cover
Contact Name
Moh. Ramin
Contact Email
mohromin93@gmail.com
Phone
+6285231737366
Journal Mail Official
currencyalkhairat@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Palengaan No.2, Bunut, Plakpak, Kec. Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Currency
ISSN : 29639387     EISSN : 29637465     DOI : https://doi.org/10.32806/syfdep09
Core Subject : Economy, Education,
Currency: Journal of Sharia Economics and Banking publishes articles on the latest Islamic banking and finance issues in Indonesia. This journal presents good empirical and theoretical research regarding Islamic banking and financial markets, especially in Indonesia as the country with the largest Muslim population in the world. The journal covers Islamic banking and finance, Islamic capital markets, Islamic social finance, and takaful (Islamic insurance).
Articles 170 Documents
KONSTRUKSI MODEL PENDIDIKAN TAUHID-PRODUKTIF BERBASIS PEMIKIRAN SAYYID QUTB UNTUK PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT Umayyatun Umayyatun; Yoyo Yoyo
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2011

Abstract

Dunia Dunia pendidikan Islam kontemporer masih menghadapi tantangan dikotomi ilmu yang berdampak pada rendahnya kemandirian ekonomi umat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan tauhid dalam Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an karya Sayyid Qutb dan merumuskan konstruksi model pendidikan "Tauhid-Produktif" sebagai strategi pemberdayaan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis library research dengan teknik content analysis, thematic interpretation (tafsir maudhu'i), hermeneutika Gadamer, dan theory construction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma tauhid Sayyid Qutb, melalui konsep al-taṣawwur al-islāmī, menegaskan kesatuan antara dimensi spiritual dan material di mana aktivitas ekonomi diposisikan sebagai amanah kekhalifahan. Penelitian ini berhasil mengonstruksi Model Pendidikan Tauhid-Produktif yang mensinergikan kompetensi profesional (al-qawiyyu) dengan integritas moral (al-amin) dalam kerangka ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Kebaruan penelitian ini terletak pada tawaran kerangka integratif yang menghubungkan spiritualitas, produktivitas, dan transformasi sosial-ekonomi secara simultan untuk mewujudkan kesejahteraan umat (falah). Model ini mentransformasi pendidikan Islam dari sekadar transmisi teks normatif menjadi instrumen pemberdayaan yang mencetak lulusan mandiri dan berdaya saing global.
INTEGRASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT DAN DIGITAL ENGAGEMENT DALAM MEMBANGUN REPUTASI MIE GACOAN BERKELANJUTAN Calista Thabita Nursyamsi; Ghowina Galuh Wahono; Nanda Setiarsa; Junaidi Efendi; Nadia Ananda Wibowo
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2012

