cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sultan Adam : Jurnal Hukum dan Sosial
ISSN : -     EISSN : 29853656     DOI : https://doi.org/10.71456/sultan
Core Subject : Social,
Sultan Adam : Jurnal Hukum dan Sosial adalah Jurnal yang memuat kajian-kajian di bidang ilmu hukum baik secara teoritik maupun empirik. Fokus jurnal ini tentang kajian-kajian hukum perdata, hukum pidana, hukum tata negara, hukum internasional, hukum acara dan hukum adat, politik dan ilmu sosial.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 295 Documents
NASIONALISME INDONESIA DI ERA GLOBALISASI: TRANSFORMASI NASIONALISME HISTORIS MENUJU NASIONALISME KOSMOPOLITAN Awad; Mahridawati
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2254

Abstract

Globalisasi dan mobilitas transnasional telah menghadirkan dinamika baru dalam pemaknaan nasionalisme di Indonesia. Fenomena viral di media sosial mengenai seorang warga negara Indonesia penerima beasiswa LPDP yang mengungkapkan kebanggaannya ketika anaknya memperoleh kewarganegaraan asing memicu perdebatan publik mengenai batas-batas dan makna nasionalisme di era global. Peristiwa tersebut menunjukkan adanya ketegangan antara nasionalisme yang berakar pada sejarah perjuangan bangsa dengan orientasi identitas yang semakin bersifat kosmopolitan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi konseptual nasionalisme Indonesia dari bentuk nasionalisme historis menuju nasionalisme kosmopolitan dalam konteks globalisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana terhadap pemberitaan media dan diskursus publik di media sosial, serta studi kepustakaan mengenai teori nasionalisme dan globalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi, mobilitas pendidikan internasional, dan terbentuknya komunitas diaspora telah mendorong lahirnya bentuk nasionalisme yang lebih cair (fluid), di mana identitas nasional tidak lagi selalu dipahami secara eksklusif, melainkan dapat berdampingan dengan identitas global. Temuan ini mengindikasikan bahwa nasionalisme Indonesia sedang mengalami proses reinterpretasi, dari nasionalisme yang bersifat historis dan teritorial menuju orientasi yang lebih kosmopolitan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya redefinisi konseptual nasionalisme yang adaptif terhadap dinamika global tanpa mengabaikan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi utama identitas nasional.
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN YANG DILAKUKAN OLEH AYAH TIRI: (Studi Putusan nomor:76/Pid.Sus anak/2025/PN Gdt) Anggalana; Wina Aprillia
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2256

Abstract

Tindak pidana persetubuhan terhadap anak yang dilakukan oleh anggota keluarga merupakan bentuk kekerasan seksual yang menimbulkan dampak serius terhadap korban serta menjadi tantangan dalam penegakan hukum di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab ayah tiri melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak tirinya serta menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana pelaku berdasarkan Putusan Nomor 76/Pid.Sus-Anak/2025/PN Gdt. Penelitian menggunakan jenis penelitian hukum dengan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Populasi penelitian adalah aparat penegak hukum yang menangani perkara tersebut, sedangkan sampel penelitian terdiri atas tiga narasumber, yaitu satu penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Pesawaran, satu jaksa pada Kejaksaan Negeri Pesawaran, dan satu hakim pada Pengadilan Negeri Gedong Tataan. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara terbuka dan studi kepustakaan, sedangkan data dianalisis menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana dipengaruhi oleh faktor internal pelaku berupa lemahnya pengendalian diri, moral, dan pendidikan, serta faktor kesempatan akibat relasi kuasa dalam keluarga. Putusan hakim didasarkan pada alat bukti yang sah, fakta persidangan, serta pertimbangan yang memberatkan dan meringankan sehingga terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 18 tahun. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pertanggungjawaban pidana telah diterapkan sesuai Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 sehingga memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat perlindungan terhadap anak sebagai korban.
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI AGEN PENYALUR TENAGA KERJA DALAM TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG: (Studi Putusan Nomor 566/Pid.Sus/2025/PN Tjk) Meta Puspita Sari; Tami Rusli
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2257

