cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 2963069X     DOI : https://doi.org/10.71456/jik
Core Subject : Health,
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah media publikasi artikel penelitian yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian Kalimantan Selatan, sesuai SK. KEMENKUMHAM : AHU-0025509.AH.01.04. TAHUN 2022 TANGGAL 14 DESEMBER 2022, dengan Ruang lingkup artikel yang diterbitkan di jurnal kesehatan meliputi: keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, administrasi kesehatan, administrasi rumah sakit dan kesehatan umum lainnya.
Articles 221 Documents
Eksplorasi Epidemiologi Aritmia menggunakan Tele Elektrokardiografi di Puskesmas Kabila Kabupaten Bone Bolango Amel Cahya Apriliya Ibrahim; Muchtar Nora Ismail Siregar; Romdon Purwanto; Sri Manovita Pateda; Abdi Dzul Ikram Hasanuddin
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2525

Abstract

Aritmia merupakan gangguan irama jantung yang dapat bersifat ringan hingga mengancam nyawa, serta berkontribusi signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas kardiovaskular. Prevalensi aritmia, khususnya fibrilasi atrium, terus meningkat seiring bertambahnya usia populasi dan tingginya faktor risiko. Selain itu, keterbatasan data epidemiologi aritmia di Provinsi Gorontalo serta akses terhadap pelayanan jantung spesialistik menjadikan pemanfaatan tele-elektrokardiografi (tele-EKG) sebagai alternatif untuk mendukung deteksi dini dan pemetaan kasus aritmia di layanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gambaran epidemiologi aritmia berdasarkan hasil pemeriksaan tele-EKG di wilayah kerja Puskesmas Kabila Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan di Puskesmas Kabila Kabupaten Bone Bolango pada Mei sampai Juni 2023. Sampel penelitian sebanyak 426 responden dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan data rekam medis periode Mei–Juni 2023. Analisis data pada penelitian ini memakai perangkat lunak Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Dari 426 orang yang menjalani tele-EKG, responden perempuan mendominasi (55,6%), dengan kelompok usia 55–64 tahun sebagai porsi terbesar (44,0%). Fibrilasi atrium jadi temuan aritmia paling sering muncul (13,8%), disusul blok atrioventrikular derajat I (5,9%) dan right bundle branch block (4,5%). Prevalensi aritmia di wilayah kerja Puskesmas Kabila tergolong cukup signifikan, terutama pada kelompok usia lanjut dengan faktor risiko kardiovaskular. Pemanfaatan tele-EKG terbukti efektif sebagai alat skrining untuk mendeteksi berbagai jenis aritmia serta mendukung peningkatan akses layanan kardiovaskular di fasilitas kesehatan primer, terutama pada wilayah dengan keterbatasan akses terhadap dokter spesialis, sehingga dapat menjadi dasar perencanaan program pencegahan dan pengendalian penyakit kardiovaskular.
Hubungan Frekuensi Kunjungan Posyandu dan Riwayat Imunisasi dengan Status Gizi Anak Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Cibingbin Aliya Rohmah Aliyati; Defa Rahmatun Nisa'a; Thysa Tysmelia Affandi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2535

Abstract

Status gizi balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia karena berpengaruh terhadap pertumbuhan, perkembangan, daya tahan tubuh, serta kualitas sumber daya manusia. Pemanfaatan pelayanan kesehatan melalui Posyandu dan kelengkapan imunisasi merupakan upaya penting dalam mendukung pertumbuhan balita serta mencegah gangguan gizi. Menganalisis hubungan frekuensi kunjungan Posyandu dan riwayat imunisasi dengan status gizi anak usia 2–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Cibingbin. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan pada 207 anak yang dipilih melalui consecutive sampling. Data diperoleh dari register Posyandu, Buku KIA, KMS, serta pengukuran langsung berat badan dan tinggi badan. Status gizi dinilai berdasarkan indikator BB/TB. Analisis bivariat menggunakan korelasi Spearman, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik biner. Sebagian besar anak rutin mengunjungi Posyandu (84,1%), memiliki imunisasi lengkap (75,8%), dan berstatus gizi normal (76,8%). Frekuensi kunjungan Posyandu dan riwayat imunisasi masing-masing berhubungan dengan status gizi (keduanya p<0,001). Model regresi logistik biner signifikan (χ²=41,955; p<0,001) dengan Nagelkerke R²=0,277. Setelah dikontrol oleh riwayat imunisasi, kunjungan Posyandu rutin berhubungan dengan peluang 9,608 kali untuk memiliki status gizi normal (AOR=9,608; IK95%: 3,521–26,220; p<0,001). Riwayat imunisasi tidak berhubungan secara independen setelah dikontrol oleh frekuensi kunjungan Posyandu (AOR=1,797; IK95%: 0,717–4,502; p=0,211). Frekuensi kunjungan Posyandu merupakan variabel yang berhubungan paling dominan dengan status gizi normal anak usia 2–5 tahun.
Karakteristik dan Prevalensi Ambliopia pada Anak Miopia Gravior di RSUD Waled Tahun 2024–2025 Ahmad Zaka Royani; Binto Akturusiano; Widi Astuti
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2536

