cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
arifmudi11@gmail.com
Editorial Address
Jl. HR Soebrantas KM 16.5, Kab. Kampar, Provinsi Riau, 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research
ISSN : -     EISSN : 30250994     DOI : https://doi.org/10.69693/ijim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Institute of Advanced Knowledge and Science, yang diterbitkan dalam 4 kali dalam setahun yaitu Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 663 Documents
Pemeriksaan Bakteriologis Escherichia Coli Pada Sampel Air Minum Rumah Tangga Di Kecamatan Lawe Sumur Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2026 Siska Putri Belangi; Inneke Mutiara Amelia; Mutiara Hikmah; Khalikul Fadli; Nur Triningtias P
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.479

Abstract

Safe drinking water is a basic necessity and must meet health requirements, including being free from bacteriological contamination such as Escherichia coli. This study aimed to determine the bacteriological quality of household drinking water in Lawe Sumur District, Southeast Aceh Regency in 2026. This research used a descriptive design with a laboratory survey approach. A total of 30 household drinking water samples were collected from three selected villages: Lawe Sumur Village, Kute Bunin Village, and Terutung Megara Baru Village, with 10 samples from each village. Bacteriological examination was conducted using the Sanitarian Kit method to detect the presence of E. coli. The results showed that out of 30 samples, 19 samples (63.3%) met the requirements (MS) or were negative for E. coli, while 11 samples (36.7%) did not meet the requirements (TMS) or were positive for E. coli. In Lawe Sumur Village, 8 samples (80%) met the requirements and 2 samples (20%) did not. In Kute Bunin Village, 6 samples (60%) met the requirements and 4 samples (40%) did not. In Terutung Megara Baru Village, 5 samples (50%) met the requirements and 5 samples (50%) did not. The study concludes that bacteriological contamination still exists in household drinking water in Lawe Sumur District. Therefore, improved monitoring and public education on safe drinking water management are necessary.
Analisis Profil Keamanan Kosmetik Balai Besar POM di Jayapura Menggunakan Pendekatan Machine Learning Akma Bertha Aprima Lagho; Muhammad Nur Arafah; Wiria Sende Paiman; Narto Narto
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 1 (2026): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i1.480

