cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 2963069X     DOI : https://doi.org/10.71456/jik
Core Subject : Health,
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah media publikasi artikel penelitian yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian Kalimantan Selatan, sesuai SK. KEMENKUMHAM : AHU-0025509.AH.01.04. TAHUN 2022 TANGGAL 14 DESEMBER 2022, dengan Ruang lingkup artikel yang diterbitkan di jurnal kesehatan meliputi: keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, administrasi kesehatan, administrasi rumah sakit dan kesehatan umum lainnya.
Articles 221 Documents
Case Report pada Primi Tua Sekunder Trimester II dengan KEK di PMB Sayang Ibu, Klampis Alya Wida Sabrina; Deasy Irawati; Rodiyatun; Siti Anisak
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2469

Abstract

Primi tua sekunder dengan jarak kehamilan ≥10 tahun merupakan kehamilan risiko tinggi karena penurunan elastisitas organ reproduksi yang menyerupai kehamilan pertama kembali. Kondisi ini dapat diperberat oleh Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang ditandai dengan Lingkar Lengan Atas (LiLA) ≤23,5 cm. Di Jawa Timur, prevalensi KEK pada ibu hamil mencapai 19,6%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asuhan kebidanan pada ibu hamil primi tua sekunder trimester II dengan KEK di PMB Sayang Ibu, Klampis, Bangkalan, Jawa Timur. Penelitian menggunakan metode single case report pada Ny. S G2P1A0 usia kehamilan 23–24 minggu dengan LiLA 22 cm dan jarak kehamilan 11 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pendekatan SOAP melalui tiga kali kunjungan pada Juni 2026. Hasil pengkajian menunjukkan diagnosis KEK dan kehamilan risiko tinggi (skor KSPR 6). Intervensi meliputi pemberian PMT lokal, edukasi gizi tinggi energi dan protein, aktivitas fisik ringan, konsumsi tablet Fe dan kalsium, serta ANC teratur. Pada kunjungan kedua ibu mengalami batuk akibat paparan asap rokok yang ditatalaksana melalui edukasi etika batuk, modifikasi penyajian PMT, dan anjuran lingkungan bebas asap rokok. Evaluasi kunjungan ketiga menunjukkan batuk berkurang, berat badan meningkat dari 41 kg menjadi 43 kg, IMT meningkat menjadi 19,8 kg/m², TFU sesuai usia kehamilan, tekanan darah 106/78 mmHg, kadar Hb 11,4 g/dL, serta albumin dan reduksi urin negatif. Disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif dan kolaboratif melalui PMT lokal serta Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) efektif memperbaiki status gizi ibu, mengatasi keluhan penyerta, dan mencegah komplikasi pada kehamilan primi tua sekunder.
Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Batang Kuis Radha Agri Br Ginting; Nadya Ulfa Tanjung; Wahyudi; Yulia Khairina Ashar; Muhammad Zali
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2470

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sering terjadi pada balita dan berkaitan erat dengan kondisi sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sumber air bersih, jamban keluarga, dan pengelolaan sampah dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Batang Kuis. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada populasi 4.630 balita, diperoleh 299 responden melalui teknik cluster sampling menggunakan kuesioner dan lembar observasi, dan data dianalisis menggunakan uji ChiSquare dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan 45,5% balita mengalami diare, serta terdapat hubungan yang signifikan antara sumber air bersih (p = 0,004; OR = 0,456) dan pengelolaan sampah (p = 0,043; OR = 0,623) dengan kejadian diare, sedangkan jamban keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,151; OR = 0,708). Kesimpulan penelitian ini adalah sumber air bersih dan pengelolaan sampah berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Batang Kuis, sedangkan jamban keluarga tidak berhubungan.  
Asuhan Kebidanan pada Multigravida Trimester II dengan Kehamilan Risiko Tinggi dan Risiko Preeklampsia Eka Rossi Prameswari; Sri Wayanti; Deasy Irawati; Suryaningsih
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2473