Abstract

Ambliopia merupakan salah satu penyebab gangguan penglihatan pada anak yang dapat dicegah. Salah satu faktor risikonya adalah kelainan refraksi yang tidak terkoreksi, terutama miopia gravior. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik dan prevalensi ambliopia pada anak dengan miopia gravior  di RSUD Waled tahun 2024–2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional  dengan pendekatan deskriptif retrospektif berdasarkan data sekunder rekam medis pasien di Poli Mata RSUD Waled. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Selama periode penelitian terdapat 1.318 kasus kelainan refraksi, dengan 69 kasus miopia gravior. Sebanyak 14 pasien memenuhi kriteria penelitian, terdiri atas 10 pasien dengan ambliopia dan 4 pasien tanpa ambliopia. Proporsi ambliopia pada anak dengan miopia gravior  terhadap seluruh kasus kelainan refraksi sebesar 0,76%, sedangkan prevalensi ambliopia pada anak dengan miopia gravior  yang memenuhi kriteria penelitian sebesar 71,4%. Pasien didominasi usia 13–17 tahun (57,1%), perempuan (71,4%), ambliopia bilateral (92,9%), dan anisometropia (78,6%). Disimpulkan bahwa prevalensi ambliopia pada anak dengan miopia gravior  yang memenuhi kriteria penelitian cukup tinggi, dengan karakteristik dominan remaja usia 13–17 tahun, perempuan, ambliopia bilateral, dan anisometropia. Temuan ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan koreksi refraksi yang adekuat untuk mencegah ambliopia.
Gambaran Karakteristik Radiologi Derajat Osteoporosis Berdasarkan Singh Index pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Bezridzal Adam; Irene Max Emman; Sedayu
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2537

Abstract

Osteoporosis masih menjadi permasalahan penyakit degeneratif yang terjadi pada lansia, hal ini sejalan dengan meningkatnya usia harapan hidup maka penyakit degeneratif dan metabolik juga dapat meningkat. Osteoporosis terjadi karena penurunan massa tulang dan kerusakan mikroarsitektur jaringan tulang yang mengakibatkan kerapatan dan kekuatan tulang serta peningkatan resiko patah tulang. Keadaan  osteoporosis mempengaruhi lebih dari sepertiga pasien dengan diabetes melitus(DM), hal ini disebabkan karena keadaan hiperglikemia mempunyai efek buruk terhadap fungsi osteoblast dan pembentukan tulang. Untuk mengetahui gambaran karakterisitik radiologi derajat osteoporosis berdasarkan Singh index pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Waled Kabupaten Cirebon.  Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif retrospektif menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan data menggunakan teknik total sampling sebanyak 34 sampel. Data yang telah dikumpulkan diolah menggunakan analisis univariat. Hasil yang didapatkan frekuensi pada responden diabetes melitus tipe 2 dengan karakteristik terbanyak pada usia > 66 tahun sebanyak 14 (41,2%), jenis kelamin perempuan sebanyak 26 (76,5%), derajat osteoporosis Singh index 5 sebanyak 15 (44,1%).  Derajat osteoporosis pada pasien DM Tipe 2 yang diukur menggunakan Singh index lebih banyak ditemukan pada kelompok usia lanjut dan perempuan.
Pengaruh Media Video Animasi Tentang Jajanan Sehat terhadap Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Siswa/i SD Sabila Amanda Fauziah Handoko; Zuhrina Aidha; Nursapia Haraharap; Romiza Arika; Wahyudi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2540

