cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JIS: Journal ISLAMIC STUDIES
ISSN : -     EISSN : 29632072     DOI : https://doi.org/10.71456/jis
JIS : Journal ISLAMIC STUDIES adalah jurnal peer-review sebagai publikasi multi-disiplin yang didedikasikan untuk studi ilmiah tentang semua aspek keislaman dan dunia Islam, khususnya pada karya-karya yang berhubungan dengan pendidikan islam, sejarah islam, politik islam, ekonomi islam, sosiologi islam, hukum islam, Psikologi islam, filsafat islam.
Articles 139 Documents
Praktik Penentuan Berat Timbangan Besi Tua Pada CV. Arga Logam Menurut Etika Bisnis Islam: (Studi Kasus di Desa Mojongapit Kecamatan Jombang) Laily, Siti Nur; Islami, Trinah Asi
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus-November 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v2i3.910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Praktik Penentuan Berat Timbangan Besi Tua Pada CV. Arga Logam Menurut Etika Bisnis Islam. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris, dengan pendekatan konseptual menggunakan metode induktif dan metode deskriptif. Menggunakan teknik pengumpulan data berdasarkan observasi, wawancara (interview), dokumentasi, dan data kepustakaan. Bertujuan untuk menjawab dari pertanyaan-pertanyaan yang menjadi rumusan masalah: (1) Bagaimana praktik penentuan berat timbangan besi tua pada CV. Arga Logam di Desa Mojongapit Kecamatan Jombang, (2) Bagaimana praktik penentuan berat timbangan besi tua pada CV. Arga Logam di Desa Mojongapit Kecamatan Jombang menurut Etika Bisnis Islam.
Tinjauan Etika Bisnis Syariah Terhadap Sistem Produksi Pembuatan Lepet: (Studi Kasus Pada Home Industry Ibu Zaenab di Dusun Ngembeh Desa Ngumpul Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang) Putri, Riski Saskia
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus-November 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Home industry Lepet adalah rumah produksi Lepet yang berlokasi di Dusun Ngembeh, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Industri rumahan ini memproduksi berbagai macam bentuk Lepet. Islam mengajarkan agar produksi dilakukan sesuai prinsip-prinsip ekonomi Islam, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi etika bisnis Syariah dalam produksi Lepet pada industri rumah tangga. Home industry di Dusun Ngembeh memproduksi Lepet setiap hari dengan berbagai bentuk dan ukuran, yang dipasarkan hingga ke luar kota Jombang. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara mendalam, penelitian ini mendalami praktik produksi dan penerapan etika bisnis Syariah. Penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris atau sosiologis yang mencakup kajian hukum dan keadaan nyata dalam masyarakat. Dilakukan secara lapangan dengan data primer dari Al-Qur’an, wawancara dengan pemilik home industry, dan literatur tentang etika bisnis Islam, serta data sekunder dari buku, jurnal, dan laporan penelitian terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika bisnis Syariah dalam produksi Lepet meningkatkan kualitas dan kepercayaan konsumen, serta mendukung keberlanjutan usaha kecil. Penelitian ini berkontribusi pada literatur etika bisnis Islam dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran etika bisnis Islam pada proses produksi makanan. Penelitian ini menunjukkan pentingnya penerapan etika bisnis Syariah dalam industri rumah tangga untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memastikan keberlanjutan usaha, serta dapat dijadikan panduan bagi usaha kecil lainnya dalam menerapkan etika bisnis yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
Pengaruh Pendidikan Dan Profesi Guru Terhadap Peran Istri Dalam Rumah Tangga Menurut Hukum Islam: (Studi Kasus Di Dsn. Bulurejo, Ds. Damarwulan, Kec. Kepung, Kab. Kediri) Faizah, Dina Umi; Hasbillah, Ahmad Ubaidi
