cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 2963069X     DOI : https://doi.org/10.71456/jik
Core Subject : Health,
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah media publikasi artikel penelitian yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian Kalimantan Selatan, sesuai SK. KEMENKUMHAM : AHU-0025509.AH.01.04. TAHUN 2022 TANGGAL 14 DESEMBER 2022, dengan Ruang lingkup artikel yang diterbitkan di jurnal kesehatan meliputi: keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, administrasi kesehatan, administrasi rumah sakit dan kesehatan umum lainnya.
Articles 164 Documents
Korelasi Persepsi Perawat tentang Kompetensi terhadap Citra Pelayanan Keperawatan di Rumah Sakit: Literatur Review Nazwa Fadlah; Fitriyati
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1885

Abstract

Pelayanan keperawatan merupakan komponen krusial dalam sistem kesehatan di rumah sakit, karena berkaitan langsung dengan mutu layanan dan kepuasan pasien. Kualitas perawat menjadi salah satu elemen yang berdampak pada standard pelayanan keperawatan serta pembentukan persepsi tentang layanan keperawatan di rumah sakit. Cara pandang perawat mengenai kompetensi yang dimiliki dapat memengaruhi sikap, perilaku, dan efektifitas dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pandangan perawat mengenai kompetensi dan citra layanan keperawatan di rumah sakit. Metode yang diterapkan adalah tinjauan pustaka dengan mengkaji artikel ilmiah baik lokal maupun internasional yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2026 melalui beberapa basis data seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Artikel yang digunakan dipilih berdasarkan relevansi topik terkait kompetensi perawat, pandangan perawat, kualitas layanan, dan citra layanan keperawatan. Hasil dari kajian ini mengungkapkan bahwa kompetensi perawat yang mencakup pengetahuan, keterampilan, serta sikap profesional berhubungan dengan peningkatan kualitas pelayanan keperawatan. Perawat yang memiliki pandangan positif terhadap kompetensinya cenderung memberikan pelayanan yang lebih responsif, empatik, dan profesional, sehingga meningkatkan kepuasan pasien sekaligus membangun citra layanan keperawatan yang baik. Selain itu, aspek kualitas layanan seperti keandalan, responsif, jaminan, empati, dan bentuk fisik juga memengaruhi persepsi pasien terhadap layanan keperawatan. Kesimpulan dari tinjauan pustaka ini menegaskan bahwa pandangan perawat tentang kompetensi berkaitan dengan citra layanan keperawatan di rumah sakit. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan, pengembangan profesional, dan penilaian layanan harus dilakukan secara terus-menerus untuk memperbaiki kualitas pelayanan keperawatan.
Hubungan Parasosial dengan Regulasi Emosional pada Dewasa Muda Penggemar Virtual Youtuber (VTUBER): Literatur Review Nur Afni Puspitasari; Nur Endah Rakhmawati
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1886

Abstract

Latar Belakang: Fenomena Virtual Youtuber (Vtuber) berkembang pesat secara global dengan 50% audiens dan berkembang sangat pesat juga pada saat pandemi covid berlangsung dengan audiens berusia 18–25 tahun. Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara dengan komunitas Vtuber terbesar. Intensitas interaksi melalui siaran langsung memungkinkan terbentuknya parasocial relationship yang dapat memengaruhi regulasi emosional penggemar. Penelitian yang mengkaji hubungan parasocial relationship dan regulasi emosional pada penggemar Vtuber di Indonesia masih sangat terbatas. Tujuan: Menganalisis literatur yang berkaitan dengan hubungan parasocial relationship dan regulasi emosional pada dewasa muda penggemar Vtuber berdasarkan kajian literatur tahun 2021–2025. Metode: Literature review dengan pendekatan PICOS. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, Garuda, Science Direct, dan PubMed. Sebanyak 12 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Hasil: Seluruh studi menunjukkan bahwa parasocial relationship pada dewasa muda mencakup dimensi afektif, kognitif, dan perilaku; berfungsi sebagai sumber dukungan emosional; serta memiliki keterkaitan signifikan dengan regulasi emosional (p<0,05). Keterikatan parasosial yang kuat berkorelasi dengan penurunan stres, sedangkan berakhirnya hubungan parasosial memunculkan parasocial grief. Analisa:Parasocial relationship berfungsi sebagai regulasi emosi yang adaptif namun berpotensi maladaptif jika terjadi keterikatan berlebihan. Kesimpulan: Parasocial relationship terbukti berkaitan dengan regulasi emosional dewasa muda penggemar Vtuber. Diperlukan program literasi digital dan penguatan regulasi emosi mandiri agar penggemar dapat mengoptimalkan manfaat parasosial secara adaptif agar tidak menyebabkan ke maladaptive seperti ketergantungan emosional pada Vtuber.
Pengawasan Orang tua dengan Perilaku seks Pranikah pada Anak Usia Remaja Adita Pricilya Wibowo; Hayyu Naafi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1888

