cover
Contact Name
Moh. Ramin
Contact Email
mohromin93@gmail.com
Phone
+6285231737366
Journal Mail Official
currencyalkhairat@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Palengaan No.2, Bunut, Plakpak, Kec. Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Currency
ISSN : 29639387     EISSN : 29637465     DOI : https://doi.org/10.32806/syfdep09
Core Subject : Economy, Education,
Currency: Journal of Sharia Economics and Banking publishes articles on the latest Islamic banking and finance issues in Indonesia. This journal presents good empirical and theoretical research regarding Islamic banking and financial markets, especially in Indonesia as the country with the largest Muslim population in the world. The journal covers Islamic banking and finance, Islamic capital markets, Islamic social finance, and takaful (Islamic insurance).
Articles 168 Documents
ANALISIS KESADARAN PELAKU UMKM TERHADAP SERTIFIKASI HALAL DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI MAKANAN HALAL DI SINDANGLAUT, CIREBON Afifatunnada Afifatunnada; Cory Vidiati
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.1990

Abstract

Industri halal memiliki peluang yang sangat besar untuk berkembang di Indonesia, khususnya melalui kontribusi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam sektor makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi seberapa sadar pelaku UMKM mengenai sertifikasi halal serta dampaknya dalam mendukung pertumbuhan industri makanan halal di Sindanglaut, Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik deskriptif, yang melibatkan wawancara, pengamatan, dan pengumpulan data dokumentasi dari empat pelaku UMKM kue rumahan yang dipilih secara selektif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran pelaku UMKM terhadap halal bervariasi dan dipengaruhi oleh informasi yang diperoleh, upaya sosialisasi, dukungan dalam memperoleh sertifikasi halal, hubungan sosial, dan pandangan terhadap nilai pentingnya sertifikasi halal. Sertifikasi halal dianggap dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, memberikan jaminan kehalalan produk, membuka peluang pasar yang lebih luas, serta memperkuat daya saing usaha. Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan sosialisasi dan pendampingan terkait halal agar partisipasi UMKM dalam sertifikasi halal semakin meningkat, sehingga mampu mendukung pertumbuhan industri makanan halal yang berkelanjutan.
EKOSISTEM INOVASI DIGITAL PADA UMKM KULINER JAWA TIMUR: STUDI FENOMENOLOGI TERHADAP ADOPSI TEKNOLOGI DAN TRANSFORMASI MODEL BISNIS Achmad Tarmidzi Anas; Komaruddin Komaruddin; Mulyadi Mulyadi
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 4 No. 2 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v4i2.1991

Abstract

Ekosistem inovasi digital UMKM kuliner di negara berkembang belum dipahami dari perspektif pengalaman hidup pemilik usaha, dan model adopsi teknologi dominan seperti TAM dan UTAUT gagal menangkap dimensi sosial dan kontekstual dari proses tersebut. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana ekosistem inovasi digital terbentuk di kalangan UMKM kuliner Jawa Timur, serta bagaimana adopsi teknologi dan transformasi model bisnis berlangsung secara organik di tiga konteks kota yang berbeda. Desain fenomenologi deskriptif digunakan dengan melibatkan 18 pemilik UMKM kuliner di Surabaya, Malang, dan Sidoarjo yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan metode empat tahap Moustakas dengan triangulasi tiga tingkat. Tiga tema utama ditemukan. Pertama, ekosistem inovasi digital terbentuk secara bottom-up melalui tekanan komunitas dan pembelajaran horizontal bukan perencanaan strategis individual dengan modal sosial komunitas berfungsi sebagai infrastruktur utama pengganti perantara formal yang tidak tersedia. Kedua, transformasi model bisnis berlangsung secara bertahap dan organik, mencakup pergeseran proposisi nilai dari produk fisik ke pengalaman digital, perluasan segmen pelanggan, dan munculnya ketergantungan struktural pada platform. Ketiga, pola ekosistem berbeda signifikan di antara ketiga kota: Surabaya menunjukkan pola transaksional-strategis, Malang pola kreatif-kolaboratif berbasis komunitas mahasiswa, dan Sidoarjo pola industrial-pragmatis yang terintegrasi dengan rantai pasok lokal. Penelitian ini memperluas teori ekosistem inovasi ke konteks informal negara berkembang, mengintegrasikannya dengan teori modal sosial, dan memperkenalkan tipologi ekonomi subnasional sebagai unit analisis yang relevan untuk memahami variasi ekosistem inovasi digital UMKM.
ANALISIS PENGARUH RELIGIUSITAS DAN KEPERCAYAAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH PADA PEMBIAYAAN DI BMT MASLAHAH CABANG PURWOSARI PASURUAN A. Liaturro Fi’ah; Muhammad Fahmul Iltiham; Muhammad Mukhsinin Syu'aibi
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.1995

