cover
Contact Name
Mila Karmila
Contact Email
paudia@upgris.ac.id
Phone
+62089685384514
Journal Mail Official
paudia@upgris.ac.id
Editorial Address
Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang Jl. Sidodadi Timur No.24 Kelurahan Karangtempel Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
ISSN : 20891431     EISSN : 25984047     DOI : https://doi.org/10.26877
Core Subject : Education, Social,
PAUDIA Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini is belongs to PG PAUD Program of Science Education Faculty in Semarang PGRI University It publishes four times a year February May August and November This journal is research outcomes which are talking about early childhood educations Focus and Scope of Journal PAUDIA Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini is research study and analysis related to early childhood education include Childrens Physical motor social emotional cognitive language Moral and Religious Values development Development of Early Childhood Education Curriculum Development of Arts and Creativity Early childhood care program or Early Childhood Parenting Patterns Management of Early Childhood Education Early Childhood Learning Assessment Psychology of Child Development Childrens Rights and Protection Media Learning Resources Information and Communication Technology for Early Childhood Innovation in Early Childhood Education
Articles 145 Documents
Dampak Penggunaan Gawai Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Nisa Andryani; Ifina Trimuliana
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 2 Periode Maret-Mei 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i2.3428

Abstract

Kekhawatiran tentang bagaimana paparan dini terhadap perangkat elektronik dapat memengaruhi perkembangan emosional dan sosial anak semakin meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara waktu menatap layar dan perkembangan sosial dan emosional anak-anak usia empat hingga lima tahun di Cilincing, Jakarta Utara, yang bersekolah di RA Muaz. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan strategi studi kasus, mengandalkan informan seperti kepala sekolah, guru, dan orang tua. Dengan seleksi yang cermat, penelitian ini memfokuskan pada satu anak sebagai kasus utama. Observasi ekstensif, wawancara mendalam, dan pencatatan yang teliti digunakan untuk mengumpulkan data. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Menurut temuan, mereka yang menghabiskan lebih dari dua jam sehari menatap layar cenderung kurang berinteraksi dengan orang lain, lebih rentan terhadap ledakan amarah dan tantrum, dan cenderung memiliki masalah regulasi emosi. Penelitian ini memberikan bukti tambahan bahwa ketika orang tua dan sekolah bekerja sama untuk membatasi penggunaan teknologi, hal itu mengarah pada perkembangan sosial-emosional yang lebih baik. Peraturan sekolah terkait penggunaan gawai oleh siswa juga dipengaruhi oleh hal ini, serta upaya untuk meningkatkan literasi digital di kalangan keluarga.
Peningkatan Daya Konsentrasi Anak Prasekolah melalui Penerapan Model Learning Cycle 5E Desi Larasati; Reni Pawestuti Ambari Sumanto
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 2 Periode Maret-Mei 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i2.3438

Abstract

Kemampuan berkonsentrasi merupakan prasyarat penting bagi anak prasekolah dalam mencapai keberhasilan belajar secara optimal. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan bahwa tingkat konsentrasi anak belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan daya konsentrasi anak usia 4–5 tahun melalui penerapan model Learning Cycle 5E di TK Takhasus Al–Qur’an Pemalang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest pada kelompok B yang berjumlah 31 anak melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mengukur indikator konsentrasi meliputi fokus perhatian, ketahanan perhatian, dan kemampuan mengikuti instruksi, kemudian dianalisis menggunakan uji t sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest dengan rata-rata selisih sebesar 21,404. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model Learning Cycle 5E berkontribusi terhadap peningkatan konsentrasi anak usia dini. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk mendukung pengembangan konsentrasi anak usia dini.
Strategi Kebiasaan Sehari-hari untuk Menanamkan Nilai-Nilai Akhlak Islam pada Masa Kanak-kanak Nur Afina; Wahyu Mulyadi; Nurdiniawati Nurdiniawati
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 2 Periode Maret-Mei 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i2.3525

Abstract

This study aims to analyze the implementation of daily habituation strategies in internalizing Islamic moral values among early childhood learners at PAUD KB Sehat Mpili. It emphasizes the importance of strengthening character education through consistent and structured practices from an early age. A descriptive qualitative approach was used, with data collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis involving the principal and teachers. The findings show that activities such as greeting practices, routine prayers, time discipline, responsibility-based tasks, and guided social interactions contribute to the development of moral behaviors, including politeness, empathy, responsibility, and adherence to routines. These processes are supported by teacher role modeling and positive reinforcement, enabling gradual value internalization through repeated experiences. Internalization is understood as a continuous process in which children adopt values in daily learning contexts. The study reveals that habituation does not directly determine outcomes but plays a significant role in shaping children’s moral behavior patterns. Its novelty lies in viewing habituation as part of an integrated pedagogical system that connects daily practices, teacher modeling, and value reinforcement, contributing to early childhood character education.
Praktik Pengelolaan Lingkungan Belajar Ramah Anak dalam Mendukung Pembelajaran PAUD Lusiyawati Zahrah; Widya Kusumaningsih; Rasiman Rasiman
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 2 Periode Maret-Mei 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i2.3528

