cover
Contact Name
Sahabuddin Latif
Contact Email
greenplexresearch@gmail.com
Phone
+6285257228519
Journal Mail Official
greenplexresearch@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cak Doko No. 52, Oetete Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Journal of Green Complex Engineering
Published by CV. Gio Architect
ISSN : -     EISSN : 30259673     DOI : 10.59810/greenplexresearch
Greenplex Research Journal of Green Complex Engineering adalah jurnal akademik yang berfokus pada penelitian dan publikasi di bidang rekayasa kompleks hijau. Jurnal ini menekankan pada perkembangan dan aplikasi solusi teknis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam desain, konstruksi, dan pengelolaan kompleks bangunan. Greenplex Research Journal of Green Complex Engineering bertujuan untuk menyediakan wadah bagi para peneliti, ilmuwan, akademisi, praktisi, dan profesional di bidang rekayasa kompleks hijau untuk berbagi pengetahuan, temuan, dan inovasi terbaru. Jurnal ini mempromosikan pertukaran informasi yang luas dan kolaborasi di antara para ahli yang tertarik dalam menciptakan bangunan dan infrastruktur yang lebih ramah lingkungan.
Articles 24 Documents
Dampak Perubahan Lahan Terhadap Bencana Banjir di Kecamatan Rappocini Kota Makassar Muh. Syafaat S Kuba; Nini Apriani Rumata; Citra Amalia Amal
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i2.96

Abstract

Kota Makassar merupakan pintu gerbang dari Indonesia Timur sehingga kota ini selalu mengalami perkembangan pembangunan yang sangat signifikan. Hal ini sejalan dengan perkembangan meluasnya bencana banjir yang terjadi di Kota Makassar. Salah satu faktor yang paling mempengaruhi perkembangan bencana banjir adalah perubahan fungsi lahan menjadi lahan terbangun. Kecamatan Rappocini merupakan salah satu kecamatan di Kota Makassar yang mengalami perkembangan perubahan lahan dan banjir yang cukup signifikan. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu pertama mengidentifikasikan perkembangan perubahan lahan yang terjadi Kota Makassar pada tahun 2014 dan Tahun 2024 di Kecamatan Rappocini, kedua Menganalisis perkembangan potensi bencana banjir pada tahun 2014 dan tahun 2024 di Kecamatan Rappocini. Metode yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis spasial. Analisis deskripsi dengan melakukan interpretasi citra satelit  untuk mengetahui perubahan lahan yang terjadi tahun 2014 dan tahun 2024. Analisis spasial digunakan untuk mengetahui potensi ancaman banjir dengan pendekatan pemetaan wilayah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perkembangan perubahan lahan menjadi lahan terbangun dari tahun 2014 – 2024 adalah 15%  serta perkembangan luas wilayah yang berpotensi bencana banjir dari tahun 2014 sampai tahun 2024 dengan kerawanan sedang menurun sebanyak 65% dan kerawanan tinggi meningkat menjadi 12%. Penelitian ini menyimpulkan ada penurunan kualitas lahan sehingga terjadi kerawanan banjir sedang menuju tinggi. Disarankan ada tindak lanjut seperti penentuan lokasi evakuasi bencana dan melakukan pengendalian terhadap pemanfaatan lahan secara berlebihan.
Analisis Teori dan Kritik Terhadap Arsitektur Masjid 99 Kubah Makassar Ria Selfiyani Bahrun; Suci Qadriana Ramadhani
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i2.97

Abstract

Masjid 99 Kubah merupakan salah satu bangunan terunik di kota Makassar yang memiliki fungsi sebagai bangunan ibadah sekaligus dengan fungsi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teori dan kritik arsitektur untuk melihat bagaimana hubungan aspek sejarah, fenomena arsitektur serta beberapa konteks sosial budaya yang mempengaruhinya. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi lapangan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif korelasi untuk mengaitkan teori dan kritik arsitektur yang ada terhadap fisik bangunannya. Jenis teori dan kritik arsitektur yang digunakan adalah deskriptif (deskripsi fisik bangunan berdasarkan fakta lapangan), interpretatif (menafsirkan bangunan tanpa ada unsur menghakimi), dan kritik fungsionalisme (melihat kesesuaian bangunan dengan fungsinya) yang diuraikan penjelasannya sebagai temuan dari hasil analisis studi kasus di lapangan. Hasil dari penelitian Masjid 99 Kubah adalah arsitektur islam yang diadaptasi dengan gaya arsitektur timur tengah dengan penggabungan style Byzantium dan Ottoman. Bukaan pintu dan jendela memiliki bentuk tradisi islami dan klasik namun ditampilkan dengan material post modern. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat menambah wawasan bagi semua kalangan baik akademisi maupun masyarakat.
Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Lahan dengan Fungsi Kawasan di Kabupaten Kolaka Soemitro Emin Praja; M. Nurhidayat; Fathurrahman Burhanuddin; Nini Apriani Rumata
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i1.117

