cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sultan Adam : Jurnal Hukum dan Sosial
ISSN : -     EISSN : 29853656     DOI : https://doi.org/10.71456/sultan
Core Subject : Social,
Sultan Adam : Jurnal Hukum dan Sosial adalah Jurnal yang memuat kajian-kajian di bidang ilmu hukum baik secara teoritik maupun empirik. Fokus jurnal ini tentang kajian-kajian hukum perdata, hukum pidana, hukum tata negara, hukum internasional, hukum acara dan hukum adat, politik dan ilmu sosial.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 295 Documents
Legal Reconstruction of the Oversight of Government Officials’ Discretion in the Context of Preventing Abuse of Authority and Safeguarding the Public Interest I Made Juni Artawan; Zainal Arifin Hoesein
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2217

Abstract

This study aims to analyze the regulation and implementation of discretionary supervision of government officials in the Indonesian state administrative law system, identify problems that hinder the effectiveness of preventing the abuse of authority, and formulate a legal reconstruction model for discretionary supervision to provide optimal protection of the public interest. The study uses a normative juridical method, employing a statutory and conceptual approach through analysis of laws and regulations, doctrines, and theories of state administrative law. The results of the study indicate that discretionary supervision still faces various problems in the form of unclear parameters for abuse of authority, overlapping authority between the Government Internal Supervisory Apparatus (APIP), the Ombudsman of the Republic of Indonesia, the State Administrative Court, and law enforcement officials, and a lack of integration of the supervisory system that causes legal uncertainty. These conditions have the potential to lead to maladministration, state losses, and violations of public rights. The proposed legal reconstruction is carried out through strengthening preventive supervision, harmonizing the authority of supervisory institutions, establishing clear indicators regarding abuse of authority, providing legal protection for officials who act in good faith, and developing an information technology-based supervisory system. This model is expected to be able to realize legal certainty, justice, benefit, and protection of public interests in the administration of government.
Reformulation of Virtual Advocate Regulations in a Legal Certainty-Based Digital Legal Services System in Indonesia Rusdi; Zainal Arifin Hoesein
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2218

Abstract

The development of Legal Technology (LegalTech) and Artificial Intelligence has driven the transformation of legal services towards virtual advocacy practices. However, the Indonesian legal system does not yet have regulations that specifically regulate the concept, scope, service standards, or responsibilities of the virtual advocacy profession, resulting in a legal vacuum and uncertainty in the provision of digital legal services. This study aims to analyze the legal vacuum surrounding virtual advocacy and formulate a concept for reforming these regulations based on legal certainty in Indonesia. The study employs a normative juridical method with a statutory and conceptual approach. Legal materials are analyzed prescriptively through grammatical, systematic, and teleological interpretations. The results show that Law Number 18 of 2003 concerning Advocates, Law Number 1 of 2024 concerning Electronic Information and Transactions, Law Number 27 of 2022 concerning Personal Data Protection, and the Indonesian Advocates Code of Ethics do not yet accommodate virtual advocacy practices. The proposed reforms include establishing a legal definition for virtual advocates, setting limits on the use of Artificial Intelligence, electronic identification standards, client data protection, transparency in technology use, professional accountability mechanisms, and regulatory harmonization to ensure legal certainty in digital legal services.
Legal Reform of Police Investigation Oversight in Realizing Accountable Law Enforcement Based on the Principles of Legal Certainty and Justice Yudi Bintoro; Zainal Arifin Hoesein
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2221

Abstract

This study aims to analyze the regulation and implementation of police investigation supervision in the Indonesian criminal justice system, identify legal weaknesses that hinder the realization of accountable law enforcement, and formulate a concept for legal reform of investigative supervision based on legal certainty and justice. The study employed a normative juridical method with a statutory and conceptual approach. The results indicate that current investigative supervision still faces various problems, including disharmony of regulations in the Criminal Procedure Code (KUHAP), the Police Law, and internal police regulations, limited authority of external supervisory institutions, weak independence of internal supervision, lack of integration of oversight mechanisms, and suboptimal use of technology in investigative supervision. These conditions have implications for continued abuse of authority, wrongful arrests, criminalization, non-transparent case terminations, and a high number of public complaints regarding the investigative process. Legal reform is needed through strengthening the authority of the National Police Commission (Komisi Nasional Polisi) as an independent supervisory institution, integrating internal and external supervision, implementing surveillance technology such as body-worn cameras and digital recordings of examinations, and establishing national standards for investigative accountability to achieve transparent, accountable, just, and legal certainty in law enforcement.
TRADISI TUNGGU TUBANG DALAM SISTEM KEKERABATAN MASYARAKAT SEMENDE DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN Herni Ramayanti; Amanda Jessy Carissa; Adesti Dwi Hasanah; Arini Asnita; Fadilatul Amanah; Redo Putra
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2224