Abstract

Lingkungan belajar ramah anak yang mencakup dimensi fisik, sosial, dan pedagogis penting dalam mendukung pembelajaran anak usia dini, namun implementasinya masih beragam dan belum terintegrasi sebagai sistem. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengelolaan lingkungan belajar ramah anak pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus di TK Islam Cahaya Ilmu Semarang, melibatkan 13 informan (kepala sekolah, guru, orang tua, dan pemangku kebijakan). Data dikumpulkan melalui observasi penataan lingkungan dan interaksi pembelajaran, wawancara tentang perencanaan, keterlibatan orang tua, dan evaluasi, serta dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan secara kolaboratif melalui KSP dan SOP, pelaksanaan melalui interaksi positif dan kegiatan bermain serta pelibatan orang tua, dan penilaian melalui umpan balik multipihak. Praktik ini meningkatkan kenyamanan dan partisipasi anak. Kebaruan penelitian terletak pada pemetaan pengelolaan sebagai sistem terintegrasi berbasis tahapan pembelajaran. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan kolaboratif dan berkelanjutan.
Penerapan Nilai-Nilai Sosial dan Keagamaan Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan dalam Pendidikan Anak Usia Dini Maya Aprianti; Sukrin Sukrin; Wahyu Mulyadi
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 2 Periode Maret-Mei 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i2.3581

Abstract

This study analyzes the internalization of social and religious values through religious extracurricular activities in early childhood education at RA Al-Nizum Hidayah. A qualitative case study approach was used to explore how value internalization is implemented and reflected in children’s behavior, with data collected through observations, interviews with the head of RA and teachers, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. Internalization is understood as a gradual process in which values are introduced, practiced, and reinforced until reflected in daily behavior, while social and religious values include discipline, responsibility, cooperation, empathy, and adherence to basic Islamic practices. The findings show three mechanisms: habituation (daily prayers, Qur’anic memorization, and charity), modeling (teachers demonstrating respectful and disciplined behavior), and guided practice (assistance in congregational prayer and structured interaction). These mechanisms are associated with children initiating prayers independently, increased rule compliance, active group participation, and early empathy such as sharing and helping peers. The study suggests that integrating structured activities and teacher role modeling supports the gradual formation of socio-religious behavior, with its novelty lying in proposing a three-stage internalization model based on empirical observations.
Pengaruh Kegiatan Melukis Angka Terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun Lusi Yuliani; Asep Deni Gustiana; Sardin Sardin
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 2 Periode Maret-Mei 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i2.3602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan melukis angka terhadap kemampuan kognitif anak usia empat sampai lima tahun di TK PGRI Tunas Harapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimen tipe one-group pre-test dan post-test yang melibatkan 15 anak sebagai partisipan penelitian. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan kognitif yang mencakup indikator korespondensi satu-satu, perbandingan, dan pengenalan simbol angka. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi serta pemberian pre-test dan post-test. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan kognitif anak setelah mengikuti kegiatan melukis angka. Rata-rata nilai pre-test meningkat dari 56,33 menjadi 85,67 pada post-test dengan nilai N-Gain yang tergolong pada kategori sedang hingga tinggi. Analisis statistik turut menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara hasil pre-test dan post-test (p < 0,05). Penelitian ini menyoroti penggunaan kegiatan melukis angka sebagai pendekatan pembelajaran berbasis seni pada anak usia empat sampai lima tahun yang masih terbatas dibahas dalam penelitian sebelumnya. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kegiatan melukis angka berpotensi mendukung perkembangan kemampuan kognitif anak serta dapat dimanfaatkan sebagai pilihan strategi pembelajaran pada pendidikan anak usia dini.
Pengembangan Media Permainan Ular Tangga untuk Mengembangkan Keterampilan Sosial dan Regulasi Emosi Anak Usia Dini Ari Rahmi Hasfaraini; Kusumawati Kusumawati
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 2 Periode Maret-Mei 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i2.3229

