cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
jurnalcendekiailmiah@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
J-CEKI
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28285271     DOI : 10.56799
Core Subject : Humanities, Social,
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. J-CEKI terbit 6 kali dalam setahun atau tiap 2 bulan sekali. J-CEKI menerbitkan artikel bidang Humaniora dan Ilmu Sosial. Humaniora: Bahasa dan Linguistik, Sejarah, Sastra, Seni Pertunjukan, Filsafat, Agama, Seni Rupa. Ilmu Sosial: Ekonomi, Antropologi, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pendidikan, Ilmu Politik, Hukum, Psikologi, Geografi, Studi Budaya dan Etika, Studi Gender dan Seksualitas, Studi Area, Arkeologi, dan bidang terkait lainnya.
Articles 286 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 5: Agustus 2024" : 286 Documents clear
Formulasi Tepung Tempe dan Tepung Terigu Terhadap Daya Kembang dan Karakteristik Organoleptik pada Fudgy Brownies Rizki Nur Hidayat; Nurwati Nurwati; Yunika Purwanti
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4462

Abstract

Fudgy brownies merupakan produk bakery yang didominasi cokelat dan memiliki tekstur yang padat. Pembeda utama brownies dari fugdy brownies lainnya adalah penggunaan cokelat yang banyak, tidak memiliki pengembangan yang signifikan, dan teksturnya yang unik. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan perbedaan daya kembang dan karakteristik organolaptik fudgy brownies yang berbeda dari berbagai formulasi tepung tempe dan tepung terigu, serta mendapatkan formulasi tepung tempe dan tepung terigu yang menghasilkan fudgy brownies dengan daya kembang dan organolaptik terbaik. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu P0(100%:0%), P1 (90%:10%), P2 (85%:15%), P3 (80%:20%). Data yang diperoleh dari analisis daya kembang dan karakteristik organolaptik (hedonik) dianalisis menggunakan metode ANOVA (Analysis of Varians) dengan taraf signifikansi 5% dan apabila terdapat pengaruh dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Semua analisis data dihitung dengan bantuan komputer program SPSS 20.0 for Windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa formula terbaik yang diperoleh pada fudgy brownies tepung tempe dengan persentase 10% (P1) , nilai hasil penelitian mutu hedonik dan daya kembang fudgy brownies tepung tempe 10% (P1) menunjukkan daya kembang 19,5 -25,2(P0 dan P1)(nilai daya kembang terbaik), nilai mutu 4.07 (aroma coklat dan sedikit aroma tempe), nilai mutu tekstur 4.10 (agak lembut), nilai mutu warna 4.37 (agak cokelat kehitaman). Sifat hedonik rasa 4.30 (suka), sifat hedonik tekstur 4.10 (suka) dan sifat hedonik warna 4.37 (suka).
Pengaruh Model Pembelajaran Predict, Observ, Explaining, Elaboration, Write And Evaluation Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Di Kelas XI IPS SMAN 1 X Koto Arini Khairunnisa; Aniswita Aniswita; M. Imamuddin; Tasnim Rahmat
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4463

Abstract

Pemahaman konsep adalah dasar terpenting untuk menyelesaikan permasalahan Matematika. Namun, pemahaman konsep Matematika dikelas XI IPS SMAN 1 X Koto cenderung kurang maksimal. Masalah ini timbul sebab pemilihan model pembelajaran yang belum pas dan keyakinan bahwa matematika adalah subjek yang sulit dipahami. Maka dalam upaya mengoptimalkan kemampuan siswa dalam memahami konsep dibutuhkan model pembelajaran yang efektif yakni model pembelajaran Predict, Observe, Explanation, Elaboration, Write And Evaluation. Hal ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Predict, Observe, Explanation, Elaboration, Write And Evaluation terhadap pemahaman konsep matematika di kelas XI IPS SMAN 1 X Koto. Penelitian ini menggunakan rancangan Pra eksperimen yaitu “ The Static Group Comparison: Randomized Control- Group Only Design. Populasi pada penelitian merupakan siswa-siswi kelas XI IPS SMAN 1 X Koto. Pengambilan sampel menggunakan teknik Random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data berupa soal tes dengan teknik analisis t-test. Berdasarkan hasil analisis uji hipotesis menggunakan t-test diperoleh thitung=5,83 , ttabel=0,063, sehingga thitung ≥ ttabel, Maka diperoleh keputusan h0 ditolak h1 diterima. Berdasarkan hasil analisis t-test dapat disimpulkan terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran Predict, Observe, Explanation, Elaboration, Write And Evaluation terhadap pemahaman konsep matematika di kelas XI IPS SMAN 1 X Koto.
Perancangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Game Edukasi Menggunakan Educandy Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Pada Kelas X Di SMKN 1 Guguk Gerry Agustina Putra; Liza Efriyanti; Supratman Zakir; Khairuddin Khairuddin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4465