Abstract

ABSTRAKKabupaten Kolaka memiliki perkembangan yang cukup signifikan. Pertumbuhan penduduk selama 10 tahun terakhir dari tahun 2013 berjumlah 228.599 jiwa dan meningkat pada tahun 2023 menjadi 245.930 jiwa memberikan potensi perkembangan penggunaan lahan yang tinggi pula. Perkembangan penggunaan lahan sebaiknya disesuaikan dengan fungsi kawasan yang dimiliki oleh Kabupaten Kolaka sehingga perencanaan dan pembangunan tetap sesuai dengan kemampuan lahan. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis fungsi kawasan kabupaten kolaka dan menganalisis tingkat kesesuaian penggunaan lahan dengan fungsi kawasan Kabupaten Kolaka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan spasial. Analisis spasial melalui super impose (overlay). Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa fungsi kawasan yang berada di Kabupaten Kolaka adalah Fungsi Lindung dengan Luas 233, 56 Ha, Fungsi Penyangga dengan Luas 12802,65 Ha dan Fungsi Budidaya terbagi menjadi kawasan budidaya tanaman musiman seluas 224001,33 dan kawasan budidaya tanaman tahunan dengan Luas 47333,92 ha. Tingkat Kesesuaian Penggunaan Lahan dengan Fungsi Kawasan pada umumnya telah sesuai namun terdapat wilayah yang seharusnya difungsikan sebagai Kawasan Penyangga berubah menjadi Kawasan Permukiman seluas 0,28 ha. ABSTRACTKolaka Regency has a significant development. Population growth over the last 10 years from 2013 totalled 228,599 people and increased in 2023 to 245,930 people, providing the potential for high land use development. Land use development should be adjusted to the function of the area owned by Kolaka Regency so that planning and development remain in accordance with land capabilities. This research has the aim of analysing the function of the Kolaka Regency area and analysing the level of land use suitability with the function of the Kolaka Regency area. This research is a quantitative and qualitative descriptive research with a spatial approach. Spatial analysis through super impose (overlay). The results of this analysis show that the function of the area located in Kolaka Regency is a Protection Function with an Area of 233.56 Ha, a Buffer Function with an Area of 12802.65 Ha and a Cultivation Function divided into seasonal crop cultivation areas covering an area of 224001.33 and annual crop cultivation areas with an Area of 47333.92 ha. The level of Land Use Conformity with Area Functions is generally appropriate, but there are areas that should function as Buffer Areas turned into Residential Areas covering an area of 0.28 ha.
Tipologi Permukiman Kumuh di Kawasan Pesisir Makalehi Kecamatan Siau Barat Kabupaten Sitaro Amal, Citra Amalia; Idrus, Irnawaty; Amin, Siti Fuadillah Alhumairah; Rumata, Nini Apriani
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i1.118

