cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 2963069X     DOI : https://doi.org/10.71456/jik
Core Subject : Health,
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah media publikasi artikel penelitian yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian Kalimantan Selatan, sesuai SK. KEMENKUMHAM : AHU-0025509.AH.01.04. TAHUN 2022 TANGGAL 14 DESEMBER 2022, dengan Ruang lingkup artikel yang diterbitkan di jurnal kesehatan meliputi: keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, administrasi kesehatan, administrasi rumah sakit dan kesehatan umum lainnya.
Articles 221 Documents
Penerapan Terapi Butterfly Hug terhadap Kecemasan pada Penderita Drug Abuse di Puskesmas Tanjung Harapan Tahun 2026 Zida Sufi Azizah; Ardinata; Winda Afikirtiani
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2496

Abstract

Latar Belakang: Penyalahgunaan narkoba (drug abuse) dapat menimbulkan berbagai masalah psikologis, salah satunya kecemasan yang ditandai dengan perasaan khawatir berlebihan, gelisah, sulit tidur, dan gangguan konsentrasi. Berdasarkan pra survei di Puskesmas Tanjung Harapan, sebagian pasien drug abuse mengalami kecemasan, sementara intervensi yang diberikan masih terbatas pada terapi farmakologis dan konseling. Tujuan: Tujuan karya ilmiah ini adalah menerapkan terapi Butterfly Hug untuk menurunkan tingkat kecemasan pada penderita drug abuse di Puskesmas Tanjung Harapan Tahun 2026. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien drug abuse yang mengalami ansietas. Intervensi dilakukan selama 3 hari meliputi pengkajian ansietas, komunikasi terapeutik, edukasi kesehatan, dukungan keluarga, serta penerapan terapi Butterfly Hug sebagai teknik relaksasi nonfarmakologis untuk membantu pasien mengontrol kecemasan secara mandiri. Hasil: Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat ansietas pada kedua pasien. Setelah intervensi, pasien tampak lebih tenang, tidak gelisah, mampu mengungkapkan perasaan, serta dapat melakukan teknik Butterfly Hug secara mandiri. Masalah ansietas pada kedua pasien dinyatakan teratasi sepenuhnya. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terapi Butterfly Hug efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan kecemasan pada penderita drug abuse. Disarankan pasien menerapkan teknik ini secara mandiri dan perawat mengoptimalkan penggunaannya dalam praktik keperawatan jiwa.
Evaluasi Kualitatif dan Kuantitatif Penggunaan Antibiotik terhadap Outcome Klinis Pasien Infeksi Saluran Kemih di RS X Salma Nabila; Nuzul Gyanata Adiwisastra; Nirmala Manik; Marselina
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2497

Abstract

Infeksi saluran kemih merupakan salah satu infeksi bakteri yang memerlukan terapi antibiotik sehingga evaluasi penggunaan antibiotik penting dilakukan untuk memastikan ketepatan terapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan antibiotik secara kualitatif menggunakan metode Gyssens dan secara kuantitatif menggunakan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD), serta menganalisis hubungannya dengan outcome klinis pada pasien anak dengan infeksi saluran kemih di RS X tahun 2025. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan retrospektif terhadap 115 rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,0% penggunaan antibiotik termasuk kategori rasional berdasarkan metode Gyssens, sedangkan cefixime memiliki nilai Total DDD tertinggi dan bersama ceftriaxone termasuk dalam segmen DU90%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas penggunaan antibiotik (p=0,018) dan kuantitas penggunaan antibiotik (p=0,004) dengan outcome klinis. Disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik yang rasional berhubungan dengan keberhasilan terapi pada pasien anak dengan infeksi saluran kemih.
Gambaran Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus pada Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di Puskesmas Kramatmulya Kuningan Jawa Barat Sheila Pamelia; Nanang Ruhyana; Menik Herdwiyanti
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2499