Abstract

Tindak pidana perdagangan orang merupakan salah satu bentuk kejahatan transnasional yang tidak hanya mengancam keamanan masyarakat, tetapi juga melanggar hak asasi manusia karena menempatkan manusia sebagai objek eksploitasi demi memperoleh keuntungan ekonomi. Perkembangan praktik perdagangan orang menunjukkan adanya pergeseran pola kejahatan, dari yang semula dilakukan secara individual menjadi melibatkan korporasi melalui berbagai aktivitas usaha, termasuk perusahaan atau agen penyalur tenaga kerja. Keterlibatan korporasi dalam tindak pidana perdagangan orang menimbulkan persoalan hukum mengenai bentuk pertanggungjawaban pidana yang dapat dibebankan kepada badan usaha sebagai subjek hukum pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana korporasi terhadap agen penyalur tenaga kerja yang terlibat dalam tindak pidana perdagangan orang serta menganalisis pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 566/Pid.Sus/2025/PN Tjk. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris dengan memanfaatkan data primer yang diperoleh melalui wawancara serta data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, literatur, dan putusan pengadilan. Seluruh data dianalisis secara kualitatif menggunakan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korporasi pada dasarnya dapat dimintai pertanggungjawaban pidana apabila tindak pidana dilakukan oleh pengurus atau pihak lain yang bertindak untuk dan atas nama korporasi dalam rangka mencapai tujuan usaha maupun memberikan keuntungan bagi korporasi. Akan tetapi, dalam Putusan Nomor 566/Pid.Sus/2025/PN Tjk pertanggungjawaban pidana masih dibebankan kepada pengurus korporasi sebagai pelaku perseorangan sehingga korporasi belum diposisikan sebagai subjek yang turut bertanggung jawab secara pidana. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penerapan pertanggungjawaban pidana korporasi dalam perkara tindak pidana perdagangan orang masih memerlukan penguatan agar mampu memberikan efek jera sekaligus meningkatkan perlindungan hukum terhadap pekerja migran Indonesia.
PENERAPAN MODEL RAIS MR3 TERHADAP PELAYANAN PUBLIK DI DESA BULO WATTANG Mutiara Julianti; Muhammad Rais Rahmat Razak; Yayuk Astuti
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh Model Rais MR3 terhadap Pelayanan Publik di Desa Bulo Wattang Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang. Model Rais MR3 merupakan model tata kelola pemerintahan yang berlandaskan pada tiga pilar utama yaitu akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat. Tiga pilar tersebut diyakini mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik yang diberikan pemerintah desa kepada masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Desa Bulo Wattang yang berjumlah 1.781 jiwa. Penentuan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan rumus slovin sehingga didapati sampel sebanyak 95 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuisioner dengan skala likert, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model Rais MR3 terdiri dari tiga pilar utama yaitu akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi berpengaruh positif terhadap peningkatan pelayanan publik di Desa Bulo Wattang. Semakin baik penerapan prinsip-prinsip Model Rais MR3, maka semakin baik pelayana publik di Desa Bulo Wattang.
LEGALITAS PENANGKAPAN PRESIDEN VENEZUELA OLEH TENTARA AMERIKA SERIKAT DALAM PERSPEKTIF HUKUM INTERNASIONAL Cecilia Verena Nau; Dhesy A. Kase; Elisabeth N. S. B. Tukan
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2260

