cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Education Curiosity
ISSN : 29646146     EISSN : 29630339     DOI : https://doi.org/10.71456/ecu
Core Subject : Education, Social,
Jurnal EduCurio meliputi: Teori dan landasan pendidikan dan pembelajaran, Filsafat pendidikan dan pembelajaran, Teknologi pendidikan dan pembelajaran, Psikologi Pendidikan, Media pendidikan dan pembelajaran, Evaluasi pendidikan, Manajemen Pendidikan, Inovasi pendidikan dan pembelajaran, Pendidikan untuk semua jenjang, Pendidikan formal, Pendidikan informal, Pendidikan non formal, Pendidikan pedesaan, Pendidikan perkotaan, Kurikulum pendidikan dan pembelajaran, Pendidik dan siswa, Kebijakan pendidikan dan pembelajaran, Metode dan strategi pembelajaran, Penilaian pembelajaran, sosial budaya, dll.
Articles 385 Documents
Hubungan Antara Social Support dan Self Efficacy dengan Stres Akademik Siswa SMA Negeri 12 Banjarmasin Futri, Elisa; Heiriyah, Ainun; Abidarda, Yulizar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1446

Abstract

Pada penelitian ini yang melatar belakangi masalah yaitu kurangnya social support yang didapatkan dan kurangnnya self efficacy yang dimiliki oleh siswa kelas X, hal inilah yang bisa menyebabkan siswa merasakan stres akademik. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis dan memahami apakah ada atau tidak hubungan antara social support dengan stres akademik, untuk menganalisis dan memahami apakah ada atau tidak hubungan antara self efficacy dengan stres akademik, dan untuk menganalisis dan memahami apakah ada atau tidak hubungan antara social support dan self efficacy dengan stres akademik yang dialami siswa di SMA Negeri 12 Banjarmasin. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif, dengan koefisien korelasi. Penelitian ini melibatkan 33 siswa kelas X-3 dan 31 siswa kelas X-4, sehingga totalnya 64 orang. Penelitian melibatkan 60 siswa. Metode sampling jenuh diterapkan untuk menetapkan jumlah sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya korelasi antara social support (X1) variabel bebas dengan stres akademik (Y) variabel terikat dengan didapat nilai sig 0,001<0,05 juga adanya korelasi antara self efficacy (X2) variabel bebas dengan stres akademik (Y) variabel terikat dengan didapat nilai sig 0,000<0,05 dan hasil ketika social support (X1) dan self efficacy (X2) diuji secara bersamaan, ada korelasi antara keduanya dengan stres akademik (Y) dengan nilai sig 0,000<0,05.
Strategi Guru Bimbingan dan Konseling dalam Pembinaan Karakter Disiplin Siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Murung Raya latifah, Siti Umi; Heiriyah, Ainun; Abidarda, Yulizar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1449

Abstract

Pembinaan karakter disiplin siswa merupakan hal penting dalam menunjang keberhasilan dan pembentukan kepribadian positif, karakter disiplin harus ditanamkan sejak awal kepada siswa supaya mereka bisa kedepannya.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode yang digunakan guru bimbingan dan konseling untuk membina karakter disiplin siswa Madrasah Aliayah Negeri 1 Murung Raya serta faktor penghambatnya. Dalam penelitian ini, pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Guru BK menggunakan strategi bimbingan kelompok satu kali dalam dua minggu yang membantu membangun karakter positif dan edukatif. Selain itu, ada konseling khusus yang membantu siswa mengembangkan karakter positif dan menangani masalah pribadi. 2) Ada beberapa kendala yang jadi penghambat guru BK seperti beberapa siswa tidak memberikan dukungan dari orang tua dan keluarga, dan beberapa kurang terbuka dengan guru BK.
Peranan dan Strategi Guru Bimbingan dan Konseling dalam Membantu Siswa Menemukan Identitas Diri di SMA Negeri 1 Muara Teweh Muaminah, Resa Rizki Riskah; Heiriyah, Ainun; Aminah
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1450