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi Total Quality Management (TQM) dan digital engagement dalam membangun reputasi bisnis yang berkelanjutan pada Mie Gacoan. Fenomena berkembangnya industri kuliner modern menunjukkan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk dan layanan, tetapi juga oleh kemampuan membangun interaksi digital yang positif dengan konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus pada Mie Gacoan Pamekasan. Data diperoleh melalui observasi langsung pada aktivitas operasional restoran, observasi daring melalui media sosial resmi dan ulasan pelanggan, serta dokumentasi dari berbagai berita online yang relevan. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi TQM pada Mie Gacoan tercermin dalam standarisasi produk, pengendalian kualitas layanan, pengelolaan sumber daya manusia, serta upaya perbaikan berkelanjutan. Di sisi lain, digital engagement diwujudkan melalui pemanfaatan media sosial yang interaktif, respons terhadap umpan balik pelanggan, dan strategi komunikasi digital yang mampu menciptakan keterlibatan konsumen secara luas. Integrasi kedua aspek tersebut terbukti berkontribusi terhadap pembentukan reputasi positif, peningkatan loyalitas pelanggan, dan penguatan daya saing perusahaan. Penelitian ini menawarkan perspektif baru bahwa keberlanjutan reputasi bisnis kuliner modern tidak hanya bergantung pada kualitas internal perusahaan, tetapi juga pada efektivitas pengelolaan hubungan digital dengan pelanggan.
PENGARUH KESADARAN HALAL TERHADAP PERILAKU KONSUMSI GENERASI Z DALAM ERA DIGITAL: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Mila Amelia; Cory Vidiati
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kesadaran halal terhadap perilaku konsumsi di kalangan Generasi Z di era digital melalui pendekatan tinjauan pustaka sistematis (systematic literature review). Penelitian ini menyintesis temuan dari studi empiris terpilih untuk mengidentifikasi faktor penentu utama, variabel mediasi dan moderasi, serta peran digitalisasi dalam membentuk perilaku konsumsi halal. Temuan mengungkapkan bahwa perilaku konsumsi halal dipengaruhi oleh kombinasi faktor personal, psikologis, dan kontekstual, termasuk religiusitas, pengetahuan, sikap, kepercayaan, sertifikasi, dan pengaruh sosial. Kesadaran halal memainkan peran yang penting namun tidak langsung, terutama berfungsi sebagai mediator alih-alih sebagai penentu langsung perilaku. Sikap dan kepercayaan muncul sebagai mekanisme kunci yang menghubungkan kesadaran dengan perilaku konsumsi, sementara faktor-faktor seperti harga, media sosial, dan paparan digital bertindak sebagai moderator yang memengaruhi kekuatan hubungan tersebut. Lebih lanjut, digitalisasi secara signifikan meningkatkan kesadaran dan kepercayaan melalui peningkatan akses informasi, interaksi sosial, dan mekanisme transparansi. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi adanya kesenjangan nilai-perilaku (value–behavior gap) yang persisten, di mana tingkat kesadaran yang tinggi tidak selalu diimplementasikan ke dalam perilaku konsumsi yang nyata. Hal ini menyoroti kompleksitas konsumsi halal di era digital, khususnya di kalangan Generasi Z. Penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan mengintegrasikan Theory of Planned Behavior (TPB) dan model Stimulus-Organism-Response (SOR) untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perilaku konsumsi halal. Temuan ini menawarkan implikasi teoritis, praktis, dan kebijakan untuk memajukan perkembangan industri halal dalam konteks digital.
STRATEGI PENGELOLAAN USAHA MIKRO DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING DI ERA DIGITAL Risma Wati Agustina; Eka Faidah Khasanah; Kharis Barik Lana; Angga Tri Ajie; Ferida Rahmawati
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2015

Abstract

UMKM, atau usaha mikro, kecil, dan menengah, sangat penting bagi perekonomian Indonesia, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja. Namun, perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menuntut usaha mikro untuk mampu beradaptasi agar tetap memiliki daya saing. Tujuan dari studi ini adalah untuk meneliti bagaimana teknik manajemen mikro bisnis dapat meningkatkan daya saing di era digital. Strategi studi literatur dikombinasikan dengan metodologi penelitian kualitatif melalui pengumpulan data dari jurnal, buku, artikel, dan berbagai sumber relevan yang berkaitan dengan UMKM, digitalisasi, pemasaran, dan pengelolaan usaha. Temuan studi ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital, seperti media sosial, e-commerce, pembayaran digital, dan pemasaran digital, memberikan pengaruh positif terhadap pengembangan usaha mikro. Selain itu, pengelolaan keuangan, inovasi produk, peningkatan kualitas pelayanan, pengelolaan sumber daya manusia, dan penguatan Branding menjadi strategi penting dalam meningkatkan daya saing usaha. Meskipun demikian, usaha mikro masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan modal, dan persaingan pasar yang ketat. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan digital, kerja sama dengan marketplace, dan peningkatan kualitas produk untuk mendukung keberlangsungan serta perkembangan usaha mikro di era digital.
PENERAPAN PRINSIP 5C SEBAGAI DASAR PENILAIAN KELAYAKAN NASABAH DALAM PEMBIAYAAN KPR DI BSN KCP PROBOLINGGO UNTUK MEMINIMALKAN RISIKO PEMBIAYAAN Nia Safira Aprilia Firdaus; Fatimatuzzahro Fatimatuzzahro
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2016