Abstract

Perkembangan kejahatan transnasional mendorong negara memperluas penerapan yurisdiksi ekstrateritorial, namun praktik tersebut harus tetap menghormati prinsip-prinsip fundamental hukum internasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis legalitas penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat berdasarkan prinsip kedaulatan negara, non intervensi, yurisdiksi ekstrateritorial, dan imunitas kepala negara. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan doktrinal. Penelitian tidak menggunakan populasi dan sampel karena objek kajiannya berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Instrumen penelitian berupa dokumen hukum, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui inventarisasi, identifikasi, klasifikasi, dan sistematisasi bahan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klaim yurisdiksi ekstrateritorial Amerika Serikat berdasarkan protective principle dan effects doctrine tidak memberikan kewenangan melakukan penangkapan secara sepihak di wilayah Venezuela. Tidak adanya persetujuan Venezuela, mekanisme ekstradisi yang dapat diterapkan, otorisasi Dewan Keamanan PBB, serta masih berlakunya immunity ratione personae bagi Nicolás Maduro menjadikan tindakan tersebut bertentangan dengan hukum internasional. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penegakan hukum lintas batas harus dilaksanakan melalui mekanisme hukum internasional yang sah dengan tetap menghormati prinsip kedaulatan negara, non intervensi, dan imunitas kepala negara.
PEMBELAJARAN KITAB TA’LIM MUTA’ALIM DALAM MEMBANGUN AKHLAK SANTRI DI PONDOK PESANTREN IRSYADUL AMIN KECAMATAN ALALAK BARITO KUALA Muhammad Nasih Hadiya; Muhammad Yusuf; Noorzanah
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran kitab ta’lim muta’alim dalam membangun akhlak santri di pondok pesantren Irsyadul Amin kecamatan Alalak Barito Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian adalah satu guru pengajar kitab ta’lim muta’alim, dan delapan orang santri kelas 1 wustho, sedangkan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kitab ta’lim muta’alim dilaksanakan secara terencana melalui pembacaan kitab, penerjemahan, penjelasan materi, pemberian nasihat, serta pembiasaan nilai-nilai adab dalam kehidupan sehari-hari. Adapun materi yang diajarkan meliputi niat dalam menuntut ilmu, menghormati guru, memilih teman yang baik, memuliakan ilmu, bersungguh-sungguh dalam belajar, serta mengamalkan ilmu yang dipelajari. Sedangkan metode pembelajaran yang digunakan meliputi metode bandongan, ceramah, tanya jawab, dan keteladanan. Adapun keberhasilan pembelajaran didukung oleh faktor lingkungan yang kondusif, keteladanan guru, kesadaran santri akan pentingnya adab, serta pengaruh positif teman sebaya. Sedangkan faktor penghambatnya meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, usia santri yang masih relatif muda, pengaruh lingkungan diluar pesantren, pengaruh kebiasaan sehari-hari, serta pengaruh media sosial.
UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBIMBING MORAL PESERTA DIDIK DI MADRASAH TSANAWIYAH ABNAUL AMIN KUIN KECIL Rahmawati; M. Ramli; H. Husna Arsyad
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2268

Abstract

Pembimbingan moral peserta didik menjadi salah satu tanggung jawab utama guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk akhlak yang selaras dengan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan berbagai upaya yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam dalam membimbing moral peserta didik, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat pelaksanaannya di Madrasah Tsanawiyah Abnaul Amin Kuin Kecil. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam membimbing moral peserta didik melalui keteladanan, pembiasaan kegiatan keagamaan, pemberian nasihat, pendekatan personal, dan pengawasan terhadap perilaku peserta didik selama berada di lingkungan madrasah. Keberhasilan pelaksanaan pembimbingan moral didukung oleh kerja sama antarguru, lingkungan madrasah yang religius, pelaksanaan program-program keagamaan secara rutin, serta dukungan kepala madrasah. Di sisi lain, pengaruh lingkungan pergaulan, penggunaan media sosial, dan perbedaan karakter peserta didik masih menjadi kendala yang dihadapi guru dalam proses pembimbingan. Upaya yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam telah berjalan dengan baik, namun pembinaan moral peserta didik akan lebih maksimal apabila memperoleh dukungan yang berkesinambungan dari keluarga dan masyarakat.
INTEGRASI NILAI RELIGIUS TERHADAP PENGENDALIAN DIRI DALAM BUKU KEMANA KUBAWA SEMUA SENDU INI? KARYA FEBRIAWAN JAUHARI Aulia Agustina; Noor Hilmah; Ahyar Rasyidi
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2278