Abstract

Penelitian ini terinspirasi dari kekurangan yang peneliti lihat di SMKN 1 Guguk, dimana kegiatan pembelajaran masih dilakukan dengan menggunakan papan tulis dan spidol sebagai media pembelajaran. Akibatnya siswa mudah menjadi tidak tertarik dalam melakukan kegiatan tersebut, dan pihak sekolah kekurangan sumber belajar berupa media pembelajaran permainan edukatif. Tentu saja, dengan menawarkan sumber daya dan kenyamanan yang bermanfaat di SMKN 1 Guguk, seperti mengizinkan siswa membawa ponsel pintar selama kelas tertentu, hal ini dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran melalui penggunaan materi pembelajaran berbasis permainan edukatif. Website educandy.com dan powtoon.com digunakan dalam pembuatan sumber belajar berbasis game edukasi ini. Model pembuatan media Hannafin dan Peck tiga fase digunakan bersama dengan pendekatan penelitian Penelitian dan Penciptaan (R&D). Khususnya, Merancang, Mengembangkan/Menerapkan, dan Membutuhkan Akses. Validitas media pembelajaran berbasis permainan edukatif sebesar 0,98 dengan kategori “valid” sesuai temuan penelitian. Berdasarkan jawaban instruktur, kepraktisan permainan edukatif memperoleh skor 0,90 dengan kategori “sangat praktis”. Skor efektivitas permainan instruksional kategori “tinggi” sebesar 0,82.
Strategi Digital Marketing pada Lembaga Kursus dan Pelatihan Vision College Yunita Sinta Amanda; Bagus Kisworo
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4470

Abstract

Adanya teknologi internet dan media social membuat strategi digital marketing menjadi hal yang sangat penting bagi lembaga khususnya lembaga kursus dan pelatihan yang memiliki persaingan yang sangat ketat karena banyaknya kompetitor yang muncul setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang :1) Penerapan strategi digital marketing di LKP Vision College, dan 2) Mendeskripsikan factor penunjang dan factor penghambat keberhasilan strategi digital marketing di LKP Vision College. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang mengacu kepada model penelitian Sugiyono. Dalam pengumpulan dara menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. kemudian pengolahan data menggunakan triangulasi data dan triangulasi sumber. Dari penelitian ini didapatkan hasil : 1) Model Marketing yang digunakan adalah model Segmenting, Targetting, dan Positioning (STP), model Search Engine Optimation (SEO), dan model Social Media Marketing (SMM). 2) Kemudian strategi digital marketing yang digunakan adalah strategi Strenght, Weakness, Opportunity, dan Threats (SWOT), dan strategi Marketing mix 7p. 3) Terdapat beberapa faktor yang menunjang adanya penerapan strategi digital marketing LKP Vision College, diantaranya sumber daya manusia dan sarana prasarana. Sedangkan faktor penghambat diantaranya pendanaan dan komunikasi interpersonal.
Krisis Ekonomi dan Pemulihan Pasca-Pandemi: Pembelajaran dari Resesi Global 2020 dan Strategi untuk Membangun Kembali Nurul Ramandini; Jaharuddin Jaharuddin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak krisis ekonomi pasca-pandemi COVID-19 dan strategi pemulihan yang mungkin dilakukan untuk membangun kembali ekonomi global. Melalui analisis mendalam terhadap literatur terkait, penelitian ini bertujuan untuk memahami secara komprehensif bagaimana krisis ini telah mempengaruhi berbagai aspek ekonomi dan masyarakat, serta untuk mengidentifikasi berbagai pendekatan yang dapat diambil dalam memulihkan pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis ekonomi pasca-pandemi COVID-19 memiliki dampak yang luas dan mendalam terhadap sektor-sektor ekonomi, lapangan kerja, dan kehidupan sosial. Pengangguran meningkat secara signifikan, pendapatan menurun, dan ketidakpastian ekonomi meluas di berbagai negara di seluruh dunia. Strategi pemulihan yang diusulkan atau diimplementasikan oleh negara-negara termasuk stimulus fiskal, kebijakan moneter longgar, dan investasi dalam sektor-sektor pertumbuhan ekonomi di masa depan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Melalui pencarian dan analisis literatur yang teliti, penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber informasi terkait dengan topik penelitian. Ini termasuk jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, dan artikel dari sumber-sumber terpercaya lainnya. Analisis dilakukan secara sistematis untuk memahami dampak krisis, mengeksplorasi strategi pemulihan yang berbeda, dan menyimpulkan temuan utama dari penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini menyoroti kompleksitas dan tantangan yang terkait dengan merancang dan melaksanakan strategi pemulihan ekonomi pasca-pandemi COVID-19. Sementara banyak negara telah mengambil langkah-langkah untuk merangsang pertumbuhan ekonomi kembali, ketidakpastian yang terkait dengan perkembangan pandemi dan kompleksitas faktor-faktor ekonomi global menambah kesulitan dalam proses pemulihan tersebut. Namun demikian, penelitian ini juga menunjukkan bahwa dengan kerjasama internasional yang kuat, kepemimpinan yang bijaksana, dan komitmen untuk belajar dari pengalaman, kita dapat membangun dunia yang lebih tangguh dan responsif terhadap tantangan ekonomi global yang akan datang.
Analisis Peran Gerakan KeMuhammadiyahan Dalam Membentuk Identitas Islam di Buton Nofianti Nofianti; Rahmatia Rahmatia; Adefitri Amalia; Nurfiyani Nurfiyani; Fina Astuti; Syahru Ramadhan; Junaid Gazalin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4472