Abstract

Profil keamanan kosmetik merupakan indikator penting dalam mitigasi risiko kesehatan masyarakat, namun analisisnya sering terkendala oleh data hasil sampling dan pengujian yang heterogen dan belum terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil keamanan kosmetik di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Jayapura tahun 2025 dengan memanfaatkan pendekatan pembelajaran mesin untuk meningkatkan kualitas data dan menghilangkan pola pelanggaran. Penelitian menggunakan metode deskriptif-analitik kuantitatif melalui tahapan pembersihan data, penanganan data tidak lengkap, dan standarisasi terhadap 419 sampel hasil sampling dan pengujian laboratorium. Analisis dilakukan menggunakan analisis data eksploratif dan visualisasi untuk mengidentifikasi distribusi dan tren temporal. Hasil menunjukkan tingkat kepatuhan sebesar 61,1% dengan ketegangan antar triwulan, di mana kepatuhan tertinggi terjadi pada Triwulan I (80,3%) dan terendah pada Triwulan IV (49,1%). Meskipun sebagian besar produk memenuhi ketentuan, pelanggaran klaim (35,1%) menjadi indikator risiko utama yang mencerminkan pelanggaran regulasi implementasi. Pendekatan mesin pembelajaran pada tahap awal pengolahan data terbukti mampu mentransformasi data yang tidak terstruktur menjadi informasi berbasis risiko yang lebih sistematis dan informatif. Penelitian ini berkontribusi dalam penguatan pengawasan kosmetik berbasis data yang lebih adaptif, efektif, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.   Kata kunci: Profil Keamanan, Kosmetik, Machine Learning, BPOM RI, Transformasi Digital.   Abstrak   Profil keamanan kosmetik merupakan indikator penting dalam mitigasi risiko kesehatan masyarakat; namun, analisisnya seringkali dibatasi oleh data yang heterogen dan tidak terstruktur dari pengambilan sampel dan pengujian laboratorium. Studi ini bertujuan untuk menganalisis profil keamanan kosmetik di Pusat Pengawasan Obat dan Makanan di Jayapura pada tahun 2025 menggunakan pendekatan pembelajaran mesin untuk meningkatkan kualitas data dan akurasi identifikasi pola pelanggaran. Metode kuantitatif deskriptif-analitik diterapkan, termasuk pembersihan data, penanganan data yang hilang, dan standardisasi 419 sampel dari pengambilan sampel dan pengujian laboratorium. Analisis dilakukan menggunakan analisis data eksploratif dan visualisasi untuk mengidentifikasi distribusi dan tren temporal. Hasil menunjukkan tingkat kepatuhan sebesar 61,1% dengan fluktuasi antar kuartal, dengan kepatuhan tertinggi terjadi pada kuartal pertama (80,3%) dan terendah pada kuartal keempat (49,1%). Meskipun sebagian besar produk memenuhi persyaratan, pelanggaran klaim (35,1%) merupakan indikator risiko utama dan mencerminkan kesenjangan dalam implementasi peraturan. Pendekatan pembelajaran mesin meningkatkan kualitas dan struktur data, memungkinkan identifikasi pola pelanggaran dan tren risiko yang lebih komprehensif. Studi ini berkontribusi untuk memperkuat pengawasan kosmetik berbasis data yang lebih adaptif, efektif, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.
Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Perusahaan Umum Daerah Parkir Makassar Raya Ridwan Abdullah; Sitti Nurbaya; Irwan Abdullah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Parkir Makassar Raya. Lingkungan kerja yang kondusif serta tingkat disiplin kerja yang tinggi diyakini mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda guna menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Perumda Parkir Makassar Raya yang berjumlah 135 orang. Sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan sebesar 5%, sehingga diperoleh sebanyak 101 responden. Data yang digunakan merupakan data primer yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan program SPSS versi 26 untuk memperoleh hasil yang akurat dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja dan disiplin kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara parsial maupun simultan. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik kondisi lingkungan kerja yang diciptakan oleh perusahaan serta semakin tinggi tingkat kedisiplinan karyawan, maka kinerja yang dihasilkan juga akan semakin optimal. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan kerja serta menegakkan disiplin kerja secara konsisten guna mencapai kinerja karyawan yang maksimal dan berkelanjutan.
Pengaruh Literasi Keuangan, Self Control Dan Implusive Buying Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Mahasiswa (Studi Kasus Pada Mahasiswa Program Studi Manajemen Feb Unismuh Makassar) Nurul Dwi Febriani; Nasrullah; Rahayu Japar
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, self control, dan impulsive buying terhadap perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden mahasiswa yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel self control memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa, yang berarti semakin tinggi tingkat pengendalian diri maka semakin baik perilaku dalam mengelola keuangan. Sementara itu, literasi keuangan dan impulsive buying menunjukkan pengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap perilaku pengelolaan keuangan, yang mengindikasikan bahwa peningkatan pada kedua variabel tersebut justru diikuti dengan penurunan kualitas pengelolaan keuangan mahasiswa. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 46,4%. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 46,4% variasi perilaku pengelolaan keuangan dapat dijelaskan oleh literasi keuangan, self control, dan impulsive buying, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, penelitian ini memberikan implikasi penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan self control guna mencapai pengelolaan keuangan yang lebih baik dan bijaksana
Komunikasi Panitia Event Pegadaian Innovation Award Oleh Pt Hitam Putih Inovatif (Monokrom Event Organizer) Alika Azhari Balqis; Muhammad Aviandido Ibrahim; Soraya Latifa Arief; Rahmi Fadhella; Aulia Restu Ariyanto Putri Putri
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi panitia dalam penyelenggaraan event Pegadaian Innovation Award oleh PT Hitam Putih Inovatif (Monokrom Event Organizer) sebagai organizer acara. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumen. Komunikasi merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan suatu event, khususnya dalam koordinasi antar divisi yang terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi berlangsung dalam tiga tahap perencanaan acara yaitu pre event, during event, dan post event yang mencakup komunikasi internal dan komunikasi eksternal. Pada tahap pre event komunikasi telah berjalan sistematis menggunakan media digital dan mengalami kendala informasi dari pihak klien. Pada tahap during event komunikasi menjadi lebih intens dan responsif dari dua belah pihak dan mengalami kendala overload informasi dan ketidakkonsistenan pesan. Pada tahap post event komunikasi belum dilakukan secara optimal sebagai sarana evaluasi dan pembelajaran organisasi. Kendala utama yang dihadapi adalah miskomunikasi, perbedaan perspsi, dan perubahan keputusan yang tidak terkoordinasi. Cara menangani kendala tersebut adalah dilakukan konfirmasi ulang, penggunaan dokumentasi rapat, dan peningkatan intensitas komunikasi. Secara keseluruhan, komunikasi panitia dinilai sudah cukup efektif secara operasional tetapi belum optimal secara sistematis.
Rekonstruksi Pola Asuh Profetik Berbasis Nilai Pendidikan Agama Islam Sebagai Strategi Preventif Kecanduan Gawai Pada Anak Generasi Alpha Nur Khozin; Khaerul Khaerul; Iwan Ridwan; Riza Rahmawati; Andi Fitriani Djollong
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi pola asuh profetik berbasis nilai pendidikan agama Islam sebagai strategi preventif kecanduan gawai pada anak generasi alpha. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur ilmiah, kitab tafsir, dan hadis terkait pola asuh profetik serta dampak kecanduan gawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh profetik yang mengintegrasikan nilai-nilai keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan ibadah, penguatan kesadaran tauhid, pengawasan berbasis kasih sayang (rahmah), serta komunikasi dialogis yang bijaksana (hikmah) terbukti efektif mencegah kecanduan gawai pada anak generasi alpha, dengan strategi preventif meliputi pembatasan waktu penggunaan gawai secara bertahap, pengalihan aktivitas ke ibadah dan bermain edukatif di alam terbuka, serta penguatan peran orang tua sebagai model dalam mengelola teknologi sesuai ajaran Islam.
Kedudukan Alat Bukti Dalam Penyelesaian Sengketa Perdata Melalui Litigasi (Studi Kasus Putusan Nomor 126/Pdt.G/2024/PNBgr) Jesslein Felisha; Yesa Morisia; Cindra Shafa Kamiliya; Moody Rizqy Syailendra Putra
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.485