Abstract

Penelitian ini bertujuan agar dapat mendeskripsikan peran dan strategi guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam membantu remaja menemukan identitas diri di SMAN 1 Muara Teweh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap guru BK dan siswa kelas X. Dalam hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK memiliki lima peran utama dalam proses pembentukan identitas diri siswa, yaitu sebagai konselor, fasilitator, motivator, mediator, dan advokat. Masing-masing peran dijalankan untuk membimbing siswa dalam mengenali potensi diri, menerima kelebihan dan kekurangan, serta membentuk kepercayaan diri. Strategi yang digunakan guru BK meliputi pendekatan preventif, kuratif, dan pengembangan. Strategi preventif dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan informasi, strategi kuratif melalui layanan konseling individu dan kelompok, sedangkan strategi pengembangan dilaksanakan dengan kegiatan refleksi diri dan pelatihan keterampilan sosial. Guru BK bertanggung jawab menciptakan lingkungan  aman dan nyaman agar siswa merasa didukung dalam proses pencarian jati diri. Selain itu, keberhasilan pendampingan juga didukung oleh kolaborasi antara guru BK, siswa, orang tua, dan pihak sekolah. Kolaborasi ini memperkuat pendekatan yang dilakukan dan meningkatkan efektivitas layanan. Temuan penelitian ini sesuai dengan teori perkembangan identitas Erikson, yang menekankan pentingnya dukungan sosial dalam pembentukan identitas remaja. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan layanan BK yang lebih responsif terhadap kebutuhan psikologis dan sosial siswa.
Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Keterampilan Sosial dengan Adaptasi Sosial Siswa Kelas XI Desain Komunikasi Visual SMK Negeri 1 Banjarbaru Shyfa, Anida Nor; Heiriyah, Ainun; Hayati, Sri Ayatina
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1452

Abstract

Studi ini dilaksanakan gunamencari tahu apakah kecerdasan emosional dan keterampilan sosial ada kaitannya dengan kemampuan siswa kelas XI Desain Komunikasi Visual SMK Negeri 1 Banjarbaru dalam menyesuaikan diri secara sosial. Kecerdasan emosional membantu siswa mengelola emosi dan memahami perasaan orang lain, sedangkan keterampilan sosial mendukung siswa dalam berinteraksi dengan baik di sekolah. Penelitian ini memakai metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi, melibatkan 57 siswa yang dipilih menggunakan teknik non-probality sampling. Data dikumpulkan lewat angket yang sudah diuji validitasnya, llau ditelaah dengan uji korelasi pearson serta analisis regresi ganda. Temuan studimemperlihatkan bahwasanya kecerdasan emosional (X1) mempunyai hubungan yang signifikan dengan adaptasi sosial siswa, dengan nilai korelasi 0,568 dan sig 0,000 < 0,05. Variabel keterampilan sosial (X2) juga berhubungan signifikan dengan adaptasi sosial siswa, dengan nilai korelasi 0,619 dan sig 0,000 < 0,05. Kecerdasan emosional (X1) dan Keterampilan sosial (X2) secara bersama-sama memberikan pengaruh nyata terhadap kemampuan adaptasi sosial siswa, dengan nilai R 0,672 dan R kuadrat 0,452 dengan sig 0,000< 0,05.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Febrianto, Ahmad Nurul; Aka, Kukuh Andri; Naharia, Umi
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS di kelas III dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas III tahun Pelajaran 2024/2025 sebanyak 27 peserta didik. Data hasil belajar diperoleh melalui tes evaluasi, data hasil belajar di analisis dengan menggunakan motede kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yang dilaksanakan diperoleh data pada pra siklus ketuntasan hasil belajar mencapai 3 peserta didik atau 11 %. Selanjutnya pada siklus I pertemuan 1 dan 2 presentase ketuntasan hasil belajar mencapai 17 peserta didik atau 63% dan 19 peserta didik atau 70%, sedangkan pada siklus II pertemuan 1 dan 2 presentase ketuntasan belajar mencapai 24 peserta didik atau 89% dan 25 peserta didik atau 93%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas III mata pelajaran IPAS.
Hubungan Antara Efikasi Diri dan Dukungan Orang Tua dengan Kematangan Karier Kelas X Desain dan Produksi Kriya SMK Negeri 1 Banjarbaru Hayaturrahmah; Heiriyah, Ainun; Abidarda, Yulizar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1455