Abstract

Makanan jajanan merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan anak usia sekolah dasar, namun seringkali tidak terjamin kebersihan dan nilai gizinya sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti keracunan makanan dan diare. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media video animasi tentang jajanan sehat terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa/i SD Sabila Amanda Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental (one group pretest-posttest), yang dilaksanakan di SD Sabila Amanda Kota Medan pada bulan April 2026. Sampel penelitian berjumlah 96 siswa/i kelas IV dan V yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan (12 soal), serta kuesioner sikap dan perilaku dengan skor maksimal 40, yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi media video animasi. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi tidak normal, sehingga analisis data menggunakan uji statistik non parametrik yaitu uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 7,26 menjadi 11,53, sikap dari 25,68 menjadi 36,91, dan perilaku dari 26,24 menjadi 37,73, dengan nilai p < 0,001 pada ketiga variabel, yang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media video animasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, serta mendorong perubahan perilaku siswa/i SD Sabila Amanda ke arah pemilihan jajanan yang lebih sehat dan aman. Disarankan agar pihak sekolah menjadikan media video animasi sebagai salah satu media pembelajaran, serta orang tua berperan aktif dalam mengawasi dan membimbing anak dalam memilih jajanan yang sehat.
Hubungan Perilaku dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Bengkel Las di Kota Tebing Tinggi dalam Perspektif Ibnu Katsir Ananda Dwi Shafira; Salianto; Irwansyah; Tri Niswati Utami; Syafran Arrazy
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2541

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada pekerja bengkel las dan dapat dipengaruhi oleh perilaku kerja yang tidak aman (unsafe action). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku dengan kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las di Kota Tebing Tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional terhadap 46 pekerja bengkel las. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku tidak aman sebanyak 24 orang (52,2%) dan pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 28 orang (60,9%). Jenis kecelakaan yang paling banyak dialami adalah terbentur, tergores, terpotong, dan tertusuk. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku dengan kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las di Kota Tebing Tinggi (p-value < 0,001; PR = 5,500), yang menunjukkan bahwa pekerja dengan perilaku tidak aman memiliki risiko/prevalensi mengalami kecelakaan kerja 5,5 kali lebih besar. Dalam perspektif Islam, menjaga keselamatan diri merupakan bagian dari upaya menghindari perbuatan yang dapat membahayakan diri, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 195 berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir. Disarankan kepada pemilik bengkel untuk meningkatkan penerapan SOP dan mewajibkan penggunaan APD secara lengkap, serta kepada pekerja agar lebih mematuhi prosedur keselamatan kerja guna mengurangi risiko kecelakaan kerja.
Pengaruh Pendidikan Teman Sebaya terhadap Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMA Negeri 1 Air Putih Kabupaten Batu Bara Lydia Paramitha; Zuhrina Aidha; Rahmat Hidayat; Eliska; Salianto
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2542

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek penting dalam menjaga kualitas generasi muda, namun pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi masih perlu ditingkatkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan teman sebaya (peer education), yang dianggap lebih efektif karena menggunakan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan teman sebaya terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMA Negeri 1 Air Putih Kabupaten Batu Bara. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain preexperimental melalui pendekatan one group pre-test dan post-test. Populasi penelitian berjumlah 599 siswa, dengan sampel sebanyak 86 responden yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pendidikan teman sebaya terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja (p<0,05). yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Sebanyak 69 responden mengalami peningkatan pengetahuan, 1 responden mengalami penurunan, dan 16 responden tidak mengalami perubahan Kesimpulan penelitian ini adalah pendidikan teman sebaya berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan dapat digunakan sebagai strategi edukasi yang efektif di lingkungan sekolah.
Gambaran Pemeriksaan Screening Hepatitis B dan Hepatitis C pada Ibu Hamil dengan Metode Imunokromatografi di Puskesmas Sidoarjo Melly Nury Sabriyani; Evy Diah Woelansari; Suhariyadi; Wisnu Istanto
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2552