Abstract

Tunggu Tubang merupakan salah satu tradisi adat yang menjadi ciri khas masyarakat Semende di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Sumatera Selatan. Sistem ini menempatkan anak perempuan tertua sebagai pemegang hak pengelolaan harta pusaka keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Tunggu Tubang dalam sistem kekerabatan masyarakat Semende serta pengaruhnya terhadap kehidupan sosial masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah mengenai adat Semende. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tunggu Tubang bukan sekadar pewaris harta, melainkan simbol pemersatu keluarga yang memiliki tanggung jawab menjaga rumah, tanah, dan keharmonisan kerabat. Sistem ini memperlihatkan adanya unsur matrilineal dalam masyarakat Semende yang tetap berjalan berdampingan dengan nilai-nilai musyawarah dan kekeluargaan.
FENOMENA CERAI GUGAT DALAM PERSPEKTIF GENDER DAN PERGESERAN AGENSI PEREMPUAN: STUDI TERHADAP BERKAS PERKARA PERCERAIAN DI KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2026 Sya’Airillah Az-Zahra Syaefudin Utami; Musahwi
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam faktor pendorong mengapa kasus cerai gugat tampil jauh lebih dominan dibandingkan cerai talak melalui penelaahan berkas perkara di Pengadilan Agama Soreang pada tahun 2026. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian kualitatif deskriptif ini menerapkan teknik analisis dokumenter terhadap 24 berkas perkara perceraian (18 cerai gugat dan 6 cerai talak) yang diperoleh langsung oleh peneliti melalui program magang akademik. Penelitian kualitatif ini fokus mengeksplorasi alasan perceraian tertulis dalam dokumen hukum secara naratif, tanpa melibatkan pengujian statistik ataupun generalisasi data. Pengumpulan data telah dibatasi secara ketat pada pemanfaatan dokumen perkara untuk menghormati regulasi instansi serta menjaga kerahasiaan para pihak melalui prinsip anonimitas total. Penelitian ini menggunakan teknik analisis isi, di mana keabsahan datanya didukung oleh komparasi jurnal-jurnal terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dominasi masif cerai gugat di Pengadilan Agama Soreang berakar pada lima kategori alasan yang saling berkelindan, yaitu kelalaian pemenuhan nafkah dan tuntutan kemandirian ekonomi istri, gangguan komunikasi dan sikap acuh (silent treatment), kekerasan verbal atau perilaku temperamental, perilaku menyimpang berupa judi online dan konsumsi zat adiktif, serta isu ketidaksetiaan yang tervalidasi secara digital. Kelima faktor tersebut menunjukkan peningkatan agensi sosial serta pergeseran paradigma perempuan kontemporer, yang kini mengutamakan kesejahteraan psikologis dan kemandirian personal ketimbang stigma sosial.
PENGATURAN TRANSPARANSI DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN USAHA MILIK DESA KAPIROE KECAMATAN PALOLO Hardianti; Syamsuddin Baco; Aifan
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2228

Abstract

BUMDes sebagai lembaga ekonomi Desa seharusnya dikelola berdasarkan undang-undang dan peraturan pemerintah. Namun dalam prakteknya timbul permasalahan yaitu pengelolaan keuangan bumdes tidak transparansi dan tanggung jawab Pelaksana Operasional dalam mengelola BUMDes, selain itu keberadaan BUMDes belum legalitas. Untuk itu rumusan masalah dalam penelitian ini (1) Bagaimanakah pengaturan transparansi pengelolaan keuangan BUMDes kapiroe dan (2) bagaimana tanggung jawab Pelaksana Operasional dalam pengelolaan BUMDes kapiroe. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengungkapkan jawaban atas kedua rumusan masalah tersebut dengan menggunakan metode penelitian yuridis empiris yaitu mengkaji norma-norma hukum yang mengatur BUMDes dan penerapannya dalam BUMDes kapiroe. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan Kepala Desa, pengelola BUMDes, dan masyarakat, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku, dan jurnal ilmiah. Data dianalisis secara kualitatif deskriptif dengan membandingkan ketentuan hukum dan kondisi faktual pengelolaan BUMDes Kapiroe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan BUMDes Kapiroe belum memenuhi prinsip transparansi sebagaimana diamanatkan peraturan perundang-undangan. Hal ini terlihat dari belum adanya Peraturan Desa sebagai dasar pendirian BUMDes, tidak tersusunnya Anggaran Dasar, ketiadaan laporan keuangan berkala, serta penyertaan modal desa yang tidak didahului musyawarah desa. Tanggung jawab Pelaksana Operasional juga belum terlaksana optimal, yang ditandai lemahnya pertanggungjawaban pengelolaan keuangan, kurang berfungsinya pengawasan, dan belum maksimalnya peran organ BUMDes.
TRANSFORMASI PERUBAHAN TRADISI KEBUDAYAAN RUMAH PANGGUNG KE RUMAH MODERN DI DESA KELUMPANG KECAMATAN ULU OGAN Herny Ramayanti; Varel Arga Pratama; Alya Agustia; Intan Margareta; Tiranda Rahayu Putri; Wahyu Pratiwi
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2230