Abstract

Perilaku seksual pranikah pada remaja merupakan masalah penting dalam kesehatan reproduksi. Masa remaja ditandai oleh perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang meningkatkan rasa ingin tahu, termasuk terhadap perilaku seksual. Kurangnya pengawasan orang tua dapat meningkatkan risiko remaja terlibat dalam perilaku seksual berisiko. Pengawasan yang efektif melalui komunikasi terbuka, pemantauan aktivitas, dan aturan yang jelas dapat menjadi faktor protektif. Remaja yang mendapatkan pengawasan dan komunikasi yang baik cenderung memiliki kontrol diri lebih baik. Mengetahui hubungan antara pengawasan orang tua dengan perilaku seks pranikah pada remaja berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap artikel tahun 2020–2025 dari Google Scholar, PubMed, dan ResearchGate menggunakan strategi PRISMA. Artikel yang dianalisis mencakup penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan 10 artikel memenuhi kriteria inklusi, dan sebagian besar menemukan hubungan signifikan antara pengawasan orang tua dan perilaku seksual remaja. Remaja dengan pengawasan dan komunikasi yang baik memiliki risiko lebih rendah melakukan perilaku seksual berisiko. Disimpulkan bahwa pengawasan orang tua berperan penting dalam mencegah perilaku seks pranikah pada remaja melalui komunikasi efektif, pemantauan, dan pendidikan kesehatan reproduksi.
Pengaruh Edukasi Kekerasan Seksual Berbasis Video Animasi terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa Berta Ayu Dea Puspitasari; Nur Endah Rakhmawati
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1920

Abstract

Kekerasan seksual pada remaja fenomena masalah kesehatan yang terus meningkat dan berdampak pada aspek psikologis, fisik, serta sosial remaja sehingga diperlukan edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja dalam upaya mencegah kekerasan seksual. Remaja cenderung lebih responsif terhadap media audiovisual, sehingga video animasi dinilai mampu meningkatkan perhatian dan pemahaman informasi terhadap materi edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kekerasan seksual berbasis video animasi terhadap tingkat pengetahuan siswa. Metode penelitian menggunakan systematic literature review dengan pendekatan PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar dan Research Gate pada Februari–Maret 2026 menggunakan kata kunci kekerasan seksual, edukasi, video animasi, tingkat pengetahuan, dan remaja. Artikel yang dipilih merupakan penelitian tahun 2021–2025 dengan desain kuantitatif dan tersedia dalam full-text. Dari 120 artikel yang ditemukan, diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil literature review menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menyatakan adanya peningkatan tingkat pengetahuan setelah diberikan edukasi mengenai kekerasan seksual menggunakan media audiovisual dan video animasi. Media video animasi dinilai efektif karena mampu menyampaikan informasi secara menarik, mudah dipahami, serta meningkatkan retensi informasi siswa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi kekerasan seksual berbasis video animasi efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan remaja mengenai bentuk, dampak, pencegahan, dan respon terhadap kekerasan seksual.
Efektivitas Edukasi PHBS Bagi Siswa-Siswi SMAN 14 Konawe Selatan Hartati Bahar; Nur Suci Rahmadani; Restiani; Muhammad Luthfy Mangkudrajat; Najwa Rezki Kurniawan
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.2069

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan upaya penting untuk meningkatkan derajat kesehatan siswa dan mencegah berbagai masalah kesehatan yang dapat mengganggu proses pembelajaran. Berdasarkan observasi awal di SMAN 14 Konawe Selatan, ditemukan bahwa sebagian siswa masih belum sepenuhnya memahami pentingnya PHBS, serta terdapat kekurangan fasilitas pendukung seperti tempat sampah dan sarana cuci tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif penyuluhan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan siswa di SMAN 14 Konawe Selatan.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental yang melibatkan satu kelompok (one group), pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari 22 siswa yang dipilih sebagai kelas model. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah sesi penyuluhan, yang disampaikan melalui metode ceramah interaktif, kegiatan ice breaking, serta permainan edukatif Ranking 1.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, 14 siswa (63,63%) memiliki tingkat pengetahuan baik, dan 8 siswa (36,36%) memiliki tingkat pengetahuan cukup. Setelah menerima penyuluhan, jumlah siswa dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 21 siswa (95,45%), sementara jumlah siswa dengan pengetahuan cukup menurun menjadi 1 siswa (4,54%). Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai p(0,001)<ɑ(0,05), yang mana artinya adalah H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini mengindikasikan adanya perbedaan signifikan secara statistik.
Implementasi DMAIC dalam Lean Six Sigma untuk Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Literature Review Sudarningayuti Lintang Wahyu Azahra; Nadia Hafrisa; Acim Heri Iswanto
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.2136

