Bil Hikmah
Bil Hikmah : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam (JKPI) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh STID Al-Hadid dengan fokus kajian pengembangan komunikasi dan penyiaran Islam berbasis Islam Rasional Kebangsaan (IRK), meliputi bidang: Dakwah bil lisan, Dakwah bil qalam, Dakwah new media, Komunikasi Islam, Penyiaran Islam, Jurnalistik Islam, Komunikasi Politik Islam, dan studi dakwah. Bil Hikmah terbit dalam format cetak dan online Focus & Scope Bil Hikmah JKPI fokus pada Dakwah dan Komunikasi , sedangkan Scopenya meliputi bidang: Dakwah bil lisan, Dakwah bil qalam, Dakwah new media, Komunikasi Islam, Penyiaran Islam, Jurnalistik Islam, Komunikasi Politik Islam, dan studi dakwah
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3 No 2 (2025)"
:
15 Documents
clear
Khotbah Persuasi Nabi Muhammad Saw. pada Peristiwa Haji Wada
Pratama, Muhammad Ryan
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i2.69
Peristiwa haji menjadi momentum yang sakral bagi umat Islam dalam meningkatkan spiritualitasnya. Salah satunya yakni momen Haji Wada yang memiliki kemenarikan dibandingkan ibadah haji pada umumnya. Dimana, peristiwa tersebut dimanfaatkan Rasulullah dalam menyampaikan dakwah melalui Khotbahnya di penghujung usia. Beliau hendak menguatkan nilai-nilai Islam dalam diri umatnya, sebelum kepergiannya kelak. Pesan yang diangkat berkaitan dengan ketauhidan, larangan riba, setan sebagai ancaman manusia, dan pesan lainnya. Rasulullah memiliki kedudukan sebagai pemimpin Islam dan memiliki kewenangan untuk berdakwah dengan metode perintah. Namun, beliau justru menerapkan teknik komunikasi persuasi dalam Khotbahnya. Hingga akhirnya dakwah tersebut berhasil menyentuh umat Islam dan bersedia menjalankan ajaran Islam tanpa paksaan. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode dokumentasi dari buku Sirah Nabawiyah. Analisa pesan Khotbah Rasulullah menggunakan teori komunikasi persuasi Onong Ucjana Effendy, Gary Cronkhite, dan William S. Howell. Hasil analisis menunjukkan bahwa Nabi Muhammad Saw. menggunakan beberapa teknik komunikasi dakwah persuasi dalam Khotbahnya, yaitu asosiasi, ganjaran, integrasi, koisidental, say it with flowers, transfer, stimulated disinterest, dan don’t ask if, as wich.
Pragmatik dan Hermeneutik sebagai Kerangka Analisis Komunikasi Politik dalam Organisasi Islam
Azizi, Muhammad Hildan
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i2.71
Kajian pragmatika dan hermeneutika yang kompleks perlu didudukkan dengan tepat agar kerangka keterampilan analisis komunikasi politik pada organisasi keislaman dapat diterapkan secara tepat dan cepat. Studi ini bertujuan mendudukkan kedua perangkat ilmu itu dengan menganalisis kasus pidato Ahok (2017) dan Abdullah bin Ubay (Ekspedisi Musthaliq). Berdasarkan metode kualitatif deskriptif-analitis, penelitian ini mengkaji pendapat ahli linguistik dan ahli komunikasi dalam memaknai teks politik yang didapatkan datanya dari salinan putusan pengadilan di website Mahkamah Agung dan artikel jurnal ilmiah nasional. Temuan menunjukkan bahwa pragmatika efektif mengidentifikasi tindak tutur terselubung seperti kampanye atau provokasi, sementara hermeneutika membantu memahami konteks di balik teks. Namun, kedua pendekatan memiliki kelemahan: analisis fragmen teks (hermeneutika) berisiko mengabaikan keseluruhan pesan, sedangkan pragmatika sering gagal mengaitkan tuturan dengan strategi politik. Studi ini menekankan pentingnya integrasi kedua pendekatan secara interdisipliner dengan teori kekuasaan untuk mengungkap relasi bahasa, konteks, dan agenda politik.