Abstract

Mengetahui gambaran kepatuhan pasien diabetes melitus pada peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di Puskesmas Kramatmulya Kabupaten Kuningan tahun 2025 berdasarkan karakteristik responden dan tingkat kepatuhan mengikuti kegiatan PROLANIS. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan jumlah sampel sebanyak 39 peserta PROLANIS yang memenuhi kriteria penelitian. Data diperoleh dari rekam medis dan data kehadiran kegiatan PROLANIS, kemudian dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Seluruh responden merupakan pasien diabetes melitus tipe 2 (100%). Mayoritas responden berusia 45–59 tahun sebanyak 28 responden (71,8%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 27 responden (69,2%), memiliki riwayat diabetes melitus dalam keluarga sebanyak 29 responden (74,4%), dan memiliki indeks massa tubuh kategori obesitas sebanyak 21 responden (53,8%). Seluruh responden memiliki status sosial ekonomi rendah (100%), sebagian besar berpendidikan Sekolah Dasar sebanyak 20 responden (51,3%), serta tidak bekerja sebanyak 27 responden (69,2%). Berdasarkan kepatuhan mengikuti kegiatan PROLANIS, sebanyak 36 responden (92,3%) termasuk kategori patuh, sedangkan 3 responden (7,7%) termasuk kategori tidak patuh. Sebagian besar pasien diabetes melitus peserta PROLANIS di Puskesmas Kramatmulya memiliki tingkat kepatuhan yang baik dalam mengikuti kegiatan PROLANIS. Tingginya kepatuhan peserta diharapkan dapat mendukung keberhasilan pengelolaan diabetes melitus, meningkatkan kualitas hidup pasien, serta membantu mencegah terjadinya komplikasi melalui pemantauan kesehatan dan edukasi yang berkesinambungan.
Gambaran Klinikopatologi pada Kasus Non-Small Cell Lung Cancer Berdasarkan Status Metastasis di RSUD Waled Tahun 2021-2025 Kayla Ashila Kurniawan; Lestari Putri; Moch Yusuf Handoyo
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2500

Abstract

Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) merupakan jenis kanker paru yang mencakup sekitar 85% dari seluruh kanker paru dan menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di dunia. Sebagian besar pasien terdiagnosis setelah mengalami metastasis, yaitu penyebaran sel kanker dari tumor primer ke organ lain melalui pembuluh darah atau limfatik. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran klinikopatologi pasien NSCLC berdasarkan status metastasis di RSUD Waled periode 2021–2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien NSCLC di RSUD Waled periode Januari 2021–Desember 2025 sebanyak 99 pasien. Pengambilan sampel menggunakan total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga diperoleh 91 pasien sebagai sampel. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Kelompok usia terbanyak adalah 50–59 tahun (39,6%), dengan jenis kelamin laki-laki (53,8%). Gejala klinis yang paling banyak ditemukan adalah batuk kronik (52,7%), sedangkan tipe histopatologi terbanyak adalah adenokarsinoma (63,7%). Berdasarkan status metastasis, pasien metastasis lebih banyak dibandingkan non-metastasis, yaitu 64,8% dan 35,2%. Lokasi metastasis tersering adalah tulang (35,6%), sedangkan gambaran radiologi rontgen toraks terbanyak berupa massa paru (57,1%). Disimpulkan bahwa pasien NSCLC di RSUD Waled periode 2021–2025 didominasi kelompok usia 50–59 tahun, laki-laki, tipe histopatologi adenokarsinoma, serta mayoritas mengalami metastasis dengan tulang sebagai lokasi metastasis terbanyak dan massa paru sebagai gambaran radiologi toraks yang paling sering ditemukan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Lama Hari Rawat Inap Pasien BPJS Kesehatan dDi RSUD Dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya Eva Prilelli Baringbing; Dita Wasthu Prasida; Masrika Aida
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2502

Abstract

Lama hari rawat inap merupakan indikator krusial mutu dan efisiensi pelayanan rumah sakit dalam sistem pembiayaan INA-CBGs pada era JKN. RSUD dr. Doris Sylvanus sebagai pusat rujukan di Kalimantan Tengah menghadapi beban pelayanan tinggi dengan Average Length of Stay mencapai 8,83 hari pada tahun 2024 dan 8,57 hari pada tahun 2025. Analisis faktor yang memengaruhi durasi perawatan penting untuk optimalisasi alur pasien dan stabilitas finansial. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor (usia, jenis kelamin, kelas perawatan, jumlah diagnosis, dan tingkat keparahan/severity level) yang berhubungan dengan lama hari rawat inap pasien BPJS Kesehatan di RSUD dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah 1.461 data klaim pasien rawat inap BPJS Kesehatan periode Desember 2025. Sampel sebanyak 314 kasus diperoleh melalui teknik purposive sampling menggunakan rumus Slovin. Data sekunder bersumber dari aplikasi Self-Service Business Intelligence (SSBI) BPJS Kesehatan dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square (p = 0,05). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p = 0,772) dan kelas rawat (p = 0,330) dengan lama hari rawat inap. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p = 0,011), jumlah diagnosis (p = 0,011), dan tingkat keparahan (p < 0,001) dengan lama hari rawat inap. Penelitian ini menyimpulkan terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin, jumlah diagnosis, dan severity level dengan lama rawat inap, sedangkan usia dan kelas perawatan tidak berhubungan. Rumah sakit disarankan mengoptimalkan rencana pemulangan pasien dengan diagnosis multipel dan tingkat keparahan tinggi demi meningkatkan efisiensi tempat tidur
Hubungan Pemberian Informasi Obat dengan Pemahaman dan Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sukatani Sinta Bella; Abdul Rozak; Ulyati Ulfah; Masita Sari Dewi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2508