Abstract

The development of social skills and emotional regulation in early childhood requires stimulation that aligns with children's play-based learning characteristics. This study aimed to develop an educational snakes-and-ladders game as a learning medium to support the development of social skills and emotional regulation among children aged 4–6 years. The research employed a Research and Development approach using the ADDIE model, encompassing the Analyze, Design, and Development phases. The participants were children from Bintang Kecil Playgroup in Tanjung Palas, and data were collected through material expert validation, media expert validation, and teacher response questionnaires. The results indicated that the developed medium achieved high feasibility scores from material experts (87.85%), media experts (84.34%), and teachers (92.58%). Limited trials demonstrated that children were enthusiastic, actively interacted with peers, and were able to follow game rules. The novelty of this study lies in integrating social skills and emotional regulation stimulation into an educational snakes-and-ladders game. The medium is considered feasible as a play-based learning alternative and contributes to the development of social-emotional learning media for early childhood education.
Implementasi Literasi Digital Pada Anak Usia 5–6 Tahun: Sebuah Kajian Literatur Sistematis Devika Puspa Andriani; Noviana Mustapa
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 2 Periode Maret-Mei 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i2.3310

Abstract

This study aims to systematically synthesize the implementation of digital literacy in children aged 5–6 years. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted using the PRISMA approach on articles published between 2015 and 2025 from Scopus, ScienceDirect, and complementary scholarly sources. Twenty studies met the inclusion criteria and were analyzed through data extraction, quality appraisal, and thematic synthesis. The synthesis produced three main themes: (1) the dominance of interactive and play-based digital media, such as tablets, digital storytelling, educational robots, and digital manipulatives; (2) the importance of an adult-mediated ecosystem involving teachers, parents, institutions, and learning contexts; and (3) persistent barriers related to access gaps, teacher competence, safe content, and policy fragmentation. The main contribution of this review is an integrative mapping of digital literacy implementation as an ecosystem that links technology, pedagogy, family support, and policy, rather than viewing digital literacy merely as children's ability to operate devices. These findings offer practical implications for early childhood teachers, parents, institutions, and policymakers in designing safe, developmentally appropriate, and sustainable digital literacy practices.
Pengaruh Media Pembelajaran Geoplay 3D Terhadap Pengenalan Bentuk Geometri Pada Anak Usia Dini Gifta Rahma Puspitasari; Dian Kristiana; Muhammad Azam Muttaqin
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 2 Periode Maret-Mei 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i2.3360

Abstract

Kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia dini menjadi bagian penting dalam perkembangan kognitif karena mendukung kemampuan anak dalam mengidentifikasi, membedakan, dan mengelompokkan bentuk di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media pembelajaran GeoPlay 3D terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri tiga dimensi pada anak usia 5–6 tahun di TK Dharma Wanita Wagir Kidul Pulung, Kabupaten Ponorogo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest yang melibatkan 22 anak sebagai sampel. Data diperoleh melalui tes tulis untuk mengukur kemampuan mengenali, menyebutkan, mencocokkan, dan membedakan bentuk kubus, balok, bola, tabung, dan kerucut, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan seluruh anak mengalami peningkatan kemampuan dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Geoplay 3D efektif meningkatkan pengenalan geometri anak. Kebaruan penelitian terletak pada penggunaan media manipulatif 3D interaktif untuk stimulasi geometri anak usia dini. Penelitian ini berkontribusi sebagai alternatif media pembelajaran inovatif dalam pengembangan kognitif anak usia dini.
Pengaruh Permainan Tradisional Egrang Batok Kelapa Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Nur Nariman; Besse Nirmala; Armina Armina; Humaedi Humaedi
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 2 Periode Maret-Mei 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i2.3369

Abstract

Riset ini bertujuan menganalisis perubahan kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun melalui permainan tradisional egrang batok kelapa di TK Terpadu Jannatul Ma’wa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe one group pretest–posttest terhadap 35 anak kelompok B. Intervensi dilakukan selama tiga minggu melalui enam sesi permainan berdurasi 30–40 menit. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi aspek kelincahan, kekuatan, dan keseimbangan, lalu dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan paired sample t-test. Hasil menunjukkan rerata skor motorik kasar meningkat dari 29,14 pada pretest menjadi 45,86 pada posttest. Uji hipotesis menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05), dengan peningkatan paling menonjol pada aspek keseimbangan. Temuan ini mengindikasikan permainan egrang batok kelapa berpotensi mendukung stimulasi motorik kasar anak. Namun, hasil perlu ditafsirkan secara hati-hati karena penelitian tidak melibatkan kelompok kontrol.