Abstract

Ketatnya persaingan di sektor keuangan mikro syariah menuntut lembaga Baitul Maal wa Tamwil (BMT) untuk mempertahankan retensi nasabahnya melalui pendekatan emosional-spiritual sekaligus profesional-rasional. Studi ini bertujuan untuk menganalisis implikasi tingkat religiusitas dan kepercayaan terhadap loyalitas nasabah pada produk pembiayaan di BMT Maslahah Cabang Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Penelitian kuantitatif deskriptif ini menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 50 responden nasabah aktif pembiayaan. Analisis data menggunakan regresi linier berganda melalui bantuan software SPSS. Hasil parsial (uji t) menunjukkan bahwa variabel religiusitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah (t hitung = 2,963; Sig = 0,005), mengonfirmasi bahwa kesadaran anti-riba dan komitmen spiritual mengunci kesetiaan nasabah. Sejalan dengan itu, kepercayaan kelembagaan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah (t hitung = 3,482; Sig = 0,001), membuktikan bahwa transparansi akad dan tata kelola yang amanah efektif mereduksi persepsi risiko finansial. Secara simultan, kedua variabel tersebut memengaruhi loyalitas nasabah secara signifikan dengan koefisien determinasi (R Square) sebesar 61,5%. Studi ini menyiratkan bahwa pengintegrasian edukasi nilai syariah yang kuat serta pemeliharaan transparansi institusi yang tinggi menjadi prasyarat krusial bagi lembaga keuangan mikro syariah guna merawat retensi hubungan kemitraan jangka panjang di era digital.
PENGARUH PENERAPAN AKAD SYARIAH TERHADAP PRAKTIK BISNIS KULINER PADA USAHA MIKRO: STUDI KASUS PADA WARUNG MAKAN CEK IIN DI 16 ILIR PALEMBANG M. Nur Amin Tulloh; Doly Nofiansyah; Muharir Muharir
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.1996

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penerapan akad syariah dan praktik bisnis kuliner pada usaha mikro berhubungan satu sama lain. Metode kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data, dengan 40 responden menerima kuesioner. Akad syariah digunakan sebagai variabel independen dan praktik bisnis kuliner digunakan sebagai variabel dependen dalam penelitian ini. Hasil uji korelasi rank spearman digunakan untuk menganalisis data. Hasil menunjukkan hubungan yang signifikansi p sebesar 0,01. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan prinsip syariah seperti kejujuran, transparansi, dan keadilan berkorelasi positif dengan kualitas operasi bisnis kuliner. Akibatnya, penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam pengembangan bisnis mikro yang menggunakan nilai-nilai syariah.
IMPLEMENTASI PEMASARAN DIGITAL PADA SEKTOR INDUSTRI HALAL DI INDONESIA Azza Emila; Cory Vidiati
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.1997