Abstract

Peningkatan mutu pelayanan kesehatan menjadi salah satu prioritas utama bagi organisasi pelayanan kesehatan dalam menghadapi tuntutan pelayanan yang semakin kompleks. Berbagai permasalahan seperti waktu tunggu yang panjang, ketidakefisienan proses, pemborosan sumber daya, dan variasi kinerja pelayanan dapat mempengaruhi kualitas layanan yang diberikan kepada pasien. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah Lean Six Sigma dengan kerangka kerja DMAIC (Mendefinisikan, mengukur, menganalisis, meningkatkan, mengendalikan). Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis berbagai penelitian terkait implementasi DMAIC dalam Lean Six Sigma untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah Tinjauan literatur dengan sumber data berupa artikel penelitian yang diperoleh dari Google Scholar, PubMed, dan Garuda. Sebanyak tujuh artikel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi DMAIC berkontribusi dalam menurunkan waktu tunggu pelayanan, meningkatkan efisiensi proses kerja, mengoptimalkan alur pelayanan, serta mendukung peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Selain itu, penggunaan Kontrol Proses Statistik (SPC) dan Bagan kontrol pada tahap Kontrol membantu organisasi dalam memantau stabilitas proses dan mempertahankan hasil perbaikan secara berkelanjutan. Dengan demikian, implementasi DMAIC dalam Lean Six Sigma dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam mendukung peningkatan kualitas berkelanjutan pada pelayanan kesehatan.
Strategi Implementasi Sistem Informasi Kesehatan dalam Optimalisasi Pelayanan Administrasi di Puskesmas: Literature Review Sudarningayuti Lintang Wahyu Azahra; Nadia Hafrisa; Acim Heri Iswanto
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.2137

Abstract

Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan salah satu upaya transformasi digital yang berperan penting dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan administrasi di Puskesmas. Implementasi SIK mendukung pengelolaan data pasien, pencatatan rekam medis, serta pelaporan kesehatan secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi implementasi Sistem Informasi Kesehatan dalam optimalisasi pelayanan administrasi di Puskesmas. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pencarian artikel melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan Garuda. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian asli yang diterbitkan pada tahun 2021–2026, tersedia dalam bentuk full text, dan relevan dengan topik penelitian. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh delapan artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi Sistem Informasi Kesehatan berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi administrasi melalui percepatan pengelolaan data pasien, peningkatan akurasi rekam medis, dan kemudahan pelaporan kesehatan. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia, dukungan organisasi dan manajemen, ketersediaan infrastruktur teknologi, serta pelatihan pengguna yang berkelanjutan. Sementara itu, hambatan yang sering ditemukan meliputi keterbatasan kompetensi pengguna, kurangnya pelatihan, kendala infrastruktur, dan kualitas sistem yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan strategi implementasi yang terintegrasi melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, dukungan manajemen, dan pengembangan infrastruktur teknologi untuk mengoptimalkan pelayanan administrasi di Puskesmas.
Penerapan Kemampuan Penalaran Klinis Perawat dalam Optimalisasi Length of Stay (LOS) Pasien Kritis di Ruang Intensif Fahrul Mubarak
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.2138

Abstract

Di ruang perawatan intensif (ICU), setiap keputusan klinis perawat membawa konsekuensi langsung bagi keselamatan pasien. Kemampuan berpikir sistematis dan kritis dalam situasi gawat inilah yang disebut penalaran klinis, dan inilah yang membedakan perawat yang sekadar melaksanakan instruksi dari perawat yang benar-benar berkontribusi pada pemulihan pasien. Salah satu dampak nyata dari kualitas penalaran klinis tercermin pada Length of Stay (LOS), yaitu lamanya pasien dirawat di ICU, yang sekaligus menjadi tolok ukur efisiensi dan mutu pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Kajian ini menggunakan pendekatan literature review dengan menelaah 10 artikel ilmiah yang dipilih melalui kerangka PICOS. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Google Scholar, Scopus, Cochrane Library, dan ScienceDirect, mencakup publikasi tahun 2010 hingga 2025, dengan kriteria relevansi terhadap penalaran klinis perawat, penilaian kompetensi klinis, serta faktor-faktor yang berkaitan dengan LOS pasien ICU. Hasil telaah menunjukkan bahwa perawat dengan kemampuan penalaran klinis yang baik cenderung lebih akurat dalam mengkaji kondisi pasien, lebih cepat mendeteksi tanda perburukan, dan lebih tepat dalam pengambilan keputusan, sehingga turut menekan LOS. Instrumen Nurse Clinical Reasoning Scale (NCRS) secara konsisten menunjukkan validitas dan reliabilitas tinggi dengan Cronbach's alpha 0,91–0,94. Faktor-faktor yang terbukti memengaruhi LOS meliputi skor APACHE II, komorbiditas, usia pasien, dan mutu asuhan keperawatan. Penerapan clinical pathway yang ditunjang penalaran klinis yang solid terbukti mampu memperpendek durasi rawat secara bermakna. Penalaran klinis perawat terbukti berkaitan erat dengan efisiensi Length of Stay pasien di ruang ICU. Oleh sebab itu, penguatan kompetensi ini, baik melalui pembelajaran berbasis masalah maupun pelatihan berbasis simulasi, sudah seharusnya menjadi agenda utama dalam pengembangan tenaga keperawatan kritis.
Perilaku Picky Eating sebagai Faktor Risiko Stunting pada Anak Usia Toddler: Literature Review Erin Nurhaliza
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.2142