Abstract

Perkembangan zaman telah membawa perubahan pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam bidang perumahan. Masyarakat Ulu Ogan, khususnya di Desa Kelumpang, yang sebelumnya identik dengan rumah panggung sebagai bagian dari identitas budaya, kini mulai beralih ke rumah modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong perubahan tersebut serta dampaknya terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan dari rumah panggung ke rumah modern dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, peningkatan ekonomi, perubahan gaya hidup, dan kebutuhan akan hunian yang lebih praktis. Transformasi ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kenyamanan, namun juga berpotensi mengurangi nilai-nilai budaya lokal yang melekat pada rumah panggung.
Aksesibilitas Penyandang Disabilitas Mendapatkan Pelayanan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Manggarai Tarsisius Adythia Weong; Jacob Wadu; Theny I. B. K. Pah; Belandina L. Long
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2232

Abstract

Aksesibilitas pelayanan administrasi kependudukan merupakan hak dasar penyandang disabilitas yang harus dipenuhi melalui penyelenggaraan pelayanan publik yang inklusif. Namun, pelaksanaan pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Manggarai masih menghadapi berbagai kendala aksesibilitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis aksesibilitas penyandang disabilitas dalam memperoleh pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Manggarai. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan terdiri atas pejabat dan pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, satu aktivis pemerhati disabilitas, serta lima penyandang disabilitas yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas pelayanan belum optimal ditinjau dari aspek ketersediaan, keamanan, kemudahan, dan kenyamanan akibat keterbatasan fasilitas aksesibel, belum tersedianya petugas yang menguasai bahasa isyarat, belum adanya prosedur evakuasi yang inklusif, serta belum tersusunnya standar operasional pelayanan khusus bagi penyandang disabilitas. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan infrastruktur, kompetensi petugas, serta kebijakan dan standar pelayanan yang inklusif diperlukan untuk mewujudkan pelayanan administrasi kependudukan yang setara bagi penyandang disabilitas.
DARI PERLINDUNGAN MENUJU PEMULIHAN: KAJIAN HUKUM TERHADAP KORBAN KEKERASAN SEKSUAL Musa’ada Pamungkas; Nadea Lathifah Nugraheni; Wahyu Widodo
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2245

Abstract

Pelecehan seksual merupakan tindak pidana yang menimbulkan dampak fisik, psikologis, sosial, serta hilangnya rasa aman bagi korban. Kasus pelecehan seksual di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo Kabupaten Pati menunjukkan bahwa korban masih menghadapi berbagai hambatan dalam memperoleh perlindungan dan pemulihan akibat relasi kuasa, stigma sosial, serta belum optimalnya implementasi perlindungan hukum. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk perlindungan hukum dan upaya pemulihan korban berdasarkan hukum positif Indonesia serta mengkaji efektivitas penerapannya. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum primer meliputi UUD 1945, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, dan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, sedangkan bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki perangkat hukum yang cukup memadai dalam menjamin perlindungan dan pemulihan korban melalui pendampingan hukum, perlindungan identitas, rehabilitasi medis dan psikologis, rehabilitasi sosial, serta restitusi. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa budaya victim blaming, relasi kuasa, keterbatasan fasilitas pemulihan, dan rendahnya kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, lembaga perlindungan korban, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar perlindungan serta pemulihan korban dapat terlaksana secara efektif.
FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PERAN KEPALA DESA SEBAGAI MEDIATOR PENYELESAIAN SENGKETA KEPEMILIKAN TANAH DI DESA LAHUAFU Julaeha; Rahmia Rachman; Muhammad Ayub Mubarak
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2253

Abstract

Tanah merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang memiliki nilai ekonomi, sosial, maupun sebagai tempat tinggal, sehingga sering menimbulkan sengketa akibat batas wilayah yang tidak jelas, warisan, atau klaim kepemilikan tanah dari pihak lain. Di tingkat desa, penyelesaian sengketa umumnya dilakukan melalui mediasi oleh kepala desa dengan mengutamakan musyawarah dan kekeluargaan, meskipun pelaksanaannya masih menghadapi berbagai hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambat Peran Kepala Desa sebagai Mediator dalam penyelesaian sengketa kepemilikan tanah di Desa Lahuafu, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala desa berperan dalam mempertemukan para pihak, menjaga netralitas, memimpin musyawarah, dan membantu mencapai kesepakatan bersama. Peran tersebut dinilai efektif dalam menyelesaikan sengketa secara damai dan menjaga keharmonisan masyarakat. Keberhasilan mediasi didukung oleh kepercayaan masyarakat, budaya musyawarah, dan keterlibatan tokoh masyarakat serta perangkat desa. Sementara itu, hambatan yang dihadapi meliputi kurangnya bukti kepemilikan tanah, sikap pihak yang tidak kooperatif, keterbatasan waktu, rendahnya pemahaman hukum, campur tangan pihak luar, dan keterbatasan fasilitas mediasi.