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi yang signifikan dalam lanskap ekonomi global, tidak terkecuali pada sektor industri halal di Indonesia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat masif. Namun, seiring dengan diberlakukannya kewajiban sertifikasi halal oleh pemerintah, pelaku usaha dituntut untuk tidak hanya berfokus pada aspek produksi, melainkan juga pada transparansi informasi dan jangkauan pasar melalui digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan peluang, tantangan, serta integrasi regulasi dalam implementasi strategi pemasaran digital pada sektor industri halal di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui metode narrative literature review. Data sekunder dikumpulkan secara sistematis dari berbagai artikel jurnal ilmiah bereputasi, laporan industri resmi, dan dokumen regulasi pemerintah dalam rentang tahun 2021 hingga 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pemasaran digital, seperti social media marketing, influencer marketing, dan optimasi fitur halal di platform e-commerce, secara signifikan mampu meningkatkan kesadaran halal (halal awareness) dan kepercayaan merek (brand trust) di kalangan konsumen modern. Meskipun demikian, literatur juga mengungkap adanya tantangan serius berupa kesenjangan literasi digital di kalangan pelaku UMKM serta maraknya fenomena halal-washing atau klaim kehalalan sepihak tanpa sertifikasi resmi pada konten promosi digital. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pemasaran digital dalam ekosistem halal di Indonesia sangat bergantung pada sinergi antara kreativitas konten, kepatuhan etika bisnis Islami, dan integrasi validitas data sertifikasi halal (BPJPH) pada media publikasi digital guna memberikan perlindungan dan rasa aman bagi konsumen.
PERAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MENDORONG INDUSTRIALISASI HALAL DI INDONESIA DAN DAMPAK INDUSTRIALISASI Nurul Khasanah; Cory Vidiati
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.1998

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendorong industrialisasi halal di Indonesia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri halal global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi digital dalam mendukung industrialisasi halal di Indonesia serta mengkaji dampak industrialisasi terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research) melalui pengkajian berbagai buku, jurnal ilmiah, dan sumber referensi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital berperan penting dalam meningkatkan efisiensi proses produksi, mempercepat sertifikasi halal, meningkatkan keterlacakan produk melalui teknologi blockchain dan Internet of Things (IoT), serta memperluas pemasaran produk halal melalui platform digital dan e-commerce. Pemanfaatan teknologi digital juga mampu meningkatkan daya saing industri halal Indonesia di pasar global. Di sisi lain, industrialisasi memberikan dampak positif berupa penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta perkembangan teknologi dan inovasi. Namun demikian, industrialisasi juga menimbulkan dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, urbanisasi yang tidak terkendali, kesenjangan sosial, serta perubahan sosial dan budaya. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital guna mewujudkan industrialisasi halal yang berkelanjutan dan berdaya saing.
ANALISIS PENERAPAN SERTIFIKASI HALAL PADA UMKM DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN KONSUMEN Opy Opy; Cory Vidiati
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2001

Abstract

Penilitian ini menyelidiki bagaimana sertifikasi halal dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sertifikasi halal adalah pengakuan resmi yang memastikan bahwa suatu barang memenuhi standar kehalalan yang sesuai dengan syariat Islam dan peraturan yang berlaku. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan meninjau literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi halal memainkan peran penting dalam membangun dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM. Sertifikasi ini menjamin kehalalan, keamanan, kualitas, dan kebersihan produk, sehingga konsumen lebih yakin untuk membeli. Sertifikasi halal juga meningkatkan loyalitas pelanggan, citra bisnis, dan daya saing UMKM di pasar. Namun demikian, pelaku UMKM menghadapi banyak tantangan dalam memperoleh sertifikasi halal. Beberapa di antaranya adalah kurangnya pemahaman tentang prosedur sertifikasi, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya akses ke informasi. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pemerintah, lembaga terkait, dan berbagai pihak untuk mempermudah proses sertifikasi halal dan meningkatkan kesadaran pelaku UMKM tentang pentingnya sertifikasi halal untuk mempertahankan bisnis mereka.
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN MUSLIM TERHADAP PRODUK HALAL UMKM BERBASIS HALAL SUPPLY CHAIN PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Niky Nur Fadhilah; Cory Vidiati
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2002