Abstract

ABSTRAKKabupaten Sitaro, yang terletak di bagian utara Pulau Sulawesi, menghadapi tantangan dalam pengelolaan kawasan permukiman akibat kondisi topografi curam dan ketersediaan lahan terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipologi permukiman di Kampung Makalehi dan mengevaluasi tingkat kekumuhannya. Studi ini mengadopsi metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan spasial untuk menganalisis karakteristik fisik permukiman dan indikator kekumuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permukiman di Makalehi memiliki tipologi kombinasi antara pola linier, yang mengikuti jalan dan garis pantai, serta pola cluster yang berkembang karena kebutuhan lahan. Penilaian kekumuhan menggunakan indikator seperti kondisi bangunan, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase, pengelolaan limbah, pengelolaan sampah, dan proteksi kebakaran. Skor akumulasi 32 mengindikasikan bahwa kawasan ini termasuk dalam kategori kumuh ringan. Beberapa masalah utama yang diidentifikasi meliputi kualitas buruk infrastruktur jalan, ketidaktersediaan akses air bersih untuk 13 keluarga, sistem drainase yang tidak memadai, dan tidak adanya sarana proteksi kebakaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa permukiman di Makalehi membutuhkan perbaikan infrastruktur dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Intervensi yang terencana dan berbasis data dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendukung pengelolaan kawasan permukiman secara berkelanjutan. ABSTRACTSitaro Regency, located in the northern part of Sulawesi Island, faces challenges in managing residential areas due to steep topography and limited land availability. This study aims to identify the settlement typology in Makalehi Village and evaluate its level of squalor. The study adopts qualitative and quantitative descriptive methods with a spatial approach to analyze the physical characteristics of the settlements and slum indicators. The findings indicate that the settlements in Makalehi exhibit a combination of linear patterns, following roads and coastal lines, and cluster patterns, which develop due to land needs. Slum assessments were conducted using indicators such as building conditions, neighborhood roads, drinking water supply, drainage, waste management, sewage systems, and fire protection. The accumulated score of 32 categorizes the area as a light slum. Key issues identified include poor road infrastructure, lack of access to clean water for 13 families, inadequate drainage systems, and the absence of fire protection facilities. This study concludes that the settlements in Makalehi require significant improvements in infrastructure and environmental management. Well-planned, data-driven interventions can enhance the quality of life for the community and support sustainable settlement management.
Perancangan Mal dan Apartemen dengan Pendekatan Konsep Green Building di Kota Makassar Ade Mawardi Syamsuddin; Siti Fuadillah Alhumairah; Sahabuddin Latif; Irnawaty Idrus; Ashari Abdullah; Andi Yusri
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i1.120

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan populasi di Kota Makassar yang mencapai 1,4 juta jiwa pada tahun 2020 menghadirkan tantangan dalam pengelolaan ruang kota, khususnya penyediaan hunian dan fasilitas publik yang ramah lingkungan. Studi ini bertujuan merancang bangunan multifungsi yang mengintegrasikan apartemen dan mal menggunakan konsep Green Building, yang tidak hanya efisien dalam penggunaan lahan tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Metodologi penelitian mencakup observasi langsung di lokasi Jalan Aroepala, Makassar, serta studi literatur terkait prinsip Green Building. Analisis meliputi orientasi matahari, arah angin, tingkat kebisingan, dan aksesibilitas tapak. Fungsi bangunan dirancang dengan zonasi ruang yang jelas dan integrasi teknologi hemat energi serta material ramah lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa penerapan Green Building mampu meningkatkan efisiensi energi, memaksimalkan pencahayaan dan ventilasi alami, serta mengurangi jejak karbon. Desain ini juga menyediakan ruang multifungsi dengan zonasi yang efektif, di mana apartemen memberikan kenyamanan hunian dan mal berfungsi sebagai pusat sosial serta ekonomi. Taman vertikal dan elemen fasad hijau tidak hanya meningkatkan estetika tetapi juga mendukung ekosistem lokal. Desain ini menjadi solusi nyata untuk memenuhi kebutuhan masyarakat urban sambil meminimalkan dampak lingkungan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap literatur Green Building dengan menawarkan model desain yang relevan untuk kawasan urban dengan keterbatasan lahan. Implikasi dari temuan ini mencakup peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pengurangan dampak perubahan iklim. Studi ini juga membuka peluang untuk riset lebih lanjut terkait evaluasi kinerja desain setelah implementasi.   ABSTRACTThe population growth in Makassar City, reaching 1.4 million in 2020, presents challenges in urban space management, particularly in providing environmentally friendly housing and public facilities. This study aims to design a multifunctional building integrating apartments and malls using the Green Building concept, which not only optimizes land use but also supports environmental sustainability. The research methodology includes direct observations at the Jalan Aroepala site in Makassar and a literature review on Green Building principles. The analysis covers sun orientation, wind direction, noise levels, and site accessibility. Building functions are designed with clear space zoning and the integration of energy-efficient technologies and environmentally friendly materials. The findings reveal that applying Green Building principles enhances energy efficiency, maximizes natural lighting and ventilation, and reduces the carbon footprint. The design also provides multifunctional spaces with effective zoning, where apartments offer comfortable living and the mall serves as a social and economic hub. Vertical gardens and green facade elements not only improve aesthetics but also support the local ecosystem. This design presents a practical solution to meet urban societal needs while minimizing environmental impact. This study makes a significant contribution to Green Building literature by proposing a relevant design model for urban areas with limited land availability. The implications include improved community quality of life and reduced climate change impacts. Furthermore, the findings open opportunities for further research on evaluating the performance of the design post-implementation.
Perancangan Aquatic Sport Center dengan Pendekatan Arsitektur Organik di Kota Mamuju Wiwi Herawati; Sahabuddin Latif; Irnawaty Idrus; Citra Amalia Amal; Nur Hikmah Paddiyatu; Andi Yusri
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i1.123