Struktur Narasi Feature Dakwah Tema Akidah Pada Majalah Auleea
Aida, Nur
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i2.77
Internalisasi nilai Islam melalui kisah dinilai sebagal salah satu cara yang efektif mencapai tujuan dakwah. Feature dakwah sebagai berita kisah dapat menjadi alternatif cara berdakwah. Struktur narasi yang berkualitas menjadi salah satu faktor tercapainya efektivitas komunikasi dakwah melalui feature. Masalahnya kajian struktur narasi pada bidang jurnalistik dakwah belum banyak diminati, terutama jika dibandingkan dengan karya fiksi. Padahal menyusun struktur narasi fakta memilki tantangan tersendiri karena harus memindahkan realitas yang kompleks kedalam cerita yang singkat. Juga perlu kreatif berkisah dalam kondisi data yang terbatas. Majalah Auleea sebagai salah satu media dakwah konsisten mempublikasikan feature untuk menginternaslisasi nilai-nilai Islam. Menggunakan teori struktur narasi Nick Lacey dan metode penelitian kualitatif deskriptif, tulisan ini mencoba mendeskripsikan struktur narasi dua feature dakwah yang disajikan Majalah Auleea. Sumber data yang digunakan adalah tulisan feature pada Majalan Auleea. Temuannya adalah alur disajikan menggunakan sudut pandang tokoh utama lalu dilanjut tokoh utama kedua dan diakhiri dengan sudut pandang jurnalis. Struktur narasi dakwah tidak harus berakhir pada penyelesaian, terutama ketika tujuan dakwahnya adalah menunjukkan akibat buruk dari tokoh yang melanggar nilai-nilai agama. Juga struktur narasi dakwah tidak harus mengandung gangguan jika kisah berkaitan terkait kekaguman terhadap peradaban Islam.
Struktur Argumentasi Dakwah Ustaz Muhammad Nuruddin dalam Diskusi Terbuka Bertema “Bisakah Keshahihan Akidah Islam Dibuktikan Secara Ilmiah?”
Setiawan, Muhammad Dhafa Perdana;
Widianto, Lutfi Alvian
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i2.82
Peran struktur argumentasi dalam dakwah sangat penting, yakni agar kebenaran ajaran Islam dapat diyakini dengan penuh pertanggungjawaban. Menariknya, Ustaz Nuruddin mampu membangun struktur argumentasi yang kuat dan kokoh, sehingga mad’u bersepakat terhadap klaim bahwa akidah dapat dibuktikan secara ilmiah. Bahkan lawan debatnya mengaku kalah dalam debat tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur argumentasi dakwah Ustaz Nuruddin dalam diskusi terbuka bertema “Bisakah Keshahihan Akidah Islam Dibuktikan Secara Ilmiah?”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan teori argumentasi Stephen Toulmin. Hasilnya adalah struktur argumentasi yang dibangun saling berhubungan dan saling mendukung satu sama lainnya. Ground yang digunakan variatif, yakni kutipan kitab, kutipan Al-Qur’an, studi kasus, penjelasan dampak, dsb. Warrant yang digunakan adalah berupa logika ustaz Nuruddin, logika yang disepakati secara umum, hukum sebab akibat, hukum keselaran, dsb. Warrantnya tidak semuanya disampaikan secara eksplisit. Backing yang digunakan secara umum adalah berupa penjelasan kredibilitas dari tokoh yang dikutip.
Sastra Profetik sebagai Pendekatan Dakwah: Studi pada Cerita Pendek “Memburu Muhammad”
Rizkianto, Anggit
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i2.83
Sebagai gagasan yang dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas sastra Islam di Indonesia, sastra profetik belum banyak berkembang di era kontemporer. Cerita pendek bertajuk “Memburu Muhammad” karya Feby Indirani adalah salah satu karya yang membawa semangat sastra profetik atau sastra kenabian itu, yang kemudian membuatnya unik dan cukup mengundang perhatian. Studi ini hendak membedah cerita pendek tersebut dengan sastra profetik sebagai alat analisisnya, juga hendak mengungkap bagaimana relevansinya sebagai suatu pendekatan dakwah. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan kualitatif. Data riset digali melalui wawancara tidak terstruktur dengan Feby Indirani selaku pengarang sebagai narasumber utamanya; didukung pula dengan metode dokumentasi untuk mengambil data dari sumber lain yang relevan. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber maupun triangulasi metode. Analisis data dilakukan dengan membaca keseluruhan data, pengkodean, menghubungkan data-data berdasarkan tema, hingga ditemukan rumusan atau interpretasi sebagaimana yang diharapkan. Hasil studi menunjukkan bahwa “Memburu Muhammad” adalah karya yang memenuhi kaidah dan etika profetik. Karya tersebut lebih menekankan kesadaran kemanusiaan dengan tetap menjadikan kesadaran akan Tuhan (transendensi) sebagai fondasinya. Sastra profetik sangat relevan digunakan sebagai pendekatan dakwah, karena selain merepresentasikan Islam dalam konteks sosial, ia juga meneguhkan esensi dan tujuan dakwah itu sendiri.