Abstract

Pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan salah satu produk pembiayaan yang memiliki risiko cukup tinggi bagi perbankan apabila tidak disertai dengan analisis kelayakan nasabah yang tepat. Oleh karena itu, penerapan prinsip 5C yang meliputi Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition menjadi instrumen penting dalam meminimalkan risiko pembiayaan bermasalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip 5C dalam penilaian kelayakan nasabah pada pembiayaan KPR di BSN KCP Probolinggo, mengetahui tahapan penilaian kelayakan nasabah, serta mengidentifikasi upaya bank dalam menjaga kelancaran pembiayaan KPR. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSN KCP Probolinggo menerapkan prinsip 5C secara menyeluruh dalam proses analisis pembiayaan KPR. Aspek character dinilai melalui riwayat kredit dan perilaku nasabah, capacity melalui kemampuan membayar angsuran, capital melalui kondisi keuangan, collateral melalui agunan yang diberikan, dan condition melalui kondisi ekonomi maupun pekerjaan nasabah. Penerapan prinsip 5C terbukti mampu membantu bank dalam mengidentifikasi risiko sejak awal sehingga dapat meminimalkan terjadinya pembiayaan bermasalah.
IMPLEMENTASI PRINSIP SHIDIQ, AMANAH, TABLIGH DAN FATONAH PADA KEGIATAN SEKOLAH PENCETAK WIRAUSAHA: STUDI KASUS DI SMK PESANTREN TERPADU DARUT TAQWA Muhammad Maulana Syafii Rozikin; Moh. Mukhsinin Syu'aibi; Muhammad Fahmul Iltiham
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2020

Abstract

Program Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW) dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kompetensi kewirausahaan siswa sekolah menengah kejuruan melalui pembelajaran berbasis praktik. Namun, orientasi pencapaian target omzet berpotensi menimbulkan dilema antara keberhasilan bisnis dan penerapan etika bisnis Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah dalam kegiatan SPW di SMK Pesantren Terpadu Darut Taqwa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap siswa, pengelola program, dan pihak sekolah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai shiddiq diwujudkan melalui kejujuran dalam transaksi dan pelaporan omzet, amanah tercermin pada tanggung jawab pengelolaan modal usaha, tabligh diimplementasikan melalui komunikasi pemasaran yang transparan, sedangkan fathonah diwujudkan dalam inovasi produk dan kemampuan pengambilan keputusan bisnis. Program SPW tidak hanya meningkatkan kompetensi kewirausahaan siswa, tetapi juga menjadi media internalisasi nilai ekonomi syariah yang mendukung pembentukan karakter wirausaha Islami.
KONSTRUKSI LOYALITAS ANGGOTA BERBASIS SOSIO-SPIRITUAL: STUDI KASUS DILEMA HARGA DAN NILAI KEBERKAHAN PADA MANAJEMEN RITEL KOPONTREN Mustofa Aqil; Dini Selasi
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2028

Abstract

Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi yang menjalankan aktivitas usaha ritel berbasis syariah, tetapi juga menjadi sarana tazkiyah yang menanamkan nilai-nilai sosial dan spiritual kepada anggotanya. Kehadiran gerai ritel modern di sekitar lingkungan pesantren memunculkan dilema konsumsi bagi anggota, yaitu memilih berbelanja berdasarkan pertimbangan efisiensi harga atau mempertahankan transaksi yang diyakini mengandung nilai keberkahan melalui Kopontren. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi makna loyalitas anggota terhadap Kopontren dengan mempertimbangkan dimensi sosio-spiritual yang khas dalam lingkungan pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal pada Kopontren Khas Kempek. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 14 informan, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa loyalitas anggota tidak terbentuk secara linear berdasarkan pertimbangan ekonomi semata, melainkan melalui konstruksi sosio-spiritual yang kompleks. Penelitian mengidentifikasi tiga tipologi anggota, yaitu loyalis spiritual, pragmatis terbatas, dan loyalis tersembunyi. Selain itu, loyalitas berkembang melalui tiga tahapan yang saling berkaitan, yaitu keterikatan administratif, ikatan persaudaraan sosial (ukhuwah), dan ikatan spiritual yang dimediasi oleh otoritas kiai. Temuan ini memperluas konsep loyalitas konvensional dengan menghadirkan perspektif patronase sosio-spiritual, di mana komitmen anggota dipengaruhi oleh nilai-nilai teologis yang mampu mereduksi sensitivitas terhadap harga. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara penetapan harga yang adil, penguatan pendidikan spiritual, dan penciptaan pengalaman berbelanja yang selaras dengan identitas pesantren dalam pengelolaan ritel berbasis nilai.
PERAN MOTIVASI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS USAHA Nanang Ilham Fatih; Rifqi Lutfiyah; Nilna Zulfa; Sayla Salma Anzaini; Ferida Rahmawati
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2035