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkap: (1) apakah efikasi diri memiliki hubungan yang signifikan dengan kematangan karier, (2) apakah dukungan orang tua berpengaruh secara signifikan terhadap kematangan karier, dan (3) apakah efikasi diri bersama dukungan orang tua secara simultan berhubungan signifikan dengan kematangan karier siswa di SMK Negeri 1 Banjarbaru. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Melibatkan 61 orang yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui angket yang dirancang dengan skala Likert untuk mengukur efikasi diri, dukungan orang tua, dan kematangan karier. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) efikasi diri memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kematangan karier (Sig. = 0,000; r = 0,481), (2) dukungan orang tua berhubungan positif dengan kematangan karier, namun tidak signifikan secara statistik (Sig. = 0,608; r = 0,067), dan (3) efikasi diri serta dukungan orang tua secara simultan berhubungan positif dan signifikan dengan kematangan karier (Sig. F Change = 0,000; R = 0,552). Sumbangan kedua variabel bebas terhadap kematangan karier sebesar 30,5%.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Keanekaragaman Hayati melalui Model Pembelajaran Team Game Tournament (TGT) dengan Bantuan Media Edubox Sari, Nindi Novita; Santoso, Agus Muji; Utami, Arsanti Dwi
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1461

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilatar belakangi oleh kurang aktifnya peserta didik dalam proses pembelajaran, sehingga menimbulkan sikap kurang antusias terhadap pembelajaran, serta rasa kompetisi antar peserta didik karena dianggap kurang menarik serta kurangnya minat peserta didik dalam berliterasi sehingga membuat hasil belajar mereka kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui “Peningkatan Hasil Belajar Peserta didik Pada Materi Keanekaragaman Hayati Melalui Model Pembelajaran Team Game Tournament (TGT) dengan Bantuan Media Edubox Di Kelas 5 SDN Bandar Lor 1”. Tingkat kefokusan peserta didik dalam pembelajaran masih rendah, yang mengakibatkan hasil belajar peserta didik juga masih rendah , hal ini berdasarkan hasil observasi yang telah peneliti laksanakan. Masih banyak peserta didik yang pasif. Oleh karena itu, Peneliti menggunakan model pembelajaran cooperative tipe TGT guna berbantuan media EduBox meningkatkan hasil belajar peserta didik. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SD Negeri Bandar Lor 1 yang berjumlah 13 peserta didik, dengan metode pengamatan, dokumentasi, dan tes. Dalam melakukan analisis data, penelitian ini menggunakan analisis ketuntasan individu dan ketuntasan klasikal serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik yang dapat dilihat dari ketercapaian nilai tes yaitu: pada siklus II, nilai peserta didik yang berada dibawah skor belum tuntas tersisa 2 peserta didik sedangkan yang tuntas sebanyak 11 dengan persentase 84,61%. Nilai ini telah melewati skor ketuntasan lebih dari 70%. Sehingga pada saat pelaksanaan tes akhir siklus II peserta didik dapat mencapai standar kriteria ketuntasan minimal (KKM) tes hasil belajar yang telah ditentukan
Pengaruh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Perilaku, Moral, dan Akhlak Siswa Sekolah Dasar Bayhaki, Ibnu
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1465