Struktur Narasi Dakwah pada Novel Rembulan Tenggelam Di Wajah-Mu Karya Tere Liye
Istiqomalia, Yuntarti
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i2.91
Novel merupakan salah satu media dakwah yang tetap relevan digunakan sejak era Hamka hingga masa kini. Tapi menulis novel dakwah tidaklah mudah. Salah satu tantangannya ketika menyusun alur dan struktur narasi. Penyusunan struktur narasi yang kurang baik bisa menyebabkan pembaca bosan membacanya atau pesan yang terkandung di dalamnya tidak tersampaikan dengan baik. Tujuan artikel ini hendak menjelaskan struktur narasi pada novel dakwah berjudul Rembulan Tenggelam di Wajah-Mu. Novel ini merupakan salah satu novel best seller, berisi pesan dakwah, dan memiliki struktur narasi yang unik. Dengan menggunakan pendekatan teori struktur narasi fiksi dari Lacey, analisa dilakukan secara kualitatif deskriptif untuk menguraikan struktur narasi pada novel tersebut. Hasil temuan menunjukkan penggunaan struktur narasi pada novel Rembulan Tenggelam di Wajah-Mu mirip dengan struktur narasi pada acara seri di televisi, yakni terdapat beberapa struktur narasi yang menggambarkan dinamika pada tiap babaknya. Namun ada modifikasi. Sehingga, struktur narasi pada tiap babaknya tidak sama. Klimaks-klimaks yang terjadi memiliki kadar tinggi rendah yang berbeda. Tidak semua babak diakhiri dengan keseimbangan baru. Penyampaian pesan dakwah diletakkan pada tiap akhir babak, yakni tahap keseimbangan baru.
Narasi Dakwah dalam Film “1001 Inventions and the World of Ibn Al-Haytham”
Muhammad Farhan
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i2.72
Dakwah melalui film yang mengangkat kisah sejarah Islam sudah semestinya diproduksi berdasarkan struktur narasi yang disusun dengan baik. Tanpa penyusunan struktur yang baik, mad’uw akan mudah merasa bosan dengan cerita sejarah yang disampaikan, sehingga mengakibatkan mad’uw tidak menikmati cerita dan pesan dakwah yang disampaikan justru diabaikan. 1001 Inventions berhasil memproduksi film dengan judul 1001 Inventions and the World of Ibn Al-Haytham yang kontruksi narasi dan sarat muatan pesan dakwahnya tersampaikan dengan baik. Situasi ini memungkinkan menjadi salah satu faktor film ini menerima respon positif dari mad’uw. Penelitian ini tujuannya adalah mendeskripsikan narasi dakwah dalam film agar ditarik pelajarannya bagi filmmaker dakwah. Dengan menggunakan konsep narasi dakwah sebagai alat analisis, film ini dianalisis melalui pendekatan kualitatif deskriptif, yang diperkuat dengan teknik peningkatan ketekunan serta dukungan bahan referensial untuk memastikan keabsahan data penelitian. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa narasi dakwah film 1001 Inventions and the World of Ibn Al-Haytham membawa audiens agar mereflesikan peran Ibn Al-Haytham sebagai tokoh utama ilmuwan Islam yang berjuang membuktikan kebenaran bahwa teori cahayanya benar dan teori ilmuwan Yunani yang dipercayai banyak orang ternyata masih keliru. Film ini mengajak audience untuk memiliki sikap optimis, pantang menyerah, berani menghadapi tantangan, dan perjuangan membuktikan kebenaran. Narasi dakwah disusun dengan alur campuran dan POV campuran guna memperdalam perjuangan Ibn Al-Haytham.
