cover
Contact Name
Moh. Ramin
Contact Email
mohromin93@gmail.com
Phone
+6285231737366
Journal Mail Official
currencyalkhairat@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Palengaan No.2, Bunut, Plakpak, Kec. Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Currency
ISSN : 29639387     EISSN : 29637465     DOI : https://doi.org/10.32806/syfdep09
Core Subject : Economy, Education,
Currency: Journal of Sharia Economics and Banking publishes articles on the latest Islamic banking and finance issues in Indonesia. This journal presents good empirical and theoretical research regarding Islamic banking and financial markets, especially in Indonesia as the country with the largest Muslim population in the world. The journal covers Islamic banking and finance, Islamic capital markets, Islamic social finance, and takaful (Islamic insurance).
Articles 170 Documents
PERAN MAQASID AL-SYARI’AH DALAM MENCIPTAKAN KETAHANAN FINANSIAL PENSIUNAN YANG BERKELANJUTAN DI BANK SYARIAH INDONESIA Rika Amiliya; Nuntupa Nuntupa; Moh Abd Rahman
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 4 No. 2 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v4i2.2309

Abstract

Kelompok pensiunan tergolong rentan secara finansial karena sumber pendapatan aktif mereka telah terhenti, sementara berbagai pengeluaran rutin, biaya kesehatan, dan tekanan ekonomi justru terus bertambah. Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Kraksaan Probolinggo menjadi salah satu lembaga yang aktif menjangkau segmen ini lewat produk Pembiayaan Pensiun BSI, namun ketersediaan layanan berbasis syariah semata belum tentu menjamin terwujudnya ketahanan finansial bagi nasabah pensiunan. Penelitian ini disusun untuk (1) mencermati bagaimana prinsip Maqasid Al-Syari’ah diterapkan dalam layanan BSI bagi nasabah pensiunan, (2) memetakan kondisi ketahanan finansial pensiunan saat ini, dan (3) mengkaji peran Maqasid Al-Syari’ah dalam membangun ketahanan finansial yang berkelanjutan. Desain kualitatif deskriptif digunakan dengan menghimpun informasi dari pegawai BSI Cabang Kraksaan maupun nasabah pensiunan aktif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan penelusuran dokumen, kemudian dianalisis mengikuti kerangka Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa penerapan Maqasid Al-Syari’ah khususnya dimensi hifz al-mal (perlindungan harta), keadilan, edukasi keuangan, kemudahan akses, dan keberlanjutan layanan berdampak positif terhadap ketahanan finansial pensiunan dalam hal kecukupan pendapatan, likuiditas darurat, manajemen utang, literasi keuangan syariah, dan keberlanjutan finansial jangka panjang. Penelitian ini merekomendasikan agar BSI memperkuat edukasi keuangan syariah secara terstruktur dan memperluas produk pensiun yang lebih inklusif.
ANALISIS IMPLEMENTASI ETIKA BISNIS ISLAM PADA PERDAGANGAN DI ERA DIGITAL Abd Ghafur; Moh. Abd. Rahman
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 4 No. 2 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v4i2.2310

Abstract

Transformasi teknologi digital telah mengubah pola perdagangan masyarakat melalui transaksi yang semakin praktis, efisien, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Di balik kemudahan tersebut, berbagai persoalan etika masih ditemukan, seperti penyampaian informasi produk yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, penggunaan ulasan fiktif, serta promosi yang bertentangan dengan prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi prinsip-prinsip etika bisnis Islam dalam praktik perdagangan digital sekaligus menganalisis berbagai kendala yang memengaruhi penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui penelaahan buku, artikel ilmiah, dan publikasi akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip kejujuran, amanah, keadilan, transparansi, dan tanggung jawab telah menjadi acuan dalam penyelenggaraan transaksi digital, meskipun penerapannya belum berlangsung secara konsisten. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya persaingan usaha, keterbatasan pemahaman terhadap etika bisnis Islam, serta karakteristik ekosistem platform digital. Oleh sebab itu, penguatan literasi etika dan optimalisasi pengawasan diperlukan untuk mendukung terwujudnya perdagangan digital yang selaras dengan prinsip-prinsip syariah.
OPTIMALISASI EKONOMI KREATIF DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PELAKU INDUSTRI HANDICRAFT: KAJIAN MAQASHID SYARIAH Fatimatuzzahro Fatimatuzzahro; Fakhri Arif Billah; Risanda A Budiantoro; Faishol Luthfi
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2314