Abstract

Pilih-pilih makan merupakan salah satu masalah perilaku makan yang sering ditemukan pada anak usia balita dan dapat berdampak pada rendahnya variasi konsumsi pangan serta ketidakcukupan asupan zat gizi. Kondisi ini berpotensi berhubungan dengan gangguan pertumbuhan, termasuk stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku pilih-pilih makan dan kejadian stunting pada anak usia dini berdasarkan telaah literatur ilmiah. Metode yang digunakan adalah Tinjauan literatur naratif dengan penelusuran artikel pada database Google Scholar dan PubMed. Kata kunci yang digunakan meliputi pilih-pilih makan, pemilih pemakan, Praktik Pemberian Makan, stunting, anak-anak, balita, dan nutrisi Status. Kriteria inklusi mencakup artikel penelitian kuantitatif atau metode campuran yang dipublikasikan pada tahun 2021–2025, tersedia dalam teks lengkap, serta membahas pilih-pilih makan, praktik pemberian makan, atau faktor yang berhubungan dengan stunting pada anak usia di bawah lima tahun. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 11 artikel yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan adanya hubungan signifikan antara perilaku pilih-pilih makan dan kejadian stunting pada anak. Selain itu, praktik pemberian makan orang tua, pengetahuan ibu, pola asuh, dan lingkungan keluarga juga berperan dalam terbentuknya perilaku pilih-pilih makan maupun status gizi anak. Namun, sebagian besar penelitian menggunakan desain penampang sehingga hubungan sebab-akibat belum dapat dipastikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pencegahan stunting perlu mempertimbangkan aspek perilaku makan anak dan pengasuhan keluarga. Perawat memiliki peran penting dalam edukasi Pemberian Makan Responsif, pemantauan pertumbuhan, dan pendampingan keluarga untuk mencegah stunting sejak dini.
Hubungan Pola Konsumsi Cairan Berpemanis dengan Risiko Diabetes Melitus pada Siswa-Siswi SDN Kayu Putih 03 Jakarta Cut Amelia Indriani Arfansyah Siti; Edi Gunawan; Retno Winarti
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.2143

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang semakin banyak ditemukan pada anak usia sekolah dasar, terutama tipe 2 yang dipicu oleh gaya hidup tidak sehat termasuk konsumsi cairan berpemanis berlebih. Prevalensi diabetes melitus pada anak dan remaja terus meningkat secara global, dengan lebih dari 1,2 juta anak di bawah usia 20 tahun terdiagnosis DM tipe 2. Di Indonesia, konsumsi minuman berpemanis mencapai 48,6% pada kelompok anak dan remaja setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi cairan berpemanis dengan risiko diabetes melitus pada siswa-siswi SDN Kayu Putih 03 Jakarta. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan populasi siswa-siswi SDN Kayu Putih 03 Jakarta usia 10-12 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner BEVQ-17 (Beverage Intake Questionnaire) untuk mengukur pola konsumsi cairan berpemanis dan instrumen ADA Diabetes Risk Test untuk mengukur risiko diabetes melitus. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik yang sesuai. Studi pendahuluan terhadap 20 siswa menunjukkan mayoritas lebih memilih minuman berpemanis dari kantin sekolah dan belum memahami risiko diabetes melitus. Konsumsi cairan berpemanis berlebih mengakibatkan hiperinsulinemia, resistensi insulin, dan akumulasi lemak viseral yang secara langsung berkontribusi pada patogenesis DM tipe 2. Penelitian ini diharapkan menghasilkan data ilmiah sebagai dasar program skrining dan promosi kesehatan pencegahan diabetes melitus pada anak usia sekolah dasar.