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 memerlukan terapi jangka panjang sehingga kepatuhan penggunaan obat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pemberian informasi obat dengan tingkat pemahaman dan kepatuhan penggunaan obat pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sukatani. Penelitian kuantitatif observasional dengan desain cross-sectional melibatkan 52 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan  menggunakan kuesioner skala Guttman dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8), kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact Test (α = 0,05). Hasil menunjukkan 71,2% responden memperoleh pemberian informasi obat kategori baik, 84,6% memiliki tingkat pemahaman baik, dan 55,8% memiliki kepatuhan rendah. Terdapat hubungan bermakna dengan tingkat pemahaman (p = 0,011), tetapi tidak dengan kepatuhan penggunaan obat (p = 0,682).
Hubungan Rasionalitas dan Lama Rawat Inap Pada Pasien Gastroenteritis Akut di Rumah Sakit Kabupaten Bekasi Elda Novriyanti; Nirmala Manik; Nuzul Gyanata Adiwisastra; Abdul Rozak
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2514

Abstract

Rasionalitas terapi berperan penting dalam menunjang keberhasilan pengobatan gastroenteritis akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rasionalitas pengobatan  dengan lama rawat inap pasien gastroenteritis akut di Rumah Sakit Kartika Husada Setu. Penelitian menggunakan desain observasional analitik retrospektif terhadap 65 rekam medis pasien rawat inap periode Januari–Juni 2026 dengan teknik total sampling. Rasionalitas dinilai berdasarkan tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat rute pemberian, dan tepat lama pemberian. Data yang didapat kemudian dievaluasi kerasionalannya. Hubungan antara kerasionalan terapi dengan lama rawat inap diuji menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45 pasien (69,2%) menerima terapi rasional dan 20 pasien (30,8%) menerima terapi tidak rasional. Ketidakrasionalan ditemukan pada aspek ketepatan indikasi, ketepatan dosis, dan ketepatan lama pemberian. Uji Fisher’s Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas terapi dan lama rawat inap (p=0,741). Kesimpulannya, sebagian besar pasien memperoleh terapi yang rasional (69,2%), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas terapi dengan lama rawat inap pada pasien gastroenteritis akut.
Analisis Hubungan Kualitas Pelayanan Kefarmasian dengan Tingkat Kepuasan pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi Gilang Aditia Perdiansyah; Kusno Haryanto; Nuzul Gyanata Adiwisastra; Sri Rachmi Firdausi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2515

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien hipertensi yang membutuhkan terapi berkelanjutan, dan pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada pasien menjadi salah satu faktor penentu utamanya di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas. Meskipun standar pelayanan kefarmasian telah diatur melalui regulasi pemerintah, pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan informasi obat hingga waktu tunggu pelayanan, sehingga evaluasi terhadap hubungan antara kualitas pelayanan kefarmasian dan kepuasan pasien hipertensi menjadi penting, khususnya di Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi yang belum pernah diteliti sebelumnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan kefarmasian, tingkat kepuasan pasien hipertensi, serta hubungan keduanya berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, guna menjawab apakah kualitas pelayanan kefarmasian berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien hipertensi di puskesmas tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan teknik accidental sampling terhadap 254 responden yang memenuhi kriteria inklusi; data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kefarmasian dan tingkat kepuasan pasien hipertensi secara umum berada pada kategori baik dan puas. Uji bivariat mengungkapkan hubungan yang signifikan antara pelayanan kefarmasian secara keseluruhan dengan kepuasan pasien hipertensi (p=0,004), serta pada seluruh dimensi SERVQUAL yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy (masing-masing p=0,000), yang memperkuat pemahaman bahwa kelima dimensi tersebut secara konsisten berkontribusi terhadap kepuasan pasien hipertensi pada layanan kefarmasian di puskesmas. Dengan demikian, peningkatan mutu pelayanan kefarmasian perlu dilakukan secara berkelanjutan pada seluruh dimensi tersebut, dan penelitian selanjutnya disarankan menjangkau fasilitas kesehatan yang lebih beragam serta mempertimbangkan faktor lain yang turut memengaruhi kepuasan pasien.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol 96% Kulit Pisang Raja (Musa x paradisiaca L.) terhadap Gambaran Histopatologi Paru Mencit Putih (Mus musculus) yang Dipaparkan Asap Rokok Galih Muhamad Faqih; Errol Rakhmad Noordam; La Ode Muhammad Anwar; Iin Hardiyati
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2520