Abstract

Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang berpotensi meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Faktor predisposisi seperti riwayat abortus, obesitas pra-kehamilan (IMT ≥30 kg/m²), serta status nulipara diketahui meningkatkan risiko terjadinya preeklampsia. Oleh karena itu, diperlukan asuhan kebidanan yang komprehensif melalui deteksi dini, pemantauan berkala, edukasi kesehatan, dan kolaborasi antarprofesi untuk mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asuhan kebidanan pada ibu multigravida trimester II dengan kehamilan risiko tinggi dan risiko preeklampsia. Penelitian menggunakan metode single case report pada seorang ibu multigravida trimester II dengan obesitas pra-kehamilan (IMT >30 kg/m²) dan riwayat dua kali abortus. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pendekatan SOAP melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Hasil pengkajian menunjukkan ibu berusia 29 tahun dengan tekanan darah normal, kadar hemoglobin 13,4 g/dL, tanpa edema, serta kenaikan berat badan dari 79,95 kg menjadi 81,65 kg selama masa pemantauan. Bidan berkolaborasi dengan ahli gizi dalam penyusunan rencana pemenuhan nutrisi, kemudian memberikan edukasi mengenai kehamilan risiko tinggi, pencegahan preeklampsia, pola makan gizi seimbang berdasarkan konsep Isi Piringku, pembatasan konsumsi garam dan lemak, aktivitas fisik, tanda bahaya kehamilan, pentingnya pemeriksaan antenatal secara rutin, serta perencanaan persalinan di rumah sakit bersama dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Evaluasi menunjukkan kondisi ibu dan janin tetap stabil, disertai peningkatan pemahaman, perubahan pola makan yang lebih sehat, aktivitas fisik yang lebih teratur, serta komitmen ibu untuk menjalani ANC secara rutin. Meskipun kenaikan berat badan masih melebihi target yang direkomendasikan pada kehamilan dengan obesitas, tidak ditemukan tanda klinis yang mengarah pada preeklampsia sehingga pemantauan berkelanjutan tetap diperlukan.
Case Report pada Primigravida Trimester III dengan KEK di PMB “M” Jaddih Risma Ayu Wulandari; Anis Nur Laili; Sri Wayanti; Siti Anisak
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2474

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan masalah gizi pada ibu hamil yang masih menjadi perhatian di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi KEK pada ibu hamil mencapai 16,9%. Di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2025 prevalensinya sebesar 9,2%, sedangkan di Kabupaten Bangkalan sebesar 3,25%. KEK meningkatkan risiko anemia, persalinan prematur, perdarahan, bayi berat lahir rendah (BBLR), gangguan pertumbuhan janin, hingga mortalitas perinatal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asuhan kebidanan pada primigravida trimester III dengan KEK di PMB "M" Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Penelitian menggunakan desain case report dengan subjek tunggal seorang primigravida trimester III yang mengalami KEK. Asuhan diberikan secara komprehensif menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan dokumentasi selama tiga kali kunjungan rumah. Intervensi meliputi edukasi gizi seimbang menggunakan media Isi Piringku, pemberian PMT lokal, anjuran konsumsi tablet Fe, pemantauan kondisi ibu dan janin, serta latihan knee chest. Hasil menunjukkan berat badan ibu meningkat dari 48,50 kg menjadi 49,25 kg dan kadar hemoglobin meningkat dari 10,1 g/dL menjadi 12,6 g/dL sehingga anemia ringan berhasil diatasi. Namun, status KEK masih menetap dengan LiLA 21 cm dan posisi janin berubah dari presentasi bokong menjadi letak oblik yang masih merupakan presentasi abnormal. Asuhan kebidanan memberikan dampak positif terhadap perbaikan status kesehatan ibu, namun pemantauan antenatal dan intervensi lanjutan tetap diperlukan untuk menurunkan risiko komplikasi pada ibu dan janin.
Penerapan Art Therapy pada Pasien Halusinasi Pendengaran dan Penglihatan di Rumah Sakit Jiwa: Laporan Kasus Dewi Purwati; Aat Sriati; Indra Maulana; Yofi Purnamagiri
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2475