Abstract

Ekonomi kreatif merupakan salah satu strategi pembangunan yang berorientasi pada pemanfaatan kreativitas, inovasi, dan potensi lokal untuk menciptakan nilai tambah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Industri handicraft sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif memiliki peran penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi ekonomi kreatif dalam meningkatkan pendapatan pelaku industri handicraft di Desa Tutul, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember serta mengkajinya berdasarkan perspektif maqashid syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi ekonomi kreatif dalam meningkatkan pendapatan pelaku industri handicraft ditentukan oleh enam faktor utama, yaitu modal usaha, pengalaman usaha, tenaga kerja, produksi, pemasaran, dan manajemen keuangan. Modal usaha yang dikelola secara efisien, pengalaman usaha yang mendorong inovasi, tenaga kerja yang terampil, proses produksi yang menghasilkan nilai tambah, strategi pemasaran berbasis digital dan pelanggan tetap, serta pengelolaan keuangan yang baik terbukti berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha. Namun demikian, penelitian juga menemukan bahwa pencatatan keuangan masih belum dilakukan secara sistematis dan kemitraan usaha dengan pemerintah maupun sektor swasta masih terbatas sehingga menjadi kendala dalam pengembangan usaha secara berkelanjutan. Ditinjau dari perspektif maqashid syariah, optimalisasi ekonomi kreatif telah mencerminkan terwujudnya lima tujuan pokok syariat, yaitu menjaga agama (hifzh al-din), jiwa (hifzh al-nafs), akal (hifzh al-'aql), harta (hifzh al-mal), dan keturunan (hifzh al-nasl). Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi ekonomi kreatif tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku industri handicraft, tetapi juga menciptakan kemaslahatan sosial melalui pemberdayaan masyarakat dan mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam.
PERAN MODERASI KAPABILITAS DIGITAL PADA PENGARUH KREASI PRODUK DIGITAL DAN AKSES PEMBIAYAAN TERHADAP KINERJA UMKM KULINER PANDAAN Fitria Nabila; Nuraeni Nuraeni; Kholid Murtadlo
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2316

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kreasi produk digital dan akses pembiayaan terhadap kinerja UMKM kuliner di Kecamatan Pandaan, serta menguji peran moderasi kapabilitas digital pada hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Populasi penelitian adalah pelaku UMKM kuliner di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 100 responden. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreasi produk digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM, demikian pula akses pembiayaan yang terbukti meningkatkan kinerja usaha. Selain itu, kapabilitas digital terbukti mampu memperkuat pengaruh kreasi produk digital maupun akses pembiayaan terhadap kinerja UMKM. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital UMKM tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menciptakan inovasi produk dan memperoleh sumber pembiayaan, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengadopsi dan memanfaatkan teknologi digital secara efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan Resource-Based View (RBV) dengan menegaskan bahwa kapabilitas digital merupakan dynamic capability yang mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya strategis dalam meningkatkan kinerja UMKM. Implikasi praktis penelitian ini adalah pentingnya penguatan literasi digital, inovasi produk, dan kemudahan akses pembiayaan untuk meningkatkan daya saing serta keberlanjutan UMKM kuliner.
OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY PRACTICES SEBAGAI DETERMINAN SUSTAINABLE HUMAN RESOURCE MANAGEMENT: PERAN MODERASI PSYCHOLOGICAL CONTRACT BREACH PADA PT PLN UNIT LAYANAN PELANGGAN MANDE CIANJUR Dede Jaelani
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Occupational Health and Safety Practices (OHSP) terhadap Sustainable Human Resource Management (SHRM) dengan Psychological Contract Breach (PCB) sebagai variabel moderasi pada pegawai outsourcing. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap pegawai outsourcing dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa OHSP berada pada kategori sedang, sedangkan SHRM dan PCB berada pada kategori tinggi. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa OHSP berpengaruh positif dan signifikan terhadap SHRM (β = 0,309; p = 0,007). Psychological Contract Breach juga berpengaruh signifikan terhadap SHRM serta berperan sebagai quasi moderator yang memperlemah hubungan antara OHSP dan SHRM (β = -0,297; p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan penerapan SHRM tidak hanya dipengaruhi oleh praktik keselamatan dan kesehatan kerja, tetapi juga oleh kemampuan organisasi dalam memenuhi harapan dan komitmen psikologis karyawan outsourcing. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperkuat implementasi OHSP sekaligus meminimalkan terjadinya pelanggaran kontrak psikologis untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan sumber daya manusia.
PERAN STRATEGI PEMASARAN DALAM PELESTARIAN BATIK LOKAL SEBAGAI WARISAN BUDAYA BERNILAI EKONOMI PADA KELOMPOK PENGRAJIN DAN PELESTARI BATIK PAMEKASAN (KP2BP) Anis Sulalah; Moh Bahmid
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategi pemasaran dalam pelestarian batik lokal sebagai warisan budaya bernilai ekonomi pada KP2BP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pemilihan informannya  menggunakan purposive sampling yang terdiri dari pengrajin batik, pengurus kelompok, dan pelaku pemasaran batik. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldana, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang diterapkan oleh KP2BP masih didominasi oleh pendekatan konvensional dengan dukungan terbatas pada pemasaran digital. Strategi pemasaran dalam penelitian ini tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan penjualan tetapi juga berperan dalam pelestarian nilai budaya melalui penyampaian motif, filosofi, dan identitas batik Pamekasan. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat sistem distribusi pesanan yang dilakukan secara kolektif dan merata oleh sesama anggota kelompok sehingga mencerminkan nilai gotong royong yang memperkuat keberlanjutan usaha batik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran strategi pemasaran KP2BP adalah sebagai penguat solidaritas sosial dalam melestarikan warisan budaya.
KONSEP FINTECH LENDING BERBASIS AKAD QARDHUL HASAN UNTUK UMKM: SOLUSI ALTERNATIF ATAS PRAKTIK PINJAMAN ONLINE ILEGAL DALAM PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH Fitra Yuli; Faisal Ahmadi; Muhammad Adi Satria
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2335