Abstract

ABSTRAKKota Mamuju, yang terletak di pesisir barat Pulau Sulawesi, memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga air dan rekreasi. Namun, kota ini belum memiliki fasilitas olahraga air yang memenuhi standar internasional sekaligus mendukung keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan merancang sebuah Aquatic Sport Center dengan pendekatan arsitektur organik yang mengintegrasikan harmoni dengan alam, efisiensi energi, dan tata ruang multifungsi untuk memenuhi kebutuhan olahraga, rekreasi, dan edukasi masyarakat. Metode penelitian melibatkan pendekatan berbasis studi literatur dan desain eksploratif, dimulai dengan analisis prinsip arsitektur organik. Proses perancangan mencakup sketsa manual, pembuatan model digital, serta simulasi efisiensi energi dan dampak lingkungan. Integrasi elemen desain dilakukan untuk memastikan keselarasan bangunan dengan lanskap lokal dan keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aquatic Sport Center yang dirancang mengadopsi prinsip arsitektur organik, seperti penggunaan material lokal, pencahayaan alami, ventilasi silang, dan sistem pengelolaan air hujan. Desain ini tidak hanya mendukung efisiensi energi tetapi juga menciptakan fasilitas multifungsi yang relevan secara sosial, ekologis, dan budaya. Dengan tata ruang yang fleksibel, fasilitas ini dapat melayani kebutuhan olahraga kompetitif maupun rekreasi masyarakat. Penelitian ini berkontribusi pada literatur arsitektur keberlanjutan dengan menawarkan panduan praktis untuk fasilitas olahraga berbasis arsitektur organik. Temuan ini juga memiliki implikasi luas untuk pengembangan fasilitas serupa di wilayah pesisir lainnya. Studi lanjutan dapat mengeksplorasi integrasi teknologi hemat energi modern dan kajian ekonomi penerapan desain ini. ABSTRACTMamuju City, located on the western coast of Sulawesi Island, holds significant potential for the development of water sports and recreation. However, the city lacks aquatic sports facilities that meet international standards while supporting sustainability. This study aims to design an Aquatic Sport Center using an organic architectural approach that integrates harmony with nature, energy efficiency, and multifunctional spatial planning to meet the needs of sports, recreation, and education for the community. The research methodology involved a literature-based exploratory approach and design exploration, beginning with an analysis of the principles of organic architecture. The design process included manual sketching, creating digital models, and simulating energy efficiency and environmental impact. Design elements were integrated to ensure alignment between the building and the local landscape while promoting environmental sustainability. The results indicate that the proposed Aquatic Sport Center adopts organic architectural principles, such as the use of local materials, natural lighting, cross ventilation, and a rainwater management system. The design not only supports energy efficiency but also creates a multifunctional facility that is socially, ecologically, and culturally relevant. With flexible spatial layouts, the facility caters to both competitive sports and community recreation needs. This study contributes to the sustainable architecture literature by offering practical guidelines for sports facilities based on organic architecture. The findings also have broader implications for developing similar facilities in other coastal areas. Future research could explore the integration of advanced energy-saving technologies and economic feasibility studies of implementing this design.
Identifikasi Aspek Perancangan Masjid Ramah Anak Berbasis Community Score Card Andi Asmuliany; Mutmainnah Sudirman; Andi Annisa Amalia
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i1.125