Abstract

Halusinasi, terutama halusinasi pendengaran yang memiliki prevalensi 70–80% pada pasien dengan gangguan psikotik, merupakan gejala yang sering ditemukan pada pasien skizoafektif dan dapat mengganggu fungsi sosial, perilaku, serta kualitas hidup. Manajemen halusinasi merupakan intervensi keperawatan penting untuk membantu pasien mengontrol gejala yang dialami. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan art therapy sebagai intervensi keperawatan pendukung dalam membantu pasien mengontrol halusinasi pendengaran dan penglihatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan laporan kasus pada seorang pasien perempuan usia 26 tahun dengan diagnosis skizoafektif tipe manik yang dirawat di rumah sakit jiwa selama delapan hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan status mental, dan telaah rekam medis. Intervensi yang diberikan meliputi teknik menghardik, kepatuhan minum obat, bercakap-cakap dengan orang lain, serta art therapy berupa menggambar dan mewarnai. Hasil menunjukkan penurunan frekuensi halusinasi, peningkatan kemampuan mengenali dan mengontrol halusinasi secara mandiri, berkurangnya perilaku berbicara dan tertawa sendiri, serta peningkatan keterlibatan dalam aktivitas sehari-hari. Kombinasi intervensi generalis dan art therapy membantu meningkatkan orientasi realitas, regulasi emosi, dan kemampuan koping. Penerapan manajemen halusinasi berpengaruh dalam membantu pasien mengontrol halusinasi dan mendukung proses pemulihan. Perawat jiwa disarankan mengintegrasikan art therapy sebagai intervensi pendukung dalam manajemen halusinasi.
Analisis Risiko Infeksi Luka Operasi pada Pasien Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit X di Kabupaten Garut: Studi Deskriptif Kasus Seri Najwa Aufa Musyaffa; Mira Trisyani Khoeryaman; Restuning Widiasih
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2476

Abstract

Surgical Site Infection (SSI) merupakan salah satu bentuk Healthcare-Associated Infections yang sering terjadi pascaoperasi obstetri dan ginekologi. Penilaian luka pasca operasi di rumah sakit X Kabupaten Garut selama ini berbasis observasi visual sehingga berpotensi menimbulkan variasi interpretasi antar perawat dan menghambat deteksi dini SSI. Tujuan: Menganalisis risiko SSI pada pasien obstetri dan ginekologi menggunakan instrumen ASEPSIS. Metode: Studi deskriptif kasus seri dengan pendekatan asuhan keperawatan pada sembilan pasien (tujuh post sectio caesarea, satu post histerektomi totalis, satu post salpingektomi) di rumah sakit X Kabupaten Garut, 10-16 Desember 2025. Penilaian risiko SSI menggunakan instrumen ASEPSIS dilaksanakan langsung saat berdinas di ruangan, menyesuaikan kondisi dan waktu perawatan luka masing-masing pasien tanpa penetapan kriteria postoperative day (POD) tertentu. Data diperoleh melalui pemeriksaan fisik, telaah rekam medis, dan wawancara. Hasil: Seluruh pasien berada dalam kategori penyembuhan memuaskan (skor ASEPSIS 0-2). Eritema ringan menjadi parameter dominan. Skor tertinggi diperoleh pasien post histerektomi totalis (skor 2, POD 11). Tidak ditemukan eksudat purulen, separasi jaringan dalam, maupun kebutuhan tindakan tambahan akibat komplikasi infeksi. Kesimpulan: Protokol pencegahan SSI yang konsisten berkontribusi terhadap penyembuhan luka optimal. Studi ini juga memberikan gambaran awal sebagai dasar implementasi instrumen ASEPSIS ke dalam SOP pengkajian luka secara formal di rumah sakit.
Pengaruh Mobilisasi Dini terhadap Skala Nyeri pada Pasien Pasca General Anestesi di Rst Wijayakusuma Purwokerto Virzinia Syahirah; Rully Annisa
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2436

Abstract

Nyeri pasca operasi pada pasien dengan general anestesi dapat menghambat proses pemulihan sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis seperti mobilisasi dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap skala nyeri pasien pasca general anestesi di RST Wijayakusuma Purwokerto. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Populasi penelitian sebanyak 109 pasien, dengan sampel 35 responden yang dipilih melalui incidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan analisis univariat dan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skala nyeri sebelum intervensi sebesar 5,02 dan setelah mobilisasi dini menurun menjadi 3,91. Uji Wilcoxon memperoleh nilai Z sebesar -5,007 dengan p-value 0,000, menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulannya, mobilisasi dini berpengaruh signifikan terhadap penurunan skala nyeri pada pasien pasca general anestesi dan dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis
Pengaruh Media Edukasi Gizi terhadap Pengetahuan Gerd dan Sikap Kebiasaan Makan di Perumahan X Kecamatan Cikarang Barat Rachel; Ratih Kurniasari; Rini Harianti
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2460