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh motivasi kerja terhadap produktivitas usaha pada usaha kecil dan menengah dalam lingkungan persaingan global yang semakin kompetitif, di mana sumber daya manusia memegang peranan yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan antara upaya peningkatan motivasi dan hasil produktivitas yang nyata dengan menganalisis bagaimana motivasi dapat ditransformasikan secara efektif menjadi kinerja yang terukur. Pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif digunakan dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 50 responden yang terdiri atas pemilik usaha dan karyawan. Analisis statistik yang dilakukan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, regresi linier sederhana, uji t, dan koefisien determinasi untuk mengevaluasi hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas usaha, yang ditunjukkan oleh koefisien regresi sebesar 0,65 dan tingkat signifikansi di bawah 0,05. Selain itu, koefisien determinasi menunjukkan bahwa motivasi kerja mampu menjelaskan 58% variasi produktivitas, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti kepemimpinan, lingkungan kerja, dan keterampilan. Penelitian ini juga menemukan bahwa motivasi tidak hanya meningkatkan kinerja, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas produktivitas dalam kondisi usaha yang tidak pasti, dengan kombinasi motivasi intrinsik dan ekstrinsik menghasilkan pengaruh yang lebih kuat.
PENGARUH LITERASI KEUANGAN SYARIAH TERHADAP PERILAKU MENABUNG SANTRI DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL JANNAH PENINJAUAN Fathonah Nur Imamah; Fadilla Fadilla; Havis Aravik
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan syariah terhadap perilaku menabung santri di Pondok Pesantren Miftahul Jannah Peninjauan. Literasi keuangan syariah menjadi aspek penting dalam membentuk kemampuan santri dalam mengelola keuangan sesuai prinsip Islam, khususnya dalam membiasakan perilaku menabung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 60 santri aktif Pondok Pesantren Miftahul Jannah Peninjauan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku menabung santri dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,429 menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah mampu menjelaskan 42,9% variasi perilaku menabung santri, sedangkan 57,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman keuangan syariah dapat mendorong terbentuknya perilaku menabung yang lebih baik di lingkungan pesantren.
TINJAUAN ETIKA BISNIS ISLAM DALAM PENGUAAN TIMBANGAN DALAAM JUAL BELI JAGU (STUDI KASUS PALELE JAGUNG KECAMATAN WAWO) Syahrul Ramadhan; Ihwan P Syamsudin; Umar Sagaf
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 4 No. 2 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v4i2.2037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip etika bisnis Islam dalam praktik penggunaan timbangan pada transaksi jual beli jagung di Kecamatan Wawo serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi konsistensi penerapan prinsip tersebut dalam hubungan perdagangan antara petani dan palele. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi proses penimbangan, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 14 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive dan snowball sampling, terdiri atas delapan petani, empat palele, dan dua tokoh masyarakat. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan validitas data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip utama etika bisnis Islam, yaitu shiddiq (kejujuran), al-‘adl (keadilan), amanah, mas’uliyyah (tanggung jawab), dan tabligh (transparansi), belum sepenuhnya diterapkan dalam praktik perdagangan jagung. Ditemukan adanya keluhan petani terkait perbedaan hasil timbang sebesar 2–5 kg per karung yang berdampak pada tingkat kepercayaan dalam hubungan dagang. Namun, praktik penimbangan terbuka yang dilakukan oleh sebagian palele terbukti mampu memperkuat hubungan ekonomi jangka panjang. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan etika bisnis Islam tidak hanya bergantung pada komitmen moral individu, tetapi juga memerlukan dukungan tata kelola melalui tera ulang alat ukur, peningkatan literasi petani, dan sistem penimbangan yang transparan.

Page 10 of 17 | Total Record : 170