Abstract

ABSTRAKDesain masjid yang inklusif dan ramah anak berperan penting dalam mendukung perkembangan spiritual, sosial, dan emosional anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep desain masjid ramah anak di Kota Makassar dengan menggunakan pendekatan berbasis Community Score Card (CSC). Pendekatan ini memungkinkan keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan evaluasi desain, memastikan kebutuhan anak-anak terpenuhi dengan optimal. Metodologi penelitian mencakup analisis kombinasi kuantitatif dan kualitatif melalui observasi desain masjid, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, survei komunitas, dan studi kasus di dua masjid, yakni Masjid Cheng Ho dan Al-Markaz Al-Islami. Analisis data dilakukan untuk mengidentifikasi fasilitas ramah anak yang dibutuhkan, seperti ruang bermain, taman edukasi, dan perpustakaan mini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua masjid telah memiliki elemen desain ramah anak, seperti area salat khusus, fasilitas pendukung lain masih terbatas. Partisipasi masyarakat melalui CSC terbukti efektif dalam mengidentifikasi kebutuhan spesifik, meningkatkan rasa kepemilikan komunitas, dan menciptakan desain yang lebih inklusif. Temuan ini memperkuat urgensi untuk mengintegrasikan desain masjid ramah anak dalam perencanaan fasilitas publik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan desain arsitektur Islam dan mendukung kebijakan perlindungan anak. Implikasi utama adalah perlunya pedoman desain ramah anak untuk memastikan masjid tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga pusat edukasi dan interaksi sosial bagi anak-anak. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi implementasi di daerah pedesaan atau masjid dengan kapasitas terbatas. ABSTRACTMosques play a pivotal role not only as places of worship but also as centers for education and community development. However, their design often neglects the specific needs of children, limiting their potential as inclusive spaces for fostering spiritual, social, and emotional growth. This study aims to explore how community participation can enhance mosque designs to better serve children in urban areas like Makassar, Indonesia. Using a mixed-methods approach, the research integrates quantitative analysis of mosque facilities and qualitative insights from observations, interviews, and participatory methods like the Community Score Card (CSC). Two case studies, Masjid Cheng Ho and Al-Markaz Al-Islami, were analyzed to evaluate existing child-friendly elements and identify design gaps. The findings reveal that while some mosques provide basic child-friendly features, such as designated prayer areas, most lack vital facilities like playgrounds, educational spaces, and child-focused libraries. The CSC approach enabled direct community input, emphasizing the need for inclusive designs that balance the requirements of children and other mosque users. This participatory model fostered a sense of ownership among stakeholders and ensured relevance to local needs. This study contributes to Islamic architecture by providing practical guidelines for designing child-friendly mosques, with implications for policy and community-based planning. Future research should explore rural settings and assess the long-term impact of such designs on child development. Implementing these recommendations could transform mosques into vibrant spaces that nurture children’s holistic growth.
Potensi Kerawanan Kenaikan Permukaan Air Laut di Kawasan Pesisir Kecamatan Paju’kukang Kabupaten Bantaeng Indriyanti; Farida Gaffar; Kasmawati; Nini Apriani Rumata
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i1.126