Abstract

Penelitian ini ditujukan menganalisis kedudukan dan efektivitas bermacam-macam jenis alat bukti, di mana alat bukti adalah sarana hukum yang digunakan pihak berperkara dalam meyakinkan hakim mengenai kebenaran dalil gugatan atau bantahan. Fokus utama disini kita menilai bagaimana serta sejauh mana bukti tertulis, keterangan dari para saksi, persangkaan, pengakuan, dan sumpah mampu menjamin keadilan dan kepastian hukum. Kedudukannya sangat menentukan dalam penyelesaian sengketa karena hakim wajib memutuskan perkara berdasarkan bukti-bukti sah yang diajukan di persidangan. Alat bukti memainkan peran strategis dalam meyakinkan hakim terhadap dalil penggugat atau tergugat, sebagaimana diatur dalam Pasal 164 HIR/pasal 284 RBg yang mencakup bukti surat, saksi, persangkaan, pengakuan, dan sumpah. Dalam kasus tersebut, penggugat (ahli waris) mengajukan 20 bukti tertulis dan 2 saksi, sementara tergugat mengajukan bukti tertulis lebih banyak. Namun, majelis hakim menolak gugatan karena cacat formil plurium litis consortium (kurangnya pihak), yang menghasilkan putusan niet ontvankelijk verklaard. Hakim menerapkan prinsip kebebasan penilaian pembuktian, mengutamakan bukti formal tertulis atas saksi, meskipun berpotensi mengabaikan kebenaran materiil dan hak konstitusional ahli waris, serta menimbulkan akibat batalnya perjanjian yang diatur dalam Pasal 1365 KUH Perdata. Pembahasan ini menekankan perlunya keseimbangan antara kepastian formal dan keadilan dalam litigasi perdata.
Analisis Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu Dalam Penanggulangan Peredaran Narkotika Ronny Dermawan; Addy Chandra; Himawan Ahmed Sanusi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.486