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus-November 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data di peroleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, jalan yang ditempuh dalam pengambilan data yaitu dengan penelitian lapangan.Informan penelitian ini adalah para istri-istri yang memiliki Pendidikan dan Profesi Guru di Dusun Bulurejo Desa Damarwulan Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. Hasil penelitian menunjukan bahwa begitu berpengaruhnya istri yang memiliki Pendidikan dan memiliki Profesi Guru terhadap kehidupan rumah tangganya. Justru dengan istri yang memiliki Pendidikan dan Profesi Guru bisa memberikan kesempatan kepada istr untuk mengembangkan profesinya sesuai yang diinginkan. Faktor yang menyebabkan istri yang menyebabkan istri untuk berprofesi tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi, melainkan juga faktor individu yang ditimbulkan oleh keinginan untuk mengembangkan diri dan berperan di dalam Masyarakat. Sesuai dengan salah satu kedudukan istri sebagai seorang ibu, maka Pendidikan dan Profesi Guru sangat penting untuk kepentingan masa depan bangsa ini sendiri. Dapat dikatakan bahwa Istri yang cerdas akan melahirkan keturunan yang cerdas pula. Meskipun istri berprofesi itu diperbolehkan dalam islam namun harus selalu mementingkan segi kebaikan dan manfaat untuk rumah tangga maupun Masyarakat. Apabila lebih banyak keburukan yang merugikan bagi keluarga maka pekerjaan diluar rumah harus ditinggalkan mengingat sesuatu yang darurat tidak boleh meninggalkan yang wajib.
Tema-Tema Karya Historiografi Islam Masa Klasik dan Pertengahan Iqbal
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus-November 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v2i3.969

Abstract

Karya Historiografi merupakan hal yang penting dalam dunia sejarah. Karya Historiografi merupakan bentuk akhir dari penelusuran informasi sejarah yang disajikan dalam bentuk karya Historiografi. Karya tersebut bisa berbentuk tulisan atau buku. Dalam sejarah Islam, banyak karya Historiografi yang dapat dibaca seperti salah satu di antaranya adalah Sirah Nabawiyah yang ditulis oleh Ibn Hisyam. Buku ini menjadi rujukan utama dalam penulisan sejarah biografi Rasulullah saw., bahkan hingga saat ini. Oleh karena itu, penulisan sejarah dalam bentuk karya historiografi sangat penting dilakukan oleh para sejarawan. Oleh karena itu, tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan karya-karya Historiografi serta tema-tema yang ada dalam karya tersebut. Tulisan ini bersumber dari data Pustaka (library research). Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara mengumpulkan literatur-literatur yang akan menjadi acuan dalam tulisan ini baik itu buku, jurnal atau karya tulis ilmiah lain. Metode analisis data dilakukan dengan mengumpulkan, mengidentifikasi dan mengelompokkan untuk selanjutnya diinterpretasikan dalam bentuk konsep yang dapat mendukung objek pembahasan dalam tulisan ini. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat beberapa tema dalam penulisan karya Historiografi Islam yakni Sejarah Dinasti, Biografi, al-Thabaqāt, al-Ansāb, al-Tarājim, al-Futūh, Mahalliyah, Tawarikh Ammah.
Perkembangan Pancasila dalam Kajian Sejarah Bangsa Indonesia Wati, Hilma; Sari, Kartini Linda; ,, Maspiah; ,, Halimah; Novita, Lisna Ayu; ,, Junaidi; Sahruraji, Muhammad
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus-November 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas peran Pancasila dalam kajian sejarah bangsa Indonesia, dengan fokus pada bagaimana Pancasila berfungsi sebagai dasar ideologi negara yang mengarah pada pemersatu bangsa yang majemuk. Sejak pertama kali disahkan pada 18 Agustus 1945, Pancasila telah menjadi pijakan dalam pembentukan struktur negara Indonesia dan perkembangan identitas nasional. Dalam kajian sejarah, Pancasila tidak hanya dilihat sebagai hasil dari diskusi filosofis para pendiri bangsa, tetapi juga sebagai refleksi dari pengalaman sejarah panjang Indonesia yang penuh dengan dinamika sosial, politik, dan budaya. Lima sila yang terkandung dalam Pancasila mencerminkan nilai-nilai luhur yang mengakomodasi pluralitas dan keberagaman Indonesia. Artikel ini juga mengkaji perkembangan penerapan Pancasila dalam berbagai fase sejarah, baik dalam konteks perjuangan kemerdekaan, masa Orde Lama, Orde Baru, maupun masa reformasi. Tantangan dan implementasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi sorotan utama, dengan harapan agar nilai-nilai Pancasila dapat terus relevan dan menjadi dasar dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.