Abstract

ABSTRAKWilayah pesisir merupakan kawasan dengan potensi besar untuk pembangunan, tetapi juga rentan terhadap bencana lingkungan, salah satunya kenaikan permukaan air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik fisik dan potensi wilayah pesisir Kecamatan Paju’kukang serta menganalisis tingkat kerawanannya terhadap kenaikan permukaan air laut. Studi ini menggunakan metode campuran, dengan analisis deskriptif kualitatif dan analisis spasial berbasis sistem informasi geografis (GIS). Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan dokumen terkait, mencakup indikator seperti kemiringan lereng, tata guna lahan, ketinggian gelombang, kecepatan arus, angin, dan pasang surut. Hasil menunjukkan bahwa 60,3% wilayah memiliki tingkat kerawanan sedang, 25,5% memiliki kerawanan tinggi, dan hanya 14,1% yang tergolong rendah. Kerawanan tinggi umumnya terdapat di kawasan dengan tata guna lahan intensif, seperti permukiman dan kawasan industri. Faktor seperti kemiringan lereng rendah (0–8%) dan dinamika laut, termasuk ketinggian gelombang mencapai 1,2 meter, berkontribusi signifikan terhadap tingkat kerawanan ini. Aktivitas pembangunan di Kawasan Industri Bantaeng turut meningkatkan tekanan lingkungan, yang dapat memperburuk risiko di masa depan. Penelitian ini menegaskan pentingnya perencanaan tata guna lahan yang berkelanjutan untuk meminimalkan risiko bencana di kawasan pesisir. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi literatur terkait kerawanan pesisir di Indonesia dan dapat menjadi dasar untuk kebijakan mitigasi bencana yang lebih efektif. Studi lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi dampak perubahan iklim jangka panjang dan efektivitas kebijakan tata ruang di kawasan pesisir. ABSTRACTCoastal areas are highly dynamic regions with significant environmental and economic potential, but they face increasing risks from sea level rise caused by climate change and human activities. This study aims to assess the physical characteristics, potential, and vulnerability of the coastal area in Paju’kukang Subdistrict, Bantaeng Regency, Indonesia, to sea level rise. A mixed-methods approach was employed, combining qualitative analysis for identifying influencing indicators and quantitative spatial analysis for mapping vulnerability. Data were collected through field observations and secondary sources, focusing on slope gradient, land use, wave height, currents, wind, and tides. The findings reveal that 60.3% of the area exhibits moderate vulnerability, 25.5% high vulnerability, and only 14.1% low vulnerability. Key factors include flat topography (slope gradient 0–8%), predominant land uses such as agriculture and aquaculture, and dynamic oceanographic conditions with wave heights reaching 1.2 meters during specific seasons. The development of the Bantaeng Industrial Park further increases land use intensity, potentially exacerbating vulnerability. These results underscore the urgent need for sustainable land-use planning to mitigate risks and protect coastal communities. By providing a detailed vulnerability map, this study contributes to disaster risk management and supports decision-makers in crafting effective mitigation policies. Future research should explore predictive models for long-term climate impacts and evaluate coastal zoning policies to enhance resilience against sea level rise.
Strategi Pengelolaan Sampah di Kawasan Permukiman Lantebung Kota Makassar Rumata, Nini Apriani; Julianti, Dinda Rahma; Janna, Nur Miftahul
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i2.127

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan urbanisasi yang pesat di Kota Makassar, terutama di kawasan permukiman pesisir seperti Lantebung, telah menyebabkan peningkatan volume sampah yang tidak terkelola dengan baik. Kondisi ini diperburuk oleh kurangnya infrastruktur pengelolaan sampah, rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, serta peran pemerintah yang masih terbatas dalam regulasi dan pengawasan. Akumulasi sampah yang tidak terkelola dengan baik menyebabkan pencemaran lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pengelolaan sampah yang ada dan merumuskan strategi optimal untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di kawasan ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode deskriptif serta analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan metode IFAS (Internal Strategic Factor Analysis Summary) dan EFAS (External Strategic Factor Analysis Summary). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat sosialisasi dari pemerintah dan pengangkutan sampah yang dilakukan secara rutin, masih terdapat banyak kendala, seperti kurangnya tempat pembuangan sampah sementara (TPS), minimnya fasilitas daur ulang, serta rendahnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Oleh karena itu, strategi yang direkomendasikan adalah strategi diversifikasi, yang mencakup penambahan TPS, edukasi masyarakat, serta peningkatan kolaborasi antara pemerintah dan komunitas lokal. Kesimpulannya, implementasi strategi ini dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah, mengurangi dampak pencemaran lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Studi ini memberikan implikasi bagi perencanaan kebijakan lingkungan yang lebih berkelanjutan dan berbasis komunitas. ABSTRACT The rapid urbanization in Makassar City, particularly in coastal residential areas such as Lantebung, has led to a significant increase in waste volume that remains poorly managed. This issue is exacerbated by inadequate waste management infrastructure, low public awareness of waste segregation, and limited government intervention in regulation and supervision. The accumulation of unmanaged waste contributes to environmental pollution and poses a threat to public health. Therefore, this study aims to identify existing waste management patterns and formulate optimal strategies to improve waste management effectiveness in this area. This study employs a qualitative and quantitative approach using a descriptive method and SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Data were collected through field observations, interviews, and documentation, which were then analyzed using the IFAS (Internal Strategic Factor Analysis Summary) and EFAS (External Strategic Factor Analysis Summary) methods. The results indicate that despite government-led awareness campaigns and routine waste collection, several challenges persist, including the lack of temporary waste disposal sites (TPS), limited recycling facilities, and low community participation in waste management. Therefore, the recommended strategy is a diversification strategy, which includes increasing the number of TPS, enhancing community education on waste management, and strengthening collaboration between the government and local communities. In conclusion, implementing this strategy can improve waste management efficiency, reduce environmental pollution, and enhance the overall quality of life for residents. This study provides important implications for developing more sustainable and community-based environmental policies.
Arsitektur Tropis Berkelanjutan untuk Infrastruktur Olahraga: Desain yang Tanggap Iklim untuk Pusat Pelatihan Bulu Tangkis di Polewali Mandar Muh. Ilmiansah; Latif, Sahabuddin; Paddiyatu, NurHikmah; Amal, Citra Amalia; Amin, Siti Fuadillah Alhumairah; Idrus, Irnawaty
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i2.146