Abstract

Hepatitis B dan Hepatitis C adalah penyakit infeksi yang dapat ditularkan dari ibu kepada bayi, terutama selama proses kehamilan dan persalinan. Pemeriksaan skrining pada ibu hamil penting dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penularan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran hasil pemeriksaan skrining Hepatitis B dan Hepatitis C pada ibu hamil menggunakan metode imunokromatografi di Puskesmas Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 30 ibu hamil trimester I, II, dan III yang menjalani pemeriksaan antenatal care (ANC) di Puskesmas Sidoarjo. Pemeriksaan dilakukan menggunakan rapid test HBsAg dan Anti-HCV dengan metode imunokromatografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memperoleh hasil nonreaktif pada pemeriksaan Hepatitis B menggunakan rapid test HbsAg sebanyak 30 orang (100%) dan pemeriksaan Hepatitis C menggunakan rapid test Anti-HCV sebanyak 30 orang (100%). penelitian ini menunujukkan tidak ditemukan infeksi Hepatitis pada ibu hamil di Puskesmas Sidoarjo. Diharapkan peneliti lanjutan menggunakan metode pemeriksaan yang lebih akurat dan sensitif, seperti ELISA atau PCR.
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria pada Penduduk Indonesia Analisis Survei Kesehatan Indonesia 2023 Vina Noura; Wahyudi Wahyudi; Abdul Karim Batu Bara; Yulia Khairina Ashar; Syafran Arrazy
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2559

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan distribusi kasus yang bervariasi antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian malaria pada penduduk Indonesia berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif analitik berbasis data sekunder. Sampel penelitian berjumlah 711.287 responden yang diperoleh melalui teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan proporsi kejadian malaria sebesar 0,9%. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,000; OR=1,299), jenis kelamin (p=0,000; OR=1,117), pendidikan (p=0,022; OR=1,061), pekerjaan (p=0,000; OR=1,230), wilayah tempat tinggal (p=0,000; OR=1,977), dan penggunaan kelambu (p=0,000; OR=0,827) dengan kejadian malaria. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian malaria adalah wilayah tempat tinggal, di mana penduduk yang tinggal di wilayah perdesaan memiliki risiko 1,968 kali lebih besar mengalami malaria dibandingkan penduduk di wilayah perkotaan setelah dikontrol oleh variabel lain. Disimpulkan bahwa usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, wilayah tempat tinggal, dan penggunaan kelambu merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria, dengan wilayah tempat tinggal sebagai faktor yang paling dominan.
Pengaruh Kerasionalan Terapi Antihipertensi dan Kepatuhan dengan Risiko Kardiovaskular Pasien Hipertensi Rumah Sakit Tipe B Rini Afifah Puspitawati; Marselina; Masita Sari Dewi; Abdul Rozak
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2563

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Pengendaliannya dipengaruhi oleh kerasionalan terapi dan kepatuhan pasien dalam penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kerasionalan dan kepatuhan terapi antihipertensi terhadap risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan menggunakan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri atas 46 pasien hipertensi peserta BPJS dan dipilih secara purposive sampling. Kerasionalan terapi dinilai dari rekam medis berdasarkan tepat pasien, tepat obat, tepat indikasi, dan tepat dosis. Kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8, sedangkan risiko kardiovaskular dihitung dengan kalkulator risiko Atherosclerotic Cardiovascular Disease. Analisis bivariat menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil menunjukkan 30 responden (65,2%) memperoleh terapi rasional, 22 responden (47,8%) memiliki kepatuhan sedang, dan 15 responden (32,6%) berada pada risiko kardiovaskular rendah. Terdapat pengaruh signifikan antara kerasionalan terapi antihipertensi terhadap risiko kardiovaskular (p=0,036), sedangkan kepatuhan terapi tidak terdapat pengaruh signifikan antara kepatuhan terapi antihipertensi dengan risiko kardiovaskular (p=0,796). Hasil ini menunjukkan bahwa pengendalian risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi memerlukan penggunaan obat yang rasional dan kepatuhan pasien.