Pancasila Dalam Kajian Sejarah Bangsa Indonesia Pada Era Pra Kemerdekaan dan Era Kemerdekaan Agustin, Alpina; Amalia, Annisa; ,, Asna; ,, Fitriani; Mubarak, Ahmad
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus-November 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode studi Pustaka dengan mengumpulkan bebrapa buku dan jurnal yang terkait dengan penelitian ini. Adapun isi pada penelitian ini adaah membahasa pada era pra-kemerdekaan, nilai-nilai Pancasila telah ada dalam kehidupan masyarakat Nusantara yang tercermin dari tradisi lokal, adat istiadat, dan filosofi bangsa. Nilai-nilai seperti gotong royong, musyawarah, toleransi, dan persatuan menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Indonesia. Kesadaran nasional mulai tumbuh melalui perlawanan terhadap penjajah, yang berpuncak pada Sumpah Pemuda 1928, sebagai langkah awal menyatukan visi kebangsaan. Pada era kemerdekaan, Pancasila secara resmi dirumuskan dan ditetapkan sebagai dasar negara pada 18 Agustus 1945. Proses ini melibatkan para pendiri bangsa yang menyusun Pancasila sebagai dasar yang mampu mengakomodasi keragaman Indonesia. Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila menjadi pedoman dalam membangun pemerintahan yang berdaulat dan menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan, seperti agresi militer, konflik ideologis, dan krisis politik.
Pancasila dan Agama Sebagai Ideologi Negara dan Ideologi Dunia Maulida; Zaini, Muhammad; Murniati; Norwanda; Wati, Norlidia; Noviyanti; Nurlina; Suwiase, Putu
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus-November 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitaif dengan studi librari atau studi pustaka yaitu buku dan jurnal. Penelitian ini adalah Pancasila dan agama sebagai Ideologi Negara dan ideologi dunia. Pancasila dan agama dapat diaplikasikan seiring sejalan dan saling mendukung. Agama dapat mendorong aplikasi nilai-nilai Pancasila, begitu pula Pancasila memberikan ruang gerak yang seluas-luasnya terhadap usaha-usaha peningkatan pemahaman, penghayatan dan pengamalan agama. Pancasila disebut sebagai ideologi negara karena didalam Pancasila mengandung nilai-nilai yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hakikat, Ruang Lingkup dan Fungsi Pendidikan Kewarganegaraan Fajar, Akhmad; Martini, Ana
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus-November 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memberikan informasi bahwa peranan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dalam pembentukan karakter budaya bangsa pada siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, karena dalam penelitian ini penulis berusaha untuk memberikan gambaran keadaan yang terjadi pada saat ini secara sistematis dan factual. Pembelajaraan pendidikan kewarganegaraan memang peran yang penting dalam membangun karakter budaya bangsa peserta didik,karena dengan pembelajaran pendidikan kewarganegaan siswa akan ditansformasikan, ditanamkan dan diajarkan nilai-nilai luhur bangsa sebagai jati diri dan karakter bangsa Indonesia. Hasil penelitain menunjukan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan belum berperan dalam membangun karakter budaya bangsa peserta didik, khususnya dalam hal berpikir rasional, berpikir kreatif, berpartisipasi aktif dan membentuk pribadi yang dinamis. Sedangkan dalam hal melatih siswa berpikir krisis pembelaajaran pendidikan kewarganegaraan telah berperan sebagai upaya membangun karakter budaya bangsa.