Abstract

GERD yaitu kondisi dimana cairan dari isi lambung keluar ke kerongkongan akibat dari LES yang tidak dapat menahan cairan isi lambung yang diakibatkan dari kebiasaan makan yang buruk. Dari hasil penelitian sebelumnya menyatakan bahwa prevalensi dari GERD diperkirakan sebesar 20-40%. Pada tahun 2016 dinyatakan bahwa prevalensi GERD di Indonesia sudah mencapai 27,4%. Prevalensi GERD tertinggi terjadi pada wanita. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek media visual (mindmapping) dan audiovisual (tiktok) serta media inovatif (teka-teki silang terhadap pengetahuan GERD dan sikap kebiasaan makan pada wanita usia 21-24 tahun. Penelitian ini menggunakan Quasi Experimental dengan rancangan pretest – postest design. Jumlah sampel penelitian sebesar 30 berkisar antara usia 21-24 tahun dengan 3 kelompok mendapatkan intervensi dan edukasi dari mind mapping, tiktok dan teka-teki silang dari hasil uji paired sample T-Test dari ketiga media tersebut tidak memiliki hubungan yang signifikan (p>0,05) namun terdapat peningkatan dari perlakukan sebelum intervensi dan sesudah intervensi. Kesimpulan pada penelitian diketahui bahwa media mind mapping, tiktok dan teka-teki silang tidak berpengaruh secara signifikan baik dalam pengetahuan GERD maupun sikap kebiasaan makan.
Kondisi Kesehatan Lingkungan Pasar Tradisional Benowo Kecamatan Pakal Tahun 2026 Fauzi Adinugroho; Hadi Suryono; Putri Arida; Rusmiati; Ernita Sari
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2465

Abstract

Pasar tradisional merupakan salah satu fasilitas publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat sehingga memerlukan kondisi kesehatan lingkungan yang memadai. Apabila aspek sanitasi pasar tidak dikelola sesuai ketentuan, maka risiko terjadinya penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, leptospirosis, hingga keracunan pangan dapat meningkat. Berdasarkan hasil survei awal di Pasar Tradisional Benowo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, masih ditemukan berbagai permasalahan, antara lain sistem drainase yang belum memadai, pengelolaan sampah yang belum optimal, kondisi toilet yang kurang layak dan menimbulkan bau, belum tersedianya fasilitas cuci tangan, serta tidak adanya Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi kesehatan lingkungan Pasar Tradisional Benowo berdasarkan indikator Pasar Sehat sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2020. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dengan memanfaatkan lembar checklist Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Variabel yang dinilai meliputi kondisi bangunan pasar, fasilitas sanitasi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), keamanan pasar, serta sarana penunjang. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan metode skoring, kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori Memenuhi Syarat (MS) dan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian pada aspek bangunan pasar memperoleh persentase 52%, sanitasi pasar 58%, PHBS 70%, keamanan pasar 0%, dan sarana penunjang 0%. Secara keseluruhan diperoleh skor sebesar 3.198 dari skor maksimum 6.300 atau sebesar 51%. Berdasarkan hasil tersebut, kondisi kesehatan lingkungan Pasar Tradisional Benowo dikategorikan sebagai Tidak Sehat. Oleh karena itu, pengelola pasar disarankan meningkatkan pemenuhan persyaratan kesehatan lingkungan melalui penyediaan fasilitas cuci tangan, perbaikan sistem pengelolaan sampah, penyediaan APAR, Pos Pelayanan Kesehatan dan P3K, serta melaksanakan pemeliharaan dan pengawasan sanitasi secara berkala guna mewujudkan pasar yang sehat, aman, dan nyaman bagi masyaraka.
Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Penyakit Hipertensi pada Lansia di Puskesmas Kaliwungu Novarisca Aurelyya Amanda; Edy Soesanto; Noor Hidayah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2486

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan pada lansia yang berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk pola makan dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan penyakit hipertensi pada lansia di Puskesmas Kaliwungu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan metode cross sectional. Populasi berjumlah 240 lansia dengan sampel 148 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri atas Food Frequency Questionnaire (FFQ), International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), dan pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer serta stetoskop. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square dengan α = 0,05 menggunakan SPSS versi 26. Hasil menunjukkan 86,5% responden memiliki pola makan tidak baik, 66,2% memiliki aktivitas fisik sedang, dan 40,5% berada pada kategori prahipertensi. Tidak terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan penyakit hipertensi (p = 0,776) maupun aktivitas fisik dengan penyakit hipertensi (p = 0,518). Kesimpulannya, pola makan dan aktivitas fisik tidak berhubungan signifikan dengan penyakit hipertensi pada lansia dalam penelitian ini.