Abstract

ABSTRAKPengembangan fasilitas olahraga yang berkelanjutan di iklim tropis sangat penting karena tantangan yang ditimbulkan oleh suhu tinggi, kelembapan, dan konsumsi energi yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi arsitektur yang responsif terhadap iklim yang meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan termal sekaligus mengurangi ketergantungan pada pendinginan mekanis. Tujuan utamanya adalah untuk mengintegrasikan teknik pendinginan pasif, seperti ventilasi alami, perangkat peneduh, dan penggunaan bahan hemat energi, untuk menciptakan infrastruktur olahraga yang berkelanjutan secara lingkungan dan ekonomi. Pendekatan metode campuran digunakan, dengan menggabungkan analisis lokasi, dan perbandingan studi kasus untuk mengevaluasi efektivitas intervensi desain yang berbeda. Kriteria penilaian utama termasuk pola konsumsi energi, kualitas udara dalam ruangan, dan efisiensi biaya operasional. Temuan menunjukkan bahwa penerapan strategi pendinginan pasif, seperti ventilasi silang yang dioptimalkan dan mekanisme peneduh, dapat mengurangi kebutuhan energi pendinginan hingga 30%. Penggunaan bahan yang bersumber secara lokal meningkatkan sifat insulasi sekaligus meminimalkan jejak karbon. Selain itu, mengintegrasikan solusi energi terbarukan, seperti panel fotovoltaik semakin mendukung tujuan keberlanjutan. Analisis ini menyoroti bahwa fasilitas olahraga yang dirancang dengan prinsip-prinsip yang tanggap terhadap iklim menunjukkan biaya operasional yang lebih rendah, kualitas lingkungan dalam ruangan yang lebih baik, dan ketahanan yang lebih besar terhadap kondisi iklim. Studi ini menggarisbawahi perlunya kerangka kerja desain holistik yang menggabungkan solusi energi pasif dan aktif. Penelitian di masa depan harus berfokus pada evaluasi kinerja jangka panjang, teknologi bangunan pintar, dan strategi adaptif yang disesuaikan dengan wilayah tropis yang berbeda. Dengan merangkul prinsip-prinsip arsitektur berkelanjutan, infrastruktur olahraga dapat mencapai manfaat ekologi dan ekonomi, yang berkontribusi pada tujuan keberlanjutan global.ABSTRACTThe development of sustainable sports facilities in tropical climates is essential due to the challenges posed by high temperatures, humidity, and excessive energy consumption. This study aims to explore climate-responsive architectural strategies that improve energy efficiency and thermal comfort while reducing reliance on mechanical cooling. The main objective is to integrate passive cooling techniques, such as natural ventilation, shading devices, and the use of energy-efficient materials, to create environmentally and economically sustainable sports infrastructure. A mixed-methods approach was used, combining site analysis, computational modeling, and case study comparisons to evaluate the effectiveness of different design interventions. Key assessment criteria included energy consumption patterns, indoor air quality, and operational cost efficiency. The findings show that the implementation of passive cooling strategies, such as optimized cross-ventilation and shading mechanisms, can reduce cooling energy requirements by up to 30%. The use of locally sourced materials improves insulation properties while minimizing carbon footprint. Additionally, integrating renewable energy solutions, such as photovoltaic panels and rainwater harvesting systems, further supports sustainability goals. This analysis highlights that sports facilities designed with climate-responsive principles exhibit lower operating costs, better indoor environmental quality, and greater resilience to climatic conditions. This study underscores the need for a holistic design framework that combines passive and active energy solutions. Future research should focus on long-term performance evaluation, smart building technologies, and adaptive strategies tailored to different tropical regions. By embracing sustainable architecture principles, sports infrastructure can achieve both ecological and economic benefits, contributing to global sustainability goals.

Page 2 of 3 | Total Record : 24