Fungsi, Kedudukan dan Peranan Pancasila Sebagai Dasar Negara Norjanah; Normiyanti; Safitri, Nur Dianti; Yanti, Pitri; Werianti, Rizkia; Asmiati, Risna; Salasiah; Yahya, Reski
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus-November 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki bentuk pemerintahan republic yang berlandaskan Pancasila.Tujuan penelitian untuk mengetahui konsep, kedudukan dan fungsi dari Pancasila sebagai sumber negara Indonesia. Penelitian diperoleh melalui metode studi literatur yaitu dengan cara membaca dan mencari baik dari buku, jurnal, undang-undang maupun sumber literatur lain yang relevan. dengan permasalahan yang memuat didalam jurnal ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pancasila sebagai dasar Negara berarti setiap sendi-sendi ketatanegaraan pada Negara Republik Indonesia harus berlandaskan pada nilai-nilai pancasila. Artinya, Pancasila harus senantiasa menjadi ruh atau power yang menjiwai kegiatan dalam membentuk Negara. Fungsi Pancasila sebagai pedoman hidup, pada fungsi ini Pancasila memiliki peran sebagai dasar dari setiap Pandangan yang ada di Indonesia. Pancasila harus menjadi pedoman dalam mengambil keputusannya sendiri dalam menghadapi suatu masalah. Pancasila sebagai jiwa bangsa, pada fungsi ini pancasila harus menjadi jiwa bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Pancasila harus terwujud dalam setiap lembaga baik organisasi maupun insan yang ada di Indonesia.Pancasila sebagai kepribadian bangsa, pada fungsi ini Pancasila dapat disebut juga sebagai identitas karunia dari Tuhan yang harus kita jaga.
Hubungan Negara Hukum dan HAM Normalasari, Risna; Rusmaliati
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus-November 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep negara hukum merupakan konsep universal yang dianut oleh hampir seluruh negara di dunia. Sedangkan terkait konsep Hak Asasi Manusia berdasarkan Negara Hukum Indonesia ialah adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban warga negara dan pemerintah yang berdasarkan konsep gotong-royong dan asas kerukunan. Inilah yang menjadi ciri khas Negara Hukum. Artikel ini akan mebahas mengenai Hubungan Negara Hukum dan Hak Asasi Manusia. Membicarakan hak asasi manusia (HAM), berarti membicarakan dimensi kehidupan manusia. HAM ada bukan karena diberikan oleh masyarakat dan kebaikan dari negara, melainkan berdasarkan martabatnya sebagai manusia. Sudah sejak lama persoalan negara hukum dan hak asasi manusia, selalu diperbincangkan dikalangan ahli-ahli hukum ketatanegaraan dan dikalangan para pemikir-pemikir politik. Tujuannya untuk mencari suatu konsep yang ideal, tentang negara hukum dan perlindungan hak asasi manusia, namun berabad-abad lamanya konsep negara hukum dan perlindungan hak asasi manusia yang dianggap ideal tersebut, selalu menjadi perdebatan. Terlebih-lebih selama ini ada kesan bahwa pemahaman terhadap hak asasi manusia sering dimaknakan secara dangkal karena hanya dianggap sebagai pedoman moral semata-mata. Pemahaman yang demikian merupakan pemahaman yang keliru, pemahamannya bukan hanya pada tatanan moral tapi juga pada tatanan hukum. Kenyataan menunjukkan akibat pemahaman yang dangkal terhadap hak asasi manusia, penghormatan dan penegakan terhadap hak asasi tersebut sering tidak dilaksanakan secara tepat sebagaimana yang dicita-citakan oleh negara hukum. Indonesia atau disebut juga Negara Hukum Pancasila.

Page 8 of 14 | Total Record : 139