Abstract

Dari perspektif ekonomi syariah, penelitian ini mengkaji perilaku pelanggan muslim terhadap produk UMKM berbasis halal dalam rantai pasok halal. Penelitian ini mengadopsi metodologi kualitatif, memanfaatkan tinjauan literatur yang relevan bersama wawancara semi-terstruktur yang dilakukan dengan sepuluh konsumen muslim yang tinggal di wilayah Cirebon yang memiliki pengalaman mengonsumsi produk halal yang diproduksi oleh usaha kecil dan menengah (UKM). Data dianalisis secara deskriptif setelah dikumpulkan melalui WhatsApp dari hasil wawancara. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kesadaran akan kehalal, tingkat religiusitas, sertifikasi halal, kualitas produk, kebersihan, keamanan pangan, dan transparansi informasi adalah faktor utama yang mempengaruhi perilaku konsumen muslim. Rantai pasokan halal yang menampilkan bahan baku halal, proses produksi yang higienis, penyimpanan dan distribusi yang sesuai dengan syariah, dan ketertelusuran produk telah terbukti meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap UKM. Dalam kerangka ekonomi berbasis Syariah, perilaku konsumen semacam itu mewujudkan realisasi tujuan Syariah maqashid, yang mencakup hifz ad-din, hifz an-nafs, hifz al-'aql, hifz al-mal, dan hifz an-nasl. Oleh karena itu, pembentukan rantai pasok halal muncul sebagai keharusan strategis untuk meningkatkan daya saing dan mempertahankan kelangsungan hidup UKM halal.
PERAN INDUSTRI HALAL DALAM MENDORONG PENJUALAN OLEH-OLEH KHAS CIREBON Celine Asokalia Mudrikah; Cory Vidiati
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2004

Abstract

Studi ini mengkaji peran industri halal dalam meningkatkan penjualan oleh-oleh khas Cirebon, terutama UMKM. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif, yang merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data sekundernya berasal dari berbagai sumber literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri halal memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan daya saing produk lokal melalui peningkatan kepercayaan pelanggan, penguatan branding produk, dan perluasan akses pasar baik secara offline maupun digital. Sertifikasi halal memberikan jaminan keamanan, kebersihan, dan kesesuaian dengan syariah, yang merupakan faktor utama yang memengaruhi pilihan pembeli. Standar halal juga meningkatkan kualitas produk dan profesionalisme bisnis. Menghasilkan peningkatan permintaan akan oleh-oleh khas Cirebon, industri halal membantu pertumbuhan pariwisata halal kota tersebut. Secara keseluruhan, industri halal membantu pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat selain meningkatkan penjualan produk UMKM.
STRATEGI PENGEMBANGAN DAN PENJUALAN PRODUK DIGITAL KREATIF BERBASIS CANVA PADA PLATFORM LYNK.ID Zahra Kameliana; Ferida Rahmawati; Maksum Maksum; Putri Dyah Ayu Rosalinda
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2010

Abstract

Perkembangan Revolusi Industri 4.0 telah mendorong perubahan dalam pola kewirausahaan yang berbasis digital, termasuk munculnya technopreneurship yang memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan nilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan produk digital menggunakan Canva serta optimalisasi pemasaran dan penjualan melalui Lynk.id. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi, dan wawancara terhadap praktisi digital. Proses penelitian meliputi identifikasi masalah, analisis kebutuhan pasar, perancangan produk digital, hingga formulasi strategi pemasaran berbasis media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Canva efektif dalam meningkatkan kualitas desain dan mempermudah dalam produksi konten, sedangkan Lynk.id mampu meningkatkan efisiensi distribusi dan penjualan melalui sistem etalase digital yang terintegrasi. Namun, masih terdapat beberapa kendala pada aspek kemampuan dalam digital marketing dan pemahaman strategi monetisasi. Oleh karena itu, integrasi antara desain visual yang menarik dan strategi pemasaran yang tepat telah menjadi kunci keberhasilan pada aspek ini. Maka dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi penggunaan Canva dan Lynk.id, didukung strategi pemasaran yang terarah, dapat meningkatkan konversi penjualan serta keberlanjutan bisnis di era digital.

Page 9 of 17 | Total Record : 168