Abstract

Maraknya pinjaman online ilegal di Indonesia, dengan ribuan entitas dihentikan Otoritas Jasa Keuangan setiap tahun namun terus bermunculan kembali, menunjukkan bahwa pendekatan represif belum menjangkau akar masalah, yakni kebutuhan pembiayaan cepat yang tidak terlayani sistem keuangan formal, sementara fintech syariah yang berkembang justru masih didominasi akad tijarah yang tetap membebankan margin. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi akad Qardhul Hasan menurut fiqh muamalah dan kelayakannya diadaptasi ke dalam desain fintech lending digital, merumuskan model keberlanjutannya, serta menguji kesesuaiannya dengan kerangka regulasi sebagai solusi alternatif atas pinjaman online ilegal. Penelitian menggunakan metode hukum normatif berbasis studi kepustakaan, dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan, menelaah bahan hukum primer berupa Fatwa DSN-MUI dan regulasi OJK, serta bahan hukum sekunder berupa artikel ilmiah nasional dan internasional terbitan 2020-2025, dianalisis melalui analisis isi dan penalaran normatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qardhul Hasan kompatibel secara fiqhiyah dan telah teruji secara operasional pada preseden internasional, namun keberlanjutannya menuntut integrasi kelembagaan dengan dana ZISWAF, bukan logika profitabilitas mandiri, sementara kerangka regulasi domestik belum secara spesifik mengakomodasi karakter akad tabarru' dalam ekosistem fintech. Penelitian menyimpulkan bahwa fintech Qardhul Hasan berpotensi menjadi solusi struktural atas pinjaman online ilegal, dengan rekomendasi penguatan regulasi teknis, kemitraan kelembagaan dengan lembaga ZISWAF, dan penguatan literasi keuangan syariah. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan fiqh muamalah kontemporer di ranah fintech sekaligus pijakan empiris bagi inovasi kebijakan pembiayaan syariah yang inklusif.
REKONSTRUKSI AKAD WAKALAH-IJARAH DALAM PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH: MENUJU KERANGKA EVALUASI GREEN SUKUK DI INDONESIA Martini Dewi; Faisal Ahmadi; Muhammad Adi Satria
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green sukuk Indonesia telah menjadi rujukan global sejak diterbitkan pertama kali pada 2018, namun legitimasi maqashid syariahnya selama ini lebih banyak dinilai pada level tujuan dan tata kelola, belum menyentuh substansi struktur akad yang mendasarinya. Penelitian ini menganalisis kesenjangan antara struktur akad Wakalah-Ijarah pada green sukuk Indonesia dengan prinsip kepemilikan dan risiko yang genuine sebagaimana dituntut fiqh muamalah dan Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) Shari'ah Standard No. 62 (masih berstatus exposure draft per pertengahan 2026), serta merumuskan rekonstruksi akad berbasis maqashid syariah sebagai fondasi kerangka evaluasi yang lebih substantif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif normatif-konseptual melalui analisis isi terhadap fatwa Dewan Syari'ah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), standar AAOIFI, regulasi nasional, dan dokumen transaksional green sukuk. Hasil penelitian mengonfirmasi tiga proposisi konseptual: mekanisme purchase undertaking pada nilai nominal menggeser substansi akad Wakalah-Ijarah mendekati instrumen utang konvensional (H1); pergeseran ini dapat direkonstruksi melalui penyesuaian basis harga ke nilai wajar, penguatan transfer kepemilikan legal, dan penggantian jaminan modal dengan mekanisme cadangan risiko (H2); dan rekonstruksi tersebut dapat dioperasionalkan pada tahap seleksi proyek, pemantauan, serta pelaporan dampak berbasis Hifz al-Bi’ah dan Hifz al-Mal (H3). Penelitian ini juga mengungkap ketegangan regulatif antara Fatwa DSN-MUI No. 105/2016 yang mengizinkan penjaminan pengembalian modal dan rancangan AAOIFI SS 62 yang melarangnya, sebagai kontribusi orisinal bagi diskursus keuangan syariah berkelanjutan. Implikasi penelitian mencakup urgensi pembaruan regulasi domestik serta penguatan kriteria kesesuaian akad dalam kerangka evaluasi green sukuk nasional.