Abstract

Identitas Islam dibentuk oleh Gerakan Muhammadiyah di banyak tempat, termasuk di Buton. Gerakan ini mengubah dunia keagamaan dengan kehadiran dan tindakan. Penelitian ini menyelidiki bagaimana Muhammadiyah membentuk Islam di Buton. Studi ini dilakukan dalam Penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi. Data dianalisis melalui analisis tematik setelah wawancara menyeluruh dengan sejumlah informan penting, observasi dari mereka yang berpartisipasi, dan pengumpulan dokumen. Gerakan ini telah memainkan peran penting dalam mengkatalisasi pemahaman Islam yang lebih kontekstual dan kontemporer di Buton. Muhammadiyah telah meningkatkan praktik keagamaan dan nilai-nilai masyarakat Buton melalui metode pendidikan, layanan kesehatan, dan kegiatan sosial lainnya. Gerakan ini di Buton dimulai dengan misionaris yang ingin menyebarkan ajaran Islam sesuai dengan keinginan untuk kebangkitan dan kemajuan umat. Muhammadiyah membantu mengubah pola pikir masyarakat Buton tentang Islam dari sudut pandang yang lebih tradisional menjadi lebih inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman dengan menekankan pada pendidikan dan kemandirian.Namun, peran Gerakan Muhammadiyah juga dikritik dan diperdebatkan. Beberapa orang berpendapat bahwa gerakan ini terlalu modernis dan menghilangkan tradisi dan prinsip lokal. Namun, banyak orang yang mengakui bahwa Muhammadiyah telah meningkatkan kehidupan Buton dan pemahaman Islam. Oleh karena itu, melihat bagaimana Gerakan Muhammadiyah berkontribusi pada pembentukan identitas Islam di Buton menunjukkan betapa kompleksnya dinamika antara modernitas dan tradisi, serta betapa sulitnya membuat identitas keagamaan yang inklusif dan relevan dengan konteks lokal.
Implementasi Reformasi Birokrasi Menuju Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik: (Studi kasus: Pemerintah Kabupaten Kulon Progo) Alim Muhammad Dwijaya; Ristanto Ristanto; Tri Hidayat; Mega Wati; Monika Monika
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4474

Abstract

Bureaucratic reform requires changes in mindset, work patterns and performance of every state apparatus. However, often the implementation is still far from what is expected from the objectives of implementing bureaucratic reform. The aim of this research is to determine the extent to which bureaucratic reform has been implemented in order to realize good governance in the Kulon Progo Regency Government. This research uses a qualitative methodology by prioritizing interviews and documentation. As for the research results, it can be concluded that the implementation of Kulon Progo district bureaucratic reform has gone well with the achievement of a "BB" score of 78.05 from the Ministry of Administrative and Bureaucratic Reform. Changes to the RB Road Map for 2023-2026 to ensure that RB management runs effectively, is more structured, systematic and massive to achieve bureaucratic reform targets. However, there are still obstacles in its implementation, including implementation that is not evenly distributed because it is still considered the task of certain work units only, partially and individually, participation of leaders and subordinates is not yet optimal and the implementation of reforms is still largely a formality.
Peran Jaga Warga Dalam Menyelesaikan Konflik Sosial Melalui Collaborative Governance di Lumbungrejo Aisyah Putri Wulansari; Sri Widayanti
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4476