Abstract

Paparan asap rokok memicu produksi radikal bebas berlebih yang menyebabkan stres oksidatif dan kerusakan jaringan paru. Kulit pisang raja (Musa × paradisiaca L.), yang selama ini banyak terbuang sebagai limbah, diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol 96% kulit pisang raja terhadap gambaran histopatologi paru mencit putih (Mus musculus) yang dipapar asap rokok pada tiga variasi dosis, serta menentukan dosis dengan efek protektif paling optimal. Penelitian eksperimental in vivo ini menggunakan enam kelompok mencit jantan (normal, kontrol negatif, kontrol positif, dan tiga kelompok dosis ekstrak 42, 63, dan 84 mg/kg bb) yang dipapar asap rokok selama 14 hari. Parameter yang diamati meliputi standarisasi dan skrining fitokimia ekstrak, kadar hemoglobin, serta skor histopatologi paru (hemoragi, infiltrasi sel radang, dan penebalan septa alveoli). Hasil menunjukkan ekstrak memenuhi sebagian besar syarat standarisasi mutu dan positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Kelompok kontrol negatif menunjukkan skor kerusakan tertinggi (2,3), sedangkan ketiga kelompok dosis ekstrak menunjukkan pola dose-response yang konsisten, dengan skor terendah pada dosis 84 mg/kg bb (1,0), diikuti 63 mg/kg bb (1,4) dan 42 mg/kg bb (1,7). Disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit pisang raja berpengaruh terhadap perbaikan gambaran histopatologi paru mencit yang dipapar asap rokok, dengan dosis 84 mg/kg bb sebagai dosis paling optimal.
Pengembangan Sediaan Aromaterapi Roll-on Kombinasi Minyak Atsiri Jahe dan Cendana Resti Hanifah; Salma Hilmy Rusydi Hashim; Nurvidian Khasanah; Errol Rakhmad Noordam
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2523

Abstract

Dispepsia yang disertai gejala mual merupakan gangguan pencernaan dengan jumlah kasus yang terus meningkat, sehingga diperlukan alternatif nonfarmakologis berbahan alami untuk membantu meredakannya. Minyak atsiri jahe (Zingiber officinale) memiliki aktivitas antiemetik, sedangkan minyak atsiri cendana (Santalum album L.) berpotensi memberikan efek relaksasi dan antidepresan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan kombinasi kedua minyak atsiri tersebut ke dalam sediaan aromaterapi roll-on serta mengevaluasi karakteristik fisik dan tingkat kesukaan sediaan yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang dilaksanakan pada tiga formula dengan total konsentrasi minyak atsiri 30%, yaitu Formula I (20%:10%), Formula II (15%:15%), dan Formula III (10%:20%) minyak jahe : minyak cendana. Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, bobot jenis, volume terpindahkan, iritasi, dan hedonik terhadap 30 responden, dengan data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics versi 24. Hasil menunjukkan seluruh formula homogen, berwarna kuning pucat, memiliki pH 5, daya sebar 5,433-5,500 cm, bobot jenis 0,925-0,935 g/mL, dan volume terpindahkan 9,730-9,750 mL yang memenuhi persyaratan serta tidak menimbulkan iritasi, namun nilai viskositas 1,231-1,950 cps belum memenuhi persyaratan 2,3-6,0 cps. Uji hedonik menunjukkan variasi konsentrasi memengaruhi tingkat kesukaan pada parameter tekstur (p=0,015) dan bau (p=0,029), dengan Formula III memperoleh tingkat kesukaan tertinggi. Kombinasi minyak atsiri jahe dan cendana dapat diformulasikan menjadi sediaan aromaterapi roll-on dengan karakteristik fisik yang cukup baik, dan Formula III berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai sediaan aromaterapi untuk membantu meredakan mual.