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya nilai religius dalam membentuk pengendalian diri ketika seseorang menghadapi persoalan yang memengaruhi kondisi emosional dan mental. Buku Kemana Kubawa Semua Sendu Ini? karya Febriawan Jauhari memuat nilai-nilai religius yang berperan dalam membantu individu mengelola emosi, menjaga ketahanan mental, dan mengendalikan diri. Adapun tujuan penelitian ini yaitu: pertama, untuk mendeskripsikan integrasi nilai religius terhadap pengendalian diri dalam buku Kemana Kubawa Semua Sendu Ini? karya Febriawan Jauhari. Kedua, untuk mendeskripsikan faktor religius terhadap pengendalian diri dalam buku Kemana Kubawa Semua Sendu Ini? karya Febriawan Jauhari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap buku Kemana Kubawa Semua Sendu Ini? sebagai sumber utama serta didukung buku, jurnal, hadis, dan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai religius dalam buku Kemana Kubawa Semua Sendu Ini? terintegrasi dengan pengendalian diri melalui shalat, doa, tawakal, sabar, dan pemahaman Asmaul Husna. Faktor religius yang memengaruhi pengendalian diri meliputi shalat, tawakal, sabar, mujâhadah al-nafs, pemahaman Asmaul Husna, dan kedekatan spiritual kepada Allah Swt.
KONSEP TENTANG HAKIKAT ILMU PENGETAHUAN SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN ISLAM Vera Anandya Putri; Syaifuddin Sabda
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2306

Abstract

Ilmu pengetahuan merupakan landasan utama dalam pembentukan peradaban manusia sekaligus menjadi fondasi filosofis dan teologis dalam penyelenggaraan pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan menganalisis hakikat ilmu pengetahuan sebagai landasan pendidikan Islam melalui perspektif filsafat dan teologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur'an, hadis, buku-buku filsafat ilmu, karya para pemikir Islam, serta artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis dengan mengkaji konsep-konsep pokok mengenai hakikat ilmu, sumber ilmu, objek ilmu, perkembangan ilmu pengetahuan, serta kedudukannya dalam Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa ilmu merupakan pengetahuan yang diperoleh melalui proses berpikir rasional, sistematis, empiris, dan metodologis sehingga menghasilkan kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dalam perspektif Islam, ilmu tidak hanya bersumber dari akal dan pengalaman empiris, tetapi juga berasal dari wahyu sebagai sumber kebenaran yang bersifat absolut. Oleh karena itu, epistemologi Islam mengintegrasikan akal, pengalaman, intuisi, dan wahyu sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan. Ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi karena menjadi sarana mengenal Allah Swt., membentuk akhlak, memperkuat keimanan, serta menjadi landasan pelaksanaan amal saleh. Dengan demikian, hakikat ilmu pengetahuan dalam pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada pengembangan intelektual, tetapi juga pada pembentukan manusia yang beriman, berakhlak mulia, kritis, dan bertanggung jawab dalam mewujudkan kemaslahatan umat.
PENDIDIKAN EKOTEOLOGI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADITS Halimatus Sa’diah
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2307

Abstract

Pendidikan Lingkungan Hidup atau ekoteologi dalam perspektif Al-Qur'an dan Hadits memiliki dasar-dasar yang kuat dalam ajaran Islam. Dalam Islam, keberlanjutan lingkungan dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah (pengelola) bumi diatur secara rinci. Lingkungan hidup saat ini menghadapi tantangan serius yang memerlukan pemahaman mendalam tentang bagaimana agama dapat memberikan panduan bagi individu dan masyarakat untuk berkontribusi dalam melestarikan bumi. Dengan menggunakan metode analisis teks Al-Qur'an dan Hadits, penelitian ini menelusuri nilai-nilai ekologis yang terkandung dalam sumber-sumber utama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an dan Hadits memberikan pedoman yang jelas mengenai tanggung jawab manusia terhadap lingkungan. Konsep-konsep seperti khalifah (wakil Tuhan di bumi) dan amanah (amanat) muncul sebagai landasan etis untuk perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Pendidikan lingkungan hidup dalam perspektif ekoteologi ini dapat menjadi jembatan antara nilai-nilai agama dan upaya nyata untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.