PENGARUH NON PERFORMING FINANCING TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK MUAMALAT PERIODE 2014–2023 Sofhia Rahmadani; Samsul Samsul; Nasrullahsapa Nasrullahsapa; Hafsahumar Hafsahumar; Amboasse Amboasse
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Non-Performing Financing (NPF) terhadap profitabilitas Bank Muamalat Indonesia periode 2014–2023. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya perbedaan hasil penelitian terdahulu mengenai hubungan antara pembiayaan bermasalah dan profitabilitas bank syariah, sehingga diperlukan kajian empiris yang lebih komprehensif pada Bank Muamalat Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan Bank Muamalat Indonesia selama periode penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana, koefisien determinasi, dan uji parsial (t-test) dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 25. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Non-Performing Financing, sedangkan variabel dependen adalah profitabilitas yang diukur menggunakan Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Gross Profit Margin (GPM), dan Net Profit Margin (NPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Non-Performing Financing berpengaruh signifikan terhadap seluruh indikator profitabilitas yang digunakan. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas pembiayaan menjadi faktor penting dalam menentukan kinerja keuangan Bank Muamalat Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis melalui penguatan kajian mengenai hubungan risiko pembiayaan dan profitabilitas perbankan syariah, serta kontribusi praktis bagi manajemen bank dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko pembiayaan untuk menjaga keberlanjutan kinerja keuangan.
PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BPRS DI INDONESIA PADA MASA DAN PASCAPANDEMI COVID-19 BERDASARKAN RASIO ROA, NPF, CR, FDR, DAN BOPO Mujairimi Mujairimi; Nurul Kamariah
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 4 No. 2 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v4i2.2398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja keuangan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia pada masa dan pascapandemi COVID-19 berdasarkan rasio Return on Assets (ROA), Non-Performing Financing (NPF), Cash Ratio (CR), Financing to Deposit Ratio (FDR), dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan publikasi triwulanan BPRS periode 2021–2025. Sampel penelitian terdiri atas 10 BPRS yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan ketersediaan data keuangan yang lengkap dan dapat dibandingkan antara periode masa dan pascapandemi. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas, serta uji beda menggunakan paired sample t-test apabila data berdistribusi normal dan Wilcoxon signed-rank test apabila data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kinerja keuangan BPRS antara periode masa dan pascapandemi COVID-19. Perbedaan tersebut tercermin pada beberapa indikator, yaitu profitabilitas, kualitas pembiayaan, likuiditas, fungsi intermediasi, dan efisiensi operasional. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan kondisi ekonomi selama pandemi dan proses pemulihan pada periode pascapandemi berkaitan dengan perubahan kondisi keuangan BPRS di Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam memperkaya kajian mengenai ketahanan dan pemulihan kinerja BPRS serta dapat menjadi bahan evaluasi bagi manajemen BPRS dan pertimbangan bagi regulator dalam memperkuat pengelolaan pembiayaan, likuiditas, profitabilitas, dan efisiensi operasional.