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terhadap pembentukan perilaku, moral, dan akhlak siswa level sekolah dasar. Melalui studi literatur sistematis, penelitian ini fokus pada literatur ilmiah yang diterbitkan dalam jangka waktu 2015-2025. Penelitian ini mencakup pembelajaran PKn yang efektif dalam pembentukan karakter. Dalam analisis ini, pembelajaran PKn memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan nilai-nilai moral, perilaku sosial positif, dan penguatan akhlak siswa level sekolah dasar. Penerapan metode pembelajaran yang bervariasi dan kontekstual di PKn efektif dalam internalitase nilai-nilai Pancasila, psikodamsker penguatan sikap demokratis, dan pembentukan ketrampilan sosial. Penulis merekomendasikan penguatan kurikulum PKn dengan menggunakan metode pembelajaran interaktif, terintegrasi, dan penerapan pada kehidupan sehari-hari siswa level sekolah dasar.
Strategi Guru Bimbingan Konseling dalam Mencegah Kekerasan Verbal dan Non-Verbal di SMK Negeri 1 Martapura Syifa, Nur; Yuliansyah, Muhammad; Sanjaya
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru bimbingan konseling dalam mencegah perilaku kekerasan verbal dan non-verbal di SMK Negeri 1 Martapura dan apa saja yang menjadikan hambatan ketika melaksanakan strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, desain yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi dari berbagai sumber data yang sudah ada. Keabsahan data penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menjawab 2 poin dari rumusan masalah, yaitu 1) Strategi guru bimbingan konseling untuk mencegah perilaku kekerasan verbal dan non- verbal terbagi menjadi 4 yang pertama strategi preventif melalui layanan bimbingan klasikal. Guru bimbingan konseling (BK) menyampaikan materi terkait kekerasan verbal dan non-verbal secara komunikatif dan melibatkan siswa dalam diskusi aktif. Kedua, strategi korektid juga diterapkan melalui layanan konseling individual dan kelompok yang ditujukan bagi siswa yang terlibat sebagai pelaku dan juga korban dari perilaku kekerasan. Layanan ini membantu siswa merefleksikan perilaku, memahami dampak dan tindakan atas perbuatan mereka, dan mengembangkan solusi sesuai pemikiran siswa. Ketiga, kolaborasi ini salah satu bagian penting dalam strategi pencegahan perilaku kekerasan di sekolah. Guru bimbingan konseling (BK) bekerja sama dengan guru mata pelajaran, wali kelas, orang tua, dan serta pihak sekolah lainnya dalam melakukan identifikasi terhadap pencegahan dan penanganan perilaku kekerasan. Keempat, strategi penegakkan tata tertib dan pembentukan budaya sekolah yang positif. 2) Hambatan yang dihadapi guru bimbingan konseling yaitu keterbatasan jumlah guru dan sarana prasarana, rendahnya partisipasi dan keterbukaan siswa, kurangnya dukungan dana dan program sekolah, koordinas yang belum optimal, pengaruh lingkungan di luar sekolah.
Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Meminimalisir Bullying Verbal di SMPN 1 Rantau Nafisha , Nabila Putri; Heiriyah, Ainun; Abidarda, Yulizar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1469

Abstract

Peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) sangat krusial dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari bullying verbal, termasuk di SMPN 1 Rantau. Bullying verbal merupakan bentuk kekerasan non-fisik yang melibatkan penghinaan, ejekan, atau kata-kata kasar yang dapat merusak harga diri serta kondisi emosional korban. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan peran guru BK dalam meminimalisir bullying verbal di SMPN 1 Rantau, dan 2) mengetahui kendala yang dihadapi guru BK dalam menangani kasus bullying verbal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK di SMPN 1 Rantau berperan strategis dan aktif dalam berbagai fungsi, seperti sebagai informator, organisator, motivator, director, inisiator, transmitter, fasilitator, mediator, dan evaluator. Peran-peran ini dijalankan secara proaktif untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak negatif bullying verbal, sehingga turut berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan perilaku bullying di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan konseling yang adaptif dan strategi kreatif, guru BK dapat membantu mengubah perilaku siswa, meningkatkan kesadaran akan dampak bullying, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan kondusif bagi perkembangan peserta didik.