Gaya Bahasa Berdasarkan Struktur Kalimat dalam Buku “Tuhan, Ke Manakah Aku Harus Melangkah?” Karya Himma Ahsana
Nur Astuti, Selvia
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i2.73
Artikel mengenai variasi gaya bahasa dalam dakwah masih belum banyak berkembang, terutama jika dibandingkan dengan bidang sastra secara umum. Padahal, gaya bahasa memegang peran penting dalam menyentuh emosi mad’uw, terlebih dalam novel dakwah yang panjang, yang menuntut kemampuan menarik perhatian pembaca hingga akhir. Novel sebagai karya sastra panjang memang menghadirkan tantangan tersendiri dalam mempertahankan minat pembaca. Salah satu contoh novel dakwah yang menonjol karya Himma Ahsana yang berjudul Tuhan, Ke Manakah Aku Harus Melangkah? Novel ini menggambarkan perjuangan penuh ujian, dengan penggunaan gaya bahasa yang bervariasi dari awal hingga akhir. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang digunakan, dengan merujuk pada teori Gorys Keraf. Pendekatannya bersifat kualitatif-deskriptif, menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Hasilnya menunjukkan bahwa: pesan akidah dominan menggunakan gaya bahasa klimaks, pesan syariah dominan menggunakan paralelisme dan repetisi, pesan akhlak dominan menggunakan klimaks dan antitesis. Secara keseluruhan, penulis menggunakan gaya bahasa antiklimaks untuk menurunkan intesitas emosi (misalnya menggambarkan kepasrahan). Klimaks untuk membangun emosi dalam menghadapi ujian hidup. Antitesis untuk menunjukkan pertentangan gagasan (misal: keraguan vs keyakinan). Paralelisme untuk menegaskan ide yang saling melengkapi (seperti masalah dan ujian). Repetisi untuk memperkuat pesan inti emosional.
Komunikasi Dakwah Teknik Otoritatif Rasional Ustaz Nuruddin dalam Presentasi, Diskusi, dan Debat Akidah Islam
Hendriyono;
Kristianto, Aris
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i2.75
Islam adalah agama rasional sehingga komunikasi dakwahnya harus rasional, salah satunya lewat argumentasi dengan teknik otoritatif. Masalahnya teknik ototoritatif yang menyatakan sesuatu benar karena otoritas yang menyatakan, bertentangan dengan sifat Islam, fitrah mad’u, dan argumentasi yang rasional. Dampaknya melumpuhkan rasional mad’u dan sulit diterima di masyarakat Modern. Sebab itu, dibutuhkan komunikasi dakwah teknik otoritatif rasional yang mampu ditunjukkan Ustaz Nuruddin ketika presentasi, diskusi, dan debat tentang kesahihan akidah Islam. Sehingga, dibutuhkan kajian komunikasi dakwah teknik otoritatif rasional Ustaz Nuruddin, dengan tujuan mendeskripsikan komunikasi dakwah teknik otoritatif rasional lewat pendekatan kualitatif deskriptif, metode studi dokumen dengan teori komunikasi dakwah dan otoritatif rasional. Hasil temuan menunjukkan bentuk otoritatif yang digunakan Ustaz Nuruddin adalah perpaduan kualitatif dan kuantitatif spesifik orang ahli yang memiliki kredibilitas sesuai bidang tema, yang disampaikan lewat nama, gelar, kualifikasi profesional, dan karya tulis. Pernyataan orang ahli dikutip secara langsung, dibantu media visual, lewat penyampaian eksposisi dan deskripsi. Kebenaran argumentasi orang ahli disampaikan lewat konsistensi orang ahli lain dan pembuktian secara fakta maupun logika.
Efektivitas Pesan Humas dalam Membangun Citra Netralitas Muhammadiyah pada Konstelasi Pemilu 2024
Susanto, Andi
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i2.76
Pesan humas dalam membangun citra lembaga harus bisa efektif dalam memenuhi tujuan organisasi. Pada faktanya terdapat lembaga dalam membangun citra lembaganya kurang efektif dalam pesan humas yang berkesinambungan dalam merespon isu-isu yang merusak citra yang diharapkan dan kurang konsisten dalam isi pesan humas, sehingga pemangku kepentingan memiliki citra negatif. Muhammadiyah memiliki efektivitas dalam pesan humas membentuk citra sebagai lembaga menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam politik praktis. Tulisan ini menggunakan teori efektvitas pesan humas, dan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Artikel ini menggunakan sumber data pesan humas yang disampikan oleh lembaga atau pihak yang mewakili Muhammadiyah dalam menyampaikan sikap dan sanggahan mengenai Netralitas Muhammadiyah dalam pemilu 2024. Hasil dari studi ini menunjukkan pesan humas memiliki: (1) adanya pesan, dan jenis pesan humas dalam membangun tahapan ide/gagasan netralitas (2) adanya pesan dan jenis komunikasi humas dalam tahapan umpan balik, (3) pesan humas yang dibangun memiliki efektivitas berdasarkan 7C (credibility, context, content, clarity, continuity and consistency, channel, capability of the audiens) terutama dalam berkesinambungan pesan dalam merespon isu dan konsisten mengenai sikap netralitas dalam setiap pesan.