ajar membaca berbasis kearifan lokal yang disusun berada dalam level baik. Hal ini terlihat dari skor rata-rata yang lebih dari 70 % yang terdapat dalam tiga aspek yakni tampilan, konten materi dan juga manfaat yang dirasakan.
Analisis Guru Dalam Penanaman Nilai Akhlakul Karimah Siswa Kelas V SDN Tirtawangunan Asep Usamah; Firdha Roslina
Jurnal Lensa Pendas Vol 8 No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v8i2.2784

Abstract

This study aims to describe the teacher's way of inculcating moral values ​​in students. This study uses a qualitative approach and case study methods. The subjects in this study were principals, teachers and fifth grade students at SDN Tirtawangunan. Data were collected through observation, interviews and documentation. Data were analyzed descriptively qualitatively. The results of the study show that in inculcating the values ​​of morality, the teacher familiarizes students to behave in accordance with existing rules and norms, in other words the teacher familiarizes students to do positive things which are done in four ways, namely familiarizing students with character to Allah SWT. , to oneself, to fellow human beings, and to family. Although there are some students who do not comply with the existing rules, it will be followed up in accordance with the punishment at SDN Tirtawangunan.
Analisis Kemampuan Membaca Permulaan dan Kesulitan yang dihadapi Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Agatha Kristi Pramudika Sari; Shinta Shintiana
Jurnal Lensa Pendas Vol 8 No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v8i2.2818

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalis kemampuan membaca permulaan, menganalisis kesulitan dalam membaca permulaan serta upaya dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas 1 di SDN 2 Babakanreuma. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif berupa studi kasus di SDN 2 Babakanreuma. Sumber data peneltian ini adalah guru, siswa, dan orang tua siswa kelas 1 SD. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa data data collection, data reduction, data display dan conclusion drawing/ verification. Sedangkan untuk validasi data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SD N 2 Babakanreuma termasuk dalam kriteria sangat baik. Kesulitan yang dihadapi yaitu siswa masih belum bisa merangkai huruf menjadi kata, kata menjadi suku kata, belum bisa membedakan huruf, intonasi suara tidak jelas, kesulitan ketika membaca huruf konsonan dan masih belum bisa mengeja ketika membaca. Solusi yang diberikan oleh guru untuk mengatasi kesulitan membaca permulaan diantaranya yaitu sebagai berikut.guru memberikan jam tambahan kepada siswa yang memiliki kesulitan dalam membaca permulaan. memberikan perhatian lebih kepada siswa yang mengalami kesulitan membaca. guru mengajarkan siswa mengenal huruf dengan gaya mengajar yang lebih kreatif. guru memberikan motivasi untuk membangun rasa percaya diri pada siswa.serta pada saat proses pembelajaran guru menggunakan media belajar yang menarik seperti buku bergambar, buku bacalah, buku cerita kartu kata maupun multimedia.
Implementasi Model Project Based Learning Pada Hasil Belajar Tria Lestari; Andi Ali Kisai; Nurkholis
Jurnal Lensa Pendas Vol 8 No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v8i2.2954

Abstract

Permasalahan yang melatarbelakangi penenlitian ini adalah rendahnya hasil belajar peserta didik di SDN 17 Kuningan. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai rata-rata yang dicapai peserta didik berdasarkan nilai ulangan harian mencapai 63,4. Peserta didik yang tuntas belajar (mencapai KKM) terdapat 6 peserta didik (20,69%), sedangkan peserta didik yang tidak tuntas belajar (dibawah KKM) 23 peserta didik (79,31%). Metode penelitian dalam penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan II siklus yang terdiri dari siklus I dan Siklus II. Setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu peserta didik kelas VIB SD Negeri 17 Kuningan yang berjumlah 29 peserta didik. Hasi penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan setelah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan pada setiap siklus merupakan bukti keberhasilan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada proses pembelajaran. Berdasarkan hasil belajar peserta didik setiap siklus mengalami peningkatan. Nilai rata-rata hasil ulangan harian peserta didik diperoleh 63,4 dengan jumlah 6 peserta didik (20,69%) tuntas belajar. Nilai rata-rata hasil belajar Siklus I diperoleh 76,2 dengan jumlah 18 peserta didik (62,06%) tuntas belajar, dan nilai rata- rata pada siklus II diperoleh 88,45 dengan jumlah 27 siswa (93,1%) tuntas belajar. Kesimpulannya maka pembelajaran IPA dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Saran utamanya kepada guru agar lebih meningkatkan wawasan tentang model pembelajaran yang inovatif sehingga dalam pembelajaran menjadi tidak monoton.