Abstract

Fenomena penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Indonesia menunjukkan kecenderungan yang semakin mengkhawatirkan, termasuk di Provinsi Bengkulu yang menempati urutan ke-21 dari 34 provinsi dengan tingkat kerawanan penyalahgunaan narkotika, dengan prevalensi mencapai 1,68% atau sekitar 24.114 orang. Di Kota Bengkulu, permasalahan tersebut semakin kompleks dengan adanya indikasi jaringan peredaran narkotika lintas daerah yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Data Kejaksaan Negeri Kota Bengkulu menunjukkan bahwa selama periode 2022 hingga Juli 2025 terdapat 701 perkara narkotika, yang menjadikannya sebagai jenis perkara dominan dibandingkan tindak pidana lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa peredaran narkotika telah berada pada tingkat yang serius dan memerlukan penanganan yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk, pertama, mengetahui peran Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam penanggulangan peredaran narkotika di Kota Bengkulu, dan kedua, mengidentifikasi faktor-faktor pendukung serta faktor penghambat dalam pelaksanaan tugas tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan hukum empiris (socio-legal approach) melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, sehingga dapat menggambarkan implementasi hukum dalam praktik di lapangan secara nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BNN Kota Bengkulu berperan signifikan dalam pelaksanaan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui pendekatan preemtif, preventif, rehabilitatif, dan represif. Peran dominan terlihat pada aspek pencegahan melalui edukasi, penyuluhan, serta pemberdayaan masyarakat, disertai pelaksanaan rehabilitasi bagi penyalahguna dan kerja sama lintas sektor. Selain itu, terdapat faktor pendukung berupa dukungan regulasi, program berbasis masyarakat, kerja sama kelembagaan, partisipasi masyarakat, serta pemanfaatan media informasi. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan anggaran, jangkauan program yang belum merata, hambatan teknis, stigma sosial, serta faktor lingkungan
A Legal Analysis of Abortion Medications in Pharmacies and Their Relationship to Criminal Acts of Abortion in Bengkulu Province Nova Futri Utami; M Rochman; Himawan Ahmed Sanusi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.490

Abstract

The phenomenon of abortion in Indonesia is a complex issue because it involves legal, social, and moral aspects. Abortion is generally still viewed as an illegal act, given that the provisions of Law No. 36 of 2009 on Health (later amended by Law No. 17 of 2023) only permit abortion under specific conditions, such as medical emergencies and pregnancies resulting from rape. These restrictions, coupled with social stigma and religious norms, lead some women to seek abortions clandestinely, which can result in psychological impacts and health risks. This study aims to examine the legal framework governing the distribution of abortion medications in pharmacies based on Indonesian legislation, as well as to analyze the relationship between the distribution of such medications and criminal abortion offenses, along with the criminal liability of the parties involved. The research design employed is an empirical legal study using a statutory approach and a socio-legal approach. The results of the study indicate that, from a legal perspective, the distribution of drugs that could potentially be used as abortion drugs has been comprehensively regulated in various laws and regulations, including the Criminal Code (KUHP), the Health Law, and the Minister of Health Regulation on Pharmaceutical Service Standards in Pharmacies. However, implementation has not been optimal due to weak oversight, the widespread circulation of illegal drugs, and low compliance with applicable regulations. Additionally, there is a connection between the circulation of abortion drugs and criminal abortion offenses; although indirect, this connection can facilitate the occurrence of illegal abortions. Criminal liability in this context is multi-subject and may be imposed on pharmacies, sellers of illegal drugs, users, and healthcare workers in accordance with their respective roles and degrees of fault under applicable criminal law provisions.
Analisis Penggunaan LKPD Berbasis Sikap Peduli Lingkungan Dalam Pembelajaran IPA di SMP Yanti Rusdianti; Hendro Prasetyono
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.491

Abstract

The purpose of this study is to present the results of an analysis of the implementation of environment-based worksheets for students (LKPD) in science education at the elementary school level, with the aim of encouraging student participation in the learning process as well as their ability to collaborate, think critically, and be creative. The research approach used is descriptive with a qualitative design. The data collected includes qualitative data from feedback provided by teachers and students as users of the teaching materials, observations of the learning process, as well as documentation covering the teaching materials used and photographs of learning activities. The research results indicate that the worksheets were systematically designed using the Canva application to produce visually appealing and environmentally relevant content, while emphasizing student engagement and connections to daily life. In the creation of the worksheets, the integration of sustainability principles, optimal readability, and high accessibility were top priorities. Feedback from teachers indicated a high level of satisfaction with the worksheets’ effectiveness in supporting the learning process, while feedback from students highlighted their enthusiasm and deep understanding of environmental topics.