Abstract

The research titled "The Role of Community Watch in Resolving Social Conflicts Through Collaborative Governance" aims to understand the manifestation of collaborative governance to examine the correlation relationship between the Village Head, Jagabaya, Babinkamtibmas, Babinsa, Omah Jaga Warga Management, Jaga Warga Management, and the community in synergizing to resolve issues and provide social assistance in the Lumbungrejo Village area. This study employs a qualitative research type with a descriptive method. The research location is in Lumbungrejo Village, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The number of informants in this study is seven people. In the process of social assistance through Jaga Warga, various parties are involved to help resolve issues. The manifestation of collaborative governance in social assistance through Jaga Warga in the Lumbungrejo area, based on data findings, fulfills all aspects, including active participation, transparency, coordination, trust, benefit-sharing, policies and procedures, as well as technology and information. This study concludes that when experiencing a conflict and needing assistance, the community usually reports it to a Jaga Warga member, who then follows up by the Jaga Warga management. As a facilitator, Jaga Warga will bring together the conflicting parties for deliberation and seek a fair agreement. The solutions provided by Jaga Warga are, of course, the best solutions. However, it is unfortunate that there is no written SOP regarding the implementation of Jaga Warga. Therefore, it is advisable that Jaga Warga in Lumbungrejo has an SOP or standard operating procedure that is socialized to the community and written down so that the community knows what to do first when facing problems they cannot solve on their own.
Sejarah Kalender Hijriyah Muhajir Muhajir
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4483

Abstract

This Study or discussion to talk about the history of the birth of Hijri Calendar (al-al-Hijri calendar) among Muslims. On the 1st of Muharram, Muslems commemorating their New Year Hijri or Islamic New Year. Researching history dating Arabs of pre-Islamic period up to the reign of Umar bin Khattab with the birth of Hijri Calendar. When the Prophet was alive, Muslims can ask all religious matters to him, but at the time he passed away, the friends or ulama trying to interpret Islamic religious teachings. Historically, pre-Islamic Arabs used Qamariyah-Syamsiyah calendar system (luni-solar). This calendar system requires intercalation or adding one month to adjust Qamariyah with Syamsiyah. However, no agreement in the placement of the years that had made their break with tradition intercalation Abraham, respecting and forbidden to do battle in the months noble (al-asyhur al-Hurum), namely Qa`dah, Dzu al-Hijjah, Muharram and Rajab. They were still fighting in the month of Muharram, for example, because it as month 13 (intercalation). This lasted until the Prophet Hijrah to Medina. The fall of al-Tawbah/9: 36-37 Syamsiyah-stop calendar system and replace it with Qamariyah Qamariyah pure (lunar). Until the Prophet's death (11 H/634 AD), the Arabs use Qamariyah calendar system, without the year. They only know the name of the day, month and date. In the reign of Umar bin Khattab (13-23 H/634-644 M), exactly 17 years H/637 M, he defined as the Hijri Calendar Islamic government official calendar. The proposal submitted by the beginning of the calendar creation of Abu Musa al-Ash'ari (governor of Kufa). The Prophet's hijrah year chosen as the first year as the proposal of Ali ibn Abi Talib, while selected as the first month Muharram is proposed Uthman bin al-Affan. In the determination to Hijri Calendar, choice of Muharram as the first month of the year motivated by political considerations.
Prinsip Kesantunan Pada Tuturan Direktif Dalam Pembentukan Karakter Siswa di Lingkungan Sekolah Muhfik Anwar; Darsinah Darsinah; Murfiah Dewi Wulandari
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4496

Abstract

Bahasa mempunyai banyak fungsi, pada ataranya sebagai sarana ekspresi diri, alat komunikasi, alat kontrol sosial, dan interaksi. Studi tentang bahasa cenderung berkonsentrasi pada fungsinya sebagai dengan masyarakat. Sekolah sebagai tempatnya pengajaran bahasa sebenarnya adalah wilayah penggunaan bahasa sosial yang mempunyai corak tersendiri. Bahasa dapat digolongkan sebagai ilmu pengetahuan karena dapat menyampaikan emosi, pikiran, dan gagasan. Pelatihan yang diperlukan untuk mengembangkan kebiasaan menggunakan bahasa yang sopan dapat mewujudkannya. Melakukan sesuatu dalam jangka waktu yang lama tidaklah cukup, dengan kata lain, guru dan siswa berulang kali melakukan kegiatan tersebut melalui tuturan direktif. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Hasil penelitian ini adalah: (1) Kesantunan dapat diwujudkan dalam bentuk perbuatan wakil kata, ekspresif, komisif, dan direktif, (2) asas Kesopanan dan prinsip kerjasama dapat diwujudkan dalam implikatur percakapan; (3) Pada topik pembicaraan resmi dengan situasi, kesantunan diwujudkan dengan pematuhan pada prinsip kerjasama dan penggunaan implikatur; (4) Pada situasi pembicaraan dengan topik tidak resmi, asas kerja sama (PK) diutamakan di atas asas kesopanan (PS); (5) pada percakapan antara siswa-guru, jarak sosial dan status sosial tidak lagi menjadi pertimbangan utama untuk menyampaikan kesantunan yang santun. Berdasarkan hasil penelitian disajikan rekomendasi yang dapat dilakukan kesantunan menjadi salah satu materi dalam pembelajaran bahasa di sekolah.

Page 9 of 29 | Total Record : 286